Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Karakter Tokoh dalam Cerpen Langit tak Lagi Biru dan Masa Depan Kesunyian Karya Radhar Panca Dahana (Sebuah Tinjauan Psikoanalisi. Imam SafiAoi1 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan mengenai karakter tokoh yang terdapat dalam cerpen Masa Depan Kesunyian dan Langit tak Lagi Biru karya Radhar Panca Dahana. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dengan menerapkan kajian psikoanalitik. Bergai perilaku tokoh diidentifikasi dari segi id, ego, dan super ego. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara psikologi karakter tokoh dalam cerpen tersebut adalah sosok yang yang idealis. Sang tokoh digambarkan sebagai tokoh yang selalu kalah dan dikalahkan dalam kehidupan. Mesikipun ditimpa dengan berbagai persoalan yang bergitu berat ia tetap tegar menghadapinya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai media apresiasi karya pada kalangan mahasiswa pelajar, dan pembaca pada umumnya. Kata kunci: karakter, tokoh, psikoanalitik Abstract This study aims to identify and describe the character of characters contained in the short story Future of Silence and No Longer Sky Blue by Radhar Panca Dahana. This research is qualitative approach by applying psychoanalytic study. Bergai character behavior is identified in terms of id, ego, and super ego. The results showed that psychologically the character of the characters in the short story is an idealistic figure. The character is described as a character who is always defeated and defeated in life. Despite being overwhelmed with the heavily problematic issues he remains firm in his face. The results of this study can be used as a medium of appreciation of work among students, and readers in general. Keywords: character, character, psychoanalytic Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Jakarta. Correspoonding author email: imamsafii2077@uhamka. Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . Pendahuluan Setiap perilaku seseorang, dalam hal ini tokoh dalam cerita senantiasa menyiratkan kondisi psikologinya. Kondisi psikologi atau kejiwaan tokoh itulah yang nantinya juga akan mewarnai jalan cerita maupun susana cerita secara keseluruhan. Tokoh utama menjadi bagian sentral dalam sebuah cerpen. Melalui karakter tokoh utamanya seorang pengarang akan merangkai peristiwa demi peristiwa yang berlangsung dalam sebuah cerpen. Dengan penggambaran karakter tokoh utama pula seorang pengarang juga akan menyampaikan pesan demi pesan kepada pembaca. Dengan demikian, tokoh utama dalam sebuah cerpen menjadi ajang utama bagi penulis dan pembaca untuk saling berkomunikasi. Kajian mengenai karakter tokoh dalam prosa dengan menggunakan pendekatan psikoanalitik telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan, melaikan karena prosa atau cerita rekaan adalah bagian dari refleksi kehidupan. Kehadirannya bukan berasal dari ruang hampa, melaikan bertolak dari berbagai realitas kehidupan masyarakat yang kemudian dikemas oleh seorang pengarang secara fiktif. Cerpen Masa Depan Kesunyian dan Langit Tak Lagi Biru adalah cerpen karya dari Radar Panca Dahana yang sarat dengan konflik psikologis. Metafor Radar begitu cermat sehingga mampu memotret sisi keras kehidupan yang dihadapi oleh sebagian masyarakat. Tiap-tiap tokoh digambarkan secara kuat dengan berbagai perilakunya masingmasing. Berbagai karakter tokoh saling bersinggungan untuk membangun konflik sehingga menjadi rangkaian cerita yang apik dan kuat. Sebagaimana oleh Baihaqi . dalam bagian pengantar, bahwa kesan yang ditangkap setelah membaca cerpen-cerpen Radar Panca Dahana (RPD) penuh dengan keironian atau bahkan sinisme terhadap kegersangan spirit kemanusiaan dalam pergaulan dan sebuah kerinduan yang teramat dalam terhadap kesunyian dalam hiruk pikuk serta gemerlapnya kehidupan kota. Di dalamnya akan kita temukan bagaimana seorang anak Adam kehilangan kehilangan AudirinyaAy dalam keriuhan kota, pasar, pergaulan bergaya hidup modern, bisnis dan kebisingan politik birokrasi. Hal-hal tersebut adalah sebuah lukisan yang banyak kita temukan dalam realitas kehidupan modern ini yang berlangsung secara masif di sekitar kita. Beragam fenomena dan gejolak sosial, seperti dinyatakan di atas, secara fiktif akan memengaruhi kondisi kejiwaan tiap-tiap tokoh dalam Kondisi tersebut dapat berupa mengikuti arus situasi, atau bisa jadi sikap apatis terhadap fenomena sosial Perilaku-perilaku tersebut dapat diidentifikasi sebagai gejala psikologi atau kejiwaan. Konflik menunjukkan karakter yang begitu Sang tokoh senantiasa merasa gelisah dengan berbagai ketimpangan social yang dihadapinya. Dengan segenap energy yang dimilikinya, ia selalu berusaha melakukan perlawanan terhadap berbagai persoalan tersebut. Meskipun pada akhirnya ia harus dihadapkan pada kenyataa yang begitu pahit, namun ia tetap berusaha dengan tegar untuk menghadapinya. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Kepahitan senantiasa menghempaskan kehidupan sang tokoh utama. Penderitaan adalah bagian utama dalam sejarah kehidupan sang tokoh utama. Selagi menjadi mahasiswa ia sudah menjadi buronan karena protes yang begitu keras terhadap Setelah berkeluarga ia harus menghadapi berbagai persoalan yang terus-menurus menguras energi dan emosi. Namun demikian, ia selalu kalah dan kalah. Beragam konflik yang disajikan dalam cerpen tersebut sangat menarik untuk dikaji secara psikologis. Keadaan yang dihadapi oleh manusia tidak jarang membawa perubahan mental. dalam keadaan siap maupun tidak siap persoalan tersebut harus tetap dihadapi. Beragam persolan akan akan terus bermunculan dalam skala yang berbedabeda seiring dengan kecermatan seseorang dalam menyikapinya. Seseorang yang mengedepankan id ketika dihadapkan pada peroalan akan cenderung membabibuta. Ia akan sangat Ia hanya menggunakan pertimbangan menguntungkan ataukah tidak menguntungkan bagi dirinya. Akibatnya, tidak jarang orang lain akan mederita karena sikapnya. Seseorang dengan kecenderungan ego akan menghadapi masalah secara Sebaliknya, seseorang dengan kecenderungan superego akan dapat menghadapi persolan dengan lebih baik. Bukan hanya menguntungkan ataukah tidak menguntungkan, masuk akal ataukah tidak masuk akal, melainkan bermanfaat ataukan tidak, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Struktur kepribadian seseorang tersebut yang terdiri atas id, ego, dan superego tersebut sejalan dengan pendapat dari Asika dan Emmanuel . 5: . , bahwa teori psikoanalisis berhubungan dengan cara kerja pikiran manusia yang terdiri dari id, ego dan Id adalah pencari kesenangan, ego menyediakan keseimbangan antara id dan super ego, sedangkan super ego adalah bagian ekstrem dari jiwa Ektrem menurut Asika dan dan Emmanuael tersebut tentu saja dimaknai secara positif, yaitu berupa kecenderungan pribadi seseorang yang lebih mengutamakan hati nurani dalam Selanjutnya, konflik antara id, dan superego adalah salah satu dasar konflik psikologis yang dialami oleh semua manusia di semua ras. 2 Lebih lanjut Williams menjelaskan, bahwa id adalah komponen kepribadian primitif dan paling naluriah, yaitu berupa semua komponen warisan kepribadian saat lahir, seperti. naluri seks, agresif, dan 3 Ego diatur oleh prinsip realitas dan bukan prinsip kesenangan yang mengatur id. Proses informasi atau pemikiran ego dicirikan oleh logika dan Super ego adalah sensor moral, yang dikenali dengan suara hati nurani. Berbagai pendapat mengenai id, ego, dan superego tersebut sejalan dengan dengan tokoh psikoanalisis. Freud dalam Bertens . 6: . sebagaimana dikutip oleh Husada. Nuruddin,4 dan Lustyantie, bahwa id William. AuWilliams. Idorenyin V. The Mind and the Act: A Representation of the Freudian Tripartite Model in Festus IyayiAos Violence and Alex La GumaAos A Walk in the Night. Journal of Literature. Languages and Linguistics ISSN 2422-8435 An International Peer-Reviewed Journal Vol. 59-64,Ay 59. William, 60. Husada. Nurudin, and Ninuk. AuAktualisasi Diri Pada Tokoh Utama Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari :Suatu Penelitian Psikoanalisis Sastra. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra. Volume 16 Nomor 2. Hlm. Ay Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . bekerja berdasarkan prinsip kesenangan atau kenyamanan . leasure principl. Artinya, id menghindari segala bentuk ketegangan atau ketidaknyamanan. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas . eality principl. Artinya, ego dapat menunda pemuasan diri atau mencari bentuk pemuasan lain yang lebih sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan . isik/sosia. Superego prinsip pengendalian diri . elf contro. Dengan demikian. Superego menuntut kesempurnaan individu dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Berdasarkan berbagai pendapat mengenai teori psikoanalisis di atas dapat disimpulkan, bahwa kepribadian setiap induvidu tidaklah tunggal, melainkan terdiri dari beberapa Komponen tersebut akan memengaruhi seseorang dalam berpikir maupun dalam bertindak. Ketiga tersebut mengindikasikan, bahwa tidak ada seorangpun yang senantiasa senang melakukan perbuatan yang hanya mengedepankan kepuasan semata. dalam dirinya selalu ada kesadaran atas perbuatannya tersebut. Untuk selanjutnya, dia akan mempertimbangkan perbuatannya melalui akal dan juga hati nuraninya apakah ia akan melanjutkan perbuatan yang tidak baik ataukah ia akan menyudahinya dan berbuat sesuai dengan tuntunan superegonya. Tokoh dengan berbagai karakter serta problematikanya dapat dijadikan sebagai media untuk mengembangkan ide serta memberikan pesan kepada pembaca sebagaimana pendapat dari Theresia, bahwa dalam setiap karya sastra, karakter merespon pengaruh setting, dengan politik, sosial dan Pentingnya peranan tokoh dalam sebuah karya fiksi tersebut juga senada dengan pendapat Fananie, bahwa sebagian besar tokoh-tokoh dalam karya fiksi adalah tokoh-tokoh rekaan, namun kendati berupa rekaan atau hanya imajinasi pengarang, masalah penokohan merupakan satu bagian penting dalam membangun sebuah cerita. 7 Tokoh-tokoh tersebut tidak hanya berfungsi untuk memainkan cerita, tetapi juga berperan menyampaikan ide, motif, plot, dan tema. Menurutnya, semakin berkembangnya ilmu jiwa, terutama psikoanalisis, paranan tokoh dalam cerita akan semakin penting untuk dijadikan sebagai bahan kajian. Pendapat Fananie tersebut juga sejalan dengan apa yang diutarakan oleh Handour, bahwa Kepribadian manuasi adalah hasil dari drama yang dimainkan dalam pikiran. 8 Setiap manusia adalah hasil manifestasi dari kekuatan interaksi mental yang berlangsung dalam Menurut Handour sebagaimana pendapatnya yeng berkenaan dengan Fokus Penelitian pendapat Freud adalah, bahwa kita adalah actor drama yang dimaikan oleh Berdasarkan paparan tentang gejala pikiran kita. Kepribadian kita mewakili psikologi tokoh-tokoh tersebut, maka perjuangan yang terjadi jauh di dalam yang menjadi fokus dalam telaah ini diri kita. adalah dimensi psikologi atau kejiawaan yang terdapat dalam cerpen Masa Depan Selanjutnya, menurut Abrams Kesunyian dan Langit tak Lagi Biru. Tokoh merupakan salah satu unsur utama dalam membangun cerita Husada. Nurudin, and Ninuk, 22. Therese. AuSetting. Characters and Diction in Fiction. ,Ay 44. Fanananie. Telaah Sastra. , 86Ae87. Handour. AuAn International Peer-Reviewed Journal Vol. 24-28,Ay 24. