JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi1*. Indri Astuti2. Afandi3 Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia *abdiegy5@gmail. Abstract The existence identification of local television as the mainstream media in cultural conservation education that did not apply systemic and scientific program evaluation is problematic which had implications for hampering the level of program progressivity, local television stations, and fulfilling the rights of local communities to obtain information with higher quality content. The purpose of this study was to design a draft evaluation for local television programs specifically for the Warta Citizen Journalism program at Television Ruai Pontianak used the CSE-UCLA evaluation model. This research used the Research and Development (R&D) method. The result of the research was the production of a local television program evaluation draft consisting of a general detailed narrative of the program referring to the CSE UCLA evaluation component namely system assessment, planning, implementation, implementation, development and program certification as evaluation material that can be used by assessors given authority by the party. company, in addition to involving other information deemed This study also produced an assessment instrument in the form of an evaluation questionnaire specially designed for assessors who are representative parties in all entities related to broadcasting, starting from educators, cultural figures, indigenous peoples, viewers and non-viewers of Ruai TV, to civil society in carrying out the assessment. critical and objective. Keywords: Local Television Program Evaluation. UCLA CSE Evaluation Model. Simple Television Program Rating Alternatives Abstrak Identifikasi eksistensi televisi lokal sebagai media arus utama dalam edukasi konservasi budaya yang tidak menerapkan evaluasi program secara sistemik dan ilmiah menjadi problematika yang berimplikasi pada terhambatnya taraf progresivitas program, stasiun televisi lokal, hingga pemenuhan hak masyarakat lokal untuk memperoleh informasi dengan sajian yang lebih berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perancangan draft evaluasi program televisi lokal secara khusus pada program Warta Citizen Journalism di Ruai Televisi Pontianak dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA. Adapun penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian adalah dihasilkannya rancangan draft evaluasi program televisi lokal ini terdiri dari narasi detail umum program yang mengacu pada komponen evaluasi CSE UCLA yakni penilaian sistem, perencanaan, pelaksanaan, implementasi, pengembangan dan sertifikasi program sebagai materi evaluasi yang dapat digunakan asesor yang diberikan otoritas oleh pihak perusahaan, disamping dapat melibatkan informasi lain yang dianggap relevan. Penelitian ini juga menghasilkan instrumen penilaian berupa kuesioner evaluasi yang dirancang khusus untuk asesor yang merupakan pihak-pihak representatif pada seluruh entitas yang berkenaan dengan penyiaran mulai kalangan edukator, budayawan, masyarakat adat, pemirsa dan non pemirsa Ruai TV, hingga masyarakat sipil dalam melakukan penilaian yang kritis dan objektif. Kata Kunci: Evaluasi Program Televisi Lokal. Model Evaluasi CSE UCLA. Alternatif Rating Program Televisi Sederhana. Submitted: January 2023. Accepted: March 2023. Published: March 2023 ISSN: 2614-8153 . ISSN: 2614-8498 . Website: http://journal. id/index. php/pustakom JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 PENDAHULUAN Beragamnya budaya lokal dalam kawasan nusantara merupakan simbol kekayaan bangsa yang kontributif pada pembentukan integritas nasional. Upaya konservasi budaya diperlukan, salah satunya dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai budaya dalam proses pembelajaran untuk menghindari terjadinya perubahan karakter bangsa sebagai dampak negatif dari merebaknya globalisasi dan kemajuan teknologi (Zubaidah, 2. , mengantisipasi munculnya budaya homogenisasi melalui hibridisasi antar budaya dan sinkrenisasi ide budaya asing (Neubauer et al. , 2013. Suardika et al. , 2. Terlepas dari keuntungan dan kerugian yang dialami televisi lokal sebagai manifestasi dari konsekuensi migrasi televisi analog menuju televisi digital (Alamsyah, 2. eksistensi televisi lokal di tengah masyarakat tergolong diperlukan sebagai media edukasi konservasi budaya berikut dengan implikasi positif lainnya yang turut kontributif dalam progresifitas komunitas hingga ke tingkat negara. Masih terdapat upaya alternatif ditengah kompetisi media mainstream di era digital salah satunya dengan memanfaatkan sosial media (Yoedtadi, 2. agar eksistensi televisi lokal tetap terpelihara. Aspek multikultural mengalami kemerataan di bumi Indonesia termasuk di wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. Provinsi Kalimantan Barat, luas wilayah provinsi ini memiliki luas sekitar 146. 