Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. 208Ae219 Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran TaAolim MutaAoalim di SMA MaAoarif NU 04 Kangkung Khusnul Huda1*. Nurul Alam2. Evi Indriani3. Isnaeni Nahariyah4. Aniq Maulaya5. Nofiyatul Romdhonah6 1,2,3,4,5,6Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: hudasmn34@gmail. *Corespondensi Author Abstrak pentingnya internalisasi adab dalam menuntut ilmu, sebagaimana diajarkan dalam kitab klasik tersebut, agar peserta didik tidak hanya memahami aspek kognitif, tetapi juga menghayati nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mengagungkan ilmu dan ahlinya diwujudkan melalui beberapa strategi, antara lain pembiasaan sikap hormat kepada guru, menjaga tata krama dalam belajar, serta menanamkan kesadaran bahwa ilmu adalah cahaya yang harus dijaga kesuciannya. Implementasi tersebut memberikan dampak positif, yaitu meningkatnya kedisiplinan, kesantunan, serta motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai TaAolim MutaAoalim khususnya dalam aspek mengagungkan ilmu dan ahlinya, berperan penting dalam membentuk karakter religius dan etika belajar siswa di SMA MaAoarif NU 04 Kangkung. Kata kunci: Penerapan. Mengagungkan Ilmu. TaAolim MutaAoalim. Abstract The importance of internalizing manners in seeking knowledge, as taught in this classical book, so that students do not only understand cognitive aspects, but also embody moral and spiritual values. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and The results show that the implementation of honoring knowledge and its scholars is realized through several strategies, such as fostering respect for teachers, maintaining proper etiquette in learning, and instilling awareness that knowledge is a light that must be preserved in its purity. This implementation has positive impacts, including improved discipline, politeness, and studentsAo learning Thus, it can be concluded that the implementation of the values of TaAolim al-MutaAoallim, particularly in the aspect of honoring knowledge and its scholars, plays This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran TaAolim MutaAoalimA. an important role in shaping religious character and learning ethics among students at SMA MaAoarif NU 04 Kangkung. Keywords: Implementation. Honoring Knowledge. TaAolim al-MutaAoallim. PENDAHULUAN Di masa sekarang ini, banyak penuntut ilmu yang sudah bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu, tetapi tidak juga sampai kepada ilmu tersebut, tidak Disamping itu, mereka juga keliru dalam menempuh jalan untuk mencari ilmu dan meninggalkan syarat-syarat maupun adab-adab dan hal-hal lain yang terkait dengan menuntut ilmu. 1 Imam Az-Zarnuji dalam kitab TaAolim MutaAoalim berpendapat bahwasannya dalam mengagungkan ilmu terkandung juga nilai- nilai ibadah didalamnya yang dapat menghantarkan penuntut ilmu untuk dapat mencapai kebahagiaan di dunia maupun akhirat. 2 Dalam kitab TaAolim MutaAoalim. Syech Az Zarnuji menyebutkan: AuKetahuilah sesungguhnya orang yang mencari ilmu itu tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan dapat mengambil manfaatnya tanpa mau menghormati ilmu dan gurunyaAy. 3 Dengan demikian Penghormatan terhadap ilmu dan guru merupakan hal yang harus dilakukan oleh murid dalam menuntut ilmu, dengan harapan bisa mendapatkan berkah dan manfaat di masa mendatang. Menghormati dan memuliakan guru, bukan merupakan sebuah teori semata, hal tersebut dikemukakan secara jelas oleh Imam Az-Zarnuji dalam syaAoirnya: AuMaka, sesungguhnya orang yang mengajar kamu satu huruf, yang hal itu masalah agama dan kamu perlukan maka dia termasuk . sebagai bapakmu dalam agamaAy. Ungkapan di atas menunjukkan secara jelas bahwa mengajari ilmu mempelajari agama, disebut sebagai bapak spiritual, sehingga kedudukan guru 1 Maryadi. AuMENGAGUNGKAN ILMU DAN AHLI ILMU DALAM PERSPEKTIF IMAM AZ-ZARNUJI (TelaAoah Kitab TaAolimul MutaAoallim Bab IV),Ay 2024. 2 Paliana Susi Akina and Martoyo. AuTaAolim MutaAoalim Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu,Ay Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) 145Ae52, https://doi. org/10. 