Urecol Journal. Part A: Education and Training Vol. 1 No. eISSN: 2797-0949 Development of Psychological Measurement Tools: Self Regulated Learning Scale (SRLS) Faruq . Intan Wahyu Istiqomah. Nureyzwan Sabani. Siti Rahmawati. Kelvin Rivalna. Kumaidi. Muh Bagus Sudinadji Department of Psychology. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia faruqf4@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujet. Received: 12/08/2021 Revised: 23/09/2021 Accepted: 28/09/2021 Abstract Self-Regulated Learning or SRL is an important academic performance for every student in completing a series of academic activities and realized by himself, especially in an online learning environment that is not supervised directly by the teacher. This research is an effort to develop a measuring instrument in the form of an SRL scale and called the SRLS based on three aspects according to the theory presented by Zimmerman. The purpose of this study is to produce a student SRL measurement tool in the online learning era in order to find patterns of student involvement in learning that can be applied by students to improve learning Respondents involved in this study amounted to 408 students of SMP/MTs grades VII to IX. Validation of items through an expert judgment process by experts in psychometry and psychology with the results of the content validity item (CVI) obtained is 0. 68 to 1. 00 and the reliability test results have a Cronbach alpha value of 0. The results of this research will provide benefits to identify patterns of student involvement in learning and generated guidelines for the use of the SSRL measuring instrument. Keywords: Instrument. Self Regulated Learning. Students Pengembangan Alat Ukur Psikologi: Skala Self Regulated Learning (SSRL) Abstrak Self Regulated Learning atau SRL merupakan kinerja akademik yang penting untuk dimiliki setiap siswa dalam menuntaskan serangkaian aktifitas akademik dan direalisasikan oleh karena dirinya sendiri, khususnya dalam lingkungan pembelajaran daring atau online yang tidak terawasi langsung oleh pengajar. Penelitian ini merupakan upaya dalam pengembangan alat ukur yang berupa skala SRL dan disebut SSRL yang berdasarkan tiga aspek menurut teori yang dipaparkan oleh Zimmerman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan alat ukur SRL siswa di era online learning guna menemukan pola keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang dapat diterapkan siswa untuk meningkatkan prestasi belajar. Responden yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 408 siswa SMP/ MTs kelas VII sampai IX. Validasi item melalui proses expert judment oleh ahli di bidang psikometri dan psikologi dengan hasil content validity item (CVI) yang diperoleh adalah 0,68 sampai 1,00 dan hasil uji reliabilitas memiliki nilai cronbach alpha sebesar 0,893. Hasil penelitian ini akan memberikan manfaat untuk mengidentifikasi pola keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan dihasilkannya pedoman penggunaan alat ukur SSRL. Kata kunci: Instrumen. Self Regulated Learning. Siswa Pendahuluan Pandemi Covid 19 yang terjadi memaksa masyarakat Indonesia untuk melakukan ativitas-aktivitas baru yang masih dianggap asing, salah satunya yang terjadi pada dunia Pemberlakuan aturan yang tertuang dalam surat edaran nomor 15 tahun 2020 Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. tentang tatacara penyelenggaraan pembelajaran dari rumah pada masa darurat penyebaran covid-19, harus dilaksanakan oleh semua pelaku pendidikan. Berdasarkan aturan tersebut maka model pembelajaran yang diberlakukan adalah metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau biasa juga disebut