46 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 Strategi Pembelajaran Kanji : Studi Kasus pada Pembelajar Bahasa Jepang Tingkat Pemula dan Menengah di Universitas Al Azhar Indonesia *Arianty Visiaty. Vera Yulianti Fakultas Sastra. Universitas Al Azhar Indonesia. Jl. Sisingamangaraja. Jakarta 12110. Tel. Fax. *Penulis untuk korespondensi : ariantyvisiaty@uai. Abstrak Ae Kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar bahasa Jepang yang berasal dari negara yang beraksara alphabet adalah kanji. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang Penelitian menfokuskan pada strategi yang dipakai oleh mahasiswa tingkat pemula maupun tingkat menengah di UAI. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi yang digunakan oleh Kelompok Pemula Kelompok Menengah lebih banyak menggunakan variasi pembelajaran kanji dibandingkan dengan Kelompok Pemula. Kelompok Menengah KT (Kemampuan Tingg. menggunakan strategi pembelajaran kanji dibandingkan dengan Kelompok menengah KR (Kemampuan Renda. Abstract Ae One of the difficulties faced by Japanese language learners who come from countries that use the alphabet letters is kanji. One of the factors that cause those difficulties is the lack of student knowledge about kanji learning strategies. This study focuses on the strategies used by beginner and intermediate level students at University of Al Azhar Indonesia. The results of this study are as mentioned below. First, learners from the beginner group do not often use strategy compared with the intermediate group. Second, learners from intermediate group use the variations of kanji learning strategies more than the beginner group. Third, learners from high ability intermediate group use kanji learning strategies more than the low ability beginner group . Keywords Ae Kanji learning strategies. Strategy Inventory for Learning Kanji (SILK) PENDAHULUAN Salah satu kesulitan yang dirasakan oleh pembelajar dari negara yang beraksara bukan kanji . embelajar non kanj. seperti Indonesia yang beraksara alphabet adalah kanji. Hal ini disebabkan karena perbedaan tipologi dari kedua jenis huruf tersebut. Sebuah huruf kanji merepresentasikan bunyi dan makna, sedangkan huruf alphabet hanya merepresentasikan fonem . nit terkecil dari sebuah kat. Huruf kanji yang kompleks, jumlah goresan pada huruf kanji yang banyak, banyaknya cara baca, dan banyaknya makna pada sebuah huruf kanji semakin membuat kanji dirasakan sulit dipelajari dan dikuasai oleh pembelajar bahasa Jepang non-kanji. Kesulitan kesulitan pembelajar non-kanji ketika mempelajari kanji ini dapat dilihat dari penelitian Ulambayar . Ulambayar melakukan penelitian terhadap mahasiswa pembelajar bahasa Jepang berbahasa ibu bahasa Mongol dari Mongolian University of science and Tehcnology. Dari hasil penelitian Ulambayar . , dapat diketahui bahwa kesulitan pembelajar non kanji yang paling besar adalah banyaknya cara baca sebuah kanji, kedua banyaknya goresan, ketiga menulis kanji . rutan menulis kanji,dl. , keempat kanji yang bentuknya mirip, kelima cepat lupa karena jarang dipakai, keenam kesulitan menghafal, yang terakhir tidak tahu cara menghafal kanji, jumlah kanji yang banyak, dll. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 Kesulitan tersebut di atas juga terlihat oleh pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia khususnya yang berdomisili di Indonesia, termasuk pembelajar bahasa Jepang Fakultas Sastra Progarm Studi Jepang Universitas Al Azhar Indonesia. Salah satu faktor penyebab kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar seperti tersebut di atas adalah pemilihan strategi belajar. Agar pengajar dapat melatih penggunaan strategi yang efektif, maka perlu dilakukan penelitian mengenai strategi yang dipakai oleh pembelajar bahasa Jepang, baik strategi yang dipakai oleh pembelajar kanji yang berhasil maupun yang tidak berhasil. II. LANDASAN TEORI Strategi belajar menurut Oxford . tindakan kongkrit yang dilakukan oleh pembelajar agar pembelajaran lebih mudah, lebih cepat, lebih menyenangkan, lebih mandiri, lebih efektif, dan lebih cepat menyesuaikan dengan kondisi yang Kemudian Oxford . mengemukakan