Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Studi Komparatif: Profesi Guru di Singapura dan Indonesia Nisrina Zulfa Salsabila*1. Devita Amelia2. Ester Elinawati Waruwu3. Muktiningsih Nurjayadi4. Achmad Ridwan5 1,2,3,4,5 Magister Pendidikan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Email: 1niszulfas@gmail. com, 2newdevita15@gmail. com, 3ester@waruwu. muktiningsih@unj. id, 5achmadridwan@unj. Abstrak Keberhasilan Singapura dalam dunia pendidikan ditunjukkan dengan hasil skor tes PISA . rogramme for International Student Assessmen. yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD. Berdasarkan The World Top 20 Project Education Network, sistem pendidikan Indonesia menduduki peringkat ke-67 dari 200 negara, sedangkan singapura menempati peringkat 22 dari 200 negara, kedudukan yang cukup jauh antara Indonesia dengan Singapura dapat menjadi tolak ukur bahwa terdapat kesenjangan kualitas pendidikan yang cukup jauh pula antara Indonesia dan Singapura. Dalam artikel ini akan dibahas pendidikan yang harus ditempuh seseorang untuk menjadi guru, program pengembangan profesi guru, kualitas guru di Singapura dan di Indonesia sehingga dapat menjadi acuan dalam rangka peningkatan kualitas guru di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan fokus penelitian studi deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil kajian pustaka disimpulkan bahwa kualitas guru di Singapura lebih baik dibandingkan dengan kualitas rata-rata guru yang ada di Indonesia. Kualitas guru di suatu negara menggambarkan pula bagaimana kualitas pendidikan negara tersebut. Oleh karena itu, peningkatan profesionalitas dan kualitas guru di Indonesia perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Guru. Kompetensi. Pendidikan. Pengelolaan Guru. Studi Komparatif Abstract Singapore's success in the world of education is shown by the results of the PISA (Programme for International Student Assessmen. test scores organized by the Organisation for Economic Co-operation and Development or OECD. Based on The World Top 20 Project Education Network. Indonesia's education system is ranked 67th out of 200 countries, while Singapore is ranked 22nd out of 200 countries, the fairly far position between Indonesia and Singapore can be a benchmark that there is a fairly large gap in the quality of education between Indonesia and Singapore. This article will discuss the education that must be taken by someone to become a teacher, teacher professional development programs, the quality of teachers in Singapore and in Indonesia so that they can be a reference in order to improve the quality of teachers in Indonesia. The research method used in this study is a literature review with a focus on comparative descriptive study research with a qualitative approach. Based on the results of the literature review, it is concluded that the quality of teachers in Singapore is better than the average quality of teachers in Indonesia. The quality of teachers in a country also describes the quality of education in that country. Therefore, improving the professionalism and quality of teachers in Indonesia needs to be improved. Keywords: Comparative Study. Competency. Education. Teacher. Teacher Management PENDAHULUAN Singapura dikenal sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di Asia Tenggara. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil skor tes PISA . rogramme for International Student Assessmen. yang diselennggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD. Tes PISA merupakan tes evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang literasi, matematika dan sains yang dilakukan setiap tiga tahun (Dewi et al. , 2. Berdasarkan data (OECD, 2. singapura menempati peringkat pertama baik dalam bidang matematika, literasi, dan juga sains. Selain Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 itu singapura juga mendapatkan peringkat pertama dalam kemampuan berpikir kreatif (OECD, 2. Keberhasilan pendidikan singapura ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat pada tiga level yaitu, macro levels . aktor sosiokultural, ekonomi politi. , family level . ola asuh dan sosialisas. , dan organization level . ualitas sekolah, guru, kurikulum, dan lainny. (Bautista et al. , 2. Guru yang mempengaruhi keberhasilan siswa singapora dalam tes PISA ini adalah guru yang memberikan pengajaran yang berkualitas (Grajcevci & Shala, 2. Guru yang berkualitas adalah guru yang dapat menginspirasi, memberikan harapan, menyalakan imajinasi, dan dapat menanamkan kecintaan siswa terhadap pembelajaran. Pada abad 21, guru diharapkan memiliki beberapa karakteristik khas yang dapat membedakannya dengan guru tradisional, diantaranya berpikir gobal, menghargai