Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 STRATEGI PENGELOLAAN KAMPUNG KEDUNG LUMBU SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA SURAKARTA Ichwan Prastowo1. Sudarmaji2 Politeknik Indonusa Surakarta1. Politeknik Indonusa Surakarta2 ichwanprastowo@politekindonusa. id1, ajiko81065@gmail. Abstrak Kampung Kedung Lumbu Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta yang berada di pusat jantung kota memiliki banyak tempat dan bangunan bersejarah yang semuanya mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata yang ada di Kampung Kedung Lumbu dan strategi yang dapat digunakan untuk pengelolaan Kampung Kedung Lumbu sebagai daya tarik wisata di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistik dengan data yang digunakan adalah hasil dari observasi, dokumentasi, studi pustaka dan wawancara. Data yang digunakan sebagian besar adalah hasil wawancara dengan informan yang terdiri dari Pengelola pariwisata (Pokdarwi. Pemerintah Daerah, wisatawan, dan juga masyarakat Hasil dari beberapa wawancara tersebut dianalisis SWOT untuk mengetahui potensi wisata dan strategi dalam pengelolaannya. Hasil penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan juga ancaman yang ada. Hasil tersebut dapat dianalisis dengan SWOT sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di tempat wisata sehingga diperoleh potensi wisata dan strategi yang dapat dilaksanakan untuk mengambil kebijakan dalam pengembangan destinasi wisata Kampung Kedung Lumbu Pasar Kliwon Kota Surakarta. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam menentukan sustainable tourism khususnya Kampung Kedung Lumbu dan umumnya untuk tempat wisata lain di Kota Surakarta. Kata kunci : Strategi, pengelolaan, daya tarik wisata. Kedung Lumbu Abstract Kedung Lumbu Village. Kliwon Market at Surakarta Municipality which is in the center of the heart of the city has many historical places and buildings, all of which have the potential to be developed into an integrated tourist destination. This study aims to determine the tourism potential that exists in Kedung Lumbu village and strategies that can be used for the management of Kedung Lumbu Village sabagai tourist attractions in Surakarta City. for this study using naturalistic qualitative methods, the data used are the result of observations, documentation, literature studies and interviews. The data used is mostly the result of interviews with informants consisting of tourism managers (Pokdarwi. , local governments, tourists, and also the surrounding community. The results of some of these interviews will be analyzed by SWOT to find out the tourism potential and strategies in its The results in this study can identify existing strengths, weaknesses, opportunities and also threats. These results can be analyzed with SWOT according to the Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 situation and conditions in the tourist spot so that tourism potential and strategies can be obtained to take policies in the development of tourist destinations Kedung Lumbu Village. Kliwon Market at Surakarta City. Concretely, the results of this study can be used in determining sustainable tourism, especially Kedung Lumbu Village and generally for other tourist attractions in Surakarta City. Keywords : Strategy, management, tourist attraction. Kedung Lumbu PENDAHULUAN Jiwoleksanan. Tegalkonas. Kedunglumbu. Kampung Kedung Lumbu terletak Lojiwetan. di