http://journal. id/index. php/anterior ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI PADA PENGKADERAN PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH PALANGKA RAYA Analysis Of Organizational Communication In The Leadership Training Of The Palangka Raya Branch Of The Muhammadiyah Students Association Aldi Firdaus1 Abstrak Aminah Swarnawati 1 Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tanggerang Selatan. Banten. Indonesia. 2 Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tanggerang Selatan. Banten. Indonesia *email: firdaus@student. Kata Kunci: Komunikasi Organisasi Pengkaderan Keywords: Organizational Communication Cadres Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya mengalami kesenjangan dalam kepengurusan semejak periode 2023-2024, transisi kepengurusan periode 20242025 selama perjalanan mengalami perubahan. Perubahan yang menonjol dilihat dari kuantitas dan kualitas pada anggota terjadi kesenjangan dalam menjalankan roda organisasi sehingga menjadi pasif dalam gerakan, sehingga mengalami penurunan minat kaderisasi menjadi pimpinan yang akan mengurus pada periode 2024-2025. Penelitian bertujuan untuk menganalisis komunikasi organisasi pada pengkaderan antara pengurus dan anggota PC IMM Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi dengan teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi. Pemilihan informan berdasarkan pandangan dari penulis bahwa informan tersebut memiliki pengetahuan, dan informasi mengenai masalah penulis teliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam pengkaderan yang ada di PC IMM Palangka Raya adalah komunikasi internal, dan external. Dimana bentuk komunikasi internal ini memberikan kebebasan untuk menyampaikan informasi baik itu dari pemimpin ke pengurus, pengurus ke pemimpin, anggota ke pengurus maupun anggota dengan pemimpin, sedangkan komunikasi Eksternal terpusat ke PC IMM Palangka Raya sebagai wadah aspirasi untuk menyampaikan antar komisariat lainnya sesuai dengan ranah tugas organisasi. Sistem pengkaderan di PC IMM Palangka Raya menerapkan kaderisasi formal dan informal. Namun proses dari pengurus mereka dan perwakilan masing masing komisariat saja yang berbeda dalam mengkader anggotanya sesuai dengan fokus bidang Sehingga anggota di PC IMM Palangka Raya lebih optimal ketika menjadi pengurus Inti. Abstract The Palangka Raya Muhammadiyah Student Association Branch Leadership experienced a gap in management since the 2023-2024 period, the transition to the 2024-2025 period during the journey experienced changes. The prominent changes seen in the quantity and quality of members occurred a gap in running the organization so that it became passive in the movement, resulting in a decrease in interest in cadre formation to become leaders who will manage in the 20242025 period. The study aims to analyze organizational communication in cadre formation between administrators and members of the PC IMM Palangka Raya. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques were carried out through interviews and documentation with data validation techniques using triangulation. The selection of informants was based on the author's view that the informant had knowledge and information regarding the problem the author was researching. The results of the study indicate that communication in the cadre formation in PC IMM Palangka Raya is internal and external communication. Where this form of internal communication provides freedom to convey information both from leaders to administrators, administrators to leaders, members to administrators and members to leaders, while external communication is centered on PC IMM Palangka Raya as a forum for aspirations to convey between other commissariats according to the scope of the organization's duties. The cadre formation system in PC IMM Palangka Raya applies formal and informal cadre formation. However, the process by their administrators and representatives from each commissariat differs in developing members according to the organization's focus areas. Therefore, members of the Palangka Raya IMM PC are more optimal when they become core administrators. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Komunikasi organisasi merupakan komunikasi antar manusia . uman communicatio. yang terjadi dalam konteks Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling Aldi Firdaus dan Aminah Swarnawati. Analisis Komunikasi Organisasi Pada Pengkaderan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya bergantung sama lain. Dengan berkomunikasi, kegiatan yang di agendakan suatu organisasi tidak akan terhambat, karena manusia akan saling berhubungan satu dengan yang lain untuk suatu tujuan yang sama baik antara atasan dengan atasan, atasan dengan bawahan, maupun bawahan dengan bawahan. Komunikasi organisasi adalah kegiatan bertukar informasi dan menukar pesan organisasi dalam suatu jaringan hubungan yang saling bergantung satu dengan yang lainnya, baik formal maupun nonformal untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah-ubah dalam rangka mencapai (Nugraha. , 2. Peorana. , et. Al . menjelaskan Organisasi adalah bentuk kerjasama yang sistematik antara sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Kita sebut kerjasama, karena didalamnya terbentuk jalinan, hubungan, relasi, dan komunikasi antara sejumlah orang yang mempunyai tugas dan fungsi yang sama atau yang berbeda-beda . lalu membentuk sebuah system . erinterelasi satu sama lai. untuk memenuhi tujuan ideal dan konkret yang telah disepakati bersama. Di dalam sebuah organisasi dibutuhkan seorang individu yang mampu memimpin, mengelola, serta mengatur organisasi/kelompok, figur seperti inilah yang disebut dengan Pimpinan. Seorang pimpinan sangat berpengaruh besar dalam pencapaian tujuan organisasi karena pimpinan merupakan akar penggerak dari organisasi itu sendiri. (Pandji Anoraga, 2. Komunikasi oleh pimpinan juga berdampak positif terhadap kinerja pegawai, artinya semakin baik jalinan dan kemampuan komunikasi dari seorang pimpinan maka akan secara langsung berdampak pada peningkatan kinerja Hal ini terjadi karena pegawai yang sering diajak oleh pimpinan mengkomunikasikan persoalan-persoalan yang terkait dengan pekerjaan akan merasa keberadaannya dalam instansi/perusahaan sangatlah dibutuhkan, walaupun hanya sebatas dimintai pendapat tentang sesuatu. (Hudays. , et. , 2. Kelangsungan sebuah organisasi tidak bisa dilepaskan dari kaderisasi. Kaderisasi merupakan sebuah proses pencarian bakat atau pencarian sumber daya manusia yang handal untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan organisasi itu Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemamampuan yang diharapkan, dan siap untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah di (Mukhtar. , et. , 2. Pandangan umum mengenai kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, perilaku kaderisasi . , yaitu individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakankebijakan yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Kedua, sasaran kaderisasi . , yaitu individu-individu yang dipersiapkan dan di latih untuk meneruskan visi dan misi organisasi. Sifat sebagai subyek dan obyek dari proses pengkaderan ini sejatinya harus memenuhi beberapa fondasi dasar dalam pembentukan dan pembinaan kader-kader organisasi yang handal, cerdas dan matang secara intelektual dan psikologis. (Muniri. , 2. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya yang kemudian disingkat menjadi PC IMM Palangka Raya adalah organisasi ortonom Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang memfasilitasi mahasiswa yang berkader di muhammadiyah tingkat kota sebagai jenjang karir organisasi setelah menyelesaikan kepemimpinan tingkat komisariat. (Mutmainah, 2. PC IMM Palangka Raya Palangka Raya mengalami kesenjangan dalam kepengurusan semejak periode 2023-2024, transisi kepengurusan periode 2024-2025 selama perjalanan mengalami perubahan. Perubahan yang menonjol dilihat dari kuantitas dan kualitas pada anggota terjadi kesenjangan dalam menjalankan roda organisasi sehingga menjadi pasif dalam gerakan, sehingga mengalami penurunan minat kaderisasi menjadi pimpinan yang akan mengurus pada periode Namun setelah didelegasi kader yang ikut beproses di PC IMM Palangka Raya lebih sedikit dari tahun-tahun Hal tersebut termasuk penurunan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini dilakukan karena PC IMM merupakan organisasi ortom muhammadiyah tingkat kota dimana