http://journal. id/index. php/anterior Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek The Effect of Group Counseling With Self-management Techniques To Reduce Consumptive Behavior in Class XI Social Sciences SMAN 2 Trenggalek Zulvia Hanifaturrohmah1* Abstrak Wikan Galuh Widyarto 22 *iUIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Jawa Timur. Indonesia 2UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Jawa Timur. Indonesia *email: Zulviahanifatr@gmail. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui tingkat perilaku konsumtif pada siswa serta pengaruh konseling kelompok dengan teknik self-management untuk mengurangi perilaku konsumtif pada siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. Metode penelitian eksperimental murni (True Experimental Desig. adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan desain penelitian pre-test-post-test control group design dengan satu macam perlakuan. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek yang memiliki kecenderungan perilaku konsumtif, sampel berjumlah 10 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perilaku konsumtif siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek berada pada kategori sedang dengan presentase 53%. Dalam hasil uji Independent Sample T test memperoleh nilai Sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai kelompok eksperimen yang diberikan sebuah perlakuan yaitu konseling kelompok dengan teknik self-management dibandingkan kolompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Hipotesis menyatakan bahwa adanya pengaruh konseling kelompok dengan teknik selfmanagement terhadap penurunan perilaku konsumtif. Dibuktikan dari kelompok eksperimen yang mendapatkan sebuah perlakuan menunjukkan adanya penurunan pada nilai rata-rata hasil post-test perilaku konsumtif. Abstract Kata Kunci: Konseling kelompok Self-management Perilaku Konsumtif This study has a purpose, namely to determine the level of consumptive behavior in students and the effect of group counseling with self-management techniques to reduce consumptive behavior in class XI IPS SMAN 2 Trenggalek. The pure experimental research method (True Experimental Desig. is the method used in this study, using a pre-test-post-test control group design with one type of perlakuan. The population in this study were students of class XI IPS SMAN 2 Trenggalek who tended towards consumptive behavior, a sample of 10 students who were divided into two groups, namely the experimental group and the control group. Samples were obtained using the purposive sampling technique. This study shows that the level of consumptive behavior of XI IPS 1 student of SMAN 2 Trenggalek is in the medium category with a percentage of 53%. In the results of the Independent Sample T-test, the value of Sig. -taile. 000 < 0. 05, which means that the hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected, it can be concluded that there is a difference in the average value of the experimental group given a perlakuan, namely group counseling with selfmanagement techniques compared to the control group that was not given perlakuan. The hypothesis states that there is an effect of group counseling with self-management techniques on the decline in consumptive behavior. It is proven that the experimental group that received perlakuan showed a decrease in the average value of the post-test results of consumptive behavior. Keywords: Group counseling Self-management Consumptive behavior A 2022 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). lingkungan sekitarnya. Dengan mengikuti perkembangan PENDAHULUAN Masa perkembangan zaman dan rentan terpengaruh oleh zaman, remaja akan merasa lebih percaya diri. Proses tersebut dinamakan dengan proses remaja dalam menemukan jati diri atau identitas Zulvia Hanifaturrohmah dan Wikan Galuh Widyarto. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. (F. Monks. Knoers 2. Secara psikologis, menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang berusia menurut Piaget menyatakan bahwa masa remaja 18-28 tahun merupakan kelompok masyarakat yang merupakan usia seorang individu yang mampu menjaga paling banyak melakukan belanja online, diperoleh dari integritas dengan kelompok masyarakat dewasa dan di 68% suara responden. Dimana pengeluaran uang yang usia tersebut anak tidak lagi merasa minder dengan digunakan untuk belanja online berkisar Rp 50. orang yang lebih tua, setindaknya memiliki hak yang 000 per bulan. Produk yang paling sering di beli oleh sama (Hurlock 1. Masa remaja merupakan masa kaum perempuan yaitu pakaian dan make up , dan laki- transisi atau peralihan karena masa remaja belum laki disini lebih sering belanja barang elektronik