807 km2 atau 7,53% dari luas Indonesia dan termasuk provinsi terbesar keempat dalam skala Data tersebut berkorelasi dengan keberagaman karakteristik sumber daya yang ada didalam provinsi yang terdiri dari 12 kabupaten dan 2 kota tersebut. Pengembangan nilai budaya dalam negeri melalui sistem pendidikan nasional menjadi langkah efektif, selain memberikan efek pada penghematan anggaran juga dapat memberikan pemahaman komprehensif terkait pemanfaatan kekuatan globalisasi untuk peningkatan sistem bermuatan lokal tersebut secara khusus dan mencapai kepentingan nasional secara umum (Nguyen, 2. Muatan budaya dalam ruang edukasi berimplikasi pada perluasan wawasan termasuk dalam penguasan teknologi (Gollnick et al. , 2. Salah satu manifestasi dari penguasaan teknologi yang dimaksudkan adalah ketersediaan media strategis untuk menayangkan konten budaya lokal tersebut. Perspektif tersebut dapat dianalogikan kedalam ranah media visual, penyaksinya dalam memperoleh edukasi terkait muatan lokal atau nilai budaya daerah tempat media tersebut berasal. Selain aspek konservasi budaya lokal, pelestarian buah pemikiran penggagas media televisi juga dilakukan jika strategi lokalisasi di media televisi secara konsisten Secara historis di Indonesia, disahkannya regulasi baru pasca rezim orde baru stasiun-stasiun televisi menghadirkan muatan lokal yang lebih beragam yang dikedepankan dalam membangun kerangka acuan nasional (Bogaerts, 2. Konservasi edukasi muatan lokal ini turut dilakukan oleh Ruai Televisi yang berlokasi di Kota Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia. Implementasi strategi lokalisasi budaya Kalimantan Barat pada Ruai Televisi diinisiasikan sedari awal pembentukan stasiun televisi yang mulai mengudara pada tanggal 07 Juli 2007 tersebut. Hal tersebut tergambar dari misi Ruai Televisi yang memberdayakan masyarakat adat dan masyarakat terpinggirkan melalui tayangan yang mencerdaskan dan menginspirasi. Penerapan metode in-house Ruai Televisi, melahirkan program-program yang sesuai dengan misi tersebut, program-program utama Ruai Televisi baik di kategori berita seperti Warta Ruai. Gong Ruai. Warta Inspirasi, dan Warta Citizen Jurnalist atau RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 non berita seperti Senandung Lagu Daerah diorientasikan pada pemeliharaan nilai budaya Kalimantan Barat. Riset ini berfokus pada program Warta Citizen Journalist yang merupakan program yang dirancang untuk memperluas peristiwa-peristiwa didalamnya dengan memberikan ruang kepada warga untuk turut serta dalam proses jurnalistik dengan mendeskripsikan detail peristiwa disertai dengan bukti berupa gambar video atau gambar foto. Inisiasi program diperuntukkan pemberitaan hingga ke berbagai daerah Kalimantan Barat yang sebelumnya tidak turut merasakan dampak tereksposnya berita esensial didalamnya juga merupakan sebagai manifestasi upaya mengkonservasi nilai budaya secara merata di pelbagai teritori provinsi yang terkenal dengan dijuluki sebagai provinsi seribu sungai Dalam informasi awal terkait program, peneliti program tergolong rendah yang tergambar dari jumlah like minim dan komentar yang nyaris tidak ada di berbagai postingan baik di instagram maupun youtube yang menjadi platform distribusi konten program, hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat permasalahan khusus. Dalam asosiasi informasi lanjutan yang dilakukan, peneliti mengidentifikasi bahwa tidak terdapat proses evaluasi program secara terstruktur dengan penerapan parameter khusus secara spesifik pada program ini yang kemudian dianggap sebagai salah satu faktor yang mengimplikasikan diperolehnya eksposur yang rendah. Istilah pertelevisian berkonotasi pada analisis popularitas program televisi dan kebiasaan pemirsa (Kui, 2020. Panova, 2. Output yang berorientasi pada jumlah penonton dan menyampingkan kualitas konten ini menjadi permasalahan tertentu terkait televition rating system (S. Pamungkas, 2. yang akan berimplikasi pada perilaku audience. Secara khusus korelasi antara televition rating system dan perilaku audience ini dilakukan oleh (Hinami & Satoh, 2. Beberapa penelitian terdahulu lainnya turut menganalisis komponen-komponen yang ditujukan untuk memperkuat televition rating system yang ada saat ini, seperti (Ma et al. , 2. yang mengedepankan komponen waktu siaran, nama program dan aktor yang berafiliasi dalam program. Selanjutnya penerapan model matematika dalam penentuan rating televisi oleh (Danaher & Dagger, 2012. Reeth, 2. Hal ini dapat menjadi indikasi khusus bahwa dalam penentuan rating system yang berkualitas dibutuhkan keterlibatan variabel yang kompleks. Di Indonesia tayangan televisi diolah dan dikembangkan berdasarkan hasil survei kuantitatif AGB Nielsen yang menggunakan Television Audince Measurement (TAM) dengan alat peopleAos meter. Melalui peopleAos diidentifikasi data kuantitatif terkait jumlah penonton dan detail penyaksi konten siaran yang disuguhkan sepeti nama, umur dan gender (Anand, 2. Data yang diperoleh peneliti melalui pihak manajemen PT. Ruai Televisi yang tidak menerapkan penggunaan parameter khusus di Ruai Televisi memunculkan problematika tersendiri bukan hanya untuk perkembangan stasiun televisi tersebut namun hal ini dapat pemberdayaan masyarakat adat dan konservasi budaya di Kalimantan Barat pada umumnya dikarenakan tidak terciptanya bahan evaluasi secara komprehensif. Hasil kesimpulan umum dari suatu program yang dihasilkan (Horne, 2. , menjadi kekuatan yang perlu ditelusuri materinya untuk menunjang progresivitas. Pemberdayaan masyarakat adat dan terpinggirkan serta konservasi budaya Kalimantan Barat yang menjadi konsentrasi RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 eksistensi stasiun televisi Ruai Televisi saat ini, dianggap tidak termuat dalam indikator penentuan televition rating dalam skala nasional serta faktor keuangan yang tidak mumpuni turut menjadi argumentasi khusus yang menambah alasan pihak manajemen televisi lokal khususnya PT. Ruai Televisi tidak menggunakan jasa survei dan parameter yang ada didalam TAM itu Dikarenakan Ruai Televisi tidak Television Audince Measurement (TAM) dan tidak berinisiasi merancang parameter khusus dalam mengukur derajat keberhasilan program yang dijalankan sehingga tidak terdapat data kuantitatif tertentu yang dijadikan acuan keberlangsungan program acara. Unsur kebermanfaatan bagi orang lain, untuk menghadirkan program yang berbobot dan berdampak positif bagi lingkungan menjadi kriteria umum menjadi kriteria umum yang proporsional untuk Secara teknis melakukan perhitungan pada setiap proses perencanaan hingga proses evaluasi