P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 PENERAPAN METODE TANYA JAWAB DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN SKI DI MA AL-MUSLIHUN PEMATANG BINATANI Fajar Agustian S1. Suyitno2 Institut Agama Islam Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. BMR Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Email: 1 agustianfajar402@gmail. com, 2 suyitno@insanprimamu. ABSTRAK Pelajaran SKI merupakan salah satu aspek ruang lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sangat penting untuk kehidupan individu maupun kehidupan bangsa, negara, dan agama, dan untuk diketahui para peserta didik agar mereka mengetahuinya sejak dini. Berdasarkan pengamatan selama ini, banyak kelemahan dalam pembelajaran SKI yaitu banyak siswa laki-laki cenderung lebih sibuk dengan kegiatan masing-masing atau kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan pelajaran, sedangkan siswa perempuan lebih memperhatikan ketika guru menjelaskan pelajaran hal ini dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tanya jawab pada Mata pelajaran SKI bagi siswa kelas X di MA Al-Muslihun Pematang Binatani dan untuk mengetahui apakah penerapan metode tanya jawab dapat meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA AL-Muslihun Pematang Binatani. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MA Al Muslihun yang dipilih berdasarkan pertimbangan partisipatif dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tanya jawab secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. Sebelum penerapan metode ini, sebagian besar siswa cenderung pasif, kurang tertarik, dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran SKI. Namun, setelah metode tanya jawab diterapkan secara Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 konsisten, terjadi perubahan perilaku belajar yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan serta berdiskusi dengan guru dan teman sekelas. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap materi pelajaran dan merasa lebih termotivasi untuk mempelajari SKI. Selain itu, hasil wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa metode tanya jawab membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam dan interaktif, sehingga tidak merasa jenuh selama proses pembelajaran. Kata Kunci : Metode Tanya Jawab. Minat Belajar. Pembelajaran SKI PENDAHULUAN Pendidikan sudah menjadi hal yang yang sangat penting yang harus dipenuhi disepanjang hidup, karena dengan pendidikan dapat mencapai cita cita, menjadikan sesorang berakhlak serta mempunyai jiwa sosial yang baik. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat Bangsa dan Negara. 1Namun pada kenyataannya, untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan undang-undang tersebut tidaklah Salah satu faktor yang menghambatnya adalah kurangnya minat belajar pada peserta didik/siswa. Sehingga guru diharapkan dapat memilih metode pembelajaran apa saja yang sekiranya efektif dan efesien untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Pendidikan tidak akan terlepas dari proses belajar mengajar. Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum kegiatan pembelajaran Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Faizal Djabidi. Manajemen Pengelolaan Kelas, (Cilegon: Madani , 2. Cet ke-1, h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Sistem pendidikan merupakan elemen pilar yang sangat penting bagi berkembangnya kemajuan suatu bangsa. Kemajuan hanya dapat dicapai apabila suatu bangsa tertentu selalu melakukan inovasi dan kreasi. Inovasi dan pendidikan mempunyai kaitan yang sangat erat, karena sistem pendidikan yang kuat akan melahirkan banyak inovasi dan kreativitas dalam bidang pendidikan, begitu pula sebaliknya, inovasi dan kreativitas yang kuat akan mendukung perkembangan sistem pendidikan yang semakin baik pula. 2 Seiring dengan era reformasi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan serta tuntutan masyarakat akan suasana yang lebih demokratis, adil,dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia, maka berbagai komponen pendidikan tersebut mengalami perubahan secara Metode pembelajaran sebagai salah satu komponen pendidikan yang terpenting juga mengalami perubahan. Metode pembelajaran adalah sebuah sistem proses pembelajaran yang utuh, mulai dari awal hingga akhir. Metode pembelajaran yang dituntut saat ini adalah metode pembelajaran yang berpusat pada aktivitas peserta didik yang lebih demokratis, adil, manusiawi, memberdayakan, menyenangkan, menggairahkan, menantang, menggembirakan, membangkitkan minat belajar, merangsang timbulnya