Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga Fajar Agustini1. Euis Widanengsih2. Suwanto3 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 1fajar. fgt@bsi. id , 2euis. ewh@bsi. STIE Bhakti prasetya karya praja e-mail: suwantohp@gmail. Diterima 28-11-2025 Direvisi 05-03-2026 Disetujui 21-04-2026 Abstrak - Pengelolaan akuntansi pada toko alat olahraga sering menghadapi kendala berupa pencatatan manual yang tidak efisien, rentan kesalahan, serta keterlambatan dalam penyajian laporan keuangan. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Scrum dalam pengembangan sistem informasi akuntansi yang mampu meningkatkan efektivitas pencatatan dan penyajian laporan keuangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Scrum framework dengan tahapan product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, dan sprint retrospective. Setiap tahapan diimplementasikan secara iteratif untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna dan meminimalkan risiko Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Scrum menghasilkan sistem informasi akuntansi yang lebih terstruktur, fleksibel, dan sesuai kebutuhan operasional toko. Sistem ini mempermudah proses pencatatan transaksi, pengelolaan stok, dan penyusunan laporan keuangan secara cepat dan akurat. Dengan demikian, sistem yang dibangun mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat bagi manajemen toko alat olahraga. Kata Kunci: Scrum. Sistem Informasi Akuntansi. Toko Alat Olahraga Abstract - Accounting management in sporting goods stores often faces challenges such as inefficient manual recording, error-proneness, and delays in presenting financial reports. This situation impacts suboptimal managerial decision-making. This study aims to apply the Scrum method to develop an accounting information system capable of improving the effectiveness of recording and presenting financial reports. The research method uses the Scrum framework approach, with the stages of product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint review, and sprint retrospective. Each stage is implemented iteratively to adapt to user needs and minimize the risk of errors. The results show that the application of the Scrum method results in an accounting information system that is more structured, flexible, and tailored to the store's operational needs. This system simplifies the process of recording transactions, managing inventory, and preparing financial reports quickly and accurately. Thus, the system is able to support more informed decision-making for sporting goods store management. Keywords: Scrum. Accounting Information System. Sporting Goods Store PENDAHULUAN Era Revolusi Industri mentransformasi lanskap bisnis secara global, di mana integrasi teknologi digital menjadi faktor kritis Transformasi ini tidak hanya tentang adopsi teknologi, tetapi juga perubahan paradigma menuju bisnis yang gesit dan berpusat pada pelanggan (Muditomo & Wahyudi, 2. Pada sektor ritel, tekanan untuk beradaptasi dengan percepatan digital semakin besar, khususnya bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tantangan utama yang dihadapi UKM ritel adalah keterbatasan sumber daya dalam mengadopsi teknologi informasi yang efektif dan terjangkau (Nugroho, 2. Keterbatasan ini seringkali menyebabkan "kesenjangan digital" . igital divid. antara UKM dan perusahaan besar, yang semakin memperlebar ketimpangan daya saing (Krismajayanti et al. , 2. Padahal, sistem merupakan tulang punggung untuk mencapai efisiensi operasional, akurasi data keuangan, dan pengambilan keputusan yang strategis. Bahkan, studi oleh (Ahad & Munandar, 2. membuktikan bahwa kualitas sistem informasi akuntansi secara signifikan berdampak pada kualitas laporan keuangan dan efektivitas pengendalian internal. Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga (Fajar dk. Banyak UKM di sektor ritel, termasuk toko alat olahraga, masih mengandalkan sistem akuntansi manual yang menggunakan pencatatan fisik dan pembukuan sederhana. Praktik tradisional ini menimbulkan berbagai masalah operasional, seperti: tingginya risiko kesalahan manusia . uman erro. dalam pencatatan transaksi, . lambatnya proses pembuatan laporan keuangan, . kesulitan dalam pelacakan inventori secara real-time, dan . kerentanan kehilangan data penting (Muzakki et al. Penelitian serupa oleh (Ahad & Munandar, 2. menyoroti bahwa sistem manual menyebabkan ketidakefisienan dalam siklus akuntansi, dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan. Kondisi ini berakibat pada inefisiensi biaya operasional, keterlambatan dalam pengambilan keputusan manajerial, serta menurunnya daya saing Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi mengimplementasikan sistem informasi akuntansi Namun, pengembangan sistem seringkali disebabkan oleh pendekatan pengembangan yang kaku dan tidak adaptif terhadap kebutuhan pengguna yang dinamis (Prayoga et al. , 2. Riset dari (Dito Marcelino et , 2. memberikan bukti empiris bahwa proyek yang menggunakan metodologi agile memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan metodologi tradisional seperti waterfall, karena kemampuannya dalam mengelola perubahan dan keterlibatan pengguna. Oleh karena itu, pemilihan metodologi pengembangan perangkat lunak yang tepat menjadi kunci kesuksesan Metode Scrum, sebagai bagian dari Agile methodology, menawarkan pendekatan iteratif dan inkremental yang berfokus pada nilai tambah bagi pengguna . ser-centri. melalui siklus pengembangan singkat . dan umpan balik yang berkelanjutan (Rizky & Sugiarti, 2. Framework Scrum telah terbukti berhasil diterapkan dalam berbagai konteks pengembangan sistem skala kecil hingga menengah karena kesederhanaan dan efektivitasnya dalam mengelola kompleksitas (Thummadi & Lyytinen, 2. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas pengembangan sistem informasi untuk UKM, namun masih terbatas yang secara khusus menginvestigasi penerapan metode Scrum dalam konteks sistem informasi akuntansi pada toko alat Penelitian oleh (Fauzan et al. mengembangkan sistem inventory dengan pendekatan waterfall, namun kurang mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan pengguna dengan cepat. Sementara itu, penelitian oleh (Ambayu & Hartomo, 2. memang mengkaji Agile untuk UKM, tetapi fokusnya lebih luas pada manajemen proyek secara umum, bukan pada pembangunan SIA yang memiliki siklus dan aturan akuntansi yang spesifik. Dengan demikian, terdapat Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia celah . untuk menguji efektivitas metode Scrum dalam menghasilkan sistem informasi akuntansi yang lebih adaptif, sesuai kebutuhan, dan minim kesenjangan dengan harapan pengguna . ser expectation ga. pada konteks UKM spesifik ini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dalam menerapkan framework Scrum untuk pengembangan Sistem Informasi Akuntansi pada toko alat olahraga seperti pada gambar 1. Proses penelitian mengikuti siklus Scrum yang terdiri dari empat sprint selama dua minggu masing-masing, dimulai dengan pembuatan product backlog berdasarkan kebutuhan pengguna melalui wawancara mendalam dengan pemilik toko dan staff akuntansi. Setiap sprint meliputi tahapan perencanaan . print plannin. , implementasi . print executio. , review hasil . print revie. , dan evaluasi proses . print retrospectiv. Sumber : (Anoesyirwan et al. , n. , 2. Gambar 1. The Basic Scrum Framework Data partisipatif selama 4 sprint, wawancara semiterstruktur dengan 5 informan . emilik toko, 2 kasir, admin gudang, dan staff akuntans. , serta studi dokumentasi laporan keuangan 3 bulan terakhir, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik (Braun & Clarke, 2. dengan menjaga validitas data melalui triangulasi sumber dan member Penelitian dilakukan pada periode Februari hingga April 2024 dengan melibatkan seluruh stakeholders sebagai bagian dari tim Scrum yang Sumber :(Braun & Clarke, 2. Gambar 2. Teknik Analisis Tematik HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur sistem berjalan yang ada pada toko ala tolah raga Adalah sebagai