Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Seminar Parenting: Menghadirkan Kebahagiaan Di Rumah: Mempraktikkan Joyfulness Dalam Kehidupan Sehari-Hari Nurul Jamiah Sidiq1. Rika Kurnia. R2. Muhammad Yusri Bachtiar3. Delvhina Manga4. Tri Sugiarti M. Bakri5 1,2,3,4, 5 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Makassar Korespondensi: nurul. sidiq@unm. Abstrak Seminar dengan tema "Menghadirkan Kebahagiaan di Rumah: Mempraktikkan Joyfulness dalam Kehidupan Sehari-Hari" diselenggarakan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta, terutama orang tua, dalam menciptakan suasana bahagia di rumah melalui prinsip Seminar ini bertujuan untuk membekali peserta dengan wawasan tentang pentingnya kebahagiaan dalam keluarga dan cara-cara praktis yang dapat diterapkan untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga. Metode yang digunakan dalam seminar ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, latihan praktis, dan role-playing, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami dan mempraktikkan konsep joyfulness. Hasil seminar menunjukkan bahwa 90% peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya joyfulness dan siap mengimplementasikan prinsip tersebut dalam kehidupan mereka. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga konsistensi penerapan kebiasaan positif dalam kehidupan seharihari, terutama di tengah kesibukan dan rutinitas yang padat. Seminar ini juga menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga dan kolaborasi antara orang tua dan pendidik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan keluarga. Secara keseluruhan, seminar ini berhasil memberikan dampak positif bagi peserta, dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menciptakan kebahagiaan di rumah. Dengan komitmen berkelanjutan dan penerapan kebiasaan positif, diharapkan peserta dapat menciptakan keluarga yang harmonis, bahagia, dan penuh kasih sayang. Kata kunci: Joyfulness. Kebahagiaan Keluarga. Komunikasi Efektif. Pendidikan Anak. Kehidupan Sehari-Hari. Abstract Seminar on "Bringing Happiness into the Home: Practicing Joyfulness in Daily Life" was organized to provide participants, especially parents, with an understanding and practical skills to create a joyful atmosphere at home through the principles of joyfulness. This seminar aimed to equip participants with insights into the importance of happiness within the family and practical ways to strengthen relationships among family members. The methods used in this seminar included lectures, interactive discussions, practical exercises, and role-playing, designed to give participants direct experience in understanding and practicing the concept of joyfulness. The seminar results showed that 90% of participants had a good understanding of the importance of joyfulness and were ready to implement its principles in their lives. However, the main challenge faced was maintaining consistency in applying positive habits in daily life, especially amidst busy schedules and routines. This seminar also emphasized the importance of effective communication within the family and collaboration between parents and educators in creating an environment that supports family happiness. Overall, the seminar successfully provided a positive impact on participants by enhancing their understanding and skills in fostering happiness at home. With continuous commitment and the application of positive habits, participants are expected to build a harmonious, happy, and loving family. Keywords: Joyfulness. Family Happiness. Effective Communication. Early Childhood Education. Daily Life. Submit: Maretl 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Seminar bertujuan untuk membekali peserta dengan wawasan tentang pentingnya kebahagiaan dalam keluarga serta strategi praktis yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan rumah yang harmonis dan penuh kasih sayang. Seminar ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami dan mempraktikkan joyfulness dalam sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara konsisten di rumah, sehingga tercipta keluarga yang lebih harmonis, bahagia, dan penuh cinta. Menurut dilakukan oleh Seligman . , berkaitan erat dengan praktik melibatkan emosi positif (Positive