ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB KUALITAS PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK DI LKSA AS SHYFA KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Dicky Aulia Akbar *. Muhammad Taufik aulea@gmail. taupikuzzumaky5@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Lembaga kesejahteran sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti atau perwalian anak dalam pemenuhan kebutuhan fisik, mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadiannya. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana kualitas LKSA As Shyfa dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Kabupaten Tabalong. Serta apa saja faktor penghambat kualitas LKSA As Shyfa dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Kabupaten Tabalong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada informan yang berjumlah 8 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif untuk menganalisis data hasil penelitian yaitu menggunakan Data Collection. Data Reduction. Data Display. Conclusion Drawing/Verifiying. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan Kualitas Pelayanan LKSA As-Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Pelayanan yang diberikan oleh LKSA As-Shyfa umumnya baik, dengan program-program yang terstruktur untuk mendukung pendidikan, kesehatan, dan keterampilan anak-anak binaan. Strategi kemitraan dan sarana prasarana yang memadai turut mendukung pelayanan ini. Faktor Penghambat Kualitas Pelayanan Hambatan utama dalam pelayanan di LKSA As-Shyfa adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi pendanaan maupun tenaga pengurus. Tantangan ini dapat mengurangi efektivitas program dan menghambat pengembangan lebih lanjut. Kata Kunci: LKSA. Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Kualitas Pelayanan QUALITY OF CHILD SOCIAL WELFARE SERVICES AT LKSA AS SHYFA. MURUNG PUDAK DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT Social welfare institutions are responsible for providing social welfare services to abandoned children, offering substitute care or guardianship to meet the physical, mental, and social needs of foster children, ensuring they have broad, appropriate, and sufficient opportunities for personality development. The purpose of this study is to determine the quality of child social welfare services at LKSA As Shyfa in Tabalong Regency, as well as to identify the factors that hinder the quality of these services. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The data sources include primary and secondary data. Data collection techniques involve observation, documentation, and interviews with eight informants. The data analysis technique used in this study employs an interactive model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. Based on the research findings, it can be concluded that the quality JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB of services provided by LKSA As Shyfa in Murung Pudak District. Tabalong Regency, is generally good, with well-structured programs supporting the education, health, and skills of the foster children. Adequate partnerships and facilities also support these services. However, the main hindrances to service quality at LKSA As Shyfa are limited resources, both in terms of funding and staff. These challenges can reduce the effectiveness of the programs and hinder further development. Keywords: LKSA. Social Welfare Services. Service Quality PENDAHULUAN Dalam menyiapkan generasi penerus bangsa, anak merupakan aset utama. Tumbuh kembang anak sejak dini adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat dan negara. Namun dalam proses tumbuh kembang anak banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik biologis, psikis, sosial, ekonomi maupun kultural yang menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak anak. Perjalanan hidup seorang anak tidak selamanya berjalan dengan Beberapa anak dihadapkan pada pilihan yang sulit bahwa individu harus berpisah dari keluarga karena suatu alasan, menjadi yatim, piatu atau yatim-piatu bahkan mungkin menjadi anak terlantar (Sungkono, 2. Lingkungan masyarakat merupakan faktor yang cukup kuat dalam mempengaruhi perkembangan anak remaja yang sulit dikontrol pengaruhnya. Orang tua dan sekolah adalah lembaga yang khusus, mempunyai anggota tertentu, serta mempunyai tujuan dan tanggung jawab yang pasti dalam mendidik anak. Berbeda dengan masyarakat, di mana di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan. Berlaku