DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 1, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliyah Negeri 8 Jombang Irma Nur Wakhidah*. Diah Puji Nalibrata Pendidikan PKn. Universitas PGRI Jombang. Jombang. Indonesia *Coresponding Author: irmanurwakhidah0105@gmail. Article history Dikirim: 26-02-2026 Direvisi: 06-03-2026 Diterima: 07-03-2026 Key words: Keterampilan Sosial. Murid Madrasah. Pendidikan. Abstrak: Perkembangan teknologi pada era revolusi industri 4. membawa dampak terhadap menurunnya kemampuan sosial murid yang cenderung bersikap individualis dan kurang berinteraksi dengan lingkungannya. Kondisi ini menuntut sekolah untuk memperkuat keterampilan sosial murid agar mampu beradaptasi dan berperilaku positif dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk . mendeskripsikan keterampilan sosial murid, . mendeskripsikan implementasi keterampilan sosial murid, . mendeskripsikan faktor pendukung serta penghambat keterampilan sosial murid di madrasah. Metode Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Keterampilan sosial murid tergolong baik pada aspek berikut: Aspek hubungan dengan teman sebaya, murid menunjukkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai. Aspek manajemen diri, terlihat dari pembiasaan positif di madrasah. Aspek kemampuan akademis, terlihat melalui kerja sama dalam kelompok belajar dan program Aspek kepatuhan, tercermin dari ketaatan murid terhadap tata tertib. Aspek perilaku asertif, terlihat murid berani berpendapat secara sopan dan mampu menolak ajakan negatif. Implementasi keterampilan sosial dilakukan secara terpadu melalui kegiatan belajar, pembinaan karakter, serta kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung kerja sama dan komunikasi. Faktor pendukung utama meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, keteladanan guru, dan budaya disiplin, sedangkan penghambatnya berasal dari perbedaan karakter, kurangnya perhatian keluarga, serta pengaruh lingkungan luar sekolah. Secara keseluruhan, keterampilan sosial murid telah terimplementasi dengan baik melalui pembiasaan positif dan bimbingan dari guru serta dukungan lingkungan sekolah. PENDAHULUAN Era abad ke-21, menuntut setiap individu untuk memiliki berbagai keterampilan penting agar mampu beradaptasi. Hal tersebut sesuai dengan gagasan era revolusi 4. 0 yang lebih tertuju kepada kemajuan teknologi, sehingga murid perlu untuk mendapatkan pelatihan untuk terampil. Menurut (Anggraini et al. , 2. Murid tidak hanya perlu menguasai keterampilan kognitif, tetapi juga harus mampu bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Keterampilan seorang individu dalam berinteraksi dengan orang lain, berbicara dan mendengarkan serta bekerja secara efektif dalam sebuah kelompok dan mampu menempatkan dirinya dengan orang lain disebut sebagai keterampilan sosial. @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang (Saputra, 2. juga menjelasakan bahwa Keterampilan sosial adalah kemampuan murid untuk berinteraksi secara positif dengan orang lain dalam berbagai situasi Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, bekerjasama, mengekspresikan empati, dan menyelesaikan konflik. Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu, termasuk murid, untuk menjalin hubungan komunikasi atau interaksi dengan orang lain serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Kemampuan ini bertujuan untuk menciptakan penyesuaian yang harmonis baik di lingkungan masyarakat maupun sekolah (Wardani et al. , 2. Keterampilan sosial memiliki kaitan erat dengan kualitas kehidupan seseorang. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun Murid mampu bekerja sama, berbagi, menolong, berempati, dan mengelola emosinya dengan baik yang menunjukkan kemampuan sosial di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari (Amin, 2. Keterampilan sosial perlu dikembangkan di sekolah menengah atas karena murid berada pada tahap remaja yang mulai membentuk jati diri serta kemandirian. Pada masa ini, murid belajar menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial yang lebih kompleks, berinteraksi dengan berbagai karakter teman sebaya, serta menjalin hubungan yang lebih dewasa dengan guru dan orang di sekitarnya. Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu dalam mewujudkan jaringan interaktif dengan orang lain dan kemampuan menyelesaikan masalah, sehingga memperoleh hubungan yang harmonis. Menurut (Elva Isma Yani et al. terdapat 5 aspek keterampilan sosial, meliputi: . Hubungan dengan teman sebaya (Peer Relationship Skill. , . Manajemen diri (Self-Management Skill. , . Kemampuan akademis (Academi Skill. , . Kepatuhan (Complience Skill. , . Perilaku assertif (Assertion Skill. Keterampilan sosial sebagai sarana untuk memperoleh hubungan baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Keterampilan sosial juga berperan dalam membentuk karakter murid agar mampu beradaptasi dengan berbagai situasi sosial di lingkungan sekolah. Penguasaan keterampilan ini memungkinkan murid mengembangkan rasa empati, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi yang positif dalam setiap aktivitas pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Berdasarkan studi pendahuluan di MAN 8 Jombang menunjukkan keterampilan murid di MAN 8 Jombang bahwa implementasi keterampilan sosial di sekolah telah berjalan cukup baik melalui berbagai pembiasaan, program kedisiplinan, kegiatan sosial, hingga kegiatan akademik kolaboratif. Murid dinilai mampu bekerja sama, saling menghargai, serta menunjukkan kepedulian melalui kegiatan rutin seperti dansos dan program SAJADAH. Guru, wali kelas, dan BK memiliki peran penting dalam membina manajemen diri, kedisiplinan, serta keberanian murid untuk berpendapat. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti perbedaan karakter, kurangnya perhatian keluarga, serta pengaruh lingkungan luar sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengkaji lebih dalam bagaimana implementasi keterampilan sosial di sekolah dilakukan serta faktor pendukung dan penghambatnya, sehingga penelitian ini penting dilaksanakan untuk memberikan gambaran komprehensif dan sebagai bahan evaluasi pengembangan program sekolah ke depan. @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang Munculnya berbagai persoalan di kalangan generasi muda saat ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi. Perubahan tersebut berdampak pada terkikisnya karakter anak bangsa, yang kini mulai tampak di lingkungan pelajar dan menimbulkan beragam masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini sering disebut sebagai social autism atau social insulation, yakni kondisi ketika seseorang cenderung bersikap individualis, egois, kurang mampu berkomunikasi secara efektif, memiliki kepedulian sosial dan empati yang rendah, kurang bertanggung jawab, tidak disiplin, serta kurang mampu bekerja sama dalam kegiatan bermasyarakat(Aulia et al. , 2. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan sosial murid di sekolah berawal dari berkurangnya kebiasaan berinteraksi akibat penggunaan teknologi secara berlebihan. Kurangnya komunikasi langsung dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar membuat murid tidak terbiasa menjalin hubungan sosial yang positif, bekerja sama, serta memahami perasaan orang lain. Penelitian sebelumnya oleh (Virdawati et al. , 2. berfokus pada mendeskripsikan tingkat keterampilan sosial murid. Berbeda dengan penelitian tersebut, penelitian ini tidak hanya berfokus pada mendeskripsikan tingkat keterampilan sosial murid, tetapi mengkaji mengenai implementasi keterampilan sosial murid dalam madrasah serta mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor yang menghambat perkembangan keterampilan sosial murid. Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai keterampilan sosial murid, implementasi keterampilan sosial murid, serta faktor pendukung dan penghambat keterampilan sosial murid. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh mengenai fenomena keterampilan sosial murid dalam konteks nyata di lingkungan sekolah. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan dua teknik, yaitu observasi dan wawancara. Observasi dilaksanakan di MAN 8 Jombang untuk mengetahui kondisi keterampilan sosial murid secara langsung. Melalui observasi, peneliti mengamati interaksi murid dengan teman sebaya, kerja sama dalam kegiatan pembelajaran di kelas, serta sikap saling menghargai antar murid. Peneliti juga mengamati aspek kedisiplinan, kemampuan murid dalam mengelola diri, serta keberanian murid dalam mengemukakan pendapat. Wawancara dilakukan dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Murid untuk memperoleh informasi terkait keterampilan sosial murid, bentuk implementasi keterampilan sosial yang diterapkan di MAN 8 Jombang, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan keterampilan sosial murid. Subjek penelitian ini meliputi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan murid MAN 8 Jombang. HASIL DAN PEMBAHASAN Keterampilan Sosial Murid Aspek Hubungan dengan Teman Sebaya @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang Hubungan antar murid berada pada kategori baik. Murid mampu bekerja sama dan saling menghargai, terutama saat kegiatan madrasah seperti dansasos . umbangan sosia. yang dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Kegiatan sosial tersebut membentuk rasa empati dan solidaritas yang tinggi. Konflik yang terjadi hanya bersifat kecil dan dapat diselesaikan melalui pendekatan wali kelas maupun BK secara kekeluargaan. Selain itu, kegiatan outbond dan class meeting juga memperkuat kolaborasi, interaksi, serta kebersamaan antarsiswa. Aspek Manajemen Diri Manajemen diri murid tergolong baik, terlihat dari berbagai pembiasaan positif yang dilakukan setiap hari, seperti bersalaman, doa bersama, serta salat Zuhur dan Asar berjamaah. Apabila murid mengalami kendala dalam perilaku, sekolah menerapkan pembinaan bertahap melalui wali kelas. BK, hingga kesiswaan, sehingga proses penanganan berjalan lebih terarah dan efektif. Aspek Kemampuan Akademis Keterampilan sosial juga tercermin dalam kemampuan akademis, khususnya pada kerja sama dalam kelompok belajar dan program vokasi seperti Teknik Las. Otomotif. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tata Boga, dan Tata Busana. Murid dengan keterampilan sosial baik cenderung lebih mudah beradaptasi dalam kelompok dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Sekolah juga menyediakan bimbingan belajar tambahan bagi murid yang mengalami kesulitan akademik agar tetap percaya diri dan dapat terlibat sosial secara optimal. Aspek Kepatuhan Tingkat kepatuhan murid pada tata tertib tergolong baik. Pembiasaan pagi dan pengawasan wali kelas membuat mayoritas murid mematuhi aturan madrasah. Meskipun terdapat sebagian kecil murid yang masih membutuhkan bimbingan, pembinaan dilakukan secara bertahap mulai dari teguran lisan hingga pemanggilan orang tua. Aspek Perilaku Asertif Murid memiliki kemampuan asertif yang baik, terlihat dari keberanian mereka menyampaikan pendapat dalam diskusi kelas, rapat OSIS, maupun kompetisi. Kurikulum berbasis deep learning mendorong murid aktif, kritis, dan komunikatif. Selain itu, sekolah menyediakan kotak saran dan web sekolah sebagai media bagi murid yang belum berani berbicara langsung. Implementasi Keterampilan Murid Implementasi Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Belajar di Kelas Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Kepala Kesiswaan, keterampilan sosial murid terlihat dalam proses pembelajaran sehari-hari. Guru tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga mendorong murid untuk aktif berdiskusi, bekerja dalam kelompok, serta berani menyampaikan pendapat. Hal tersebut sesuai dengan penerapan kurikulum yang menekankan deep learning, di mana murid didorong untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif dalam kegiatan belajar. Dalam pembelajaran kelompok di kelas, terdapat variasi keaktifan murid, sebagian sudah aktif berpendapat, sedangkan sebagian lain masih pasif. Namun guru secara konsisten berupaya melibatkan seluruh murid melalui metode diskusi, kerja kelompok, dan penugasan kolaboratif. @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang Implementasi Keterampilan Sosial melalui Pembinaan Karakter Implementasi keterampilan sosial juga tampak melalui pembinaan karakter yang dilakukan secara sistematis di madrasah. Informan menyampaikan bahwa kemampuan manajemen diri murid dinilai cukup baik dan didukung oleh berbagai program pembiasaan, seperti bersalaman dengan guru setiap pagi, berdoa bersama, serta melaksanakan salat Zuhur dan Asar berjamaah. Selain sebagai bentuk pendidikan karakter religius, pembiasaan ini menumbuhkan disiplin waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, serta rasa hormat kepada guru dan sesama. Kemudian informan menyatakan bahwa mayoritas murid sudah menunjukkan kedisiplinan yang cukup baik meskipun masih terdapat beberapa murid yang membutuhkan pembinaan lanjutan, terutama dalam hal ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap aturan. Madrasah menerapkan pola pembinaan bertahap mulai dari teguran lisan, dan pemanggilan orang tua. Implementasi Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu dalam implementasi keterampilan sosial secara terpadu. Informan menjelaskan bahwa ekstrakurikuler seperti pramuka. OSIS, paskibraka secara langsung melatih kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi murid. Dalam kegiatan tersebut, murid belajar mengatur peran, berbagi tugas, menyelesaikan masalah secara bersama, dan berinteraksi dengan berbagai karakter teman. Selain itu dapat melalui keikutsertaan murid dalam beragam lomba, organisasi, dan pelatihan kepemimpinan. Faktor Pendukung Dan Penghambat Keterampilan Sosial Murid Faktor Pendukung Implementasi Keterampilan Sosial Murid . Lingkungan Sekolah yang Kondusif Lingkungan sekolah digambarkan sebagai ruang belajar yang tertib, aman, dan penuh pembiasaan positif. Pembiasaan seperti bersalaman setiap pagi, berdoa bersama, dan salat berjamaah menjadi bagian dari rutinitas murid. Lingkungan yang kondusif ini menciptakan suasana yang mendukung interaksi sosial positif, saling menghargai, serta mendorong kerja sama antarsiswa. Selain itu, kegiatan dansos, outbond, class meeting, dan gotong royong memperkuat hubungan sosial dan empati . Keteladanan Guru Guru memiliki peran dalam membentuk perilaku sosial murid. Keteladanan guru tercermin melalui kedisiplinan, komunikasi yang sopan, arahan yang konsisten, serta pembinaan melalui wali kelas dan BK. Guru tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga model bagi murid dalam berinteraksi, mengontrol emosi, dan mengatasi Guru juga memberikan ruang kepada murid untuk berpendapat dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga keberanian dan perilaku asertif semakin . Budaya Disiplin Sekolah Budaya disiplin menjadi nilai yang sangat dijaga oleh madrasah, tercermin dalam kebiasaan datang tepat waktu, berpakaian rapi, mengikuti aturan, dan menghormati guru. Budaya ini terbentuk melalui pembiasaan, pengawasan wali kelas, pembinaan BK, dan aturan sekolah yang jelas. Dengan budaya disiplin yang @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang kuat, murid menjadi terbiasa bertanggung jawab dan patuh terhadap tata tertib, sehingga perkembangan keterampilan sosial murid menjadi lebih terarah. Faktor Penghambat Implementasi Keterampilan Sosial Murid . Perbedaan Karakter Murid Perbedaan karakter merupakan hambatan paling umum, seperti murid yang pendiam, terlalu menonjol dalam berperilaku, atau kurang memahami situasi sosial di sekitarnya. Perbedaan ini sering memicu konflik kecil atau pembentukan kelompok tertentu. Kurangnya Perhatian Keluarga Informan menegaskan bahwa perhatian keluarga sangat memengaruhi kedisiplinan dan kemampuan sosial murid. Kurangnya pengawasan di rumah, pola asuh yang terlalu bebas, atau minimnya pembiasaan perilaku positif membuat sebagian murid kesulitan mengatur diri dan menunjukkan kepatuhan di madrasah. Sebaliknya, murid yang mendapat pembiasaan disiplin sejak kecil di rumah cenderung lebih tertib di madrasah. Pengaruh Lingkungan Luar Sekolah Lingkungan sekitar murid, khususnya pergaulan di luar madrasah, sering membawa dampak