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 yang dikutip oleh Fananie, mengatakan bahwa untuk menilai karakter tokoh dapat dilihat dari apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. 9 Identifikasi tersebut adalah didasarkan pada konsistensi atau keajegannya, dalam artian konsistensi sikap, moralitas, perilaku, dan pemikiran dalam memecahkan, memandang, dan bersikap dalam menghadapi setiap menurut Milner . 2: x. , peranan teori Freud tidak terbatas sebagaimana dinyatakan sebelumnya. Menurutnya, teori Freud memiliki implikasi yang sangat luas tergantung bagaimana cara Di satu pihak, hubungan psikologi dengan sastra didasarkan atas pemahaman, bahwa sebagaimana bahasa pasien, sastra secara langsung menampilkan ketaksadaran Di pihak lain, kenyataan bahwa psikologi Freud memanfaatkan mimpi, fantasi, dan mite, sedangkan ketiga hal tersebut rnerupakan masalah pokok dalam sastra. Hubungan yang erat antara khususnya teori-teori Freud dengan sastra juga ditunjukkan melalui penelitiannya yang bertumpu pada karya sastra, seperti Oedipe-Roi (Oedipus Sang Raj. karya Sophocles dan Hamlet karya Shakespeare. Menurut Fananie . penelitian yang dilakukan oleh Freud sekaligus menunjukkan hubungan antara ilmu kedokteran dengan sastra. Berkaitan dengan tokoh yang perlu dibicarakan adalah berbagai kondisi yang mewarnai perilaku tokoh, salah satunya adalah aspek psikologi, yang juga menjadi pokok kajian dalam penelitian ini. Menurut Nyoman K. pada dasarnya, baik sosiologi sastra dan psikologi sastra, maupun antropologi sastra, dibangun atas dasar asumsi-asumsi genesis dalam kaitannya dengan asal-usul 10 Apabila sosiologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan masyarakat yang menghasilkannya, sebagai latar belakang sosialnya, maka psikologi sastra dianalisis dalam kaitannya dengan psikologi dengan aspek-aspek kejiwaan Teori Freud dengan demikian tidak terbatas untuk menganalisis asalusul proses kreatif seperti diduga Seperti telah disinggung di depan, sebelumnya. Sama dengan menghadapi teori psikologi yang paling dominan seorang pasien, untuk mengobati menurut Nyoman K. dalam analisis Aopenyakitnya, seorang psikolog tidak karya sastra adalah teori Freud . 6- melakukannya dengan cara menguraikan 1. yang membedakan kepribadian asal-usul menjadi tiga macam, yaitu id, ego, dan dengan cara bercakap-cakap, berdialog, super ego. 11 Banyak pendapat yang sehingga terungkap seluruh depresi mengatakan bahwa teori Freud hanya mentalnya, yaitu melalui pernyataanberhasil untuk mengungkapkan genesis pernyataan ketaksadaran bahasanya. karya sastra, jadi, sangat dekat dengan Bahasa inilah yang kemudian dianalisis penelitian proses kreatif. Relevansi sehingga menghasilkan kesimpulan teori Freud dianggap sangat terbatas dalam pengobatannya. aHal dalam rangka memahami sebuah yang sama juga dilakukan dalan analisis karya sastra. Meskipun demikian, terhadap karya sastra. Teori Freud dimanfaatkan untuk mengungkapkan Abrams. The Mirror and the Lamp. , 21. berbagai gejala psikologis di balik gejala Nyoman. Teori. Metode. Dan Teknik Penelitian Oleh karena itulah, keberhasilan Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. , 341. penelitian tergantung dari kemampuan Nyoman, 341. Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . dalam mengungkapkan kekhasan bahasa yang digunakan oleh pengarang. Benar, yang sangat dominan adalah tokoh-tokoh, tetapi perlu disadari bahwa keseluruhan unsur disajikan melalui bahasa. Bagaimana tokoh-tokoh, gaya bahasa, la tar, dan unsur-unsur lain yang muncul secara berulang-ulang, jelas menunjukkan ketaksadaran bahasa dan memiliki arti secara khas. Bagi Freud, asas psikologi adalah alam bawah sadar, yang disadari secara samar-samar oleh individu yang Menurutnya, ketaksadaran justru merupakan bagian yang paling besar dan paling aktif dalam diri setiap Penemuan Freud ini, di satu sisi dapat dilihat sebagai usaha yang sangat eksploratif dan revolusioner, tetapi di sisi lain bersifat reduktif. Freud menyempitkan hasrat hanya sebagai energy libidinal atau seksual. Sifat liar dari hasrat ini dilihat sebagai kandungan ketidaksadaran yang mesti AudipotongAy arus pertumbuhannya karena dianggap bisa membahayakan otoritas Ego (Hartono, 2007: 33 dalam Mani. Teori lain dalam kaitannya dengan Freud dikemukakan oleh Jung . 9: 377-. , sebagaimana dikutip oleh Nyoman K. R bahwa manusia terdiri atas dua lapis ketaksadaran, ketaksadaran personal, dan ketaksadaran kolektif. 13 Isi ketaksadaran personal diterima melalui pengalaman kehidupan sekarang, sebagai material ontogenesis, sedangkan isi ketaksadaran kolektif diterima secara universal dan esensial melalui spesies, sebagai polapola behavioral yang dikondisikan secara rasial, sebagai material filogenesis. Bentuk ketaksadaran kolektif juga disebut arketipe, yang pada umumnya Psikologi sastra, baik dalam kaitannya dengan pengarang maupun tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam karya, di samping memanfaatkan pengalaman sekarang, yang justru lebih penting adalah pengalaman kolektif, dalam kaitannya dengan material filogenesis. Pendapat lain dikemukakan oleh Fananie yang mengutip pendapat dari Erich Fromm . , dalam tulisannya yang berjudul Man for Himself, sebagaimana yang dijelaskan dalam Psychoanalysis and Religion menyebutkan bahwa kesadaran diri, penalaran, dan imajinasi ternyata telah merobek keharmonisan hidup dan menyebabkan manusia menjadi menyimpang dan menjadi 14 Padahal, manusia sebenarnya adalah bagian dari alam, ia adalah perangkat dari being yang secara fisikal dan mekanistis tidak dapat diubah, namun harus pula diketahui bahwa manusia memang berbeda dengan spesies biologi yang lain. Manusia harus menyelesaikan eksistensinya sendiri dan untuk itu manusia harus la harus berupaya mengembangkan penalarannya untuk mengatasi dan menguasai alam serta dirinya sendiri. Di sinilah menurut Erich From . sebagaimana dinyatakan oleh Fananie psikoanalisis mengkaji apakah sistem berpikir bersifat ekspresif bagi perasaan yang ia tampilkan atau hanya merupakan sebuah rasionalisasi yang tersembunyi di balik sikapsikapnya. 