Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 PENGARUH DOSIS PUPUK BIONEENSIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Meril. The Effect of Bioneensis Fertilizer Doses on The Growth and Yield of Several Soybean Varieties (Glycine max L. Meril. Adinda Cindy Tarissa1*. Adnan1. Boy Riza Juanda1 Program studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Samudra *Corresponding author: adindacindyt@gmail. ABSTRAK Kedelai (Glycine max L. Meril. termasuk tanaman kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati yang menjadi produk andalan pada tingkat nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi aplikasi pupuk bioneensis dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan di desa Asam Peutik. Langsa. Provinsi Aceh pada bulan Oktober 2023-Januari 2024 dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial. Faktor 1pupuk bioneensis (B): B0 = Tanpa pupuk 0,10,20, dan 30 g/tanaman. Faktor II varietas kacang kedelai (V): V1= Wilis. V2= Grobogan, dan V3= Anjasmoro. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah polong berisi, berat biji. Pemberian pupuk hayati bioneensis 30 g/tanaman merupakan dosis terbaik dan berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 42 HST. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata pada jumlah cabang produksi dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 42 HST, jumlah polong 9,82 kg, berat biji 8,17 g dan biji 0,12 kg. Grobogan merupakan varietas dengan hasil tertinggi dengan parameter jumlah cabang produksi dan tinggi tanaman umur 42 HST, jumlah polong, berat biji dan biji perplot. Interaksi antara pupuk hayati bioneensis dan varietas tanaman kedelai berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 42 HST. Hasil terbaik diperoleh pada varietas Anjasmoro dengan pemberian aplikasi pupuk 30 g. Key word. Pupuk hayati, produktivitas. Varietas ABSTRACT Soybean (Glycine max L. Merill. ) is a legume crop that serves as a source of vegetable protein and is a key product at the national level. This study aims to determine the effect and interaction of bioneensis fertiliser application and variety on soybean growth and yield. The study was conducted in Asam Peutik village. Langsa. Aceh Province, from October 2023 to January 2024 using a randomised block factorial design. Factor-1: bioneensis fertiliser (B): B0 = No fertiliser 0, 10, 20, and 30 g/plant. Factor- II: soybean varieties (V): V1 = Wilis. V2 = Grobogan, and V3 = Anjasmoro. The observation parameters were plant height, number of leaves, flowering age, number of productive branches, harvest age, number of pods, and seed The application of 30 g/plant of bioneensis was the optimal dose and had a very significant effect on plant height at 42 days after sowing. Soybean varieties had a very significant effect on the number of productive branches and a significant effect on plant height at 42 days after sowing, the number of pods . 82 k. , seed weight . , and seeds . The Grobogan is the highest-yielding variety in terms of the number of productive branches and plant height at 42 days after sowing, number of pods, seed weight, and seeds per plot. The interaction between bioneensis biofertiliser and soybean variety has a significant effect on plant height at 42 days after sowing. The best results were obtained with the Anjasmoro variety using 30 g of fertilizer. Biofertilizer, productivity, varieties pertanian tidak menyediakan semua hara tanaman yang dibutuhkan dalam waktu cepat dan jumlah yang cukup untuk dapat mencapai pertumbuhan optimal. Oleh karena PENDAHULUAN Pemupukan dilakukan karena tidak semua tanah baik untuk pertumbuhan Pada umumnya tanah-tanah Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 itu peningkatan produksi hanya dapat dicapai jika diberi tambahan hara tanaman untuk pertumbuhan yang optimal, baik itu melalui pengapuran maupun pemupukan (Nazariah 2. Penggunaan pupuk hayati juga pertumbuhan dan produksi kedelai. Pupuk organik hayati mampu meningkatkan efisiensi serapan