perbedaan dan keberagaman kultur, berpengetahuan teknologi, menciptakan pembelajaran berfokus pada siswa, menciptakan lingkungan yang mengundang terjadi pembelajaran, mendukung pengajaran kolaboratif, dan memberikan penilaian berbasis kinerja (Jan. Profesi guru merupakan salah satu komponen yang ada dalam suatu sistem Pendidikan. Sistem Pendidikan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Menurut Wibowo . , perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi karena perubahan tatanan pada sistem lainnya seperti politik, sosial budaya, ekonomi, dan IPTEK di kalangan masyarakat Indonesia. Perubahan dalam sistem pendidikan ini akan selalu dilakukan sampai menemukan kajian baru terkait efektifitas yang sesuai dengan situasi yang dibutuhkan di Indonesia. Dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan terdapat suatu hal yang menjadi dasar keberhasilan, yakni mempersiapkan dan menciptakan guru-guru yang profesional, yang memiliki kekuatan dan tanggung jawab yang baru untuk merencanakan pendidikan di masa depan. Pada dasarnya peningkatan kualitas diri seseorang harus menjadi tanggung jawab diri pribadi. Oleh karenanya usaha peningkatan kualitas guru terletak pada diri guru sendiri. Kesadaran ini akan timbul dan berkembang sejalan dengan kemungkinan pengembangan karir mereka https://lmsspada. Dengan demikian, perlu suatu kajian yang mendalam tentang sistem Pendidikan di Indonesia dengan di negara-negara maju seperti Singapura agar mampu memberikan pola-pola penyesuaian yang berguna untuk kemajuan sistem Pendidikan di Indonesia secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan bagaimana profesi guru di Singapura dan Indonesia. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana pendidikan yang harus ditempuh seseorang untuk menjadi guru, bagaimana program pengembangan profesi guru, bagaimana kualitas guru di Singapura dan di Indonesia. Dengan penelitian ini diharapkan dapat terungkap penyebab kondisi pendidikan di Indonesia saat ini dari sisi profesi guru sehingga dapat menjadi sumber untuk evaluasi upaya pengelolaan profesi guru di Indonesia. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan fokus penelitian studi deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini data-data dikumpulkan dari website resmi MOE (Ministry of Educatio. dan berbagai sumber dokumen dan artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang relevan dengan topik penelitian. Kriteria dokumen dan artikel ilmiah yang digunakan merupakan dokumen dan artikel yang terbit dari 2015 HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan Guru Guru merupakan suatu profesi yang memerlukan pendidikan khusus karena memerlukan keahliah yang khusus seperti keterampilan mengajar, ilmu dalam pembelajaran, karakteristik pribadi tertentu yang terkait dengan profesi dan juga harus terspesialisasi dalam suatu bidang (Hotaman, 2. Program pendidikan guru di Singapura dinaungi oleh satu lembaga bernama the National Institute for Education (NIE) yang bekerja sama dengan kementerian pendidikan (MOE). NIE mengembangkan kurikulum untuk pendidikan guru awal, program magister pendidikan, dan program pengembangan Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 profesional untuk memenuhi standar dan harapan yang diinginkan oleh MOE dan juga kebutuhan sekolah (Sclafani, 2. Pendidikan guru di Singapura hanya menerima siswa yang memiliki prestasi tertinggi dari setiap kelompok siswa yang lulus dari kelas 12 di pendidikan pra-universitas ataupun pada sekolah politeknik. Siswa diharuskan telah mengikuti dan lulus ujian A level cambridge dengan skor Kandidat lain yang biasa direkrut untuk menjadi guru adalah pemegang gelar sarjana (Bautista et al. , 2. Pendidikan guru di Singapura didanai langsung oleh kementerian pendidikan dan setelah lulus diberikan ikatan kerja selama beberapa tahun bergantung pada jenis pendidikannya. Selama menjalani pendidikan guru kandidat menerima tunjangan setara dengan 60% gaji guru yang sedang bertugas (Bautista et al. , 2. Untuk kandidat yang berasal dari diploma politeknik atau pemegang sertifikat A-level pendidikan guru dilakukan selama dua tahun melalui program diploma pendidikan. Setelah pendidikan, kandidat dapat mengajar salah satu subyek: Seni. Musik. Pendidikan jasmani, atau bahasa ibu (Cina. Melayu. Tami. di sekolah dasar. Setelah masa pendidikan kandidat diharuskan untuk terikat kontrak selama tiga tahun (MOE,2024. Untuk kandidat yang telah menerima gelar sarjana dapat mengikuti program postgraduate diploma in education (PDGE). Dengan program ini kandidat dapat menjadi guru sekolah dasar, menengah, maupun sekolah pra-universitas sesuai dengan subjek yang linier dengan gelar kandidat sebelumnya. Pendidikan dilakukan