dan mencapai status orang dewasa tetapi bukan lagi sebagai perlengkapan untuk hobi (Herindar 2. kanak-kanak. Perilaku Konsumtif yaitu perilaku pembelian Menurut Glock mengungkapkan bahwa emosi barang yang didominasi oleh keinginan-keinginan di luar pada masa remaja masih dalam kondisi yang labil, kebutuhan dan hanya untuk memenuhi kepuasan diri sehingga mudah terpengaruh dan rentan terbawa oleh (Yudasella et al. Pembelian barang tidak tepat kelompoknya (Sumartono 2. Agar dapat menarik cenderung tidak bisa membedakan antara kebutuhan perhatian orang lain terutama teman sebayanya, seorang utama dan keinginan semata (Abdul Fattah. Mintasih remaja selalu memperhatikan gaya penampilannya, oleh Indriayu 2. Kegiatan mengkonsumsi suatu barang karena itu remaja sering menghamburkan uangnya pada individu yang sebenarnya kurang diperlukan hanya untuk memenuhi semua kepentingannya tersebut. karena keinginan semata yang bersifat untuk mencapai Sejalan dengan pendapat Monks, tingkat konsumen pada Menurut Mowen perilaku konsumtif pada kalangan remaja dalam membeli sebuah produk individu digambarkan dengan suatu tindakan yang negatif terbilang tinggi, karena pada umumnya remaja memiliki dalam pengelolaan keuangan, hal tersebut bersifat gaya penampilan yang khas, tingkah laku, kegemaran impulsif maka secara ekonomis dapat menimbulkan musik, dan saat pesta (Sumartono 2. Hal ini pemborosan dan inefisiensi biaya (Irianti Asisi 2. mendorong seseorang untuk melakukan pembelian Perilaku konsumtif menurut Ancok . digambarkan sebagai ketidakmampuan individu untuk menahan akhirnya terjerumus kedalam perilaku konsumtif. keinginan membeli barang yang tidak dibutuhkannya. Pada tahun 2018 pengeluaran konsumsi Indonesia tanpa mempertimbangkan fungsi utama dari barang Definisi berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat seseorang yang memiliki perilaku konsumtif cenderung Statistik (BPS). Selain itu pada tahun yang bersamaan. Indeks Keyakinan Konsumen (IIK) masyarakat Indonesia sebesar 122,7 triliun kemudian mengalami kenaikan Penjelasan Ancok . ini sejalan dengan pada tahun 2019 menjadi sebesar 124,2 triliun yakni konsumtif adalah aktivitas membeli suatu barang dengan 1,22%. IIK Sumartono tahun, 41-50 tahun, 51-60 tahun, dan 60 tahun ke atas. didasarkan pada kebutuhan. Perilaku konsumtif adalah Dari pengelompokan usia tersebut. IIK yang tertinggi aktivitas membeli barang yang kurang atau tidak perlu berada pada kategori kaum milenial yang berusia 20-30 sehingga sifat barang tersebut menjadi mubazir. Hal ini pengelompokan usia yaitu pada 20-30 tahun, 30-40 Hasil survei lain yang dilakukan oleh Populix Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 101 Ae 113 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 menyebabkan faktor keinginan . lebih diutamakan hasrat semata, membeli barang karena ingin terlihat daripada faktor kebutuhan . lebih menarik di mata orang, dan melakukan pembelian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan barang secara berlebihan atau wasteful buying. Hal ini teori dari Sumartono . yang menjelaskan bahwa sesuai dengan indikator perilaku menurut Sumartono perilaku konsumtif adalah aktivitas pembelian barang . dengan pertimbangan yang bersifat irasional dan tidak Perilaku konsumtif yang dialami 10 siswa XI IPS didasarkan pada kebutuhan. Peneliti mengacu pada teori I SMAN 2 Trenggalek, sejauh ini belum mendapatkan ini karena definisi yang diberikan dapat diterapkan pada penanganan yang tepat oleh guru BK maupun pihak responden dalam penelitian ini. Selain itu, teori ini Perilaku konsumtif yang dialami oleh 10 siswa digunakan untuk menjawab dan permasalahan dalam penelitian ini. Dari penjelasan kehidupannya sampai dewasa. Dampak negatif dari diatas, perilaku konsumtif adalah kegiatan individu yang membeli barang hanya untuk memperoleh kepuasan, meningkatkan harga diri, dan kesenangannya. mencuri, berbohong, dan menjual diri. Selain itu. Perilaku konsumtif tampak di SMAN 2 kemampuan menabung berkurang, dan jika tabungan Trenggalek pada kelas XI IPS 1. Perilaku konsumtif ini rendah maka investasi pun juga rendah yang akan masuk dalam kategori permasalahan yang sering mempengaruhi pendapatan individu. Menurut Suyasa dijumpai di lingkungan sekolah, sekitar 69% dari 32 dan Fransiska dalam (Widiastuti 2. perilaku siswa di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek. Hal tersebut konsumtif secara psikologis dapat membuat seseorang didukung oleh hasil wawancara peneliti dengan guru BK, merasa cemas dan rasa tidak aman. Hal ini dikarenakan salah satu siswa dan hasil angket pre-test pada tanggal individu selalu mempunyai keinginan untuk membeli 27 Januari 2022. Berdasarkan hasil wawancara yang produk yang diinginkan, namun kegaktivitas pembelian dilakukan peneliti pada tanggal 20 Desember 2021 tersebut seringkali tidak ditunjang oleh finansial yang dengan salah satu siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 memadai sehingga akan menimbulkan perasaan cemas Trenggalek karena keinginannya tidak dapat terpenuhi. Mawar . mengungkapkan bahwa AuSebagaian besar disini tuh teman- Setiap orang selalu berusaha untuk memenuhi teman banyak yang tertarik membeli barang secara online semua kebutuhan hidupnya, baik dari segi kebutuhan kak, apalagi saat awal bulan seperti diskon 12. 