hara, memperbaiki pertumbuhan dan meningkatkan komponen hasil produksi tanaman serta dapat meningkatkan ketahanan fisik tanaman terhadap serangan hama dan penyakit (Agung dan Rahayu, 2. Pupuk hayati yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk bioneensis. Bioneensis merupakan pupuk hayati dengan formulasi berupa bahan aktif bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan bakteri penghasil indole acetic acid. Bakteri yang terkandung didalam produk ini berperan meningkatkan ketersediaan hara nitrogen dan fosfor dalam tanah sehingga dapat tersedia dan diserap dengan mudah oleh tanaman. Selain itu, kandungan bakteri penghasil indole acetic acid berperan dalam menghasilkan hormon-hormon yang dapat memacu pertumbuhan tanaman (Agung dan Rahayu, 2. Kedelai (Glycine max L. Meril. termasuk tanaman kacang-kacangan yang menjadi andalan nasional karena merupakan sumber protein nabati yang sangat penting dalam rangka peningkatan gizi masyarakat karena aman bagi kesehatan dan murah harganya (Hasanuddin et al. Selain sebagai produk makanan, kedelai juga digunakan sebagai bahan baku industri, bahan penyegar bahkan limbah dari olahan kedelai dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak (Riawati et al. , 2. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik . , produksi kedelai di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 594,6 ribu ton dan jumlah produksi ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan produksi di tahun 2020 yaitu sebesar 632,3 ribu ton. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan pendapatan Oleh karena itu, diperlukan suplai kedelai tambahan yang harus diimpor karena produksi dalam negeri belum mencukupi September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al dilakukan perluasan lahan dan peningkatan produktivitasnya (Irwan, 2. Produktivitas ditingkatkan diantaranya dengan perbaikan teknik budidaya melalui sistem pemupukan dan penggunaan varietas unggul. Tanaman kedelai memiliki banyak varietas, masingmasing varietas akan memberikan respons pertumbuhan dan tingkat produksi yang berbeda-beda. Setiap varietas mempunyai sifat genetik yang tidak sama, hal ini dapat dilihat dari penampilan dan karakter dari masing-masing varietas tersebut. Perbedaan sifat genetik dapat menunjukan respons yang berbeda terhadap lingkungan dan faktor Dengan dinyatakan bahwa pertumbuhan dan produksi kedelai akan dipengaruhi oleh varietas, pengelolaan tanah dan tanaman, serta kondisi lingkungan lainnya (Zahrah. Penggunaan varietas unggul paling mudah dan cepat menyebar karena meningkatkan produktivitas dan relatif mudah diterima oleh petani. Varietas unggul Wilis produktivitas 1,6 ton EaycaOe1 dengan umur panen 85-95 hari, tahan terhadap karat daun dan virus. Grobogan ukuran biji besar, produktivitas 3,40 ton EaycaOe1 dengan umur panen 85 hari dan Anjasmoro ukuran biji besar, produktivitas 2,03-2,25 ton EaycaOe1 dengan umur panen 82-92 hari (Balitkabi. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Asam Peutik. Kecamatan Langsa Lama. Kota Langsa. Provinsi Aceh dengan ketinggian tempat A 10 m dpl dengan pH tanah 5,9. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024. Alat dan Bahan Peralatan dan bahan yang digunakan adalah : cangkul, parang, garu, pisau babat, arit, tugal, tali rafia, meteran, penggaris, pisau, martil, gembor, kamera, timbangan digital, papan nama, paranet, alat tulis, kayu stik . enanda sampe. , kayu lubang tanam Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 dan spanduk penelitian, benih kacang kedelai 3 varietas yaitu wilis, grobogan dan Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk bioneensis, pupuk kandang sapi dan insektisida Decis 25 EC dengan konsetrasi 2 cc/l air. Dithaine M-45 80WP dengan konsentrasi 2 cc/l air. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al Persiapan Benih Penyemaian benih dilakukan terhadap 3 varietas kedelai. Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai V1 . V2 . dan V3 . Benih kedelai terlebih dahulu dilakukan pemilihan karena ada biji yang tidak layak digunakan akibat pecah. Penanaman Penanaman dilakukan dengan cara ditugal sedalam 3 cm. Setiap 1 lubang diisi 2 benih kedelai kemudian ditutup kembali dengan tanah, setiap satu lubang dipilih satu tanaman yang mempunyai pertumbuhan yang terbaik. Jarak tanam yang digunakan adalah 30 x 20 cm. Penyulaman Penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 7 HST dilakukan bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik, bibit untuk penyulaman dikecambahkan sebanyak 15%, proses ini bertujuan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan produksi kacang kedelai. Penyulaman dilakukan saat umur tanaman 13 HST. Dalam penelitian ini tanaman yang disulam sebanyak 30 tanaman dari jumlah bibit yang ditanam Pemeliharaan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sore hari serta disesuaikan dengan cuaca di lapangan. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor dengan cara hati-hati agar tanah yang ada di plot tidak mengalami erosi. Penyiangan Penyiangan disesuaikan dengan keadaan gulma pada tanaman kedelai yang dilakukan pada interval waktu 1 minggu Penyingan dilakukan dengan cara menyiangi gulma yang tumbuh secara manual dan dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman. Selama penelitian dilakukan penyiangan sebanyak 15 kali. Metode Penelitian Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu Faktor I dosis pupuk hayati bioneensis dengan notasi (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0 = Tanpa pupuk 0 g/tanaman. B1 = 10 g/tanaman. B2 = 20 g/tanaman. B3 = 30 g/tanaman. Faktor II varietas kacang kedelai dengan notasi (V) terdiri dari 3 taraf yaitu : V1 = Wilis. V2= Grobogan. V3 = Anjasmoro Berdasarkan diperoleh 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 satuan percobaan . Pelaksanaan Penelitian Persiapan Tempat dan Lahan Lahan penelitian dibersihkan dari gulma dan tanaman lain yang hidup pada areal tersebut. Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan cangkul, tanah yang diolah hanya bagian atas . op soi. dengan kedalaman 20 cm. Lahan dibentuk menjadi 3 blok dengan jumlah seluruh plot yang disiapkan sebanyak 36 plot. Pembuatan plot dilakukan setelah pengolahan tanah, dengan luas plot berukuran 100 cm x 100 cm, jarak antar plot yaitu 30 cm dan jarak antar blok yaitu 50 cm. Pemupukan Pupuk dasar yang diberikan pada penelitian ini adalah pupuk kandang sapi dengan dosis 30 ton/Ha . kg/plo. diberikan padat saat pengolahan tanah Aplikasi Perlakuan Pupuk Bioneensis Pupuk hayati bioneensis diaplikasikan sesuai dengan dosis perlakuan yaitu B0 (Tanpa pupuk 0 g/tanama. B1 . gr/tanama. B2 . g/tanama. dan B3 . gr/tanama. Pemupukan dilakukan 3 hari sebelum penanaman dengan cara ditabur di permukaan plot penelitian Pengendalian Hama Pengendalian dengan menggunakan insektisida Decis 25 EC dengan konsentrasi 2 ml/liter air yang diaplikasikan 1 kali pada umur 35 HST. Hama yang menyerang pada penelitian saya Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 yaitu belalang dan walang sangit sedangkan penyakit menggunakan Dithene M-45 80WP diaplikasikan 1 kali pada umur 55 HST penyakit yang menyerang yaitu bercak daun September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah di keluarkan Parameter Pengamatan Parameter yang digunakan yaitu Tinggi tanaman. Jumlah daun. Jumlah Umbi. Umur berbunga. Jumlah cabang produktif. Umur panen. Jumlah polong berisi per tanaman sampel. Berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot. Panen Panen dilakukan pada saat polong kedelai sudah berisi penuh, kedelai sudah mencapai masak penuh tergantung dari umur masing-masing varietas dan sudah mencapai kriteria panen yaitu warna daun tanaman sudah mulai menguning, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari warna hijau menjadi warna kuning kecokelatan, batang berwarna kuning kecokelatan dan Umur kedelai dipanen dalam penelitian ini varietas wilis umur panen 82 hari, varietas anjasmoro umur panen 73 hari. Varietas Grobongan umur panen 76 hari HASIL DAN PEMBAHASAN Dosis Pupuk Hayati Bioneensis Tinggi Tanaman Hasil menunjukkan bahwa dosis pupuk hayati Bioneensis berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 HST namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 28 HST. Ratarata tinggi tanaman kacang kedelai pada umur 14, 28 dan 42 HST akibat dosis pupuk hayati Bioneensis dapat dilihat pada Tabel 1. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah proses pemanenan selesai, kedelai dapat dikeringkan dengan cara di jemur selama 3 hari. Tidak menggunakan alas, kemudian kedelai yang dijemur harus di balik agar keringnya merata dan polong Tabel 1. Rata-rata Tinggi Tanaman Kacang Kedelai pada Umur 14, 28 dan 42 HST akibat Dosis Pupuk Hayati Bioneensis Tinggi Tanaman . Perlakuan 14 HST 28 HST 42 HST 17,69 39,06 83,81 a 18,71 41,74 86,02 ab 20,42 44,78 92,23 b 20,84 48,01 99,11 c BNT0,05 6,69 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Tabel 1 menunjukkan bahwa ratarata tinggi tanaman kacang kedelai umur 14, 28 dan 42 HST akibat dosis Pupuk Bioneensis tertinggi diperoleh pada perlakuan. B3 . gr/tanama. dari hasil uji BNT taraf 0,05 pada umur 42 HST diketahui bahwa tinggi tanaman pada perlakuan B3 berbeda nyata dengan perlakuan B2. B1 dan B0. Hal ini diduga semakin meningkat pemberian dosis pupuk bioneensis hingga 30 gr/tanaman maka ketersediaan unsur hara di dalam tanah meningkat sehingga serapan hara oleh tanaman semakin besar, dengan besarnya unsur hara yang diserap tanaman maka pertumbuhan tinggi tanaman semakin tinggi. Menurut Harjadi . mengemukakan bahwa tersedianya unsur hara dalam jumlah yang cukup dan seimbang untuk pertumbuhan tanaman pembesaran dan pemanjangan selsel akan berlangsung lebih baik. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Pati dan Udmale . yang menyatakan bahwa pemberian pupuk organik membantu penyerapan hara tanaman lebih baik yang Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 akhirnya dapat meningkatkan pembelahan sel tanaman sehingga meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman. September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al terhadap jumlah daun tanaman umur 14 dan 28 HST namun berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman umur 42 HST. Ratarata jumlah daun tanaman kacang kedelai pada umur 14, 28 dan 42 HST akibat dosis pupuk hayati Bioneensis dapat dilihat pada Tabel 2. Jumlah Daun Hasil menunjukkan bahwa dosis pupuk hayati Bioneensis berpengaruh sangat nyata Tabel 2. Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Kacang Kedelai pada Umur 14, 28 dan 42 HST akibat Dosis Pupuk Hayati Bioneensis Jumlah Daun (Hela. Perlakuan 14 HST 28 HST 42 HST 3,98 a 12,04 a 26,39 a 4,76 b 16,87 b 30,91 b 4,78 b 17,09 b 32,15 b 4,94 b 17,19 b 33,76 b BNT0,05 0,56 2,28 4,42 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Tabel 2 menunjukkan bahwa ratarata jumlah daun tertinggi pada dosis 50 rata jumlah daun tanaman kacang kedelai gram/polybag setara dengan 28,83 helai. Hal umur 14, 28 dan 42 HST akibat dosis Pupuk ini sesuai dengan pernyataan (Handayani. Bioneensis 2. bahwa pupuk hayati bioneensis perlakuan B3 . gr/tanama. dari hasil uji mengandung bakteri pengikat nitrogen yang BNT taraf 0,05 diketahui bahwa jumlah daun tanaman pada perlakuan B3 berbeda nyata dengan perlakuan B0 namun berbeda tidak Umur Berbunga. Jumlah Cabang nyata dengan perlakuan B2 dan B1. Produktif dan Umur Panen Pemberian pupuk Bioneensis memberi Hasil pengaruh jumlah daun, hal ini karena pupuk menunjukkan bahwa dosis pupuk hayati tersebut menjamin ketersedian hara Bioneensis berpengaruh nyata terhadap esensial yang menunjang pertumbuhan jumlah cabang produktif dan berpengaruh tanaman, merangsang pertumbuhan tanaman tidak nyata terhadap umur bunga dan umur dan memperkokoh batang tanaman serta Hal ini dikarenakan umur berbunga memacu pertumbuhan tanaman dan juga dan umur panen dipengaruh faktor genetik. dapat menambat N yang dibutuhkan oleh Rata-rata umur bunga, jumlah cabang jumlah daun tanaman. Hasil penelitian produktif dan umur panen tanaman kacang Nugraha et al, 2023 pupuk organik kedelai akibat dosis pupuk hayati Bioneensis bioneensis berpengaruh nyata terhadap dapat dilihat pada Tabel 3. jumlah daun tanaman melon, dengan rataTabel 3. Rata-rata Umur Berbunga. Jumlah Cabang Produktif dan Umur Panen Tanaman Kacang Kedelai akibat Dosis Pupuk Hayati Bioneensis Jumlah Cabang Perlakuan Umur Berbunga . Umur Panen . Produktif . 