Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN BENDING TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING PADA ATLET PETANQUE KOTA PALOPO Seruni1. Andi Heri Riswanto2. Suaib Nur3. Rachmat Hidayat4. Irsan Kahar5. Fajri Hamzah6 1 2 3456 Pendidikan Jasmani. Universitas Muhammadiyah Palopo Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh latihan menggunakan bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet pytanque Kota Palopo. Jenis penelitian adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pytanque Kota Palopo. Teknik sampling adalah purposive sampling yaitu pertimbangan tertentu oleh peneliti, maka atlet yang aktif latihan akan dijadikan sampel pada penelitian ini yang berjumlah 15 orang. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas data, homogenitas, dan uji paired sample t-test sesuai taraf signifikan = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Latihan bending tangan terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan dan kekuatan lemparan, yang berkontribusi langsung pada peningkatan performa shooting atlet. Oleh karena itu, metode latihan ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi pelatihan untuk mengembangkan kemampuan shooting dalam olahraga pytanque. Berarti ada pengaruh yang signifikan Latihan menggunakan bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque Kota Palopo. Kata Kunci : Latihan. Bending Tangan. Shooting. Petanque Abstract The purpose of this study is to determine the effect of training using arm bending exercises on the shooting ability of pytanque athletes in Palopo City. The type of research is experimental. The population in this study consists of all pytanque athletes in Palopo City. The sampling technique used is purposive sampling, which is based on specific criteria determined by the researcher. therefore, athletes who are actively training will be selected as the sample, totaling 15 individuals. The data analysis techniques used include descriptive analysis, normality test, homogeneity test, and paired sample t-test with a significance level of = 0. The results of the study show that arm bending training is proven to be effective in improving the accuracy and strength of throws, which directly contributes to enhancing the athletesAo shooting performance. Therefore, this training method can be recommended as one of the training strategies to develop shooting skills in the sport of pytanque. This means that there is a significant effect of arm bending training on the shooting ability of pytanque athletes in Palopo City. Correspondence author: Seruni. Universitas Muhammadiyah Palopo. Indonesia. Email: serunisn91@gmail. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Keywords: Training. Arm Bending. Shooting. Pytanque PENDAHULUAN Olahraga kini dilakukan bukan hanya sekedar pada pagi hari, siang, dan sore, melainkan juga pada malam hari (Hidayat, 2. Menurut Confederation Mondiale Sport Boules AuPetanque adalah bentuk permainan boules yang tujuannya melempar bola besi . sedekat mungkin dengan bola kayu disebut jack dan kedua kaki harus berada di lingkaran kecil, ada juga kompetisi khusus shooting. Ay (Permadi, 2. Olahraga Petanque menuntut ketelitian dan fokus tinggi selama pertandingan berlangsung, dan dapat dimainkan oleh semua kalangan tanpa batasan Petanque adalah salah satu bentuk permainan olahraga yang bertujuan untuk melemparkan bola besi mendekat ke arah bola kayu (Khofifah et al. , 2. Perkembangan olahraga petanque sangat pesat di Indonesia sehingga banyak sekali variasi latihan dalam melakukan gerakan pointing maupun shooting, sehingga atlet mampu bersaing dikejuaraan (Prayoga et al. , 2. Beberapa nomor yang umum dipertandingkan meliputi single putraputri, double putra-putri, triple putra-putri, serta shooting putra-putri. Dalam Petanque, jenis lemparan terbagi menjadi dua kategori, yaitu pointing dan shooting (Sutrisna, 2. Petanque memerlukan ketepatan tinggi, dan siapa saja dapat memainkan olahraga ini tanpa memandang usia, jabatan, atau jenis kelamin (Agustina, 2. Olahraga Petanque adalah suatu bentuk permainan boules yang bertujuan melempar bosi sedekat mungkin ke boka sebagai sasaran dengan ke dua kaki berada di dalam lingkaran ,jenis lemparan dalam Petanque ada dua yakni pointing dan shooting yang di mana kedua tehnik ini memiliki peran masing masing, pointing bertujuan mendekatankan bola ke boka sasaran sedangkan shooting jenis lemparan untuk menjauhkan bola lawan dari boka atau target (Dahrial et al. , 2. Shooting merupakan keterampilan penting dalam olahraga Petanque karena berfungsi untuk menghalau bola lawan agar tidak mendekati jack atau bola kayu. Selain itu, shooting juga