untuk segala tingkatan umur dan ruang lingkup yang sangat luas (Octavia. Hampir di setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena berbagai kondisi yang terjadi dalam kehidupan, salah satunya disebabkan oleh kondisi ekonomi orang tua yang memprihatinkan. Disadari bahwa kondisi ekonomi seperti ini menjadi penghambat bagi seseorang untuk memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan. Kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan factor JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Secara garis besar, kesejahteraan anak ketergantungannya kepada usaha orang tua dalam membiayai pendidikan anaknya (Eddy Sugianto. Upaya-upaya penanganan terhadap anak tersebut dapat diimplementasikan dalam bentuk pelayanan sosial, yang merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan tujuan untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan baik perorangan, kelompok maupun masyarakat Kesejahteraan anak dalam hal ini dapat diukur dengan melihat sejauh mana pelayanan sosial yang diberikan kepada anak yang mengalami kesulitan tersebut (Wardi, 2. Dalam buku Standar Nasional Pengasuhan, yang dimaksud dengan LKSA adalah lembagalembaga kesejahteraan sosial yang dibentuk oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat yang melaksanakan pengasuhan anak. Dengan kata lain. LKSA berperan sebagai bentuk bantuan pengasuhan kepada anak yatim/yatim piatu maupun anak yang dicampakkan (Genade, 2. Kesejahteraan anak merupakan suatu tata kehidupan dan penghidupan anak yang dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar baik secara rohani, jasmani, maupun Usaha kesejahteraan anak adalah usaha kesejahteraan sosial yang ditujukan untuk menjamin terwujudnya kesejahteraan anak Pemerintah dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk membantu anak-anak yang Berdasarkan UU No. 23 tentang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB perlindungan anak pada pasal 1 ayat 10 adalah Auanak asuh adalah anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga, untuk diberikan bimbingan pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajarAy (Eko Setiawan, 2. Hak asasi anak merupakan hak asasi manusia yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak-hak anak. Dari sisi kehiduan berbangsa dan bernegara, anak adalah masa depan dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga setiap anak berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta hak sipil dan kebebasan. Berdasarkan UU No. 2 tahun 1988 tentang usaha kesejahteraan anak bagi anak yang mempunyai masalah pasal 1 ayat 1 adalah Auanak yang mempunyai masalah adalah anak yang antara lain tidak mempunyai orang tua dan terlantar, anak terlantar, anak yang tidak mampu, anak yang mengalami masalah kelakuan dan anak cacatAy. Atas dasar ini, anak yang mempunyai masalahmasalah tersebut merupakan bentuk kewajiban lembaga-lembaga sosial agar dapat turut andil dalam mengupayakan kesejahteraan anak (Rifki Septiawan Ibrahim, 2. Hak anak yang juga harus diperhatikan adalah tentang perawatan dirinya yang tentunya tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan akan sandang dan pangan saja, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan hidup lainnya, seperti kebutuhan akan tempat tinggal, obat-obatan, kesehatan, hiburan dan lain-lain. Kebutuhan jasmani harus dipenuhi, demikian juga kebutuhan rohani, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang, baik fisik maupun mentalnya (Ariyadri, 2. Ditetapkan melalui instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan. Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) merupakan upaya sistemik dan berkelanjutan yang dikembangkan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam merespon perkembangan permasalahan kesejahteraan sosial anak di seluruh wilayah Indonesia. Program ini JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 dirancang untuk menghasilkan upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial dan bantuan kesejahteraan sosial anak, yang menjangkau seluruh anak yang mengalami masalah sosial sehingga mereka dapat menikmati kehidupandan berada dalam lingkungan pengasuhan yang memungkinkannya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya (Seprilya, 2. Salah satu lembaga yang menyelenggarakan kesejahteraan sosial adalah panti asuhan, yaitu suatu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang bertanggung jawab memberikan pelayanan pengganti dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan. Panti adalah rumah tempat . , sedangkan asuhan dalam tempat memelihara anak yatim/yatim piatu dan sebagainya. Secara singkat, panti asuhan adalah rumah pemberdayaan anak yatim/ yatim piatu (Abidin, 2. Penanganan masalah kesejahteraan sosial anak terlantar melalui sistem panti adalah dimana asuhan diberikan kepada anak-anak yang sangat terlantar atau karena tingkah lakunya yang tidak bisa diterima oleh keluarga asuhnya. Asuhan dalam panti adalah sebagai pengganti orang tua bagi anak yang terlantar sehingga anak merasa terjamin hidup dalam kelompok anak-anak. Dimana pelayanan yang diberikan berupa penyediaan fasilitasfasilitas, pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, pendidikan, bimbingan rohani serta keterampilan dimana diharapkan anak-anak tersebut dapat mengembangkan pribadi, potensi, kemampuan dan minatnya secara optimal (Ardi Syawal, 2. Jumlah panti asuhan di seluruh Indonesia diperkirakan antara 7. 000 sampai dengan 8. yang mengasuh sampai 500. 000 sampai dengan 000 anak, ini yang kemungkinan merupakan jumlah panti asuhan terbesar di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia sendiri hanya memiliki dan menyelenggarakan sedikit dari panti asuhan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tersebut, lebih dari 99% panti asuhan diselenggarakan oleh masyarakat, terutama organisasi keagamaan. anak-anak di panti asuhan yang benar-benar yatim piatu . %) dan 90% di antaranya memiliki salah satu atau kedua orang tua. Kebanyakan anak-anak ditempatkan di panti asuhan oleh keluarganya yang mengalami kesulitan ekonomi dan juga secara sosial dalam konteks tertentu, dengan tujuan untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan (Enjang Wahyuningrum, 2. Pada umumnya, panti asuhan di kota-kota besar mencoba berusaha mengatasi permasalahanpermasalahan sosial yang terjadi pada anak dimana panti asuhan tersebut menampung anak-anak yang mengalami berbagai permasalahan. Penanganan masalah kesejahteraan sosial anak terlantar di Kabupaten Tabalong, melalui sistem panti adalah dimana asuhan diberikan kepada anak-anak yang sangat terlantar atau karena tingkah lakunya yang tidak bisa diterima oleh keluarga asuhnya (Aini. Berdasarkan hasil observasi awal, jumlah anak yang ada pada seluruh LKSA Kabupaten Tabalong pada tahun 2023 tercatat sebesar 610 anak dengan perbandingan 223 laki-laki dan 387 LKSA As Shyfa merupakan salah satu dari sekian lembaga panti asuhan yang ada di Kabupaten Tabalong. LKSA As Shyfa memiliki anak asuh dari berbagai daerah ada yang berasal dari Kabupaten Tabalong. Mereka datang ke panti asuhan dibawa oleh keluarganya, karena salah seorang atau kedua orang tua mereka telah tiada. Sebagian di antara anak panti itu, diperoleh pengurus yayasan, karena anak tersebut ditelantarkan orang tuanya akibat persoalan ekonomi dan sosial. Berdasarkan latar belakang diatas, maka pelayanan kesejahteraan anak melalui upaya LKSA merupakan masalah garis besar yang perlu diketahui dalam penelitian ini. Sejauh mana upaya LKSA dalam pelayanan kesejahteraan anak merupakan tolak ukur kesejahteraan anak itu Dalam hal ini adalah bagaimana Kualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak di LKSA As Shyfa Kecamatan Murung Pudak KabupatenTabalong. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Fokus Penelitian Pada penelitian ini, penulis memfokuskan Kualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak di LKSA As Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan pokok permasalahan AuKualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak di LKSA As Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten TabalongAy : Bagaimana kualitas pelayanan LKSA As Syhfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong? Faktor apa yang menghambat kualitas pelayanan LKSA As Syhfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini sebagai berikut: Untuk mengetahui sejauh mana kualitas LKSA As Shyfa dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Kabupaten Tabalong. Untuk mengetahui apa saja faktor penghambat kualitas LKSA As Shyfa dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Kabupaten Tabalong. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Menurut buku Standar Nasional Pengasuhan, yang dimaksud dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak lembaga-lembaga kesejahteraan social yang dibentuk oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat yang melaksanakan pengasuhan anak. Dengan kata lain. LKSA berperan sebagai bentuk bantuan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pengasuhan kepada anak. Salah satu lembaga yang menyelenggarakan kesejahteraan sosial adalah Panti Asuhan, yaitu suatu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang bertanggung jawab memberikan pelayanan pengganti dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan (M. Sholehuddin. Fungsi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Lembaga kesejahteran sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti atau perwalian anak dalam pemenuhan kebutuhan fisik, mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi perkembangan kepribadiannya (Susilowati, 2. Panti sosial asuhan anak merupakan tempat tinggal atau rumah bagi anak terlantar, yang mempunyai fungsi sebagai berikut (Susilowati, 2. Pengembangan Pendekatan ini lebih menekankan pada pengembangan potensi, kemampuan anak asuh dan bukan penyembuhan, dalam arti lebih kemampuannya untuk mengembangkan diri . Perlindungan Fungi perlindungan ditujukan untuk menghindarkan anak dari penelantaran, perlakuan salah dan eksploitasi oleh orang tua. Aspek perlindungan juga diarahkan kepada keluarga dalam meningkatkan kemampuan untuk mengasuh anak dan melindungi keluarga dari kemungkinan perpecahan. Dalam fungsi ini, panti mengupayakan untuk pemulihan dan penyantunan serta mengembalikan keberfungsian sosial anak . Pencegahan Pada fungsi pencegahan ini ditekankan pada intervensi terhadap lingkungan social anak yang bertujuan untuk menghindarkan anak dari perilaku yang sifatnya menyimpang, disisi lain mendorong lingkungan sosial. Tujuan Penyelenggaraan Kesejahteran Sosial Anak Lembaga Tujuan LKSA dalam bentuk sistem Panti Asuhan yaitu sebagai berikut (Yogi Gunawan, 2. Tersedianya pelayanan kepada anak dengan cara membantu membimbing anak agar menjadi anggota masyarakat yang dapat hidup layak dan penuh tanggung jawab, baik . Terpenuhinya kelangsungan hidup, untuk tumbuh kembang dan memperoleh perlindungan, antara lain kemungkinan ketelantaran pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani, sosialnya sehingga memungkinkannya untuk tumbuh kembang secara wajar. Terbantunya anak dalam mempersiapkan pengembangan potensi dan kemampuannya secara memadai dalam rangka memberikan bekal untuk kehidupan dan penghidupannya dimasa depan. Pemulihan dan Penyantunan Sesuai dengan tujuan panti asuhan sebagai lembaga kesejahteraan sosial, bahwa panti sosial tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan, pemenuhan kebutuhan fisik semata namun juga berfungsi sebagai tempat kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak-anak terlantar yang diharapkan nantinya mereka dapat hidup secara mandiri dan mampu bersaing dengan anak-anak JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB lain yang notabene masih mempunyai orang tua serta berkecukupan (Abdul Najib, 2. (Taupik. Mutu Pelayanan Konsep kualitas pelayanan merupakan faktor penilaian yang merefleksikan persepsi konsumen terhadap lima dimensi spesifik dari kinerja Menurut (Parasuraman, 1. dalam (Kotler, 2. menyimpulkan bahwa ada lima dimensi ServQual (Service Qualit. yang dipakai untuk mengukur kualitas pelayanan, yaitu : Tangibles atau bukti fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan, sarana dan prasarana fisik perusahaan, lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Reliability atau keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan Responsiveness atau ketanggapan yaitu suatu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat . dan tepat kepada pelanggan dengan penyampaian informasi yang jelas. Assurance atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan, sopansantun, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada Emphaty yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Sumber: diolah peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis pendekatan kesejahteraan sosial dan sosiologi. Pendekatan kesejahteraan sosial dan sosiologi dimaksudkan bahwa penulis harus memahami ilmu kesejahteraan sosial dan sosiologi yang menjadikan acuan dalam menganalisis objek yang diteliti untuk menjawab pokok permasalahan peneliti tentang Kualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak di LKSA As Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkas bebagai kondisi, sebagai situasi atau berbagai fenomena realita sosial yang ada dimasyarakat yang menjadi objek penelitian dan berupaya menarik realitas itu kepermukaan sebagai suatu ciri, karakter, model, tanda atau gambaran tentang kondisi, situasi ataupun fenomena tertentu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan penelitian kualitatif yang memaparkan situasi. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB kondisi dan kejadian tentang Kualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak di LKSA As Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Sumber Data Sumber Data Primer Sumber data primer yaitu data yang diperoleh langsung oleh penulis dilapangan, cara mengumpulkan data primer yaitu dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan hasil wawancara oleh informasi yang telah penulis Informan yang penulis tetapkan sebagai sumber data primer adalah Pengurus LKSA sebanyak 2 orang. Pengasuh sebanyak 3 orang dan anak asuh di LKSA As Shyfa sebanyak 3 orang. Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder yaitu data yang dikumpulkan untuk melengkapi data primer yang diperoleh dari dokumentasi atau studi kepustakaan yang terkait dalam permasalahan yang diteliti. Teknik Pengumpulan Data Penelitian yang dilakukan dengan mengamati secara langsung obyek peneliti dimana penulis terjun langsung ke lokasi penelitian yang telah Pengumpulan data dilokasi dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut: Observasi Observasi merupakan studi yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis tentang fenomena atau kejadian sosial serta berbagai gejala psikis melalui pengamatan dan Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang . , korban, objek, kejadian atau peristiwa dan Observasi atau pengamatan, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung pada lokasi dan sasaran penelitian. Dalam penelitian ini penulis mengamati bagaimana Kualitas Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak di LKSA As Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Wawancara Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada informan, dan jawabanjawaban informan dicatat atau direkam dengan alat perekam. Anggapan yang perlu dipegang oleh penulis dalam menggunakan metode wawancara adalah sebagai berikut: Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada penulis adalah benar dan dapat Bahwa interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan penulis. Wawancara dimaksudkan untuk dapat memperoleh suatu data berupa informan, selanjutnya peneliti dapat menjabarkan lebih luas informasi tersebut melalui pengolahan data secara komprehensif. Sehingga wawancara tersebut memungkinkan peneliti untuk dapat mengetahui upaya, serta faktor penghambat dan pendukung pelayanan kesejahteraan sosial anak di LKSA As Shyfa. Dokumentasi Dokumentasi digunakan agar penulis memperoleh data langsung dari tempat Dokumentasi dimaksudkan untuk melengkapi data dari hasil observasi dan Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan membuat catatan-catatan penting yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan dari informan untuk mendukung kelengkapan data yang diperoleh seperti foto-foto, catatan hasil wawancara dan hasil rekaman dilapangan. Teknik Analisis Data Teknik pengolahan data yang dilakukan penulis adalah deskriptif kualitatif. Analisa data merupakan upaya untuk mencapai dan menata secara sistematis cacatan hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan yang lainnya untuk ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB meningkatkan pemahaman penulis tentang kasus yang diteliti dan menjadikannya sebagai temuan bagi yang lain. Tujuan analisa data adalah untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang mudah dibaca dan diimplementasikan. Menurut (Huberman, 2. , mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. serta penarikan kesimpulan dan verifikasi . onclusion drawing / verificatio. Gambar 2 analisis data model interaktif Kesimpulan Langkah terakhir dalam analisa data kualitatif menurut (Huberman, 2. adalah Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel atau dapat dipercaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sumber: (Huberman, 2. Reduksi Data Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada halhal yang penting, dicari tema dan pola nya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer, dengan memberikan kodekode pada aspek tertentu. Penyajian Data Setelah data direduksi, tahap selanjutnya adalah menyajikan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antarkategori, flowchart dan sejenisnya. (Huberman, 2. menyatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Kualitas