Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Kombinasi Postur Kerja pada Pewarnaan Batik Colet dengan Analisa Rula (Rapid Upper Limb Assessmen. Siswiyanti . Saufik Luthfianto . Zulfah . Tofik Hidayat . Cipto Sugiono . Fajar Nurwildani . Zhabiyan Rafnan. ,2,3,4,5,6,. Program Studi Teknik Industri. Universitas Pancasakti Tegal Email : siswieyanti@gmail. Abstrak Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisa kombinasi postur tubuh pekerja pada pewarnaan batik colet menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessmen. sehinga dapat mengantisipasi cidera dan rasa sakit. Metode RULA (Rapid Upper Limb Assessmen. merupakan metode ergonomi yang digunakan untuk menginvestigasi dan mengevaluasi posisi kerja dari tubuh bagian atas. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 3 kombinasi pewarnaan colet pada jangkauan tangan dekat, tengah dan jauh yaitu : posisi postur menggunakan meja rendah dengan posisi tubuh setengah berdiri didapatkan skor akhir ketiganya adalah 7. Posisi postur menggunakan meja tinggi dengan posisi tubuh berdiri didapatkan skor akhir adalah 4, 3 dan 7, dan postur yang terbaik untuk mengantisipasi cidera dan rasa sakit yaitu pada posisi postur kerja menggunakan meja rendah dengan posisi tubuh duduk dengan skor akhir adalah 3,6 dan 5. Postur kerja pewarnaan colet terbaik menggunakan Meja Rendah dan duduk . angkauan tangan pende. memiliki tingkat resiko sedang dengan tindakan Perlu investigasi lebih lanjut, mungkin diperlukan adanya perubahan untuk perbaikan sikap kerja Kata Kunci: Metode Rula. Batik. Pewarnaan Colet Pendahuluan Proses pengerjaan pewarnaan batik colet seringkali didapati adanya posisi kerja tubuh yang kurang baik dan ergonomis, menyebabkan rasa tidak nyaman pada pekerja. Hasil observasi ditemukan posisi tubuh saat pewarnaan batik colet antara lain posisi postur dengan meja rendah dan setengah berdiri, posisi postur dengan meja tinggi dan posisi postur dengan meja rendah. Dengan beberapa posisi tubuh pada pekerja pewarnaan batik colet yang membungkuk dan menjauh dari tubuh, hal tersebut menjadi tanda bahwa posisi kerjanya kurang baik. Posisi pekerjaan yang tidak wajar, seperti yang membutuhkan berdiri lama, berjongkok, membungkuk, mengangkat, dan membawa, mungkin membuat satu anggota badan tidak nyaman dan sakit (Pangaribuan, 2009 dalam Fiatno, 2. Postur kerja mengacu pada bagaimana tubuh tersebut diposisikan. Kekuatan yang dihasilkan oleh pola pikir kerja yang berbeda akan bervariasi. Untuk mengurangi kemungkinan cedera muskuloskeletal, postur di tempat kerja harus diambil secara alami. Ketika karyawan mengadopsi postur kerja yang sehat dan aman, maka dapat menghasilkan kenyamanan (Siswiyanti & Rusnoto, 2. Berdasarkan masalah yang timbul peneliti akan melakukan analisa postur tubuh pada pekerja pewarnaan batik colet dengan 3 posisi postur yaitu postur dengan meja rendah dan setengah berdiri, postur dengan meja tinggi posisi tubuh berdiri dan postur dengan meja rendah posisi tubuh duduk. Landasan Teori Ergonomi merupakan cabang ilmu sistematis guna menggunakan data-data terkait keterbatasan, sifat dan kemampuan manusia dalam menciptakan sebuah sistem kerja yang dapat Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. menghasilkan sistem yang baik untuk manusia yang bekerja didalamnya. Serta dapat mencapai tujuan yang ingin dibutuhkan secara aman, sehat, nyaman dan efektif. Ergonomi berkaitan dengan optimasi, keselamatan, kenyamanan dan kesehatan manusia di area kerja, rumah serta rekreasi. Dalam ergonomi dibutuhkan studi mengenai sistem dimana lingkungan, fasilitas kerja dan manusianya berinteraksi satu sama lain dengan tujuan agar menyesuaikan manusia dengan suasana kerjanya (Wignjosoebroto S, 2003 dalam Dzikrillah & Yuliani, 2. Sistem kerja yang sukses harus memperhitungkan sifat, bakat, dan batasan manusia agar dapat dicapai secara efisien, nyaman, dan aman. Ini adalah tujuan dari bidang studi sistematis yang dikenal sebagai ergonomi (Sutalaksana, 1979 dalam Luthfianto & Siswiyanti, 2. Metode RULA (Rapid Upper Limb Assessmen. adalah teknik studi untuk memeriksa tempat kerja ergonomis ketika pekerjaan yang dilakukan tidak teratur, berhubungan dengan upper limb atau tubuh bagian