ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA STUDI KASUS DI SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI TABALONG Muhammad Oktah Junanda*. Lilis Suryani oktahj2@gmail. lilithsuryani@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan tanjung-tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Berbagai institusi dalam menjalankan proses bisnis utama haruslah searah dan mempertimbangkan relevansi proses dengan berbagai kebutuhan. Dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi harus terus mengamati kebutuhan mahasiswa sehingga dapat mengantisipasi perubahan dalam menciptakan sebuah kajian strategi, manajemen, dan kebijakan. Keberhasilan perguruan tinggi dapat diukur melalui indikator tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pendidikan yang dilakukan. Kepuasan mahasiswa terbentuk dengan adanya persepsi positif dan negatif terhadap proses akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap kepuasan mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong dan untuk mengetahui besarnya pengaruh tingkat fasilitas belajar sebagai bentuk pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 160 responden yang dipilih dengan teknik stratified sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik dengan menggunakan alat analisis SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 66,2% variasi kepuasan mahasiswa dapat dijelaskan oleh fasilitas belajar, sedangkan 33,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Fasilitas Belajar. Kepuasan Mahasiswa. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong THE INFLUENCE OF LEARNING FACILITIES ON STUDENT SATISFACTION: A CASE STUDY AT THE TABALONG COLLEGE OF ADMINISTRATIVE SCIENCES ABSTRACT Various institutions, in carrying out their core business processes, must align with and consider diverse needs. In the field of education, higher education institutions must continuously observe student needs to anticipate changes and develop strategic studies, management, and policies. The success of a higher education institution can be measured by the level of student satisfaction with its educational processes. Student satisfaction is shaped by both positive and negative perceptions of the academic process. This research aims to determine the influence of learning facilities on student satisfaction at the Tabalong College of Administrative Sciences, and to quantify the extent of this influence as a form of public service on student satisfaction. The research method used is a quantitative approach with a survey technique, involving the distribution of questionnaires to 160 respondents selected using stratified sampling. Data analysis was performed using statistical tests with the SPSS analysis tool. The analysis results show that learning facilities have a positive and significant influence on student satisfaction. The coefficient of determination test indicates that 66. 2% of the variation in student satisfaction can be explained by learning facilities, while the remaining 33. 8% is influenced by other factors not examined in this study. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Keywords: Learning Facilities. Student Satisfaction. Tabalong College of Administrative Science PENDAHULUAN Berbagai institusi dalam menjalankan proses bisnis utama haruslah searah dan mempertimbangkan relevansi proses dengan berbagai kebutuhan. Dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi harus terus mengamati kebutuhan mahasiswa sehingga dapat mengantisipasi perubahan dalam menciptakan sebuah kajian strategi, manajemen, dan kebijakan. Untuk selanjutnya dapat diterapkan dalam rangka peningkatan pelayanan jasa pendidikan yang Keberhasilan perguruan tinggi dapat diukur melalui indikator tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pendidikan yang Kepuasan mahasiswa terbentuk dengan adanya persepsi positif dan negatif terhadap proses Kepuasan mahasiswa menggambarkan tingkat harapan dengan kenyataan yang diterima kaitannya dengan proses akademik pada sebuah perguruan tinggi. Perguruan Kenyataan masih banyaknya tingkat kepuasan mahasiswa yang rendah pada perguruan Ketidakpuasan pembelajaran, pelayanan administrasi yang tidak tepat waktu, tidak responsif terhadap keluhan mahasiswa, fasilitas yang tidak lengkap, kebijakan kampus yang kurang menyentuh ranah kebutuhan mahasiswa, kurikulum yang kurang up to date, dan kompetensi dosen yang dirasa kurang menjadi potret umum yang berakibat pada rendahnya Berbagai permasalahan tingkat kepuasan mahasiswa dikelompokkan ke dalam beberapa dimensi, seperti: pelayanan, fasilitas, kebijakan, dan kepemimpinan (Ardana. Lestari. Rahardi. Aggim, & Sanjaya, 2. Kepuasan mahasiswa sering dijadikan tolak ukur penilaian mutu dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Bagian akademik harus memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Pelayanan akademik ini seperti peraturan akademik, kurikulum, perkuliahan, bimbingan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 akademik, praktikum, tugas akhir, penilaian, dan perlengkapan perkuliahan seperti perpustakaan. Wifi. OHP (Over Head Projecto. , parkir, kantin, mushola dan lainnya. Menurut (Isniningtyas, 2. , dalam proses perkuliahan dan pelayanan administrasi yang dirasakan oleh mahasiswa akan mempengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa tersebut sesuai dengan pengalamannya (Ningsih, widari, & artawan, 2. Tingkat kepuasan mahasiswa dapat ditentukan berdasarkan kualitas pelayanan institusi atau perusahaan (Pristiyono. Tingkat kepuasan mahasiswa akan meningkat jika tanggapan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan memberikan penilaian baik atau positif, namun jika memberikan penilaian yang buruk atau negatif maka tingkat kepuasan mahasiswa akan semakin rendah (Bulikia, 2. Kepuasan mahasiswa terhadap universitas memiliki kesejahteraan kelembagaan, individu, dan Menurut argumen institusional, siswa yang puas jauh lebih mungkin untuk bertahan dalam studi mereka dan berhasil secara akademis. Menurut (Sumianti, 2. Berbagai perguruan tinggi kini menganggap bahwa tingkat kepuasan mahasiswa merupakan aspek yang tidak bisa diabaikan dalam mengukur kualitas layanan Hal tersebut dikarenakan perguruan tinggi telah menyadari bahwa aspek kepuasan mahasiswa merupakan hal yang kompetitif dan sebagai konsekuensi logis dari orientasi hukum ekonomi bahwa permintaan dan penawaran suatu lembaga berbasis profit sama halnya dengan perguruan tinggi yang berbasis nonprofit sehingga setiap perguruan tinggi harus menyiapkan strategi agar dapat menarik perhatian calon mahasiswa. Oleh karena itu, adanya kompetisi antar perguruan tinggi dalam suatu wilayah menjadi sangat penting untuk menilai tingkat kepuasan mahasiswa yang kemudian menjadi dasar bagi pimpinan perguruan tinggi untuk merumuskan strategi dan program Berdasarkan fenomena tersebut kita perlu mengetahui terlebih dahulu Menurut (Kotler & ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB keller, 2. Kepuasan mahasiswa adalah sebuah fungsi presepsi atau kesan atas kinerja berada di bawah harapan. Jika kinerja berada di bawah harapan maka pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas. Sedangkan menurut (Tjiptono & Gregorius, 2. kepuasan mahasiswa adalah perasaan senang atau membandingkan antara persepsi terhadap kinerja . suatu produk dengan harapan-harapannya. Adapun menurut (Sutristiani, & Andi, 2. Kepuasan mahasiswa terhadap universitas memiliki kesejahteraan kelembagaan, individu, dan Menurut argumen institusional, siswa yang puas jauh lebih mungkin untuk bertahan dalam studi mereka dan berhasil secara akademis. Kepuasan mahasiswa adalah ukuran seberapa baik universitas memenuhi harapan dan kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa yang merasa bahwa pengalaman pendidikan mereka sesuai atau melebihi harapan mereka akan merasa puas, dan kepuasan ini memiliki dampak positif pada keberhasilan mereka dan reputasi universitas. Berkaitan dengan fenomena tersebut , sampai saat ini apa yang terjadi di lapangan dengan pendapat para ahli dapat dikatakan masih terdapat banyak hal yang perlu di evaluasi lebih lagi dan dapat ditingkatkan lagi. Untuk itu, terlebih dahulu kita mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa dalam lingkup Menurut (Rian & Hafiyusholeh, 2. dalam penelitian yang diangkat yaitu mengenai Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pemilihan Program Studi Matematika Uinsa Surabaya Menggunakan Metode Regresi Logistik Ordinal faktor-faktor mempengaruhi kepuasan mahasiswa adalah: . minat bakat dan . fasilitass pendidikan. Pendapat lain disampaikan oleh (Gustina, 2. (Jumrianti, 2. dimana judul penelitian ini adalah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajarmata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Riau Di Pekanbaru adalah . Kemampuan dan Usaha, . Kecerdasan Intelektual, . Fasilitas JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Belajar dan . Prestasi Belajar. Penelitian terakhir diteliti oleh (Susilo & Sitanggang, 2. dengan judul penelitian yaitu Kecerdasan Emosional. Kualitas Pelayanan, dan Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa STIE GICI Business School memberikan kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah . Kecerdasan Emosional, . Kualitas Pelayanan dan . Fasilitas Belajar. Berdasarkan penelitian yang membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa dapat kita ketahui bersama bahwa, fasilitas belajar menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Fasilitas belajar mempunyai peran agar mempermudah dan melancarkan kegiatan belajar Ada berbagai jenis fasilitas belajar seperti tempat belajar, peralatan tulis, media pembelajaran. dan fasilitas penunjang lainnya (S. R, & Magdalena, 2. Fasilitas yang memadai dengan sendirinya akan menunjang kemampuan siswa itu sendiri baik secara akademik maupun non Bagi mahasiswa fasilitas belajar merupakan sarana pendukung yang dapat memotivasi karena, dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran akan menarik perhatian mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan (Amalia, 2. meski para peneliti tersebut meng-afirmasi jika fasilitas belajar dapat mempengaruhi kepuasan mahasiswa tetapi jika berbicara tentang fakta lapangan atau kenyataan di lapangan masih terdapat kemungkinan jika terdapat variabel lain yang juga ambil andil dalam pemenuhan kepuasan mahasiswa, yang kemudian dapat berpengaruh dalam tingkat kepuasan mahasiswa secara menyeluruh. Kelengkapan fasilitas pendukung proses akademik pada perguruan tinggi tidak selalu berada pada taraf maksimal. Kenyataan pada beberapa perguruan tinggi masih ditemukan minimnya fasilitas, baik dari sarana prasarana maupun program-program pendukung kegiatan akademik. Mahasiswa merasa bahwa kebutuhan akademik mereka kurang terfasilitasi pada kampus tempat menempuh pendidikan. Perguruan tinggi harus dikelola dengan berpedoman pada kepentingan sivitas akademika dan tenaga kependidikan. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berbagai permasalahan fasilitas berdampak pada terbentuknya perasaan tidak puas mahasiswa terhadap kampus dalam menjalankan jasa pendidikan yang dilakukan (Nisrina, 2. Menurut (Saputri. Nadiya, & Amelia, 2. dengan judul penelitian yang diteliti adalah Pengaruh Kinerja Dosen. Kualitas Pelayanan Akademik, dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa secara parsial, kinerja dosen dan fasilitas belajar berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh (Sylviani. Nopiasadi. Alam, & Hijuzaman, 2. adapun judul penelitian ini sendiri yaitu Pengaruh Pelayanan Akademik. Fasilitas dan Kinerja Kampus terhadap Kepuasan Mahasiswa/I di Kabupaten Purwakarta. Dan hasilnya membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa/i. juga kinerja kampus tidak terdapat pengaruh terhadap kepuasan mahasiswa/i serta fasilitas kampus tidak terdapat pengaruh terhadap kepuasan mahasiswa/i. Serta 9 penelitian terakhir dilakukan oleh (Hananto, 2. hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa Kualitas Pengajar memiliki pengaruh signifikan terhadap Motivasi Belajar, sedangkan Fasilitas belajar tidak memiliki pengaruh signifikan. Mahasiswa saat ini memiliki harapan yang tinggi terhadap pengalaman mereka selama masa Mereka menginginkan tidak hanya pendidikan yang berkualitas tetapi juga lingkungan belajar yang memotivasi, inklusif, dan memenuhi kebutuhan mereka secara holistik. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu terus berinovasi dalam menyediakan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan ekspektasi (Prasetyo. Susanto, & Budiantono, 2. menghadapi tantangan yang kompleks ini, evaluasi terhadap fasilitas dan layanan komunikasi menjadi krusial. Perguruan tinggi perlu secara terus-menerus memantau dan mengevaluasi tingkat kepuasan mahasiswa serta mengidentifikasi areaJAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 area di mana perbaikan diperlukan. Dengan pendekatan yang proaktif terhadap perbaikan berkelanjutan, perguruan tinggi dapat memastikan bahwa mereka tetap relevan dan kompetitif dalam memenuhi kebutuhan dan harapan mahasiswa masa kini dan mendatang (Nurmala. Sullaida. , & Damanhur. , 2. Lokasi penelitian yang akan dijadikan tempat penelitian ini adalah Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong yang berlokasi di Komplek Stadion Olahraga Pembataan. Kec. Murung Pudak. Kab. Tabalong. Kalimantan Selatan 71571. Sekolah Ilmu Administrasi Tabalong merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang mengemban tugas dan fungsi perguruan tinggi dalam upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi. Sekolah Ilmu Administrasi Tabalong saat ini baru membuka dua . Program Studi jenjang Strata 1 (S. yakni Prodi Administrasi Publik dan Prodi Administrasi Bisnis. Kedua Prodi sudah melaksanakan akreditasi pendidikan tinggi dengan predikat B. Sekolah Ilmu Administrasi Tabalong berkedudukan di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan sebagaimana perguruan tinggi memikul tugas dan tanggung jawab untuk wilayah maupun di kawasan Nusantara, dengan mengingat pula kedudukannya sebagai bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat Berdasarkan observasi awal penelitian yang di lakukan pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong ditemukan permasalahan terkait fasilitas belajar. Hingga saat ini masih belum ada penelitian yang secara khusus mengeksplorasi terkait dengan pengaruh fasilitas belajar sebagai pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan dengan menganalisis hubungan antara fasilitas belajar dan kepuasan mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong dapat memperoleh pengetahuan konsep dan teori yang ada mengenai fasilitas belajar dan kepuasan mahasiswa. Dengan penelitian ini juga diharapkan dapat memperkuat atau mengoreksi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB teori-teori yang ada dalam literatur yang sudah pernah diteliti. Identifikasi Masalah Secara faktual dan berdasarkan observasi awal yang dilakukan ke Mahasiswa Sekolah Ilmu Administrasi Tabalong, berikut merupakan beberapa identifikasi masalah yang terjadi: Kurangnya motivasi belajar. Keterbatasan sarana dan prasarana. Keterbatasan Kurangnya pembinaan karir dan kesiapan dunia kerja. Fasilitas belajar tidak memadai. Batasan Masalah Penelitian ini difokuskan pada analisis pengaruh fasilitas belajar sebagai bentuk pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Untuk menjaga ketepatan fokus dan kedalaman analisis, penelitian ini hanya membahas fasilitas belajar sebagai variabel independen (X) yang mencerminkan penyediaan layanan publik di bidang pendidikan tinggi, dan kepuasan mahasiswa sebagai variabel dependen (Y) yang merefleksikan respons penerima layanan. Fasilitas belajar yang dimaksud mencakup sarana dan prasarana pendidikan seperti ruang kelas, pencahayaan, perabot, serta perlengkapan pembelajaran yang disediakan oleh institusi. Sementara itu, kepuasan mahasiswa dinilai berdasarkan persepsi mereka terhadap kenyamanan proses belajar, kesesuaian harapan, minat belajar, serta kesediaan untuk merekomendasikan institusi kepada pihak lain. Variabel lain seperti kualitas dosen, sistem administrasi, kurikulum, atau faktor eksternal lainnya tidak dibahas dalam penelitian ini. Pembatasan ini bertujuan agar fokus penelitian tetap relevan dengan konteks pelayanan publik dalam pendidikan, sesuai dengan lingkup kajian Ilmu Administrasi Negara. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat disusun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Apakah terdapat pengaruh fasilitas belajar sebagai bentuk pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong? Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar sebagai bentuk pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong? Tujuan Penelitian Berdasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh fasilitas belajar sebagai bentuk pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Untuk mengetahui besarnya pengaruh tingkat fasilitas belajar sebagai bentuk pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Manfaat Penelitian Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan akan diperoleh informasi yang dapat bermanfaat antara lain: Manfaat Teoritis. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori Ilmu Administrasi Publik dengan memperkaya pemahaman tentang dinamika hubungan antara fasilitas belajar terhadap kepuasan mahasiswa. Manfaat Praktis Akademis: hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada hubungan antara fasilitas belajar sebagai pelayanan publik terhadap kepuasan mahasiswa serta dapat membantu sebagai bahan tambahan bagi literatur akademis yang sudah ada. Perguruan Tinggi: hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong dalam meningkatkan fasilitas belajar sehingga dapat menciptakan lingkungan kampus yang dapat merangsang inovasi dan kreativitas mahasiswanya. KERANGKA TEORI Fasilitas Belajar ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Fasilitas belajar yang mendukung dalam kegiatan belajar siswa dengan proses belajar mengajar yang lebih baik untuk memperoleh motivasi yang diharapkan, dengan adanya fasilitas yang lengkap, maka akan menumbuhkan rasa semangat untuk terus belajar dan mencoba hal baru disekolah dengan rasa bangga. Pemeliharaan fasilitas belajar disekolah merupakan tanggung jawab yang semua pihak bersangkutan tujuannya supaya fasilitas belajar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya dan dijaga dengan baik agar bertahan dengan jangka waktu yang lama (Supriatna & Rahayu, 2. Sedangkan menurut (Hasbi, 2. bahwa fasilitas dalam dunia pendidikan ialah segala sesuatu yang bersifat fisik maupun materil yang dapat memudahkan terselenggaranya proses belajar mengajar, contohnya laboratorium komputer, perpustakaan, tempat pratikum yang menunjang terlaksananya proses belajar mengajar. Fasilitas belajar adalah suatu alat pelengkap untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa maupun guru tujuannya yaitu untuk memperlancar ataupun memudahkan proses pembelajaran yang akan dilakukan. Fasilitas belajar juga sangat berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar karena semakin lengkap fasilitas yang dimiliki maka akan mempermudah kegiatan belajar Menurut (Setiani & Ramafrizal, 2. fasilitas sangat menunjang untuk berjalannya kegiatan belajar mengajar maka fasilitas sarana dan prasarana tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam proses belajar. Karena, tanpa adanya fasilitas belajar maka tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran ditambah lagi kreativitas dan aktivitas siswa dalam belajar akan menurun. Maka dari itu perlu adanya dorongan yang membuat Menurut The Liang Gie . alam (Jannah, 2. ) terdapat tiga aspek dalam fasilitas belajar. Sumber Belajar Sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat digunakan untuk memberikan informasi maupun berbagai JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 keterampilan kepada murid maupun guru. Demikian pada alat permainan termasuk salah satu sumber belajar. Sumber belajar (Learning resource. adalah semua sumber berupa data, orang dan wujud tertentu dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi Alat Belajar Alat belajar berfungsi untuk membantu siswa belajar guna meningkatkan efesiensi dalam belajar, sedangkan media pengajaran dapat diartikan Ausebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, rangsangan pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Pendukung Belajar Fasilitas pendukung berupa gedung, terkhusus ruang kelas yang digunakan dalam pembelajaran Gedung sekolah sangat berpengaruh terhadap suasana Keadaan kelas yang bersih, baik dan memenuhi syarat kesehatan jauh lebih menguntungkan murid atau guru dibandingkan kelas yang buruk, kotor, dan tidak memenuhi syarat kesehatan. Serta kondisi tempat belajar yang ada dirumah yang lengkap untuk menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Menurut (Gie, 2. dalam (Anuar & Kasiono, 2. mengatakan bahwa macam macam indikator fasilitas belajar sebagai berikut : Ruang atau tempat belajar yang baik. Salah satu syarat untuk dapat belajar dengan baik adalah tersedianya ruang atau tempat Dengan ruang atau tempat belajar yang memadai dan nyaman untuk belajar maka siswa akan merasa senang dalam mengikuti pelajaran. Tempat mempertimbangkan penerangan dan sirkulasi udara yang baik. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Penerangan Cahaya Suatu tempat belajar yang baik harus memiliki penerangan cahaya yang cukup. Penerangan yang baik adalah yang tidak berlebihan dan tidak kurang, melainkan memadai untuk dapat belajar sebaikbaiknya. Perabotan belajar yang lengkap. Perabotan yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar yang baik, diantaranya yaitu meja belajar, kursi belajar dan lemari buku serta kemungkinan perabotan lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Perlengkapan belajar yang efesien Perlengkapan belajar adalah sebagai kegiatan dari sistem yang harus ada agar kesatuan sistem kegiatan dapat terlaksana dengan sempurna dan terarah ke tujuan yang dilakukan. Kekurangan alat, ketiadaan atau kurang tepat alat yang dipergunakan akan mengurangi sempurnanya efisiensi maupun efektifitas kegiatan atau bahkan berhenti sama Syarat yang lain dalam kegiatan belajar mengajar yaitu buku-buku pegangan. Kepuasan Mahasiswa Kepuasan merupakan tingkatan rasa seseorang setelah mencocokan