pelayanan LKSA As Syhfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai kualitas Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) As-Shyfa dalam pelayanan kesejahteraan sosial anak, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Komprehensifnya Program Pelayanan LKSA As-Shyfa memiliki program pelayanan yang komprehensif, mencakup program jangka pendek, menengah, dan Setiap program dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak terlantar dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup mereka secara menyeluruh. Programprogram ini mencakup pembinaan rutin, kesehatan, pelatihan keterampilan, serta pembangunan hubungan kemitraan dengan berbagai pihak. Strategi Pelayanan yang Terstruktur LKSA As-Shyfa menerapkan strategi Mereka berhasil menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung pembiayaan dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan dalam pelayanan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB kesejahteraan sosial anak. Transparansi dalam pengelolaan dana dan pelaporan kepada donatur menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan dan dukungan dari masyarakat dan mitra. Pembinaan Anak yang Efektif Tahapan pembinaan di LKSA As-Shyfa dilakukan secara sistematis, dimulai dari penilaian kelayakan anak, pengawasan pembentukan perilaku . Proses pembinaan ini memastikan bahwa anakanak mendapatkan dukungan yang optimal baik dalam hal pendidikan formal maupun non-formal, serta pembinaan moral dan spiritual yang kuat. Sarana dan Prasarana yang Memadai LKSA As-Shyfa telah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dan kesejahteraan anak binaan. Fasilitas yang ada mencakup ruang sekretariat, aula Meskipun sarana dan prasarana ini dinilai cukup oleh anak-anak binaan, tetap diperlukan peningkatan dan pemeliharaan agar kualitas pelayanan terus terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan anak-anak dengan lebih baik. Tantangan dan Peluang Meskipun LKSA As-Shyfa telah melakukan banyak upaya positif, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi pendanaan maupun tenaga pengurus. Tantangan ini perlu diatasi dengan strategi yang lebih efektif dalam menarik dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas. Selain itu, perlu adanya peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi pengurus untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga. Secara keseluruhan. LKSA As-Shyfa telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang kuat dalam melayani anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, dan anak terlantar di wilayah Kabupaten Tabalong. Namun, peningkatan kualitas pelayanan membutuhkan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak serta inovasi dalam pengelolaan sumber daya yang ada. Faktor pelayanan LKSA As Syhfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap pengurus Yayasan LKSA As-Shyfa dan orang tua anak, dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor penghambat utama dalam kesejahteraan sosial anak di LKSA As-Shyfa adalah keterbatasan Keterbatasan ini menyebabkan yayasan tidak mampu menambah jumlah anak binaan meskipun banyak anak yang ingin Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar anak, terutama dalam hal pendidikan dan kesejahteraan, belum dapat terpenuhi secara maksimal akibat keterbatasan sumber daya. Selain itu, keinginan orang tua agar lebih banyak anak mereka bisa menjadi binaan LKSA mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap lembaga ini. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan anak, terutama anak yatim yang memiliki posisi istimewa dalam ajaran Islam, yang menekankan tanggung jawab umat untuk melindungi dan mengasuh mereka. Pembahasan Kualitas pelayanan LKSA As Syhfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Pelaksanaan Program Pelayanan LKSA As-Shyfa telah merancang berbagai program pelayanan yang komprehensif dan terstruktur untuk memenuhi kebutuhan anakanak yang diasuh. Program jangka pendek mereka, seperti pembinaan rutin dan kesehatan, menunjukkan upaya yang terusmenerus dalam memberikan layanan yang relevan dan mendesak. Program jangka menengah dan panjang, seperti pelatihan keterampilan dan penataan manajemen organisasi, memperlihatkan komitmen LKSA ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berkelanjutan dan berfokus pada masa depan anak-anak binaan. Program-program ini dirancang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak-anak, tetapi