15 Tentunya, banyak faktor yang menentukan proses berpikir dan sikap yang diambil seseorang dalam menyelesaikan problem yang Manik. AuHasrat Nano Riantiarno Dalam Cermin dihadapinya. Faktor inilah yang akan Bening: Kajian Psikoanalisis Lacanian. ,Ay 110. Nyoman. Teori. Metode. Dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. , 347Ae48. Fanananie. Telaah Sastra. , 180Ae81. Fanananie, 81. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 menjadi penentu apakah manusia akan gejolak psikologi induvidu dalam mengarungi hidupnya dengan mulus menghadapi atau sebaliknya. Oleh karena itu, kajian satra dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Ketidakmampuan manusia adalah upaya yang sangat menarik dan untuk menguak berbagai konflik yang biasanya melatarbelakangi perilaku tokoh. yang menimbulkan perasaan ketakutan, histeris, traumatik. Perasaan-perasaan Pendekatan psikoanalisis dalam seperti ini. Jika dikaitkan dengan aspek sastra sebagaimana diutarakan oleh analisis teks sastra, beberapa kategori Fananie sebenarnya tidak hanya sekadar yang dapat dipakai sebagai landasan melihat narasi dalam substansi karakter pendekatan psikoanalisis sebagaimana pelakunya, melainkan harus ditarik dikemukakan Norman H. Holland pada satu generalisasi apakah antara . 8: . yang dikutip dalam Fananie yang fiksi itu berkaitan dengan yang adalah berupa . histeri, manic, dan realitas. Apakah fenomena psikologis yang terdapat dalam teks cerita tersebut . anal, phallic, oral, genital, dan realitas. Sejauh mana peranan pengarang urethral, . ego-psikologi, dan menghadirkan fenomena tersebut dan . defence, expectation, fantasy, apakah fenomena tersebut merupakan fenomena individual atau fenomena Maksud dari kategori tersebut latar sosial masyarakat pada waktu cerita dalam konteks sastra adalah apakah dilahirkan. karakter pelaku dan permasalahanpermasalahan yang mendasari tema cerita melibatkan pula unsur-unsur di Dari sanalah akan dapat dilihat apa yang menyebabkan munculnya faktor-faktor kejiwaan tersebut dalam diri manusia. Fenomena apa yang Sebagai contoh, seseorang yang merasa bersalah . eeling of guil. , biasanya akan menyucikan dirinya dari dosa yang pernah diperbuat. la akan cenderung memilih perbuatan dan perilaku yang berkaitan dengan kecenderungan membersihkan diri atau Dengan disimpulkan, bahwa sastra dan psikologi adalah dua dimensi yang memiliki hubungan yang sangat erat. Dunia satra menggunakan media tokoh dalam merealisasikan berbagai perilaku serta Fanananie, 181. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode yang digunakan adalah psikoanalisis, yaitu mengkaji mengenai karakter tokoh ditinjau dari aspek psikologi yang mencakup id, ego, dan superego. Sebelum menetapkan cerpan yang menjadi fokus kajian ini peneliti membaca seluruh cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Masa Depan Kesunyian Karya Radar Panca Dahana. Adapun berbagai judul cerpen yang dimuat dalam buku kumpulan cerpen tersebut secara keluruhan sebanyak tujuh belas judul, yaitu . Menjadi Djaka, . Tak Ada yang Tersisa, . Surat untuk Kiki . Rick. , . Ketika Angin menjadi Embun, . Langit tak lagi Biru, . Katro, . Bang Kampiun, . Mat Kurap, . Pergi Nining ke Perigi. Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . Parimi, . Perempuan di Banjar Tebesaya, . Titin Pulang dari Saudi, . Hujan di Waktu Cinta, . Nyayian Terakhir Umi Hadijah, . Dari Darmin ke Darmin, . Janji, . Masa Depan Kesunyian. Setelah menetapkan cerpen untuk dijadikan sebagai analisis. Pilihan tersebut didasarkan atas dominasi yang mewarnai cerpen serta menjadi representasi dari cerpen secara keseluruhan. Adapun judul yang ditetapkan sebagai bahan analisis adalah cerpen . Masa Depan Kesunyian dan . Langit tak Lagi Biru. Kedua judul cerpen yang telah ditetapkan sebagai bahan analisis tersebut kemudian dikaji mengenai karakter tokoh utama yang terdapat dalam cerpen tersebut. Pembahasan Telaah Psikoanalisis cerpen Langit Tak Lagi Biru Cerpen Langit Tak Lagi biru merupakan cerpen ke-5 yang dimuat dalam kumpulan cerpen Masa Depan Kesunyian. Adalah Narta yang merupakan tokoh sentral dari cerpen tersebut digambarkan sebagai sosok pemuda yang gagah berani dan teguh pendirian. Hal tersebut dapat dilihat dari nukilan berikut: kemarahan dan kegeraman Narta setelah ia mendengar cerita dari kekasihnya. Ipah yang telah dinodai kegadisannya oleh anak majikannya yang bernama Rendi. Selanjutnya. Narta dengan dendam membara--hanya menggunakan pertimabangan id-- berusaha untuk pergi ke rumah majikan Ipah meskipun dilarang dan ditahan oleh kekasihnya. Ipah. Selain itu, kita melihat dalam pernyataan di atas bahwa pemberontakan Narta bukan semata-mata terhadap seseorang atau induvidu, namun dalam hal ini juga terhadap zamannya. Artinya, di sini pengarang seolah-olah ingin menggambarkan secara sosial bahwa kondisi masyarakat secara umum tidak berpihak pada seseorang yang memiliki