berikut: Proses Pemesanan Barang. Customer memesan barang pada kasir sesuai permintaan barang yang diinginkan. Proses Membuat Nota Penjualan. Kasir membuat Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga (Fajar dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia nota penjualan barang yang dibeli oleh Customer. Proses Pembayaran. Customer membayar barang yang dibeli sesuai dengan nota penjualan yang diberikan oleh kasir. Proses Laporan Penjualan. Kasir mencatat hasil penjualan pada buku dan dilaporkan kepada Owner setiap hari. Tabel 1. Product Backlog Item (User Stor. Prioritas SP001 Sebagai kasir, saya ingin dapat login ke sistem dengan username dan password sehingga hanya orang yang berwenang yang bisa mengakses | Sebagai admin, saya ingin dapat mengedit, dan melihat data produk . SKU, harga beli, harga jual, stok awal, kategor. inventori toko tercatat dengan Sebagai kasir, saya ingin dapat barcode produk, ke keranjang, dan menghitung total bayar secara otomatis sehingga proses checkout menjadi cepat dan Sebagai kasir, saya ingin sistem secara otomatis mengurangi stok produk yang terjual dari database sehingga laporan stok selalu real-time dan akurat. Sebagai kasir, saya ingin dapat mencetak struk penjualan yang berisi detail barang, total, dan tanggal yang bisa diberikan kepada customer sebagai Sebagai pemilik, saya ingin dapat melihat laporan penjualan harian yang merangkum total pendapatan dan item terlaris Tinggi Estimasi Effort (Story Point. Tinggi Manajemen Produk Tinggi Transaksi Penjualan Tinggi Manajemen Stok Tinggi Transaksi Penjualan Sedang Laporan & Analitik SP002 Sumber : olah data . Gambar 3. Activity Diagram prosedur sistem berjalan Pada gambar 3 diatas yang merupakan prosedur sistem berjalan yang terjadi pada toko alat olahraga. Transaksi diawali dengan pemesanan barang oleh konsumen kepada kasir, yang kemudian direspons dengan penerbitan nota penjualan sebagai bukti transaksi resmi. Setelah konsumen menyelesaikan proses pembayaran sesuai nilai yang tertera pada nota, siklus tersebut berlanjut pada aspek administratif dimana kasir melakukan pencatatan Seluruh data penjualan harian ini kemudian dikonsolidasikan dan dilaporkan kepada pemilik bisnis, sehingga membentuk suatu mekanisme pelaporan yang sistematis untuk memastikan akuntabilitas dan kelangsungan usaha. Implementasi Metode Scrum pada SIA Toko alat Penerapan metode Scrum dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk toko alat olahraga merupakan strategi yang sangat efektif karena menitikberatkan pada pengiriman fiturfitur bernilai tinggi secara bertahap dan adaptif. Melalui siklus kerja singkat yang disebut Sprint, tim pengembang berkolaborasi secara intensif dengan Product Owner . iasanya pemilik atau manajer tok. untuk memprioritaskan dan membangun modul sistemAiseperti manajemen persediaan, transaksi penjualan, dan pembelianAi berdasarkan urgensi kebutuhan bisnis. Feedback yang konstan dari pemilik toko pada setiap akhir Sprint memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar sesuai dengan operasional toko, seperti kemampuan melacak stok sepatu atau menghasilkan laporan penjualan harian, sehingga mengurangi risiko pembangunan yang salah arah dan memastikan time-to-market yang lebih cepat untuk fungsionalitas inti. SP003 SP004 SP005 SP006 Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga (Fajar dk. Kategori Fitur Keamanan & User untuk analisis SP007 SP008 SP009 SP010 SP011 Sebagai admin gudang, saya ingin dapat pembelian barang baru dari supplier, yang akan menambah stok secara otomatis. Sebagai admin, saya ingin dapat mengelola data supplier . ama, kontak, alama. Sebagai pemilik, saya ingin dapat melihat Laporan Laba/Rugi bulanan yang menghitung total pendapatan. HPP, dan laba kotor. Sebagai kasir, saya ingin dapat penjualan nontunai . ransfer/kart. kepada customer. Sebagai sistem, saya ingin dapat admin ketika stok produk di bawah level minimum untuk mencegah kehabisan stok. Sedang Sedang Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia penyesuaian stok secara real-time (SP-003. SP-. , serta mencetak struk sebagai bukti transaksi (SP. Selain itu, tersedia kemampuan pelaporan Transaksi harian bagi pemilik untuk keperluan analisis bisnis Pembelian (SP-. , dan modul transaksi pembelian dari supplier untuk keperluan restok (SP-. Secara keseluruhan, backlog ini menggarisbawahi suatu pendekatan sistematis dalam membangun sistem yang terintegrasi, akurat, dan mendukung operasional toko secara menyeluruh. Manajemen Data Tabel 2. Sprint Planning Meeting untuk SIA Toko alat Komponen Sprint Planning Input (Masuka. Rendah Sedang Laporan & Analitik Transaksi Penjualan Proses & Pembahasa Sprint Goal Rendah Manajemen Stok Sumber : olah data . Tabel 1 adalah product backlog dari sistem informasi akuntansi toko alat olahraga, dapat diuraikan bahwa dokumen ini merangkum sejumlah user story yang pengembangan sistem manajemen toko. Rangkaian fitur inti yang diusulkan memiliki tingkat prioritas tinggi hingga sedang, dengan estimasi effort yang bervariasi antara 3 hingga 13 story points. Secara fungsional, backlog ini mencakup beberapa domain utama, dimulai dengan fitur keamanan seperti autentikasi pengguna (SP-. , diikuti modul manajemen produk yang memungkinkan operasi CRUD lengkap beserta atribut bisnisnya (SP-. Pada area transaksi, sistem dirancang untuk mendukung proses checkout yang efisien melalui pemindaian barcode, kalkulasi otomatis, dan Sprint Backlog (Outpu. Penjelasa Tujuan Dokumen an untuk Aktivitas Sprint 1 Product Backlogyang sudah diprioritaskan. Kapasitas Tim. hari kerja x 3 developer = 18 hari kerj. Update dari Product Owner tentang tujuan Product Owner menjelaskan goal dan item backlog prioritas Development Team menanyakan detail & memperkirakan effort yang dibutuhkan. Tim kemungkinan Solusi. Pernyataa "Memberikan kemampuan n tujuan kepada kasir untuk login, menginput produk, dan penjualan tunai sederhana dicapai di yang memperbarui stok. Sprint. Daftar Item yang Dipilih: 1 SP-001: Fitur Login Product 2 SP-002: Manajemen Backlog 3 SP-003: Transaksi Penjualan Tunai Tugas Rinci (Contoh untuk SP-. Sprint ini, 1 Buat UI halaman kasir 2 Develop API daftar 3 Buat logika "tambah ke 4 Develop fungsi update 5 Testing integrasi Sumber : olah data . Setelah Sprint Planning selesai seperti pada tabel 2 dan Sprint Backlog ditetapkan, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan Sprint itu sendiri, di mana Development Team mulai mengerjakan semua tugas teknis yang telah direncanakan. Selama periode ini Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga (Fajar dk. iasanya 2-4 mingg. , tim akan berkonsentrasi penuh pada coding, desain, dan pengujian fitur-fitur yang dipilih, seperti membangun modul kasir dan manajemen stok untuk SIA toko alat olahraga. Aktivitas inti yang menopang kerja harian tim adalah Daily ScrumAisebuah rapat singkat 15 menit setiap pagi untuk menyelaraskan tujuan, melaporkan progres, dan mengidentifikasi hambatan secara cepat. Fase ini berlangsung secara intensif hingga periode Sprint berakhir, dengan tujuan menghasilkan sebuah Increment atau potongan produk software yang benar-benar berfungsi dan siap didemonstrasikan kepada Product Owner pada sesi Sprint Review. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia kemudian sistem akan melakukan validasi kelengkapan data. Apabila data yang dimasukkan dinyatakan tidak lengkap, sistem akan mengembalikan Admin ke tahap pengisian formulir, sebaliknya, jika semua data telah terisi dengan lengkap, sistem akan memproses penyimpanan data dan mengonfirmasi bahwa data barang telah berhasil disimpan. Analisis Kebutuhan fungsional SIA Toko Alat Olahraga Berdasarkan proses bisnis pada Toko Alat Olahraga, maka tahapan selanjutnya adalah analisis kebutuhan , berikut ini analisis kebutuhan pada Toko Alat Olahraga. Halaman Admin 1 Admin dapat melakukan Login 2 Admin dapat mengelola data barang 3 Admin dapat mengelola data Customer 4 Admin dapat mengelola data Penjualan 5 Admin dapat mengelola data perkiraan 6 Admin dapat mengelola