12 itu primer maupun kebutuhan skunder. Islam mengajarkan kadang banyak yang kalap. Apalagi kalau cewek ya kak liat bahwa seorang muslim harus mendominasi perihal barang yang kemasannya menarik terus lucu gitu suka memenuhi kebutuhan hidup, bukan hanya sekedar pengen beli dan ga memperdulikan lagi kebutuhan utama. keinginan tetapi setiap muslim hendaknya adil dalam Ada barang diskon besar langsung aja di beli mumpung berbelanja, tidak kurang dan tidak lebih. Membelanjakan diskon ya kan kak, suka aja gitu dan merasa puas kalau uangnya untuk kebutuhan pribadi, dianjurkan dalam udah membeli barang yang kita mau heheA temen- taraf yang wajar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam temen ku juga banyak sekarang yang gonta-ganti HP biar S Al-furqon 67: AaOEac aOeIa aae a eIAaCa eO Ea eI Oa aeAa eO aOEa eI Oa eC a a eO aO aEIa aOeIa EaEa Ca aO UIA lebih hits gitu katanya kak, padahal hp nya yang lama masih bisa di pake, tapi ya gitu deh heheeAAy begitu ungkapnya Artinya: Dan . ermasuk hamba-hamba Tuhan Yang remaja yang duduk dibangku kelas XI IPS 1. Dari hasil Maha Pengasi. orang-orang yang apabila menginfakkan wawancara tersebut bahwa terdapat adanya siswa yang . , mereka tidak berlebihan, dan tidak . kikir, melakukan pembelian barang yang hanya didasari pada di antara keduanya secara wajar (Q. S Al-furqon . Zulvia Hanifaturrohmah dan Wikan Galuh Widyarto. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. Dalam Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, tujuan dari konseling kelompok adalah untuk mendiskusikan serta membelanjakan hartanya secara berlebihan. Yakni, berbelanja lebih banyak dariyang diperlukan, tetapi kepribadiannya, mengembangkan komunikasi, saling mereka juga tidak pelit. Namun, mereka menggunakan menghormati, mampu dalam mengatur diri sendiri dan hartanya dalam artian secara seimbang, selektif, dan mengarahkan hidupnya, peka terhadap kebutuhan orang Abdul Mannan mengungkapkan bahwa untuk lain dan menetapkan tujuan dicapai konseli selama Konseling terdapat prinsip konsumsi dalam islam seperti: tidak struktur yang sama dengan terapi kelompok. Dari boleh berlebihan, tidak boros, dinamis dan wajar penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa konseling . Hal tersebut memperjelas bahwa umat islam kelompok adalah layanan yang ada dalam bimbingan dan tidak dianjurkan berlebihan dalam mengkonsumsi barang, karena perilaku kosnumsi seperti itu akan dengan menggunakan dinamika kelompok, dalam rangka membuat orang menjadi sehat secara fisik dan mengentaskan permasalahan yang dialami oleh anggota mentalnya (Mannan 1. yang dilakukan dalam suasana kelompok Layanan Bimbingan dan Konseling melalui Pada pelaksanaannya, dalam pemberian layanan kegiatan konseling kelompok merupakan salah satu bimbingan kelompok pada siswa untuk mengurangi bentuk cara dalam mengurangi perilaku konsumtif dilingkungan sekolah. Menurut Winkel . konseling kelompok merupakan proses interpersonal yang management merupakan strategi yang mengajarkan dinamis, berpusat pada pemikiran dan perilaku yang konseli mengenai pemilihan tujuan-tujuan yang akan disadari untuk mengembangkan dirinya dengan anggota menjadi perilaku target, membuat sebuah rencana aksi di dalam suasana kelompok. Sedangkan menurut Latipun dalam perubahan sikap, cara untuk memonitor diri . konseling kelompok adalah suatu bentuk sendiri, serta mengevaluasi setiap tindakannya. Dalam hal ini konseli didorong untuk menerima segala Menurut Widyarto kelompok untuk memberi umpan balik dan pengalaman Sejalan dengan Prayitno . konseling menerapkan strategi penelolaan diri tersebut dalam kelompok adalah layanan Bimbingan Konseling yang kehidupan sehari-hari. Sedangkan menurut Komalasari diberikan kepada siswa untuk berdiskusi mengenai . pengelolaan diri . elf-managemen. adalah proses pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dimana individu dapat mengatur perilakunya sendiri. Hal dinamika kelompok, dimana masalah yang akan dibahas ini sesuai dengan pandangan yang dikemukakan oleh dalam konseling adalah permasalahan personal yang Nursalim . bahwa strategi pengelolaan diri . elf- dialami