Psycholog. , (Engagemen. , (Relationshi. , makna (Meanin. , dan pencapaian (Achievemen. PERMA. Model ini menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang perasaan senang, tetapi juga melibatkan hubungan yang erat dan penuh makna antara anggota Studi lain yang dilakukan oleh Lyubomirsky . juga positif, seperti bersyukur dan berbagi kebahagiaan, dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dalam Selain itu, penelitian oleh Fredrickson . menunjukkan bahwa emosi positif memiliki efek PENDAHULUAN Keluarga lingkungan pertama dan utama dalam kesejahteraan emosional setiap Kebahagiaan keluarga memiliki peran penting psikologis yang sehat, baik bagi orang tua maupun anak-anak. Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak keluarga menciptakan suasana bahagia di Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan keterampilan dalam membangun kebahagiaan keluarga secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam menciptakan kebahagiaan di rumah adalah konsep joyfulness, yaitu sikap positif dan kesadaran untuk menikmati momenmomen kecil dalam kehidupan sehari-hari. Joyfulness tidak hanya membantu mengurangi stres dan tekanan dalam keluarga, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota keluarga melalui komunikasi yang lebih baik, empati, dan kebersamaan yang berkualitas. Namun, masih banyak orang tua yang belum keterampilan yang memadai dalam menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai memberikan solusi atas tantangan tersebut, seminar parenting dengan tema "Menghadirkan Kebahagiaan di Rumah: Mempraktikkan Joyfulness Kehidupan Sehari-hari" Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memperluas dan membangun, yang berarti bahwa semakin sering seseorang mengalami kebahagiaan banyak manfaat psikologis yang akan diperolehnya dalam jangka panjang. Dengan demikian, menerapkan joyfulness dalam kehidupan seharihari dapat membantu membangun ketahanan emosional yang lebih kuat dalam keluarga. Dalam parenting, studi yang dilakukan oleh Gottman Silver mengungkapkan bahwa hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dapat dibangun melalui komunikasi yang penuh empati dan kehangatan. Hal ini sejalan dengan temuan yang menyatakan bahwa interaksi yang positif dalam keluarga dapat membantu meningkatkan ikatan emosional dan menumbuhkan rasa aman serta kepercayaan diri pada Selain itu, konsep joyfulness juga selaras dengan pendekatan mindfulness dalam parenting yang telah diteliti oleh Kabat-Zinn dan Kabat-Zinn . Mindful parenting menekankan kesadaran penuh terhadap momen-momen anak-anak, memungkinkan orang tua untuk merespons dengan lebih baik terhadap kebutuhan emosional anak. Hal ini terbukti dapat mengurangi meningkatkan kualitas hubungan antar anggota keluarga. Lebih lanjut, penelitian oleh Deci dan Ryan . dalam teori Self-Determination bahwa kebahagiaan dalam keluarga juga bergantung pada pemenuhan Vol. 9 No. Mei 2025 tiga kebutuhan psikologis dasar: Orang tua yang memberikan kebebasan yang sehat anak-anak sambil tetap memberikan bimbingan dan dukungan emosional, dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih positif dan harmonis. Tantangan menerapkan joyfulness di rumah adalah menjaga konsistensi dalam praktik sehari-hari. Kesibukan dan tuntutan pekerjaan sering kali menjadi penghalang bagi orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas bersama anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk menetapkan kebiasaan dan ritual yang dapat memperkuat hubungan keluarga, seperti makan bersama, berbicara dari hati ke hati, atau bermain bersama. Menurut Brown dan Ryan hubungan emosional dan mengurangi tingkat stres. Studi oleh Dweck . menunjukkan bahwa pola pikir berkembang . rowth mindse. yang diterapkan dalam keluarga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan memotivasi mereka untuk terus belajar. Bowlby . dalam menekankan pentingnya kelekatan hubungan yang sehat dalam keluarga. Kajian Csikszentmihalyi . menunjukkan bahwa keterlibatan penuh dalam aktivitas keluarga dapat meningkatkan rasa kepuasan dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Sementara Vygotsky . menekankan bahwa interaksi sosial dalam keluarga Bandura pembelajarannya mengungkapkan bahwa anak-anak belajar dari orang tua melalui observasi dan model perilaku