35,94 3,44 a 79,67 35,81 4,19 b 76,00 35,31 4,26 b 76,00 34,98 4,46 b 74,91 BNT0,05 0,61 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al Tabel 3 menunjukkan bahwa rataberkelanjutan. Bioneensis adalah formulasi rata jumlah cabang produktif tanaman pupuk hayati dari konsorsium bakteri kacang kedelai akibat dosis pupuk hayati indigenous di perakaran kelapa sawit Bioneensis tertinggi diperoleh pada . Bioneensis mengandung perlakuan B3 . g/tanama. , dari hasil uji mikroorganisme pengikat N, pelarut P dan BNT taraf 0,05 pada perlakuan B3 berbeda penghasil IAA yang mempunyai fungsi nyata dengan perlakuan B0 dan berbeda sebagai plant growth promoting bacteria tidak nyata dengan perlakuan B2, dan B1. (Handayani, 2. Hal ini disebabkan pupuk Bioneensis dapat Komposisi pupuk hayati bioneensis menyediakan hara esensial bagi tanaman, terdiri dari Azospirillium sp. Azotobacter merangsang pertumbuhan tanaman dan sp. Bacillus sp. Pseudomonas sp dan bakteri memperkokoh batang tanaman serta penghasil indole acetic acid (PPKS, 2. memacu pertumbuhan tanaman dan juga Jumlah Polong Berisi. Berat Biji per dapat menambat N yang dibutuhkan oleh Tanaman dan Berat Biji per Plot jumlah cabang produktif tanaman. Hal ini Hasil sesuai dengan hasil penelitian Pati dan Udmale . yang menyatakan bahwa Bioneensis berpengaruh sangat nyata pemberian pupuk hayati membantu terhadap jumlah polong berisi per tanaman penyerapan hara tanaman lebih baik yang sampel, berat biji per tanaman sampel dan akhirnya dapat meningkatkan pembelahan berat biji per plot. Rata-rata jumlah polong sel tanaman sehingga meningkatkan berisi per tanaman sampel, berat biji per parameter pertumbuhan jumlah cabang tanaman sampel dan berat biji per plot produktif tanaman. Bioneensis adalah hasil tanaman kacang kedelai akibat dosis pupuk inovasi riset dari peneliti PPKS yang hayati Bioneensis dapat dilihat pada Tabel Tabel 4. Rata-rata Jumlah Polong Berisi per Tanaman Sampel. Berat Biji per Tanaman Sampel dan Berat Biji per Plot akibat Dosis Pupuk Hayati Bioneensis Jumlah Polong Berisi Berat Biji per Berat Biji per Plot Perlakuan per Tanaman Sampel Tanaman Sampel . (Polon. BNT0,05 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Tabel 4 menunjukkan bahwa ratarata jumlah polong berisi per tanaman sampel, berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot tanaman kacang kedelai dosis pupuk hayati Bioneensis tertinggi diperoleh pemberian 30 g pupuk Hasil uji BNT taraf 0,05 pada perlakuan B3 berbeda nyata dengan perlakuan B2. B1, dan B0. Jumlah polong pertanaman sampel semakin meningkat dengan pemberian dosis pupuk hayati hingga 30 g/tanaman maka ketersediaan unsur hara di dalam tanah semakin meningkat dengan pemberian pupuk hayati Bioneensis. Hasil yan g diperoleh sesuai dengan pernyataan Yelianti . bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman selada. Hal ini disebabkan oleh kandungan unsur hara baik makro maupun mikro yang terdapat dalam pupuk hayati dalam keadaan tersedia bagi tanaman dan dapat langsung diserap oleh Sedangkan parameter berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al tanaman kacang kedelai tertinggi dengan sehat dan hasil produktivitas berat biji per dosis 30 g/tanaman. Diduga bahwa pupuk tanaman sampel serta berat biji per plot Bioneensis mengandung mikroorganisme tanaman kacang meningkat. yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Faktor Varietas Kacang Kedelai Menurut Agung dan Rahayu, . Tinggi Tanaman Bioneensis bekerja memperbaiki struktur Hasil tanah dengan menyeimbangkan ekosistem menunjukkan bahwa faktor varietas kacang tanah sehingga lebih