Vol. xx No. xx-xx pISSN: 1234-5678 | eISSN: 1234-5678 https://ejurnal. id/index. php/jmpip Received: 2025-xx-xx. Received in revised form: 2022-xx-xx. Accepted: 2022-xx-xx UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SD NEGERI 24 BILAH HULU KABUPATEN LABUHANBATU Junita1. Muhammad Ardansyah2, 1Universitas Labuhanbatu, 2Universitas Labuhanbatu. Indonesia e-mail: 1neetamawar@gmail. com, 2ardansyah. 2011@gmail. DOI: https://doi. org/10. 47766/jmpip. xABSTRACT The purpose of the research is to improve teachers' competencies in managing classrooms through the academic supervision of the principal at State Elementary School 24 Bilah Hulu. Labuhanbatu Regency. The research was conducted based on a school action model carried out over 2 cycles. Data analysis was performed using a descriptive model on the aspects of: . ability to plan classroom management. arrangement of the classroom. seating arrangement. placement of learning . time management for learning. application of school rules. implementation of assessments. determination of teachers' and students' roles in and . utilisation of learning media. After the action research was conducted, the results indicated that: . classroom supervision can have a positive impact on the development of learning tools in schools. The implementation of academic supervision carried out by school supervisors through research actions has indeed been shown to improve teachers' competencies in managing classrooms at SD Negeri 24 Bilah Hulu. Labuhanbatu Regency, as evidenced by the research results indicating a significant increase in teachers' abilities to manage classrooms in teaching from 46. 48% to 83. 97%, reflecting an increase of 37. there has been an improvement in teachers' competencies in managing classrooms. Keywords: Teacher competency. Classroom management. Academic supervision Copyright Holder: AJunita. Muhammad Ardansyah . This is an open-access article under the CC-BY-SA License ABSTRAK Tujuan penelitian untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kelas melalui supervisi akademik kepala sekolah di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Penelitiaan dilakukan berdasarkan model tindakan sekolah yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Analisis data dilakukan dengan model diskriptif pada aspek: . kemampuan perencanaan pengelolaan kelas. penataan ruangan . penataan tempat duduk. peletakan alat belajar. pengaturan waktu . penerapan aturan sekolah. penerapan penilaian. penetapan peran guru/siswa dalam belajar. pemanfaatan media belajar. Setelah penelitian tindakan dilaksanakan, diperoleh hasil: . supervisi kelas dapat JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. memberikan dampak positif dalam pembuatan perangkat pembelajaran di sekolah. Pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh pengawas sekolah melalui tindakan penelitian ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru mengelola kelas di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu terbukti dari hasil penelitian bahwa kemampuan guru mengelola kelas dalam pembelajaran mengalami peningkatan secara signifikan yakni dari 46,48% menjadi 83,97%, terjadi peningkatan 37,49%. telah terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mengelola kelas. Kata Kunci: Kompetensi guru mengelola kelas. Supervisi akademik PENDAHULUAN Sekolah merupakan wadah pendidikan yang melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran yang merupakan sebuah proses perubahan tingkah laku. Perubahan itu meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Selayaknyalah bahwa kemampuan guru dalam pengelolaan kelas pada saat berlangsungnya proses pembelajaran menjadi perhatian untuk ditingkatan agar kondisi pembelajaran dapat bermakna dan kualifikasi para guru juga akan (Usman, 2. Kompetensi supervisi akademik adalah kemampuan pengawas sekolah dalam melaksanakan pengawasan akademik yakni menilai dan membina guru dalam rangka mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya, agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar (Mulyasa, 2. Kompetensi supervisi intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Oleh sebab itu sasaran supervisi akademik adalah guru dalam proses pembelajaran yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. (Mulyasa E, 2. Dalam hal ini salah satu aspek keterampilan yang harus dimiliki seorang guru meningkatkan proses kecapainya tentang kompetensi profesional dalam melakukan proses pembelajaran sangatlah diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan anak didik agar memiliki masa depan yang cerdas, kritis, kreatif dan berkorektif. Dengan kompetensi profesional akan menghasilkan dan membantu siswa menjadi generasi masa depan yang berguna bagi bangsa dan negara. (Setiawan, 2. Berdasarkan pengamatan peneliti di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, ternyata masih banyak guru yang belum melaksanakan teknik pengelolaan kelas secara efektif dan efisien. Secara umum para guru cenderung mengajar dengan ceramah dan aktivitas belajar siswa masih didominasi oleh Junita. Muhammad Ardansyah Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Kelas melalui Supervisi Akademik di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu guru sebagai sumber belajar. Penggunaan alat peraga juga belum efektif, demikian juga penerapan strategi dan metode belajar belum dilaksanakan secara terencana sesuai karakteristik mata pelajaran. Hal ini di buktikan dari hasil nilai ujian semester ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025 tidak memenuhi KKM yang sudah ditetapkan sekolah sebelumnya. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu pada bulan Februari s. d Mei 2025. Subyek penelitian seluruh guru SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu berjumlah 20 orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptip komparatif. (Sugiyono, 2. Sumber data diperoleh dari subjek peneliti yaitu guru sekolah binaan. Sumber data lainnya ialah hasil pengawasan sebelumnya. Data yang dikumpulkan dalam penelitian meliputi: . hasil wawancara. hasil observasi. dokumentasi kegiatan. Sebagai indikator kinerja ditetapkan 80% dari guru yang telah disupervisi oleh kepala sekolah memiliki kemampuan mengajar dalam kategori baik. Aspek yang dinilai adalah: . kemampuan guru merencanakan pengelolaan kelas. kemampuan guru menata ruangan kelas. kemampuan guru menaia tempai duduk siswa, . kemampuan guru meletakkan alat belajar. kemampuan guru mengatur waktu pembelajaran. Kemampuan guru menerapkan aturan sekolah. kemampuan guru melaksanakan penilaian. kemampuan guru menerapkan peran belajar siswa. kemampuan guru memanfaatkan media. (Kemendiknas, 2. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yaitu dengan langkah-langkah setiap siklus sebagai berikut: . perencanaan tindakan. pelaksanaan tindakan: . observasi dan . Jika hasil penelitian pada Siklus I belum mencapai 80% maka akan dilanjutkan ke siklus ke II, jika pada Siklus II telah mencapai hasil lebih dari 80% maka penelitian dalam dihentikan dan tidak perlu melanjutkan kesiklus selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Penelitian Siklus I Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kelas, peneliti melakukan Tindakan Supervisi Akademik. Tindakan Siklus I berlangsung selama 1 . bulan, mulai 16 Februari 2025 s. d 18 Maret 2025, dengan langkahlangkah: JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. Perencanaan Tindakan Menyusun instrumen observasi, angket dan wawancara Meminta guru untuk mengisi instrument pemahaman kemampuan guru mengelola pembelajaran di kelas Meminta guru mendokumentasikan data siswa Meminta guru mengikuti pemahaman kemampuan guru dalam mengelola Meminta guru menerapkan pola pengembangan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran Pelaksanaan Tindakan Mengidentifikasi masalah dengan menggunakan angket, lembar observasi dan wawancara. Guru menerapkan pembelajaran dengan menerapkan pola pengembangan kemampuan guru dalam mengelola kelas Melakukan supervisi akademik guru dengan menggunakan lembar observasi yang terdiri dari Sembilan indikator berikut: . kemampuan guru merencanakan pengelolaan kelas. kemampuan guru menata ruangan kelas. kemampuan guru menata tempat duduk siswa. kemampua guru meletakkan alat belajar. kemampuan guru mengaur waktu pembelajaran. kemampuan guru menerapkan aturan sekolah. kemampuan guru melaksanakan penilaian. kemampuan guru menerapkan peran belajar siswa. kemampuan guru memanfaatkan Pengamatan Pada tahap ini peneliti mengamati dampak dari tindakan yang telah dilaksanakan yaitu menganalisis data-data yang diperoleh dari hasil supervisi yang telah dilakukan. Berdasarkan kesembilan indikator yang telah ditentukan peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas guru mengajar. Hasil observasi tentang keberhasilan guru mengelola kelas dalam pembelajaran pada Siklus I sebagaimana tabel 1 berikut. Tabel 1. Keberhasilan Guru Mengelola Kelas Pada Siklus I Indikator Keberhasilan Pengelolaan Perencanaan pengelolaan Penataan ruangan kelas Penataan tempat duduk Peletakan alat belajar Pengaturan waktu pembelajaran Penerapan aturan sekolah Penerapan penilaian Penetapan peran guru Perolehan Hasil Skor Junita. Muhammad Ardansyah Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Kelas melalui Supervisi Akademik di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Indikator Keberhasilan Pengelolaan Pemanfaatan media belajar Jumlah rata-rata Perolehan Hasil Skor 34,89 46,48 Berdasarkan tabel 1 di atas dapat dinyatakan bahwa kemampuan guru mengelola kelas dalam pembelajaran memperoleh skor rerata sebesar 34,89 dengan tingkat keberhasilan rerata sebesar 46,48%. Refleksi Berdasarkan data pada tabel 1 di atas. Delapan indikator tingkat keberhasilan berada dibawah 60%, hanya satu indikator yang mencapai tingkat keberhasilan di atas 60%, berdasarkan hasil yang dicapai pada Siklus I di atas, peneliti melakukan pembinaan dan mengintensifkan tindakan supervisi serta memperbaiki aspek kelemahan guru dalam pengelolaan kelas pada siklus berikutnya. Siklus II Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kelas, peneliti melakukan Tindakan Supervisi Akademik. Tindakan Siklus II berlangsung selama 1 . bulan, mulai 18 Maret 2025 s. d 20 April 2025, dengan langkahlangkah: Perencanaan Tindakan Menyusun instrumen observasi, angket dan wawancara Meminta guru untuk mengisi instrumen pemahaman kemampuan guru mengelola pembelajaran di kelas Meminta guru mendokumentasikan data siswa Meminta guru mengikuti pemahaman kemampuan guru dalam mengelola Meminta guru menerapkan pola pengembangan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran Pelaksanaan Tindakan Mengidentifikasi masalah dengan menggunakan angket, lembar observasi dan wawancara. Guru menerapkan pembelajaran dengan menerapkan pola pengembangan kemampuan guru dalam mengelola kelas Melakukan supervisi akademik guru dengan menggunakan lembar observasi yang terdiri dari Sembilan indikator berikut: . kemampuan guru merencanakan pengelolaan kelas. kemampuan guru menata ruangan kelas. kemampuan guru menata tempat duduk siswa. kemampuan guru meletakkan alat belajar. kemampuan guru mengaur JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. waktu pembelajaran. kemampuan guru menerapkan aturan sekolah. kemampuan guru melaksanakan penilaian. kemampuan guru menerapkan peran belajar siswa. kemampuan guru memanfaatkan Pengamatan Pada tahap ini peneliti mengamati dampak dari tindakan yang telah dilaksanakan yaitu menganalisis data-data yang diperoleh dari hasil supervisi yang telah dilakukan. Berdasarkan kesembilan indikator yang telah ditentukan peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas guru mengajar. Hasil observasi tentang keberhasilan guru mengelola kelas dalam pembelajaran pada Siklus II sebagaimana tabel 2 berikut. Tabel 2. Keberhasilan Guru Mengelola Kelas Pada Siklus II Indikator Keberhasilan Pengelolaan Perencanaan pengelolaan Penataan ruangan kelas Penataan tempat duduk Peletakan alat belajar Pengaturan waktu pembelajaran Penerapan aturan sekolah Penerapan penilaian Penetapan peran guru/siswa dalam belajar Pemanfaatan media belajar Jumlah rata-rata