jurnal umum Halaman Owner dapat melakukan Login Owner dapat mengakses data pengguna Owner dapat mengakses laporan penjualan Owner dapat mengakses laporan jurnal mum Sumber : olah data . Gambar 5. Activity Diagram Laporan Jurnal Sumber : olah data . Gambar 4. Activity Diagram Input Data Barang Activity Diagram Laporan Jurnal pada gambar 5, merupakan model alur interaksi antara admin dengan sistem dalam memfilter, mengakses, dan mencetak laporan jurnal. Proses ini dimulai ketika Admin memilih menu laporan jurnal, yang kemudian direspon oleh sistem dengan menampilkan data laporan jurnal umum. Admin memiliki opsi untuk melakukan penyaringan data dengan menggunakan kriteria tertentu, dimana sistem akan menampilkan ulang laporan jurnal umum yang telah disesuaikan dengan hasil pencarian. Selanjutnya. Admin menentukan periode laporan yang spesifik untuk dicetak dan mengonfirmasi perintah cetak. Sebagai respons akhir, sistem akan menampilkan data laporan jurnal umum yang telah terfilter berdasarkan periode yang telah ditetapkan. Admin memperoleh dokumen laporan yang relevan dan Activity diagram pada gambar 4 merupakan proses input data barang pada sistem informasi akuntansi toko alat olahraga. Proses ini diawali ketika Admin mengakses menu barang dan memilih opsi untuk menambah data, yang kemudian diikuti oleh permintaan sistem kepada Admin untuk mengisi formulir data barang yang meliputi atribut-atribut kunci seperti nama barang, harga, stok, dan satuan. Setelah data diisi. Admin akan mengonfirmasi penyimpanan. Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga (Fajar dk. Desain Basis Data SIA Toko alat Olahraga Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Penjualan Alat Olahraga yang penulis rancang untuk sistem usulan pada took alat olahraga. Sumber : olah data . Gambar 8. Tampilan Form Penjualan Sumber : olah data . Gambar 6. ERD SIA Toko Alat Olahraga Model ERD pada gambar 6 menggambarkan alur data dalam SIA toko alat olahraga, mulai dari entitas admin yang memiliki atribut dasar seperti id, nama, dan kredensial, kemudian terhubung melalui relasi ke entitas penjualan yang berisi informasi transaksi mencakup tanggal, kode produk, jumlah, harga satuan, hingga total nilai penjualan. Entitas barang juga berelasi dengan penjualan untuk menyediakan detail produk seperti kode, nama, jenis, satuan, dan Setiap transaksi penjualan selanjutnya direlasikan ke entitas jurnal_umum sebagai bentuk pencatatan akuntansi, dengan atribut seperti kode jurnal, tanggal, bukti transaksi, akun, serta nilai debit dan kredit. Struktur ini menunjukkan aliran informasi yang konsisten dari pengelolaan pengguna, proses transaksi, hingga pencatatan keuangan, sehingga membentuk sistem yang terintegrasi dan mudah User Interface Form penjualan dari SIA Toko Alat Olahraga. Tampilan antarmuka Form Penjualan pada gambar 8 menunjukkan rancangan sistem informasi penjualan yang terstruktur, di mana pengguna dapat melakukan input, pengelolaan, dan pencarian data transaksi secara efisien. Form ini menyediakan beberapa komponen penting seperti menu navigasi, panel informasi waktu dan lokasi, serta area utama yang memuat tombol fungsiAidi antaranya Tambah Data. Simpan Data, dan BatalAi yang berperan dalam pengelolaan data penjualan. Pada bagian kiri terlihat form entri yang mencakup atribut transaksi seperti nomor penjualan, tanggal jual, nama pelanggan, kode barang, harga, dan jumlah beli, yang memastikan setiap transaksi dapat dicatat secara lengkap dan konsisten. Sementara itu, tabel di bagian tengah menampilkan daftar transaksi yang telah tersimpan, dilengkapi fitur pencarian dan pemuatan data, sehingga mempermudah proses validasi dan monitoring. Secara keseluruhan, desain antarmuka ini mencerminkan sistem penjualan yang mendukung akurasi, keteraturan, dan kemudahan akses dalam proses pengolahan data. Desain User Interface SIA Toko alat olahraga Sumber : olah data . Gambar 9. Tampilan Form Jurnal umum Sumber : olah data . Gambar 7. Tampilan Login SIA User Interface Login dari Sistem