intraksi antara mahasiswa perlu dikaji guna mengetahui komunikasi organisasi yang digunakan. Adapun riset penelitian terdahulu dari Ahmad Fajar Ihsani . dengan judul AuKOMUNIKASI Organisasi Dalam Meningkatkan Solidaritas Antara Ketua Dan Anggota Karang Taruna Rw 13 Di Desa Ngrawan. Kecamatan Dolopo. Kabupaten MadiunAy Perbedaan penelitian terletak pada objek yang digunakan oleh peneliti dan juga fokus pada penelitian. penelitian ini membahas tentang komunikasi organisasi meningkatkan solidaritas, berbeda dengan penelitian berfokus pada analisis komunikasi organisasi pada pengkaderan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis komunikasi organisasi pada pengkaderan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya yang dilakukan menjadi acuan peneliti untuk meneliti bagaimana proses komunikasi antara pengurus kepada anggota, bagaimana cara pengurus mengkader setiap anggota sehingga mempengaruhi keutuhan kuantitas anggota PC IMM Palangka Raya. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 37 - 43 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah Pengurus pada PC IMM Palangka Raya periode 2024-2025, kader angkatan 2019 dan 2021 sebagai informan dalam sumber data Primer, adapun yang diwawancarai dijelaskan pada tabel berikut: Tabel I. Informan wawancara penelitian Informan Jumlah Keterangan Ketua Umum Analisis PC IMM Palangka Raya organisasi pada BPH PC IMM Analisis Palangka Raya organisasi pada Kader 2019 Analisis organisasi pada Kader 2021 Analisis organisasi pada Sumber data Sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari buku, dokumen organisasi, dan situs yang berhubungan dengan penelitian. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian data diabsah melalui uji kredibilitas triangulasi dengan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan temuan atau hasil penelitian yang telah diperoleh oleh peneliti di lapangan yang dijelaskan sebagai berikut : Analisis Komunikasi Organisasi Pada Pengkaderan PC IMM Palangka Raya Komunikasi organisasi merupakan bagian yang sangat penting apa lagi dala hal mengkader dalam sebuah organisasi. Ketika manusia berkomunikasi dalam suatu organisasi, mereka membutuhkan suatu pola komunikasi untuk mengatur alur sebuah Dengan adanya proses pengatur alur informasi, setiap anggota organisasi dapat mengetahui siapa berbicara kepada siapa. Komunikasi Organisasi disini adalah model dari proses berkomunikasi yang berupa penyampaian atau pengiriman informasi dari pengirim kepada penerima melalui konteks tertentu. Komunikasi organisasi yang terjadi di PC IMM Palangka Raya yakni dimana para anggota maupun pengurus akan menyampaikan suatu informasi dari luar organisasi maupun dari dalam, rata-rata akan menyampaaikan kepada ketuanya terlebih dahulu. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu responden yang telah di wawancarai oleh penulis. Hal ini diungkapkan oleh ketua umum yang menjelaskan sebagai berikut : AuSetiap fenomena yang terjadi dilingkungan internal dan eksternal yang berkaitan langsung dengan organisasi. Itu biasanya sumbernya berasal dari lingkungan internal dan eksternal organisasi. Setelah mendapatkan informasi itu pertama selalu didiskusikan dengan ketua, setelah itu baru dikomunikasikan serta dirembukan kembali bersama sama dengan seluruh pengurus dan anggota, lalulah kita membuat forum dan di clearkan dalam forum untuk menentukan keputusan untuk menjalankan program, selalu seperti itu biasanyaAy Selain menyampaikan ke ketua terlebih dahulu ada beberapa responden, karena mereka termasuk dalam BPH (Badan Pengurus Haria. posisi mereka yang di intikan di dalam struktur organisasi, apabila mendapatkan suatu informasi mereka akan mendiskusikan di dalam forum BPH terlebih dahulu. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota yang memaparkan sebagai berikut : AuKetika saya mendapatkan informasi mengenai kegiatan ataupun mendapatkan uang dari pihak atasan biasanya yang saya ajak pertama kali berkomunikasi adalah BPH (Badan pengurus haria. yang di mana isinya ada bidang bidang termasuk saya Setelah itu nanti kita diskusikan, terus membahas yang perlu disampaikan ke forum yang lebih besar lagi. Jadi yang pertama ke BPH, kemudian anggota. Kadang pun kita dekati secara personal semisal kepada bidangnya terdahulu. Misalnya Aldi Firdaus dan Aminah Swarnawati. Analisis Komunikasi Organisasi Pada Pengkaderan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya ada kegiatan seperti pelantikan, nah nanti kita coba komunikasikan dulu untuk bidang yang terkait. Baru ke forum besar tapi urutannya tetap ke BPH kemudian ke anggotaAy Dari pemaparan data di atas dapat di ketauhi bahwa Komunikasi organisasi yang ada pada PC IMM Palangka Raya adalah komunikasi eksternal dan komunikasi internal dimana bentuk komunikasi ini memberikan kebebasan untuk menyampaikan informasi baik itu dari pemimpin ke pengurus, pengurus ke pemimpin, anggota ke pengurus maupun anggota dengan pemimpin sesuai dengan komunikasi internal, ada juga yang membatasi hanya dengan yang bersangkutan atau lembaga tertentu sesuai dengan komunikasi external. Dan disini juga PC IMM Palangka Raya memberikan kesempatan bagi anggota yang ingin menyampaikan aspirasi, pendapat dan suara dari sebuah ide kreatif maupun menyampaikan masalah yang terjadi dalam proses kerja. Tidak ada batasan bagi anggota maupun pengurus dan pimpinan untuk menjalin komunikasi yang efektif. Sistem Pengkaderan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya Pada dasarnya, sistem pengkaderan merupakan suatu suatu sistem yang terstruktur dan berjenjang, memiliki arah dan tujuan yang jelas. Dari penerapan sistem pengkaderan ini secara umum mengharapkan hasil yang cukup maksimal sehingga PC IMM Palangka Raya memiliki generasi penerus dalam memperjuangkan tujuannya. Agar pelaksanaan pengkaderan memiliki nilai strategis, dan dapat mencapai hasil yang mendekati paripurna, maka PC IMM Palangka Raya, memiliki sistem pengkaderan sendiri yang berbeda dari organisasi lainnya, dimana di pengkaderan PC IMM Palangka Raya diisi oleh setiap komisariat berdasarkan generasi pengkaderan yang dipercaya bisa menyampaikan aspirasi, keinginan dan suara dari tujuan yang diinginkan oleh setiap komisariatnya. Tujuan di adakan sistem seperti itu agar kelak mereka terlatih ketika mengemban amanah aspirasi dari komisariatnya yang terwakili di PC IMM Palangka Raya. Selain melalui generasi kaderisasi yang dilalui di setiap komisariat, masing masing komisariat mempunyai cara tersendiri dalam mengkader setiapnya. Ketika ingin mengadakan kegiatan selalu berdasarkan Garis Besah Haluan Kerja dan Garis Besar Haluan Organisasi sesuai dengan hasil musyawarah, yang kemudian diolah programnya oleh organisasi lalu diterapkan kepada anggota di setiap bidangnya. Hal ini diungkapkan oleh kader yang melaksanakan kaderisasi pada tahun 2019 yang diungkapkan sebagai berikut : AuKarena saya menjadi pimpinan pada periode 2023-2024, cara saya mengkader anggota itu dengan diadakan setiap bulan dijadwalkan melakukan pertemuan kepada pimpinan entah itu dalam bentuk silaturahim, diskusi, audiensi, dan musyawarah bersama anggota yang menjadi pimpinan dari komisariat yang bersangkutan dalam kunjungan melakukan pemecahan masalah di BPH itu, dan anggota lain mengamati serta memahami di pertemuan itu sampai mereka paham fungsi tugas mereka sehingga bisa menyelesaikan permasalahan di BPH nya masing masing sampai kena ke jadwal mereka, dari sinilah biasanya mereka terbentuk jiwa Problem Solving dan membentuk karakteristik setiap anggotaAy Dalam sebuah pengkaderan pasti ada yang namanya kendala, salah satunya adalah terkenanya seleksi alam. Maka dari itu dari pengurusnya sendiri harus bisa berusaha menanamkan rasa tanggung jawab kepada kepengurusan PC IMM Palangka Raya itu sendiri, hal ini dijelaskan oleh kader yang menikuti kaderisasi tahun 2021 yang menjadi pengurus sebagai berikut AuKendala utama pada pengakaderan dalam pengurus adalah seleksi alam. Dimana dari pengurus yang terdiri dari 10 orang hanya tersisa beberapa orang saja. Sehingga merambat keanggotanya, dan makin parahnya anggotanya pun ikut tidak aktif dikarenakan tidak tau apa yang ingin dilakukan dalam kepengurusannya. Solusi yg pernah kami jalan kan adalah berusaha merangkul sebanyak yang kami bisa para anggota pengurus. Selain itu juga kami merekomendasi kepada setiap komisariat untuk menggantikan kepemimpinan yang tidak aktif, tapi disayangkan sampai sekarang tidak ada yang memberikan nama nama