Kelurahan Kedung Lumbu Kecamatan Pasar Kliwon Kotamadya Surakarta. Berdasarkan sejarah yang tercatat nama Kedung Lumbu Kraton Surakarta kehilangan akal karena penduduk ini menolak dipindahkan ke daerah lain saat pembangunan Keraton Surakarta pada abad Mereka penduduk itu seperti air di atas daun lumbu . , karena mereka merubah-ubah janji Gambar 1. Peta Kelurahan Kedung Lumbu Solo Sumber : http://id. org/wiki/berkas:kedungl saat diminta pindah. Wilayah Kelurahan Kedunglumbu terbagi dalam 7 wilayah Rukun Warga terdapat makanan tradisional yang banyak (RW) yang meliputi 30 Rukun Tetangga ditemui di sekitar Lojiwetan, terutama pada (RT) yakni 28 RT aktif dan 2 RT pasif saat malam, sehingga menjadikan kawasan . idak efektif yaitu RT. 01 dan RT. ini terkenal sebagai tujuan makan malam RW. VI, karena wilayahnya dijadikan area yang nikmat. Pasar Gedhe (Pasar Besa. Pasar Cenderamat. dan secara historis yang menjual kebutuhan makanan sehari- Kelurahan Kedunglumbu terdiri dari 9 kampung, yakni: Palugunan. Yosodipuran. Lojiwetan. Prawiropuran. Beteng atau Beteng Plaza yang dulu Secara Nogobandan. Kranggan, eks-Kawasan naik becak dari Perdagangan menjual berbagai barang yang ada di mal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 atau supermarket, tetapi setelah Kerusuhan Surakarta. Bangunan bersejarah adalah Mei 1998 menjual kain-kain seperti yang tempat yang memiliki catatan perjalanan dijual di Pasar Klewer, hanya berjarak 15 panjang dalam kehidupan manusia yang menit berjalan kaki. Pusat pemerintahan Kota Solo tempat-tempat . yaitu Balai Kota dapat ditemukan tidak Adapun jauh dari mulut gang. Alun-alun atau bangunan bersejarah yang ada di kawasan taman kota yang menyajikan hiburan pada Kampung bulan-bulan tertentu berada dekat Balai Kedung Lumbu Kota. Keraton Solo terdapat di dalam Benteng Vastenburg Alun-alun kota Solo. Bagi orang Solo asli. Gereja Pantekosta sungai Bengawan Solo yang membuat kota Taman Loji Wetan Jembatan Gantung mancanegara berkat sang maestro Gesang. Bangunan Kolonial tentu sangat bangga jika sungai tersebut Gereja Pantekosta mengalir melalui daerahnya. Sama halnya Sate Hj. Bejo dengan penduduk sekitar Lojiwetan yang Pasar BTC & PGS bangga karena sungai Bengawan Solo Gedung Djoeang 45 mengalir tidak jauh dari tempat ini. Selain Gedung Jepang itu, sebagai tambahan, di dekat Balai Kota Suarakarta Keuangan Kantor Bondoloemakso Namun demikian, potensi wisata tersebut Belanda yang saat ini dalam keadaan belum bisa diberdayakan secara maksimal karena keterbatasan dana dan kemampuan Kedung Lumbu sebagai destinasi sumber daya manusia sehingga perlu wisata berada di jantung Kota Solo adanya penelitian dalam menggali potensi tepatnya di Pasar Kliwon yang mempunyai yang ada dengan penyesuaian kemampuan wilayah yang cukup luas yang dalam sejarahnya hingga saat ini mempunyai tempat-tempat yang bersejarah berupa METODE bangunan heritage peninggalan penjajah Belanda Keraton Kasunanan Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 Pada penelitian sebelumnya yang sejarah, hasil seni, dan kerajinan rakyat. sudah dilakukan peneliti yang berhubungan Konsep kedua yang berkaitan dengan dengan herritage adalah Analisis Konsep penelitian ini yaitu konsep hambatan. Pengembangan Budaya Candi Menurut Tosun . , setiap pengelolaan Mangadeg juga terdapat faktor penghambat yang Sinergitas Pariwisata Daerah Kabupaten dapat dibagi menjadi tiga tipe yaitu Karanganyar . dan