subur, membantu kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan sehingga panen lebih cepat. tinggi tanaman umur 42 HST namun Selain itu pupuk hayati dapat meningkatkan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi kesehatan tanah dan tanaman sehingga tanaman umur 14 dan 28 HST. Rata-rata tanaman lebih tahan terhadap serangan tinggi tanaman kacang kedelai pada umur Ketika tanah pertanian menjadi subur 14, 28 dan 42 HST akibat faktor varietas dan kaya nutrisi, unsur hara dan mineral kacang kedelai dapat dilihat pada Tabel 5. tinggi maka tanaman akan tumbuh dengan Tabel 5. Rata-rata Tinggi Tanaman Kacang Kedelai pada Umur 14, 28 dan 42 HST akibat Penggunaan Varietas Kacang Kedelai Tinggi Tanaman . Perlakuan 14 HST 28 HST 42 HST 02 ab BNT0,05 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Tabel 5 menunjukkan bahwa ratarata tinggi tanaman kacang kedelai tertinggi diperoleh pada varitas Anjasmoro (V. pada umur 42 HST yaitu 94. 69 cm. Hasil uji BNT taraf 0,05 pada umur 42 HST diketahui bahwa tinggi tanaman pada perlakuan V3 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan V2 (Groboga. tetapi berbeda nyata dengan perlakuan V1 (Wili. Perbedaan tinggi tanaman kedelai diduga akibat dari jenis (Fantri et al. , 2. , menyatakan bahwa setiap varietas pada kedelai akan memberikan respon pertumbuhan yang berbedaAebeda. Masing-masing varietas menunjukkan hasil tinggi yang baik, dimana varietas Anjasmoro menghasilkan tinggi tanaman yang paling tinggi yaitu 68 cm. Tinggi tanaman terendah pada varietas Wills yaitu 40 50 cm, selanjutnya varietas grobongan yaitu 50-60 cm. Sesuai dengan Anjasmoro memiliki tinggi tanaman paling tinggi diantara varietas lainnya dan varietas Wills yang paling rendah diantara varietas Jumlah Daun (Hela. Hasil menunjukkan bahwa faktor varietas kacang kedelai berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun tanaman umur 14, 28 dan 42 HST. Perbedaan karakter yang dimiliki oleh varietas Wilis. Grobogan, dan Anjasmoro disebabkan oleh berbedanya susunan genetik masing-masing varietas tersebut yang menimbulkan respons yang berbeda terhadap jumlah daun. Terjadinya variasi jumlah daun pada tanaman kedelai salah satunya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik sehingga tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun (Lakitan, 2. Faktor genetik memberi penampilan fenotip dibandingkan dengan faktor ingkungan (Wijayanto et al. , 2. Rata-rata jumlah daun tanaman kacang kedelai pada umur 14, 28 dan 42 HST akibat faktor varietas kacang kedelai dapat dilihat pada Tabel 6. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al Tabel 6. Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Kacang Kedelai akibat Faktor Varietas Kacang Kedelai Jumlah Daun (Hela. Perlakuan 14 HST 28 HST 42 HST panjang atau pendek juga disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, seperti cahaya matahari, curah hujan, kelembaban dan cuaca setempat. Faktor genetik berpengaruh lebih besar terhadap penampilan fenotip bila (Wijayanto seragamkan et al. , 2. Ratarata umur bunga tanaman kacang kedelai akibat faktor varietas kacang kedelai dapat dilihat pada Tabel 7. Umur Berbunga. Jumlah Cabang Produktif dan Umur Panen Analisis sidik menunjukkan bahwa faktor varietas kacang kedelai berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah cabang produktif dan berpengaruh tidak nyata terhadap umur bunga dan umur panen. berpengaruh tidak nyata terhadap umur bunga dan umur panen dikarenakan faktor Umur panen tanaman menjadi Tabel 7. Rata-rata Umur Berbunga. Jumlah Cabang Produktif dan Umur Panen Tanaman Kacang Kedelai akibat Faktor varietas kacang kedelai Jumlah Cabang Perlakuan Umur Berbunga . Umur Panen . Produktif . BNT0,05 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Tabel 7 menunjukkan bahwa ratarata jumlah cabang produktif tanaman kacang kedelai faktor varietas kacang kedelai tertinggi diperoleh pada perlakuan V2 (Groboga. Dari hasil uji BNT taraf 0,05 pada jumlah cabang produktif diketahui bahwa perlakuan V2 (Groboga. yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan V3 (Anjasmor. tetapi berbeda nyata dengan perlakuan V1 (Wili. Hal ini dikarenakan setiap varietas tanaman kedelai memiliki masing-masing membedakan dari varietas lainnya. Sesuai dengan penelitian (Fantri et al. , 2. yang menyatakan pertumbuhan tanaman sampai dengan pemasakan buah sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan yang saling berinteraksi. Pertumbuhan jumlah cabang produktif lebih baik dijumpai pada perlakuan varietas grobongan dimana jumlah cabang produktifnya lebih banyak dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Jumlah Polong Berisi. Berat Biji per Tanaman dan Berat Biji per Plot Hasil menunjukkan bahwa faktor varietas kacang kedelai berpengaruh nyata terhadap jumlah polong berisi per tanaman sampel dan berpengaruh nyata terhadap berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot. Ratarata jumlah polong berisi per tanaman sampel, berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot tanaman kacang kedelai akibat faktor varietas kacang kedelai dapat dilihat pada Tabel 9. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al Tabel 8. Rata-rata Jumlah polong berisi per tanaman sampel. Berat Biji per Tanaman Sampel dan Berat Biji per Plot akibat Faktor Varietas Kacang Kedelai Jumlah polong berisi Berat Biji per Berat Biji per Plot Perlakuan per tanaman sampel Tanaman Sampel . (Polon. BNT0,05 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT 0,05 Tabel 8 menunjukkan bahwa ratarata jumlah polong berisi per tanaman sampel, berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot tanaman kacang kedelai faktor varietas kacang kedelai tertinggi diperoleh pada perlakuan V2 (Groboga. Dari hasil uji BNT taraf 0,05 pada jumlah polong berisi per tanaman sampel, berat biji per tanaman sampel dan berat biji per plot tanaman kacang kedelai diketahui bahwa perlakuan V2 (Groboga. yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan V3 (Anjasmor. tetapi berbeda nyata dengan perlakuan V1 (Wili. Hal ini di duga karena pembentukan polong kedelai varietas Grobogan dan Anjasmoro telah terjadi penyerbukan secara Pembentukan polong kedelai tergantung pada jumlah bunga yang ada. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara Kecepatan pembentukan polong dan pembesaran biji akan semakin cepat setelah proses pembentukan bunga berhenti. Menurut (Widiastuti & Latifah, 2. , setiap varietas tanaman kedelai memiliki ukuran biji yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan proses pengisian biji. Jumlah biji maksimum tiap tanaman ditentukan secara genetik, namun ukuran biji yang terbentuk ditentukan oleh lingkungan semasa pengisian biji. Hal ini dikarenakan sifat genetik tanaman masing-masing varietas kedelai. Sifat genetik tanaman salah satunya adalah ukuran biji, semakin besar biji maka semakin besar bobot 100 biji serta kemampuan tanaman mengabsorbsi hara dari lingkungan. Kenaikan bobot 100 biji disebabkan faktor genetik dari varietas Setiap varietas memiliki keunggulan genetis yang berbedabeda sehingga setiap varietas memiliki produksi yang berbedabeda pula, tergantung kepada sifat varietas tanaman itu sendiri (Soegito dan Arifin. Wagiyana et al. menyatakan bahwa pada proses fisiologis tanaman kedelai, yang mendukung pertumbuhan adalah faktor genetik menurut varietasnya, yang pada akhirnya juga mendukung proses pengisian biji sehingga meningkatkan hasil biji kedelai. Interaksi Antara Dosis Pupuk Hayati Bioneensis dan Varietas Tanaman Kedelai Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara dosis pupuk hayati bioneensis dan varietas tanaman kedelai berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Rata-rata tinggi tanaman akibat interaksi antara dosis pupuk hayati bioneensis dan varietas tanaman kedelai disajikan pada Tabel 9. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al Tabel 9. Rata-rata Tinggi Tanaman Kacang Kedelai umur 42 HST Akibat Perlakuan Dosis Pupuk Hayati Bioneensis dan Varietas Tanaman Kedelai Kombinasi Perlakuan Tinggi Tanaman Umur 42 HST cm B0V1 92 ab B0V2 B0V3 84 ab B1V1 83 ab B1V2 41 ab B1V3 82 ab B2V1 15 abc B2V2 18 abc B2V3 36 bc B3V1 82 ab B3V2 79 cd B3V3 BNT 0,05 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5%. Pada Tabel 9 menunjukkan bahwa tinggi tanaman akibat interaksi antara dosis pupuk hayati bioneensis dan varietas tanaman kedelai tertinggi diperoleh pada perlakuan B3V3. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa tinggi tanaman umur 42 HST pada perlakuan B3V3 . gr/tanaman dan varietas Anjasmor. yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan B3V2 namun berbeda nyata dengan perlakuan B0V1. B0V2. B0V3. B1V1. B1V2. B1V3. B2V1. B2V2. B2V3. B3V1. Dari hasil pengamatan, kombinasi antara Pupuk Bioneensis dengan varietas yang menghasilkan tinggi tanaman tertinggi Anjasmoro pemberian pupuk Bioneensis dengan dosis 30 g/tanaman. Gani . menyatakan bahwa tingkat hasil suatu tanaman ditentukan oleh interaksi faktor genetis varietas unggul dengan lingkungan tumbuhnya seperti kesuburan tanah, ketersediaan air, dan pengelolaan tanaman. Tingkat hasil varietas unggul yang tercantum dalam deskripsi umumnya berupa angka rata-rata dari hasil yang terendah dan tertinggi pada beberapa lokasi dan musim. Menurut Misbahulzanah, et al. bahwa kedelai Anjasmoro varietas unggul yang memiliki tinggi tanaman lebih unggul dibandingkan dengan kedelai lainya. Agung Rahayu, . menambahkan Bioneensis mengandung konsorsium mikroba bermanfaat yang diisolasi dari perakaran kelapa sawit dan memiliki daya adaptasi serta asosiasi yang tinggi dengan tanaman. Produk ini mengandung bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat, dan bakteri penghasil Indole acetic acid yang berperan sebagai PGPR. Ditinjau dari deskripsi masingmasing varietas kedelai memang varietas Anjasmoro memiliki tinggi tanaman tertinggi dibandingkan Wilis dan Grobogan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa varietas Anjasmoro memiliki adaptasi yang lebih baik untuk karakter tinggi tanaman dibandingkan varietas Wilis dan Grobogan. Tertinggi adalah pada varietas Anjasmoro yang berbeda nyata dengan varietas Grobogan. Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan karakter diantara kedua varietas yang digunakan. Masing-masing varietas keunggulan-keunggulannya KESIMPULAN Pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 HST, jumlah daun umur 14 dan 28 HST, jumlah polong, berat biji dan biji perplot dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 42 HST, jumlah cabang produksi dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 28 HST, umur bunga dan umur panen. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan B3 . g/tanama. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. 289- 291 Author. Adinda Cindy Tarissa,et al Handayani. Purnama. Al Ulum Seri Sainstek. ISSN 2338-5391. cabang produksi dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 42 HST, jumlah polong, berat biji dan biji perplot dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 28 HST, jumlah daun umur 14, 28 dan 42 HST, umur bunga dan umur panen. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan V2 (Groboga. Interaksi pupuk hayati bioneensis dan varietas tanaman kedelai berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 42 HST dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan B3V3 . gr/tanaman dan Varietas Anjasmor. Harjadi. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Lakitan. Dasar-Dasar Tumbuhan. PT. Raja Persada. Jakarta. Fisiologi Grafindo Irwan. , 2006 Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max (L. ) Merril. Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran. Jatinangor. Bandung. SARAN Misbahulzanah. Waluyo S. , dan Widada J. Kajian Sifat Fisiologis Kultivar Kedelai (Glycine (L) Mer. Ketergantungannya Terhadap Mikoriza. Jurnal Vegetalika. Sesuai dengan hasil penelitian ini untuk produksi kedelai terbaik disarankan menggunakan pupuk hayati bioneensis dengan dosis 30 gr/tanaman dan varietas Grobogan. DAFTAR PUSTAKA