bahwa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, pembelajar menggunakan berbagai strategi pembelajaran bahasa yang dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu direct strategies dan indirect strategies. Direct strategies terdiri dari: memory strategies, cognitive strategies dan conpensation strategies. Sedangkan indirect strategies terdiri dari: metacognitive strategies, affective strategies dan social strategies. Ke enam kelompok strategi tersebut dirinci kembali menjadi 62 poin strategi pembelajaran bahasa yang disebut Strategies Inventory for Language Learning (SILL). Barbara Bourke . mengadatasi 62 rincian stretegi pembelajaran bahasa (Strategy Inventory for Language Learnin. tersebut di atas untuk menyusun rincian strategi pembelajaran kanji atau Strategy Inventory for Learning Kanji (SILK) yang digunakan untuk menguasai huruf Kanji yang efektif bagi pembelajar bahasa Jepang non kanji. Menurut Ulambayar . , selain Bourke, beberapa peneliti bahasa Jepang dari beberapa negara seperti Mongolia. Australia. Amerika, dan lain-lain, juga mengadaptasi SILL untuk membuat angket dan melakukan penelitian mengenai strategi pembelajaran kanji. Akan tetapi, hingga saat ini penelitian-penelitian strategi kanji seperti di atas belum dilakukan pada pembelajar orang Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan dalam ruang lingkup pembelajaran bahasa Jepang di Indonesia. METODE PENELITIAN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penyebaran Angket SILK. Adapun Responden penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Al Azhar tingkat 1,2, dan 3 . orang Waktu penelitian ini dibatasi dari Maret hingga Juli tahun 2012. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: Strategi apakah yang digunakan oleh pembelajar tingkat pemula yang dianggap berhasil dan belum berhasil? Strategi apakah yang digunakan oleh pembelajar tingkat menengah yang dianggap berhasil dan belum berhasil? Apakah ada perbedaan strategi yang pakai oleh kelompok pemula dan kelompok menengah? Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah Angket dengan lima pilihan berjenjang . = tidak pernah, 2 = hampir tidak pernah, 3 = kadangkadang, 4 = cukup sering, 5 = serin. , dengan alur kerja sebagai berikut : C Mengelompokkan tingkat pendidikan, yaitu Kelompok Pemula dan Kelompok Menengah. Kelompok Pemula adalah pembelajar tingkat 1 dan 2 yang masih menggunakan buku AuBasic Kanji Vol. I dan IIAy, dan Kelompok Menengah yaitu pembelajar AuIntermediate KanjiAy dalam proses belajar. C Masing-masing Kelompok Pemula dan Kelompok Menengah dikelompokkan kembali berdasarkan hasil belajar akhir semester untuk mata kuliah kanji menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Pemula Kemampuan Tinngi (KT). Kelompok Pemula Kemampuan Rendah (KR). Kelompok Menengah Kemampuan Tinggi (KR), dan Kelompok Menengah Kemampuan Rendah (KR). C Menyebarkan angket yang berisi poin-poin SILK bagi orang Indonesia yang mengacu ke SILL C Menganalisis data yang diperoleh melalui angket dengan membandingkan perolehan Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 statistik MKT dan MKR dengan menggunakan software SPSS 19. C Membahas strategi pembelajarann kanji yang digunakan masing-masing kelompok MKT dan MKR berdasarkan perolehan analisa statistic. dapat disimpulkan mengenai kelompok strategi yang digunakan, dikarenakan masing-masing strategi di atas hanya terdiri dari satu jenis saja sehingga tidak dapat mewakili dari kelompok Tabel 4. 1 Starategi yang Kerap Digunakan Kelompok Pemula KT Namun. Dilihat dari hasil bahwa Kelompok Pemula KT lebih kerap menggunakan strategi I1 dan A1, dapat dikatakan bahwa ada usaha dari kelompok Pemula KT untuk mengingat kanji bukan sebagai sebuah kanji yang berdiri sendiri akan tetapi menggunakan konteks. Selain itu terlihat bahwa Kelompok Pemula KT berusaha untuk mengasosiasikan kanji yang dipelalajari dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dalam hal ini simbol. Sedangkan pada Kelompok Pemula KR, tidak terlihat penggunaan strategi yang Kode Pertanyaan Saya menghubungkan kanji yang baru dipelajari dengan simbol lain yang diketahui Misalnya: Kanji