Journal of Manufacturing and Enterprise Information System Volume 1 . Issue 2. Page 68-80 DOI: 10. 52330/jmeis. ISSN 2988-3954 Sistem Informasi Penunjang Keputusan Lean Maintenance Mesin Produksi Transmission Machining Shop Extension Housing ex-50 Pada PT Mitsubishi Krama Yudha Motors And Manufacturing Dedy Trisanto*. Ari Purmaningsih Program Studi Sistem Informasi Industri Otomotif. Politeknik STMI Jakarta. Jakarta Pusat. Indonesia Email: dedymail2001@gmail. com*, ari. purmaningsih28@gmail. Submitted: 22/09/2023. Accepted: 24/10/2023. Published: 24/10/2023 Abstrak AiPT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (MKM) merupakan perusahaan yang memproduksi komponenkomponen untuk kendaraan, baik itu komponen untuk badan kendaraan maupun untuk mesin kendaraan. Departemen produksi khususnya seksi machining merupakan salah satu seksi yang menangani produksi transmission machining tipe Transmission Case dan Extension Housing. Dalam melakukan aktifitas produksi, seksi machining mengalami masalah untuk mengidentifikasi permasalahan mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50. Selama ini lean maintenance mesin produksi ditangani oleh Maintenance (MTC) untuk permasalahan yang tidak bisa ditangani langsung oleh seksi machining. Seksi machining belum menggunakan sistem tertentu untuk identifikasi permasalahan mesin produksi transmission machining, oleh karena itu untuk proses lean maintenanceyang tidak bisa ditangani langsung oleh seksi machining masih sangat tergantung pada MTC. Dan selain hal tersebut, pencatatan kegiatan serta pembuatan laporan lean maintenance pada seksi machining dan MTC masih menggunakan Microsoft Excel. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem informasi penunjang keputusan lean maintenance mesin produksi transmission machining agar dapat membantu seksi machining dan MTC. Informasi perihal lean maintenance mesin produksi transmission machining dan metode pengambilan keputusan pada sistem informasi ini diperoleh dari MTC. Sistem informasi ini dibangun menggunakan. Hypertext Preprocessor (PHP) sebagai bahasa pemrograman, dan paket XAMPP sebagai localhost, server serta basis data menggunakan MySQL. Penggunaan metode pengembangan sistem yang dipilih adalah waterfall untuk dapat membantu dalam melakukan pengembangan sistem informasi berbasis Object Oriented Analysis Design (OOAD), mulai dari perencanaan, analisis, pengumpulan kebutuhan informasi, perancangan sistem sampai dengan implementasi. Diagram pemodelan OOAD yang dipilih menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem informasi tersebut. Sistem informasi ini dapat mengurangi pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. untuk proses identifikasi permasalahan dan solusi penanganan mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50, integrasi data untuk keperluan Create Read Update Delete (CRUD) and Report, serta membantu dalam penyajian laporan lean maintenance yang informatif untuk seksi machining dan MTC. Kata kunciAiSistem Informasi,Penunjang Keputusan. Lean Maintenance. UML. PHP. MySQL. PENDAHULUAN PT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (MKM) merupakan perusahaan yang memproduksi komponenkomponen untuk kendaraan, baik itu komponen untuk badan kendaraan maupun untuk mesin kendaraan, oleh karena itu dalam kegiatannya terbagi dua bagian yang masing-masing menghasilkan produk yang berlainan. Engine Plant yang terletak pada jalan Raya Bekasi KM 21-22. Jakarta memiliki spesialisasi memproduksi komponen mesin Departemen produksi khususnya seksi machining merupakan salah satu seksi yang menangani produksi transmission machining tipe Transmission Case dan Extension Housing. Dalam menjalankan kegiatannya, seksi machining khususnya operator mengalami masalah untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pada mesin produksi trasmission machining. Dan selain hal tersebut, pembuatan laporan pada seksi machining dan maintenance (MTC) masih menggunakan Microsoft Excel untuk kegiatan lean maintenance. Selama ini, untuk identifikasi dan solusi terhadap permasalahan mesin produksi transmission machining yang tidak bisa ditangani langsung oleh seksi machining masih sangat tergantung pada MTC, yaitu MTC melakukan inspeksi langsung kemesin produksi transmission machining sehingga dapat menyebabkan pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. dan jumlah . produksi tidak tercapai dari MPS (Master Planning Schedul. yang sudah direncanakan. This