selama 16 bulan untuk subjek selain pendidikan jasmani, dan durasi dua tahun untuk subjek pendidikan jasmani. Setelah pendidikan kandidat diharuskan untuk terikat kontrak selama tiga tahun (MOE, 2024. Untuk menjadi guru pada sekolah pendidikan khusus kandidat dapat mengikuti program Diploma in Special Education (DISE). Pendidikan ini dapat diikuti oleh kandidat yang memegang setifikat A-Level cambridge, diploma politeknik, dploma IB, atau setaraf dan juga sarjana atau master di bidang pendidikan khusus yang mengikuti praktikum mengajar di sekolah pendidikan khusus selama masa studinya untuk kualifikasi pendidikan khusus internasional (MOE,2024. Di Indonesia pendidikan untuk menjadi guru tidak dinaungi oleh suatu lembaga saja, melainkan diadakan oleh banyak universitas namun standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang diinginkan telah diatur oleh pemerintah melalui peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Repubik Indonesia (PERMENDIKNAS) No. 15 Tahun 2007 untuk menjadi guru formal di berbagai jenjang diharuskan memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S. Secara spesifik guru PAUD/TK/ haruslah diploma empat atau sarjana dalam bidang anak usia dini atau psikologi dari program studi yang terakreditasi, guru SD/MI harus memiliki gelar diploma empat atau sarjana dalam bidang pendidikan sekolah dasar atau psikologi, guru SMP/ MTs. SMA/MA dan SMK/ MAK memiliki gelar akademik diploma empat atau sarjana dengan program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, dan guru sekolah luar biasa memiliki gelar diploma empat atau sarjana. Perbedaan pendidikan guru di Indonesia dengan di Singapura tercantum pada tabel 1. Tabel 1. Perbedaan Pendidikan Guru di Singapura dan di Indonesia Aspek Lembaga pendidikan Syarat Program Durasi pendidikan Biaya Kesempatan kerja setelah lulus Singapura NIE (The National Institute of Educatio. Sertifikat A-Level/ diploma politeknik/ sarjana Diploma in education dan postgraduate diploma in 16 bulan hingga 2 tahun Gratis beasiswa pemerintah Terikat kontrak kerja dengan pemerintah selama tiga tahun Indonesia Universitas Lulus sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat Program studi pendidikan sesuai dengan bidang studi 4 tahun atau maksimal 7 tahun Dibayarkan oleh individu sesuai dengan ketentuan universitas Tidak terikat kontrak kerja dengan Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Pengelolaan Guru Pengelolaan guru merupakan kegiatan pengelolaan guru sebgaai tenaga profesional guna terwujudnya tujuan penyelenggaraan pendidikan (Widiarto, 2. Di Indonesia guru dapat dikatakan profesional apabila memenuhi standar kompetennsi profesional guru yang terdapat pada pasal 2 ayat . PP Nomor 74/2008 tentang guru yaitu guru menguasai materi mata pelajaran yang diampu secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi, menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu (Yasin, 2. Singapuran memiliki berbagai jalur bagi guru untuk mengembangkan karir hingga mencapai peluang kerja bergengsi di tingkat nasional dan tidak terbatas pada pengajaran rutin seumur hidup. Guru di Singapura diberikan beberapa pilihan jalur pendidikan untuk program profesionalitas (Goodwin. Low, & Ng, 2. Kebebasan untuk memilih ini bertujuan agar guru fokus kepada satu jalur pendidikan program profesionalitas. Terdapat program Teacher Track dimana guru akan berfokus untuk mengajar, menjadi guru mentor untuk guru baru, dan dapat menjadi pemimpin sekolah. Program kedua yaitu Specialist Track yang mana guru berfokus untuk merencanakan dan mengembangkan kurikulum Program ketiga yaitu Leadership Track, guru berfokus melakukan peran administratif, peran regional, dan dapat menjadi Direktur Pendidikan di Kementerian. Gambar 1. Jalur Profesional Guru di Singapura (MOE, 2024. Indonesia juga memiliki program pengelolaan guru untuk menciptaknan guru yang profesional. Program pertama yaitu pendidikan profesi guru (PPG) yang merupakan program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempesiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/ DIV non kependidikan yang memiliki minat dan bakat untuk menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan (Pangestika & Alfarisa, 2. program PPG dibagi menjadi dua, yaitu PPG prajabatan dan PPG dalam jabatan. PPG prajabatan dilaksanakan untuk lulusan S1/ D4 yang belum mulai mengajar dengan durasi pendidikan dua semester . , sedangkan PPG dalam jabatan dilaksanakan untuk guru yang sudah mengajar dengan durasi pendidikan 2-3 bulan (Maulana et al. Berdasarkan peraturan pemerintah terbaru yaitu PP No 48/2005 pesyaratkan kualifikasi guru yaitu memiliki kompetensi akademik minimal S1 atau D4, kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesional, serta