yang dilakukan pasca pelaksanaan sehingga memperoleh data yang holistik, dan memberikan ruang kepada seluruh pemangku kebijakan dalam konteks pencapaian tujuan program menjadi langkah yang berpotensi menghasilkan langkah tepat untuk memperoleh hasil yang valid. CSE UCLA merupakan model evaluasi yang dikembangkan oleh Alkin mempunyai 5 tahapan evaluasi diantaranya penilaian sistem, rencana program, implementasi program, pengembangan program dan sertifikasi program (Suryanto et al. , 2. Selain faktor model CSE UCLA ini dapat digunakan untuk mengukur efektivitas/kualitas program/kebijakan/layanan bidang (D. Divayana et al. , 2. secara spesifik didalam butir indikator model CSE-UCLA juga mengakomodir aspek kualitas dan popularitas secara bersamaan, hingga mengkaji keterkaitan antar proses secara historis hingga kondisi aktual program yang kemudian menjadi satu kesatuan dalam proses penilaian sehingga penilaian dilakukan secara holistik dan Hal penerapan model ini tergolong universal termasuk dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi program televisi terutama televisi lokal yang seringkali diidentifikasi tidak melakukan proses evaluasi pada program yang dijalankan secara sistemis dengan faktor biaya, ketersediaan sarana dan prasarana maupun terdapat beberapa atau banyak komponen dalam sistem peratingan umum yang tidak terjangkau untuk dipenuhi sebagai argumentasi tidak dilakukan pengukuran terhadap program yang Kelemahan dari model CSE UCLA ini adalah tidak dapat menunjukkan skala ketercapaian secara spesifik pada setiap tahapan evaluasi, sehingga kualitas baik atau tidaknya suatu program sulit ditentukan. Pengembangan CSE-UCLA dengan Weight Product dilakukan oleh Divayana untuk melengkapi output penilaian model evaluasi CSE-UCLA dengan data kuantitatif dalam rangka menghadirkan sistem evaluasi yang lebih proporsional (D. Divayana, 2. Substansi dalam penelitian ini bersifat pertelevisian lokal spesifiknya pihak managemen dalam perancangan hingga implementasi evaluasi program yang dijalankan dengan model CSE-UCLA dengan Weight Product sebagai model alternatif implikasi dari kompleksnya kendala dalam penerapan sistem rating Secara khusus dalam penelitian memuat rancangan draft evaluasi program Warta Citizen Journalist di Ruai Televisi dalam Edukasi Konservasi Budaya Lokal Kalimantan Barat. Dalam hal Ruai Televisi dan program Warta Citizen Journalist menjadi objek representatif yang bermakna draft yang dimuat dan kemudian akan diuji ke evaluator yang ditentukan ini dapat digunakan sebagai acuan atau pola yang RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 dapat digunakan oleh pihak managemen televisi lokal lainnya yang juga mengalami dilakukannya evaluasi program dengan pendekatan yang kredibel Dalam konteks penelitian terdahulu, terdapat beberapa peneliti yang telah melakukan penelitian di ruang lingkup Ruai TV Pontianak, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Sukmaratih et al. , . dan Ramadhani . Jika Sukmaratih et al. , . berorientasi pada pembuatan aplikasi pendistribusian bahan berita dan penelitian Ramadhani . implementasi strategi media Ruai TV dalam pelestarian budaya Dayak di Kalimantan Barat, substansi yang dimuat peneliti dalam penelitian justru diorientasikan untuk merekomendasikan rancangan draft evaluasi program dalam mengukur ketercapaian program terkait konservasi budaya dalam beragam aspek yang diakomodasi dalam model evaluasi CSE UCLA. Dalam hal ini dapat dimuat konklusi bahwa aspek yang penelitian-penelitian terdahulu tersebut merupakan bentuk parsial dari proses evaluasi program yang dilakukan dengan menerapkan rancangan draft evaluasi yang direkomendasikan peneliti. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perancangan draft evaluasi program televisi lokal secara khusus pada program Warta Citizen Journalism di Ruai Televisi Pontianak dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Menurut Borg & Gall . , penelitian dan pengembangan adalah model berbasis industri yang digunakan untuk merancang produk dan prosedur khusus secara Adapun dikembangkan yakni berupa rancangan draft evaluasi program televisi lokal dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA. Substansi strategis yang dimuat dalam draft rancangan evaluasi program ini terdiri dari deskripsi umum program serta detail program yang dikaji dari aspek-aspek model evaluasi CSE-UCLA yang diperoleh melalui proses wawancara dan observasi. Dalam hal ini Ruai Televisi khususnya program yang ada didalamnya, salah satunya Program Warta Citizen Journalism dijadikan sebagai objek representatif dari program edukasi lainnya yang tidak diberlakukan proses evaluasi mempertimbangkan output data yang objektif dan kredibel, konkritnya hanya mengandalkan evaluasi internal yang didalamnya mengandung perspektif dan interpretasi personal terhadap data peroleh tanpa pengukuran ilmiah. Dalam rangka pengumpulan data yang digunakan untuk perancangan materi evaluasi, peneliti melakukan wawancara, observasi empiris dan uji dokumentasi yang dielaborasi secara kualitatif. Creswell . menyatakan bahwa pemeriksaan dokumen, observasi dan wawancara informan dengan merancang protokol pada setiap proses tersebut merupakan karakteristik dari upaya pemenuhan data yang bersifat kualitatif. Dalam konteks penelitian ini, wawancara dilakukan dengan Alim Meteng yang merupakan salah satu inisiator program dan Tarjan Sofian selaku Produser Program Warta Citizen Journalism. Ruai Televisi. Observasi dilakukan peneliti secara empiris untuk mengamati hal-hal esensial dalam mengkonfirmasi pernyataan informan untuk memastikan informasi yang disampaikan bersifat faktual dan realitas. Mekanisme yang dapat ditempuh sebagai tidak lanjut untuk memperoleh manifestasi output pengukuran yakni dengan