61930/pjpi. 3 Alfiyan Rizky. AuInternalisasi Etika Santri Dalam Menuntut Ilmu Melalui Kitab TaAolimul MutaAoallim Di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Ajung,Ay Indonesian Journal of Islamic Teaching 4, no. : 24Ae47. Khusnul Huda, dkk sangat terhormat dan tinggi, karena dengan jasanya seorang mencapai ketinggian spiritual dan keselamatan akhirat. Az-Zarnuji mengatakan bila seorang murid lebih menghormati seorang guru berarti menaikkan tingkat ketaqwaan kepada Allah SWT sangat tinggi. Meninggikan sikap dan adab kepada guru dan pada orang lain yang lebih tua maka secara tidak langsung juga menaikkan ketaqwaan kepada Allah SWT, sehingga semakin meningkat juga harkat dan martabat yang Allah angkat. 5 Murid harus menghormati gurunya dan menjaga kehormatannya, baik dihadapannya maupun dibelakangnya. Menurut Ibrahim Ibnu Syaiban. Barang siapa tidak menghormati gurunya, maka dia akan diuji dengan tuduhan-tuduhan palsu dan kesalahannya akan tersingkap Berarti murid yang tidak menghormati gurunya, akan sulit untuk memperoleh ilmu yang manfaat. Menghormati ilmu dan guru adalah salah satu sifat yang mesti dimiliki oleh setiap pelajar, bila ia ingin sukses dalam mencari ilmu. Bahkan karena pentingnya hormat kepada guru, al-Zarnuji memberikan nasihat kepada para pelajar agar ia tidak berjalan di depannya, tidak duduk di tempatnya, dan bila di hadapan guru ia tidak memulai bicara kecuali ada izinnya. 7 Sesungguhmya menghormati ilmu dan guru adalah salah satu faktor penentu kebahagiaan dan keberhasilan seseorang. Begitu juga sebaliknya, kurang menghormati atau tidak menghormati adalah alamat . jelek dan jurang kehancurannya. Tidaklah kebaikan dunia dan akhirat kecuali dapat diraih dengan menghormati, dan tidaklah tercegah kebaikan dunia dan akhirat melainkan karena kurangnya menghormati ilmu dan guru. Dalam pendidikan Islam, kitab Ta'lim Muta'allim karya Imam Az-Zarnuji menjadi rujukan yang menggaris bawahi pentingnya adab dan etika dalam 4 Paliana Susi Akina and Martoyo. AuTaAolim MutaAoalim Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu. Ay 5 Mamat Qodir Saeful. AuPemikiran Syaikh Az-Zarnuji Adab Murid Terhadap Guru Dalam Kitab TaAolim Al MutaAoallim,Ay As-Salam: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman 4, no. : 1Ae16. 6 Fuadi Fuadi. AuRefleksi Pemikiran Hamka Tentang Metode Mendapatkan Kebahagiaan,Ay Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin . https://doi. org/10. 22373/substantia. 7 Dedi Mulyasana. AuKonsep Etika Belajar Dalam Pemikiran Pendidikan Islam Klasik,Ay Tajdid 26, 1 . : 100, https://doi. org/10. 36667/tajdid. 8 Almaydza Pratama Abnisa. AuAdab Murid Terhadap Guru Dalam Perspektif Hadits,Ay TARQIYATUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Madrasah Ibtidaiyah 1, no. : 92Ae103, https://doi. org/10. 36769/tarqiyatuna. Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran TaAolim MutaAoalimA. menuntut ilmu. Salah satu prinsip yang ditekankan dalam kitab ini adalah pengagungan terhadap ilmu dan ahli ilmu . Prinsip ini tidak hanya relevan di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat diimplementasikan di lembaga pendidikan formal seperti SMA. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip mengagungkan ilmu dan ahlinya dalam pembelajaran Ta'lim Muta'allim di SMA Maarif NU 04 Kangkung. METODE PENELITIAN Peneliti melaksanakan penelitian di SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Yang dimaksud penelitian kualitatif yaitu penelitian yang hasil datanya berupa tulisan deskriptif fenomena yang diteliti. Penelitian Pengumpulan data oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dan Observasi pembelajaran TaAolim MutaAoalim, dan interaksi antara siswa dan guru, serta siswa dengan siswa lainnya di SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Wawancara dilakukan secara terorganisir kepada guru BK, guru PAI BP & Talim MutaAoalim, untuk mendapat informasi data yang sesuai. Dokumentasi disertai dengan pengambilan foto-foto yang mendukung. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG SMA MAARIF NU 04 Kangkung, sebuah lembaga pendidikan menengah atas yang berlokasi di Kecamatan Kangkung. Kabupaten Kendal. Jawa Tengah, berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia. Beralamat di Krajan. Laban. Kec. Kangkung. Kabupaten Kendal. Jawa Tengah 51353, sekolah ini menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan fasilitas pendidikan yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Kami mengutamakan pengembangan potensi siswa secara holistik, baik akademik maupun non-akademik, agar mereka siap menghadapi tantangan di masa depan. 9 Hasan Syahrizal and M Syahran Jailani. AuJenis-Jenis Penelitian Dalam Penelitian Kuantitatif Dan KualitatifAy 1 . : 13Ae23. Khusnul Huda, dkk Sebagai sekolah yang bernaung di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). SMA MAARIF NU 04 Kangkung mengedepankan nilai-nilai agama dan keislaman dalam seluruh aspek kegiatan sekolah. AuKami berupaya menanamkan karakter yang baik dan akhlak mulia pada siswa, sehingga mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berbudi pekerti luhur. AyUcap Ibu Nafisatul Millah,S. E selaku Kepala Sekolah SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya dalam Pembelajaran Dalam 3 pertemuan pelajaran Ta'lim Muta'alim di setiap kelas yang diampu oleh Mahasiswa STIK M. Nurul Alam selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan berlangsung siswa tidak ada yang bicara saat Kitab sedang dibaca dan semuanya menulis makna gandul di kitab yang telah mereka bawa terkecuali yang tidak membawa secara otomatis menulis ringkasan materi kitab TaAolim MutaAoallim yang sedang dijelaskan tanpa disuruh. Ay Sejak awal masuk saya sudah pernah menyuruh anak-anak yang tidak membawa ktab untuk menulis ringkasan penjelasan materi yang diterangkan dan dikumpulkan. Ay Terang Pak Hasan. Dan benar,siswa yang tidak membawa kitab sangat memperhatikan dan bertanggungjawab karena tidak membawa kitab secara langsung merangkum atau meringkas penjelasan materi yang diterangkan dan mengupulkannya tanpa disuruh setelah jam Pelajaran Hal ini menunjukkan bahwa siswa SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG memperhatikan dan mantaAoati setiap apa yang dikatakan dan diperintahkan oleh Gurunya. Adab yang dimiliki siswa SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG bisa dikatakan sangat baik dan sangat mengagungkan ahli ilmu dalam artian guru, suatu ketika bertepatan kunjungan monitoring oleh Bapak Khusnul huda sebagai DPL kami . Beliau terkagum melihat sikap siswa dan berkata" kok teng mriki murite benten kados murid teng sekolah lintu, wau niku naliko kulo mlampah wonten murid papasan kaleh kulo murite niku merunduk lan mandek" Au Disini Murid nya berbeda tidak seperti di sekolah lain ,tadi ketika saya berjalan ada berpapasan dengan beberapa murid dan mereka seketika menunduk dan berhenti sampai saya melewatinyaAy. Itu 10 Wawancara . Nafisatul Millah Kepala Sekolah SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Ruang Kepala Sekolah Kamis,24 Juli 2025, 10. 15 WIB. Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran TaAolim MutaAoalimA. salah satu bentuk Adab dan akhlaq yang sangat baik yang berhasil diajarkan guru kepada muridnya dan menjadi nilai plus karna bisa dicerna oleh murid sehingga mereka memiliki inisiatif sendiri mempraktekkannya tanpa adanya suruhan dari guru maupun orang lain. Fenomena tersebut sejalan dengan konsep adab dalam TaAolim al-MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji yang menekankan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya diperoleh melalui kecerdasan intelektual, tetapi juga melalui adab terhadap ilmu dan ahlinya . Dalam perspektif teori pendidikan Islam, adab merupakan pondasi utama dalam proses pencarian ilmu, sebab dengan menghormati guru, murid akan memperoleh kemudahan memahami dan mengamalkan ilmu yang Sikap siswa SMA MaAoarif NU 04 Kangkung yang tertib, memperhatikan penjelasan guru, menulis makna gandul, serta menghormati guru dengan cara taAodzim . sebagaimana diajarkan oleh Az-Zarnuji. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran TaAolim al-MutaAoallim tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga berhasil membentuk karakter spiritual dan moral siswa yang berakar pada nilai-nilai akhlak Islami, menjadikan proses belajar sebagai ibadah dan penghormatan terhadap sumber ilmu. Menurut kitab Ta'limul Muta'allim, ilmu dan akhlak sangat terkait satu sama akhlak adalah syarat utama untuk mendapatkan manfaat dari ilmu, bahkan lebih penting daripada memiliki ilmu itu sendiri. Ilmu tanpa akhlak yang baik tidak akan bernilai sempurna dan tidak dapat diamalkan dengan baik. Didalam pasal ke IV. Imam Az-Zarnuji menjelaskan pula bahwa seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan Salah satu wujud penghormatan terhadap ilmu adalah dengan mengambil kitab dalam keadaan suci. Bapak Hasan Fahmi S. HI selaku guru mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti juga Mengajar Kitab TaAolim MutaAoallim menegaskan AuKarakter 11 Paliana Susi Akina and Martoyo. AuTaAolim MutaAoalim Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu. Ay Khusnul Huda, dkk yang diterapkan di dalam SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG Adalah Akhlak kepada guru, orang tua dan lingkungan sesuai dengan kaidah -kaidah yang sudah dijelaskan dan di pelajar di Kitab TaAolim MutaAoallimAy Beliau juga menambahkan Aubila seorang murid kurang mampu dalam ilmu pengetahuan maka harus belajar adab, janganlah sampai ke 2 nya tidak dapat, karna itu sangat buruk dan rugiAy. AuKetika ada Pelajaran TaAolim MutaAoallim dan membawa kitab murid-murid paham tasmtidak diletakkan dibawah karna mereka tau kalo didalam tasnya ada kitab yang wajib dimulyakan. mereka tidak berani ngobrol ketika saya sedang membacakan kitab TaAolim MutaAoallimAy. Ucap Bapak Hasan Fahmi. HI. Disini siswa sangat sopan terhadap guru,ikut perintah guru ketika siswa merasa telat masuk sekolah dia tetap mau mempertanggung jawabkan kesalahannya dengan ikut memimpin pembacaan asmaAoul husna didepan. AyKetika waktunya Shalat Dhuhur tanpa disuruh mereka sudah langsung pergi ke masjid. Ay Terang Ibu Nafisatul Millah,S. Pembelajaran TaAolim MutaAoalim membantu dalam membentuk sikap dan akhlak siswa dalam kehidupan sehari-hari contohnya AuKetika ada bapak atau ibu guru yang sedang berjalan, maka hendaknya kita diam menunduk dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada bapak atau ibu guru tersebutAy. 15 pembelajaran TaAolim MutaAoalim mengajarkan perilaku, sikap serta adab yang baik kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari contohnya AuKetika berdiri disamping guru hendaknya memberi jarak, menunduk, dan berbicara dengan sopanAy. Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa siswa SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG mengagungkan ilmu dan menghormati ahli ilmu yaitu guru serta mengikuti perintah yang guru berikan tanpa adanya bantahan dan ketidak ikhlasan. 12 Wawancara ,Hasan Fahmi Guru PAI dan TaAolim MutaAoallim SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Ruang PPL Senin,25 Agustus 2025, 09. 05 WIB. 13 Wawancara ,Hasan Fahmi Guru PAI dan TaAolim MutaAoallim SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Ruang PPL Senin,25 Agustus 2025, 09. 05 WIB. 14 Wawancara . Nafisatul Millah Kepala Sekolah SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Ruang Kepala Sekolah Kamis,24 Juli 2025, 10. 15 WIB. 15 Wawancara. Najmudin kelas XII. Sekolah SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Ruang BK. Kamis, 21 Agustus 2025, 11. 10 WIB 16 Wawancara. Wisnu kelas XII. Sekolah SMA MAAoARIF NU 04 KANGKUNG. Ruang BK. Kamis, 21 Agustus 2025, 11. 25 WIB Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran TaAolim MutaAoalimA. Penerapan di SMA Maarif NU 04 Kangkung Di SMA MaAoarif NU 04 Kangkung, prinsip mengagungkan ilmu dan guru diterapkan secara konsisten dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pembiasaan Nilai-nilai ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia sesuai ajaran TaAolim al-MutaAoallim. Pertama, penerapan prinsip ini tampak pada adab sehari-hari siswa. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, siswa membaca doa bersama dan berkomunikasi dengan sopan kepada guru. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan siswa menghormati ilmu dan guru dalam setiap tindakan mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pembiasaan ini mencerminkan nilai-nilai taAodzim . yang menjadi dasar etika penuntut ilmu dalam pendidikan Islam. Kedua, melalui materi pelajaran, guru memberikan pengajaran langsung mengenai kitab TaAolim al-MutaAoallim, khususnya tentang pentingnya menghormati ilmu dan para pengajarnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa memahami secara mendalam prinsip-prinsip TaAolim al-MutaAoallim serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk kesadaran spiritual dan moral siswa terhadap makna belajar dan Ketiga, penerapan nilai ini juga diwujudkan melalui keteladanan guru. Para guru datang tepat waktu, berpakaian rapi, serta bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Selain sebagai pengajar, guru berperan sebagai pembimbing dan sahabat bagi siswa. Melalui sikap dan perilaku tersebut, guru menjadi contoh nyata dalam menghargai ilmu dan menjalin hubungan harmonis dengan peserta Keempat, sekolah juga memberikan penghargaan terhadap prestasi siswa di bidang akademik maupun non-akademik. Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar terus belajar, berusaha menjadi lebih baik, dan menghargai pentingnya ilmu pengetahuan. Dengan demikian, penghormatan terhadap ilmu tidak hanya diwujudkan dalam sikap, tetapi juga dalam semangat berprestasi dan berkompetisi secara sehat. Khusnul Huda, dkk Kelima, prinsip mengagungkan ilmu dan guru diperkuat melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin. SMA MaAoarif NU 04 Kangkung mengadakan pembiasaan seperti salat Dhuha, membaca AsmaAoul Husna, istighosah, serta salat Dhuhur berjamaah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu dan para ulama. Melalui kegiatan spiritual ini, nilai penghormatan terhadap ilmu menjadi bagian dari pengamalan keagamaan sehari-hari. Namun demikian, penerapan prinsip ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Di antaranya adalah pengaruh budaya populer yang dapat menimbulkan perilaku negatif, kurangnya keseriusan siswa dalam belajar, kecenderungan sekolah hanya mengikuti tren, rendahnya kesadaran orang tua dalam memantau dan memotivasi anak, kurangnya dukungan lingkungan sekitar, serta keterbatasan sumber daya. Tantangan-tantangan tersebut dapat menghambat internalisasi nilai penghormatan terhadap ilmu dan guru dalam kehidupan sekolah. Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. SMA MaAoarif NU 04 Kangkung menerapkan beberapa solusi strategis. Pertama, meningkatkan kesadaran diri siswa agar memahami betapa pentingnya ilmu dan guru dalam kehidupan. Kedua, mengajak orang tua untuk berdiskusi mengenai hasil pembelajaran serta pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ketiga, mendorong siswa untuk memperdalam pengetahuan. Keempat, mengajak siswa aktif mengikuti kegiatan sekolah yang bernilai positif, seperti pembiasaan pagi, salat Dhuha, istighosah, diskusi ilmiah, kegiatan ekstrakurikuler, serta kegiatan sosial. Melalui penerapan dan solusi tersebut. SMA MaAoarif NU 04 Kangkung berhasil menanamkan prinsip mengagungkan ilmu dan guru tidak hanya sebagai ajaran teoritis, tetapi juga sebagai budaya pendidikan yang hidup dalam keseharian siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Dampak terhadap Sikap dan Perilaku Siswa Penerapan prinsip mengagungkan ilmu dan guru di SMA MaAoarif NU 04 Kangkung memberikan dampak yang sangat positif terhadap sikap dan perilaku Siswa menunjukkan peningkatan dalam hal kedisiplinan, rasa tanggung Penerapan Mengagungkan Ilmu dan Ahlinya Dalam Pembelajaran TaAolim MutaAoalimA. jawab, dan penghormatan kepada guru. 15 Mereka terbiasa bersikap sopan dalam berbicara, memperhatikan pelajaran dengan tenang, serta