positif. Selain itu, penelitian oleh Epstein dan Sheldon . menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak untuk meningkatkan kesejahteraan Bronfenbrenner . dalam teori ekologi perkembangan menegaskan bahwa lingkungan keluarga yang positif memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan Kahneman . dalam kajian psikologi kognitifnya menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif dalam pengalaman emosional sehari-hari. Vol. 9 No. Mei 2025 menciptakan kebahagiaan dalam Metode yang digunakan dalam seminar ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, latihan praktis, dan roleplaying, yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang cara-cara sederhana namun efektif untuk mempraktikkan joyfulness di rumah. Pada sesi ceramah, pemateri akan memberikan penjelasan mengenai konsep joyfulness dan pentingnya kebahagiaan dalam keluarga. Diskusi interaktif akan mengajak peserta untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Workshop dan latihan praktis memberikan kesempatan bagi peserta untuk langsung menerapkan konsep yang telah diajarkan, seperti melalui latihan refleksi diri dan merancang Sesi terakhir berupa berbagi solusi dan pengalaman serta penerapan materi yang telah Penjelasan lebih lanjut mengenai metode yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan selama 1 . hari bertempat di ruang seminar yang telah disediakan. Seminar ini dipandu Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Negeri Makassar yang memiliki keahlian dalam pendidikan anak usia dini dan pengembangan keluarga. Dosen tersebut juga bertindak sebagai pemateri dalam seminar ini. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mempraktikkan konsep joyfulness dalam kehidupan sehari-hari untuk Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel 1. Metode dan Materi Seminar "Menghadirkan Kebahagiaan di Rumah" Metode Seminar Ceramah dan Penjelasan Diskusi Tanya Jawab Workshop dan Latihan Praktis Role-Playing Diskusi Kelompok Evaluasi Refleksi Vol. 9 No. Mei 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Masalah Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mempraktikkan konsep joyfulness sehari-hari. Sebelum pelaksanaan seminar, tim penulis melakukan analisis terhadap masalah yang dihadapi oleh orang tua dan pendidik terkait penerapan joyfulness dalam kehidupan keluarga. Berdasarkan analisis tersebut, beberapa temuan yang diidentifikasi adalah sebagai Kurangnya Pemahaman tentang Pentingnya Joyfulness dalam Keluarga Banyak orang tua dan pendidik memahami pentingnya joyfulness dalam menciptakan suasana Joyfulness sebagai konsep yang tidak terlalu penting, padahal hal ini memiliki peran besar dalam kesejahteraan emosional anggota keluarga. Akibatnya, pemahaman ini membuat banyak dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan dalam Menerapkan Kebiasaan Positif di Rumah Banyak orang tua yang merasa kesulitan dalam menerapkan kebiasaan yang mendukung joyfulness, seperti berbicara dengan empati atau meluangkan Rutinitas yang padat sering kali menjadi hambatan Materi Seminar Pengenalan rumah tangga. Pembahasan tentang kebahagiaan rumah. Latihan menerapkan kebiasaan dan aktivitas yang mendukung joyfulness di rumah. Simulasi komunikasi dan interaksi keluarga Saling berbagi solusi dalam menciptakan kebahagiaan keluarga. Menilai pemahaman peserta dan penerapan kehidupan sehari-hari. Gambar 1. Kegiatan seminar parenting Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kebiasaan tersebut, sehingga kebahagiaan keluarga menjadi sulit tercapai. Kurangnya Waktu Keluarga Kesibukan orang tua baik dalam lainnya sering mengurangi waktu yang dapat dihabiskan bersama Hal ini berdampak pada cenderung kurang dekat, dan anak-anak serta pasangan merasa Waktu yang terbatas ini menjadi kendala utama dalam menciptakan kebahagiaan yang melibatkan seluruh anggota Tidak Ada Pola Komunikasi yang Efektif dalam Keluarga Banyak menghadapi masalah dalam berkomunikasi dengan cara yang Tanpa komunikasi yang terbuka dan empatik, ketegangan dan konflik mudah terjadi, yang berpotensi mengganggu kebahagiaan di Kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi menjadi salah satu tantangan besar dalam menciptakan lingkungan keluarga yang bahagia. Kurangnya Pengetahuan tentang Cara Menciptakan Suasana