melakukan penyebaran draft hasil finalisasi dalam rangka melengkapi pengetahuan asesor program yang dipilih berdasarkan argumentasi ilmiah. Disarankan untuk memasukkan dokumentasi pendukung RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 dalam draft berupa gambar dan video relevan, pengetahuan utuh asesor akan berimplikasi pada objektifitas data yang Asesor yang dipilih disarankan mewakili seluruh pihak, dalam ranah televisi lokal pihak yang dilibatkan yakni dari kalangan edukator, budayawan, masyarakat adat, pemirsa dan non pemirsa Ruai TV, hingga masyarakat sipil yang dianggap berkompeten dalam melakukan assessment secara kritis dan objektif. Terdapat beberapa hal teknis yang seyogianya diperhatikan dalam proses evaluasi program yang akan dilakukan. Penjabaran muatan dalam draft evaluasi yang melibatkan proses wawancara, observasi dan dokumentasi disarankan untuk mempercayakan kepada pihak eksternal untuk mengantisipasi munculnya data yang subjektif dan tendensius. Selanjutnya deskripsi umum dan detail komponen dan aspek evaluasi yang dijabarkan oleh pihak eksternal tersebut juga harus dipastikan bersifat faktual dan komprehensif. Kelengkapan data yang dibutuhkan dalam proses asesmen dapat teramplifikasi seiring dengan adanya tambahan data yang dibutuhkan oleh asesor. Dengan demikian poin komitmen tersebut disarankan untuk disampaikan kepada asesor sehingga tidak terpaku dengan muatan yang ada dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam sub ini akan dimuat dengan substansi strategis dalam draft yang dirancang peneliti untuk melakukan evaluasi Peneliti berdasarkan poin-poin yang akan dimuat dalam rancangan draft, penjabaran tersebut terdiri dari deskripsi umum, detail informasi berkaitan dengan aspek-aspek pada model CSE UCLA, dan instrumen yang ditujukan untuk assessor yang ditunjuk untuk melakukan penilaian terhadap program televisi lokal yang dalam hal ini Warta Citizen Journalism yang dipilih sebagai program representatif untuk memudahkan pembaca dalam proses pemahaman hingga perancangan kembali draft evaluasi program untuk program yang ingin dievaluasi. Evaluasi program di ranah penyiaran dengan menggunakan model evaluasi khusus dengan penyertaan representasi asesor yang dianggap berkompeten sebagai evaluator program dalam sektor tertentu, telah dilakukan oleh beberapa peneliti dalam penelitian sebelumnya Deskripsi Umum Program Berdasarkan diperoleh peneliti melalui proses wawancara dengan Alim Meteng sebagai inisiator program dinyatakan bahwa Program Ruai SMS di TV menjadi cikal bakal terbentuknya program Warta Citizen Journalism yang hingga saat ini masih tayang di stasiun Ruai Televisi. Tahun 2011 Ruai TV bekerjasama dengan Harry Suryadi yang memiliki latar belakang sebagai jurnalis lingkungan Kompas Media dan sebagai jurnalis yang bekerjasama dengan Internasional Center Pol Journalism di Washington DC. Amerika Serikat pada saat Manifestasi dari hubungan kooperatif ini melahirkan gerakan melatih sumber daya manusia yang pada saat itu berjumlah 1. orang yang kemudian disebut dengan jurnalisme warga . itizen journalis. yang tersebar di seluruh Kalimantan yang didominasi oleh warga Kalimantan Barat. Pelatihan mengadvokasi SDM tersebut dengan kaidah jurnalistik lebih teknis terkait hakikat prinsip 5W 1H dalam pemberitaan untuk kemudian memberikan peran jurnalistik kepada pihak-pihak yang dilibatkan untuk masing-masing platform Ruai SMS yang memiliki sistem khusus dengan adanya frontline SMS dan didukung dengan peralatan pendukung, kemudian SMS yang dikirimkan tersebut RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 diedit oleh editor Ruai TV dengan penyebarluasan informasi ke ratusan kontak pejabat di Kalbar dan nasional untuk mempermudah proses identifikasi dan pemecahan masalah sebagai output program. Ruai SMS ini memiliki sistem khusus di Ruai TV dengan adanya frontline SMS dilengkapi dengan peralatan pendukung. Sebagai menunjukkan eksistensi program. Program Ruai SMS pernah mendapat penghargaan di Bali oleh ISIP ASIA bulan Oktober 2013. Seiring perkembangan teknologi, peran jurnalis warga yang dilatih tersebut ditambah dengan melakukan proses perekaman peristiwa baik dalam bentuk gambar foto atau video untuk memperkuat unsur realitas dari peristiwa yang dilaporkan. Untuk megakomodir inovasi tersebut maka dirancang ruang khusus yang bernama Warta Citizen Journalism dengan mekanisme pasca pelaporan peristiwa yang dilaporkan oleh jurnalis warga, detail peristiwa yang dideskripsikan melalui narasi serta gambar foto atau video akan dilakukan proses editing oleh editor Ruai TV sebelum ditayangkan melalui program Warta Citizen Journalism tersebut. Dalam proses pendistibusian gambar foto atau video dari jurnalis warga ke pihak editor hingga dibagikannya output ke platform sosial media masih diidentifikasi terdapatnya kualitas gambar yang tidak jelas atau buram, ini menandakan bahwa kompetensi pengambilan gambar foto atau video jurnalis warga yang belum merata atau belum teroptimalisasi dengan baik, yang saat ini menjadi konsentrasi khusus bagi pihak Ruai TV disamping menjadikan belum optimalnya teknis pengarahan dan pelatihan yang dilakukan kepada jurnalis warga yang dilibatkan juga turut menjadi bahan konsiderasi tersendiri untuk perbaikan Perancangan diantaranya Alim Meteng sebagai inisiator program yang pada saat itu bertugas sebagai Ketua Yayasan Citizen Journalis Training Center berikut dengan anggotanya yang mendedikasikan diri sebagai bagian dari Ruai Televisi hingga saat ini. Harry Suryadi kembali ditunjuk sebagai mentor pelaksana dan tim jurnalisme warga dari program Warta Citizen Journalism ini. Adapun tujuan dari diadakannya program ini adalah untuk memberi ruang bagi masyarakat yang terisolir baik didaerah pedesaan maupun