oleh masing-masing anggota kelompok. merupakan suatu proses dimana konseli Tujuan konseling kelompok adalah untuk menggunakan satu strategi atau kombinasi strategi lain memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh untuk mengarahkan perubahan pada perilakunya sendiri. anggota kelompok (Prayitno 2. Tujuan dari layanan Pandangan lain berpendapat bahwa pengelolaan diri konseling kelompok menurut Tohirin . elf-managemen. dalam artian yang luas adalah proses untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa, dimana seseorang mengarahkan dan mengatur tingkah lakunya sendiri. Dalam proses tersebut, konseli terlibat Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 101 Ae 113 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 secara langsung selama kegiatan konseling yang memiliki Oleh karena itu, self-management cocok lima kegiatan . dasar yaitu pemantauan diri, digunakan untuk mengurangi perilaku konsumtif pada stimulus control, self reward, dan self contracting Purwaka . Siswa dengan perilaku konsumtif diberikan Menurut Walker . elf- konseling kelompok dengan teknik self-management. terdapat beberapa prinsip yang harus Melalui teknik self-management, siswa yang mengalami terpenuhi yaitu: sasaran perilaku harus didefinisikan perilaku konsumtif yang tinggi diharapkan dapat secara jelas, dalam hal ini konselor mengajak konseli mengurangi perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi sasaran perilaku memungkinkan mengetahui tingkat perilaku konsumtif pada siswa serta dapat dilaksanakan oleh konseli. Sebaiknya, perilaku- pengaruh konseling kelompok dengan teknik self- perilaku yang diharapkan oleh konseli lebih diutamakan. management untuk mengurangi perilaku konsumtif pada Tujuan dari pemberian perlakuan harus diamati dengan siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. Peneliti jelas dan diukur secara akurat, dan konseli diberikan melaksanakan penelitian dengan judul AuPengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self-management pemberian perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa prinsip- Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI prinsip yang terdapat pada self-management yaitu IPS SMAN 2 TrenggalekAy. individu mempunyai tanggung jawab atas perubahan perilakunya, dengan bantuan konselor sebagai fasilitator METODOLOGI selama proses perubahan perilaku tersebut. Ketika Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental murni (True Experimental memberikan kebebasan pada konseli dalam memilih Desig. , desain penelitian pre-test-post-test control group jalan perilaku yang sesuai dengan harapan konseli. design dengan satu macam perlakuan. Pada model Konseling kelompok dengan teknik self- penelitian ini sebelum memberikan sebuah perlakuan, management adalah pemberian layanan bimbingan dan seluruh sampel dalam penellitian diberi tes awal atau konseling dengan bantuan pemimpin kelompok yang pre-test untuk mengukur kondisi awal (Y1 dan Y. Selanjutnya, akan dibentuk menjadi 2 kelompok yaitu permasalahannya, melalui dinamika kelompok dan Menurut Cormier perilaku-perilaku . ikiran, sedangkan pada kelompok memungkinkan konseli untuk merubah kontrol tidak Setelah selesai perlakuan, selanjutnya kedua perilaku negatifnya dan mengembangkan perilaku Perlakuan (X) diberikan kepada kelompok eksperimen penggunaan konseling kelompok dengan teknik self kelompok diberikan sebuah tes lagi yang disebut sebagai post-test (Y2 dan Y. Secara umum dapat digambarkan pada skema sebagai berikut: Tabel I. Pre-test-post-test control group design dengan lingkungannya, merelokasi lingkungan sebagai isyarat satu macam perlakuan tertentu atau anteseden dari respons tertentu, serta menempatkan diri dan mengembangkan stimulus positif dalam menyertai respons yang diharapkan. Selfmanagement menganggap bahwa konseli merupakan individu yang dapat belajar dan mengarahkan dirinya Group Pre-test Perlakuan Post-test Zulvia Hanifaturrohmah dan Wikan Galuh Widyarto. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. Keterangan: menggunakan analisis uji Independent Sample T test : Kelompok Eksperimen menggunakan program SPSS (Statistical Pckage For The : Kelompok Kontrol Social Science. 0 for windows. Y1 dan Y3 : Pre-test Y2 dan Y4 : Post-test : Perlakuan Penelitian ini HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian SMAN 2 Dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Trenggalek. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa diperoleh pengolahan data hasil pre-test yang diberikan kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek yang memiliki Sampel kepada 32 siswa kelas XI IPS 1 sebagai berikut: Tabel 1. Kategorisasi Perilaku Konsumtif digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa, yang Kategori Interval Frekuensi Presentase Rendah X < 49 sampling dijadikan teknik dalam pengambilan sampel dari Sedang 49 < X O 77 populasi pada penelitian ini, untuk memperoleh sampel Tinggi X > 77 dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik purposive yang representatif sesuai dengan kriteria yang telah Berdasarkan tabel diatas hasil pengolahan data Selain itu, peneliti meminta rekomendasi diatas, dilakukan kategorisasi skor menggunakan rumus dari guru BK mengenai kelas yang siswanya memiliki kategori Azwar . Pengkategorian mengenai kecenderungan perilaku konsumtif. tingkatan dari variabel perilaku konsumtif siswa, kategori rendah terdapat 5 siswa . %), kategori sedang Teknik terdapat 17 siswa . %), dan kategori tinggi terdapat 10 pengumpulan data melalui perhitungan uji validitas dan siswa . %). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat reliabilitas menggunakan software SPSS SPSS (Statistical perilaku konsumtif siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek Pckage For The Social Science. 0 for window. berada pada tingkat sedang . %). Dari hasil penghitungan tersebut diperoleh 31 item Tabel II. Hasil skor pre-test dan skor post-test Skala . ikert kelompok kontrol pertanyaan yang tidak valid dan 29 item pertanyaan valid Kelompok kontrol dari 60 aitem. Hasil uji reliabilitas menunjukkan hasil bahwa nilai Cronbach's Alpha yang didapat adalah 0. Nama Dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa nilai Skor Pretest Kategori Skor Post-test Kategori t hitung > t tabel yaitu dengan nilai skor 0,886 > 0,367 RKA Tinggi Tinggi maka, skala yang digunakan pada penelitian ini TRN Tinggi Tinggi dinyatakan reliabel. DSD Tinggi Tinggi WSP Tinggi Sedang MSP Tinggi Sedang Dalam menentukan adanya tingkat perilaku perbandingan antara hasil skor rata-rata pre-test dan Tabel i. Hasil skor pre-test dan skor post-test post-test dari objek peneltian. Analisis data menggunakan kelompok eksperimen analisis data statistik deskriptif untuk mendeskripsikan Kelompok Eksperimen atau menggambarkan data yang telah terkumpul pada Skor sampel, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Nama konseling kelompok dengan teknik self-management. Pretest Skor Kategori Posttest Kategori Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 101 Ae 113 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Tinggi Sedang diperoleh hasil yang menunjukkan nilai signifikansi ASH Tinggi Sedang shapiro-wilk pada pre-test eksperimen sebesar 0,928. VKN Tinggi Sedang post-test eksperimen sebesar 0,814, nilai signifikansi NDA Tinggi Sedang shapiro-wilk pre-test kontrol 0,482, dan nilai signifikansi RWY Tinggi Rendah shapiro-wilk post-test kontrol sebesar 0,656, sehingga Pada tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi shapiro-wilk pada setiap responden mengalami penurunan skor dari pre-test post-test kelompok eksperimen dan kontrol yang awalnya memiliki perilaku konsumtif dengan >0,05 yang berarti data tersebut berdistribusi normal. kategori tinggi menjadi kategori sedang. Terjadi Tabel IV. Hasil analisis uji Independent Sample T test penurunan mean score variabel perilaku konsumtif siswa Hasil yang signifikan dalam post-test kelompok eksperimen setelah diberikan sebuah perlakuan berupa konseling Equal Mean score variabel perilaku konsumtif siswa 22,413 Equal variances not 22,413 kelompok eksperimen saat pre-test adalah 83,2 sedangkan mean score variabel perilaku konsumtif siswa kelompok eksperimen saat post-test adalah 38,2. Sedangkan dalam kelompok kontrol, penurunan mean Variances Sig. 0,000 7,710 0,000 Hipotesis dalam penelitian adalah: score variabel perilaku konsumtif siswa mengalami H0 : penurunan yang tidak signifikan. mean score variabel perilaku konsumtif antara kelompok kontrol dan perilaku konsumtif siswa kelompok kontrol saat pre-test kelompok eksperimen memiliki varian yang sama. adalah 82 sedangkan mean score variabel perilaku Ha : konsumtif siswa kelompok kontrol saat post-test adalah konsumtif antara kelompok kontrol dan kelompok 74,2. eksperimen memiliki varian yang sama. Tabel i. Uji Normalitas Kelas Pre-test Kolmogorov- Shapiro- Smirnova Wilk hipotesis ini menggunakan kriteria yaitu jika nilai Asymp. Sig. -taile. > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak Statistic Sig. Statistic Sig. sedangkan jika Asymp. Sig. - taile. < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk menguji hipotesis di atas berikut dipaparkan hasil analisis uji Independent Sample T test pada tabel di bawah ini: Eksperimen Pre-test Berdasarkan hasil uji Independent Sample T test pada tabel diatas Sig. -taile. sebesar 0,000 < Kontrol Post-test Ada perbedaan rata-rata skor angket perilaku Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian Eksperimen Post-test Tidak ada perbedaan rata-rata skor angket 0,05, dikatakan bahwa hipotesis ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata nilai Kontrol kelompok eksperimen yang diberikan sebuah perlakuan pengambilan keputusan yang digunakan yaitu apabila yaitu konseling kelompok menggunakan teknik self- management dengan kolompok kontrol yang tidak Pada shapiro-wilk >0,05 diberikan perlakuan. berdistribusi normal, begitupun sebaliknya jika nilai signikansi shapiro-wilk <0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal . Pada tabel diatas Zulvia Hanifaturrohmah dan Wikan Galuh Widyarto. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. Untuk lebih jelasnya dalam mengetahui nilai Gambar I. Penurunan skor post-test kelompok rata-rata post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada tabel statistik berikut ini: Tabel Hasil Berdasarkan gambar post-test diartikan bahwa secara jelas terdapat penurunan eksperimen dan kontrol Kelas perilaku konsumtif yang signifikan pada kelompok Std. Mean Deviation Std. eksperimen yang diberikan perlakuan berupa konseling Error kelompok menggunakan teknik self-management dan Mean pada kelompok kontrol tidak mengalami penurunan yang signifikan karena tidak diberikan sebuah perlakuan. Post-test Eksperimen Post-test Kontrol Berdasarkan skor hasil pre-test dan post-test terjadi penurunan skor perilaku konsumtif yang signifikan. Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil bahwa PEMBAHASAN nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen yang Tingkat Perilaku Konsumtif Siswa diberikan sebuah perlakuan berupa konseling kelompok Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, menggunakan teknik self-management sebesar 38,20, didapat bahwa tingkat perilaku konsumtif siswa berada sedangkan pada post-test kelompok kontrol yang tidak pada kelompok kategori rendah terdapat 16% siswa, diberikan perlakuan mendapatkan nilai rata-rata sebesar terdapat 53% siswa dengan kategori sedang, dan 74,20. Hasil diatas membuktikan hipotesis yang terdapat 31% dengan kategori tinggi. Sehingga, dapat menyatakan bahwa konseling kelompok dengan teknik diambil kesimpulan bahwa tingkat perilaku konsumtif self-management memiliki pengaruh terhadap penurunan siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek berada pada kategori perilaku konsumtif. Dibuktikan kebenarannya yaitu Penentuan kategorisasi mengenai perilaku bahwa pada kelompok eksperimen yang diberikan diatas, maka dapat konsumtif siswa dilihat dan diperoleh melalui beberapa aspek (Sumartono 2. , yaitu melalui aspek pembelian menggunakan teknik self-management menunjukkan secara impulsif . mpulsive buyin. , aspek pembelian tidak penurunan perilaku konsumtif ditandai dengan adanya rasional, dan aspek pemborosan . astful buyin. penurunan pada nilai skor rata-rata hasil post-test. Hasil penelitian ini Pemaparanya sebagai berikut, aspek pembelian secara impulsif . mpulsive buyin. berkaitan dengan pembelian pemberian konseling kelompok menggunakan teknik secara tiba-tiba yang berdasarkan faktor keinginan self-management memiliki pengaruh dalam mengurangi untuk membeli produk fashion atau barang yang perilaku konsumtif siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 menarik, tidak berfikir secara rasional, dan tidak Trenggalek. Hasil penelitian pada kelompok eksperimen dipertimbangkan secara wajar sebelum membeli barang. ditunjukkan melalui gambar berikut: Aspek pembelian tidak rasional berkaitan dengan ASH VKN NDA RWY orang lain dengan perasaan bangga. Aspek pemborosan . astful buyin. pembelian yang dilakukan oleh remaja ditunjukkan dengan sikap mendahulukan keinginan kegiatan membeli batang yang didasari pada sifat emosional, karena dilatarbelakangi oleh keinginan untuk tampil berbeda dengan teman sebayanya mengikuti gaya daripada kebutuhannya. Dilihat dari keadaan ekonomi Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 101 Ae 113 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 tidak aman. Hal ini terjadi karena siswa selalu ingin membeli apa yang mereka inginkan, tetapi kegiatan bermerek mahal, padahal uang tersebut dapat digunakan pembelian tersebut seringkali tidak ditunjang dengan untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih penting finansial yang cukup yang menyebabkan timbul perasaan selain membeli pakaian. Hal ini dilakukan oleh remaja cemas dan khawatir karena tidak dapat memenuhi agar tidak ketinggalan zaman dan hanya ingin mencari kesenangan atau kepuasan semata (Dian Chrisnawati mengurangi perilaku konsumtif, perlu adanya strategi pengelolaan diri . elf-managemen. yang akan membantu terbentuk oleh faktor