pribadi pemberani, teguh pendirian, dan berusaha untuk menegakkan kebenaran sebagaimana kepribadian seseorang yang dilandasi oleh superego, yaitu berupa pertimbangan afektif atau hati Kedaan tersebut secara psikologi sejalan dengan pendapat Erich Fromm . , dalam tulisannya yang berjudul Man for Himself, sebagaimana yang dijelaskan dalam Psychoanalysis and Religion yang dikutip oleh Fananie . , bahwa kesadaran diri, penalaran, dan imajinasi ternyata telah merobek keharmonisan hidup dan menyebabkan manusia menjadi menyimpang dan menjadi aneh. Hal tersebut juga terjadi terhadap perilaku Narta yang dapat dilihat dari petikan berikut: Narta, pemuda dua puluh enam tahun yang pernah dua tahun menjadi mahasiswa fakultas Sospol, berjalan dengan tegap, dada membusung dan Sepasti keyakinannya untuk AuIpah! Begitu lemahnya kamu. Kau membalas dendam. Pada Zaman yang terlalu keji, memperkosa kekasihnya. biarkan saja hidupmu dihina semenaKekasihnya. Ipah, yang tinggal sebulan mena, hanya dengan alasan takdir. Kau biarkan saja tuan besarmu itu ini akan dinikahinya. memperlakukan dirimu, tubuhmu, dan (Langit Tak Lagi Biru, hlm. perasaanmu semaunya, dengan alas an Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Kapan kita dapat berdiri Ipah, tidak harus selalu menang, melaikan kalau semua dibela hanya dengan alas kekayaan dan kekusaan yang justru akan menjadi pemenang di era kekikinian an nasib. Ipah?Ay karena kekuasaan dan kekayaan mampu (Langit Tak Lagi Biru, hlm. mengendalikan keadaan, sebagaimana Narta bergegas pergi menuju sifat yang tersirat dalam id. Sebaliknya, rumah manjikan Ipah. Langkah kaki keberanian, sikap kritis, dan idealisme lelaki yang sudah tak berbapak lagi dapat berdampak pada kesia-siaan itu semakin mantap kelihatannya. sebagaimana tertuang dalam kutipan Nafasnya terdengar memburu, ketika berikut. dihadapannya sudah terkihat sebuah gedung megah yang memancarkan Nafas Narta kian Dadanya turun naik dengan cepat dan matanya terlihat amat merah. Dendam dan amarah Narta semakin memuncak, ia meloncat, melewati Setelah ia berhasil memasuki pekarangan rumah mewah tersebut dengan cara melompat pagar yang tinggi. Narta kemudian melampiaskan seluruh amarahnya. Dari mulutnya keluar suara lengkengan tajam dan Tubuhnya melayang. Narta mengayunkan kedua kaki dan kedua Narta menghantam semua apa yang ada di depannya. Narta ingin hancur leburkan semua apa yang ada di gedung itu. (Langit Tak Lagi Biru, hlm. : . Namun, apa yang terjadi setelah itu? Sebuah benturan benda keras tibatiba menimpa tengkuknya. Kemudian gelap, dan Narta tidak merasa apaapa lagi. Dalam kejab itu itu, ia hanya merasakan bara semangatnya tibatiba terbang melayang, berpisah dari dirinya, kemudian hilang. Entah ke mana dan entah kenapa. Narta mengeluh perlahan. Demi sedikit kesadarannya mulai pulih. Tengkuknya masih terasa sakit, dan sekujur tubuhnya terasa pegal. Ia membuaka mata. Mencari sisa Coba mengingat-ingat apa yang terjadi. Bagaimana posisi dan keadaan dirinya. Namun, ukh!tak mendapat apa-apa , hanya gelap di mana-manaserta pening di kepalanya yang terasa begitu berat. Narta bergerak. Dan terdengar gemerincing rantai yang mengikat tangan dan kakinya. Sekali lagi terdengar Narta mengeluh. Baru sekarang ia dapat merasakan suasana sebuah penjara, lembabnya sebuah penjara, sepinya penjara, dan segala buruk penjara. Narta tercenung. Narta bersikeras untuk melawan keadaan sosial yang telah berbuat sadis dan aniaya terhadap dirinya dan nasibnya yang direpresentasikan oleh perilaku majikan Ipah. Kedaan tersebut secara psikologi membuat Narta berperilaku nekat hingga penuh emosional dan tanpa (Langit Tak Lagi Biru, hlm. : . Selanjutnya, cerita tersebut dilanjutkan dengan sebuah konsekuensi yang begitu pahit berupa kisah tragis yang menimpa Narta yang ternyata bahwa dalam kenyataan kebenaran Kedaan penuh tertekan, galau, dan kecewa dalam gambaran di atas terus berlanjut hingga Narta keluar dari penjara sebagaimana tersirat dalam kutipan berikut: Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . Wajahnya kaku, dengan tulang pipi yang menonjol. Matanya begitu cekung, dan tatapannya terasa kosong. Seperti tak ada nafsu lagi ia melihat segala yang ada di hadapannya. AoBak ia tak punya niat lagi untuk melangkahkan kakinya. Jelas, ada sesuatu yang hilang dari diri lelaki itu. Bibirnya yang terkatup santa rapat, seperti ingin menceritakan beragam cerita yang mengiriskan luka di dadanya. Yang sudah sekian lama, ia sekali ia utarakan pada seseorang. mendekati ranjang. Sorot matanya begitu menusuk, merah. Tak hanya Ipah, lelaki di sebelahnya pun begidik Tapi tak sempat berkata apa-apa lagi, kedua tangan Narta tibatiba sudah mencengkeram leher lelaki Setelah lelaki yang di tangan Narta tak berdaya, drama makin berlanjut. Narta kesal dengan ketidaksetiaan Ipah, sementara Ipah berbeda pendirian, bahwa semua lelaki yang mencitainya Berbagai pertanyaan berputar pada hakikatnya hanya menginginkan di benaknya. Bermacam prasangka tubuhnya saja, termasuk juga Narta. tergambar di wajahnya. Bergam Akhirnya, tragedi berdarah pun terjadi kekecewaan yang melanda diri Narta. Narta dengan spontan dan sekuat Ia kemudian merasa tidak memiliki tenaga mencengkram leher Ipah begitu apa-apa lagi. Ia kemudian merasa tidak kencang hingga Ipah jatuh terkulai dan sanggup untuk hidup lagi. Semangatnya tak berdaya. sudah pupus. (Langit Tak Lagi Biru, hlm. : . (Langit Tak Lagi Biru, hlm. : . Gambaran penggalan kisah di Kekuatan yang dihadapi Narta atas menunjukkan bahwa perubahanbegitu besar dan kuat sehingga perubahan perilaku dapat terjadi dan secara