diperkotaan karena banyak peristiwa yang tidak bisa dijangkau oleh media arus utama. Wartawan pada umumnya termasuk di Ruai Televisi cenderung ditugaskan secara terpusat di kawasan perkotaan dari daerah otoritas mereka sehingga banyak wilayah tidak terjangkau dan tidak dapat mengakses power dari media arus utama dalam memberitakan peristiwa diwilayah mereka dengan jarak, biaya dan sebagainya sebagai kendala yang dihadapi. Selanjutnya peneliti melakukan penggalian informasi lebih lanjut terkait mekanisme asosiasi informasi hingga penayangan secara aktual yang dilakukan saat ini, informasi ini diperoleh peneliti melalui proses wawancara yang dilakukan dengan produser Warta Citizen Journalist saat ini yakni Tarjan Sofian. Produser program menyebutkan klasifikasi tema yang dimuat dalam program yakni terkait isu-isu dan kegiatan baik itu sosial, budaya, adat istiadat dilingkungan masyarakat. Dilanjutkan penjelasan terkait fokus pertanyaan yang diajukan peneliti terkait mekanisme program yakni mencakup konfirmasi dari masyarakat yang berniat menyiarkan beritanya kepada pihak program melalui kontak langsung ataupun sosial pengarahan oleh pihak program terkait hal teknis seperti cara membuat video, durasi, variasi gambar termasuk narasi berita yang akan dimuat, selanjutnya ketika seluruh kriteria penayangan telah terpenuhi itemitem tersebut dikirim ke pihak program RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 melalui platform yang telah disediakan, proses pengeditan gambar/video serta deskripsi berita oleh editor program serta dilakukan filterisasi isu berita hal menyangkut isu sosial akan dilakukan proses konfirmasi oleh pihak program kepada stakeholder/ instansi terkait yang terlibat dalam isu tersebut, setelah seluruh item telah dinyatakan layak ditayangkan oleh pihak redaksi akan dikerahkan pihak-pihak yang terlibat dalam proses voice over, video editing, dan script editing. Dilanjutkan dengan proses pengecekan kembali oleh produser program hingga video di kirimkan ke tele penyiaran yang menandakan bahkan konten yang diproduksi siap ditayangkan. Gambar 1. Siaran Program Warta Citizen Journalist (Sumber: Ruai Televisi, 2. Pada gambar 1 merupakan siaran program Warta Citizen Journalism yang disajikan peneliti dalam rangka memberikan gambaran konkrit terkait bagian parsial dari proses siaran yang dilakukan. Pada gambar pendistribusian informasi yang telah dielaborasi tim redaksi Ruai Televisi yang dalam konteks penelitian ini juga menjadi bagian yang tergolong esensial dalam proses evaluasi yang dilakukan. Selanjutnya menyajikan informasi esensial pada setiap aspek dalam model CSE UCLA yang digunakan sebagai materi konsiderasi yang dapat digunakan oleh asesor dalam proses evaluasi program yang dilakukan. Asosiasi dan penyajian infomasi-informasi esensial yang diorientasikan untuk asesor ini juga dilakukan oleh Sumirat . yang melakukan evaluasi ketercapaian press conference dalam rangka mempromosikan program televisi in-house production di PT. Televisi Transformasi Indonesia Trans TV dengan menyertakan praktisi public relation dalam mengevaluasi efektivitas mempertimbangkan tingkat management perusahaan sebagai materi evaluasi yang dipertimbangkan. Detail Informasi Program Berdasarkan Aspek Model CSE UCLA Komponen riset ini disesuaikan CSE-UCLA dikembangkan oleh (Alkin, 1. yang melibatkan 5 komponen yakni evaluasi sistem, perencanaan program, pelaksanaan program, pengembangan program, dan sertifikasi program. Peneliti memberlakukan pedoman wawancara yang ditujukan kepada Alim Meteng yang merupakan inisiator program dan Tarjan Sofian yang merupakan produser program Warta Citizen Journalism untuk memperoleh informasi terkait detail informasi program berdasarkan aspek CSE UCLA. Disamping itu peneliti juga melakukan observasi empiris di lokasi penelitian dan uji dokumentasi untuk mengkonfirmasi dan melengkapi informasi yang diperoleh dari data primer melalui proses wawancara yang dilakukan. Detail Informasi Terkait Penilaian Sistem (System Assessmen. Program. Penilaian sistem . ystem assessmen. dimaknai sebagai tahapan pasca inisiator program melahirkan ide terkait alur program untuk kemudian dilakukan upaya legalisasi program hingga perumusan visi, misi, tujuan pemenuhan kebutuhan kompetensi SDM. RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 dan dukungan pihak terkait dalam penyelenggaraan program. Legalitas Hukum Penyelenggaraan Program. Pada tahun 2011 Ruai TV memperoleh Izin Prinsip Penyiaran (IPP) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan mendapat lisensi untuk mengadakan kegiatan penyiaran sebagai Televisi Swasta di Indonesia. Teknis penayangan Ruai TV berpedoman pada UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 termasuk dalam perancangan dan implementasi program WCJ. Visi penyelenggaran program. Pada hakikatnya visi dari program WCJ yakni memberi ruang kepada masyarakat Kalimantan Barat untuk menyampaikan informasi yang terjadi dilingkungan masingmasing yang yang tidak diliput oleh media arus utama. Tidak termuat dokumen pendukung yang memuat adanya penetapan visi program secara resmi, hal ini dikarenakan inisiator program tidak merancang visi secara tertulis dan bersifat resmi meskipun hanya dalam konteks internal perusahaan. Misi penyelenggaran program. Misi dalam program WCJ yakni memberitakan sebanyak-banyaknya berita yang dikirim oleh jurnalisme warga yang layak menjadi konsumsi publik. Sama halnya dengan visi, muatan dalam misi penyelenggaraan program yang disampaikan tidak didukung dengan adanya dokumen resmi. Konfirmasi temuan ini direspon dengan pernyataan bahwa program ini berjalan atas tercapainya konsensus antar inisiator terkait tujuan dan teknis penyelenggaraan program, sejauh sudah dimengerti program siap untuk