yang berkaitan Sukuh Wisata dan Astana herritage adalah penelitian yang dilakukan Keterbatasan oleh Dinov Sambadi Adistria Laksana dan standarisasi administrasi publik pariwisata. Nyoman Sukma Arida . tentang serta kurangnya koordinasi dan informasi. Strategi Pengemasan Wisata Heritage di Kemudian, keterbatasan struktural meliputi Desa Wisata Kerta. Kecamatan Payangan, sikap profesional, kurangnya keahlian. Kabupaten Gianyar. Bali. dominasi kaum elit, kurangnya sistem Penelitian yang dilakukan oleh hukum yang tepat, kurangnya sumber daya Nurul Hidayati dan Ida Ayu Sunarsih . dalam artikel penelitian yang berjudul AuStrategi Pengelolaan Kampung keuangan karena biaya yang relatif tinggi. Betawi Setu Babakan Sebagai Daya Tarik Selanjutnya, keterbatasan budaya meliputi Wisata Di Jakarta SelatanAy Penelitian ini mempunyai kesamaan yang berfokus pada hal yang menghambat pada pengelolaan kepariwisataan . Jadi, hambatan yang daya Tarik wisata dan penggunaan analisis dimaksud dalam penelitian ini terdiri dari SWOT. faktor internal dan ekternal. Faktor internal Konsep yang berkaitan dengan rumusan masalah pertama, yaitu konsep eksternal meliputi tentang keterbatasan operasional dan struktural. Menurut Damardjati . , wisata budaya merupakan kegiatan Penelitian wisata berupa hasil seni budaya setempat. Kampung Kedung Lumbu misalnya adat istiadat, upacara keagamaan. Kampung Kedung Lumbu merupakan perkampungan yang banyak Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 peninggalan bangunan sejarah . digunakan adalah analisis SWOT untuk dan sangat kental dengan kehidupan mengetahui keunggulan dan kekurangan di Kampung Kedung Lumbu. Jawa berdekatan dengan Keraton Kasunanan Surakarta. maka pengelolaan yang tepat harus dijalankan agar budaya Jawa tidak HASIL DAN PEMBAHASAN hilang begitu saja. Pengelolaan Penelitian ini menggunakan data Wisata Kampung Kedung Lumbu Surakarta kualitatif, yaitu data mengenai gambaran Potensi umum, badan organisasi, jobdesk, dan Kedung Lumbu perlu terus dikembangkan aktivitas yang ada di Pokdarwis Kedung dan dikemas dengan baik. Salah satunya Lumbu Solo. Data primer dari penelitian adalah wisata budaya, seperti yang telah ini didapat dari subjek penelitian atau data- data yang diperoleh secara langsung dari Kelurahan Kedung Lumbu. Pasar Kliwon. Surakarta, menggelar Kirab Ageng Laku (Arikunto, 2. mengenai manajemen Lampah Hajad Praja Kedunglumbu 2018, pengelolaan di Pokdarwis Kedung Lumbu Minggu . Kirab Ageng Laku Solo. Sedangkan, data sekunder dari Lampah Hajad Praja diikuti oleh 1013 penelitian ini merupakan data yang didapat peserta yang terbagi dalam 78 kelompok dari orang lain (Sugiyono, 2. , yaitu mengenai sejarah, jenis aktivitas, struktur keamanan dan 70 panitia. RW, Covid-19 Warga organisasi, dan data Pengurus Pokdarwis Kedung Lumbu Solo. Penelitian Penentuan informan dalam purposive sampling yaitu informan yang sudah ditentukan dengan pertimbangan Gambar 2. Kirab Ageng Laku Lampah Hajad Praja Kedunglumbu Sumber : Suara Merdeka. Minggu 22/4 Sedangkan, analisis data yang Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 Benteng Vasternburg Benteng Wetan berasal dari bahasa Belanda yakni Vastenburg Loge . , dan wetan berasal dari dalam dua tahap, yaitu pada tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van setempat menyebut kawasan ini orang Imhoff dan tahun 1756. Pada awalnya. Belanda dengan Loji We. Kampung Loji Wetan Benteng . rah