i(Ai, lim. mirip dengan angka 5. Saya mengingat kanji sebagai sebuah kanji gabungan yang sering muncul, bukan sebagai kanji ketika menghafal kanji tunggal OAeAIO, menghafalnya sebagai kanji gabungan O AUAAeAI, sekolahO. ketika meghafal kanji tunggal O OCOO menghafalnya sebagai kanji gabungan O( ACeCO, prakti. Saya mengingat kanji dengan melibatkan perasaan ketika menulis kanji Misal: AUOAeAE, cintaOAosaya menulis kanji ini dengan penuh perasaan karena saya teringat dengan pacar saya`. (%) (%) IV. HASIL ANALISIS Kelompok Pemula Pada kelompok pemula, strategi belajar Kanji Kelompok Pemula KT yang frekuensinya lebih tinggi dari 10 % dibandingkan dengan Kelompok Pemula KR adalah seperti yang diperlihatkan pada Dari tabel 4. di atas terlihat strategi yang kerap digunakan oleh Kelompok Pemula KT tidak begitu bervariasi, baik secara jumlah maupun Dengan demikian dari hasil di atas tidak Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pada kelompok pemula strategi yang digunakan tidak bervariasi, baik secara jenis maupun jumlah. ini dikarenakan: Banyak dari pembelajar yang baru pertama kali belajar kanji sehingga belum menemukan variasi strategi belajar kanji. Jika dilihat dari materi belajar kanji di tingkat pemula yaitu buku AuBasic KanjiAy, kanji-kanji yang muncul adalah karakter yang sederhana dan lebih menfokuskan pada komponenkomponen bentuk daripada melihat kanji sebagai sebuah konteks kalimat. Misalnya, kanji UCU. dan UyUAoCU . aiken sur. , kedua kanji ini mempunyai arti yang kurang lebih sama yaitu `melihat`. KanjiUCU. diperkenalkan di tingkat pemula, sedangkan kanji UyUAoCU . aiken sur. diperkenalkan di tingkat menengah. Jika kanjiUCU. berada sebagai sebuah komponen yang berdiri sendiri di dalam kalimat, mahasiswa tidak bisa menebak arti dari kanji tersebut, jika ia lupa atau tidak pernah mempelajari kanji Hal ini dikarenakan kanjiUCU. adalah kanji dasar yang tidak mempunyai komponen lain yang dapat membantu memperkirakan arti. Akan tetapi pada kanji UyUAoCU . aiken sur. , mahasiswa dapat menebak arti dari kanji tersebut dari salah satu komponen kanji tersebut. Kemungkinan lainnya adalah dikarenakan pengajar kanji belum memperkenalkan variasi-variasi strategi belajar kanji kepada Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 mahasiswa yang menggunakan belajar untuk menguasai kanji. Kelompok Menengah Untuk melihat starategi belajar yang kerap digunakan pada kelompok Menengah, maka strategi belajar kelompok Menengah KT (Kemampuan Tingg. dibandingkan dengan KR( Kemampuan Renda. , kemudian dicari frekuensi belajar yang mempunyai tingkat frekuensi yang berbeda lebih dari 10% di antara ke dua kelompok Dari 56 pertanyaan angket SILK tentang strategi belajar Kanji yang ditanyakan, strategi yang kerap digunakan kelompok Menengah KT adalah seperti bawah ini. Tabel 4. Strategi yang Kerap Digunakan Kelompok Menengah KT (%) (%) Saya mengingat beberapa kanji karena saya suka kanji tersebut dengan alasan tertentu Saya menghubungkan bunyi bahasa Jepang dengan arti dari sebuah kata dalam bahasa Indonesia Misal: Kanji uOAeAIOuntuk u(AeAIAoCNAI, pabri. mirip dengan katakana I yang bisa dihubungkan dengan Industri. Saya menghubungkan bunyi bahasa Jepang dengan sebuah huruf alphabet. Misal: Kanji OAACOAAkiriOpunya alphabet I yang dikaitkan dengan bunyi AuhidarIAy. Kode Pertanyaan Saya menggunakan cerita yang diceritakan oleh guru saya Saya mengingat karakter dasarnya dulu untuk membantu saya mengingat kanji. Misal : mengingat kanji aOAsAa, mendengarO dengan mengingat AOa telingaOterlebih dulu saya mengingat kanji yang sering saya gunakan Misal: AOCasayaOkarena saya sering menulis berkali-kali dalam PR dan sakubun. iOAUauAE, siswaO karena sering muncul di lembar tugas. Saya menvisualisasi kanji di kepala saya dan memindahkan imajinasi tersebut ke kertas Saya mengingat bentuk kanji sebagaimana kanji tersebut terlihat di lembar buku kanji yang saya pelajari Misalnya: Saya mengingat kanji yang akan saya gunakan ketika bekerja. Saya mengingat kanji yang akan saya pakai apabila saya belajar di Jepang. Saya menguji diri saya dan mempelajari kembali kanji yang saya lupa. Saya memperbanyak