direncanakan untuk dijalankan. Tujuan penyelenggaran program. Tujuan penyelenggaraan program adalah untuk memberikan ruang kepada masyarakat dalam memberitakan peristiwa yang terjadi dilingkungan masing-masing yang tidak diliput oleh media arus utama dalam rangka mewujudkan pemerataan konservasi budaya melalui pemberitaan berbasis kearifan lokal yang diusung dalam konten program. Tidak diidentifikasi dokumen yang memuat tujuan penyelenggaraan program, muatan ini tidak dilakukan secara tertulis diawal pada tahap evaluasi sistem program. Strategi pemenuhan kebutuhan kompetensi SDM. Pada aspek ini diisi dengan penentuan SDM yang terlibat dalam proses pelatihan dasar-dasar jurnalistik untuk memenuhi kesiapan citizen journalist yang kemudian akan berperan dalam melaporkan informasi yang akan dimuat dalam program. Persiapan produser dan editor berita dilakukan dengan memberikan tupoksi yang jelas. Kongkritnya tupoksi yang diberikan tidak terdokumentasi secara tertulis, namun inisiator program dalam meyakinkan bahwa produser dan editor yang ditunjuk merupakan mereka yang telah memiliki kompetensi dalam menjalankan masing-masing terdapatnya track record yang relevan terhadap posisi yang diemban. Gambar 2. Pelatihan Citizen Journalism (Sumber: Ruai Televisi, 2. Secara teknis pelatihan dilakukan kepada pihak yang bersedia berkontribusi untuk menjadi jurnalis warga, untuk kemudian dilakukan proses filterisasi sumber daya manusia yang dilibatkan dengan mempertimbangkan kompetensi dasar yang dimiliki. Untuk selanjutnya didalamnya memuat distribusi informasi berkaitan dengan pengetahuan jurnalistik RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 hingga secara detail terkait pemenuhan kualifikasi konten berita yang akan didistribusikan kepada editor Ruai TV. Dukungan pihak terkait dalam Diawal perancangan sistem program, yang terlibat dalam penyelenggaraan program adalah Internasional Center For Journalists (ICFJ) melalui Harry Suryadi yang berkerjasama pelatihan-pelatihan jurnalisme warga . itizen journalis. bersama Ruai TV. Instansi terkait tidak ada secara khusus yang melahirkan program ini, pihak perusahaan hanya melatih orangorang yang dipersiapkan oleh lembagalembaga misalnya lembaga CU, untuk melatih sumber daya manusia disana untuk kemudian membuat beberapa laporan berita . Detail Informasi Terkait Persiapan Program (Program Plannin. Persiapan program dimaknai sebagai tahapan dimana inisiator program dalam mempersiapkan seluruh komponen yang Dalam konteks riset ini komponen persiapan program . rogram plannin. mencakup 6 aspek evaluasi yaitu kesiapan kemampuan managemen program, kemampuan produser program, kemampuan jurnalis warga, struktur organisasi program, sarana dan prasarana pendukung dan ketersediaan dana. Kesiapan managemen program. Pihak managemen program disepakati diisi dengan formasi yang sama seperti managemen Ruai Televisi. Artinya tidak terdapat pembentukan managemen secara spesifik untuk program WCJ. Sistem ini diberlakukan untuk semua program yang ada di Ruai Televisi dari saat itu hingga saat ini. Kesiapan kemampuan produser Pihak yang ditunjuk sebagai produser pada merupakan pihak yang telah memiliki pengalaman dibidang yang linier di program Ruai Televisi sebelumnya atau dalam kesempatan lainnya. Produser yang ditunjuk pada tahapan ini hingga implementasi program untuk pertama kalinya yaitu Alim Meteng yang juga merupakan inisiator program. Jobdesk dari produser program WCJ secara spesifik selain memastikan seluruh komponen penayangan terpenuhi, secara teknis juga berperan dalam proses pengecekan berita dari jurnalis warga dan editor. Sebelumnya Alim Meteng merupakan Ketua Yayasan Citizen Journalis Training Center sehingga muatan dan tuntutan dalam program sejenis seperti WCJ telah dikuasai. Kesiapan kemampuan jurnalis warga . itizen journalis. pada program. Pelatihan dilakukan dengan mengadvokasi SDM terkait kaidah jurnalistik yang ketuai oleh Harry Suryadi, jurnalis senior. Dalam mengasosiasi jurnalis warga yang akan WCJ dikerahkan berbagai pihak termasuk kontributor media arus utama. Ruai Televisi Kabupaten/Kota Kalimantan Barat, termasuk diantaranya koneksi dari inisiator seluruh program. Ketersediaan struktur organisasi Ditentukan pihak-pihak yang dianggap berkompeten pada bidangnya untuk memenuhi seluruh komponen dalam Dalam hal ini tidak dapat dilakukan uji dokumentasi dikarenakan pihak perusahaan tidak dapat menunjukkan berkas terdahulu terkait struktur organisasi Namun informan memastikan bahwa seluruh bagian seperti produser, script writer, pihak yang mengatur frontline SMS, hingga distributor konten news hasil finalisasi dipastikan diisi oleh SDM yang berkompeten dalam bidangnya masingmasing. Kesiapan sarana dan prasarana Frontline SMS dilengkapi dengan peralatan pendukung, hingga alat untuk mendistribusikan konten news hasil finalisasi ke instansi terkait telah Fronline SMS dipersiapkan diberdayakan lantaran dikala itu, pada tahap awal program dipersiapkan RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 yakni diawal tahun 2011, sms menjadi platform yang dianggap efektif dalam dilakukannya pengiriman lebih dari satu pesan agar informasi yang disampaikan menjadi lengkap. Ketersediaan dana. Tidak diatur khusus, secara historis basis gerakan bersifat Kemudian Ruai Televisi telah memberi ruang sehingga pengembangan program berlangsung lebih efektif. Hal ini diperkuat oleh keberadaan dokumen berkaitan dengan estimasi biaya pelaksanaan program tidak dapat ditunjukkan. Pada perkembangannya program WCJ juga tidak bersifat money orientated, karna konten news yang dihadirkan merupakan berita yang tidak berbayar dalam rangka menjaga sistem awal WCJ terbentuk. Detail Informasi Terkait Pelaksanaan Program (Program Implementatio. Dalam konteks riset