inspirasi, imajinasi, kreasi, inovasi, etos kerja, mandiri, berani, bertanggung jawab, cakap, kritis, dan semangat hidup. Secara psikologis, penggunaan metode pembelajaran tanya jawab oleh guru selama proses belajar dapat mempengaruhi minat belajar siswa5. Hal ini dikarenakan guru dan siswa sama-sama aktif, baik saat guru memberikan siswa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh siswa atau sebaliknya siswa memberikan guru pertanyaan yang kemudian dijawab oleh guru. Apabila Hermana Somantrie dan Yeni Kurniawati Sumantri. Materi Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa, (Jakarta: Tahun 2. , h. Munif Chatib,Gurunya Manusia ,Cet. XI (Bandung:KaifaLearning, 2. , h. Isjoni dan Mohd. Arif Ismail. Model-Model Pembelajaran Mutakhir . Cet. II (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , h. Junier Sakerebau,AuMemahami Peran Psikologi Pendidikan Bagi PembelajaranAy1,no. : h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 pertanyaan yang diberikan tersusun dan diajukan dengan baik, maka dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar, meningkatkan rasa ingin tahudan pola pikir siswa, serta memusatkan perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan sehingga dapat membangkitkan dan meningkatkan minat belajar siswa. Metode tanya jawab dianggap cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, sebagaimana yang dikemukakan oleh Basrudin yang menyatakan bahwa metode tanya jawab merupakan salah satu metode mengajar yang paling efektif dan efisien dalam membangun kreativitas siswa dalam proses Lebih Basrudin penerapannya, metode tanya jawab dapat dilakukan secara individual, kelompok, maupun secara klasikal, antara siswa dengan guru, siswa dan siswa, guru ke siswa, dengan demikian tujuan pembelajaran yang diinginkan oleh guru akan lebih mudah dicapai dengan baik oleh siswa. Metode tanya jawab menurut para ahli juga dapat memberikan rangsangan kepada siswa untuk berpikir kritis hingga siswa berusaha untuk memahami setiap pertanyaan yang diberikan oleh guru. Maka dari itu, metode ini dapat memungkinkan terciptanya aktivitas proses mental siswa untuk melihat adanya keterhubungan yang tersedia dalam materi pembelajaran. 6 Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti: gairah, keinginan, perasaan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melaui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman. 7 Dengan kata lain minat belajar itu adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang siswa terhadap aktivitas belajar, yang di tunjukan melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar serta menyadari pentingnya kegitan itu. Yang kemudian akan terjadi perubahan dalam Basrudin. Ratman, dan Yusdin Gagaramusu. AuPenerapan Metode Tanya Jawab Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sumber Daya Alam Di Kelas IV SDN Fatufia kecamatan BahodopiAy. Jurnal kreatif tadulako online vol. 1 no. Wijawa Wina. Strategi Pembelajaran, (Bandung: Media Grup, 2. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 diri siswa yang terbentuk keterampilan sikap, kebiasaan, pengetahuan, kecakapan dan pengalaman belajar. Jadi yang dimaksud dengan minat belajar adalah suatu gejala psikologi yang terdapat pada diri seseorang dengan menampakkan beberapa gejala seperti: gairah, kemauan, keterlibatan, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalam Minat belajar siswa dapat ditunjukkan dengan perasaan senang, adanya perhatian, adanya ketertarikan, dan adanya keinginan yang ingin dicapai sesuai dengan kebutuhannya. minat siswa harus selalu dibangkitkan dengan hal-hal yang mampu menarik perhatiannya agar siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pelajaran. Dari penjelasan di atas sangat terlihat bahwa minat sangatlah penting dalam proses pembelajaran, siswa akan suka dinamis, suka berkembang dan bersemangat untuk melakukan aktivitas-aktivitas untuk menjadikan hidupnya lebih bergairah bila dalam diri seeorang itu memiliki minat. Kurangnya minat dalam suatu pelajaran dapat menentukan sukses atau tidaknya kegiatan seseorang. Minat yang besar menentukan akan mendorong motivasinya, demikian dalam mengikuti pelajaran setiap siswa hendaknya memiliki minat terhadap bidang studi dan setiap kegiatan yang diikutinya. MA Al-Muslihun merupakan salah satu Madrasah Aliyah yang terdapat di Kecamatan Mesuji Makmur, berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini ibu Reni Mei Ruyana. Pd. sebagai kepala madrasah. MA Al-Muslihun terletak ditengahtengah permukiman masyarakat sehingga sangat terjangkau untuk anak-anak lulusan Madrasah Tsanawiyah meneruskan pendidkan kejenjang selanjutnya, apa Ibid. , h. Jenly D. Manongko. AuHubungan Motivasi dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Bidang Keahlian Teknik Pengukuran Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FATEK UNIMAAy, . -14 November . ttp://jurnal. edu/file/066_Jenly_Manongko_Unima_525-531. pdf, diakses tanggal 20 September 2023. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 lagi yang ingin melanjutkan pendidikan dengan lebih banyak pelajaran pendidikan agama nya. Adanya sarana dan prasarana yang tersedia dengan baik, dan jumlah tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran yang ada di MA Al-Muslihun. berdasarkan hasil observasi penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, bahwa metode ceramah tersebut bila digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran dalam waktu yang lama akan membuat peserta didik merasa jenuh,bosan dan kurang fokus dalam belajar. Oleh karena itu, di MA ALMuslihun guru SKI banyak menerapkan metode pembelajaran ceramah yang dipadukan dengan metode pembelajaran lainnya, salah satunya dipadukan dengan metode tanya jawab. Salah satu guru yang memadukan metode pembelajaran ceramah dan tanya jawab adalah guru SKI yaitu Bapak Mohammad Osman. Th. 10 Selain itu dengan adanya metode pembelajaran tanya jawab dapat membuat peserta didik lebih perhatian dan fokus pada materi pelajaran yang disampaikan oleh guru karena peserta didik merasa dirinya akan ditanya dan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru serta akan bertanya pada guru mengenai materi yang tidak dipahaminya. Sehingga apabila peserta didik aktif atau sering diberi pertanyaan, menjawab pertanyaan,dan memberi pertanyaan saat pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar pada peserta didik Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Penerapan Metode Tanya Jawab dalam meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA Al-Muslihun Pematang Binatani. Literature Research Berdasarkan survei yang penulis lakukan ada beberapa penelitian yang mempunyai relevansi dengan penelitian yang berjudul AuPenerapan Metode Tanya Observasi. Kegiatan Belajar Mengajar, 15 september 2023. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Jawab Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di Pematang BinataniAy. Adapun penelitian tersebut adalah: Pertama, jurnal dari Dudung Zenal Aripin . dengan judul penelitian AuPenerapan Metode Resitasi Untuk Menigkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Sejarah Pembaharuan IslamAy11 dengan hasil penelitian yaitu Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru dalam menerapkan metode resitasi pada siklus I diperoleh 32 atau 73%, pada Siklus II 38 atau 86%, pada siklus i 42 atau 95%. Minat siswa terhadap pembelajaran SKI meningkat dari 60,87% pada siklus 1 menjadi 82,6% pada siklus kedua, mencapai 91,3% pada siklus 3. Hasil tes siswa siswa mengalami peningkatan dari 76,30 pada pra siklus, menjadi 78,70 pada siklus 1, naik menjadi 82,43 pada siklus 2 dan 87,43 pada siklus 3. Minat siswa pada pembelajaran SKI secara berkelompok diperoleh skor 11,67 atau 73% pada siklus I , naik menjadi 13,5 atau 84% pada siklus 2, dan pada siklus i menjadi 14,67atau 92% dari skor ideal 16. Ini membuktikan bahwa metode resitasi dapat meningkatkan minat belajar siswa pada materi sejarah pembaharuan dunia Islam kelas XII MIPA 3 MAN 1 Ciamis. Kedua, jurnal dari Irwan. Hasbi, dan Rosdiana . dengan judul penelitian AuPenerapan Metode Dikusi dalam Penigkatan Minat BelajarAy12 dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan metode diskusi dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu . Tahap sebelum pertemuan. Tahap selama pertemuan dan . Tahap setelah pertemuan. Kemudian sebelum peneliti melaksanakan penelitian di kelas. Peneliti terlebih dahulu mengambil data siswa kepada guru bidang studi Pendidikan Agama Islam sebagai perbandingan hasil nilai belajar prasiklus, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata siswa kelas X-7 sebelum diterapkan metode diskusi hanya 47,08% ini berarti masih di bawah batas ketuntasan siswa. Pada siklus I peneliti telah menerapkan metode diskusi nilai rata-rata siswa mencapai 69,5%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa Dudung Zaenal Aripin. Jurnal Pendidikan Islam. Sains. Sosial, dan Budaya. http://w. com/index. php/ms diakses pada tanggal 26 April 2024. Irwan. Hasibi. Rosdiana. Journal Islamic Education, http://ejournal. id/index. php/iqro diakses pada tanggal 26 April 2024. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 mencapai 84,16%. Hal ini telah membuktikan bahwa dengan penerapan metode diskusi dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dikelas X-7 SMA Negeri 4 Palopo. Berdasarkan hasil penelusuran karya ilmiah terdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa belum ada yang secara khusus membahas mengenai penerapan metode tanya jawab dalam meningkatkan minat belajar siswa. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan oleh Dudung Zenal Aripin lebih mengarah kepada penerapan metode resitasi untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi sejarah pembaharuan islam, begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Irwan, hasbi, dan Rosdiana lebih menekankan pada pembahasan penerapan metode diskusi dalam peningkatan minat belajar, sehingga penelitian yang di rencanakan oleh peneliti belum ada yang membahasnya. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang akan dilaksanakan ini yaitu jenis penelitian menggambarkan kejadian pada lokasi penelitian dengan menggunakan alat pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, tes maupun dokumentasi. penelitian deskriptif digunakan untuk untuk berupaya memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan, klasifikasi, dan analisis atau pengolahan data, membuat kesimpulan dan laporan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang sesuatu keadaan secara obyektif dalam suatu deskripsi situasi. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik yaitu penelitian yang bersumber pada pandangan fenomenologi dan berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap objek penelitian. Dengan Hamid Darmadi. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Teori Konsep dan Implementasi, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis, kalimat serta lisan dan orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, lain dikumpulkan untuk menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti, pendekatan ini diarahkan pada individu tersebut secara holistik . 14Alasan untuk memilih paradigma kualitatif karena penelitian ini memilih simulasi, dengan berusaha memahami perilaku manusia dan segi kerangka berpikir maupun tindakan orangorang itu sendiri, yang belum diketahui. Instrument Penelitian Secara umum yang dimaksud instrumen adalah suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Dalam bidang penelitian, instrumen diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan data mengenai variabel-variabel penelitian untuk kebutuhan penelitian. Sampel dan Sumber Data . Sampel Sampel adalah individu . yang diselidiki dari keseluruhan individu . 16 Sampel yang baik yaitu sampel yang memiliki populasi atau yang representatif artinya yang menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal. sampel adalah bagian dari populasi penelitian yang atau populasinya kecil memungkinkan dilakukanpenelitian untuk semua obyek. Dalam penelitian kualitatif, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan dikehendaki peneliti sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal Mattew B. Miles dan Michel Humbermen ,Analisis data kualitatif, (Jakart. : UI- Press, 1. , h. Sutrisno Hadi. Metodologi Research II, (Yogyakarta. Andi Off Set, 2. , h. Sugiono. Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung:CV Alfabeta,2. , h. Nursaman,Manajemen Keperawatan Aplikasidalam Praktik Keperawatan Profesional. (Jakarta: PT Salemba Medika, 2. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Sampel Yang Menjadi Objek Penelitian Ini Adalah: Wali Kelas. Guru. Dan Siswa. 2 ) Sumber Data Data merupakan unit informasi yang direkam media yang dapat dibedakan dengan kata lain, dapat di analisis dan relevan dengan problem yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dimana data yang diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuisoner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Baik pertanyaan tertulis maupunlisan. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau proses sesuatu. Dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka sumber datanya berupa dokumen atau catatan yang menjadi sumber data. Menurut Lofland Sumber Data Utama Dalam Penelitian Kualitatif Ialah Kata-Kata. Dan Tindakan. Selebihnya Adalah Seperti Dokumen Dan Lain-Lain. Adapun Sumber Data Yang Diambil Oleh Penulis Dalam Penelitian Ini Adalah Sumber Data Utama Yang Berupa Kata-Kata Dan Tindakan. Serta Sumber Data Tambahan Yang Berupa Dokumen-Dokumen. 