Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. PENGELOLAAN PERENCANAAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN STT (SKAA TRUNA-TRUNI) SADHARA BHAKTI DUSUN KARANG LAMPER I Wayan Wira Ady Yaksa1*. Habibi2. Dewi Kusumasanthi3, & I Komang Widya Purnama Yasa4 1,2,3,&4 Program Studi Ekonomi Hindu. Fakultas Dharma Duta. Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Jalan Pancaka Nomor 7B. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83126. Indonesia *Email: wayanwiraadyyaksa@gmail. Submit: 24-10-2025. Revised: 29-10-2025. Accepted: 30-10-2025. Published: 31-10-2025 ABSTRAK: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen keuangan dan perencanaan kegiatan pada Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti Dusun Karang Lamper. Desa Jagaraga Indah. Kecamatan Kediri. Kabupaten Lombok Barat. Permasalahan utama yang dihadapi organisasi meliputi pencatatan keuangan yang belum terstruktur, rendahnya transparansi, serta lemahnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory training and mentoring dengan mengintegrasikan model Asset-Based Community Development (ABCD) dan CommunityBased Financial Education (CBFE). Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu: . identifikasi masalah. penyusunan program. pelatihan dan pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap literasi keuangan peserta . ari 56% menjadi 86%), kemampuan perencanaan anggaran . ari 48% menjadi 83%), dan akurasi pencatatan keuangan . ari 42% menjadi 81%). Temuan ilmiah mengungkap bahwa peningkatan literasi keuangan berperan penting dalam membangun budaya akuntabilitas, sedangkan penerapan sistem digital sederhana meningkatkan efisiensi pelaporan serta transparansi Kata Kunci: Akuntabilitas. Literasi Keuangan. Manajemen Keuangan. Pelatihan Partisipatif. Sadhara Bhakti. Skaa Truna-Truni. ABSTRACT: This community service activity aims to improve the capacity of financial management and activity planning at Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti. Karang Lamper Hamlet. Jagaraga Indah Village. Kediri District. West Lombok Regency. The main problems faced by the organization include unstructured financial records, low transparency, and weak accountability in managing organizational funds. The implementation method uses a participatory training and mentoring approach by integrating the Asset-Based Community Development (ABCD) and Community-Based Financial Education (CBFE) models. The activity is carried out through four stages, namely: . problem identification. program preparation. training and and . The results of the activity implementation show a significant increase in participants' financial literacy . rom 56% to 86%), budget planning skills . rom 48% to 83%), and financial recording accuracy . rom 42% to 81%). Scientific findings reveal that improving financial literacy plays a crucial role in building a culture of accountability, while implementing simple digital systems improves reporting efficiency and organizational Keywords: Accountability. Financial Literacy. Financial Management. Participatory Training. Sadhara Bhakti. Skaa Truna-Truni. How to Cite: Yaksa. Habibi. Kusumashanti. , & Yasa. Pengelolaan Perencanaan dan Manajemen Keuangan STT (Skaa Truna-Trun. Sadhara Bhakti Dusun Karang Lamper. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 288-297. https://doi. org/10. 36312/nuras. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pengelolaan perencanaan dan manajemen keuangan merupakan aspek fundamental dalam menjaga keberlanjutan organisasi sosial dan kepemudaan, termasuk Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti di Dusun Karang Lamper. STT berperan penting sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan. Namun, masih banyak organisasi kepemudaan di tingkat dusun yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan yang tidak teratur, kurangnya transparansi dalam penggunaan dana, serta belum adanya sistem perencanaan yang terstruktur. Kondisi ini menghambat efektivitas pelaksanaan program serta menurunkan tingkat partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan keuangan organisasi (Sofia & Fitriyah, 2. Kajian literatur terdahulu menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan manajemen keuangan di tingkat komunitas dapat memperkuat kapasitas organisasi dan mendorong kemandirian