Informasi Gambar 9 menampilkan pencatatan penualan ke dalam form jurnal umum. Penerapan Metode Scrum Pada Sistem Informasi Akuntansi Toko Alat Olahraga (Fajar dk. Implementasi sistem berhasil mengurangi waktu pembuatan laporan keuangan dari 2 hari menjadi 2 jam, serta menekan kesalahan pencatatan stok dari 15% menjadi 2%. Dari perspektif kualitas sistem, pengujian sistem yang tepat melalui penerapan praktik Continuous Integration dan testdriven development (TDD) memastikan bahwa setiap fitur baru telah melalui tahap validasi fungsional dan regresi sebelum diluncurkan. Hal ini diperkuat dengan mekanisme feedback berkelanjutan pada setiap sprint review yang memungkinkan deteksi dini terhadap kesalahan desain dan fungsional. Sebanyak 75% perbaikan bug berhasil diidentifikasi dan diselesaikan dalam sprint yang sama, sehingga mengurangi akumulasi technical debt yang sering terjadi dalam pengembangan tradisional. Implikasi teoretis dari temuan ini memperkuat proposisi bahwa kesuksesan implementasi metodologi agile tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kesiapan budaya organisasi dan komitmen stakeholders, khususnya dalam konteks toko alat olahraga dengan karakteristik sumber daya yang Dengan analisis kritis ini, penelitian tidak implementasi, tetapi juga memberikan perspektif yang seimbang mengenai tantangan dan strategi mitigasi dalam penerapan Scrum, dengan menekankan bahwa kerangka pengujian yang sistematis menjadi pilar penting dalam mencapai stabilitas sistem dan kepuasan pengguna. KESIMPULAN Berdasarkan seluruh pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Scrum dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk toko alat olahraga terbukti sangat efektif dan tepat guna. Pendekatan iteratif melalui siklus Sprint yang singkat memungkinkan pengembangan sistemAiseperti modul manajemen stok, transaksi penjualan, dan pembelianAidilakukan secara bertahap dengan fokus pada fitur bernilai bisnis tertinggi terlebih dahulu. Kolaborasi yang intens antara Product Owner . emilik tok. dan Development Team melalui ritual Scrum seperti Sprint Review dan Daily Scrum memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional toko, mampu beradaptasi dengan perubahan requirement, dan meminimalisir risiko penyimpangan. Dengan demikian. Scrum tidak hanya menghasilkan sebuah SIA yang fungsional dan berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi katalis untuk peningkatan efisiensi, akurasi data keuangan, dan daya saing bisnis toko alat olahraga secara Meskipun penerapan Scrum telah berhasil mendukung pengembangan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang efektif, beberapa tantangan dan peluang pengembangan ke depan masih dapat Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 6 Nomor 1 April 2026, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Pertama, penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji skalabilitas sistem dalam konteks jaringan toko alat olahraga dengan multi-cabang, termasuk integrasi sistem terdistribusi dan manajemen data terpusat. Kedua, pengembangan fitur analitik prediktif dapat diintegrasikan ke dalam SIA, seperti peramalan permintaan barang . emand forecastin. dan identifikasi tren penjualan musiman, untuk mendukung keputusan strategis pemilik toko. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai aspek keamanan data akuntansi dan compliance dengan standar keuangan lokal . eperti SAK-ETAP) menjadi hal kritis seiring dengan digitalisasi transaksi. Keempat, eksplorasi penerapan framework DevOps dan otomasi testing dalam siklus Scrum dapat lebih mempercepat delivery fitur sekaligus memastikan stabilitas sistem dalam lingkungan produksi. Terakhir, pendekatan human-centered design dapat diadopsi untuk menyempurnakan pengalaman pengguna . ser experienc. , khususnya bagi pengguna dengan literasi teknologi yang terbatas. Dengan arahan future work ini, pengembangan SIA fungsionalitas, tetapi juga aspek skalabilitas, keamanan, kecerdasan buatan, dan keberlanjutan operasional bisnis. REFERENSI