psikologis akibat rangsangan Ketidakmampuan yang berasal dari diri manusia. Dalam manusia menghadapi permasalahan konteks teoretik sejalan dengan yang dan ketidakharmonisan inilah biasanya dikemukakan oleh Holland bahwa secara yang menimbulkan perasaan ketakutan, psikoanalitik hal ini berkaitan dengan histeris, traumatik. Perasaan-perasaan hysteria, maniac, dan schizophrenia. seperti ini. sebagaimana dikemukakan Niat Narta untuk membalas Norman H. Holland dalam Fananie demikian halnya yang terjadi pada Narta dendam dan kejadian yang dialaminya selama dalam penjara bisa jadi saat ia menemui kekasihnya. Ipah. semacam hysteria. Hysteria AuApa yang kau lakukan. Ipah? Apa datangya secara terus -menrus dapat yang kau perbuat, kasih? Siap dia? menimbulkan maniac, yaitu suatu Siapa lelaki itu?Ay Dengan bibir dan kelainan jiwa yang berkaitan dengan tekanan kata yang keras. Narta bertanya kepuasan jiwa orang tersebut melakukan pada kekasihnya. Ipah. Kedua kakinya suatu dorongan yang sangat kuat dalam bergerak mendekati kedua insane itu. Perilaku maniac tersebut dapat Sepasang manusia yang sementara itu, berupa kebrutalan, penyiksaan, hingga seakan melihat maut di depannya. Begitu pula halnya dengan konteks schizophrenia. Dalam hal ini Narta melangkah dan makin dalam diri Narta sebenarnya terjadi proses schizophrenia, yaitu perubahan Fanananie, 181. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 perilaku yang hangat, familiar, patuh, menyenangkan, setia pada kekasih menjadi orang yang berhati besi tanpa perasaan, dan kejam. Dalam perilaku yang diperlihatkan Narta tersebut jelas merupakan satu bentuk state of madness, yaitu suatu bentuk kegilaan histerys yang menggambarkan hilangnya hubungan antara realitas batin dengan perilaku dan pikiran. Bukti lain yang menunjukkan perilaku tersebut adalah sikap dari Ipah, kekasih Narta. Awalnya ia adalah gadis yang lugu dan setia, namun karena keadaan pahit menimpa dirinya secara terusmenerus maka hilanglah kepolosan, kejujuran, dan kesetiaannya seperti yang digambarkan dalam nukilan di atas. Situasi bersumber dari gejolak serta tekanan sosial, politik, ekonomi, dan berbagai peristiwa lainnya tidak jarang menyita konflik psikologi induvidu. Dialektika peran antara id, ego, dan superego selalu Pilihan peran psikologi oleh tiap induvidu tersebut selalu akan membawa konsekuensi kalah atau dikalahkan oleh kekuatan yang begitu mendominasi sebagaimana digambarkan pada tokoh Narta dan Ipah dalam Cerpen Langit Tak Lagi Biru karya Radhar panca Dahana di atas. Telaah Psikoanalisis cerpen Masa Depan Kesunyian yang telah menzalimi dan merenggut Sebaliknya. Masa Depan Kesunyian menggabarkan rumitnya kehidupan kota yang penuh dengan persaingan, kebisingan, serta untuk mendapatkan penghidupan dan memaknai kehidupan. Upaya dari masyarakat kota untuk memaknai dan memenuhi hajat hidupnya tersebut selalu diwarnai dengan kemunculan sosok yang mendominasi. Akibatnya, terjadilah kooptasi kekuasaan dan Fenomena tersebut juga dapat memunculkan agretivitas. Menurut Smith dkk . yang telah dikuti oleh Wahyudi bahwa agresivitas terjadi dikarenakan mereka yang melakukan tindak agresivitas ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk mencapai tujuan hidup mereka yaitu menuju Kooptasi serta beberapa kelompok terhadap induvidu serta beberapa kelompok lainnya senantiasa mempersyaratkan adanya induvidu atau kelompok yang yang terkalahkan atau dikalahkan oleh induvidu atau kelompok yang Jadi, dalam situasi hiruk pikuk itulah perlunya rehat sejenak dalam suasana AusunyiAy agar mendengar secara saksama bisikan superego, yakni berupa sensor moral, atau suara hati Penyajian kisah dalam Cerpen Masa Depan Kesunyian lebih banyak Cerpen Masa depan Kesunyian 18 Wahyudi. AuHubungan Antara Inferiority merupakan cerpen yang yang sekaligus Feeling Dan Agresivitas Pada Remaja Delinkuen menjadil judul utama kumpulan cerpen (Studi Di PSMP Antasena Magelan. ,Ay 2. karya Radar Panca Dahana. Cerpen 19 William. AuWilliams. Idorenyin V. The Langit Tak Lagi Biru yang telah Mind and the Act: A Representation of the dianalisis sebelumnya menggambarkan Freudian Tripartite Model in Festus IyayiAos tentang dendam dan amarah induvidu Violence and Alex La GumaAos A Walk in the atau tokoh terhadap seseorang --bisa Night. Journal of Literature. Languages and Linguistics ISSN 2422-8435 An International dipahami dengan dengan zaman-- Peer-Reviewed Journal Vol. 59-64,Ay 59. Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . hilangnya AudiriAy yang disimbolkan dengan semakin pudarnya suasana kehidupan tempo dulu, yaitu berupa kehidupan perkampungan yang sangat Suasana jalanan begitu lengang serta dengan kondisi yang tidak beraturan, suara nyanyian serangga di malam hari, kegiatan ritual keagamaan di tempat-tempat peribadatan. Suasana kehidupan tersebut berganti dengan yang penuh dengan suasana hiruk-pikuk, persaingan, individual, serta berbagai macam perilaku kehidupan kota yang penuh dengan paradoks. tersebut di mata lingkungannya sekitar karena makanan yang dimakan dapat merupakan gambaran dari identitas diri yang memakannya. Selain itu, orang akan merasa sangat bahagia dan tentram apabila dapat makan bersama dengan orang-orang terdekatnya dan orangorang yang disayanginya sekalipun seperti keluarganya, pacarnya bahkan masya-rakat sekitarnya sekalipun. Makan dan minum jika mengacu pada teori kebutuhan dasar menurut Maslow sebagaimana dikutio oleh Wijaya adalah kebutuhan fisiologis . hysiological nee. Seseorang makan dan minum hanya untuk menghilangkan rasa lapar dan haus. 22 Kebutuhan makan dan minum bagi masyarakat modern dimaknai sebagai citra diri Apa yang ia makan, di mana ia makan, dan dengan siapa saja ia makan memiliki makna tersendiri karena dapat meningkatkan harga diri dan prestise. Makan dan minum dilakukan dalam rangaka memenuhi kebutuhan akan penghargaan . elf-esteem nee. dan Kebutuhan pernyataan diri . elf-actualization nee. Keparadoksan kehidupan kota tersebut bukan hanya dalam mendapatkan lahan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, melaikan juga berkaitan dengan cara menikamati hasil usahanya tersebut. Makan misalnya, semula dilakukan oleh seseorang untuk menghilangkan rasa lapar, namun hal ini sudah beralih makna, sebagaimana diutarakan oleh Anderson . 