juga untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan. Peningkatan kualitas pendidikan melalui pembinaan dan pengawasan ketat terhadap prestasi akademik anak-anak merupakan langkah strategis dalam mengubah kehidupan anak-anak terlantar menjadi lebih baik. Strategi Pelayanan yang Efektif Strategi LKSA As-Shyfa dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak sangat berperan penting dalam keberlangsungan program mereka. Kemitraan ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber dana, tetapi juga sebagai dukungan moral dan material yang memperkuat misi LKSA. Transparansi dalam pengelolaan dana dan pelaporan yang dilakukan oleh LKSA juga memperkuat hubungan dengan para donatur dan masyarakat luas, yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas dan kelangsungan pelayanan. Namun, tantangan dalam mempertahankan dan memperluas kemitraan ini tetap ada. Di era modern ini, kompetisi dalam mendapatkan dukungan dan dana dari masyarakat maupun sektor swasta semakin ketat. Oleh karena itu. LKSA perlu terus berinovasi dalam strategi penggalangan dana dan memperluas jangkauan komunikasinya, terutama melalui media digital yang semakin relevan. Proses Pembinaan Anak yang Terstruktur Pembinaan anak di LKSA As-Shyfa dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur, mulai dari tahap assessment, penetapan anak binaan, pengawasan pendidikan, hingga pembentukan akhlak. Tahap assessment menjadi kunci dalam memastikan bahwa anakanak yang diasuh benar-benar membutuhkan bantuan dan layak untuk dibina. Proses ini menunjukkan adanya seleksi yang ketat dan berorientasi pada kebutuhan yang nyata. Wengawasan pendidikan anak menjadi fokus utama dalam pembinaan ini, yang mana LKSA tidak hanya memastikan anak-anak JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 perkembangan akademik mereka secara Pendekatan ini sangat penting dalam menjaga motivasi dan semangat belajar anakanak, mendapatkan pendidikan yang layak. Pada tahap pembentukan akhlak. LKSA menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan spiritual, yang sangat relevan dalam membentuk karakter anak-anak binaan. Pendekatan personal yang dilakukan oleh LKSA terhadap anak-anak menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh perhatian, sehingga anak-anak merasa diterima dan nyaman dalam keseharian mereka di panti. Sarana dan Prasarana yang Memadai Sarana dan prasarana yang disediakan oleh LKSA As-Shyfa, seperti ruang sekretariat, aula pertemuan, dan mobil operasional, telah mendukung pelaksanaan program pelayanan secara optimal. Fasilitas ini menjadi elemen penting dalam operasional sehari-hari, baik dalam mendukung proses administrasi maupun dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak binaan. Namun, meskipun sarana dan prasarana yang ada telah dinilai cukup oleh anak-anak binaan, peningkatan kualitas dan pemeliharaan fasilitas tetap diperlukan. Lingkungan fisik perkembangan mental dan emosional anakanak, serta menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar dan beraktivitas. Tantangan dan Peluang Meskipun LKSA As-Shyfa telah melakukan banyak upaya positif, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi pendanaan maupun tenaga Tantangan ini perlu diatasi dengan strategi yang lebih efektif dalam menarik dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Peluang untuk memperkuat pelayanan juga terbuka lebar melalui peningkatan kapasitas pengurus serta pengembangan programprogram inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam komunikasi dan penggalangan dana juga dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan jangkauan dan dampak pelayanan LKSA. Secara keseluruhan. LKSA As-Shyfa telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang kuat dalam melayani anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, dan anak terlantar di Kabupaten Tabalong. Dengan strategi yang terstruktur, program yang komprehensif, dan dukungan sarana prasarana yang memadai. LKSA AsShyfa mampu memberikan pelayanan yang Namun, untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan. LKSA perlu terus berinovasi dan memperluas kemitraan serta dukungan dari berbagai pihak. Faktor pelayanan LKSA As Syhfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor penghambat kesejahteraan sosial anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) As-Shyfa. Berdasarkan wawancara dengan pengurus yayasan dan orang tua, terungkap bahwa kendala utama yang dihadapi LKSA AsShyfa Keterbatasan