is an open access article under the CCAeBY-NC license Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukannya suatu sistem informasi penunjang keputusan untuk membantu seksi machining dalam hal mengidentifikasi permasalahan mesin produksi tanpa perlu adanya bantuan solusi dari MTC. Sistem informasi penunjang keputusan yang memiliki pengetahuan menyerupai MTC selaku expert akan sangat membantu seksi machining dalam hal memberikan solusi terbaik untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu diperlukan AuSistem Informasi Penunjang Keputusan Lean Maintenance Mesin Produksi Transmission Machining Shop Extension Housing ex-50 Pada PT Mitsubishi Krama Yudha Motors And ManufacturingAy. Adanya sistem informasi penunjang keputusan ini, diharapkan dapat membantu seksi machining dan MTC dalam mengurangi pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. untuk proses identifikasi permasalahan dan solusi penanganan mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50, integrasi data untuk keperluan CRUD and Report, serta membantu dalam penyajian laporan lean maintenance yang informatif. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai Seksi machining mengalami masalah dalam hal mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah mesin produksi trasmission machining yang belum mereka kuasai. Hal tersebut berdampakpada pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. dan jumlah . produksi tidak tercapai dari MPS (Master Planning Schedul. yang sudah direncanakan jika harus memanggil MTC untuk menangani permasalahan tersebut. Kesulitan dalam mengintegrasikan data kegiatan lean maintenance oleh seksi machining dan MTC,dikarenakan pencatatan dan pelaporan masih berbentuk tabel pada Microsoft Excel. Proses pembuatan laporan lean maintenance oleh seksi machining dan MTC masih berbentuk tabel pada Microsoft Excel dan penyajian laporan tersebut kurang informatif. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengembangkan sistem informasi penunjang keputusan dalam hal mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah mesin produksi trasmission machining agar dapat meminimalisir pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. dan jumlah . produksi dapat tercapai dari MPS (Master Planning Schedul. yang sudah direncanakan. Mengintegrasikan data kegiatan lean maintenance oleh seksi machining dan MTC denganmembuat struktur data berbasis MySQL untuk proses Create. Read. Update. Delete, and Report. Membantu dalam penyajian laporan lean maintenance yang informatif untuk seksi machining dan MTC. II. TINJAUAN PUSTAKA Lean maintenance merupakan manajemen perawatan yang memperhatikan faktor waste yang timbul dari tindakan perbaikan akibat kerusakan. Inti dari konsep ini adalah bagaimana melakukan perawatan secara optimal dengan input seminimal mungkin. (Wijaya et al. , 2. Sistem penunjang keputusan adalah suatu sistem pengambilan keputusan untuk menghasilkan sesuatu hasil yang berdampak pada setelahnya, baik positif maupun negatif yang harus didasari teknik dan aturan-aturan yang digunakan. (Niki Ratama, n. Kepakaran merupakan suatu pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan, membaca, dan pengalaman. Kepakaran inilah yang memungkinkan para ahli dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih baik daripada seseorang yang bukan pakar. Pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan, pengalaman, dan metode khusus, serta mampu menerapkannya untuk memecahkan masalah atau memberi nasihat. Seorang pakar harus mampu menjelaskan dan mempelajari hal-hal baru yang berkaitan dengan topik permasalahan, jika perlu harus mampu menyusun kembali pengetahuan-pengetahuan yang didapatkan, dan dapat memecahkan aturan-aturan serta menentukan relevansi kepakarannya. (Sutojo, dkk, 2. Inferensi adalah sebuah prosedur . yang mempunyai kemampuan dalam melakukan penalaran. Inferensi ditampilkan pada suatu komponen yang disebut mesin inferensi yang mencakup prosedur-prosedur mengenai pemecahan Semua pengetahuan yang dimiliki oleh pakar disimpan pada basis pengetahuan oleh sistem pakar. Tugas mesin inferensi mengambil kesimpulan berdasarkan basis pengetahuan yang dimilikinya. (Sutojo, dkk, 2. Mesin inferensi adalah sebuah bentuk program yang berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi berdasarkan pada basis pengetahuan yang ada, memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan untuk mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi pengendalian, yaitu strategi yang berfungsi sebagai pemandu arah dalam melakukan proses penalaran. (Sutojo, dkk, 2. Representasi pengetahuan . nowledge representatio. adalah cara untuk menyajikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi antara suatu pengetahuan dangan pengetahuan yang lain dan dapat digunakan untuk menguji kebenaran penalarannya. Representasi pengetahuan dibutuhkan untuk menangkap sifat-sifat penting masalah dan mempermudah prosedur pemecahan masalah dalam mengakses informasi. Format representasi harus mudah dipahami sehingga seorang programmer mampu mengekspresikan pengetahuan untuk mendapatkan solusi suatu masalah. (Sutojo, dkk, 2. Unified Modeling Language (UML) adalah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek (Rosa dan Shalahuddin, 2. Menurut Anhar . PHP singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server . erver side HTML embedded scriptin. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Menurut Kadir . MySQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses basis data yang tergolong relasional. Sesungguhnya MySQL tidak sebatas untuk mengambil data . , tetapi juga dapat dipakai untuk menciptakan tabel, menghapus tabel, menambahakan data ke tabel, menghapus data di tabel, mengganti data di tabel, dan berbagai operasi lain. XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolahan data MySQL di komputer lokal. XAMPP berperan sebagai web server pada komputer. XAMPP juga dapat disebut sebagai sebuah panel server virtual, yang dapat membantu melakukan preview sehingga dapat memodifikasi website tanpa harus online atau terakses internet (Kadir, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan melalui langkah-langkah yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Studi Pendahuluan Studi pendahuluan dilakukan dengan teknik studi literatur, observasi dan wawancara kepada seksi machining dan MTC untuk mengetahui pandangan yang jelas mengenai sistem yang sedang berjalan dan permasalahan yang didapat oleh seksi machining. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dilakukan pada seksi machining dan MTC untuk memperoleh gambaran nyata tentang permasalahan pada seksi machining dan solusi penyelesaian masalah yang didapat dari MTC. Beberapa cara yang dilakukan dalam melakukan identifikasi masalah diantaranya: Analisis hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada pihak yang terkait dalam proses lean maintenance. Analisis berkas yang terkait pada proses lean maintenance. Identifikasi Solusi Setelah identifikasi masalah dilakukan, maka selanjutnya melakukan identifikasi solusi untuk pemecahan masalah yang didapatkan dari MTC. Berikut ini hasil dari identifikasi solusi dalam pemecahan masalah pada lean maintenance: Mengembangkan sistem informasi penunjang keputusan dalam hal mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah mesin produksi trasmission machining. Mengintegrasikan data kegiatan lean maintenance oleh seksi machining dan MTC. Membuat laporan lean maintenance yang informatif untuk seksi machining dan MTC. Penerapan Metode Waterfall Metode waterfall menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari perencanaan, analisis, desain, implementasi, pengujian, dan tahap pendukung . (Rosa dan Shalahuddin, 2. Perencanaan (Plannin. Perencanaan dilakukan dengan membuat system request yang disusun berdasarkan komponen sistem informasi. Analisis (Analysi. Analisis kebutuhan sistem dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen yang dilakukan secara intensif dengan karyawan transmission machining shop extension housing. Analisis kebutuhan sistem dilakukan berdasarkan permasalahan yang didapat dari identifikasi masalah pada seksi machining dan solusi untuk menyelesaikan masalah mesin produksi trasmission machining yang didapat dari MTC sebagai bahan pengembangan sistem. Desain (Desig. Desain sistem informasi menggunakan Object Oriented Analysis Design (OOAD), yaitu: Unified Modeling Language (UML) dengan diagram yang dipilih untuk pemodelan sistem menggunakan use case diagram, activity diagram, class diagram dan deployment diagram. Kemudian membuat pemodelan data menggunakan ERD. Implementasi (Implementatio. Implementasi sistem informasi penunjang keputusan lean maintenance mesin produksi transmission machining shop Extension Housing ex-50 dibuat menggunakan tools pemrograman PHP dan database yang digunakan adalah MySQL. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur Identifikasi Permasalahan Mesin Produksi Prosedur identifikasi permasalahan mesin produksi yang dilakukan pada seksi machining dan solusi penyelesaian masalah yang didapat dari MTC adalah sebagai berikut ini: Operator menganalisa apakah bisa diselesaikan atau tidak? Analisa di berikan waktu kurang lebih 5 menit. Jika tidak bisa di selesaikan oleh operator, maka Operator melapor kepada Assisten Foreman. Assisten Foreman menganalisa apakah bisa diselesaikan atau tidak? Analisa diberikan waktu kurang lebih 15 menit. Jika tidak bisa diselesaikan oleh Assisten Foreman, maka assisten foreman melapor kepada Departemen terkait. Jika yang dibutuhkan MTC. MTC menganalisa kejadian dan melakukan perbaikan. Jika yang dibutuhkan Production Engineering (PE). PE menganalisa kejadian dan melakukan perbaikan. Jika sudah di perbaikan maka hasil try cut di laporkan kepada Quality Control (QC). QC menerima hasil try cut. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Jika tidak OK maka dilakukan analisa kembali dengan melakukan pengecekan dan analisis dengan mesin CMM. QC menerima lembar data pengukuran. Jika OK. Assisten Foreman membuat form maintenance order. Jika tidak OK lagi. MTC melakukan analisa kembali. Prosedur Inferensi Prosedur inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi berdasarkan pada basis pengetahuan yang ada, memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan untuk mencapai solusi atau kesimpulan. Berikut ini adalah prosedur inferensi untuk membuat aturan-aturan sebagai pemandu arah dalam melakukan penalaran: Mendefinisikan problem dan penyebab yang sering terjadi. Data problem mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50 Data penyebab mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50 Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Data Solusi Mesin Produksi transmission machining shop extension housing EX-50 Merelasikan penyebab berdasarkan problemnya. Penyebab untuk problem Coolant untuk Reamer tidak keluar. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Penyebab untuk problem Pintu tidak terbuka. Penyebab untuk problem Coolant untuk Spindel tidak keluar. Penyebab untuk problem Pintu tidak tertutup. Penyebab untuk problem Mesin Proses tidak lanjut. Membuat tabel keputusan. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Membuat pohon keputusan. Kaidah yang didapatkan mengacu dari pohon keputusan untuk memandu penalaran terhadap suatu solusi atau kesimpulan, sebagai berikut: Kaidah 1: Coolant untuk reamer tidak keluar IF filter robek AND filter rusak AND filter mampet THEN Coolant untuk reamer tidak keluar Kaidah 2: Pintu tidak terbuka IF bracket clynder untuk pintu lepas AND filter angin untuk solonoid pintu mampet AND roller lepas dari rel AND roller pengarah pintu bolt lepas THEN Pintu tidak terbuka Kaidah 3: Coolant untuk spindel tidak keluar IF pipa saluran coolant tersumbat chip AND filter mampet AND filter kotor THEN Coolant untuk spindel tidak keluar Kaidah 4: Pintu tidak tertutup IF bracket clynder untuk pintu lepas AND roller lepas dari rel AND roller macet THEN Pintu tidak tertutup Kaidah 5: Mesin proses tidak lanjut IF Rail pintu bending AND sliding door lepas AND slide kotor THEN Mesin proses tidak lanjut Kaidah 6: Coolant untuk spindel tidak mutar IF timing belt putus AND filter mampet THEN Coolant untuk spindel tidak mutar Kaidah 7: Tools jatuh saat pergantian tools IF tools tidak center terhadap spindel AND bolt terlalu menonjol AND tool tidak full masuk dalam port THEN Tools jatuh saat pergantian tools Kaidah 8: Hasil proses B22 tidak terproses sebelah IF sliding guide bush terdapat kotoran chip AND benda kerja miring AND sliding locator kotor THEN Hasil hasil proses B22 tidak terproses sebelah Kaidah 9: Coolant tidak keluar IF filter coolant mampat AND filter coolat kotor AND timing belt putus THEN Coolant tidak keluar Kaidah 10: Hasil proses B22 over speck IF clynder ficture banyak keluar AND ficture terganjal chip AND locator benda kerja macet THEN Pintu tidak tertutup Kaidah 11: Tidak Terdefinisi Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 System Request Berikut merupakan system request yang dirumuskan terhadap permasalahan pada seksi machining dan MTC. Project Element ProjectName Business Need Business Requirement Business Values Special Issues or Constraint Description Sistem Informasi Penunjang Keputusan Lean Maintenance Mesin Produksi Transmission Machining Shop