pembelajaran dalam jaringan atau daring. Sayangnya, proses PJJ/daring yang telah berlangsung dalam setahun belakangan ini memiliki permasalahan yang terjadi pada orang tua, guru dan siswa . , terbatasnnya fasilitas yang dapat menunjang proses belajar menjadi kendala tersendiri, selain itu siswa menjadi tidak aktif dalam proses belajar yang berlangsung . , siswa cenderung merasakan kejenuhan . , adanya penurunan motivasi yang dialami . , merasa bosan sehingga mempengaruhi minat belajar siswa . , dan pemahaman siswa dalam proses penerimaan informasi dalam belajar menjadi menurun . Informasi yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara kepada siswa SMP juga mengalami hal yang sama, siswa belum terbiasa dengan aktivitas PJJ yang diterapkan oleh pemerintah, hal ini membuat siswa tidak dapat fokus belajar, merasa bosan dan jenuh, tidak bersemangat, dan cenderung mengabaikan tugas yang diberikan oleh guru. Menurut guru, banyak siswa yang memiliki prestasi menurun di masa pandemi ini, penurunan nilai tersebut terjadi pada beberapa mata pelajaran, dan siswa tidak mengumpulkan tugas. Namun jika ditilik lebih dalam, permasalahan yang dialami khususnya oleh siswa adalah kemandirian belajar yang perlu untuk diasah. Kemandirian belajar yang dimiki siswa dapat membuat dirinya bertahan lebih lama dalam menangani berbagai macam situasi belajar yang didapatkan. Self-Regulated Learning atau SRL sering ditafsirkan mengenai proses belajar yang dialami siswa, strategi serta respon belajar siswa yang diciptakan secara mandiri guna mencapai tujuan belajarnya . Strategi belajar yang dibuat, keaktifan merespon yang terjadi dalam proses belajar, dan motivasi yang diciptakan dalam proses belajar merupakan 3 hal pokok untuk mendefinisakan SRL . Hal demikian merupakan suatu keterampilan dalam proses belajar siswa . yakni suatu keterampilan guna mengatur proses belajar siswa dan memanfaatkan sumberdaya belajar serta mengoptimalkan ketrampilan akademis siswa dan penyesuaian akademis di waktu yang akan datang. Pada masa pandemi dan proses pembelajaran daring yang telah berlangsung, keterampilan SRL sangat dibutuhkan pada diri siswa agar siswa dapat belajar secara mandiri dan memanfaatkan waktu belajarnya dengan baik. SRL yang dimiliki siswa dapat membuatnya mampu menyelesaikan kewajiban belajarnya, mengerjakan tugas tanpa harus bergantung pada orang lain . Beberapa penelitian mengenai SRL yang telah dilakukan memberikan dampak positif pada perkembangan belajar siswa, siswa mampu menyelesaikan permasalahan matematis karena dipengaruhi oleh tingkat SRL masingmasing siswa . SRL memberikan pengaruh besar pada keberhasilan belajar siswa . , sehingga siswa yang memiliki SRL tinggi maka memiliki kemampuan pemecahan matematis yang tinggi . , menurunkan prokrasitinasi . , memiliki konsep diri yang positif . dan prestasi belajar yang baik . Alat ukur skala SRL penting untuk disusun karena dapat mengetahui keefektifan belajar sehingga dapat mendukung siswa untuk belajar lebih efektif. SRL ini juga dianggap mampu untuk melakukan kontrol atas diri siswa seperti pikiran, perasaan, dan tindakan . Hal ini dikarenakan belajar adalah hal penting untuk siswa agar dapat berperan meningkatkan aktivitas fisik yang memaksimalkan perasaan positif atau secara efektif menguasai tugas-tugas yang menantang . SRL berkontribusi pada persepsi siswa mengenai kompetensi dan harapan untuk sukses dan meningkatkan kemampuan mereka dengan cara yang lebih efektif . Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. Berdasarkan uraian diatas maka SRL sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran siswa khususnya pada pembelajaran dalam jaringan. Siswa yang memiliki SRL diharapkan mampu beradaptasi dengan baik pada proses pembelajaran daring yang sedang diterapkan dan mampu mempertahankan pencapaian prestasi yang telah dicapai. Dengan demikian tujuan penilitian untuk menghasilkan alat ukur SRL siswa dalam lingkungan pembelajaran daring dan memberikan informasi pola keterlibatan yang dapat diterapkan siswa untuk meningkatkan prestasi belajar. Secara umum penelitian ini memberikan sumbangan untuk khasanah ilmu psikologi khususnya psikologi pendidikan, karena memberikan gambaran mengenai SRL siswa di era pembelajaran daring. Selain itu dapat membantu siswa untuk mengidentifikasi pola keterlibatan belajar yang sesuai untuk pengembangan prestasi belajar siswa di masa mendatang, dan bagi guru dapat memberikan pertimbangan agar membina siswa dengan menanamkan kemandirian belajar . alam koteks darin. pada diri Literatur Review Konsep dan Konstruk Self Regulated Learning Penelitian ini dilakukan berdasarkan landasan teori yang dipaparkan oleh Zimmerman . yaitu proses yang terjadi pada diri siswa untuk mendapatkan informasi berdasarkan keterampilan dalam menggunakan persepsi agensi, tujuan, dan perantaraan. Dijelaskan lebih lanjut bahwa SRL merupakan gambaran mengenai proses yang dijalankan siswa, strategi dan respon belajar yang telah disusun secara mandiri untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan . Siswa yang dapat mengatur diri dalam proses belajarnya akan memiliki kemampuan untuk mengarahkan diri, merumuskan perencanaan, mengoranisasi materi, mengintruksi dirinya dan mengevaluasi proses belajar yang sudah dilalui . SRL bukan sekedar suatu pengetahuan mengenai keterampilan tertentu, melainkan proses yang terjadi pada diri siswa yang melibatkan kesadaran diri, motivasi dan keterampilan perilaku . Piintrich . pembelajaran mandiri dapat dikendalikan oleh diri individu, dengan demikian siswa mampu mengendalikan perilaku, motivasi serta hal yang mempengaruhinya, dan melibatkan kognisi untuk meningkatkan kinerja akademis yang lebih baik. Zimmerman . dan Piintrich . keduanya berpendapat bahwa aspek SRL terbagi menjadi tiga bagian: . Aspek perilaku, siswa dapat mengendalikan perilakunya pada saat belajar dan dimana siswa belajar, siswa juga dapat memanfaatkan sumber daya yang ada disekitarnya agar proses belajar menjadi optimal. Aspek motivasi, siswa memiliki keyakinan untuk mencapai tujuan belajarnya dengan motivasi yang dimiliki serta dapat mengendalikan emosi dan pengaruhnya yang memberikan dampak pada perasaan mereka ketika proses belajar. Dan . Aspek kognisi, siswa dapat mengatur strategi kognitifnya dalam belajar seperti mengolah informasi untuk mencapai tujuan belajar sehingga menghasilkan kinerja pembelajaran yang lebih baik dari pencapaian siswa sebelumnya. Alat ukur SRL siswa yang dikembangkan pada penelitian ini memiliki fokus pada siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang merupakan seorang individu yang sedang bersekolah . usia 13-15 tahun . serta variabel yang paling berpengaruh dalam proses pengembangan strategi pembelajaran . Pengembangan Alat Ukur Psikologis: Self Regulated Learning Siswa Penelitian tentang SRL sudah banyak dilakukan dalam kancah pendidikan, siswa yang menerapkan SRL dapat mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses belajar . , dan meningkatkan prestasi belajar . Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. Penyusunan alat ukur SRL siswa berpijak pada teori Self regulated learning di atas, dengan menggunakan aspek SRL yaitu aspek perilaku, aspek motivasi, dan aspek kognisi yang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam proses belajar. Kebutuhan tersebut digambarkan dalam item-item pernyataan yang menggambarkan indikator dari aspek SRL, item tersebut dinilai oleh para ahli dan diuji validitas dan uji reliabilitas. Metode Peneitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis peneltian pengembangan instrumen atau alat ukur psikologi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic random sampling . Sehingga, responden yang terlibat merupakan siswa SMP sederajat kelas VII sampai IX yang berada di wilayah Surakarta sebanyak 6 sekolah. Kartasura 2 sekolah. Karanganyar 1 sekolah. Boyolali 2 sekolah, dan Purwodadi 2 sekolah. Adapun keseluruhan responden yang terlibat sebanyak 408 Teknik pengumpulan data merupakan langkah utama dalam penelitian ini, dengan tujuannya adalah mendapatkan data. Data akan diperoleh dalam penelitian ini menggunakan skala dengan media google form yang berisi sejumlah pernyataan yang akan diisi oleh responden. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemvalidasian terhadap instrumen psikologi. Terdapt dua tahapan yang akan dilakukan yaitu: . Validasi terhadap isi instrumen dengan menggunakan telaah oleh tim ahli . xpert judgemen. dalam bidang psikometri dan psikologi serta proses teknik content validity item (CVI) dari Aiken. Uji ITEMAN, dengan tujuan mengetahui kesukaran butir, daya beda soal, reliabilitas tes, dan kesalahan pengukuran. Tahapan yang dilalui dalam penelitian ini melalui beberapa prosedur yaitu: . Pengembangan konstruk dan cetak biru, proses ini dimulai dengan penelusuran konsep teori SRL sehingga menemukan devinis normatif, membuat devinisi operasional, kemudian memetakan dalam kisi-kisi, membuat kartu aitem, dan disusun dalam cetak biru. Penilaian expert judgment/ Rater, pada tahap ini kisi-kisi yang sudah dibuat dalam bentuk kartu akan dinilai oleh praktisi dalam bidang psikologi dan psikometri. Uji validitas dan reliabilitas, uji validitas yang dilakukan adalah content validity item (CVI) dan uji validitas menggunakan sofwere iteman. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan rumusan dan tujuan utama pada penelitian ini, yakni memperoleh alat ukur psikologi yaitu SRL siswa yang standar, baku, teruji validitas dan reliabilitas. Berikut penjabaran hasil penelitian. Konsep alat ukur berdasarkan hasil penelitian ini merupakan pengembangan dari teori SRL . mengenai pengaturan diri siswa dalam proses belajar agar dapat mencapai tujuan belajar yang optimal. Alat ukur ini memiliki tujuan untuk mengungkap kemampuan SRL siswa dalam proses belajar. Alat ukur ini diberi nama Skala Self Regulated Learning (SSRL). Berikut adalah gambaran SSRL secara utuh pada Gambar 1. Berdasarkan tiga aspek dari SRL yaitu perilaku, kognisi dan motivasi, kemudian dikembangkan menjadi beberapa indikator agar dapat mewakili dari setiap aspek yang ada. Pada aspek perilaku terdiri dari empat indikator, aspek kognisi dan motivasi masing-masing terdiri dari tiga indikator, sehingga total keseluruhannya adalah sepuluh indikator. Pada setiap indikator dikembangkan menjadi beberapa item yang dapat menggambarkan Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. indikator yang dimaksud. Item yang dirumuskan terdiri dari dua jenis, yaitu item favorable (F) dan item unfavorable (UF). Penyusunan item instrumen SSRL pada aspek perilaku terdiri dari 4 indikator dengan 33 item. Pada aspek motivasi terdiri dari 3 indikator dengan 25 item. Sedangkan pada aspek kognisi terdiri dari 3 indikator dengan 25 item. Sehingga secara keseluruhan terdapat 83 item yang digunakan dalam perumusan instrumen SSRL. Gambar 1. Konsep Alat Ukur SSRL Pada proses pengujian validitas isi, setiap item dibuat menjadi bentuk kartu yang berisi pernyataan item, jenis