atas. RULA adalah alat perekam yang menganalisis biomekanik dan postur serta mengeluarkan peringatan untuk leher, tubuh elemen atas dan punggung. Metode RULA, yang dibuat pada tahun 1993, menilai berbagai aspek tubuh manusia, termasuk postur, aktivitas otot, dan Ini digunakan untuk meredakan ketegangan otot kronis (Nurul I, 2. Untuk meningkatkan kinerja manusia serta keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kepuasan kerja, pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi postur kerja yang tidak aman dan melakukan penyesuaian sesegera mungkin (Dircia, 2. Menganalisis postur leher, punggung, dan lengan atas, pendekatan ini tidak memerlukan peralatan khusus. Skor yang telah ditentukan disediakan untuk setiap gerakan. Tubuh dibagi menjadi dua grup. A dan B, untuk memudahkan penilaian postur tubuh. Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan rotasi pergelangan tangan membentuk postur Grup A, sedangkan leher, badan, dan kaki membentuk postur Grup B. Hasil dari masing-masing skor postur grup A dan grup B tersebut kemudian dijumlahkan dengan skor penggunaan otot dan pembebanan atau pengerahan tenaga. Skor yang diperoleh untuk postur grup A dan grup B dimasukkan ke dalam tabel untuk mendapatkan skor akhir. Beberapa kategori tingkat risiko dibuat dari temuan skor akhir (Prayitno. dan Hanum, 2. Metode Penelitian Prosedur untuk menerapkan metode RULA dan mengevaluasi setiap anggota tubuh, melalui penilaian Postur Tubuh Grup A, penilaian Postur Tubuh Grup B dan Tingkat Aksi yang diperlukan berdasarkan Grand Score. Tabel 1. Grand Score Sumber: (Tarwaka, 2. Tabel 2. Tingkat Aksi yang diperlukan Berdasarkan Grand Score Sumber: (Tarwaka, 2. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Hasil Penelitian Dan Pembahasan A) Postur dengan meja rendah . angkauan tangan : pendek, tengah dan jau. Penilaian postur pewarnaan colet menggunakan meja rendah dan setengah berdiri jangkauan tangan pendek ke depan dekat tubuh ( Gambar . dan skoring postur dilihat pada Tabel Gambar 1. Postur kerja dengan meja rendah dan setengah berdiri . angkauan tangan pende. Tabel 3. Skoring Postur dengan meja rendah dan setengah berdiri . angkauan tangan pende. Penilaian postur pewarnaan colet mengguankan meja rendah dan pada posisi setengah berdiri jangkauan tangan menengah (Gambar . dan skoring postur dilihat pada Tabel 4. Gambar 2. Postur meja rendah dan pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan tenga. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 4. Skoring Postur meja rendah pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan tenga. Penilaian proses pewarnaan colet menggunakan meja rendah dan pada posisi setengah berdiri jangkauan tangan ke depan jauh (Gambar . dan skoring postur dilihat pada Tabel 5. Gambar 3. Postur meja rendah dan pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan jau. Tabel 5. Skoring Postur meja rendah pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan jau. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. B) Postur kerja dengan meja tinggi posisi berdiri . angkauan tangan : pendek, tengah dan Penilaian proses pewarnaan colet menggunakan meja tinggi dan pada posisi berdiri jangkauan tangan pendek (Gambar . dan skoring postur kerja dilihat pada Tabel 6. Gambar 4. Postur meja tinggi pada posisi berdiri . angkauan tangan pende. Tabel 6. Skoring Postur meja tinggi pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan pende. Penilaian proses pewarnaan colet menggunakan meja tinggi dan pada posisi berdiri jangkauan tangan tengah (Gambar . dan skoring postur kerja dilihat pada Tabel 7. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar 5. Postur meja tinggi pada posisi setengah berdiri . angakauan tangan tenga. Tabel 7. Skoring Postur Kerja meja tinggi pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan tenga. Penilaian proses pewarnaan colet menggunakan meja tinggi dan pada posisi berdiri jangkauan tangan jauh (Gambar . dan skoring postur kerja dapat dilihat pada Tabel 8. Gambar 6. Postur meja tinggi pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan jau. Tabel 8. Skoring Postur Kerja meja tinggi pada posisi setengah berdiri . angkauan tangan jau. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. C) Posisi Postur Meja Rendah duduk di dingklik . angkauan tangan : pendek, tengah dan Penilaian proses pewarnaan colet menggunakan meja rendah dan pada posisi duduk jangkauan tangan pendek (Gambar . dan skoring postur kerja dapat dilihat pada Tabel 9. Gambar 7. Postur meja rendah posisi duduk . angkauan tangan pende. Tabel 9. Skoring Postur Kerja meja rendah pada posisi duduk . angkauan tangan pende. Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Penilaian Proses pewarnaan colet menggunakan meja rendah dan pada posisi duduk jangkauan tangan tengah (Gambar . dan skoring postur kerja dilihat pada Tabel 10. Gambar 8. Postur meja rendah posisi duduk . angkauan tangan tenga. Tabel 10. Skoring Postur Kerja meja rendah pada posisi duduk . angakauan tangan Eengineering Vol. 14 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Penilaian proses pewarnaan colet menggunakan meja rendah dan pada posisi duduk jangkauan tangan jauh (Gambar . dan Pengukuran postur dilihat pada Tabel 11. Gambar 9. Postur meja rendah posisi duduk . angakauan tangan jau. Tabel 11. Skoring Postur Kerja meja rendah pada posisi duduk . angkauan tangan jau. Berdasarkan hasil perhitungan skor RULA dari sembilan . posisi postur badan pada pewarnaan colet diatas, maka dapat dibuat rekapitulasi perhitungan untuk dapat mengetahui tindakan yang perlu dilakukan dilihat pada Tabel 12. Tabel 12. Rekapitulasi Hasil Final Skor RULA pada Pewarnaan Colet Posisi postur Skor Akhir Tingkat Tindakan RULA Posisi Postur dengan Meja Tinggi Perlu adanya investigasi Rendah dan Setengah dan perbaikan secepat Berdiri . angkauan tangan Posisi Postur dengan Meja Tinggi Perlu adanya investigasi Rendah dan Setengah dan perbaikan secepat Berdiri . angkauan tangan Posisi Postur dengan Meja Tinggi Perlu adanya investigasi Rendah dan Setengah dan perbaikan secepat Eengineering Vol. 14 No. Berdiri . angkauan tangan Posisi Postur dengan Meja Tinggi . angkauan tangan ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Sedang Posisi Postur dengan Meja Tinggi . angkauan tangan Sedang Posisi Postur dengan Meja Tinggi . angkauan tangan Posisi Postur dengan Meja Rendah duduk . angkauan tangan pende. Tinggi Sedang Posisi Postur dengan Meja Rendah duduk . angkauan tangan tenga. Posisi Postur dengan Meja Rendah duduk . angkauan tangan jau. Sedang Sedang Perlu investigasi lebih lanjut, mungkin diperlukan adanya perubahan untuk perbaikan sikap kerja Perlu investigasi lebih lanjut, mungkin diperlukan adanya perubahan untuk perbaikan sikap kerja Perlu adanya investigasi dan perbaikan secepat Perlu investigasi lebih lanjut, mungkin diperlukan adanya perubahan untuk perbaikan sikap kerja Perlu adanya investigasi dan perbaikan segera Perlu adanya investigasi dan perbaikan segera Kesimpulan Berdasarkan analisa pengukuran RULA yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Skor akhir RULA untuk posisi postur menggunakan meja rendah dan posisi tubuh setengah berdiri 3 jangkauan tangan pendek, tengah dan jauh ketiganya yaitu 7 dengan tingkat resiko tinggi, sehingga diperlukan adanya investigasi dan perbaikan secepat mungkin. Skor akhir RULA untuk posisi postur menggunakan meja tinggi dan posisi tubuh berdiri jangkauan pendek dan tengah yaitu 4 dan 3 . ingkat resiko sedan. , jangkauan tangan jauh yaitu 7 . ingkat resiko tingg. , sehingga perlu investigasi lebih lanjut, mungkin diperlukan adanya perubahan untuk perbaikan sikap kerja/secepat mungkin. Skor akhir RULA untuk posisi postur menggunakan meja rendah dan posisi tubuh duduk jangkauan pendek, tengah dan jauh yaitu 3, 6 dan 5 dengan tingkat resiko sedang, sehingga perlu investigasi lebih lanjut, mungkin diperlukan adanya perubahan untuk perbaikan sikap kerja/segera. Analisa pengukuran RULA menunjukkan bahwa posisi postur dengan meja rendah pada posisi tubuh duduk merupakan posisi proses pewarnaan batik colet yang baik yang bisa mengantisipasi cidera dan rasa sakit bagi pekerja pewarnaan batik colet. Kombinasi sikap / postur tubuh pada pewarnaan batik colet yang memiliki tingkat keluhan rendah untuk mengantisipasi cidera dan rasa sakit . ada posisi tubuh bagian ata. yaitu pada posisi tubuh dengan jangkauan tangan pendek Daftar Pustaka