Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X PENGARUH KOMBINASI ZPT IBA DAN BAP TERHADAP REGENERASI IN VITRO TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L. VARIETAS PSJT 941 DAN KIDANG KENCANA EFFECT OF ZPT IBA AND BAP COMBINATION ON IN VITRO REGENATION OF SUGARCANE (Saccharum officinarum L. VARIETIES PSJT 941 AND KIDANG KENCANA Putri Luna Parahita1*. Hayatul Rahmi1. Nurcahyo Widyodaru Saputro1. Ajat Sudrajat2 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jl. HS. Ronggo Waluyo. Puseurjaya. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361. Indonesia Pusat Penelitian Agronomi (Puslit Agr. PT. PG Rajawali II Komplek PG Jatitujuh. Desa Jatiraga. Jatitujuh. Majalengka. Jawa Barat 45468. Indonesia ABSTRAK Tanaman tebu merupakan salah satu jenis sumber tanaman utama penghasil gula. Teknik perbanyakan tebu umumnya dilakukan secara konvensional, seperti menggunakan stek batang yang memerlukan waktu berkisar setahun. Namun, melalui regenerasi tebu secara in vitro menjadi alternatif dalam mempercepat produksi bibit, stabilitas genetik tanaman . rue-to-typ. , jumlah bibit meningkat, dan tanaman bebas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ZPT IBA dan BAP terhadap regenerasi tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Penelitian dilakukan di Puslit Agro Majalengka mulai dari bulan Februari sampai April 2023. Bahan yang digunakan adalah kalus tanaman Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan faktor pertama varietas tebu PSJT 941 . dan Kidang Kencana . Faktor kedua merupakan kombinasi media ZPT IBA dan BAP yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh interaksi pemberian kombinasi ZPT IBA dan BAP dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan tunas tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Jumlah tunas terbaik terdapat pada varietas PSJT 941 dengan 55, berbeda nyata dengan varietas Kidang Kencana. Perlakuan media terbaik terdapat pada media m1 (MS. dalam tinggi tunas dan panjang akar. Kata kunci: BAP. IBA. Regenerasi, dan Tebu ABSTRACT Sugarcane stands as one of the primary plant sources for sugar production. Conventional propagation techniques for sugarcane, such as utilizing stem cuttings that require a year for development. Nevertheless, in vitro sugarcane regeneration is an alternative method to accelerate seedling production, ensure genetic stability . rue-to-typ. , bolster the number of seedlings, and cultivate disease-free plants. This research aims to examine the impact of a combined application of PGRs. IBA and BAP on the regeneration process of PSJT 941 and Kidang Kencana varieties. The research was conducted at the Agro Research Center in Majalengka from February to April 2023. Callus derived from sugarcane plants was used as the experimental material. This study used a Completely Randomized Factorial Design (CRFD), with the first factor is the sugarcane varieties, namely PSJT 941 . , and Kidang Kencana . The second factor entailed a combination of IBA and BAP media, consisting of 9 treatments with 3 replications. Data were analyzed using ANOVA test at 5% level. The results showed that there was interaction effect from the combined application of IBA and BAP, significantly stimulating the growth and development of shoots in both the sugarcane varieties. Keywords: BAP . IBA . Regeneration, and Sugarcane -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: putriluna03@gmail. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 terdiri dari IBA dan BAP merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk meningkatkan perbanyakan tunas. Kedua bahan tersebut bertindak sebagai auksin dan sitokinin yang merupakan hormon penting dalam proses perkembangan tunas (Suryowinoto, 1990 dalam Supalal, 2. Regenerasi tunas tebu dapat dilakukan dengan mengikuti metode kultur yang telah teruji Pertumbuhan dan perkembangan tunas tebu kemudian dapat diamati dan diukur untuk menentukan komposisi media yang paling baik untuk meregenerasi tunas tebu. Penelitian ini juga dapat membantu mengetahui jumlah auksin dan sitokinin yang optimal pada tanaman tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana. Pendahuluan Gula pasir berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengatur hal tersebut pada Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang menetapkan gula sebagai salah satu bahan pokok hasil industri. Permintaan gula nasional diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan industri yang menggunakan gula sebagai bahan baku. Namun, tingginya permintaan gula masyarakat Indonesia tidak diimbangi dengan pasokan gula dalam negeri yang mencukupi. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L. merupakan salah satu jenis tanaman utama penghasil gula. Indonesia sebagai penghasil nira untuk bahan baku gula putih mengalami penurunan jumlah produksi gula yang dihasilkan oleh petani dan pabrik gula, terutama yang berkapasitas rendah tidak dapat beroperasi dengan Hal ini berkaitan dengan produksi bibit untuk memenuhi kebutuhan perkebunan tebu menyebabkan industri gula di Indonesia mengalami penurunan produksi yang fluktuatif. Produksi tebu yang diperoleh tidak terlepas dari dua faktor yang saling berpengaruh yaitu penyediaan bibit dan potensi genetik bibit tebu (Pambudi, 2015. Alwani et al. , 2. Teknik perbanyakan tebu secara vegetatif dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu konvensional dan kultur jaringan (Azizi et al. , 2. Secara konvensional, bibit tebu yang berasal dari 2-3 buku . batang tebu ditanam dan memerlukan waktu berkisar setahun untuk tumbuh di lapangan. Proses produksi ini mencakup beberapa kendala di antaranya memerlukan lahan yang luas, bahan tanaman induk, tenaga kerja yang banyak, waktu tanam yang dipengaruhi musim, serta serangan hama penyakit yang sulit dihindarkan. Oleh karena itu, regenerasi tanaman untuk melakukan perbanyakan . tebu dalam meningkatkan produksi bibit melalui metode kultur jaringan . n-vitr. menjadi salah satu alternatif karena selain untuk menjamin stabilitas genetik tanaman yang dihasilkan . rue-to-typ. , jumlah bibit yang dihasilkan meningkat, dan tanaman bebas penyakit, khususnya virus mozaik (Sukmadjaja et al. , 2. Pertumbuhan dan perkembangan tunas tebu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kombinasi media yang digunakan dalam kultur jaringan. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang Metode Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Pusat Penelitian Agronomi (Puslitagr. PT Rajawali II. Unit Komplek PG. Jatitujuh. Desa Jatiraga. Kecamatan Jatitujuh. Kabupaten Majalengka. Jawa Barat. Waktu pelaksanaan penelitian dari bulan Februari 2023 sampai April 2023. Bahan tanaman yang akan digunakan dalam percobaan ini antara lain eksplan kalus tebu varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana (KK) yang diperoleh dari gulungan daun yang telah ditanam sebelumnya pada media induksi kalus terbaik (MS. Kinetine 0,5 mg/l NAA 3 mg/l 2,4-D 3 mg/. , larutan stok makronutrien medium MS, larutan stok mikronutrien medium MS, larutan stok Fe EDTA, larutan stok vitamin dan myo inositol, larutan stok zat pengatur tumbuh BAP dan IBA, larutan NaOH 0,1 N dan 1 N, larutan HCl 0,1 N dan 1 N, agar-agar, gula, alkohol 70%, alkohol 95%, aquadest, tissue, dan sabun cuci piring . erkandung bahan aktif surfakta. , aluminium foil, cling wrap, clorox,detergen, kertas label, spidol. Alat-alat yang akan digunakan dalam percobaan ini antara lain botol kultur, timbangan analitik. Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), autoclave, oven, lemari pendingin, erlenmeyer, gelas ukur, beaker glass, dan magnetic stirrer, pipet tetes 10 ml dan 5 ml, karet sedot pipet, pH meter, hand sprayer, talenan plastik, bunsen, alat diseksi . inset, scalpel, pisau, jarum os. , cawan petridish, thermo-hygrometer, rak kultur, six box, masker, jas laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Faktor pertama adalah e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 varietas tanaman tebu (T) yang terdiri dari dua yaitu varietas PSJT 941 . dan Kidang Kencana . Faktor kedua adalah kombinasi perlakuan ZPT IBA dan BAP (M) dan terdiri dari 9 kombinasi konsentrasi . 1, m2, m3, m4, m5, m6, m7, m8, m. Interaksi perlakuan dari kedua faktor diulang sebanyak tiga ulangan maka diperoleh 54 unit percobaan. Data variabel yang diamati yaitu waktu inisiasi tunas . , jumlah tunas . , tinggi tunas . , dan panjang akar . yang dianalisis dengan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 95%, dilanjutkan analisis uji lanjut DuncanAos Multiple Range Test (DMRT). Analisis menggunakan program Statistical Analysis System (SAS). Hasil dan Pembahasan Waktu Muncul Tunas Indikator munculnya tunas merupakan faktor keberhasilan dalam mikropropagasi tanaman melalui kultur jaringan. Semakin cepat kalus beregenerasi menjadi tunas, maka proses pertumbuhan bibit menjadi lebih awal dan memperpendek masa kultur (Suhesti et al. , 2. Inisiasi tunas pada kalus yang digunakan merupakan kalus embriogenik yang berasal dari media induksi kalus. Kalus embriogenik memiliki kemampuan yang lebih baik dalam pembentukan organ seperti tunas, daun, dan akar dibandingkan dengan kalus non embriogenik (Suhesti et al. Pada hasil analisis ragam (Tabel . diketahui bahwa terdapat pengaruh interaksi perlakuan jenis varietas dan kombinasi media terhadap waktu muncul tunas. Tabel 1. Pengaruh perlakuan varietas tanaman tebu dan kombinasi media terhadap waktu muncul tunas Varietas Tebu . Perlakuan Kombinasi Media . PSJT 941 . KK . IBA 0 ppm BAP 0 ppm 33 ab IBA 0 ppm BAP 0,5 ppm 00 bc 00 ab IBA 0 ppm BAP 1 ppm 33 efg 67 def IBA 0,5 ppm BAP 0 ppm 00 de 00 bc IBA 0,5 ppm BAP 0,5 ppm 00 gh IBA 0,5 ppm BAP 1 ppm IBA 1 ppm BAP 0 ppm 33 de 33 bc IBA 1 ppm BAP 0,5 ppm 33 fgh 67 def IBA 1 ppm BAP 1 ppm 33 fgh 00 cd KK (%) Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf Perbedaan waktu muncul tunas yang terjadi pada eksplan varietas PSJT 941 dan Kidang Kencana diduga karena pengaruh perbedaan konsentrasi pada zat pengatur tumbuh eksogen berupa IBA dan BAP. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian George dan Sherrington, . dalam Pambudi, . yang menyatakan bahwa interaksi dan keseimbangan antara zat pengatur tumbuh (ZPT) eksogen dan endogen dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu eksplan. Keseimbangan konsentrasi auksin dan sitokinin dalam media mengakibatkan proses fisiologis dalam eksplan berlangsung secara efektif untuk memacu awal pertumbuhan tunas (Rochmah, 2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ali et al. dalam Suhesti et al. , bahwa penambahan sitokinin seperti BAP sering digunakan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan regenerasi pembentukan tunas. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 dengan varietas Kidang Kencana. Hal ini disebabkan karena secara genetik varietas tebu PSJT 941 memiliki sifat perkecambahan cepat dan seragam (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, 2. Menurut Panwhar et al. , . dalam Kartika dan Supriyanto . , bahwa produktivitas tebu tergantung dari varietas yang berkaitan dengan karakter genetik tanaman. Jumlah Tunas Tinggi Tunas Pada Gambar 2. memperlihatkan respon terbaik tinggi tunas pada varietas PSJT 941, sedangkan untuk varietas Kidang Kencana kurang sesuai pada media yang diberikan menyebabkan tanaman tidak tinggi secara seragam dan warna daun hijau kekuningan. Gambar 1. Penentuan skor jumlah tunas eksplan pada umur 6 msk . tunas skor 0. tunas skor 1. tunas skor 2, . tunas skor 3, . tunas skor 4 Hasil data analisis ragam pada pengamatan jumlah tunas diperoleh nilai Sig. 05 yang berarti tidak terdapat interaksi antar tebu dan kombinasi media dalam mempengaruhi jumlah tunas eksplan tanaman Kemudian, dilakukan analisis faktor mandiri pengaruh varietas tebu dan kombinasi media terhadap tinggi tunas eksplan tanaman tebu diketahui varietas tanaman tebu menunjukan hasil berbeda nyata pada Tabel 2. Gambar 2. Pertumbuhan tinggi tunas pada varietas tebu . eksplan PSJT 941, . eksplan Kidang Kencana Hasil pengamatan terhadap tinggi tunas setelah dilakukan analisis ragam didapatkan nilai Sig > 0. 05 yang berarti tidak terdapat interaksi antar varietas tebu dan kombinasi media dalam mempengaruhi tinggi tunas eksplan tanaman tebu. Kemudian, dilakukan analisis faktor mandiri pengaruh varietas tebu dan kombinasi media terhadap tinggi tunas eksplan tanaman tebu diketahui menunjukan hasil berbeda nyata (Tabel 3 dan . Tabel 2. Faktor mandiri perlakuan varietas tanaman tebu terhadap jumlah tunas Perlakuan Kode Jumlah Tunas PSJT 941 Kidang Kencana KK (%) Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf 5%. Tabel 3. Faktor mandiri perlakuan varietas tanaman tebu terhadap tinggi tunas Tinggi Tunas Kode Perlakuan . PSJT 941 Kidang Kencana KK (%) Rata-rata jumlah tunas tertinggi selama 6 minggu pengamatan terjadi pada varietas PSJT 941, yaitu skor 3. Sedangkan jumlah tunas terendah terdapat pada varietas Kidang Kencana, yaitu skor 2. 18 yang menunjukan bahwa perlakuan varietas tebu PSJT 941 memiliki keunggulan sifat morfologi menghasilkan jumlah tunas tertinggi pada clump kalus, berbeda halnya Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf 5%. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Tabel 4. Faktor mandiri perlakuan kombinasi media terhadap tinggi tunas Tinggi Kode Perlakuan Tunas . IBA BAP IBA 0 ppm BAP 0,5 ppm IBA 0 ppm BAP 1 ppm IBA 0,5 ppm BAP 0 ppm IBA 0,5 ppm BAP 0,5 IBA 0,5 ppm BAP 1 ppm IBA 1 ppm BAP 0 ppm IBA BAP IBA 1 ppm BAP 1 ppm KK (%) antar varietas tebu dan kombinasi media dalam mempengaruhi panjang akar eksplan tanaman tebu (Gambar . Kemudian, dilakukan analisis faktor mandiri pada pengaruh varietas tebu dan kombinasi media terhadap panjang akar eksplan tanaman tebu diketahui menunjukan hasil berbeda nyata (Tabel . Gambar 3. Kondisi perakaran umur 6 msk pada media terbaik perlakuan . arietas PSJT 941. IBA 0 ppm BAP 0 pp. arietas KK. IBA 1 ppm BAP 0 ppm. Tabel 5. Faktor mandiri perlakuan varietas tanaman tebu terhadap panjang akar Kode Perlakuan Panjang Akar . PSJT 941 Kidang Kencana Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf 5%. Hasil uji lanjut faktor mandiri varietas tebu pada Tabel 3. menunjukan hasil tinggi tunas terbaik pada varietas PSJT 941 dengan tinggi 2. cm, berbeda halnya dengan varietas Kidang Kencana dengan tinggi 1. 