ini tahap ini dimaknai sebagai tahapan pelaksanaan awal Komponen pelaksanaan program ini terdiri dari aspek publikasi konten program, penyebarluasan program dan konten program, serta eksistensi program. Publikasi konten program. Dimasa awal implementasi publikasi konten berita dari jurnalis warga yang kemudian difinalisasi oleh pihak redaksi Ruai Televisi ditempuh dengan menggunakan frontline SMS untuk disebarkan kepada instansi terkait sehingga keluhan yang disampaikan dari masyarakat dapat dikelola sebagaimana mestinya melalui kebijakan konkrit dari Pemerintah. Hal ini berjalan sebagaimana Manifestasi upaya dari pihak internal Ruai Televisi dapat dirasakan melalui antusiasme masyarakat semakin tinggi, sehingga jumlah jurnalis warga diberbagai wilayah semakin bertambah hingga ke tingkat se-Kalimantan. Penyebarluasan program dan konten Afiliasi Yayasan Citizen Journalist Training Center dengan Ruai Televisi merupakan bagian dari penyebarluasan program berikut dengan konten yang ada Sehingga alat pendukung distribusi informasi di Ruai TV dapat penyebarluasan program dan konten Pada perkembangannya produk digital, seperti sosial media juga eksistensi program. Eksistensi program. Eksistensi program pasca implementasi awal tergolong mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan minat masyarakat terhadap konten yang disuguhkan oleh Ruai Televisi. Pada periode tertentu terjaring 1. 000 jurnalis warga se-Kalimantan yang berdedikasi berkontribusi untuk mengirimkan berita yang tidak terjangkau oleh media arus Bahkan Program Ruai SMS ini pernah mendapat penghargaan di Bali oleh ISIP ASIA bulan Oktober 2013. Detail Informasi Terkait Pengembangan Program (Program Improvemen. Pengembangan program . rogram improvemen. dimaknai sebagai upaya yang dilakukan untuk memperkuat orientasi konten, peningkatan perluasan konten program hingga peningkatan eksistensi Dalam hal ini juga dipaparkan kondisi aktual program dan perwujudan transformasi pada setiap aspek evaluasi dalam komponen evaluasi pengembangan Memperkuat orientasi program. Orientasi utama program yakni untuk informasi hingga ke wilayah yang tidak terjangkau oleh media arus utama. Pada perkembangannya program Ruai SMS bertransformasi menjadi Warta Citizen Journalism dengan memanfaatkan siaran televise di Ruai untuk menghadirkan konten dalam bentuk gambar video dan gambar Fokus distribusi informasi dari jurnalis warga kepada instansi terkait di lembaga RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 pemerintahan masih dituju, hanya saja terdapat perbedaan mekanisme. Jika sebelumnya konten news hasil finalisasi oleh tim redaksi langsung dikirim via SMS ke instansi terkait, namun saat ini gambar video dan foto yang dikirim ditayangkan dalam program WCJ dan menghimbau instansi terkait untuk menyaksikan program dan penyebaran informasi secara langsung direct messege tidak dilakukan semasif dulu. Peningkatan Teknis perluasan kontens program telah dipaparkan pada komponen evaluasi Kondisi program secara aktual dalam hal ini ditunjukkan dengan memberdayakan sosial media khususnya facebook Ruai Televisi yang kemudian juga menjadi platform bagi jurnalis warga untuk Disituasi saat ini tergolong terbantu dalam proses penyebarluasan program dan konten program dikarenakan saat ini Ruai TV telah menjadi yang memiliki penyaksi setia dan tingkat popularitas yang tentunya meningkat disbanding masa sebelumnya. Peningkatan eksistensi program. Ruai Televisi saat ini juga memberdayakan output teknologi untuk meningkatkan eksistensi program termasuk dalam mempromosikan program WCJ seperti facebook, instagram, website hingga youtube . ambar 3, 4 dan . Dalam rangka memberikan kejelasan eksistensi platform yang digunakan pihak Ruai TV dalam penyebarluasan konten berita termasuk pada program WCJ, akan dimuat tampilan dari masing-masing platform yang diberdayakan Gambar 3. Tampilan Facebook Ruai TV Gambar 4. Tampilan Instagram Ruai TV Gambar 5. Tampilan Website Ruai TV Gambar 6. Tampilan Youtube Ruai TV RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 Detail Informasi Terkait Sertifikasi Program (Program Certificatio. Dalam komponen evaluasi sertifikasi program . rogram certificatio. ini mencakup aspek kualitas tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty dari program. Kualitas tangibles program. Dalam hal ini bermakna tingkat eksistensi program. Data kuantitatif dapat tergambar secara transparan dalam akun Ruai Televisi diberbagai kanal sosial media berikut dengan penyebaran konten yang dilakukan oleh netizen. Kualitas reliable program. Dapat dimaknai sebagai tingkat akurasi dan terpercayanya berita dalam program. Dalam hal ini dijabarkan dengan teknis yang disampaikan kepada peneliti terkait naskah berita yang dikirimkan jurnalis warga tidak diubah oleh editor/ script writer jika terdapat penggunaan kalimat yang dianggap keliru maka akan diubah tanpa mengubah esensi substansi yang dikirimkan ke tim redaksi. Kualitas responsiveness program. Tingkat pertanggungjawaban informasi yang sampaikan dalam program ini berkorelasi dengan pembahasan berkaitan Melalui pemberlakuan teknis seperti demikian sehingga pihak yang terlibat dalam penyiaran program menyatakan keyakinan dapat mempertanggungjawabkan konten yang disebarluaskan melalui program televisi tersebut dengan baik. Kualitas assurance program. Hal ini menyangkut tingkat menumbuhkan rasa percaya dan keyakinan audience terhadap informasi yang disampaikan dalam program. Hal ini dapat ditunjukkan dengan minimnya ketidaksetujuan dari jurnalis warga yang mengirim berita terkait konten hasil finalisasi oleh tim redaksi yang ditayangkan dalam program WCJ. Jenis kekeliruan yang pernah diterima cenderung berkaitan dengan kesalahan penyebutan nama tokoh, daerah, atau penamaan