Extension Housing ex-50 Mempermudah dan membantu seksi machining dan MTC dalam proses Lean Maintenance Mesin Produksi Transmission Machining Shop Extension Housing ex-50, sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisiensi. Sistem maintenance mesin produksi transmission machining shop extension housing ex-50 dan dapat membantu dalam penyajian laporan lean maintenance yang informatif untuk seksi machining dan MTC. Membantu seksi machining dan MTC dalam mengurangi pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. untuk proses identifikasi permasalahan dan solusi penanganan mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50, integrasi data untuk keperluan CRUD and Report, serta membantu dalam penyajian laporan lean maintenance yang informatif. Sistem pemrograman PHP dan database MySQL, sistem ini digunakan sebagai penunjang keputusan yang memiliki pengetahuan menyerupai MTC selaku expert akan sangat membantu seksi machining dalam hal memecahkan masalah Lean Maintenance Mesin Produksi Transmission Machining Shop Extension Housing ex-50. Proses Sistem Usulan Adapun aliran proses sistem informasi penunjang keputusan yang diusulkan untuk seksi machining dan MTC adalah sebagai Operator melakukan login. Operator melakukan konsultasi dengan sistem. Operator menjawab pertanyaan dari sistem. Berdasarkan hasil dari konsultasi dengan sistem, jika sistem AumemberikanAy sebuah solusi maka Operator lanjut ke langkah 5. Jika sistem Autidak memberikanAy sebuah solusi maka Operator melapor kepada MTC. Operator mencetak solusi. Operator melakukan perbaikan mesin. Operator melapor konfirmasi perbaikan kepada MTC. MTC melakukan login dan konfirmasi perbaikan mesin ke sistem. MTC melapor masalah teridentifikasi kepada Departemen Produksi. Perancangan Sistem Perancangan sistem menggunakan use case diagram, activity diagram, class diagram. Deployment Diagram. Entity Relationship Diagram, dan rancangan antarmuka. Use Case Diagram Use case diagram untuk Sistem Informasi Penunjang Keputusan Lean Maintenance ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Activity Diagram Berikut merupakan beberapa acitivity diagram dari sistem informasi penunjang keputusan ini. Mengelola Data Master Problem Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Mengelola Data Master Penyebab Mengelola Data Master Solusi Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Konsultasi Dengan Sistem Class Diagram Berikut merupakan penggambaran class diagram dari sistem informasi penunjang keputusan ini. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Deployment Diagram Deployment diagram menggambarkan arsitektur fisik dari sistem, seperti web server dan semua perangkat lunak tambahan pendukung. Arsitektur fisik ini merupakan penggambaran secara teknis konfigurasi pada sistem informasi penunjang keputusan ini. Penggambaran arsitektur fisik dari sistem dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Entity Relationship Diagram Berikut merupakan Entity Relationship Diagram dari sistem informasi penunjang keputusan ini, dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Rancangan Antarmuka Berikut merupakan beberapa rancangan antarmuka sistem informasi penunjang keputusan ini: Form Konsultasi Form konsultasi adalah menampilkan pertanyaan yang ditanyakan oleh sistem kepada pengguna. Setelah pertanyaan selesai ditanyakan oleh sistem maka sistem memberikan sebuah solusi dari penyebab yang dijawab oleh pengguna. Rancangan interface form konsultasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Trisanto/Journal of Manufacturing and Enterprise Information System -Vol. Issue 2 . 68-80 Form Hasil Konsultasi Setelah pengguna telah selesai melakukan konsultasi pada sistem informasi penunjang keputusan ini, maka selanjutnya sistem akan menampilkan hasil analisis problem mesin produksi. Rancangan interface form hasil konsultasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Sistem informasi penunjang keputusan ini dapat mengurangi pemborosan waktu menunggu (Waste of Waitin. untuk proses identifikasi permasalahan dan solusi penanganan mesin produksi transmission machining shop extension housing EX-50. Dengan sistem informasi penunjang keputusan ini juga berhasil mengintegrasikan data untuk keperluan Create Read Update Delete (CRUD) and Report. Dengan sistem informasi penunjang keputusan ini juga memberikan penyajian laporan lean maintenance untuk seksi machining dan MTC jadi lebih informatif. REFERENSI