rekomendasi pengganti tersebutAy Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan juga problematika ini tidak terjadi di PC IMM Palangka Raya saja, tetapi juga terdampak di pimpinan komisariat, yang memang minat untuk berorganisasi sangat minim sehingga sulit untuk mencari sumber daya anggota yang berjiwa organisasi berpotensi untuk menjadi pengurus PC IMM Palangka Raya. Berdasarkan pemaparan mengenai sistem dan kaderisasi, maka peneliti menyimpulkan bahwa sistem pengkaderan yang ada di PC IMM Palangka Raya adalah mencari satu kesatuan dari elemen-elemen pengkaderan yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan mencetak kader-kader yang loyal dan professional untuk menjadi penerus sebuah organisasi. Pembahasan Analisis Komunikasi Organisasi Pada Pengkaderan PC IMM Palangka Raya Untuk menjawab analisis penelitian yang terkait dengan komunikasi organisasi dan sistem pengkaderan yang ada pada PC IMM Palangka Raya, peneliti melakukan wawancara kepada pihak yang berkenaan langsung dengan penelitian serta data Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 37 - 43 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 tambahan berupa dokumen PC IMM Palangka Raya yang dapat menbantu penulis dalam meneliti. Data tambahan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dokumen tentang sejarah, profil PC IMM Palangka Raya, struktur organisasi dan beberapa data lainnya. Di awal penelitian melakukan observasi langsung melihat keadaan PC IMM Palangka Raya dan observasi ke beberapa acara yang sedang berlangsung. Dalam proses penelitian, penulis mendapat respon yang sangat baik dari pihak Informan. Dalam praktiknya di PC IMM Palangka Raya, komunikasi yang terjalin antara pengurus dengan seluruh anggota saangat Hal tersbut dapat diketahui penulis dari hasil wawancara dengan pengurus mengungkapkan bahwasannya BPH (Badan pengurus haria. disini sebagai pemegang kekuasaan penuh, dimana setiap informasi yang masuk akan mereka diskusikan terlebih dahulu. Implementasi diterapkan dalam saluran komunikasi organisasi guna menciptakan komunikasi yang terstruktur dengan baik dan mudah dipahami. Adapun saluran komunikasi organisasi yaitu : Komunikasi Internal Komunikasi internal yang dimaksud disini adalah komunikasi yang ada didalam suatu organisasi untuk menunjukkan pertukaran informasi antar manajemen organisasi yang tujuannya untuk menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan tujuan yang akan dicapai. (Nugroho. , et. , 2. Komunikasi internal terdiri dari komunikasi dari atas ke bawah, dari bawah ke atas dan komunikasi horizontal. Komunikasi dari atas ke bawah Komunikasi ke bawah menunjukkan arus pesan yang mengalir dari atasan atau pimpinan kepada bawahannya. Pesan yang disampaikan dapat berupa informasi maupun tanggungjawab kepada bawahan. Pada PC IMM Palangka Raya komunikasi dari atas ke bawah biasanya berupa koordinasi maupun penyampaian suatu informasi dari pengurus kepada anggota. Pengurus menyampaikan informasi acara maupun kegiatan kepada anggotanya melalui komunikasi langsung dan media sosial. Untuk masalah pengkaderan itu sendiri, pimpinan membuat sebuah pengkaderan yang unik dengan cara membuat program sendiri setiap kegiatannya agar kaderisasi berjalan lancar dan bisa di kondisikan dengan baik. Sehingga mereka bisa belajar menjadi pengurus sebelum menjadi pengurus inti di PC IMM Palangka Raya. Selain itu, dari kepengurusan itu sendiri untuk meyambung komunikasi yang baik bagi teman-teman yang kurang aktif adalah dengan cara di beri tempat atau bimbingan secara pelan-pelan, agar nantinya bisa mengikuti teman-teman yang aktif. Contohnya dengan mengadakan kegiatan ngobrol pintar di caffe. Disana mereka sharing pengalaman seasik mungkin. Dan untuk teman-teman yang masih pasif itu di berikan undangan khusus untuk mengikuti agenda tersebut. Inilah cara unik kepengurusan mereka untuk tetap mempertahankan anggota. Komunikasi dari bawah ke atas Komunikasi dari bawah menunjukan bahwa komunikasi yang berasal dari bawahan kepada atasan. Untuk PC IMM Palangka Raya sendiri tidak memberikan batasan ide kepada anggota yang ingin menyampaikan gagasan untuk perkembangan organisasi. Pengurus secara terbuka menerima gagasan anggota selama itu untuk kebaikan