item F atau UF, indikator item, intruksi penilaian item dengan skor penilaian 1 sampai 4, tanggapan kesesuaian rater terhadap item, dan saran perbaikan. Total kartu item SSRL berjumlah 83 kartu sesuai jumlah item yang dibuat dengan contoh kartu item SSRL disajikan pada Gambar 2. Gambar 2. Kartu penilaian item SSRL Kartu item SSRL tersebut diberikan kepada lima rater untuk mengkaji validitas tiap item yang ada, kemudian masing-masing item akan dihitung nilai validitasnya atau disebut CVI dengan menggunakan konsep AIKEN. Saat proses pengembalian kartu item SSRL yang sudah dinilai oleh para rater, hanya tiga rater yang mengembalikan kartu item SSRL, dengan demikian berdasarkan tabel validitas AIKEN maka nilai validitas dari setiap item adalah 1 agar dapat dikatakan valid. Sedangkan item yang memiliki nilai CVI antara Ou 0,68 disebut sebagai item cukup valid . oderately vali. dan item yang memiliki nilai CVI antara < 0. 68 dikatakan tidak valid. Berdasarkan hasil penghitungan skor aiken dari setiap item, terdapat 5 item yang tidak valid dan 10 item moderate yang dihapus. Item moderate yang dihapus dikarenakan untuk Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. menyeimbangkan sebaran item dari setiap aspek. Sehingga jumlah keseluruhan item yang pada awalnya 83 menjadi 68 item. Item pada aspek perilaku berjumlah 24 dari 4 indikator. Pada aspek motivasi berjumlah 23 item dari 3 indikator. Selanjutnya, pada aspek kognisi berjumlah 21 item dari 3 indikator. Oleh karena itu, 68 item akan digunakan sebagai pengembangan alat ukur psikologi SSRL. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu disusun kembali blue print agar dapat dilihat sebaran item pada setiap aspek dan indikator yang dapat disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Blue Print alat ukur SSRL Aspek Indikator Perilaku Pengelolaan waktu Usaha mengerjakan Pengkondisian lingkungan belajar Pengoptimalan sumber daya dalam proses Keyakinan atas kemampuan diri yang Orientasi tujuan belajar Motivasi Kognisi Pemberian penghargaan pada diri Kesadaran diri Perencanaan belajar Evaluasi hasil belajar Jenis Item 1, 20, 30, 2, 21, 42 24, 45 3, 23, 33, 4, 29, 35, 12, 53 5, 14, 48, 57, 61 27, 49, 56 6, 15, 52, 7, 25, 40 28, 36, 41, 60 8, 26, 37 9, 18, 44, 10, 19, 58 Jumlah Item Total Item 17, 52, 54 31, 32, 59, 65 38, 39, 63, 67 Total Item 11, 34, 47 13, 22 16, 50, 68, 62 Berdasarkan tabel 1 diatas, selanjutnya item akan disebarkan dalam format skala agar responden tidak mengetahui aspek tertentu yang akan diukur. Alat ukur ini menggunakan skala likert sebagai acuan dalam pemberian skor dari setiap item. Item dapat dijawab oleh responden dengan empat alternatif pilihan jawaban, yaitu Sangat Sesuai (SS). Sesuai (S). Tidak Sesuai (TS). Sangat Tidak Sesuai (STS). Penialai skor item favorable dari SS ke STS 4-1, sedangkan skor item unfavorable dari SS ke STS 1-4. Pada tahap uji coba, alat ukur SSRL disebarkan kepada responden melalui google form. Selanjutnya data hasil uji coba yang telah di dapatkan dianalisis dengan menggunakan software aiteman untuk mengetahui koefisien reliabilitas alat ukur. Berdasarkan hasil uji reliabilitas tersebut, diketahui bahwa alat ukur SSRL memiliki nilai cronbach alpha sebesar 0,893. Selain data responden yang ada diuji reliabilitas, data responden tersebut dihitung dengan skor total dari instrumen SSRL. Setelah data masing-masing responden dihitung maka akan diketahui tingkat SRL yang dimiliki oleh siswa, yaitu tingkat SRL yang rendah dengan interval Skor X < 176, sedang pada interval 176 O Skor X O 218 dan tinggi pada interval Skor X Ou 218. Berdasarkan kategorisasi skor tingkat SRL siswa maka diketahui bahwa