ini berdampak langsung pada kapasitas lembaga untuk menerima lebih banyak anak binaan, meskipun permintaan dari masyarakat tinggi. Pendanaan yang terbatas ini tidak hanya mempengaruhi jumlah anak yang dapat diterima, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada anakanak binaan yang sudah ada. Keterbatasan dana dapat membatasi akses anak-anak terhadap kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan secara umum. Padahal, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 utama yang sangat diperlukan pengembangan masa depan anak-anak. Dari sisi masyarakat, harapan tinggi terhadap LKSA As-Shyfa terlihat jelas dari pernyataan orang tua yang ingin lebih banyak anak mereka diterima sebagai anak binaan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap peran lembaga dalam mendukung kesejahteraan anak-anak mereka, tetapi juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan lembaga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian kesejahteraan sosial anak adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung lembaga-lembaga seperti LKSA melalui kebijakan dan bantuan finansial yang memadai. Selain itu, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan, baik secara material maupun moral, untuk membantu memenuhi kebutuhan anakanak yang berada di bawah asuhan lembaga ini. Pendekatan dalam Islam terhadap anak yatim, yang memberikan perhatian khusus dan menempatkan mereka dalam posisi yang terhormat, sejalan dengan temuan penelitian ini. Islam menekankan pentingnya tanggung jawab sosial umat terhadap anak yatim, yang dalam praktiknya membutuhkan dukungan kolektif dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa anak-anak ini mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan kesejahteraan yang layak. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa meskipun LKSA As-Shyfa telah kesejahteraan sosial anak, masih terdapat tantangan signifikan yang harus diatasi. Keterbatasan pendanaan menjadi isu kritis yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari semua pihak terkait agar kesejahteraan sosial anak dapat tercapai secara optimal. KESIMPULAN ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: Kualitas Pelayanan LKSA As-Shyfa Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Pelayanan yang diberikan oleh LKSA AsShyfa umumnya baik, dengan programprogram yang terstruktur untuk mendukung pendidikan, kesehatan, dan keterampilan anakanak binaan. Strategi kemitraan dan sarana prasarana yang memadai turut mendukung pelayanan ini. Faktor Penghambat Kualitas Pelayanan Hambatan utama dalam pelayanan di LKSA As-Shyfa adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi pendanaan maupun tenaga Tantangan ini dapat mengurangi efektivitas program dan menghambat pengembangan lebih lanjut. SARAN Dengan melihat upaya LKSA As-Shyfa dalam pelayanan kesejahteraan sosial anak pada penelitian skripsi ini merupakan salah satu cara dalam menyikapi maraknya keberadaan masalah anak-anak yatim/ yatim piatu dan anak terlantar. Penulis berharap agar penelitian ini dapat memberi pemahaman terhadap pembaca khususnya tentang LKSA As-Shyfa dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak. Intrapersonal Anak. An Nisa' Volume 11 Nomor 1, 354-363. Aini. Penerapan Cognitive Behaviour Therapy Mengembangkan Kepribadian Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Ilmu Dakwah Volume 39 Nomor 1. Ardi Syawal. Peranan Panti Asuhan dalam Pembentukan Moral Anak. Tomalebbi, 32-40. Ariyadri. Konsep Pemeliharaan Anak Yatim Perspektif Al-QurAoan . Ulumul QurAoan: Jurnal Kajian Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Volume 1 Nomor 1, 27-42. Eddy Sugianto. Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Tingkat SMA di Desa Bukit Lipai Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Inderagiri Hulu. JOM FISIP Volume 4 Nomor 2, 1-14. Eko Setiawan. Pengangkatan Anak Balita Terlantar. Sosio Informa : Kajian Permasalahan Sosial Dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 5 Nomor 1. Enjang Wahyuningrum. Pengasuhan pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan. Prosiding Seminar Nasional Psikologi (SEMPSI) Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Penulis berharap agar penelitian ini dapat berguna sebagai referensi untuk pembaca Genade. Penerapan Peraturan Menteri Sosial No. 30/HUK/2011 tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA) pada LKSA Non Panti. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. DAFTAR PUSTAKA