organisasi. Para anggota PC IMM Palangka Raya menggunakan saluran komunikasi ini sebagai kesempatan untuk mengungkapkan ide-ide atau suatu informasi yang mereka ketahui. Melalui pernyataan tersebut dapat di analisis bahwa komunikasi dari atas ke bawah maupun sebaliknya berjalan cukup baik dalam PC IMM Palangka Raya. Keduanya digunakan secara efektif sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sehingga komunikasi antara pengurus dan anggota berjalan dengan semestinya. Komunikasi Horizontal Komunikasi horizontal adalah pertukaran pesan diantara orang - orang yang sama tingkatan otoritasnya didalam Penyampain pesan seperti ini di PC IMM Palangka Raya biasanya terjadi ketika ada sebuah koodinasi tugastugas atau informasi yang di dapatkan, misalnya dari wawancara yang peneliti dapatkan salah satu pengurus dalam mengkoordinir anggota di BPH agar tiap-tiap anggota dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi. Selain untuk membagi sebuah tugas, komunikasi horizontal juga sering di gunakan dalam berdiskusi untuk menyampaikan suatu ide. Jadi sebelum ide anggota disampaikan kepada atasan, biasanya mereka saling berdiskusi terlebih Cocok atau tidaknya ide tersebut diutarakan kepada pengurus agar organisasi lebih baik lagi. Komunikasi horizontal dalam tingkatan menejemen yang sama dapat memudahkan terwujudnya suatu kerjasama dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan bersama selain itu juga dapat menunjang satu sama lainnya terutama dalam pengembangan kerjasama dan juga hubungan komunikasi dengan sederajat menjadi lebih akrab. Komunikasi Eksternal Komunikasi eksternal ini terjadi ketika adanya hubungan antara lembaga ke lembaga lainnya, di tujukan dalam sampel wawancara yang apabila adanya informasi yang berkaitan maka dikomunikasikan langsung kepada lembaga yang terkait. Hal ini menunjukan adanya proses tukar informasi dan menjalin hubungan antar sesama lembaga diluar struktur organisasi di internal, sehingga terciptalah komunikasi organisasi eksternal. Komunikasi merupakan hal yang mengikat kesatuan organisasi. Komunikasi membantu anggota-anggota organisasi mencapai tujuan individu dan juga organisasi, merespon dan mengimplementasi perubahan organisasi, mengkoordinasikan aktivitas organisasi, dan ikut memainkan peran dalam hampir semua tindakan organisasi yang relevan. Berdasarkan Aldi Firdaus dan Aminah Swarnawati. Analisis Komunikasi Organisasi Pada Pengkaderan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya wawancara beberapa orang komunikasi yang formal bersifat sering mereka gunakan. Untuk menyampaikan suatu pendapat, maupun masukan untuk organisasi beberapa lebih sering menggunakan rapat atau musyawarah besar dalam menyampaikan sesuatu yang mereka inginkan. Mereka mencari moment apabila di buka suatu forum tentang penyampaian suatu ide, yang menurut mereka akan cepat di tanggapi karena ketika musyawarah atau rapat besar semua pihak atau struktur organisasi berkumpul. Analisis Sistem Pengkaderan di PC IMM Palangka Raya Pada umumnya Sistem pengkaderan merupakan sebuah mekanisme yang selalu dilakukan secara terstruktur dan bertahap dengan memiliki arah dan tujuan yang jelas serta memiliki pokok-pokok pedoman yang baku. Tujuan dari di adakannya sistem pengkaderan tentunya dapat memberikan hasil baik dan tolak ukur dalam sebuah organisasi yang akan memiliki regenerasi penerus dalam memperjuangkan cita-cita suatu organisasi. Satu hal yang penting dalam sebuah pengkaderan yakni manusia yang menggerakan dan menjalankan organisasi tersebut. Dalam pengertian ini, pengkaderan dalam organisasi PC IMM Palangka Raya tidak dapat dilaksanakan apa bila tidak ada sumber daya manusianya, karena SDM disini adalah sebagai objek dalam pengkaderan itu sendiri. Jadi dapat di artikan bahwa sebuah pengkaderan adalah cara untuk menyiapkan SDM-nya agar menjadi seorang pemimpin yang dapat membangun peran serta fungsi organisasi secara lebih bagus dan siap bekerja secara maksimal demi tercapainnya sebuah tujuan organisasi. PC IMM Palangka Raya memiliki sistem pengkaderan sendiri yang berbeda dari organisasi mahasiswa lainnya, dimana di pengkaderan PC IMM Palangka Raya setiap anggotanya di rekomendasi dari setiap komisariatnya sendiri, mengadakan kegiatan agenda acara