Bahagia Meskipun banyak orang tua yang bahagia di rumah, mereka sering tidak tahu cara yang tepat untuk Minimnya pengetahuan tentang aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga untuk menciptakan Vol. 9 No. Mei 2025 kebahagiaan, seperti rutinitas permainan, makan bersama, atau melakukan kegiatan bersama, menjadi salah satu hambatan. Kurangnya Kolaborasi antara Orang Tua dan Pendidik Terkadang terdapat pemisahan antara peran orang tua dan pendidik dalam mendukung kesejahteraan emosional anak. Hal ini menyebabkan kurangnya sinergi antara keduanya dalam menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan mendukung Tanpa kerjasama yang anak-anak mendapatkan pengalaman yang konsisten baik di rumah maupun di sekolah, yang memengaruhi Setelah mengidentifikasi masalahmasalah tersebut, seminar difokuskan untuk memberikan pemahaman dan menciptakan kebahagiaan melalui joyfulness di rumah. Melalui ceramah, diskusi, dan latihan praktis, mengatasi masalah-masalah tersebut dan memberikan solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari oleh orang tua dan pendidik. Hasil Seminar Seminar menyampaikan berbagai konsep dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik dalam kehidupan seharihari. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada akhir seminar, peserta merasa lebih paham mengenai Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pentingnya joyfulness dan bagaimana cara-cara membangun suasana bahagia di Beberapa hasil penting yang ditemukan dalam seminar ini adalah: Peningkatan Pemahaman Tentang Joyfulness: Peserta pemahaman tentang bagaimana meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga dan membentuk lingkungan yang positif. Sebagian besar peserta mengaku bahwa menyadari betapa pentingnya sehari-hari Penerapan Aktivitas Keluarga yang Menyenangkan: Dalam sesi workshop dan latihan praktis, berbagai aktivitas keluarga yang sederhana namun efektif, seperti makan bersama, melakukan merencanakan waktu berkualitas Banyak peserta yang mengintegrasikan aktivitas ini ke dalam rutinitas mereka. Peningkatan Komunikasi Positif dalam Keluarga: Latihan role-playing memberikan dampak positif terhadap kemampuan peserta dalam berkomunikasi secara lebih terbuka dan penuh empati dengan pasangan atau anak-anak mereka. Ini membantu ketegangan dalam keluarga dan hubungan antar anggota keluarga. Vol. 9 No. Mei 2025 Evaluasi dan Refleksi: Hasil refleksi dari peserta menunjukkan bahwa mereka merasa lebih termotivasi untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih Mereka juga merasa lebih percaya diri untuk mengatasi tantangantantangan yang selama ini mereka hadapi dalam keluarga, seperti mengganggu hubungan keluarga. Untuk seminar ini, kami telah merancang kegiatan yang bertujuan agar peserta seminar dapat memperoleh manfaat yang nyata dalam mempraktikkan joyfulness dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi orang tua dan pendidik dalam menciptakan suasana rumah yang bahagia dan harmonis. Beberapa langkah yang telah ditempuh dalam seminar ini antara lain sebagai Analisis Kebutuhan: Sebelum seminar dilaksanakan, penerapan konsep joyfulness dalam keluarga. Hasil analisis menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara-cara sederhana yang kehidupan sehari-hari untuk menciptakan kebahagiaan di Banyak peserta yang keluarga sering terabaikan karena kesibukan yang tinggi dan tidak tahu cara membangun kebiasaan positif di rumah. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Penetapan Sasaran: Sasaran seminar ditetapkan untuk joyfulness serta memberikan diterapkan di rumah. Sasaran ini keberhasilan seminar, dengan fokus pada peningkatan kualitas hubungan keluarga, terutama dalam komunikasi positif dan pengelolaan waktu bersama Program Seminar: Program seminar dirancang kebutuhan dan sasaran yang telah Seminar ini meliputi joyfulness, diskusi interaktif, latihan praktis untuk menciptakan menyenangkan, serta role-playing untuk meningkatkan kemampuan Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai cara-cara kebahagiaan keluarga, baik dalam konteks orang tua maupun anakanak. Prinsip Belajar Orang Dewasa: Mengingat peserta seminar adalah orang dewasa, penerapan prinsip belajar orang dewasa menjadi fokus utama. Proses pembelajaran dirancang agar lebih