negatif terhadap perilaku sosial. Misalnya, pergaulan bebas atau lingkungan yang tidak mendukung nilai-nilai disiplin dan sopan santun dapat menghambat pembentukan keterampilan sosial. PEMBAHASAN Keterampilan Sosial Murid Aspek Hubungan dengan Teman Sebaya Murid mampu bekerja sama dan saling menghargai, terutama melalui kegiatan sosial seperti dansasos yang rutin dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Aktivitas sosial tersebut berperan dalam membentuk empati dan solidaritas antarsiswa. Hal ini sejalan dengan penelitian (Santoso et al. , 2. yang menegaskan bahwa kegiatan gotong royong dan kerja sama dalam konteks sekolah menjadi sarana efektif untuk menginternalisasi keterampilan sosial, termasuk empati, kepedulian, dan solidaritas. Dengan demikian, kegiatan dansasos di sekolah tidak hanya memperkuat hubungan antar murid, tetapi juga berfungsi sebagai pembelajaran sosial. Aspek Manajemen Diri Manajemen diri murid tergolong baik, terlihat dari berbagai pembiasaan positif yang dilakukan setiap hari, seperti bersalaman, doa bersama, serta salat Zuhur dan Asar berjamaah. Hal ini sejalan dengan penelitian(Cetiya, 2. , yang menegaskan bahwa pembiasaan sehari-hari termasuk salam pagi dan rutinitas bernuansa religius berperan penting dalam membentuk disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif Aspek Kemampuan Akademis Keterampilan sosial murid juga tampak dalam kemampuan akademis, khususnya melalui kerja sama dalam kelompok belajar maupun kegiatan vokasi seperti Teknik Las. Otomotif. TKJ. Tata Boga, dan Tata Busana. Murid yang memiliki keterampilan sosial baik cenderung lebih mudah beradaptasi dalam @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang kelompok dan terlibat aktif selama proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian(Saputra et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa interaksi dalam kelompok kecil dan kerja sama terstruktur mampu meningkatkan kemampuan sosial sekaligus mendukung pencapaian akademik murid. Aspek Kepatuhan Tingkat kepatuhan murid pada tata tertib di sekolah tergolong baik, yang didukung oleh pembiasaan pagi serta pengawasan yang konsisten dari wali kelas sehingga mayoritas murid mampu mematuhi aturan yang berlaku. Meskipun masih terdapat sebagian kecil murid yang memerlukan bimbingan lanjutan, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif. Hal ini sejalan dengan penelitian (M. Hidayat et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan murid terbentuk melalui pola pembiasaan, penguatan perilaku positif, dan peran aktif guru dalam melakukan pengawasan. Dengan demikian, kepatuhan murid terhadap tata tertib menegaskan bahwa pembiasaan yang konsisten dan pendampingan guru memegang peran penting dalam membangun disiplin murid. Aspek Perilaku Asertif Murid memiliki kemampuan asertif yang baik, terlihat dari keberanian mereka menyampaikan pendapat dalam diskusi kelas. Hal ini sejalan dengan penelitian (Alifiah & Febrieta, 2. , yang menjelaskan bahwa perilaku asertif sangat dipengaruhi oleh kekuatan konsep diri murid. Murid dengan konsep diri positif cenderung lebih berani mengutarakan pendapat, mengekspresikan pikiran secara terbuka, serta mampu berkomunikasi secara jujur dalam situasi sosial di sekolah. Dengan demikian, keberanian murid dalam berdiskusi di kelas mencerminkan adanya konsep diri yang berkembang baik Implementasi Keterampilan Sosial Murid Implementasi Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Belajar di Kelas Keterampilan sosial murid terlihat jelas dalam proses pembelajaran sehari-hari, di mana guru tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga memfasilitasi diskusi, kerja kelompok, dan keberanian murid dalam menyampaikan pendapat. Pendekatan pembelajaran ini merupakan penerapan kurikulum berbasis deep learning yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif (Fitriani & Santiani, 2. Variasi keaktifan murid dalam diskusi kelompok sebagian aktif dan sebagian masih pasif ditangani guru melalui strategi pelibatan yang konsisten, seperti tugas kolaboratif dan metode diskusi terarah. Hal ini sejalan dengan penelitian(Layali et al. , 2. , yang menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis deep learning efektif dalam mengembangkan kemampuan sosial murid melalui aktivitas kerja kelompok, interaksi aktif, serta komunikasi interpersonal yang terstruktur. Implementasi Keterampilan Sosial melalui Pembinaan Karakter Implementasi keterampilan sosial juga tampak melalui pembinaan karakter yang dilakukan secara sistematis di madrasah. Kemampuan manajemen diri murid tergolong baik karena didukung oleh program pembiasaan harian seperti bersalaman dengan guru, berdoa bersama, serta melaksanakan salat Zuhur dan Asar berjamaah. Selain memperkuat karakter religius, pembiasaan ini turut menumbuhkan disiplin waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, dan rasa hormat kepada guru serta sesama. Hal @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang ini sejalan dengan penelitian(Kholid & Mugiyono, 2. , yang menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius, kedisiplinan, dan tanggung jawab murid. Dengan demikian, praktik pembiasaan keagamaan di madrasah tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial dan perilaku positif murid. Implementasi Keterampilan Sosial melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu bentuk implementasi keterampilan sosial yang berjalan secara terpadu di sekolah. Aktivitas seperti pramuka. OSIS, dan paskibraka melatih kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan komunikasi murid melalui pembagian peran, kerja tim, dan interaksi dengan berbagai karakter teman. Hal ini sejalan dengan penelitian (Barokah et al. , 2. yang menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan keterampilan sosial murid, terutama melalui pengalaman langsung dalam bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan membangun relasi positif dengan teman sebaya. Faktor Pendukung Dan Pemhambat Implementasi Keterampilan Sosial Faktor Pendukung Implementasi Keterampilan Sosial Murid . Lingkungan Sekolah yang Kondusif Lingkungan sekolah digambarkan sebagai ruang belajar yang tertib, aman, dan penuh pembiasaan positif. Pembiasaan seperti bersalaman setiap pagi, berdoa bersama, dan salat berjamaah telah menjadi rutinitas murid yang berfungsi membentuk sikap disiplin dan karakter religius. Lingkungan kondusif tersebut juga menciptakan suasana yang mendukung interaksi sosial positif, menumbuhkan saling menghargai, dan mendorong kerja sama antarsiswa. Hal ini sejalan dengan penelitian(Nurfirdaus & Sutisna, 2. , yang menegaskan bahwa situasi sekolah yang tertib dan kaya pembiasaan positif berperan signifikan dalam membentuk perilaku sosial murid serta meningkatkan kualitas hubungan antarmurid. Keteladanan Guru Guru memiliki peran penting dalam membentuk perilaku sosial murid. Keteladanan guru tampak melalui kedisiplinan, komunikasi yang sopan, arahan yang konsisten, serta pembinaan yang dilakukan melalui wali kelas dan BK. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi model dalam berinteraksi, mengontrol emosi, dan menyelesaikan konflik. Guru juga memberikan ruang bagi murid untuk berpendapat dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan temuan (Mahfuzah et al. , 2. yang menjelaskan bahwa guru berperan strategis dalam membangun interaksi sosial murid, terutama melalui keteladanan, hubungan interpersonal yang positif, serta pemberian kesempatan kepada murid untuk berkomunikasi dan berpartisipasi aktif di kelas. Keteladanan guru dan pola interaksi yang konstruktif menjadi pondasi utama dalam pengembangan sikap sosial dan kemampuan komunikasi murid di sekolah. Budaya Disiplin Sekolah Budaya disiplin menjadi nilai yang sangat dijaga oleh sekolah, tercermin dalam kebiasaan datang tepat waktu, berpakaian rapi, menaati aturan, dan menghormati Budaya ini terbentuk melalui pembiasaan yang konsisten, pengawasan wali @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang kelas, pembinaan oleh BK, serta adanya aturan sekolah yang jelas. Hal ini sejalan dengan penelitian (Aini, 2. , yang menjelaskan bahwa kedisiplinan murid dapat berkembang melalui kultur sekolah yang dibangun secara sistematis melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan yang berkelanjutan. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa budaya disiplin tidak hanya membentuk kepatuhan murid terhadap tata tertib, tetapi juga mengarahkan perkembangan keterampilan sosial, karena murid belajar bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan berperilaku sesuai norma-norma sekolah. Faktor Penghambat Implementasi Keterampilan Sosial Murid . Perbedaan Karakter Murid Perbedaan karakter antar murid sering menjadi salah satu hambatan dalam perkembangan keterampilan sosial di lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dari adanya murid yang cenderung pendiam, terlalu menonjol dalam berperilaku, atau kurang mampu memahami situasi sosial di sekitarnya. Kondisi tersebut dapat memicu konflik kecil maupun pembentukan kelompok tertentu di dalam kelas, sehingga interaksi sosial antar murid menjadi kurang seimbang. Hal ini sejalan dengan penelitian (Asiska et al. , 2. , yang menjelaskan bahwa pendidikan karakter di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian murid agar mampu berperilaku positif dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa pembinaan karakter melalui kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah dapat membantu murid mengembangkan sikap saling menghargai, bekerja sama, serta menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial di . Kurangnya Perhatian Keluarga Perhatian keluarga sangat memengaruhi kedisiplinan dan kemampuan sosial Kurangnya pengawasan di rumah, pola asuh yang terlalu bebas, serta minimnya pembiasaan perilaku positif membuat sebagian murid kesulitan mengatur diri dan menunjukkan kepatuhan di sekolah. Sebaliknya, murid yang memperoleh pembiasaan disiplin sejak kecil cenderung lebih tertib dalam mengikuti aturan Temuan ini sejalan dengan penelitian (Sakung et al. , 2. yang menyatakan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan sosial murid, di mana pola asuh yang konsisten, hangat, dan terstruktur berkontribusi pada berkembangnya kemampuan kerja sama, komunikasi, dan penyesuaian diri anak di lingkungan sekolah. Pengaruh Lingkungan Luar Sekolah Lingkungan sekitar murid, khususnya pergaulan di luar sekolah, sering membawa dampak negatif terhadap perilaku sosial. Pergaulan bebas atau lingkungan yang tidak mendukung nilai disiplin dan sopan santun dapat menghambat pembentukan keterampilan sosial yang diharapkan sekolah. Hal ini sejalan dengan penelitian (Nurmalia et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa lingkungan di luar sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan karakter dan perilaku murid, terutama dalam hal kedisiplinan. Lingkungan yang tidak terkontrol dan kurang mendapat pengawasan dapat mendorong murid meniru perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial, sehingga menghambat pembentukan sikap sosial positif. @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Wakhidah & Nalibrata. Keterampilan Sosial Murid di Madrasah Aliah Negeri 8 Jombang KESIMPULAN Keterampilan sosial murid tergolong baik pada aspek berikut: Aspek hubungan dengan teman sebaya, murid menunjukkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai. Aspek manajemen diri, terlihat dari pembiasaan positif di Aspek kemampuan akademis, terlihat melalui kerja sama dalam kelompok belajar dan program vokasi. Aspek kepatuhan, tercermin dari ketaatan murid terhadap tata tertib. Aspek perilaku asertif, terlihat murid berani berpendapat secara sopan dan mampu menolak ajakan negatif. Implementasi keterampilan sosial dilakukan secara terpadu melalui kegiatan belajar, pembinaan karakter, serta kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung kerja sama dan komunikasi. Faktor pendukung utama meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, keteladanan guru, dan budaya disiplin, sedangkan penghambatnya berasal dari perbedaan karakter, kurangnya perhatian keluarga, serta pengaruh lingkungan luar sekolah. DAFTAR PUSTAKA