sesuai program pengurus setiap bidangnya, namun tetap dalam bimbingan pengurus inti. Dengan perbedanya sistem pengkaderan yang ada di PC IMM Palangka Raya, peran sebuah kaderisasi tidak luput dari pewarisan nilai-nilai organisasi yang baik, menjamin keberlangsunga organisasi dan sarana belajar bagi anggota. Tujuan diadakan sistem pengkaderan seperti itu di PC IMM Palangka Raya agar kelak mereka terlatih ketika menjadi pengurus inti. Sistem yang di gunakan oleh pengurus PC IMM Palangka Raya sama seperti usaha kaderisasi internal yang bersifat formal yang ditempuh dengan beberapa cara sebagai berikut : Memberi kesempatan menduduki jabatan pemimpin pembantu. Latihan kepemimpinan di dalam atau diluar organisasi. Untuk memberikan kesempatan kepada anggota organisasi untuk mengikuti program mempersiapkan calon pemimpin yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu. Memberikan tugas belajar. Untuk mempersiapkan calon pemimpin yang berkualitas dalam suatu organisasi perlu dilakukan kegiatan kaderisasi. Walaupun sistem pengkaderan mereka berbeda disini pengurus juga menerapkan sesuai yang sudah di jelaskan di teori kaderisasi informal. Pengurus PC IMM Palangka Raya memberikan contoh dan keteladanan, bimbingan dan pengarahan agar generasi selanjutnya menyerap secara sengaja atau tidak sengaja sesuatu yang baik, untuk mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin dengan memperlihatkan sikap dan akhlak yang baik seperti yang di contohkan Muhammad SAW ketika memimpin umatnya. Meskipun kuantitas kader menurun, harapan kedepannya seuruh pengurus dan anggota PC IMM Palangka Raya tetap semangat dan antusias dalam berorganisasi dan membuat agenda acara yang luar biasa. Guna mengimbangi semangat dan antusias para kader, pengurus periode 2024-2025 senantiasa berusaha memberikan service terbaik dalam mengawal proses pengembangan potensi para kader sehingga mereka dapat menarik dan mempertahankan anggota demi potensi insan yang dapat berkembang dengan optimal kemudian memberikan kontribusinya di PC IMM Palangka Raya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Analisis komunikasi organisasi pada pengkaderan yang ada di PC IMM Palangka Raya adalah komunikasi organisasi internal dan eksternal. Dimana bentuk komunikasi organisasi internal ini memberikan kebebasan untuk menyampaikan informasi baik itu dari pemimpin ke pengurus, pengurus ke pemimpin, anggota ke pengurus maupun anggota dengan pemimpin, sedangkan komunikasi organisasi eksternal merupakan mitra lembaga PC IMM Palangka Raya sebagai wadah aspirasi untuk menyampaikan kepaada antar sesama lembaga lainnya sesuai dengan ranah ataupun tupoksi tugas lembaga masing masing. Dengan implimentasi menggunakan saluran komunikasi dari atas kebawah, dari bawah ke atas dan komunikasi horizontal. Komunikasi formal juga berperan penting untuk menyampaikan sebuah pendapat atau ide di sebuah forum musyawarah. Dalam komunikasi organisasi internal mempunyai kelebihan dimana semua pesan dapat tersampaikan secara menyeluruh. Sedangkan pada komunikasi Anterior Jurnal. Volume 24 Issue i. September 2025. Page 37 - 43 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 organisasi eksternal, isi pesan yang akan di tunjukkan di kawatirkan akan tidak tersampaikan secara menyeluruh. Tetapi, selain mempunyai kekurangan komunikasi organisasi juga mempunyai kelebihan tersendiri bagi anggotaanggota yang kurang percaya diri dalam menyampaikan suatu informasi maupun pendapat kepada atasan. Sistem pengkaderan di PC IMM Palangka Raya tetap menerapkan kaderisasi formal dan informal. Namun proses dari pengurus mereka saja yang berbeda dalam mengkader anggotaya, dan proses pembentukan perwakilan dari masingmasing fakultas pun juga berbeda. Sehingga anggota lebih optimal lagi ketika menjadi pengurus inti. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh katena itu, ucapan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Jakarta selaku wadah peneliti untuk mengembangkan keilmuan, kemudian kepada Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya selaku wadah untuk mengumpulkan informasi untuk menyelesaikan penelitian ini dan Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah ikut membantu menyelesaikan penelitian ini. REFERENSI