5: . yang telah dikutip oleh Mufidah bahwa tujuan seseorang untuk makan tidak mempertimbangkan rasa lapar saja tetapi Kehidupan kota di satu sisi lebih mempertimbangkan kepuasan atau kesenangan seseorang tersebut semata memanjakan serta menyediakan berbagai fasilitas yang begitu menggiurkan. demi menjaga gengsi. Sementara, di sisi lain lain memunculkan Lebih lanjut Mufidah21 dengan kegelisahan dan kerinduan yang teramat mengutip pendapat dari Foster . 6: dalam dengan suasana kehidupan masa . mengungkapkan bahwa makan lalu tersebut . ehidupan ala pedesaa. itu memiliki makna simbolik . onsep yang tentunya lebih bersahabat dan makan bersifat sosia. , maksudnya damai. Upaya untuk kembali ke suasana di dalam makanan tersebut terdapat masa lalu tersebut tidak kunjung simbol-simbol, sebab pada dasarnya berhasil sebab di setiap Autikungan orang makan itu tidak hanya sekedar jalanAy ia justru menemukan beragam untuk mengenyangkan perut saja tetapi fenomena kehidupan modern yang juga untuk menjaga gengsi orang penuh dengan Autragedi kemanusian. Ay Mufidah. AuPola Konsumsi Masyarakat 22 Wijaya. AuStudi Eksploratif Perilaku Perkotaan (Studi Deskriptif Pemanfaatan Mahasiswa Uk. Petra Dalam Memilih Foodcourt Oleh Keluarg. ,Ay 160. Fast Food Restaurant Dan Non Fast Mufidah, 160Ae61. Food Restaurant Di Surabaya. ,Ay 82. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Suasana kehidupan yang seharusnya skeptis dengan beragam fenomena semakin dewasa dan mengedepan tersebut yang bisa mengakibatkan superego tidak pernah terwujud. Berikut ketidakpekaan terhadap perubahan. ini petikan cerita yang menggambarkan Tokoh Dion dalam cerpen suasana tersebut: Masa Depan Kesunyian adalah sosok Aku mencarimu. Ibu! Aku pribadi yang mengalami kegelisahan dengar, anakku. Aku Dengar. Dion akibat berbagai perubahan kehidupan pun mendengar. Tiga puluh desa lebih yang berlangsung dengan begitu cepat terlewati, empat belas kecelakaan, dan massif. Ia berusaha dengan sekuat ratusan penipuan, ribuan pesan, dan tenaga dan pikirannya untuk kembali jutaan benda ia dapatkan. Dion melihat menemukan keadaan tempo dulu yang semua orang memegang tongkat direpresentasikan dengan upayanya bambunya sendiri-sendiri. mencari sosok Auibunya. Ay Namun demikian, apa yang ia cari takkunjung Kepercayaannya sendiri. Ada Dia ia temukan, kecuali beragam perubahan bersemayam di tiap pintu yang ia tekuk. demi perubahan yang semakin sulit Aukemarin aku melihat orang berbaju ia pahami sebagaimana tersirat dalam bersih, putih, dan tali hitam mengikat petikan berikut. Ia keluar dari mobil dengan kacamata hitam dan tongkat bambu. Ay Di setiap langkah, di semua jengkal Dion bercerita pada pelayan warung tanah, di tiap inci langit yang merekah, nasi, yang memberinya bekal setelah tak kutemukan juga jejakmu. Mariam. memenuhi enam belas tahang air dan Ibu. Tapi, mengapa di kota yang baru ini membersihkan puluhan piring-gelas orang tak lagi memakai tongkat bambo, puluhan kali. Ibu? Mengapa mereka menggunakannya sebagai tiang lukisan atau kaki kursi? (Masa Depan Kesunyian, hlm. : . Kenapa mereka membiarkan jemabatan Sapaan Ibu yang digunakan oleh di bangun tanpa memotong kepala Dion pada kutipan di atas dapat dimaknai kerbau lebih dahulu? Bukankah korban sebagai kesejatian diri dan masa lalu. bakal datang? Aukata orang, jembatan Aku mencarimu, menggambarkan upaya itu sudah membunuh dua pekerja dan yang dilakukan secara terus-menerus dua mobil terlempar ke suangai,Ay cerita untuk mencari atau mewujudkannya. tukang sayur di pasar. Sebagaimana yang telah diuaraikan (Masa Depan Kesunyian, hlm. : . pada bagian landasan teori bahwa suatu kedaan akan memunculkan berbagai Pencarian Dion sebagai upaya perubahan sifat manusia. Ada yang untuk memenuhi hasrat id terus ia berusaha menyesuaikan kepribadiannya lakukan meskipun tidak kunjung dengan situasi tersebut meskipun berhasil. Sebaliknya, dalam setiap dengan langkah pencarian ia selalu menemui Akibatnya, ia kehilangan realitas yang saling bertentangan. Ada yang tetap bertahan sesuai menjadi mafhum, bahwa di setiap dengan pandangan atau jati dirinya diri ada semacam dua mata sisi yang Aumasa laluAy, namun dengan konsekuensi ambiguitas. Kecenderungan untuk dikucilkan dan diasingkan. Sebaliknya, bertahan dengan kemurnian jati diri atau ada pula yang berperilaku apatis dan mengikuti berbagai perubahan meski Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . timbul konflik batin. Pilihan hidup tersebut sejalan dengan kepercayaan yang dimilki oleh seseorang Colcuitt , . dalam Agung dan Husni . mengatakan, bahwa kepercayaan dapat diartikan sebagai keinginan untuk menerima risiko terhadap trustee berdasarkan harapan positif atas aksi yang dimilikinya. Berdasarkan definisi tersebut kepercayaan memiliki dua Pertama, keinginan untuk menerima segala risiko dan kedua, harapan positif pada trustee. Demikian yang dihadapi oleh Dion yang tersirat dalam petikan berikut: Dunia sudah terlalu berbeda. Ibu. Orang masih menggunakan tongkat bambu dengan khasiat jimat di ujungnya. Tapi, tongkat itu lebih gaib dari jimat yang Aku bisa melihat desaku dalam sekejap bersamaan melihat tarian porno, bersamaan dengan pertandingan sepakbola, bahkan imaji dirimu di ruang tidurku. Aku menikmati nyanyian, cerita, dan tanganmu yang mencari kutu di rambutku, bersamaan dengan enam wanita lain, kabar lotere di Italia, atau kenaikan nilai sahamku di puncak gesung tertinggi. Aku tidur bersamanya. Aku bersamamu, aku tetap mencarimu, tetap menjemputmu, aku berjanji. Ibu. (Masa Depan Kesunyian, hlm: . mengedepankan id dan ego. Masa adalah harapan untuk menemukan kemurnian dan kesejatian diri. Banyak rintangan yang harus dihadapi untuk Harga yang harus dibayarkan sangat mahal. Itulah mungkin yang ditekankan oleh Radar Panca Dahana melalui cerpennya tersebut yang disimbolkan dengan tokoh Dion. Dengan demikian, sosok tokoh yang begitu penting dalam membangun menemukan jawabannya. masalah penokohan merupakan satu bagian penting dalam membangun sebuah cerita. Fananie 23menjelaskan bahwaAkarakter merespon pengaruh setting, dengan politik, sosial dan Penutup Telaah sastra adalah bagian dari upaya untuk mengapresiasi sebuah karya dengan menggunakan berbagi ancangan atau pendekatan yang relevan dengan karya sastra tersebut sehingga ditemukan makna secara mendalam. Namun demikian, upaya untuk menemukan makna tetaplah tidak lepas dari unsur subjektif, seperti tingkat pemahaman, pengalaman, dan latar belakang Berbagai pendekatan dapat digunakan oleh setiap apresiator dalam upaya untuk menemukan dan mengkaji karya sastra. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengapresiasi karya sastra adalah pendekatan psikologis, yaitu kajian yang menekankan pada unsur-unsur kejiwaan fiksional yang terkandung dalam karya sastra. Kehidupan dengan suasana kehidupan saat ini begitu memilukan. Paradoksi atau kontradiksi kehidupan terjadi di mana saja dan kapan saja. Di satu sisi orang tekun menjalankan ritual keagamaan, namun di sisi lain ia juga rajin menjalankan kemaksiatan. Di satu sisi orang mengagung-agungkan nilai sebagai manifestasi dari ketinggian 23 Fanananie. Telaah Sastra. , 86Ae87. superego, namun di sisi lain ia terjebak 24 Therese. AuSetting. Characters and Dicdan menikmati kehidupan yang lebih tion in Fiction. ,Ay 44. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Pada kesempatan tertentu secara Peer-Reviewed Journal Vol. psikologi orang berada pada tahap id 24-28,Ay Journal of Literature, . ementingkan keinginan sendiri tanpa Languages and Linguistics, harus memikirkan moral dan orang lai. , namun pada kesempatan tertentu, secara psikologi orang juga berada pada Husada. Maulana. Nurudin, and Lustyantie Ninuk. AuAktualisasi ego dan supergo. Diri Pada Tokoh Utama Dalam Melalui telaah tersebut akan Novel Pasung Jiwa Karya Okky diperoleh sejumlah gambaran secara Madasari :Suatu Penelitian detil gejolak serta kondisi kejiwaan dari Psikoanalisis Sastra. Bahtera: tiap-tiap tokoh yang terdapat dalam karya Jurnal Pendidikan Bahasa Dan sastra tersebut. Cerpen Langit Tak lagi Sastra. Volume 16 Nomor 2. Mendung dan Masa Depan Kesenyuian Hlm. Ay Bahtera: Jurnal karya Radhar Panca Dahana merupakan Pendidikan Bahasa Dan Sastra cerpen yang menggambarkan realitas 16 Nomor 2 . : 15Ae34. kehidupan yang penuh dengan dinamika sehingga tak jarang menimbulkan Manik. Ricky Aptifive. AuHasrat Nano Riantiarno Dalam Cermin konflik psikologi bagi tiap induvidu. Bening: Kajian Psikoanalisis baik berupa perlawanan dengan segala Lacanian. Ay Metasastra 9 No, 1 konsekuensinya, maupun mengikuti . arus perubahan yang juga dengan segala Mufidah. Nur Lailatul. AuPola Konsumsi Masyarakat Perkotaan (Studi Hidup adalah pilihan, demikian Deskriptif Pemanfaatan mungkin yang akan ditawarkan oleh Foodcourt Oleh Keluarg. Ay Radhar Panca Dahana dalam kedua Jurnal BioKultur. Vol. I/No. cerpennya tersebut melalui gambaran Juli-Desember. : 157Ae78. tokoh dengan beragam tipikal karakter dan dinamika kejiwaan psikologi atas Nyoman. Kutha Ratna. Teori. Metode, pilihan hidupnya serta konsekuensinya. Dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Daftar pustaka Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Abrams. The Mirror and the Lamp. New York: Oxford University Therese. Toyi Marie. AuSetting. Characters Press, n. and Diction in Fiction. Ay Journal Fanananie. Zaenuddin. Telaah Sastra. of Literature. Languages and Surakarta: UMS, 2002. Linguistics 6 No. Handour. Mohamed. AuThe Wahyudi. Rony Agung. AuHubungan Representation of Identity in Antara Inferiority Feeling Yassmine ZahranAos A Beggar Dan Agresivitas Pada Remaja at Damascus Gate. Journal Delinkuen (Studi Di PSMP of Literature. Languages and Antasena Magelan. Ay Jurnal Linguistics w. Iiste. Org ISSN Developmental and Clinical 2422-8435 An International Psychology 2 No. : 1Ae5. Imam SafiAoi : Karakter Tokoh dalam Cerpen Masa Depan . Wijaya. Serli. AuStudi Eksploratif Perilaku Mahasiswa Uk. Petra Dalam Memilih Fast Food Restaurant Dan Non Fast Food Restaurant Di Surabaya. Ay Jurnal Manajemen Perhotelan, 1. No 2 . : 80Ae86. William. Idorenyin V. AuWilliams. Idorenyin V. The Mind and the Act: A Representation of the Freudian Tripartite Model in Festus IyayiAos Violence and Alex La GumaAos A Walk in the Night. Journal of Literature. Languages and Linguistics ISSN 2422-8435 An International Peer-Reviewed Journal Vol. Ay Journal of Literature. Languages and Linguistics An International Peer-reviewed Journal Vol. : 59Ae64.