internal dan faktor eksternal. siswa dalam mengarahkan pikiran, perilaku dan Faktor emosinya untuk mencapai stimulus yang diinginkan. konsumtif pada siswa yaitu faktor budaya, faktor sosial. Teknik self-management ini dianggap tepat untuk kelompok referensi, keluarga dan demografis. Selain itu, membantu siswa dalam mengurangi perilaku konsumtif. juga terdapat faktor internal yang mempengaruhi Dengan teknik ini, siswa siswa dapat menggunakan salah perilaku konsumtif individu adalah motivasi, harga diri, satu strategi atau kombinasi strategi lain untuk observasi, proses belajar, kepribadian, konsep diri, dan mengelola perubahan tingkah lakunya (Fitri 2. Perilaku (Widiastuti Untuk gaya hidup. Perkembangan zaman semakin maju akan menggiring masyarakat untuk mengikutinya dan adanya Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik asumsi-asumsi publik yang mengatakan bahwa jika orang Self-management Nilai Sig. -taile. berdasarkan hasil uji ketinggalan zaman. Hal inilah yang membuat sebagian Independent Sample T test sebesar 0,000 < 0,05, siswa mengikuti gaya hidup yang cenderung konsumtif. sehingga dikatakan bahwa hipotesis Ha diterima dan H0 Pada masa remaja akan mengalami perubahan secara ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan fisik, sosial, emosional, dan minat (Rahmadi Tarmizi rata-rata nilai kelompok eksperimen yang diberikan Selain itu, terdapat tiga kriteria perilaku konsumtif siswa yaitu: ikut-ikutan dengan teman sebaya, menggunakan teknik self-management dengan kolompok selalu mengikuti perkembangan tren yang sedang beredar, dan tidak merasa puas atas apa yang sudah didapatkan (Yusnizal Firdaus. Yulia Pebrianti 2. Perilaku Untuk self-management mereduksi perilaku konsumtif siswa, dilihat dari berpengaruh besar pada kehidupannya. Kecenderungan penurunan skor hasil post-test kelompok eksperimen perilaku konsumtif dapat mengimbulkan dampak yang buruk pada siswa. Salah satu dampak yang mungkin eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa timbul yaitu shopaholic. Shopaholic merupakan keadaan pada saat individu belum mampu menahan hasrat management sebesar 38,20, sedangkan pada post-test keinginanya untuk membeli barang dan berakibat kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan menghamburkan banyak uang dan menghabiskan waktu mendapatkan nilai rata-rata sebesar 74,20. Data ini mereka hanya karena membelanjakan barang yang tidak begitu dibutuhkan (Juniatrie et al. Selain itu, konseling kelompok dengan teknik self-management dampak dari perilaku konsumtif secara psikologis dapat menyebabkan siswa mengalami perasaan cemas dan Nilai rata-rata post-test Ditemukan Zulvia Hanifaturrohmah dan Wikan Galuh Widyarto. Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Konsumtif Siswa Kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek. kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan eksperimen dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. berupa konseling kelompok menggunakan teknik self- Pada mengenai konseling kelompok dan perilaku konsumtif. mengalami penurunan ditandai dengan adanya nilai skor Pada pertemuan kedua, konselor meminta para anggota rata-rata hasil post-test yang menurun. Hasil penelitian mencatat perilaku konsumtif pada lembar monitoring ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ridho diri yang bertujuan untuk menggambarkan seberapa Muhammad Reza . tentang konseling kelompok besar frekuensi perilaku konsumtifnya. Pada pertemuan online menggunakan pendekatan behavior dengan teknik ketiga, konselor mulai memberikan stimulus control self-management terhadap penurunan bermain game dengan mendiskusikan mengenai penciptaan lingkungan online pada siswa. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa yang mendukung agar perilaku konsumtif mereka mulai siswa mengalami perubahan positif, penurunan gejala berkurang seperti keadaan ekonomi keluarga, teman kecenderungan game online setelah mendapatkan sebaya, dan kondisi lingkungan. Setelah itu, konselor sebuah perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa memberikan sebuah lembar reinforcement yang berisikan konseling kelompok online menggunakan pendekatan hal apa saja yang akan diberikan kepada diri sendiri behavior dengan teknik self-management efektif dalam seandainya ia dapat mengurangi perilaku konsumtif dan mengurangi kecenderungan kecanduan game online pada cara apa yang dapat digunakan untuk mengurangi Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh perilaku kosnumtifnya apabila terjadi kegagalan pada Asni et al. mengungkapkan bahwa jika individu rencana awal. Pada pertemuan terakhir yaitu keempat, mempunyai self-management yang tinggi maka akan konselor mendiskusikan mengenai