19 Sumber Data Dalam Penelitian Ini Dapat Dibedakan Menjadi Dua Yaitu: Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya,20dalam hal ini data kata dan tindakan peneliti peroleh dengan cara melakukan pengamatan dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait yakni Wali Kelas. Guru. Siswa beserta bagian yang terkait dengan penelitian ini Data Sekunder Ibid,62 Jamal MaAomur Asmani. Tuntunan Lengkap Metodologi Praktis Penelitian Pendidikan, (Yogjakarta: Diva Press 2. , h, 123 Supranto. Metode riset Aplikasi dalam Pemasaran. Edisi VI (Jakarta: Fakultas Ekonomi, 1. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Data sekunder adalah Data pendukung dari data primerini bersumber dari data ialah rekapan laporan terkait hasil atau setoran hafalan siswa. 21 Data ini diperoleh dari dokumen-dokumen grafis . abel, catatan, notulen rapat, dan lainlai. , foto-foto, film, rekaman video visual, juga benda-benda, dan lain-lain yang dapat memperkaya data primer. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data atau informasi serta fakta pendukung yang ada dilapangan untuk keperluan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Sumber data dipilih dan mengutamakan pandangan informan yakni bagaimana mereka memandang. Untuk melaksanakan metode pengumpulan data ini, peneliti menempuh beberapa metode yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi Observasi adalah pengamatan yang melalui kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan indra penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan perasa. 23Menurut Suharsimi dalam buku H. Mahmud bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi mengadakan pertimbangan, kemudian mengadakan penilaian kedalam suatu sekala bertingkat. Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan fisik MA AL-MUSLIHUN Pematang Binatani OKI, seperti sarana dan prasarana Sekolah. Siswa, kegiatan lain yang berlangsung, letak geografis dan Dengan observasi, penulis gunakan untuk mengetahui secara langsung dan jelas tentang keadaan umum MA AL-MUSLIHUN Pematang Binatani OKI. Wawancara Sandu Sudoyo dan Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta:Literasi MediaPublishing,2. ,h. Bamai, 2021. Jenis-Jenis Teknik Pengumpulan Data. Unduh : Http://Bamai. Uma. Ac. Id, tanggal 21 Februari 2024. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendeketan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Yaitu percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan 25 Dalam wawancara ini penulis menggunakan jenis wawancara bebas terpimpin, artinya pewawancara berjalan dengan bebas tetapi masih terpenuhi komparatilitas dan realibitas terhadap persoalan-persoalan penelitian. Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Penulis melakukan wawancara dengan pihak terkait seperti Wali Kelas. Guru dan Siswa pihak-pihak Wawancara ini dilakukan dengan mencari sumber dari wali kelas X dan siswa kelas X, untuk mengetahui informasi mengenai penerapanmetode tanya jawab, minat belajar siswa, serta faktor pendukung dan penghambatya. Dokumentasi Yaitu suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada pada benda-benda tertulis seperti buku-buku, notulensi, makalah, peraturanperaturan, buletin-buletin, catatan harian, dan sebagainya. Metode dokumentasi ini, penulis gunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya MA AL-MUSLIHUN Pematang BinataniOKI, visi, misi, dan tujuan, struktur organisasi, struktur kurikulum, sarana dan prasarana, data-data tersebut, diperoleh dari hasil dokumentasi MA AL-MUSLIHUN Pematang Binatani OKI. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif seperti yang diungkapkan oleh Miles dan Hubberman, yaitu proses analisis yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Proses analisis ini melalui tiga tahapan, yaitu, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Nuraida dan Halid Alkaf. Metodologi Penelitian Pendidikan, (Tangerang: Islamic Research Publishing, 2. , h. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian, cet. Kesembilan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Miles. Matthew B. dan Michael Huberman. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan: Tjejep RR (Jakarta: UI Press, 1. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, maka data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : Reduksi data, yaitu proses pemilihan untuk memasukkan perhatian terhadap data-data yang dianggap penting, dan data-data mana yang harus ditinggalkan agar memudahkan dalam mengendalikan data. Display data, yaitu upaya untuk menyajikan data agar dapat melihat secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu yang menjadi fokus dari penelitian ini. Mengambil penyelarasan, dan perumusan hasil penelitian. Pengujian Keabsahan Data Untuk memastikan hasil penelitian bersifat lebih empirik, data yang telah terkumpul dalam penelitian harus ditentukan kebenarannya melalui uji keabsahan data, dimana dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Diluar data itu untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Keabsahan data dalam skripsi ini menggunakan metode triangulasi sumber data. Triangulasi data sumber data dimaksudkan agar dalam pengumpulan data peneliti menggunakan multi sumber data, yakni dapat dilakukan dengan menggunakan sumber data seperti melalui informan, fenomenafenomena yang terjadi, dan dokumen bila ada. Sebagai contoh untuk menguji kredibilitas data tentang penerapan Metode Tanya Jawab dalam Meningkatkan Minat Belajar siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI Di MA AL-MUSLIHUN Pematang Binatani, maka pengumpulan dan pengujian data yang diperoleh dapat dilakukan wawancara terhadap wali Guru Siswa. Dari dikategorisasikan mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana yang Lexy J Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 spesifik dari data-data tersebut sehingga nantinya dapat di ambil kesepakatan di antara mereka dan menghasilkan suatu kesimpulan. PEMBAHASAN Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA Al-Muslihun Pematang Binatani. Penerapan metode Tanya jawab merupakan penggunaan atau pelaksanaan teori dan metode dengan teknik dimana guru dan siswa sama-sama berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, dimana adanya kegiatan yang bersifat komunikasi timbal balik antara siswa dengan guru, dengan cara guru memberi pertanyaan yang kemudian di jawab oleh siswa atau sebaliknya dimana siswa yang memberi sebuah pertanyaan dan dijawab oleh Guru. Dari hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap bagaimana penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA Al-Muslihun Pematang Binatani, menunjukan bahwa adanya peningkatan yang cukup signifikan pada diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan metode Tanya jawab ini. Bapak Kuncoro. Pd menerapkan 4 . langkah, dimana langkah-langkah tersebut sudah berjalan cukup baik dengan hasil pembahasan cukup relevan antara hasil temuan di lapangan dengan konsep teori yang sudah dipaparkan. Langkah-langkah tersebut adalah: 30 Memberikan materi dan meminta siswa untuk membaca materi yang dipelajari Salah satu faktor yang menjadi keberhasilan dalam sebuah proses Niamul Huda. Penerapan Metode Tanya Jawab Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas X IPA3 Ma Darussalam Krempyang Tanjunganoman Nganjuk, (Jurnal El-Barqie: Jurnal MA Darussalam 1. No. 1, 2. , h. Justi Sitohang. Penerapan Metode Tanya Jawab Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Sekolah Dasar, (Suara Guru: Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial. Sains dan Humaniora. Vol. 3 No. 4, 2. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 pembelajaran adalah adanya peran pendidik yang terampil dalam memilih metode Metode yang diterapkan oleh salah satu guru di MA Al-Muslihun Pematang Binatani, yakni metode jawab menjadi suatu metode yang cukup menarik minat siswa untuk mempelajari materi yang telah di ajarkan dan memudahkan siswa untuk lebih memahami materi tersebut. Dalam hal ini, membuat siswa lebih merasa nyaman dalam proses belajar mengajar dan merasa bahwa mereka ikut andil dalam proses pembelajaran tersebut. Memberikan pertanyaan kepada salah satu siswa Langkah ini digunakan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah di sampaikan oleh Guru mata pelajaran tersebut. Metode ini juga menjadi salah satu variasi dalam penerapan metode yang di ajarkan untuk menghindari dari adanya kebosanan siswa dengan metode ajar yang hanya menjelaskan materi saja tanpa mengetahui apakah siswa sudah paham atau belum paham dengan materi mata pelajaran yang Guru tersebut ajarkan. Pada dasarnya, siswa lebih senang dan mudah memahami apabila mereka diikutsertakan secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Memberi kesempatan siswa yang lain untuk mengemukakan Dengan memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberikan jawaban atau pendapat terhadap pertanyaan yang diberikan guru kepada salah satu siswa menarik pola pikir siswa lain untuk lebih membuka diri terhadap materi yang telah di ajarkan dengan apa yang sudah mereka ketahui. Langkah ini dinilai cukup efektif untuk mengetahui sejauh mana pemahaman materi yang telah diberikan Guru Mata Pelajaran kepada para siswa dan dengan metode ini memaksa siswa untuk lebih memahami materi yang telah diberikan. Memberikan kesimpulan