Penduduk Grooemoedigheid yang berarti kemurahan perkampungan yang memiliki toleransi yang sangat kuat antar penduduk karena di diperluas, dan setelah selesai namanya kampung Loji Wetan ini terdapat 3 suku diubah menjadi Benteng Vastenburg yang yang bersatu. Pada artinya kokoh. Gambar 4. Lodji Wetan Gambar 3. Benteng Vasternburg Berdasarkan kampung Lodji Wetan terdapat Gereja Surakarta. Pantekosta yang sekarang bangunannya menempatkan pasukan sekaligus menjadi masih ada. Pada tahun 1928 digunakan Benteng Belanda Surakarta. Selain menjadi tempat pasukan, penampungan orang yang terkena penyakit lokasi Benteng Vastenburg juga berfungsi Pes yang ditularkan oleh hewan Tikus. sebagai kantor Residen Surakarta . Pasar BTC/PGS Pasar BTC(Beteng Trade Cente. Taman Lodji Wetan Loji Wetan didirikan pada tahun & PGS (Pusat Grosir Sol. adalah pusat belanja yang Kelurahan Kedung Lumbu Kecamatan Pasar Kliwon. Loji Surakarta, yaitu Gladag. Jalan Mayor Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 Sunaryo No. Kedung Lumbu. Kc. Pasar dengan rancangan arsitek Belanda. Thomas Kliwon. Surakarta. Pasar BTC & PGS Karstan. Pada masa pemerintahan Keraton Kasunanan Kantor pakaian dan kain yang mempunyai ciri Bondoloemakso berfungsi sebagai kantor khas yaitu Batik Solo yang sangat murah Pegadaian. Bangunan ini sebagai salah satu dan cukup lengkap dan masih eksis dari monumen sejarah yang menggambarkan dulu sampai saat ini. Pada Gedung Kompleks Surakarta Perbelanjaan BTC Kota terdapat makam Raden Pabelan Makam Kerajaan Pajang. Konon Makan ini dikeramatkan oleh orang-orang di sekitar karena tidak bisa dipindah. Gambar 6. Gedung Bondoloemekso Gedung Joeang 45 Gedung ini mulanya bernama Gedung Dewan Harian Cabang (DHC) 45 dan didirikan oleh Belanda yang digunakan sebagai asrama militer dan sekolah pada Gambar 5. Gedung BTS/PGS waktu itu. Pada masa kekuasaan Jepang, gedung ini sempat dikuasai oleh pasukan Gedung Keuangan Kantor milik Kementerian Pertahanan dan masuk Bondoloemakso Kantor Senkokan, tetapi sekarang sudah menjadi Bondoloemakso daftar cagar budaya. merupakan bangunan perkantoran tempo dulu yang letaknya di luar tembok Keraton, tepatnya di Kelurahan Kedung Lumbu yang dibangun sebelum tahun 1917 pada masa pemerintahan Paku Buwono X Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 Kelemahan (Weaknes. -pengelolaan dan pemanfaatan tempat wisata bangunan sejarah belum banyak -Kepemilikan bangunan sejarah tersebut Gambar 7. Gedung Joeang 45 lain/swasta/pribadi Dalam pengelolaan destinasi wisata Kedung Lumbu Pasar Kliwon Solo sudah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Surat -Media promosi terutama media social yang belum maksimal -Belum adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan pokdarwis dalam pengelolaan Keputusan (SK) Pemerintah Kotamadya Surakarta dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata Kota Surakarta Nomor 556/102/PP/I/2020. Peluang (Opportunit. -Tempat wisata yang banyak dapat dibuat dalam paket wisata terpadu Faktor Penghambat Dalam Pengelolaan -Menarik wisatawan asing dan domestik Analisis SWOT Kekuatan (Strengh. Kasunanan -potensi wisata banyak yang semuanya - pengunjung wisata heritage umumnya berupa bangunan peninggalan yang wisatawan yang intelektualnya baik -Memperkenalkan -Berada di jantung kota sehingga dari kesenian khususnya Solo dan Jawa pada sangat memadai -Sumber Daya Manusia Ancaman (Threa. berkompeten dalam pengelolaan