rencana-rencana terjadi penurunan perilaku konsumtif. Pada penelitan ini, yang sudah dibuat apakah ada perubahan setelah kelompok eksperimen yang diberikan sebuah perlakuan dilakukannya konseling kelompok selama 4 kali. Setelah konseling kelompok dengan teknik self-management melakukan konseling kelompok tersebut, para anggota telah mengalami penurunan yang signifikan. Pelaksanaan kelompok mengalami perubahan pada dirinya yaitu konseling kelompok dengan teknik self-management menjadi lebih mampu dalam mengontrol perilaku konsumtif, lebih mementingkan kebutuhan utama merencanakan, memfokuskan, dan mengevaluasi semua kegiatan yang berhubungan dengan perilaku konsumtif. pada siswa. Di dalam teknik self-management terkandung pengaruh psikologis yang dapat memberikan pengarahan kepada mengurangi perilaku konsumtif yaitu adanya pengaruh individu dalam pengambilan keputusan dan menentukan pilihannya, serta menyusun dan menetapkan cara-cara konseling, dan beberapa tugas yang harus dikerjakan yang efisien dalam pencapaian rencana perilaku baru yang lebih baik yang berkaitan dengan kecenderungan penciptaan kerjasama yang baik antar anggota kelompok perilaku konsumtif (Suwanto 2. dengan konselor (Fahmi 2. Teknik ini dapat Faktor yang mendukung self-management Dalam pelaksanaannya, konselor menggunakan digunakan untuk mengatasi permasalahan lain terkait langkah-langkah teknik self-management sebagai berikut: dengan manajemen diri. Dikarenakan, pada teknik ini tahap monitor diri atau observasi diri, tahap evaluasi, memiliki tujuan yaitu untuk membantu siswa dalam dan tahap pemberian penguatan, penghapusan, atau mengelola pikiran dan tindakan yang akan dilakukan dan hukuman (Gantina Komalasari. Eka Wahyuni 2. untuk menignkatkan atuapun mengurangi perilaku yang Pemberian perlakuan kepada 5 siswa kelompok Hasil Rositah . Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 101 Ae 113 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 menunjukkan bahwa teknik self-management dapat AuPengaruh Literasi Keuangan Dan Pengendalian meningkatkan disiplin belajar siswa. Pada penelitian yang Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa Sma dilakukan oleh Trifena et al. menunjukkan bahwa Muhammadiyah 1 Karanganyar. Ay Bise: Jurnal konseling kelompok dengan teknik self-management Pendidikan Bisnis Dan Ekonomi 4. : 11Ae21. efektif dalam mereduksi perilaku merokok pada siswa. Ancok. Djamaludin. Nuansa Psikologi Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. KESIMPULAN Asni. Asni. Najma Mega Wangi. And Nur Aini. kelompok merupakan proses konseli dalam merubah AuThe Effect Of Self Management On Consumptive perilaku negatifnya dan mengembangkan perilaku Behavior In Students. Ay Jurnal Konseling Dan positifnya dengan cara mengamati dirinya sendiri. Pendidikan 9. : 17. Teknik self-management perilaku-perilaku . Azwar. Saifuddin. Penyusunan Skala Psikologi. Edisi Kedu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. lingkungannya, merelokasi lingkungan sebagai isyarat tertentu atau anteseden dari respons tertentu, serta Dian Chrisnawati. Sri Muliati Abdullah. AuFaktor- menghadirkan diri dan mengembangkan stimulus positif Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Self- Remaja Terhadap Pakaian. Ay Jurnal Spirits 2. : 1Ae management menganggap bahwa konseli merupakan individu yang dapat belajar atau mengarahkan dirinya Monks. Knoers. Siti Rahayu Haditono. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai didapat bahwa tingkat perilaku konsumtif siswa berada Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University pada kelompok kategori rendah terdapat 16% siswa. Press. terdapat 53% siswa dengan kategori sedang, dan Fahmi. Jihan Zul. AuKeefektifan Teknik Self- terdapat 31% dengan kategori tinggi. Sehingga, dapat Management Untuk Mereduksi Gaya Hidup diambil kesimpulan bahwa tingkat perilaku konsumtif Hedonis Siswa Sma. Ay Disertasi Dan Tesis Program siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek berada pada kategori Pascasarjana Um 4: 1408Ae16. Nilai Sig. -taile. berdasarkan hasil uji Fitri. Anike Dian. AuPenerapan Strategi Pengelolaan Independent Sample T test sebesar 0,000 < 0,05. Diri sehingga dikatakan bahwa hipotesis Ha diterima dan H0 Mengurangi 15 Surabaya. Ay Unesa Journal Mahasiswa Bimbingan rata-rata nilai kelompok eksperimen yang diberikan Untuk Perilaku Konsumtif Pada Siswa Kelas X-11 Sman ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan (Self-Managemen. Dan Konseling 1. : 26Ae36. menggunakan teknik self-management dengan kolompok Gantina Komalasari. Eka Wahyuni. Dan Karsih. kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: Pt. Indeks. Herindar. Evania. AuInvestasi Digital: Solusi REFERENSI