ekonomi. Penelitian oleh Awaluddin et al. menegaskan bahwa program literasi keuangan melalui kegiatan pengabdian masyarakat berperan penting dalam pemberdayaan komunitas dan meningkatkan kemampuan perencanaan usaha mikro. Sementara itu. Budiman . menemukan bahwa kompetensi digital dan finansial menjadi faktor kunci bagi pemuda pedesaan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan keuangan individu dan komunitas dapat berdampak langsung pada tata kelola organisasi sosial. Dalam penguatan kapasitas masyarakat. Amijaya & Yasin . menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam pelatihan literasi keuangan berbasis komunitas dan membuktikan bahwa peningkatan kemampuan pengelolaan dana berkontribusi langsung terhadap perilaku keuangan yang lebih bijak. Selaras dengan temuan tersebut. Noor . menegaskan bahwa pelatihan manajemen keuangan bagi keluarga berpendapatan rendah mampu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam pengabdian yang lain. Amyulianthy et al. menjelaskan bahwa literasi keuangan digital dapat membentuk perilaku finansial yang rasional di kalangan generasi muda, khususnya dalam konteks investasi dan pengelolaan dana pribadi. Model pelatihan keuangan yang adaptif juga terbukti efektif, sebagaimana hasil penelitian Lestari & Tubastuvi . yang mengembangkan pelatihan hibrida . ybrid engagemen. berbasis kombinasi daring dan luring untuk meningkatkan literasi keuangan pekerja migran. Sementara itu. Hakim et al. menyoroti rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia yang cenderung konsumtif, sehingga pelatihan berbasis komunitas diperlukan untuk menumbuhkan kebiasaan perencanaan keuangan yang disiplin. Dalam konteks pemerintahan desa. Harun et al. menemukan bahwa lemahnya perencanaan keuangan sering kali menjadi penyebab rendahnya Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. efektivitas program pembangunan karena belum terinternalisasinya prinsip transparansi dan akuntabilitas publik dalam tata kelola keuangan lokal. Berdasarkan kajian tersebut, kebaruan ilmiah . dari kegiatan pengabdian ini terletak pada penerapan model pelatihan manajemen keuangan yang mengintegrasikan financial literacy, strategic planning, dan participatory budgeting dalam konteks organisasi kepemudaan berbasis budaya di tingkat Model ini berfokus pada peningkatan kapasitas anggota STT Sadhara Bhakti dalam menyusun rencana kegiatan yang terukur, mengelola dana organisasi secara transparan, dan mengembangkan sistem administrasi keuangan berbasis akuntabilitas sosial. Permasalahan utama dalam kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya pemahaman dan penerapan manajemen keuangan berbasis perencanaan di kalangan anggota STT Sadhara Bhakti. Hal ini berdampak pada ketidakteraturan laporan keuangan dan kurang optimalnya perencanaan kegiatan sosial budaya. Selain itu, mekanisme pencatatan dan pelaporan keuangan masih bersifat manual dan tidak konsisten, sehingga menimbulkan kesulitan dalam melakukan evaluasi keuangan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa pelatihan dan pendampingan sistematis dalam penyusunan perencanaan keuangan serta penerapan manajemen keuangan yang sesuai dengan karakteristik organisasi kepemudaan di tingkat dusun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anggota STT Sadhara Bhakti dalam merencanakan, mengelola, dan melaporkan keuangan organisasi melalui pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif. Manfaat kegiatan ini diharapkan mencakup terciptanya sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel, meningkatnya literasi keuangan anggota muda, serta terbentuknya budaya organisasi yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan dalam mendukung kegiatan sosial dan budaya masyarakat Dusun Karang Lamper. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif . articipatory training and Pendekatan ini dipilih karena sejalan dengan karakteristik organisasi kepemudaan Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti yang menjunjung nilai kebersamaan, gotong royong, serta partisipasi aktif anggota. Program ini mengintegrasikan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk mengidentifikasi potensi internal organisasi dan sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan dalam memperkuat sistem manajemen keuangan. Selain itu, metode pelaksanaan juga memadukan model Community-Based Financial Education (CBFE), yaitu pelatihan literasi keuangan berbasis komunitas yang menitikberatkan pada pembelajaran praktis melalui studi kasus dan simulasi Pendekatan gabungan ini terbukti efektif sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian Amijaya & Yasin . dan Noor . , yang menemukan bahwa pelatihan berbasis komunitas mampu meningkatkan partisipasi peserta dan memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Kegiatan PkM ini meningkatkan kapasitas individu anggota STT dan memperkuat tata kelola organisasi secara berkelanjutan. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. Adapun alur pelaksanaan pengabdian ini dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu: Tahap Identifikasi Masalah dan Analisis Kebutuhan Dilakukan melalui observasi awal serta wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti. Tujuan utama tahap ini adalah mengidentifikasi permasalahan mendasar dalam sistem pengelolaan keuangan organisasi, termasuk aspek pencatatan dana kegiatan, perencanaan anggaran tahunan, dan mekanisme pelaporan. Proses ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif agar rumusan masalah yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kondisi faktual di lapangan serta kebutuhan riil organisasi kepemudaan tersebut. Tahap Perencanaan Program dan Penyusunan Materi Pelatihan Dilakukan berdasarkan hasil identifikasi sebelumnya. Tim pelaksana PkM menyusun rencana pelatihan dan pendampingan dengan menyesuaikan kebutuhan serta kapasitas organisasi. Materi pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu: . dasar-dasar literasi dan manajemen keuangan organisasi nirlaba. penyusunan rencana kegiatan dan anggaran berbasis perencanaan strategis. praktik pencatatan keuangan sederhana menggunakan format digital seperti excel dan google sheet. Rancangan materi merujuk pada community financial management framework yang dikembangkan oleh Awaluddin et al. dalam program pengabdian masyarakat. Tahap Pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan Dilaksanakan secara tatap muka di Balai Banjar Dusun Karang Lamper selama dua hari, melibatkan 30 anggota STT. Sesi pertama difokuskan pada penyampaian konsep dasar perencanaan keuangan dan prinsip transparansi organisasi, sedangkan sesi kedua berupa praktik langsung penyusunan rencana anggaran kegiatan serta simulasi pelaporan keuangan. Setelah pelatihan, tim PkM melaksanakan pendampingan intensif selama dua minggu untuk memastikan peserta mampu menerapkan teknik pencatatan dan pelaporan keuangan secara Model pelatihan ini mengadaptasi metode hybrid learning sebagaimana diterapkan oleh Ella et al. , dengan menyediakan materi daring sebagai referensi tambahan yang dapat diakses peserta di luar sesi tatap muka. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Dilakukan menggunakan dua pendekatan, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif diperoleh dari umpan balik peserta terhadap pelaksanaan kegiatan, sedangkan evaluasi sumatif dilakukan melalui pengukuran peningkatan kemampuan peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest mengenai literasi keuangan dan praktik manajemen keuangan organisasi. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengembangan sistem administrasi keuangan STT berbasis digital sederhana. Sebagai tindak lanjut, tim PkM menyusun buku panduan singkat berjudul AuPanduan Pengelolaan Keuangan STT Berbasis PartisipasiAy dan membantu pembentukan tim bendahara muda yang bertugas menjaga keberlanjutan praktik manajemen keuangan organisasi. Secara metodologis, kegiatan ini menggunakan pendekatan kombinatif yang mengintegrasikan tiga strategi utama, yaitu: . pelatihan edukatif . ducational trainin. yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan melalui Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. transfer pengetahuan dan praktik langsung. pendampingan berbasis komunitas . ommunity mentorin. yang memastikan keberlanjutan keterampilan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus banjar. pendekatan kolaboratif . ollaborative approac. yang menekankan sinergi antara tim dosen, mahasiswa, dan mitra STT dalam setiap tahapan kegiatan. Pendekatan kolaboratif ini selaras dengan prinsip yang dikemukakan oleh Fujimoto et al. , bahwa pelibatan aktif peserta dalam proses pelatihan mampu meningkatkan perilaku