latihan pada kanji yang sering membingungkan Apabila saya tidak yakin dengan sebuah kanji , saya bertanya dengan orang yang tahu Saya mengingat kanji karena saya mengingat urutan guratan kanji tsb. Jika saya ingat guratan pertama sebuah kanji, guratan berikutnya akan muncul dengan Saya mengingat beberapa kanji karena kanji-kanji tersebut sangat susah Saya mengingat kanji sebagai sebuah kanji gabungan yang sering muncul, bukan sebagai kanji tunggal. ketika menghafal kanji tunggal OAeAIO, menghafalnya sebagai kanji gabungan OAUAAeAI, sekolahO. ketika meghafal kanji tunggal O OCOOmenghafalnya sebagai kanji gabungan O(A CeCO, prakti. Saya menempatkan kanji baru di dalam sebuah kalimat ( mengingatnya dalam kontek. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 Saya menyediakan waktu khusus untuk belajar kanji setiap hari/minggu Tabel 4. Strategi Belajar Kanji yang Kerap Digunakan Kelompok Menengah KR menunjukkan bahwa semakin banyak variasi yang digunakan semakin membantu proses belajar. Kode Soal Perbedaan pada Kelompok Pemula dan Kelompok Menengah Pertanyaan (%) (%) Saya menghubungkankan kanji dengan arti dari karakter dasar kanji. Misal : a (AsAa, teling. dikaitkan dengan kanji AOamendega. Saya mempelajari sebuah kanji apabila saya pikir saya akan membutuhkan kanji tersebut di masa yang akan Saya meminjam bahan/buku kanji di perpustakaan Strategi-strategi tersebut di atas berada dalam kelompok strategi: menggunakan cerita (B), frekuensi (D), visualisasi (F), monitor diri (G), bunyi (K), urutan guratan (L), evaluasi belajar ( N) dan bekerjasama dengan orang lain (O). Hasil ini sesuai dengan fakta bahwa materi pembelajaran Kanji di tingkat menengah menuntut pembelajar memvisualisasikan kanji. Hal ini dikarenakan bentuk dan struktur kanji-kanji yang dipelajari dalam buku AuIntermediate KanjiAy lebih rumit dari pada kanji yang dipelajari pada tingkat dasar dengan menggunakan buku AuBasic KanjiAy. Disamping itu pembelajar tingkat menengah dituntut pula berinisiatif untuk mengontrol kemampuan dirinya dengan mengevaluasi dan bekerjasama dengan pembelajar lain, karena jumlah kanji yang dipelajari semakin banyak. Sedangkan strategi belajar Kanji yang Kelompok Menengah penggunaannya daripada kelompok Menengah KT adalah seperti pada tabel 4. di bawah ini. Dari tabel di atas terlihat variasi yang digunakan oleh kelompok menengah KR lebih sedikit daripada kelompok menengah KT. Dengan terlihat banyaknya variasi strategi yang digunakan oleh Kelompok menengah KT, maka hal ini Perbedaan strategi yang dipakai oleh Kelompok Pemula dan Kelompok Menengah, adalah sebagai Terbukti bahwa pada mahasiswa Kelompok Menengah, variasi strategi belajar Kanji lebih banyak dari mahasiswa Kelompok Pemula baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Ditemukan pada Kelompok menengah, semakin banyak dan bervariasi strategi yang digunakan akan meningkatkan kemampuan penguasan kanji. Terbukti pada Kelompok menengah KT, variasi strategi belajar yang sering digunakan lebih banyak dari pada Kelompok Menengah KR. Banyaknya variasi strategi pembelajaran kanji yang digunakan oleh Kelompok Menengah dibandingkan dengan Kelompok Pemula, sesuai dengan yang dikatakan oleh Oxford . Oxford . mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pembelajaran maka strategi yang digunakan semakin bervarisi. Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat pembelajaran semakin banyak kanji yang harus dipelajari dan diingat, serta tingkat kesulitan kanji yang dipelajaripun semakin tinggi. Dengan semakin banyak variasi strategi belajar yang digunakan, kemampuan untuk memahami kanji dalam konteks kalimat akan semakin tinggi. Jika dalam sebuah wacana bacaan ditemukan kanji yang tidak diketahui artinya, mahasiswa dapat memperkirakan maknanya dengan menggunakan strategi, seperti mengkaitkan kanji yang baru dengan kanji yang pernah dipelajari sebelumnya. Adapun jenis strategi yang digunakan untuk memahami atau menuliskan kembali kanji yang sedang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan kanji tersebut. Misalnya, jika kebutuhannya adalah menuliskan kembali kanji tersebut, maka alternative kanji yang dapat