80 cm. Pada Tabel 4. diketahui respon terbaik pada faktor mandiri kombinasi media yaitu m1 (MS. dengan nilai 43cm dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya tetapi tidak beda nyata dengan perlakuan media m4 (IBA 0,5 ppm BAP 0 pp. , m5 (IBA 0,5 ppm BAP 0,5 pp. , dan m9 (IBA 1 ppm BAP 1 pp. Pada formulasi media regenerasi tanpa pemberian ZPT (MS. dapat merangsang munculnya tunas karena terdapat hormon sitokinin endogen sendiri di dalam eksplan yang diproduksi oleh tumbuhan dan dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sel (Islamia et al. , 2. Menurut Hardiyati et al. , semakin tinggi kadar konsentrasi ZPT yang diberikan maka akan mengakibatkan terhambatnya pemanjangan tunas. KK (%) Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf 5%. Tabel 6. Faktor mandiri perlakuan kombinasi media terhadap panjang akar Panjang Kode Perlakuan Akar IBA BAP m2 IBA 0 ppm BAP 0,5 ppm m3 IBA 0 ppm BAP 1 ppm m4 IBA 0,5 ppm BAP 0 ppm IBA 0,5 ppm BAP 0,5 70 ab m6 IBA 0,5 ppm BAP 1 ppm m7 IBA 1 ppm BAP 0 ppm m8 IBA 1 ppm BAP 0,5 ppm 69 ab m9 IBA 1 ppm BAP 1 ppm KK (%) Panjang Akar Hasil pengamatan terhadap panjang akar setelah dilakukan analisis ragam didapatkan nilai Sig > 0. 05 yang berarti tidak terdapat interaksi Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT pada taraf 5%. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Daftar Pustaka Hasil uji lanjut faktor mandiri varietas tebu PSJT 941 pada Tabel 5. menunjukan respon berbeda nyata dengan varietas Kidang Kencana. Berdasarkan faktor mandiri kombinasi media pada Tabel 6 menunjukan hasil berbeda nyata. Pada media m1 memberikan respon panjang akar terbaik, yakni 0. 86 cm dan berbeda nyata dengan perlakuan media lainnya, tetapi tidak beda nyata dengan media m5, m7 dan m9. Hal ini menunjukan bahwa fungsi sitokinin dengan auksin berpengaruh terhadap pembentukan akar. Namun,pemberian media dasar m1 (MS. tanpa penambahan ZPT dapat terbentuk pada varietas PSJT 941 (Gambar . Hal ini diduga karena terdapat hormon auksin, baik endogen sendiri di dalam eksplan yang diproduksi oleh tumbuhan dan akumulasi eksogen pada saat induksi media kalus sebelumnya sehingga tersintesis pada jaringan apikal meristem. kemudian ditransportasikan ke bagian bawah sehingga memacu pertumbuhan akar pada eksplan tanaman tebu (Suhesti et al. Fenomena ini sejalan dengan peneltian Karjadi dan Buchory . dalam Suhesti et al. , bahwa pertumbuhan akar pada planlet bawang merah memberikan hasil terbaik pada media MS0. Alwani. Meiriani, dan Mawarni. Pertumbuhan Bibit Bud set Tebu (Saccharum officinarum L. ) pada Berbagai Umur Bahan Tanam Lama Penyimpanan. Journal of Chemical Information and Modeling. , 1689Ae Azizi. Ika. , dan Darda. Multiplikasi Tunas In Vitro Berdasarkan Jenis Eksplan pada Enam Genotipe Tebu (Saccharum officinarum L. Jurnal Penelitian Tanaman Industri,. , 90Ae97. Hardiyati. Budisantoso. , dan Safia. Multiplikasi Tunas Pisang Ambon Dua Tandan pada Pemberian Kinetin dalam Kultur In Vitro. Majalah Ilmiah Biologi Biosfera: A Scientific Journal. , 11Ae17. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. Deskripsi Varietas Komersial PSJT P3GI Pasuruan. Islamia. Purnomo. Rahmi. , dan Suhesti. Induksi Tunas Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L. ) Varietas CMG Agribun dengan Pemberian Berbagai Konsentrasi Indole Butyric Acid (IBA) dan Benzyl Amino Purine (BAP). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. , 178Ae183. Kesimpulan Perlakuan kombinasi media ZPT IBA dan BAP memberikan pengaruh interaksi terhadap waktu muncul tunas varietas tebu PSJT 941 dan Kidang Kencana. Sementara jumlah tunas, tinggi tunas, dan panjang akar tidak berinteraksi namun terdapat pengaruh yang berbeda nyata untuk faktor mandiri jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar. Media terbaik terdapat pada media m1 (MS. dengan respon tinggi tunas 3. 43 cm dan panjang akar, yakni 0. 86 cm, tapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan m5 (IBA 0,5 ppm BAP 0,5 pp. , dan m9 (IBA 1 ppm BAP 1 pp. Kartika. , dan Supriyanto. Pengaruh Macam Varietas dan Zat Pengatur Tumbuh Alami Terhadap Pertumbuhan Kalus Tebu (Saccharum officinarum L. ) Secara In Vitro. Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian. Ucapan Terima Kasih