ritual adat tertentu dan tidak mengarah pada perbedaan esensi berita antara jurnalis warga dan tim redaksi. Kualitas emphaty program. Kualitas emphaty dalam hal ini berkaitan tingkat pemenuhan kebutuhan audience akan informasi yang aktual dan terpercaya dengan program performance menarik. Seiring dengan orientasi program yang dirancang mulai dari tahap perumusan sistem dan konsisten hingga pada tahap pengembangan Tujuan eksisnya program ini menjadi kebutuhan masyarakat dengan dihadirkan informasi yang lokasi terjadinya peristiwa menjadi lebih luas dan memperluas atensi pemerintah bukan hanya pada daerah yang peristiwa nya seringkali terlacak dan ditayangkan melainkan juga pada daerah yang tidak tersorot oleh media arus utama dengan berbagai kendala. Dikarenakan pihak Ruai TV tidak membuat akun khusus program WCJ dan dimuat bersamaan dengan program berita lainnya dalam berbagai platform yang digunakan, peneliti akan menyertakan contoh berita WCJ yang dimuat dalam beragam platform . ambar 7, 8 dan . berikut dengan eksposure secara kuantitatif sebagai konten representative untuk kemudian dapat dilakuakan peninjauan lebih lanjut oleh pengguna draft perancangan evaluasi program dalam hal ini asesor yang Submitted: January 2023. Accepted: March 2023. Published: March 2023 ISSN: 2614-8153 . ISSN: 2614-8498 . Website: http://journal. id/index. php/pustakom JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 Gambar 7. Eksposur dari Penayangan Konten Representatif WCJ di Youtube Gambar 8. Eksposur dari Penayangan Konten Representatif WCJ di Instagram Gambar 9. Eksposur dari Penayangan Konten Representatif WCJ di Facebook Rekomedasi Instrumen Asesmen Peneliti menggunakan kuisioner disertai dengan keterangan ouput data yang diperoleh dapat berupa data kuantitatif dan kualitatif serta analisis data dapat dilakukan dengan melibatkan kedua jenis data tersebut. Untuk memperoleh data kuantitatif instumen dapat dilengkapi dengan skala lima likert berikut dengan interpretasi skor untuk memperoleh indeks dan kategori kualitas program secara general baik pada setiap komponen, aspek evaluasi hingga secara keseluruhan. Sedangkan kolom deskrpsi penilaian diinstruksikan kepada asesor tidak hanya ditulis dengan pernyataan singkat melainkan dituliskan dengan pernyataan detail berkaiatn dengan argumentasi asesor memberikan memilih salah satu dari skala lima likert. Kuisioner dengan format yang akan disajikan diisi oleh asesor yang ditentukan oleh pihak perusahaan dalam hal ini Ruai TV merupakan pihak-pihak yang mampu merepresentasi seluruh entitas yang berkenaan dengan penyiaran mulai kalangan edukator, budayawan, masyarakat adat, pemirsa dan non pemirsa Ruai TV, hingga berkompeten dalam melakukan assessment secara kritis dan objektif. Secara teknis kuisioner diberikan secara langsung oleh pihak yang merupakan delegasi dari pihak Ruai TV yang telah mengetahui seluruh selanjutnya memberikan penjelasan secara komprehensif kepada asesor dalam rangka RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 Implementasi pemberdayaan kuisioner dalam proses evaluasi program menjadi alternatif untuk memperoleh output evaluasi program dalam berbagai spesifik aspek yang ingin dievaluasi, termasuk diantaranya yang dilakukan oleh Pamungkas . yang menerapkan instrument kuisioner yang diadaptasi untuk melakukan proses mengidentifikasi efektifitas pendekatan televisi lokal (TKVU Semaran. dan KPU Semarang melalui program pemilihan umum OSIS (Pemilo. dalam rangka meningkatkan kesadaran dan aktualisasi politik masyarakat khususnya Pemilih Pemula. Pada tabel 1 merupakan format rekomendasi instrument asesmen program televisi lokal yang dapat digunakan asesor yang ditentukan oleh pihak perusahaan dalam hal ini Ruai TV merupakan pihakpihak yang mampu merepresentasi seluruh entitas yang berkenaan dengan penyiaran mulai kalangan edukator, budayawan, masyarakat adat, pemirsa dan non pemirsa Ruai TV, hingga masyarakat sipil. Tabel 1: Format Rekomendasi Instrumen Asesmen Program Televisi Lokal Komponen Aspek Evaluasi Evaluasi Skala Penilaian Deskripsi Penilaian SA1 SA2 System SA3 Assesment SA4 SA5 SA6 PP1 PP2 Program PP3 Planning PP4 PP5 PP6 Program Implementation Program Improvement Program Certificationg PI1 PI2 PI3 PIM1 PIM2 PIM3 PC1 PC2 PC3 RANCANGAN DRAFT EVALUASI PROGRAM TELEVISI LOKAL DALAM EDUKASI KONSERVASI BUDAYA KALIMANTAN BARAT Egy Abdi. Indri Astuti. Afandi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 109-126 PC4 PC5 SIMPULAN Output yang dihasilkan dalam riset ini yaitu berupa rancangan draft evaluasi program televisi lokal yang komponen didalamnya mengacu pada komponen evaluasi CSE UCLA yang terdiri dari penilaian sistem, perencanaan, pelaksanaan, implementasi, pengembangan dan sertifikasi Spesifikasi substansi srategis dalam draft yang dirancang terdiri dari deskripsi umum program, detail informasi berkaitan dengan komponen evaluasi dan aspek evaluasi CSE UCLA, serta instrumen asesmen direkomendasi untuk dikelola dengan pendekatan mixed research dalam rangka meningkatkan taraf kelengkapan dan objektifitas output asesmen yang diperoleh. Detail umum program dan detail pada setiap komponen evaluasi digunakan diberikan kepada asesor sebagai materi evaluasi untuk kemudian asesor diberikan otoritas untuk mempertimbangkan informasi lain yang dianggap relevan dengan komponen evaluasi yang digunakan. Sedangkan kuisioner dengan format yang akan disajikan sebagai diisi oleh asesor yang ditentukan oleh pihak perusahaan dalam hal ini Ruai TV merupakan pihak-pihak yang mampu merepresentasi seluruh entitas yang berkenaan dengan penyiaran mulai kalangan edukator, budayawan, masyarakat adat, pemirsa dan non pemirsa Ruai TV, hingga berkompeten dalam melakukan assessment secara kritis dan objektif. DAFTAR PUSTAKA