hasil yang didapat dengan yang diharapkan (Sugara dan Dewantara 2. Jika hasil tidak sesuai dengan harapan, maka tidak Jika hasil sesuai harapan maka puas. Dan jika hasil lebih dari harapan maka sangat puas. Kepuasan pelanggan adalah seorang pelanggan yang memiliki rasa senang atau kecewa yang berasal dari kesannya terhadap hasil suatu produk dengan harapannya (Winarsih. Bachri, and Yulianto, 2. Mahasiswa dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah orang yang mengikuti pembelajaran pada perguruan tinggi (Widawati and Siswohadi, 2. Mahasiswa dapat dikatakan sebagai pelanggan karena mahasiswa membayar jasa agar dapat pendidikan dalam menuntut ilmu. Sehingga kepuasan mahasiswa adalah perasaan puas terhadap pembelajaran pada perguruan tinggi terhadap harapan yang menjadi kebutuhannya, harapan ini pada proses pendidikan. Seperti faislitas, pelayanan, kualitas dosen, dan lainnya (Widawati and Siswohadi 2. Menurut tjiptono kepuasan atau ketidakpuasan adalah respon JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 pelanggan terhadap evaluasi ketidakpuasan . yang dirasakan antara harapan sebelumnya atau harapan kinerja lainnya dan kinerja actual produk yang dirasakan setelah Dalam menyatakan pada dasarnya tujuan dari suatu perusahaan jasa adalah untuk menciptakan para mahasiswa/i (Tjiptono, 2014: . antara lain sebagai berikut: Reputasi perusahaan atau kampus semakin positif dimata masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya. Terjalin relasi hubungan jangka panjang antara perusahaan atau kampus dengan para mahasiswa/i. Dapat mendorong terciptanya loyalitas mahasiswa/i. Terjadinya rekomendasi dari mulut ke mulut yang positif, berpotensi menarik mahasiswa baru dan menguntungkan bagi perusahaan atau Meningkatkan volume marketing/iklan dan keuntungan/laba. Didalam suatu kepuasan mahasiswa yang disediakan dapat memenuhi tingkat pemakaian yang memberikan kenyamanan mahasiswa yang mengunakan produk dan jasa maka menurut Tjiptono . 4: . indikator pembentuk kepuasan mahasiswa terdiri dari beberapa yaitu: Kepuasan Mahasiswa Secara Keseluruhan. Mahasiswa ditanya secara langsung seberapa puas mereka terhadap pelayanan yang telah diberikan kampus, apakah mereka merasa puas terhadap pelayanan dan kualitas yang ada Kesesuaian Harapan Mahasiswa Merupakan tingkat kesesuaian antara kinerja karyawan yang diharapkan oleh Mahasiswa dengan yang dirasakan oleh Mahasiswa. Sehingga mahasiswa merasa nyaman dengan pelayanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak karyawan. Minat Belajar Mahasiswa Merupakan kesediaan mahasiswa untuk belajar dan dorongan dalam diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang dapat membuat mahasiswa tertarik dan senang, dalam melakukan sistem pembelajaran ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB sehingga mahasiswa merasa puas dan terkesan dalam mengikut sistem pembelajaran dan menaruh positif terhadap minat belajar mahasiswa lainnya. Kesediaan Mahasiswa Untuk Merekomendasikan Kesediaan merekomendasikan kampus tersebut kepada teman atau keluarga untuk menimba ilmu, skill dan pelatihan atau menggunakan jasa dari kampus Kerangka Konseptual Gambar. Kerangka Konseptual Sumber: Data diolah 2025 X: Variabel Bebas (Independe. yaitu Fasilitas Belajar. Y: Variabel Terikat (Depende. yaitu Kepuasan Mahasiswa. Hipotesis : Terdapat pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. : Tidak terdapat pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Metode analisis pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan suatu objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi, tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan yang dapat digeneralisasi menurut . ugiyono, 2. metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk memeriksa populasi atau sampel tertentu dan mengumpulkan data menggunakan alat penelitian, menganalisis data kuantitatif atau statistik dengan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Dalam penelitian ini, penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Lokasi Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong yang berlokasi di Komplek Stadion Olahraga Sarabakawa Pembataan TanjungTabalong. Kabupaten Tabalong. Kalimantan Selatan,71571. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang mengemban tugas dan fungsi perguruan tinggi dalam upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi. Populasi dan Sampel Populasi menurut (Sugiyono, 2. , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Adapun populasi yang digunakan pada penelitian ini, yaitu seluruh mahasiswa aktif Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong pada tahun 2025, yang berjumlah sebanyak 626 mahasiswa. Teknik yang digunakan dalam penentuan populasi ini adalah cluster sampling, karena mahasiswa tersebar dalam beberapa program studi dan jenjang semester. Menurut (Arikunto. Pengembangan Instrumen Penelitian dan Penilaian Program, 2. sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Menurut (Arikunto. Pengembangan Instrumen Penelitian dan Penilaian Program, 2. mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sampel penelitian. tetapi jika subjeknya lebih dari 100 maka dapat diambil 10-15% atau 1525%. Berdasarkan pernyataan tersebut dikarenakan jumlah mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong berjumlah lebih dari 100 orang atau berjumlah 626 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Mahasiswa, maka pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah 25% dari populasi yang Sehingga untuk sampel dengan jumlah 626 X 25% = 156. 5 atau dibulatkan menjadi 160. Sumber Data Sumber data dalam penelitian merupakan faktor yang sangat penting, karena sumber data menyangkut kualitas hasil penelitian. Sumber Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data Primer dan data sekunder. Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan berupa kuesioner kepada responden atau mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Adapun penyusunan kuesioner ini bertujuan untuk mengumpulkan fakta dilapangan berupa data yang dibutuhkan mengenai Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong . Teknik Analisis Data Uji Validitas Menurut (Hatmawan & Riyanto, 2. , validitas adalah pengukuran untuk menunjukkan apakah suatu instrumen penelitian dikatakan valid atau layak untuk digunakan, adapun pengujian validitas mengarah pada seberapa jauh suatu instrumen dapat menjalankan fungsinya. Instrumen dikatakan layak apabila dapat dengan tepat mengukur hal yang ingin diukur. Untuk menghitung uji validitas dapat digunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: rxy = Koefisien korelasi antara skor butir dan skor N = Jumlah subyek penelitian Ocx = Jumlah skor butir Ocy = Jumlah skor total Ocxy = Jumlah perkalian antara skor butir dengan skor total Ocx2 = Jumlah kuadrat skor butir Ocy2 = Jumlah kuadrat skor total Bila rhitung Ou rtabel dan bernilai positif, artinya instrumen tersebut valid. Sedangkan, bila rhitung < JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 rtabel atau bernilai negatif, artinya instrumen tersebut tidak valid. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur yang digunakan, di mana akan selalu didapatkan hasil yang sama setiap alat ukur tersebut digunakan (Hatmawan & Riyanto, 2. Menurut Ghozali dalam (Hatmawan & Riyanto, 2. , uji reliabilitas dilihat dari nilai Cronbach Alpha (), di mana suatu variabel dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha () > 0,60 dan untuk menghitungnya dapat menggunakan rumus berikut: Keterangan: = Reliabilitas instrumen yua = Varians total = Banyak butir pertanyaan Oc yuayca = Jumlah varian butir Uji Normalitas Menurut (Ghozali I. , 2. uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel residual berdistribusi secara normal dalam suatu model Model regresi yang baik mempunyai variabel residual yang berdistribusi secara normal. Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji One Kolmogorov-Smirnov dengan pendekatan Monte Carlo. Menurut (Ghozali I. , 2. , hipotesis uji normalitas One Kolmogorov-Smirnov, sebagai berikut: H0: Data residual berdistribusi secara normal Ha: Data residual berdistribusi secara tidak normal. Dasar pengambilan keputusan atas uji normalitas sebagai berikut: Jika Signifikan . -taile. < 0,05, maka tolak H0, artinya variabel residual berdistribusi secara tidak normal. Jika Signifikan . -taile. > 0,05, maka tidak tolak H0, artinya variabel residual berdistribusi secara normal. Uji Hipotesis Setelah melakukan uji kualitas data uji asumsi klasik maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan uji hipotesis. Uji ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB hipotesis pada dasarnya merupakan metode pengambilan keputusan yang didasarkan pada analisis data. Dalam penelitian ini akan dilakukan uji hopotesis yang meliputi uji t . ji parsia. Menurut (Sugiyono, 2. uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai probabilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,05 . %) maka suatu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Kriteria pengujian: Ho diterima dan H1 ditolak jika nilai probabilitas > tingkat signifikansi . Ho ditolak dan H1 diterima jika nilai probabilitas < tingkat signifikansi . Uji Regresi Sederhana Menurut (Ghozali I. , 2. dalam analisis regresi, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukan arah hubungan antara variabel dependen dengan Variabel diasumsikan random/stokastik, yang berarti mempunyai distribusi probabilistik. Variabel independen/bebas diasumsikan memiliki nilai tetap . alam pengambilan sampel yang terulan. Persamaan regresi linear sederhana adalah sebagai = yu bX Keterangan: = Nilai Prediksi dari variabel Y berdasarkan nilai a = titik potong Y. merupakan nilai bagi Y ketika X=0 b = kemiringan atau slope atau perubahan rata Ae rata dalam Y untuk setiap perubahan dari satu unit X, baik berupa peningkatan maupun penurunan X = nilai variabel X dipilih Uji Koefisien Determinasi Pengujian koefisien determinasi (R Squar. digunakan untuk mengukur persentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap naik turunya variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai dengan satu . O R Square O . yang berarti bahwa bila R Square = 0 berarti menunjukan tidak adanya pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, dan bila R Square mendekati 1 menunjukan bahwa JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif Fasilitas Belajar (X) Sumber : Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pada Tabel 4. 4 yang menyajikan statistik deskriptif variabel Fasilitas Belajar (X), diketahui bahwa seluruh item pertanyaan memperoleh jumlah data yang valid sebanyak 160 responden. Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan yang menarik. Item X3, yang menyatakan "Lingkungan belajar saya terbebas dari gangguan suara", memperoleh nilai rata-rata . tertinggi yaitu sebesar 28,375. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden merasa bahwa lingkungan belajar mereka cukup kondusif dan relatif bebas dari gangguan suara. Sebaliknya, terdapat beberapa item dengan nilai rata-rata yang relatif rendah, yakni X14 dan X12. Item X14 yang menyatakan "Jumlah perabot belajar mencukupi" memperoleh mean sebesar 18,250, sedangkan X12 yang menyatakan "Ketersediaan fasilitas belajar yang memadai" memiliki mean sebesar 20,312. Nilai rata-rata yang rendah pada kedua item ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketidakpuasan mahasiswa terhadap kelengkapan perabot serta ketersediaan fasilitas belajar yang ada di kampus. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Tabel 2. Statistik Deskriptif Kepuasan Mahasiswa (Y) Sumber : Data diolah 2025 Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa item Y8 dengan pertanyaan "Kondisi fasilitas belajar saya sangat memadai" dan item Y9 dengan pertanyaan "Dosen mengajar dengan cara yang sesuai harapan saya" memiliki nilai tertinggi dengan mean sebesar 25,500 dan 23,562. Sementara itu, item Y15 dengan pertanyaan "Saya berusaha meningkatkan prestasi akademik saya" memiliki nilai terendah dengan mean sebesar 17,750. Pengujian Instrumental Penelitian Uji Validitas ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tabel 3. Tabel Hasil Uji Validitas Fasilitas Belajar (X) Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan tabel 3 diatas mengenai hasil uji validitas pada variabel Fasilitas Belajar (X) yang terdiri dari 20 item pertanyaan terhadap 162 responden dapat diketahui bahwa seluruh item pertanyaan tersebut memiliki nilai pearson correlation . > nilai r tabel. Hal ini sesuai dengan kriteria penilaian uji validitas menurut (Sugiyono, 2. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan yang akan diukur oleh kuesioner Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel Fasilitas Belajar (X) adalah valid. Table 4. Tabel Hasil Uji Validitas Kepuasan Mahasiswa (Y) JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan data tabel 4 diatas mengenai hasil uji validitas pada variabel Kepuasan Mahasiswa (Y) yang terdiri dari 20 pertanyaan terhadap 160 responden, dapat diketahui bahwa seluruh item pertanyaan tersebut memiliki nilai pearson correlation . > nilai r tabel. Hal ini sesuai dengan kriteria penilaian uji validitas menurut (Sugiyono, 2. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa, seluruh item pertanyaan pada variabel Kepuasan Mahasiswa (Y) adalah valid. Uji reliabilitas Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Fasilitas Belajar (X) CronbachAos Alpha N of Items Keteranga 0,933 Reliabel Sumber: Data diolah 2025 Pada kolom cronbach Alpha terdapat angka 0,933 untuk variabel Fasilitas Belajar (X) yang artinya hasil perhitungan reliabilitas lebih besar dari 0,60 . ,925 > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pertanyaan dalam variabel Fasilitas Belajar (X) reliabel. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tabel 6. Hasil Mahasiswa (Y) Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha N of Items Keteranga 0,931 Reliabel Kepuasan Sumber: Data diolah 2025 Pada kolom Cronbach Alpha terdapat angka 0,800 untuk variabel Kepuasan Mahasiswa (Y) yang artinya hasil perhitungan reliabilitas lebih besar dari 0,60 . ,800 > 0,. , sehingga dapat dinyatakan bahwa seluruh pertanyaan dalam variabel Kepuasan Mahasiswa (Y) adalah reliabel. Uji Regresi Linear Sederhana Adapun hasil dari uji analisis regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Sumber: Data diolah 2025 Dari output yang didapatkan model persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Y = 6,994 0,845 Perubahan diatas merupakan pertambahan bila b bertanda positif dan penurunan apabila b bertanda negatif. Hasil persamaan diatas diketahui konstanta sebesar 6,994 yang menunjukan bahwa jika variabel Fasilitas Belajar bernilai nol atau tetap maka akan meningkatkan Kepuasan Mahasiswa sebesar 6,994%. Nilai koefisien Disiplin Kerja sebesar 0,249 bernilai positif. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap terjadinya peningkatan pada Disiplin Kerja sebesar 1 kali maka tingkat Produktivitas Kerja meningkat sebesar 2,49%. Ujian Hipotesis (Uji-. Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan Tabel 8. nilai thitung sebesar 17,551 lebih besar dari nilai ttabel 3,091 . ,551 > 3,. dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa, karena nilai thitung > nilai ttabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Koefisien Determinasi Table 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Sumber : Data diolah 2025 Dari hasil tabel 9. menjelaskan bahwa besarnya nilai hubungan (R) yaitu sebesar 0,814. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,662 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,660. Besarnya pengaruh Fasilitas Belajar terhadap kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong adalah sebesar 66,2%, sisanya 33,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Artinya variable Fasilitas Belajar (X) mempunyai hubungan yang kuat dengan variabel Kepuasan Mahasiswa (Y). Besarnya pengaruh diambil dari nilai Adjusted R Square karena sampel lebih dari (Arikunto. Pengembangan Instrumen Penelitian dan Penilaian Program, 2. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis SPSS 27. Hasil analisis statistic deskriptif terhadap item pertanyaan Fasilitas Belajar (X) yang telah dikumpulkan. X3 dengan pertanyaan Aulingkungan belajar saya terbebas dari gangguan suaraAy memiliki nilai tertinggi dengan mean sebesar 3,1. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa lingkungan belajar mereka cukup bebas dari gangguan suara, meskipun mungkin tidak sepenuhnya ideal bagi semua orang. Item X14 dengan pertanyaan Aujumlah perabot belajar mencukupiAy dan X18 dengan pertanyaan Aualat bantu seperti papan tulis tersedia dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berfungsi dengan baikAy memiliki nilai terendah dengan mean keduanya sebesar 2,0. Dalam hal ini berarti sebagian besar responden merasa bahwa jumlah perabot belajar tidak mencukupi dan alat bantu seperti papan tulis tidak tersedia atau tidak berfungsi dengan baik dalam lingkungan belajar Ini menjadi area penting yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti. Sementara hasil analisis statistic deskriptif terhadap item pernyataan variabel Kepuasan Mahasiswa (Y) yang telah dikumpulkan. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa item Y8 dengan pertanyaan Audosen mengajar dengan cara yang sesuai harapan sayaAy dan Y10 dengan pertanyaan Ausaya mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan harapan sayaAy memiliki nilai tertinggi dengan mean sebesar 2,6. Nilai mean 2,6 untuk kedua pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa meskipun merupakan nilai mean tertinggi, responden secara umum masih cenderung tidak setuju atau berada di ambang tidak setujuan bahwa pengajaran dosen dan pengalaman belajar mereka sesuai dengan harapan mereka. Ini merupakan indikator penting bahwa ada ruang besar untuk perbaikan dalam kedua aspek tersebut. dan item Y15 dengan pertanyaan AuSaya berusaha meningkatkan prestasi akademik sayaAy memiliki nilai terendah dengan mean sebesar 2,0. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden cenderung tidak merasa bahwa mereka sedang aktif berusaha meningkatkan prestasi akademik mereka. Berdasarkan hasil Uji regresi linear sederhana dapat dilihat dari coefficients diperoleh hasil analisis regresi linear sederhana, koefisien untuk variabel Fasilitas Belajar (X) sebesar 0,845 dengan kosntanta 6,994 model persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 6,994 0,845. Persamaan ini diinterpretasikan konstanta . 6,994 nilai konstanta bersifat positif artinya jika tidak terjadi perubahan variabel independent . ilai X adalah . , maka nilai variabel dependen (Y) atau Kepuasan Mahasiswa adalah sebesar 6,994. Sementara koefisien b: 0,845 bersifat positif, artinya jika Fasilitas Belajar mengalami kenaikan satu nilai maka akan meningkatkan Kepuasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Hasil uji hipotesis . diperoleh nilai statistic uji t variabel Disiplin Kerja (X) sebesar 17,597 dengan signifikansi 0,000. Untuk mengetahui nilai tabel maka digunakan rumus ttabel = n-k-1, n merupakan jumlah sampel dan k merupakan jumlah variabel independen. Maka t = 160-1-1 yang artinya 158, sehingga didapat nilai ttabel sebesar 1,661. Maka dapat dilihat bahwa nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara variabel Fasilitas Belajar (X) terhadap variabel Kepuasan Mahasiswa (Y) pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong. Hasil uji koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Fasilitas Belajar (X) terhadap Kepuasan Mahasiswa (Y) menggunakan Koefisien Determinasi (KD). Hasilnya menjelaskan bahwa besarnya nilai hubungan (R) yaitu sebesar 0,814. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,662 dan nilai Adjusted R Square sebesar 0,660. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa cukup berpengaruh dengan nilai thitung sebesar 17,597 lebih besar dari ttabel 1,661 . ,597 > 1,. dengan nilai signifikansi 0,000 lebih keci dari 0,05 . ,000 < 0,. karena nilai thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Ada pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa. Besarnya pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong sebesar 66,2%, sisanya 33,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong dengan analisis ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB hasil penelitian diatas maka dapat disarankan sebagai berikut: Variabel Fasilitas Belajar untuk indikator Tools item X14 dengan pertanyaan Aujumlah perabot belajar mencukupiAy dan X18 dengan pertanyaan Aualat bantu seperti papan tulis tersedia dan berfungsi dengan baikAy memiliki nilai terendah dengan mean keduanya sebesar 2,0. Dari kedua item pertanyaan tersebut saran penulis yaitu pihak kampus dapat melakukan beberapa hal seperti, melakukan asesmen kebutuhan yang komprehensif, pengadaan perabot belajar yang mencukupi, peningkatan ketersediaan dan fungsi alat bantu belajar, pemeliharaan dan perawatan rutin serta evaluasi yang berkelanjutan perlu untuk di jadikan atensi untuk dapat memberikan kepuasan mahasiswa yang ideal. Variabel Fasilitas Belajar pada item pertanyaan ketiga memiliki nilai tertinggi yaitu pada Lingkungan belajar saya terbebas dari gangguan suara. Melihat data nilai yang tinggi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar lingkungan belajar mereka relatif bebas dari gangguan suara, dan ini berpotensi menjadi faktor positif yang berkontribusi pada kepuasan Sebaliknya, jika nilai meannya rendah, itu menandakan adanya masalah gangguan suara yang perlu diatasi untuk meningkatkan kenyamanan dan potensi kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian menyatakan variabel Fasilitas Belajar terhadap Kepuasan Mahasiswa. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya Fasilitas Belajar dalam mencapai tujuan Upaya peningkatan fasilitas belajar memerlukan komitmen jangka panjang, kolaborasi antara berbagai pihak, dan fokus pada penciptaan lingkungan belajar yang optimal untuk mendukung keberhasilan Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas variabel yang diteliti dan menentukan fokus yang lebih besar atau berbeda serta menggunakan sampel penelitian JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 yang lebih besar atau sampel yang berbeda untuk memperoleh hasil yang komperhensif. DAFTAR PUSTAKA