digunakan adalah dengan mengingat komponen dasar dan urutan penulisannya. Sedangkan jika kebutuhannya adalah mencari makna sebuah kanji Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 baru dalam kamus, maka maka alterbatif strategi yang dapat digunakan adalah dengan menentukan guratan utamanya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian dan Hipotesa Penelitian Lanjutan Kesimpulan Kanji pada tingkat pembelajar pemula dan menengah pada Program Studi Sastra Jepang Universitas Al Azhar Indonesia yang dilaksanakan dari Maret hingga Juli 2012dapat dijelaskan seperti di bawah ini. Pada kelompok pemula strategi pembelajaran Kanji yang digunakan dapat dikatakan tidak banyak bervariasi, baik secara jenis maupun jumlah karena: Banyak dari pembelajar yang baru pertama kali belajar kanji sehingga belum menemukan variasi strategi belajar kanji. Jika dilihat dari materi belajar kanji di tingkat pemula yaitu buku AuBasic KanjiAy, kanji-kanji yang muncul adalah karakter yang sederhana dan lebih menfokuskan pada komponenkomponen bentuk daripada melihat kanji sebagai sebuah konteks kalimat. Dosen yang mengampu mata kuliah kanji belum banyak memperkenalkan variasi-variasi strategi belajar kanji kepada mahasiswa, sehingga belum banyak mahasiswa yang menggunakan strategi belajar untuk menguasai Pada kelompok menengah, strategi belajar yang kerap digunakan dapat disimpulkan sebagai Responden kelompok Menengah KT ( kemampuan tinggi ) kerap menggunakan strategistrategi yang berada dalam kelompok strategi: menggunakan cerita (B), frekuensi ( D), visualisasi ( F), monitor diri ( G), bunyi ( K), urutan guratan ( L), evaluasi belajar ( N) dan bekerjasama dengan orang lain (O). Sedangkan pada Kelompok Menengah KR, ditemukan bahwa variasi strategi pembelajaran Kanji yang digunakan lebih sedikit daripada kelompok menengah KT. Akhirnya, dari hasil kesimpulan mengenai strategi pembelajaran Kanji pada Kelompok Pemula dan Menengah di atas, dapat disimpulkan mengenai perbedaan strategi yang digunakan oleh kelompok pemula dan kelompok menengah seperti berikut Pada mahasiswa Kelompok Menengah, variasi strategi belajar Kanji lebih banyak dari mahasiswa Kelompok Pemula baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pada Kelompok menengah, semakin banyak dan bervariasi strategi yang digunakan akan meningkatkan kemampuan penguasan kanji. Hasil ini terlihat pada Kelompok menengah KT bahwa variasi strategi belajar yang sering digunakan lebih banyak dari pada Kelompok Menengah KR. Saran Untuk Pengajaran Kanji dan Usulan Penelitian Lanjutan 1 Saran Pengajaran Kanji Pada prinsipnya, 62 strategi pembelajaran Kanji yang terdapat di SILK . trategy for inventory leaning kanj. adalah baik dan dapat digunakan. Disesuaikan dengan tingkat materi pembelajaran kanji, makin banyak variasi strategi yang digunakan akan semakin baik Oleh karena itu para dosen pengampu kanji perlu memikirkan untuk memperkenalkan sebanyak mungkin strategistrategi tersebut. Perkenalan variasi strategi tersebut dapat disesuaikan dengan materi pembleajaran Kanji yang sedang diajarkan. Misalkan pada saat mengajarkan materi tentang benda-benda di alam seperti uO . suki / bula. AAu . i / matahar. dan lain-lain, maka dapat diperkenalkan strategi mengaitkan kanji yang sedang dipelajari dengan simbol-simbol makna dan menugaskan mahasiswa untuk menbuat mind map kanji-kanji yang berkaitan degan benda-benda alam tersebut seperti mengaitkan dengan kanji a oau . shita / beso. Usulan Penelitian Lanjutan Usulan penelitian yang dapat dilakukan adalah, perlu dilakukan penelitian yang menelaah buku ajar Au Basic Kanji Au dan Au Intermediate KanjiAy mengenai klasifikasi jenis-jenis kanji per bab dan alternatif strategi-strategi belajar yang dapat digunakan untuk menguasai Kanji pada materi Setelah memasukkan pengajaran strategi belajar kanji di dalam kurikulum mata kuliah kanji sesuai dengan jenis kanji per bab, perlu diadakan penelitian untuk mengkaji kembali, keefektifan pengajaran strategi tersebut sehingga dapat ditemukan sistem pengajaran kanji yang efektif bagi pembelajar non-kanji. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 DAFTAR PUSTAKA