terdapat 64 siswa yang memiliki tingkat SRL yang tinggi, 288 siswa yang memiliki tingkat SRL yang sedang, dan 56 siswa memiliki tingkat SRL yang rendah. Pada hasil penelitian ini tingkat Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. SRL siswa hanya dilihat dari total keseluruhan skor SRL setiap siswa, dan akan dikembangkan kemudian dengan melihat tingkat SRL berdasarkan aspek pada SRL. Berdasarkan hasil keselurahan dapat diketahui alat ukur SSRL ini telah melewati tahap validitas dan reliabilitas. Penelitian ini menggunakan validitas isi yang memiliki dasar menggunkan tingkat kesepakatan para ahli tentang item yang telah dibuat, teknik statistik yang digunakan untuk uji validitas isi adalah content validity index (CVI). CVI adalah validitas yang pengukurannya berdasarkan relevansi isi tes melalui analisis rasional oleh professional yang berkompeten atau expert judgement . , pada penelitian ini diperoleh skor validitas berdasarkan perhitungan CVI yaitu Ou 0,68 . ukup vali. dan 1,00 . Pada penyusunan alat ukur yang baik, maka dibutuhkan hasil relibilitas yang tinggi karena hal tersebut merupakan sutu ciri dalam pengukuran alat ukur . Angka koefisien tidak memiliki batasan yang mutlak, akan tetapi informasi tersebut akan memberikan gambaran mengenai hubungan varian skor dan skor teramati kelompok individu . Pada penelitian ini koefisien reliabilitas dengan nilai cronbach alpha sebesar 0,893 atau 89% varian skor teramati yang diakibatkan varian skor sejati pada kelompok individu sehingga dinyatakan reliabel. Alat ukur SSRL ini akan membantu siswa untuk mendeteksi tingkat SRL yang dimiliki siswa agar optimal dalam proses belajar yang dilakukan, dengan demikian siswa akan memiliki strategi . dan respon belajar secara mandiri . Siswa dapat bertanggung jawab pada aktivitas belajarnya . , dapat menuntaskan pelajarannya dengan baik . dan memiliki perencanaan dan monitoring hasil belajar . Keterampilan SRL yang dimiliki siswa berdampak positif pada diri siswa. SRL yang dimiliki siswa dapat mencegah siswa melakukan prokrastinasi sehingga prokrastinasi siswa menurun . karena siswa yang memiliki SRL yang tinggi maka penundaan dalam mengerjakan aktifitas belajar juga akan rendah . Selain itu SRL siswa yang tinggi memberikan dampak pada prestasi belajar . yaitu siswa yang memiliki SRL tinggi akan memiliki prestasi yang cenderung baik di sekolah. Kesimpulan Alat ukur psikologis SSRL yang dikembangkan memiliki 68 item yang sudah melalui proses validitas isi menggunakan CVI dengan hasil skor Ou 0,68 item kategori moderate valid dan skor 1,00 kategori valid. Nilai koefisien reliabilitas pada alat ukur psikologis SSRL dianalisis dengan menggunakan software aiteman, berdasarkan nilai cronbach alpha sebesar 0,893 maka dengan demikian alat ukur psikologis SSRL ini reliabel. Kategori tingkat SRL siswa dapat dilihat berdasarkan 3 tingkatan SRL yaitu SRL tinggi. SRL sedang, dan SRL rendah. Tingkat SRL siswa ini menggambarkan proses belajar yang dialami siswa khsusnya pada pembelajaran daring di masa pandemi. Ucapan Terima Kasih Kami ucapkan terima kasih kepada . pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di wilayah Surakarta. Kartasura. Karanganyar. Boyolali, dan Purwodadi yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian khususnya siswa-siswa yang menjadi subjek penelitian ini. Kepada dosen pembimbing yang sudah membimbing dari awal proses penelitian sampai selesai. Kepada prodi Magister Psikologi UMS yang telah mendukung penelitian ini, dan . Kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah mendanai penelitian ini. Urecol Journal. Part A: Education and Training. Vol. 1 No. Faruq et. Referensi