keuangan yang bertanggung jawab dan memperkuat rasa kepemilikan terhadap organisasi. Dengan demikian, metode pelaksanaan PkM ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan perubahan perilaku keuangan organisasi yang lebih profesional, transparan, dan HASIL DAN DISKUSI Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas perencanaan dan manajemen keuangan di Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti. Dusun Karang Lamper, telah dilaksanakan melalui empat tahap utama, yaitu identifikasi masalah, perencanaan program, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 anggota aktif STT yang terdiri atas pengurus dan perwakilan anggota. Pelaksanaan program berlangsung secara partisipatif dan kolaboratif dengan menekankan praktik langsung serta studi kasus yang relevan dengan kebutuhan organisasi. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terjadi peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek kemampuan peserta. Pemahaman terhadap konsep literasi keuangan meningkat dari 56% menjadi 86%, kemampuan dalam menyusun rencana anggaran kegiatan naik dari 48% menjadi 83%, sedangkan keterampilan dalam membuat laporan keuangan meningkat dari 42% menjadi 81%. Selain itu, sekitar 70% peserta mulai menerapkan sistem pencatatan berbasis digital menggunakan google sheet, sementara sisanya masih menggunakan format manual namun telah menyesuaikan dengan standar laporan yang diajarkan dalam Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis partisipatif dan praktik langsung efektif dalam mempercepat penguasaan keterampilan keuangan di tingkat komunitas. Hasil ini sejalan dengan temuan Noor . , yang menunjukkan bahwa pelatihan keuangan berbasis praktik mampu mempercepat perubahan perilaku keuangan masyarakat berpendapatan Selain peningkatan kemampuan teknis, peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana organisasi. Fenomena tersebut menegaskan bahwa model pelatihan partisipatif tidak hanya memperkuat aspek pengetahuan, tetapi juga membangun budaya organisasi yang lebih profesional dan bertanggung jawab secara sosial. Keberhasilan pelatihan ini juga dipengaruhi oleh adanya dukungan sosial dan kolaborasi antaranggota komunitas selama proses pembelajaran. Keterlibatan aktif peserta dalam diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi pengambilan keputusan keuangan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan saling mendukung. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat. Temuan Ilmiah dan Analisis Saintifik Literasi Keuangan Berperan dalam Membangun Akuntabilitas Organisasi Temuan pertama menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan berperan langsung dalam memperkuat kesadaran akuntabilitas organisasi di lingkungan Skaa Truna-Truni (STT) Sadhara Bhakti. Sebelum pelatihan, sebagian besar anggota memandang pencatatan keuangan sebagai tanggung jawab individu bendahara semata. Namun, setelah mengikuti pelatihan, muncul kesadaran kolektif bahwa pengelolaan dana organisasi merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut keterlibatan aktif seluruh anggota, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan keuangan secara terbuka dan transparan. Secara ilmiah, fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori social learning dan organizational behavior, yang menekankan bahwa perubahan perilaku kolektif dapat terbentuk melalui interaksi sosial dan pengalaman belajar bersama dalam suatu kelompok. Proses pelatihan yang partisipatif menciptakan ruang refleksi dan pembelajaran timbal balik antaranggota, sehingga nilai-nilai akuntabilitas dan transparansi mulai terinternalisasi dalam budaya organisasi. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian Amijaya & Yasin . yang membuktikan bahwa pendekatan berbasis aset komunitas (Asset-Based Community Developmen. mampu mendorong perubahan perilaku ekonomi dan sosial melalui pembelajaran kolaboratif. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam pencatatan keuangan, tetapi juga membangun budaya organisasi yang lebih terbuka, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan. Implementasi Sistem Digital Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi Keuangan Temuan kedua menunjukkan bahwa penggunaan alat digital sederhana, seperti google sheet, mampu meningkatkan efisiensi sekaligus akurasi dalam proses pelaporan keuangan organisasi. Setelah pelatihan, waktu yang dibutuhkan untuk menyusun laporan keuangan berkurang sekitar 40%, sementara tingkat kesalahan pencatatan transaksi menurun secara signifikan dibandingkan sebelum Secara ilmiah, perubahan ini dapat dijelaskan melalui konsep digital literacy spillover effect, yaitu peningkatan kemampuan literasi digital yang terjadi sebagai dampak tidak langsung dari pelatihan keuangan. Proses pembelajaran berbasis praktik ini memperluas keterampilan digital peserta, terutama dalam Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. penggunaan perangkat lunak sederhana untuk mendukung akuntabilitas Temuan ini sejalan dengan penelitian Lestari & Tubastuvi . yang menunjukkan bahwa pelatihan hybrid . ombinasi daring dan lurin. memperluas efektivitas pembelajaran serta meningkatkan kemampuan digital peserta. Selain itu. Awaluddin et al. menegaskan bahwa literasi finansial berbasis digital mampu memperkuat budaya akuntabilitas di tingkat komunitas. Dengan demikian, penggunaan teknologi dalam sistem pencatatan keuangan bukan hanya meningkatkan efisiensi administratif, tetapi juga berperan sebagai sarana pembelajaran transformatif yang menumbuhkan budaya transparansi dan profesionalisme dalam tata kelola organisasi kepemudaan. Kolaborasi Multi-Pihak Meningkatkan Keberlanjutan Program Temuan ketiga menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan mitra komunitas menjadi faktor utama dalam keberhasilan serta keberlanjutan program. Setelah kegiatan berakhir. STT Sadhara Bhakti membentuk tim bendahara muda yang bertugas menjaga kesinambungan sistem pencatatan dan pelaporan keuangan secara berkala. Langkah ini menjadi bentuk keberlanjutan nyata dari kegiatan pelatihan dan pendampingan yang telah Secara ilmiah, hal tersebut mencerminkan efektivitas model participatory learning, di mana keberhasilan program ditentukan oleh sejauh mana peserta berperan aktif sebagai subjek perubahan. Pendekatan ini menempatkan anggota komunitas sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan, bukan sekadar penerima manfaat. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hakim et al. yang menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pelatihan keuangan berdampak langsung terhadap pembentukan rasa tanggung jawab sosial dan kepemimpinan finansial di tingkat komunitas. Diskusi Ilmiah dan Reflektif Hasil kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan literasi dan manajemen keuangan di organisasi kepemudaan tidak hanya menghasilkan peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong transformasi perilaku serta budaya Pelatihan dan pendampingan yang diterapkan terbukti membentuk kesadaran baru tentang pentingnya akuntabilitas publik dalam pengelolaan dana organisasi sosial. Kegiatan ini berkontribusi pada terciptanya ekosistem organisasi kepemudaan yang lebih transparan dan berintegritas. Secara konseptual, hasil ini memperkuat teori community financial governance, yang menekankan bahwa pengelolaan keuangan komunitas berbasis transparansi dan partisipasi merupakan fondasi keberlanjutan lembaga sosial. Model ini memiliki perbedaan dengan pengabdian oleh Noor . yang berfokus pada penguatan literasi keuangan di tingkat rumah tangga. Dalam konteks STT Sadhara Bhakti, pendekatannya lebih menekankan pada dimensi kelembagaan dan kolektivitas organisasi. Selain itu, penerapan sistem digital sederhana juga memperlihatkan fenomena technological facilitation, yakni penggunaan teknologi sebagai katalis perubahan budaya organisasi. Temuan ini mendukung hasil pengabdian oleh Awaluddin et al. yang menegaskan pentingnya integrasi teknologi digital dalam memperkuat literasi keuangan dan transparansi di tingkat masyarakat. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. Refleksi dan Kontribusi terhadap Pemberdayaan Organisasi Kegiatan PkM ini memberikan dampak ganda, baik secara edukatif maupun kelembagaan. Secara edukatif, anggota STT Sadhara Bhakti memperoleh pengetahuan praktis mengenai pengelolaan dana, keterampilan menggunakan alat digital, serta kesadaran akan pentingnya transparansi keuangan. Sementara itu, dari sisi kelembagaan, kegiatan ini mendorong terbentuknya struktur organisasi yang lebih profesional melalui pembagian tugas keuangan yang jelas dan penerapan mekanisme pelaporan periodik. Secara reflektif, hasil ini menunjukkan bahwa literasi finansial memiliki fungsi ganda sebagai capacity building individu sekaligus sebagai mekanisme penguatan kelembagaan. Temuan ini mendukung hipotesis pengabdian yang menyatakan bahwa pelatihan dan pendampingan sistematis dapat meningkatkan kapasitas manajemen keuangan dan akuntabilitas organisasi kepemudaan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga bentuk transformasi sosial yang mengarah pada terciptanya organisasi yang lebih adaptif, mandiri, dan berkelanjutan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pengelolaan perencanaan dan manajemen keuangan di STT Sadhara Bhakti telah berhasil meningkatkan literasi serta keterampilan keuangan anggota secara signifikan. Penerapan metode pelatihan partisipatif dan pendampingan berbasis praktik terbukti efektif dalam memperkuat kemampuan anggota dalam perencanaan, pencatatan, dan pelaporan keuangan organisasi. Secara ilmiah, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan berkontribusi terhadap terbentuknya budaya akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola organisasi. Implementasi sistem pencatatan digital sederhana turut meningkatkan efisiensi dan akurasi laporan keuangan, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan dana yang terbuka dan bertanggung jawab. Selain itu, pendekatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan komunitas mitra telah melahirkan model pemberdayaan berkelanjutan melalui pembentukan Tim Bendahara Muda yang berfungsi menjaga kesinambungan praktik manajemen keuangan organisasi. Dengan demikian, hasil pengabdian ini membuktikan bahwa pelatihan dan pendampingan sistematis dalam bidang manajemen keuangan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat kemandirian, serta mendorong keberlanjutan organisasi kepemudaan di tingkat dusun. SARAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, beberapa saran dapat diajukan sebagai berikut: Pendampingan Lanjutan Diperlukan kegiatan pendampingan tambahan untuk memperkuat penerapan sistem pencatatan keuangan digital di STT Sadhara Bhakti. Kegiatan lanjutan ini sebaiknya difokuskan pada peningkatan kemampuan analisis laporan keuangan serta pengelolaan anggaran kegiatan agar organisasi mampu melakukan evaluasi keuangan secara mandiri dan berkesinambungan. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 288-297 Email: nurasjournal@gmail. Perluasan Program ke Komunitas Lain Model pelatihan ini dapat direplikasi pada organisasi kepemudaan lain di wilayah Dusun Karang Lamper atau desa sekitarnya. Dengan demikian, dampak sosial dari kegiatan ini dapat diperluas, terutama dalam membangun budaya transparansi dan akuntabilitas keuangan di tingkat komunitas. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Lembaga Lokal Disarankan untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan perangkat desa, lembaga keagamaan, serta pihak swasta lokal agar keberlanjutan kegiatan dapat terjamin, baik dari segi pendanaan maupun pengawasan implementasi sistem Perbaikan Aspek Teknis Pelaksanaan Hambatan utama yang ditemukan selama kegiatan meliputi keterbatasan waktu pendampingan, variasi kemampuan digital antaranggota, dan akses internet yang belum merata. Oleh karena itu, pada kegiatan berikutnya disarankan untuk menyiapkan modul pelatihan luring . dan bimbingan kelompok kecil agar seluruh peserta dapat berpartisipasi optimal tanpa kendala teknis. Penguatan Keberlanjutan Organisasi Diperlukan pembentukan mekanisme evaluasi berkala terhadap sistem keuangan yang telah diterapkan, serta pelibatan tim bendahara muda dalam kegiatan pengabdian berikutnya untuk memastikan sistem yang dibangun tetap berjalan dan berkembang sesuai kebutuhan organisasi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, khususnya kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan KKN. Terima kasih juga disampaikan kepada Perangkat Dusun Karang Lamper. Desa Jagaraga Indah, atas kerja sama, dukungan, dan penerimaan yang sangat baik selama proses pengabdian Penghargaan yang tulus penulis tujukan kepada pengurus dan anggota STT (Skaa Truna-Trun. Sadhara Bhakti, yang telah berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga penerapan buku kas sederhana. Semoga hasil dari program ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendukung transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi di masa mendatang. REFERENSI