menunjukkan rasa hormat kepada guru dengan menunduk ketika berpapasan. Sikap tersebut mencerminkan adanya internalisasi nilai adab dan akhlak Islami sebagaimana diajarkan dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim. Selain itu, siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar dan keagamaan seperti salat Dhuha, membaca AsmaAoul Husna, dan istighosah karena mereka memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses menuntut ilmu yang penuh keberkahan. Keaktifan siswa dalam kegiatan positif dan semangat belajar yang meningkat menunjukkan bahwa nilai menghormati ilmu dan guru telah tertanam kuat, menjadikan mereka lebih santun, disiplin, dan memiliki etika belajar yang baik. Implikasi bagi Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Nilai-nilai yang tertanam melalui penerapan prinsip mengagungkan ilmu dan guru memiliki implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pertama, pembelajaran PAI tidak lagi hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menekankan pembentukan karakter dan adab Islami sebagai inti dari proses pendidikan. Guru PAI perlu mengintegrasikan ajaran TaAolim al-MutaAoallim ke dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik memahami hubungan antara ilmu, adab, dan keberkahan hidup. Kedua, guru dituntut menjadi teladan moral dan spiritual bagi peserta didik melalui ketepatan waktu, tutur kata yang santun, dan sikap profesional dalam mengajar. Keteladanan ini akan memperkuat nilai penghormatan siswa terhadap guru dan ilmu. Ketiga, sekolah perlu mengembangkan model pembelajaran berbasis nilai . alue-based learnin. yang menekankan pada pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, misalnya melalui kegiatan keagamaan rutin dan program pembiasaan karakter. Euis Rosita. AuPengembangan Karakter Peserta Didik Di Madrasah Al-Muawanah,Ay Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah Dan Pesantren 01, no. : 28Ae31, https://doi. org/10. 56741/pbpsp. Nur Muhammad. Nur Hasib Muhammad, and M. Ali MusyafaAo. AuPenguatan Nilai-Nilai Religius Sebagai Karakter Siswa Melalui Strategi Pembelajaran PAI Di MTs AssaAoadah I Bungah Gresik,Ay Kuttab : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam (September 195Ae209, https://doi. org/10. 30736/ktb. Khusnul Huda, dkk Dengan demikian, penerapan nilai mengagungkan ilmu dan guru di SMA MaAoarif NU 04 Kangkung tidak hanya membentuk perilaku siswa yang beradab, tetapi juga menjadi model pembelajaran PAI yang holistik dan transformatif yakni pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. SIMPULAN SMA MAARIF NU 04 Kangkung merupakan sekolah yang bernaung dalam naungan NU yang mengedepankan nilai-nilai agama dan keislaman dalam seluruh aspek kegiatan sekolah. Guru berupaya menanamkan karakter yang baik dan akhlak mulia pada siswa dengan tujuan agar mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berbudi pekerti luhur. Melalui pembelajaran TaAolim MutaAoallim yang diajarkan detiap satu jam pertemuan dalam seminggu merupakan salah satu bentuk usaha dalam memberikan Pendidikan karakter siswa agar memiliki akhlak yang mulia bukan hanya di sekolah tapi juga dilingkungan luar. kitab Ta'lim Muta'allim karya Imam Az-Zarnuji menjadi rujukan yang menggaris bawahi pentingnya adab dan etika dalam menuntut ilmu. Salah satu prinsip yang ditekankan dalam kitab ini adalah pengagungan terhadap ilmu dan ahli ilmu . prinsip mengagungkan ilmu dan guru telah diterapkan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa maupun guru. Tantangan dalam menerapkan prinsip ini juga tidak kalah susah, karna berkaitan dengan kemauan diri sendiri, dukungan keluarga khususnya orang tua dan lingkungan sekitar ,siswa harus bisa belajar menyadari pentingnya ilmu, menggunakan teknologi dengan baik tidak digunakan untuk hal yang negatif, melakukan pendekatan dengan orang tua dan dukungan serta motivasi dari orang tua, juga aktif mengkikuti kegiatan sekolah yang bernilai positif juga tetap berperilaku baik terhadap sesama teman dan sopan serta patuh terhadap perintah Daftar Pustaka