Perolehan Hasil Skor 83,97 Berdasarkan tabel di atas dapat dinyatakan bahwa kemampuan mengelola kelas dalam pembelajaran memperoleh skor rerata sebesar 63 dengan tingkat keberhasilan rerata sebesar 83,97%. Refleksi Berdasarkan data pada tabel 2 di atas. Seluruh indikator tingkat keberhasilan telah berada diatas 60%. Berdasarkan hasil yang dicapai pada Siklus II di atas terjadi peningkatan kemampuan guru mengelola kelas secara signifikan yakni dari 46,48% menjadi 83,97%. Pembahasan Berdasarkan analisis data pada tabel 1 dan tabel 2 dapat dinyatakan bahwa pada Siklus I jumlah guru yang mampu merencanakan pengelolaan kelas bertambah dari 33,3% menjadi 78,6% pada Siklus II. demikian juga jumlah guru yang mampu menata ruang kelas bertambah dari 42,6% pada Siklus I menjadi 74,6% pada Siklus II. Pada indikator ketiga yaitu guru mampu menata tempat duduk siswa juga mengalami peningkatan dari 34,6% pada Siklus I menjadi 76% pada Siklus II, pada indikator keempat yaitu kemampuan guru dalam Junita. Muhammad Ardansyah Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Kelas melalui Supervisi Akademik di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu meletakkan alat belajar juga mengalami peningkatan dari 33,3% pada Siklus I menjadi 81,3% pada Siklus II, pada indikator kelima yaitu kemampuan guru dalam mengatur waktu pembelajaran juga mengalami peningkatan dari 57,3% pada Siklus I menjadi 89,3% pada Siklus II. Begitu juga pada indikator keenam yaitu kemampuan guru dalam menerapkan aturan sekolah juga mengalami peningkatan dari 68% pada Siklus I menjadi 90,7% pada Siklus II, pada indikator ketujuh yaitu kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian juga mengalami peningkatan dari 46,7% pada Siklus I menjadi 85,3% pada Siklus II, pada indikator kedelapan yaitu kemampuan guru dalam menerapkan peran belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 50,6% pada Siklus I menjadi 88% pada Siklus II, serta pada indikator kesembilan yaitu kemampuan guru dalam memanfaatkan media juga meningkat dari 52% pada Siklus I menjadi 92% pada Siklus II. Supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. (Carudin & Agus, 2. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan metode pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. (Sari et al. , 2. Supervisi akademis yang dilaksanakan oleh kepala sekolah merupakan metode pelatihan serta pengawasan bagi guru yang diadakan oleh kepala sekolah. (Islam et al. , 2. Tujuannya adalah untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuan guru, meningkatkan profesionalisme guru serta memahami prinsip-prinsip pendidikan yang sesuai dengan proses pembelajaran. (Kanya et al. , 2. Selain itu, juga diharapkan kemampuan dalam menerapkan strategi serta metode pembelajaran yang telah direncanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola kelas mengalami peningkatan secara signifikan. Peningkatan tersebut merupakan hasil supervisi akademik dan pembinaan yang telah dilakukan oleh kepala sekolah melalui Penelitian Tindakan. KESIMPULAN Simpulan Dari hasil penelitian disimpulkan: Supervisi kelas dapat memberikan dampak positif dalam pembuatan perangkat pembelajaran di sekolah. Pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh Kepala sekolah melalui tindakan penelitian ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru mengelola kelas di SD Negeri 24 Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu terbukti dari hasil JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. penelitian bahwa kemampuan guru mengelola kelas dalam pembelajaran mengalami peningkatan secara signifikan yakni dari 46,48% menjadi 83,97%, terjadi peningkatan 37,49%. Saran Guru mata pelajaran diharapkan dapat meningkatkan penguasaan pengelolaan kelas agar efektivitas pembelajaran dapat tercapai. Kepala sekolah diharapkan mengendalikan aktivitas guru di kelas dalam menerapkan pengelolaan kelas secara efektif dan efisien. Kepala sekolah hendaknya lebih aktif melakukan supervisi kelas terhadap guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA