JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik Melalui Optimalisasi Administrasi Pelayanan di RSUP Dr. Johannes Leimena Dilly Ardiany Sukur1*. Mohamad Arsad Rahawarin1. Hendry Selanno1 Magister Administrasi Publik. Universitas Pattimura. Ambon. Indonesia *Corresponding author email: dillyardiany@gmail. Article Info Article history: ABSTRACT Received Augustus 18, 2025 Approved November 16, 2025 Keywords: Service Administration. Student Compliance. Clinical Practice This study aims to formulate strategies to improve studentsAo compliance during clinical practice through optimizing service administration at RSUP dr. Johannes Leimena. Ambon. A qualitative approach was applied using in-depth interviews, observation, and documentation, involving 17 respondents from hospital staff, academics, and health community representatives. The findings reveal that well-structured and transparent administration plays a crucial role in creating an orderly, efficient clinical environment that supports studentsAo professional character development. Factors contributing to low compliance include a lack of understanding of discipline, weak supervision, unclear administrative workflows, low motivation, and unpreparedness for complex clinical Optimization strategies include implementing digital systems, providing clear SOP guidelines, and conducting administrative training before clinical rotations. These efforts are effective in fostering orderliness, discipline, and professional readiness among students. The study highlights the importance of collaboration between educational institutions and hospitals in developing modern, accountable, and sustainable administrative systems. The findings are expected to serve as a foundation for building a more effective and adaptive clinical learning model that prepares competent healthcare professionals to meet future challenges. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan kepatuhan peserta didik dalam pelaksanaan praktik klinik melalui optimalisasi administrasi pelayanan di RSUP dr. Johannes Leimena. Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan 17 responden yang terdiri dari pegawai rumah sakit, akademisi, dan perwakilan komunitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pelayanan yang terstruktur dan transparan memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan praktik yang tertib, efisien, dan mendukung pembentukan karakter profesional peserta Faktor penyebab rendahnya kepatuhan meliputi kurangnya pemahaman mengenai kedisiplinan, lemahnya supervisi pembimbing, ketidakjelasan alur administrasi, serta rendahnya motivasi dan ketidaksiapan menghadapi situasi klinis yang kompleks. Optimalisasi administrasi dapat dilakukan melalui penerapan sistem digital, penyediaan panduan SOP yang jelas, dan pelatihan administratif sebelum praktik dimulai. Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan keteraturan, kedisiplinan, serta kesiapan profesional peserta didik. Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mengembangkan sistem administrasi yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan model pembelajaran praktik klinik yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan tenaga kesehatan masa depan. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2585 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Sukur. Rahawarin. , & Selanno. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik Melalui Optimalisasi Administrasi Pelayanan di RSUP Dr. Johannes Leimena. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 2584Ae2593. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Administrasi pelayanan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) merupakan komponen penting dalam mendukung kelancaran operasional dan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat (Maulana, n. Administrasi pelayanan mencakup berbagai aspek, mulai dari pendaftaran pasien, pengelolaan rekam medis, penjadwalan pelayanan medis, hingga pengaturan sistem rujukan (Widowati, 2. Dengan sistem administrasi yang baik, proses pelayanan menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh pasien. Selain itu, administrasi yang tertata juga mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data (ROZAK. Rumah Sakit Umum Pusat dr. Johannes Leimena, disingkat sebagai RSUP dr. Leimena, adalah sebuah rumah sakit umum pusat tipe B yang terletak di Ambon. Maluku. Dibuka pada 2019, rumah sakit ini merupakan rumah sakit umum pusat ke-34 di Indonesia serta rumah sakit rujukan tertinggi di Maluku (Chidayatiningsih et al. , 2. Nama rumah sakit ini berasal dari dr. Johannes Leimena. Pahlawan Nasional dari Maluku yang memangku jabatan menteri kesehatan selama 21 tahun berturut-turut. Salah satu bentuk tanggung jawab Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dalam mendukung dunia pendidikan adalah dengan menerima peserta didik untuk melaksanakan praktik klinik sebagai bagian dari proses pembelajaran profesional mereka (Sakir, 2. Sebagai rumah sakit rujukan dengan fasilitas dan tenaga medis yang lengkap. RSUP berperan penting dalam memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah (Firdausi et al. , 2. Melalui praktik klinik, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan klinis, memahami etika pelayanan, serta membiasakan diri dengan standar operasional di lingkungan rumah sakit. Dengan menyediakan tempat praktik, bimbingan, dan lingkungan belajar yang kondusif. RSUP turut berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja (Qoiriyah et al. , 2. (Sakir & Arni, 2. Kepatuhan peserta didik dalam pelaksanaan praktik klinik merupakan aspek penting dalam pembentukan profesionalisme di bidang kesehatan. Praktik klinik tidak hanya bertujuan untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan etika kerja (Nugrahani, 2. Tingkat kepatuhan peserta didik dalam menjalankan kegiatan praktik mencerminkan sejauh mana mereka mampu memahami dan menerapkan standar operasional yang berlaku di lingkungan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kepatuhan perlu menjadi perhatian serius bagi institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan (Fatimah & Ilyas, 2. Fenomena rendahnya kepatuhan peserta didik dalam pelaksanaan praktik klinik masih sering dijumpai di RSUP dr. Leimena. Rendahnya kepatuhan ini dapat terlihat dari beberapa indikator, seperti keterlambatan hadir, tidak mengikuti prosedur administrasi dengan benar, kurangnya inisiatif dalam melaksanakan tugas, hingga tidak mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2586 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pentingnya disiplin dalam praktik, lemahnya pengawasan dari pembimbing, serta sistem administrasi yang belum berjalan optimal. Selain itu, motivasi belajar yang menurun dan kurangnya kesiapan mental untuk menghadapi situasi klinis yang kompleks juga turut berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kepatuhan (Rahayu, 2. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada mutu pembelajaran, keselamatan pasien, dan citra institusi pendidikan maupun rumah sakit yang bersangkutan (Kyhkynen, 2. Beberapa penelitian terkait dengan kepatuhan peserta didik sebagaimana dilakukan. Namun demikian, penelitian tersebut berada dalam ranah ilmu pendidikan, belum ada yang mengkaji dalam ranah ilmu administrasi publik. Padahal, salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kepatuhan peserta didik adalah melalui optimalisasi administrasi pelayanan Administrasi yang tertata dengan baik akan memberikan kejelasan alur dan prosedur, sehingga peserta didik dapat menjalani praktik secara sistematis dan terarah. Administrasi yang baik mencakup informasi yang lengkap dan mudah diakses, pengelolaan dokumen yang efisien, serta pencatatan kegiatan yang akurat. Dengan sistem administrasi yang mendukung, peserta didik akan lebih mudah memahami kewajiban mereka serta menjalankan praktik sesuai aturan yang berlaku (Ocha, 2. Optimalisasi administrasi pelayanan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penerapan sistem digital untuk pencatatan kegiatan praktik, penyediaan buku panduan atau SOP, serta pemberian pelatihan administratif sebelum peserta turun ke lapangan. Sistem yang jelas dan efisien membantu peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif seperti logbook, laporan kegiatan, dan absensi praktik. Kebiasaan tertib dalam hal administrasi ini juga membentuk karakter disiplin yang penting dalam dunia kerja di bidang kesehatan (Asmadi et al. Selain sistem yang tertata, dukungan dari pembimbing akademik dan pembimbing klinik juga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan peserta didik. Kolaborasi yang baik antar pembimbing akan menghasilkan arahan yang konsisten dan memudahkan peserta didik dalam memahami serta menjalankan praktik klinik. Apabila terjadi kendala atau pelanggaran, pembimbing dapat segera memberikan tindak lanjut yang tepat untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan sesuai tujuan (Sugiarti et al. , 2. Dengan demikian, optimalisasi administrasi pelayanan praktik klinik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepatuhan peserta didik. Sistem administrasi yang baik bukan hanya mendukung kelancaran kegiatan praktik, tetapi juga membentuk sikap profesional yang akan dibawa peserta didik ke dunia kerja. Untuk itu, perlu adanya kerja sama yang erat antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan dalam menciptakan sistem administrasi yang tertib, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini penting untuk merumuskan model strategi peningkatan kepatuhan peserta didik dalam pelaksanaan praktik klinik melalui optimalisasi administrasi pelayanan di RSUP Johannes Leimena. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait strategi peningkatan kepatuhan peserta didik dalam pelaksanaan praktik klinik melalui optimalisasi administrasi pelayanan di RSUP dr. Johannes Leimena. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali makna di balik ekspresi, pemikiran, dan pandangan para responden secara komprehensif. Dengan demikian, hasil Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2587 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . penelitian diharapkan mampu memberikan deskripsi yang holistik mengenai fenomena sosial yang terjadi, termasuk faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat kepatuhan peserta Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu April hingga Juni 2025, di RSUP dr. Johannes Leimena. Sumber data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer mencakup opini, persepsi, dan informasi dari responden, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen, laporan, serta catatan administratif yang relevan. Data utama berupa kata-kata dan tindakan responden dicatat melalui wawancara, observasi, perekaman, maupun dokumentasi visual untuk mendukung validitas temuan penelitian. Fokus penelitian diarahkan pada upaya merumuskan strategi peningkatan kepatuhan peserta didik selama praktik klinik dengan mengoptimalkan administrasi pelayanan di rumah Responden meliputi 5 pegawai RSUP dr. Johannes Leimena, 5 akademisi di bidang administrasi publik, 5 akademisi di bidang kesehatan, serta 2 perwakilan komunitas pemerhati Pemilihan responden ini mempertimbangkan keahlian dan keterlibatan mereka dalam isu yang diteliti. Data dikumpulkan menggunakan tiga teknik utama, yaitu wawancara, observasi, dan Wawancara dilakukan secara mendalam dengan informan kunci yang memiliki kompetensi atau informasi relevan. Observasi lapangan digunakan untuk melihat secara langsung dinamika pelaksanaan praktik klinik dan proses administrasi. Sementara itu, dokumentasi dilakukan dengan menelaah berbagai arsip, catatan, maupun literatur terkait yang mendukung analisis penelitian ini. Analisis data menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi yang tepat. Proses ini dilakukan dengan membandingkan alternatif strategi secara berpasangan untuk mendapatkan skala prioritas relatif. Hasil kuesioner dari responden dianalisis untuk menguji konsistensi jawaban menggunakan rasio inkonsistensi. Jika nilai rasio inkonsistensi melebihi 0,1, maka dilakukan revisi atau pengulangan analisis, bahkan mengeluarkan responden yang tidak konsisten dari proses analisis. Definisi operasional dalam penelitian ini mencakup empat kategori. Faktor internal kekuatan meliputi potensi positif di dalam institusi yang mendukung peningkatan kepatuhan. Faktor internal kelemahan adalah hambatan internal yang mengurangi efektivitas strategi. Faktor eksternal peluang mencakup kondisi eksternal, seperti kebijakan atau teknologi, yang bisa Sedangkan faktor eksternal ancaman adalah situasi eksternal yang berpotensi menghambat atau menggagalkan implementasi strategi peningkatan kepatuhan peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Administrasi Pelayanan yang Optimal Administrasi pelayanan yang terstruktur dengan baik di RSUP dr. Johannes Leimena memiliki peran krusial dalam menunjang kelancaran praktik klinik peserta didik. Administrasi yang jelas dan mudah diakses memungkinkan peserta memahami setiap tahapan yang harus dijalani, mulai dari proses registrasi, pengelolaan dokumen praktik, hingga pelaporan hasil Hal ini menciptakan alur kerja yang lebih teratur dan mengurangi potensi kesalahan administrasi yang dapat menghambat proses pembelajaran. Selain itu, sistem administrasi yang transparan membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja profesional di rumah sakit. Mereka dapat melihat bagaimana prosedur administratif yang rapi berkontribusi pada kelancaran pelayanan kesehatan. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2588 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pembiasaan ini bukan hanya membentuk karakter disiplin, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab yang esensial dalam dunia kesehatan. Dengan demikian, administrasi pelayanan yang optimal tidak hanya mendukung kegiatan praktik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran soft skills yang sangat penting. Efisiensi administrasi juga mempermudah tenaga pembimbing dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja peserta didik. Data yang terdokumentasi dengan baik memudahkan identifikasi kendala yang dihadapi peserta selama praktik. Misalnya, logbook dan catatan kehadiran yang tercatat secara sistematis memberikan gambaran jelas terkait konsistensi peserta dalam menjalankan tugasnya. Dengan informasi ini, pembimbing dapat memberikan intervensi atau arahan yang lebih tepat sasaran. Lebih jauh, sistem administrasi yang terkelola dengan baik juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Data praktik yang tersusun rapi dapat dianalisis untuk melihat tren, seperti tingkat kepatuhan peserta, efektivitas pembimbingan, dan area yang memerlukan Hasil analisis ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi rutin bagi rumah sakit dan institusi pendidikan untuk mengembangkan strategi peningkatan mutu praktik klinik. Administrasi yang optimal juga mengurangi kebingungan atau kesalahpahaman yang mungkin dialami peserta didik selama menjalani praktik. Dengan panduan dan informasi yang jelas, peserta dapat lebih fokus pada pengembangan keterampilan klinis dan penguasaan prosedur pelayanan pasien. Hal ini sejalan dengan tujuan utama praktik klinik, yaitu membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga profesional dalam mengelola tanggung jawab administratif. Selain mendukung peserta didik, administrasi yang baik memberikan manfaat langsung bagi tenaga kesehatan di RSUP dr. Johannes Leimena. Proses pelayanan menjadi lebih efisien karena semua data dan dokumen pendukung dapat diakses dengan cepat dan akurat. Hal ini menciptakan sinergi antara peserta didik, pembimbing, dan tenaga medis, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, peran administrasi pelayanan yang optimal tidak dapat dipandang sebelah mata. Administrasi bukan sekadar urusan teknis, tetapi fondasi yang memastikan praktik klinik berjalan terarah, terukur, dan sesuai standar. Penerapan sistem yang tertata rapi di RSUP Johannes Leimena menjadi bukti bahwa administrasi yang efektif mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif sekaligus mendukung pengembangan profesionalisme peserta didik secara berkelanjutan. Faktor Penyebab Rendahnya Kepatuhan Peserta Didik Rendahnya kepatuhan peserta didik dalam pelaksanaan praktik klinik di RSUP Dr. Johannes Leimena dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang pentingnya disiplin dan keteraturan dalam proses pembelajaran. Banyak peserta didik yang belum sepenuhnya menyadari bahwa kepatuhan terhadap jadwal, prosedur, dan aturan praktik klinik merupakan bagian integral dari pembentukan kompetensi profesional. Ketidakpahaman ini sering kali muncul karena minimnya sosialisasi dan penguatan nilai-nilai kedisiplinan sejak awal penempatan Selain itu, lemahnya pengawasan dari pembimbing klinik turut menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya kepatuhan peserta didik. Dalam beberapa kasus, supervisi yang tidak konsisten atau tidak tegas menyebabkan peserta didik menganggap bahwa ketidakpatuhan tidak Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2589 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . akan membawa konsekuensi yang serius. Hal ini menciptakan lingkungan praktik yang kurang kondusif untuk menanamkan budaya disiplin yang berkelanjutan. Faktor administrasi juga memegang peran penting dalam permasalahan ini. Sistem administrasi yang belum optimal, seperti jadwal yang sering berubah, ketidakjelasan pembagian tugas, atau informasi yang terlambat diterima peserta didik, dapat menurunkan kepatuhan Ketidakteraturan administrasi membuat peserta didik kebingungan dalam menyesuaikan diri dengan prosedur, sehingga mengganggu konsistensi pelaksanaan praktik klinik. Dari sisi psikologis, menurunnya motivasi belajar peserta didik juga berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan mereka. Ketika semangat belajar berkurang, kepedulian terhadap kepatuhan prosedur pun ikut menurun. Motivasi yang rendah ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan akademik, kelelahan fisik maupun mental, atau kurangnya dukungan dari pembimbing maupun rekan sejawat selama praktik berlangsung. Ketidaksiapan menghadapi situasi klinis yang kompleks juga menjadi salah satu penyebab utama ketidakpatuhan. Peserta didik yang belum memiliki pengalaman atau keterampilan yang memadai cenderung merasa cemas dan ragu dalam mengambil keputusan. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah mengabaikan prosedur atau arahan yang telah ditetapkan, baik karena panik maupun karena tidak memahami langkah yang harus diambil secara tepat. Lingkungan praktik yang kurang mendukung pun dapat memperburuk tingkat Misalnya, jika fasilitas penunjang praktik terbatas atau interaksi dengan tenaga kesehatan tidak berjalan baik, peserta didik akan merasa kurang nyaman dan enggan mengikuti aturan dengan disiplin. Situasi ini dapat menimbulkan ketidakpuasan dan berujung pada perilaku tidak patuh selama praktik klinik. Selain faktor internal dan lingkungan, budaya organisasi di RSUP Dr. Johannes Leimena juga turut berpengaruh. Jika budaya kerja yang menekankan ketepatan, kedisiplinan, dan tanggung jawab belum tertanam kuat di lingkungan praktik, peserta didik akan kesulitan menyesuaikan Kurangnya teladan dari tenaga kesehatan senior atau pembimbing juga mengurangi dorongan peserta didik untuk mematuhi aturan secara konsisten. Secara keseluruhan, rendahnya kepatuhan peserta didik merupakan permasalahan multidimensional yang membutuhkan pendekatan strategis. Diperlukan sinergi antara pembimbing, manajemen administrasi, dan peserta didik untuk membangun sistem praktik klinik yang lebih terstruktur. Melalui optimalisasi administrasi pelayanan dan penguatan pembimbingan, kepatuhan peserta didik dapat ditingkatkan sehingga kualitas pembelajaran praktik klinik di RSUP Dr. Johannes Leimena menjadi lebih efektif. Pentingnya Kolaborasi dan Pembimbingan Kolaborasi dan pembimbingan yang optimal antara pembimbing akademik dan pembimbing klinik menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan peserta didik selama pelaksanaan praktik klinik. Sinergi ini memungkinkan adanya penyampaian informasi yang seragam, kejelasan dalam pembagian peran, serta pemantauan yang terstruktur. Dengan adanya komunikasi yang efektif, peserta didik tidak hanya memahami prosedur yang harus dilakukan, tetapi juga merasa lebih percaya diri dan terarah dalam melaksanakan setiap tahap praktik klinik. Peran pembimbing akademik sangat penting dalam memberikan landasan teori dan motivasi yang kuat kepada peserta didik sebelum mereka terjun ke lingkungan klinik. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2590 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pembimbing akademik bertugas memastikan peserta memahami konsep, etika, dan prosedur yang akan diaplikasikan. Dengan demikian, peserta memasuki praktik klinik dengan kesiapan pengetahuan yang memadai sehingga lebih mudah untuk mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku di rumah sakit. Di sisi lain, pembimbing klinik memiliki peran yang tak kalah penting karena berhubungan langsung dengan peserta di lapangan. Mereka menjadi fasilitator yang mengarahkan, mengawasi, sekaligus memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta. Kehadiran pembimbing klinik yang aktif dan suportif mendorong peserta didik untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten dalam menjalankan kewajiban mereka selama praktik Kolaborasi antara pembimbing akademik dan pembimbing klinik juga membantu mengidentifikasi permasalahan peserta secara lebih cepat dan tepat. Melalui komunikasi rutin, baik secara formal maupun informal, hambatan yang dialami peserta didik dapat segera Misalnya, jika peserta menghadapi kesulitan memahami prosedur tertentu, pembimbing dapat memberikan bimbingan tambahan atau mengatur sesi pembelajaran ulang untuk memastikan pemahaman yang benar. Selain itu, pembimbingan yang konsisten menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung. Peserta didik akan merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga termotivasi untuk mematuhi setiap aturan dan prosedur yang berlaku. Pendekatan yang humanis dan penuh empati dari pembimbing juga mendorong peserta untuk lebih terbuka menyampaikan kendala yang mereka hadapi, sehingga solusi dapat ditemukan bersama. Keterlibatan aktif kedua pembimbing ini tidak hanya berpengaruh pada kepatuhan peserta didik, tetapi juga berdampak positif pada kualitas hasil praktik klinik. Peserta yang mendapatkan bimbingan yang optimal cenderung memiliki keterampilan teknis yang lebih baik, memahami prosedur secara mendalam, dan mampu beradaptasi dengan situasi lapangan secara Hal ini sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh peserta kepada pasien. Dengan demikian, kolaborasi dan pembimbingan yang sinergis antara pembimbing akademik dan pembimbing klinik tidak hanya menjadi faktor pendukung, tetapi juga strategi kunci dalam membangun kepatuhan peserta didik. Upaya ini harus terus dioptimalkan melalui peningkatan koordinasi, komunikasi yang efektif, serta evaluasi berkelanjutan agar praktik klinik dapat berjalan sesuai standar dan menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten serta Optimalisasi Administrasi sebagai Strategi Kunci Optimalisasi administrasi pelayanan menjadi salah satu strategi penting yang perlu diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan peserta didik. Administrasi yang terkelola dengan baik menciptakan sistem pembelajaran yang lebih terarah dan terstruktur. Melalui sistem yang tertata, peserta didik dapat memahami alur dan prosedur praktik dengan jelas sehingga meminimalisir kesalahan. Strategi ini tidak hanya berfokus pada ketertiban, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang profesional dan akuntabel. Penerapan sistem digital dalam administrasi pelayanan merupakan langkah inovatif untuk menjawab kebutuhan era modern. Sistem digital memungkinkan proses administrasi dilakukan dengan lebih cepat, transparan, dan akurat. Peserta didik dapat dengan mudah mengakses informasi terkait jadwal praktik, prosedur, maupun laporan kegiatan secara real time. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2591 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Selain itu, digitalisasi ini juga mengurangi risiko human error, sehingga segala proses menjadi lebih efisien dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyediaan panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas menjadi faktor kunci dalam optimalisasi administrasi pelayanan. SOP yang terperinci membantu peserta didik memahami setiap tahapan yang harus dilalui selama masa praktik. Panduan ini tidak hanya mengarahkan peserta didik agar bekerja sesuai prosedur, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab. Dengan demikian, kepatuhan peserta didik dapat ditingkatkan secara konsisten. Pelatihan administratif sebelum praktik juga menjadi komponen penting yang tidak boleh Melalui pelatihan ini, peserta didik dapat dibekali pemahaman terkait tata cara pengisian dokumen, pelaporan, hingga manajemen jadwal praktik. Pembekalan administratif ini akan menumbuhkan rasa percaya diri serta meningkatkan keterampilan manajerial yang berguna selama masa praktik maupun saat memasuki dunia kerja. Dengan kesiapan administratif yang matang, praktik dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Strategi optimalisasi administrasi pelayanan ini juga berimplikasi langsung pada peningkatan keteraturan dan profesionalisme peserta didik. Lingkungan praktik yang tertata membuat peserta didik lebih disiplin dalam mengelola waktu, mengikuti prosedur, dan menghormati regulasi yang berlaku. Hal ini menjadi modal penting dalam membentuk karakter tenaga kesehatan yang berintegritas dan mampu bekerja secara sistematis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan, optimalisasi administrasi pelayanan tidak hanya meningkatkan kepatuhan peserta didik, tetapi juga mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Tenaga kesehatan yang terlatih secara administratif dan profesional akan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi di bidang kesehatan. Dengan demikian, strategi ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa administrasi pelayanan yang optimal memiliki peran sentral dalam meningkatkan kepatuhan peserta didik selama praktik klinik di RSUP Dr. Johannes Leimena. Sistem administrasi yang jelas, tertata, dan mudah diakses tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan praktik, tetapi juga membentuk karakter disiplin, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab peserta didik. Faktor rendahnya kepatuhan yang ditemukan bersifat multidimensional, meliputi kurangnya pemahaman tentang kedisiplinan, lemahnya pengawasan pembimbing, ketidakteraturan administrasi, serta faktor psikologis seperti rendahnya motivasi dan ketidaksiapan menghadapi situasi klinis yang kompleks. Untuk mengatasi masalah tersebut, optimalisasi administrasi pelayanan harus diprioritaskan melalui penerapan sistem digital, penyediaan panduan SOP yang rinci, serta pelatihan administratif bagi peserta didik sebelum praktik dimulai. Selain itu, kolaborasi antara pembimbing akademik dan pembimbing klinik perlu diperkuat untuk memastikan pendampingan yang konsisten, evaluasi berkelanjutan, dan tindak lanjut terhadap kendala yang dihadapi Dengan langkah strategis ini. RSUP Dr. Johannes Leimena bersama institusi pendidikan dapat mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga profesional, disiplin, dan siap bersaing di dunia kerja. Strategi Peningkatan Kepatuhan Peserta Didik Dalam Pelaksanaan Praktik Klinik A - 2592 Sukur et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . DAFTAR PUSTAKA