interaktif dan aplikatif, di mana peserta dapat langsung mempraktekkan konsep yang telah dipelajari, serta diskusi kelompok. Hal ini untuk memastikan bahwa pembelajaran Vol. 9 No. Mei 2025 menjadi lebih efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Transformasi Peserta: Keberhasilan seminar ini diukur melalui transformasi yang terjadi Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan kebahagiaan di rumah dan bagaimana cara berinteraksi secara positif dengan pasangan dan anak-anak. Peserta juga menunjukkan kesiapan untuk menerapkan konsep joyfulness dalam rutinitas mereka seharihari. Adapun gambaran mengenai hasil penilaian terhadap penguasaan materi seminar dapat dilihat pada Tabel 2: Tabel 2. Gambaran hasil penilaian terhadap penguasaan materi seminar Materi Seminar Konsep Joyfulness Pentingnya Kebahagiaa Keluarga Strategi Menciptaka Waktu Berkualitas Bersama Keluarga Penguasa an (%) Keteranga Peserta dengan baik n suasana bahagia di Peserta an kegiatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Komunikasi Positif Keluarga Aktivitas Keluarga Menyenang Sederhana Pentingnya Kolaborasi Orang Tua Pendidik Evaluasi dan Refleksi Penerapan Joyfulness Peserta efektif dan Peserta Peserta yang baik antara orang Peserta nyata dan Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 2. Grafik hasil penilaian terhadap penguasaan materi seminar Berdasarkan tabel dan grafik yang disajikan, hasil penilaian terhadap penguasaan materi seminar umumnya memiliki pemahaman yang baik, dengan persentase penguasaan berkisar antara 80% hingga 92%. Materi dengan penguasaan tertinggi adalah "Pentingnya Kolaborasi antara Orang Tua dan Pendidik," yang pemahaman yang mendalam tentang pentingnya kerja sama dalam mendukung perkembangan anak. sisi lain, materi "Aktivitas Keluarga yang Menyenangkan dan Sederhana" memiliki penguasaan terendah di angka 80%, menunjukkan perlunya lebih banyak pemahaman atau contoh konkret tentang aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga. Secara keseluruhan, semua materi seminar menunjukkan penguasaan yang baik, mencerminkan efektivitas seminar dalam menyampaikan informasi. Meskipun hasilnya positif, disarankan untuk memperdalam pembahasan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mengenai aktivitas keluarga agar peserta dapat lebih memahami cara menyenangkan dan efektif untuk seluruh anggota keluarga Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa seminar ini berhasil memberikan pemahaman dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam kehidupan keluarga mereka. depan, diharapkan peserta dapat terus secara konsisten untuk menciptakan keluarga yang lebih bahagia dan Pembahasan Seminar wawasan yang mendalam tentang dipraktikkan dalam kehidupan seharihari. Hasil dari seminar ini menunjukkan bahwa kebahagiaan keluarga bukanlah sesuatu yang datang secara otomatis, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan dan interaksi positif yang konsisten. Peserta yang awalnya merasa kesulitan dalam mengatur waktu untuk keluarga kini memiliki panduan hubungan antar anggota keluarga. Berdasarkan data yang diperoleh dalam sesi evaluasi, 90% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya joyfulness dalam kehidupan keluarga dan siap dalam rutinitas mereka sehari-hari. Hal ini mendukung teori bahwa kebahagiaan dalam keluarga dapat dicapai melalui rutinitas positif dan Vol. 9 No. Mei 2025 penguatan ikatan emosional antar anggota keluarga (Fredrickson B. Pentingnya komunikasi yang efektif dalam keluarga juga menjadi salah satu poin yang sangat ditekankan dalam seminar ini. Latihan roleplaying menunjukkan bahwa banyak peserta yang sebelumnya merasa terhambat dalam berkomunikasi dengan pasangan atau anak-anak Berdasarkan hasil refleksi, 88% peserta menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi dengan lebih empatik dan mendengarkan lebih baik setelah melakukan latihan tersebut. Komunikasi yang sehat dan empatik memang terbukti meningkatkan kualitas hubungan keluarga dan membangun ikatan emosional yang kuat (Gottman & Silver, 1. Dalam hal ini, sebagian besar peserta menyadari bahwa salah satu kunci komunikasi yang terbuka dan Meskipun pemahaman dan keterampilan dalam menciptakan kebahagiaan di rumah, tantangan tetap ada, terutama dalam konsistensi penerapan prinsip-prinsip joyfulness dalam kehidupan seharihari. Beberapa mereka untuk tetap menerapkan kebiasaan ini setelah seminar berakhir, terutama karena kesibukan dan rutinitas yang padat. Hasil survei yang dilakukan pada akhir seminar menunjukkan bahwa 85% peserta merasa bahwa tantangan terbesar mereka adalah menjaga konsistensi kebiasaan positif dalam kehidupan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sehari-hari. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang menunjukkan berkelanjutan memerlukan upaya terus-menerus dan refleksi dalam kehidupan sehari-hari (Seligman. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tindak lanjut melalui sesi pertemuan atau platform komunikasi yang dapat membantu peserta untuk terus berbagi pengalaman dan memberi dukungan satu sama lain menciptakan kebahagiaan di rumah. Sebagai tambahan, 92% peserta setuju bahwa kolaborasi antara orang tua dan pendidik sangat penting untuk mendukung joyfulness di rumah dan Secara keseluruhan, seminar ini telah berhasil memberikan dampak positif terhadap peserta, baik dalam penerapan konsep joyfulness. Data evaluasi menunjukkan bahwa 90% memberikan mereka panduan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka, baik dalam meningkatkan kebahagiaan pribadi maupun menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis. Dengan komitmen yang terusmenerus dan penerapan kebiasaan positif, diharapkan setiap peserta keluarga yang lebih harmonis, bahagia, dan penuh kasih sayang. Melalui kolaborasi antara orang tua dan pendidik, serta penerapan prinsip diharapkan peserta dapat membangun kebahagiaan yang langgeng di rumah (Fredrickson B. , 2. Vol. 9 No. Mei 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan seminar "Menghadirkan Kebahagiaan Rumah: Mempraktikkan Joyfulness dalam Kehidupan Seharihari," dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta mengenai pentingnya menciptakan suasana bahagia dalam keluarga. Dengan ceramah, diskusi interaktif, latihan praktis, serta role-playing, seminar ini konsep joyfulness dan memberikan panduan bagi orang tua untuk membangun kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai sesi yang memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai pentingnya komunikasi yang positif, kegiatan keluarga yang menyenangkan, serta pengelolaan waktu bersama anggota Hasil seminar menunjukkan joyfulness dalam kehidupan mereka, dengan peningkatan signifikan pada aspek komunikasi dan interaksi antar anggota keluarga. Hasil refleksi dan meskipun peserta merasa siap untuk tantangan utama terletak pada konsistensi penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan adanya kesibukan dan rutinitas yang padat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Seminar ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara orang tua dan pendidik dalam menciptakan kebahagiaan keluarga. Sebagai tindak lanjut, diperlukan adanya platform komunikasi atau pertemuan berkala untuk mendukung peserta dalam joyfulness, serta berbagi pengalaman dan memberikan dukungan di antara sesama peserta. Secara keseluruhan, kegiatan seminar ini memberikan dampak positif bagi peserta, baik dalam maupun dalam penerapan praktisnya. Dengan kebiasaan positif, diharapkan peserta dapat menciptakan keluarga yang lebih harmonis, bahagia, dan penuh kasih sayang. Vol. 9 No. Mei 2025 doi:https://doi. org/10. 1037/00 Csikszentmihalyi. Flow: The Psychology of Optimal Experience. Harper & Row. Deci. , & Ryan. The AuWhatAy and AuWhyAy of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior. Psychological Inquiry, 11. , 227Ae268. Dweck. Mindset: The new Random House. Epstein. , & Sheldon. School. Family, and Community Partnerships: Preparing Educators and Improving Schools. Routledge. Fredrickson. Positivity: Groundbreaking reveals how to embrace the hidden strength of positive negativity, and thrive. New York: Crown Archetype. Fredrickson. The role of positive emotions in positive psychology: The broadenand-build theory of positive American Psychologist, 56. , 218Ae226. doi:https://doi. org/10. 1037/00 03-066X. Gottman. , & Silver. The Seven Principles for Making Marriage Work. Three Rivers Press. Kabat-zinn. , & Kabat-zinn. Everyday Blessings: The Inner Work of Mindful Parenting. New York: Hyperion. REFERENSI