wisata -perawatan dan pemeliharaan bangunan -Mempunyai banyak sanggar kesenian yang kurang membuat kurang menarik khas Solo yang dapat ditampilkan dalam pentas wisata Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 -Banyaknya Penawaran menyebabkan lingkungan yang tidak dilakukan dengan kerjasama dengan sekolah, kampus dan penyelenggara -Keberadaan wisata heritage berada di pendidikan sehingga dapat dikemas tengah kampung terjadi gangguan lalu dalam wisata edukasi. Sanggar seni dan budaya yang ada -berkembangnya tempat wisata modern di Solo bisa ditampilkan dalam terutama wisata atraksi di Solo pentas seni yang dilakukan dalam Strategi dalam pengelolaan destinasi wisata di proses penyambutan dan selama menikmati wisata. Kampung Kedung Lumbu Kota Solo dapat peneliti uraikan sebagai berikut : Strategi S-O Dengan (Strengh. yang ada untuk dapat . Strategi yang bisa dilakukan setelah mengetahui kekuatan (Strengh. dalam menghadapi ancaman (Threa. Banyaknya tempat wisata yang berada tidak dalam satu tempat bisa dikembangkan dengan penggunaan Strategi S-T dikondisikan dalam keadaan yang baik sehingga menarik wisatawan berada di tempat Menjaga dengan penyediaan tempat sampah tempo dulu. Keberadaannya di jantung kota bisa mudah dikenal orang seiring dengan Bangunan Solo segmen masyarakat mana saja bisa menikmati jadi tinggal mengemas saja dalam paket wisata. yang bisa menampung kotoran baik dari wisatawan maupun lainnya Alur perjalanan tour tempat wisata keselamatan lalu lintas Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 Keberagaman wisata bisa menjadi Strategi . pariwisata dengan membentuk paket menghindari ancaman . dapat dilakukan dengan cara : Strategi W-O Strategi Melakukan pentingnya melestarikan bangunan (Opportunit. dengan meminimalisir sejarah . dengan menjaga kekurangan . dengan cara : dan merawatnya dengan baik Bangunan sejarah dijadikan ikon Melakukan kerjasama yang baik yang menarik dan tempat . terutama Pokdarwis Kedunglumbu bisa dimanfaatkan untuk referensi dengan Travel agent, hotel, maupun dinas-dinas Melakukan promosi lewat online Facebook. Instagram. Web baik lokal, nasional orang-orang Menetapkan penyediaan tempat sampah agar wilayah menjadi andalan sendiri khususnya dan masyarakat pada Berpencarnya menjaga kelestarian alam sekitar tempat wisata Membentuk generasi muda sebagai yang bisa dikembangkan dengan paket wisata Pokdarwis Kedung Lumbu Solo Kota Solo sebagai kota budaya dan Kampung Kedung Lumbu tourism yang baik, mempunyai bangunan sejarah bisa dipadu dengan fasilitas modern dan KESIMPULAN Strategi W-T Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 3 Nomor 1 Juli 2022 Berdasarkan sehingga kelestarian terjaga dengan tertera di atas dapat disimpulkan : Kampung Perencanaan, program kerja yang sudah Kedunglumbu Solo ada perlu disesuaikan juga dengan mempunyai potensi wisata yang banyak perkembangan saat ini terutama masa perlu pengelolaan yang baik terutama new normal Covid-19. dari Pokdarwis Kedunglumbu Menempatkan Pengelolaan orang-orang pengembangan wisata di Kedung Lumbu Solo sehingga perkembangannya cepat. Meningkatkan kelemahatan, peluang dan hambatan. Perencanaan dan program yang baik mendatangkan touris mancanegara. ditangani secara professional. kedunglumbu terutama para generasi Kerjasama yang baik pengelola dengan berbagai pihak keyterkaitan dengan pelaksanaan wisata di kedunglumbu Solo. Adapun terutama dengan wisata DAFTAR PUSTAKA