PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Email : pintoe@utu. Volume 2 | Nomor 2 | Desember 2024 e-ISSN: & p-ISSN: Doi Submitted: 06/09/2024 Accepted: 29/12/2024 Published: 31/12/2024 Pemberdayaan Perempuan Desa Selok Aceh dalam Pemanfaatan Daun Pandan Duri untuk Menciptakan Produk Anyaman yang Kreatif dan Inovatif Ghautsina1. Herlisa2. Desi Ana Afriani3. Hirzie Ath-Thariq4. Noviani5. Sahil Kasabi6. Ayu Marzidah7. Cut Nabilla Kesha6* 1Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar 2Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar 3Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar 4Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar 4Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar 6Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Imu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar 7Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar *Email : cutnabillakesha@utu. ABSTRAK Desa Selok Aceh merupakan salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam, termasuk daun pandan duri (Pandanus tectoriu. , yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk anyaman. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu Desa Selok Aceh melalui pelatihan pemanfaatan daun pandan duri menjadi produk anyaman yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengembangkan perekonomian desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis dalam proses produksi anyaman. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan perempuan dalam mengolah daun pandan duri menjadi produk anyaman yang lebih variatif dan memiliki nilai estetika. Program ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam mengembangkan produk lokal serta memperkuat solidaritas antar warga dalam mendukung ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Kata Kunci: Pandan Duri. Anyaman. Inovasi. Pemberdayaan ABSTRACT Selok Village. Aceh, is an area that is rich in natural resources, including durian pandan leaves (Pandanus tectoriu. , which have great potential to be processed into woven products. However, this potential has not been utilized optimally by society. This Real Work Lecture (KKN) activity aims to empower the women of Selok Village. Aceh through training in the use of thorn pandan leaves into creative and innovative woven products, so that they can increase family income and develop the village economy. The methods used in this activity include socialization, training and technical assistance in the woven production process. The results of this activity show an increase in women's ability to process pandan thorn leaves into woven products that are more varied and have aesthetic value. This program has also succeeded in raising awareness of the importance of innovation in developing local products and strengthening solidarity between residents in supporting a creative economy based on local resources. Keywords: Pandan Thorn. Webbing. Innovation. Empowerment PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Ghautsina et al PENDAHULUAN Pemanfaatan potensi lokal merupakan strategi penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial suatu daerah. Setiap daerah memiliki sumber daya alam, budaya, dan sosial yang khas. Pemanfaatan potensi lokal berfokus pada optimalisasi sumber daya tersebut untuk menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan Misalnya, daerah dengan tanah subur dapat fokus pada pertanian dan agroindustri, sedangkan daerah dengan warisan budaya yang kaya dapat mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya. Alam Indonesia cukup banyak tersedia keanekaragaman tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri kerajinan, antara lain anyaman. Untuk menghasilkan produk anyaman dari bahan tumbuhan diperlukan pengetahuan dan pengalaman dalam mengenal tumbuhan yang memiliki serat yang panjang dan kuat. Salah satu ragam tumbuhan yang memenuhi kedua persyaratan tersebut adalah pandan, yaitu salah satu anggota suku pandan-pandanan (Pandanacea. , terutama dari marga Pandanus (Rahayu. Sunarti, & Keim, 2. Daun pandan duri . andanus tectoriu. merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah pesisir pantai, tumbuhan ini sangat terkenal dikalangan masyarakat (Hasan & Zelviani, 2. Tanaman marga Pandanus sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuat anyam-anyaman seperti tikar pandan, tas atau bahan pembungkus yang terutama digunakan dari bagian daun. Pandan ini memiliki banyak cabang, daunnya berwarna hijau dengan panjang 90-150 cm dan lebarnya mencapai 4 cm (Muhammadiah & Jasmin, 2. Hal ini karena pandan memiliki serat alam yang mudah dibentuk sesuai kreasi kerajinan yang diinginkan. Selain itu, kerajinan berbahan baku pandan yang relatif murah dan bersifat ramah lingkungan (Yani Rizal. Safrizal, 2. Desa Selok Aceh, yang terletak di wilayah pesisir dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki tradisi panjang dalam memanfaatkan daun pandan duri sebagai bahan dasar kerajinan tangan. Daun pandan duri, yang dikenal dengan seratnya yang kuat dan fleksibel, telah lama digunakan oleh masyarakat setempat untuk membuat berbagai produk anyaman seperti tikar, tas, dan peralatan rumah tangga lainnya. Kerajinan ini tidak hanya menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (Husen Hendriyana, 2. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses menyeluruh, yaitu proses antara pihak pemberdaya dan kelompok masyarakat yang perlu diberdayakan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, pemberian berbagai kemudahan serta peluang untuk mencapai akses sistem sumber daya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan pengrajin daun pandan merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat (Hekam & Hartanto, 2. Kerajinan adalah suatu usaha yang dilakukan secara terus menerus dengan penuh semangat ketekunan, kecekatan, kegigihan, berdedikasi tinggi dan berdaya maju yang luas dalam melakukan suatu karya (Fibriyanti. Akt. Zulyanti, & Sos, 2. Dengan kata lain, kerajinan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus yang berkaitan dengan perbuatan tangan atau kegiatan tangan yang menghasilkan suatu karya. Pengolahan dan pembuatan anyaman pandan dengan berbagai kebaruan teknik anyam dapat berpengaruh terhadap nilai ekonomis yang lebih tinggi dari produk Pada akhirnya, kegiatan pengembangan dalam pengolahan struktur yang dilakukan, berdampak masyarakat pada pemberdayaan dalam mengembangkan anyaman pandan (Desnica. Widiawati, & Nugraha, 2. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Ghautsina et al Pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan Masyarakat merupakan proses menyeluruh, yaitu proses antara pihak pemberdaya dan kelompok masyarakat yang perlu diberdayakan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, pemberian berbagai kemudahan serta peluang untuk mencapai akses sistem sumber daya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Abdul Latief. Syardiansah, 2. Penelitian terdahulu oleh (Prasetiyawan, 2. tentang pemberdayaan perempuan melalui pendirian kelompok usaha serai pitay berbasis Socialpreneur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kupang NTT. Penelitian menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Driven Developmen. Menggunakan tahapan sosialisasi, pembentukan kelompok, pembuatan SOP dan terakhir adalah pendampingan. dari penelitian ini adalah semoga pemberdayaan perempuan dan pembangunan kesehteraan masyarakat di desa pitay kecamatan sulamu dapat diwujudkan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dalam bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat. Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang di hadapi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teuku Umar merupakan salah satu implikasi dari pengabdian kepada masyarakat. KKN ini juga, mahasiswa diharapkan bisa menjadi sebuah pengalaman belajar yang baru menambah ilmu pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiwa mampu mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Desa Selok Aceh dan mahasiswa dapat memberikan motivasi dan inovasi pada pemanfaatan potensi lokal untuk menuju ketahanan ekonomi dan sosial di Desa Selok Aceh. METODE Kegiatan KKN ini dilakukan di Desa Selok Aceh. Metode yang digunakan dalam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini ini meliputi identifikasi potensi dan kebutuhan, pengenalan dan edukasi awal, pelatihan teknis, dan pendampingan desain dan kreativitas. Identifikasi Potensi dan Kebutuhan Survey Awal: Melakukan survey untuk mengidentifikasi potensi pandan duri dan memahami kebutuhan serta minat masyarakat terhadap pengembangan Pendataan Sumber Daya: Mengumpulkan data tentang jumlah pandan duri yang tersedia, akses ke bahan baku, dan keterampilan yang dimiliki warga dalam hal kerajinan tangan. Pengenalan dan Edukasi Awal Sosialisasi Program: Mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk mengenalkan program KKN dan manfaat pemanfaatan daun pandan duri. Edukasi Pemanfaatan Potensi Lokal: Memberikan informasi mengenai nilai ekonomi pandan duri dan potensi produk yang dapat dikembangkan. Pelatihan Teknis Pelatihan Inovasi Produk: Memperkenalkan cara menciptakan produk-produk baru dari anyaman pandan, seperti tas, dompet, keranjang, dan produk lainnya yang bernilai jual tinggi. Penggunaan Warna dan Pola: Mengajarkan cara mengkombinasikan warna daun pandan yang telah diwarnai untuk menciptakan pola yang menarik. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Ghautsina et al Peserta diajak untuk bereksperimen dengan gradasi warna, pola geometris, dan kombinasi warna cerah serta netral. Pendampingan Desain dan Kreativitas Pengembangan Ide Kreatif: Membantu peserta mengembangkan ide-ide kreatif dengan mengkombinasikan desain tradisional dan modern. Pendampingan Desain Produk: Bekerja sama dengan peserta untuk membuat desain produk yang unik, fungsional, dan memiliki daya tarik pasar. Gambar 1. Bagan Alir Kegiatan Program KKN HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan anyaman daun pandan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan ekonomi dan sosial, terutama dalam komunitas lokal yang Ketahanan Ekonomi Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Anyaman daun pandan dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Produk anyaman seperti tikar, tas, dan keranjang dapat dijual di pasar lokal maupun internasional, membuka peluang untuk ekspansi ekonomi. Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMKM): Banyak usaha kecil dan mikro yang berbasis di pedesaan dapat memanfaatkan keterampilan menganyam sebagai basis usaha mereka. Dukungan terhadap usaha ini dapat meningkatkan lapangan kerja dan mempromosikan kewirausahaan. Diversifikasi Produk: Dengan mengembangkan berbagai jenis produk anyaman yang kreatif dan inovatif, masyarakat dapat menarik minat pasar yang lebih luas, termasuk sektor pariwisata dan konsumen internasional. Diversifikasi ini dapat meningkatkan nilai ekonomi dari produk-produk Pengurangan Ketergantungan Ekonomi: Dengan memiliki keterampilan dan usaha sendiri, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada sumber pendapatan eksternal dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Ketahanan Sosial Pelestarian Budaya dan Tradisi: Anyaman daun pandan adalah bagian penting dari warisan budaya dan tradisi lokal. Mengembangkan kerajinan ini membantu melestarikan tradisi tersebut dan memberikan kebanggaan budaya kepada masyarakat. Transfer Pengetahuan Antar Generasi: Melalui kegiatan menganyam, pengetahuan dan keterampilan tradisional dapat diturunkan dari generasi ke generasi, menjaga keberlanjutan budaya dan keterampilan lokal. Peningkatan Keterlibatan dan Partisipasi: Kegiatan menganyam dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk wanita, orang tua, dan PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Ghautsina et al kaum muda, sehingga meningkatkan partisipasi sosial dan memberikan kesempatan bagi semua anggota masyarakat untuk berkontribusi. Pendidikan dan Pengembangan Keterampilan: Melalui program pelatihan dan pendidikan yang terkait dengan pengembangan anyaman daun pandan, masyarakat dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, yang dapat berkontribusi pada pengembangan pribadi dan profesional. Hasil dari pelatihan yang diberikan menunjukkan peningkatan keterampilan ibuibu Desa Selok Aceh dalam mengolah daun pandan duri menjadi bahan baku anyaman. Selain peningkatan keterampilan dasar, ibu-ibu juga berhasil mengembangkan berbagai produk anyaman yang lebih kreatif dan inovatif. Produk-produk yang dihasilkan meliputi tikar, keranjang, dan tas. program ini juga berhasil meningkatkan solidaritas dan kerjasama di antara ibu-ibu peserta. Proses pelatihan dan produksi bersama memberikan kesempatan bagi mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Diskusi kelompok dan kerja sama dalam pemasaran produk juga memperkuat ikatan sosial di antara peserta. Hal ini berkontribusi pada penguatan modal sosial di Desa Selok Aceh, yang merupakan faktor penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam lokal, seperti daun pandan duri, dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan. Melalui pendekatan partisipatif dan pelatihan yang berkelanjutan, ibu-ibu di Desa Selok Aceh tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga mampu menciptakan produk yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi. Keberhasilan program ini juga menunjukkan pentingnya dukungan komunitas dan kerjasama antarwarga dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi. Gambar 2. Diskusi awal untuk mengidentifikasi produk anyaman daun pandan duri Gambar 3. Proses pengambilan daun pandan duri PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Ghautsina et al Gambar 4. Sosialisasi dan pelatihan tentang cara mengolah daun pandan duri menjadi produk yang kreatif dan inovatif Gambar 5. Hasil produk anyaman daun pandan duri. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang telah dilaksanakan di desa selok aceh maka dapat disimpulkan bahwa Program pemanfaatan anyaman pandan duri berhasil memberdayakan masyarakat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal, yaitu daun pandan duri, untuk menciptakan produk anyaman yang kretaif dan Melalui pelatihan dan pendampingan, warga desa mampu menghasilkan produk kreatif yang unik. Program ini juga turut memperkuat aspek sosial desa dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda, dalam kegiatan produktif yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal seperti pandan duri dapat menjadi jalan efektif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial desa, sekaligus melestarikan kearifan lokal dan budaya tradisional. Agar produk anyaman pandan duri tetap kompetitif di pasar, disarankan untuk terus mengembangkan desain dan inovasi baru. Pelatihan lanjutan mengenai tren desain dan teknik anyaman modern dapat diberikan secara berkala kepada ibu-ibu peserta. Selain itu, kolaborasi dengan desainer lokal atau institusi pendidikan desain dapat membantu menciptakan produk yang lebih inovatif dan sesuai dengan selera pasar saat Dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan kabupaten sangat penting untuk keberhasilan program ini. Disarankan agar pemerintah setempat memberikan dukungan dalam bentuk pendanaan, pelatihan lanjutan, dan fasilitas pemasaran. Selain itu. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Ghautsina et al kemitraan dengan sektor swasta, seperti perusahaan ritel atau eksportir, dapat dijajaki untuk memperluas jangkauan pasar produk anyaman. DAFTAR PUSTAKA