sertifikat pendidik. Dengan adanya peraturan tersebut program PPG prajabatan Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 merupakan langkah yang tepat untuk menghadirkan calon guru profesional yang nantinya dapat mengisi kekosongan guru di sekolah (Arifa & Prayitno, 2. Program kedua yaitu program guru penggerak (PGP) yang merupakan program pengembangan profesionalisme guru untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai kemampuan kepemimpinan dalam pembelajaran dan pedagogik sehingga diharapkan guru mampu menggerakkan selurut lingkungan belajar baik di dalam maupun di luar sekolah (Manao et al. , 2. Melalui program ini guru juga memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin pendidikan. Program ini dilaksanakan dengan durasi 6 bulan pendidikan dengan komposisi 70% pembelajaran di lingkungan kerja khusus mereka, 20% berkonsentrasi bersama rekanan, dan 10% penelitian dengan orang lain, serta fasilitator dan pemandu (Damayanti et al. , 2. Perbedaan pengelolaan guru di Singapura dengan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Perbedaan Pengelolaan Guru di Singapura dan di Indonesia Aspek Tujuan Syarat Singapura Pengembangan karir selain guru Lulusan terbaik dari diploma in education atau postgraduate diploma in Program Teacher track Specialist track Leadership track Indonesia Mencetak guru profesional Utama : Lulus S1/ D4 PPG Prajabatan : belum menjadi guru PPG Daljab : sudah menjadi guru terdata di PGP : sudah menjadi guru terdata di dapodik PPG prajabatan PPG dalam jabatan Program Guru Penggerak Kualitas Guru di Indonesia Guru memegang peranan sangat penting dalam keberlangsungan pendidikan, sebagaimana yang kita ketahui bahwa guru diberi sematan sebagai jantung pendidikan, sehingga kualitas guru menjadi tolak ukur dan cerminan kualitas pendidikan di Indonesia. The World Top 20 Project Education Network merupakan suatu organisasi yang telah mensurvei, mengevaluasi serta mendokumentasikan kemajuan sistem pendidikan di negara-negara yang tergabung dalam PBB dalam rangka mendukung misi pendidikan yang berkelanjutan (SDGs . merilis basis data pendidikan internasional yang diperoleh hasil bahwa sistem pendidikan Indonesia menduduki peringkat ke-67 dari 200 negara, sedangkan singapura menempati peringkat 22 dari 200 negara. Berbicara tentang kualitas, erat kaitannya dengan kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini kemudian menjadi sebuah amanah dan tantangan yang besar bagi guru untuk meningkatkan kualitas dirinya agar mampu mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi Guru berkualitas yaitu guru profesional yang mana kriterianya tercantum pada UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru yang profesional yaitu guru yang . memenuhi syarat kualifikasi akademik yaitu latar belakang pendidikan yang memadai dan relevan dengan bidang ajarnya. menguasai empat kompetensi guru, yaitu: kompetensi pribadi, pedagogik, profesional, dan sosial (Susiani & Abadiah, 2. Saat ini pemerintah terus mengupayakan program peningkatan guru profesional melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) . Berdasarkan data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015, guru di Indonesia yang memiliki nilai minimal 80 tidak lebih dari 30%. Secara nasional poin rata-rata nasional untuk guru TK yaitu 43,74 poin, guru SD 40,14 poin, guru SMP 44,14 poin, dan guru SMA 45,38 poin. Sedangkan pada hasil UKG 2017 nilai rata-rata nasional belum mencapai 70 poin (Veirissa, 2. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak guru di Indonesia yang belum kompeten. KESIMPULAN Kualitas pendidikan suatu negara sangat linier dengan kualitas guru yang ada pada negara tersebut. Ketika kualitas guru dari negara tersebut baik maka akan menciptakan pula kualitas pendidikan yang Kualitas guru di Singapura lebih baik dibandingkan dengan kualitas rata-rata guru yang ada di Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) Vol. No. Februari 2025. Hal. https://jurnal-id. com/index. php/jupin DOI: https://doi. org/10. 54082/jupin. p-ISSN: 2808-148X e-ISSN: 2808-1366 Indonesia. Hal ini menjadi pengaruh untuk kualitas pendidikannya, yang mana pendidikan singapura menurut OECD sudah berada di peringkat pertama, sementara Indonesia jauh di bawahnya. Pendidikan untuk menjadi guru dan program pengelolaan guru mempengaruhi kualitas guru. Pendidikan guru yang sesuai kebutuhan dan penyeleksian yang ketat menjadi kunci Singapura dalam mendapatkan guru yang Program pengembangan karir guru yang terstruktur juga menjadikan guru tidak memiliki pekerjaan ganda seperti umumnya guru di Indonesia sehingga kualitas guru di Singapura dapat terjaga kualitas dan profesionalitasnya. DAFTAR PUSTAKA