atas pertanyaan yang diberikan kepada para Langkah ini bertujuan untuk memberikan kesimpulan dari praduga dan Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 pendapatan atau jawaban atas pertanyaan yang telah beliau berikan kepada para siswa, sehingga para siswa tidak hanya memahami materi yang telah di ajarkan dengan pendapat-pendapat yang belum tentu kebenarannya. Dengan adanya penerapan 4 langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan terhadap materi yang telah diajarkan oleh guru mata pelajaran. Dan adanya metode pembelajaran yang inovatif dapat proses pembelajaran sehingga pembelajaran yang berlangsung terkesan menarik dan tidak monoton. Karena, pada dasarnya peranan guru memang sangat penting dalam sebuah pembelajaran. Karena seorang guru tidak hanya menyampaikan materi, akan tetapi mereka adalah orang tua pengganti bagi siswa ketika di sekolah. Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA AlMuslihun Pematang Binatani. Minat belajar merupakan kecendrungan atau keinginan kuat seseorang . alam hal ini peserta didi. yang disertai dengan adanya rasa perhatian dan keaktifan secara sengaja dalam proses pembelajaran yang kemudian menghasilkan rasa senang dalam bentuk perubahan tingkah laku, baik dari segi ilmu pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Setelah melakukan penelitian dengan teknik wawancara di MA AlMuslihun Pematang Binatani khususnya pada minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI, diketahui bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI cukup meningkat signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin atusiasnya siswa kelas X ketika mengikuti pelajaran SKI di kelas, ini membuktikan bahwa adanya relevansi antara hasil temuan di lapangan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap bagaimana Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA Al-Muslihun Rio Ramanda Hamidi. Peran Guru PAI Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI di SDIT Baitul Jannah Kecamatan Kemiling Raya Bandar Lampung, (Bandar Lampung, 2. , h. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 Pematang Binatani, menunjukan bahwa adanya peningkatan dalam diri siswa, yang tadinya siswa tersebut ketika di ajar menggunakan metode ceramah banyak yang ngantuk dan tidak ada minat belajar sama sekali tetapi setelah diterapkan metode tanya jawab ini siswa tersebut jadi lebih semangat dan aktif ketika diberi pertanyaan oleh guru mata pelajaran dan siswa tersebut berani mengemukakan pendapatnya tentang pertanyaan tersebut. Hal ini sesuai dengan skripsi Hazari Gustina yang berjudul AuPengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Negeri 68 Kota BengkuluAy32 Tentunya, peningkatan minat siswa kelas X di MA Al-Muslihun Pematang Binatani tidak lepas dari teknik mengajar yang digunakan oleh Guru Mata Pelajaran SKI yang sangat inovatif dan kreatif sehingga bisa mendorong semangat belajar siswa serta dapat menimbulkan rasa nyaman dan senang pada diri para siswa, sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas X pada Mata Pelajaran SKI secara baik dan signifikan. PENUTUP Dari penelitian tentang Penerapan Metode Tanya Jawab dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA AL-MUSLIHUN Pematang Binatani dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA Al-Muslihun Pematang Binatani. Metode tanya jawab telah diterapkan dengan baik di kelas X MA Al Muslihun. Guru secara aktif melibatkan siswa dalam diskusi kelas dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi Sejarah Kebudayaan Islam. Melalui teknik ini, siswa didorong untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan Hazari Gustina. AuPengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Negeri 68 Kota BengkuluAy, skripsi. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Tahun 2020. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 34- 53 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 34Ae53 saling bertukar informasi dengan teman sekelas serta guru. Berdasarkan hasil observasi, metode tanya jawab meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, di mana siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi juga aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA Al-Muslihun Pematang Binatani, diketahui bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI cukup meningkat signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin atusiasnya siswa kelas X ketika mengikuti pelajaran SKI di kelas, ini membuktikan bahwa adanya relevansi antara hasil temuan di lapangan dengan indikator-indikator minat belajar. DAFTAR PUSTAKA