berperan sebagai strategi untuk mencegah lawan mendapatkan poin lebih banyak (Hanief. , 2. Shooting Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo dalam olahraga petanque mempunyai tujuan ketepatan maksimal dalam melakukan lemparan yang artinya lemparan yang dilakukan harus tepat mengenai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan point yang maksimal (Susandi Eka Wahyudhi et al. , 2. Dengan melakukan shooting maka bisa menambah poin/angka atau bisa menjadikan seri (Widodo & Hafidz, 2. Keberhasilan shooting sangat bergantung pada kekuatan lengan, keseimbangan tubuh atas, dan konsistensi gerakan melempar (Fauzi & Nugroho, 2. Beberapa komponen yang memengaruhi keberhasilan shooting keseimbangan kaki, posisi tubuh yang rendah dan condong ke depan, pelepasan bola . , serta gerakan lanjutan setelah lemparan . ollow throug. (Amustiar. , 2. Jenis Ae jenis lemparan shooting dalam Petanque yaitu: Shot On The Iron. Short Shot, dan Ground shot (Pelana. Bending tangan dapat terjadi dalam berbagai aktivitas fisik, seperti olahraga, angkat beban, atau gerakan sehari-hari yang memerlukan penekukan lengan (Fadul, 2. Bending tangan adalah gerakan menekuk atau membengkokkan lengan, biasanya pada bagian siku. Gerakan ini melibatkan otot-otot utama seperti biseps . tot bagian depan lengan ata. untuk menarik lengan bawah ke arah tubuh. Gerakan ini juga digunakan dalam beberapa latihan kebugaran, seperti bicep curl, dimana seseorang menekuk lengan dengan tujuan melatih dan memperkuat otot-otot di lengan atas (Hartono Hadjarati, 2. Kekuatan genggaman tangan berhubungan erat dengan kekuatan otot lengan atas secara keseluruhan, dan dapat dijadikan indikator utama dalam menilai fungsi lengan (Roman-Liu, 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap atlet pytanque Kota Palopo, ditemukan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh para atlet adalah kesulitan dalam melakukan teknik shooting secara efektif. Dari wawancara yang dilakukan, mayoritas atlet menyampaikan bahwa teknik shooting merupakan teknik yang paling menantang untuk dikuasai dibandingkan teknik lainnya dalam Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. olahraga pytanque. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kekuatan otot lengan yang menjadi komponen utama dalam pelaksanaan teknik shooting. Para atlet mengakui bahwa mereka sering kali gagal mencapai target dengan akurat karena lemparan bola yang lemah dan tidak terarah. Hasil observasi saat latihan juga menunjukkan bahwa banyak atlet mengalami ketidakkonsistenan dalam kekuatan dan akurasi lemparan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rendahnya kekuatan otot lengan menjadi salah satu faktor yang secara langsung memengaruhi kemampuan shooting atlet pytanque di Kota Palopo. Salah satu tantangan utama yang dihadapi atlet pytanque adalah meningkatkan akurasi dan kekuatan lemparan secara konsisten. Oleh karena itu, diperlukan metode latihan yang spesifik dan terarah guna menunjang keterampilan tersebut. Latihan bending tangan diyakini dapat membantu meningkatkan kekuatan otot lengan serta koordinasi motorik yang berperan penting dalam performa shooting. Penelitian ini menjadi penting dilakukan sebagai upaya ilmiah untuk menguji efektivitas latihan tersebut dan memberikan alternatif pendekatan pelatihan yang tepat guna bagi atlet pytanque, khususnya di Kota Palopo. Selain itu, penelitian yang dilakukan umumnya masih bersifat umum dan belum menitikberatkan pada latihan spesifik terhadap otot lengan dalam konteks akurasi lemparan. Hal ini menunjukkan adanya celah atau kekosongan penelitian . esearch ga. yang perlu diisi, khususnya dalam kaitannya dengan pengaruh latihan bending tangan sebagai variabel bebas terhadap kemampuan shooting atlet pytanque sebagai variabel terikat. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan mengkaji secara langsung pengaruh latihan bending tangan terhadap kemampuan shooting dalam olahraga pytanqueAisebuah pendekatan yang belum banyak dilakukan dalam kajian olahraga prestasi. Dengan melibatkan atlet pytanque di Kota Palopo sebagai subjek penelitian, studi ini juga memberikan kontribusi empiris pada pengembangan metode pelatihan yang lebih efektif dan berbasis bukti . vidence-based trainin. di tingkat Kebaruan lainnya terletak pada penggunaan program latihan Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo spesifik yang dapat diintegrasikan ke dalam pola latihan reguler dan bersifat aplikatif di lapangan. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen. Tujuan dari penelitian eksperimen sebab-akibat membandingkan hasil dari satu atau lebih kelompok eksperimen yang menerima perlakuan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan tersebut (Mayangsari et al. , 2. Desain penelitian yang digunakan adalah AuOne Group Pretest-Posttest Design,Ay di mana dilakukan pengukuran sebelum . dan sesudah . perlakuan untuk memperoleh perbandingan hasil yang lebih akurat (Agustianti et al. Tempat dan waktu penelitian ini dilaksanakan di lapangan Universitas Muhammadiyah Palopo. Sedangkan waktu penelitian, untuk waktu latihan, penulis menetapkan 3 kali pertemuan dalam seminggu yaitu setiap hari senin, rabu dan jumat. Sehingga total pemberian treatmen terhadap sampel adalah 16 kali pertemuan. Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksud adalah atlet Petanque yang juga merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo. Sedangkan menurut (Sugiyono, 2. sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel dengan menggunakan alat bending pada lengan atlet Petanque di Kota Palopo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tes dan pengukuran kemampuan shooting yang diberikan kepada atlet sebelum dan sesudah pelaksanaan program latihan bending tangan. Instrumen yang digunakan adalah tes shooting dalam olahraga pytanque yang mengukur ketepatan lemparan sesuai dengan standar teknik Setiap atlet akan menjalani pretest sebelum latihan dimulai dan posttest setelah 16 kali pertemuan latihan. Pengumpulan data dilakukan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. secara langsung oleh peneliti dengan didampingi pelatih untuk menjamin validitas dan objektivitas pengukuran. Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik kuantitatif. Langkah pertama adalah melakukan analisis deskriptif untuk mengetahui nilai rata-rata, standar deviasi, nilai minimum dan maksimum. Selanjutnya, dilakukan uji normalitas untuk memastikan distribusi data berdistribusi normal dan uji homogenitas untuk mengetahui kesamaan varians. Setelah data memenuhi asumsi, digunakan uji Paired Sample t-Test untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan latihan bending Analisis dilakukan dengan taraf signifikansi = 0,05. HASIL Penelitian ini termasuk jenis eksperimen yang melibatkan tes awal dan tes akhir untuk menilai pengaruh latihan menggunakan alat bending tangan terhadap kemampuan shooting atlet Petanque di Kota Palopo. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu latihan dengan alat bending tangan, dan variabel dependen yaitu kemampuan Data penelitian diperoleh dari hasil Pre Test dan Post Test yang dilakukan pada atlet Petanque Kota Palopo. Pre Test mengukur kemampuan sebelum perlakuan diberikan, sedangkan Post Test mengukur kemampuan setelah perlakuan atau treatment diterapkan. Tes ini bertujuan untuk menilai efektivitas program latihan yang diberikan. Pengambilan data awal (Pre Tes. dilakukan dengan meminta atlet Petanque Kota Palopo untuk melakukan kemampuan shooting sebelum mendapatkan perlakuan. Selanjutnya, atlet menjalani perlakuan latihan sebanyak 16 kali pertemuan. Setelah perlakuan selesai, dilakukan pengambilan data akhir (Post Tes. untuk mengetahui perubahan kemampuan shooting atlet. Proses ini bertujuan memberikan gambaran yang jelas mengenai hasil penelitian. Analisis deskriptif data bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai data penelitian. Analisis ini diterapkan pada data pretest Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo dan posttest atlet Petanque Kota Palopo yang diperoleh dalam penelitian. Proses analisis deskriptif mencakup penghitungan nilai rata-rata . , median, standar deviasi, serta nilai minimum dan maksimum. Tabel 1. Analisis Deskriptif Variabel Pretest Shooting Posttest Shooting Mean Median Std. Deviasi Min Max 22,53 22,00 29,07 27,00 5,792 7,440 Hasil analisis deskriptif dapat diketahui pretest kemampuan shooting atlet pytanque Kota Palopo memiliki N . sebesar 15, mean . sebesar 22,53. Median . ilai tenga. sebesar 22,00. Std. Deviasi (Simpangan Bak. sebesar 5,792. Min . ilai terenda. Max . ilai tertingg. Hasil analisis deskriptif dapat diketahui posttest kemampuan shooting atlet pytanque Kota Palopo memiliki N . sebesar 15, mean . ata-rat. sebesar 29,07. Median . ilai tenga. sebesar 27,00. Std. Deviasi (Simpangan Bak. sebesar 7,440. Min . ilai terenda. Max . ilai tertingg. Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah variabel memiliki distribusi normal atau tidak. Hasil pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Uji Normalitas Data ShariroSig. Wilk Pretest 0,970 0,853 0,05 Shooting Posttest 0,938 0,362 0,05 Shooting Variabel Ket Normal Normal Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Berdasarkan kemampuan shooting atlet Petanque Kota Palopo menunjukkan nilai Shapiro-Wilk sebesar 0,970 dengan tingkat signifikansi 0,853, yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data pretest kemampuan shooting atlet tersebut mengikuti distribusi normal. Begitu pula untuk posttest kemampuan shooting, nilai Shapiro-Wilk sebesar 0,938 dengan tingkat signifikansi 0,362, yang juga lebih besar dari 0,05, sehingga distribusi data posttest juga dapat dikatakan normal atau berdistribusi normal. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah variansi data sama atau untuk memastikan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen. Keputusan diterima jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Lavene Statistic 1,063 Tabel 3. Uji Homogenitas df1 df2 Sig. Ket 0,311 Homogen Berdasarkan hasil uji homogenitas pada pretest dan posttest kemampuan shooting Petanque Kota Palopo dengan nilai Levene sebesar 1,063 dan signifikansi 0,311, yang lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan data berasal dari sampel yang homogen Dengan demikian, data pretest dan posttest berasal dari populasi yang homogen. Uji T dalam penelitian ini menggunakan paired sample T-test untuk menganalisis pengaruh latihan dengan alat bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque Kota Palopo. Hasil dari uji paired sample T-test tersebut dapat dilihat berikut ini: Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo Variabel Tabel 4. Uji T Berpasangan TTSig. Hitung Tabel taile. Pretest Shooting 13,704 1,753 0,000 Posttest Shooting Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung sebesar 13,704 lebih besar dibandingkan t tabel yang sebesar 1,753 . ,704 > 1,. , serta nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,000 yang kurang dari 0,05. Rata-rata nilai pretest kemampuan shooting atlet pytanque Kota Palopo adalah 22,53, sedangkan rata-rata posttest-nya sebesar 29,07, dengan selisih rata-rata sebesar 6,54. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan latihan menggunakan bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque Kota Palopo. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan dengan menggunakan alat bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque Kota Palopo. Sampel penelitian terdiri dari 15 atlet yang dipilih secara acak dan dibagi menjadi satu kelompok yang menjalani pretest dan posttest, dengan latihan menggunakan alat bending tangan selama 16 kali pertemuan. Pengukuran kemampuan shooting dilakukan sebelum dan setelah masa latihan menggunakan metode uji lapangan yang sudah distandarisasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa latihan dengan bending tangan memberikan peningkatan signifikan pada kemampuan shooting. Rata-rata skor kemampuan shooting sebelum latihan adalah 22,53, dan setelah 16 kali latihan intensif meningkat menjadi 29,07. Hasil analisis data pretest menunjukkan bahwa kemampuan shooting atlet Petanque Kota Palopo sebelum diberikan latihan bending tangan masih tergolong kurang optimal. Rata-rata nilai yang diperoleh peserta pada saat pretest menunjukkan bahwa sebagian besar atlet Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. mengalami kesulitan dalam melakukan tembakan secara akurat dan Kondisi ini mencerminkan bahwa kekuatan otot lengan dan koordinasi tangan-mata atlet belum cukup baik untuk mendukung teknik shooting yang efektif. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kurangnya latihan spesifik yang fokus pada penguatan lengan atas dan kestabilan pergelangan tangan. Setelah diberikan perlakuan berupa latihan menggunakan bending tangan selama beberapa minggu, terjadi peningkatan yang signifikan dalam hasil posttest. Rata-rata nilai kemampuan shooting meningkat secara nyata, menunjukkan adanya perkembangan positif dalam kemampuan teknik tembakan para atlet. Peningkatan ini menunjukkan bahwa latihan bending tangan dapat memberikan stimulus yang tepat dalam memperkuat otot-otot yang terlibat langsung dalam proses shooting. Latihan ini juga diyakini membantu meningkatkan keseimbangan dan kontrol gerakan saat melakukan lemparan boule. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji t . aired sample t-tes. , diperoleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Hasil ini mengonfirmasi bahwa latihan bending tangan secara nyata berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan shooting atlet pytanque. Hal ini menunjukkan bahwa latihan yang berfokus pada kekuatan dan kontrol otot lengan memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan keterampilan teknik dalam olahraga pytanque, terutama dalam aspek presisi saat melempar bola. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan menggunakan bending tangan efektif dalam meningkatkan kemampuan shooting atlet pytanque Kota Palopo. Program latihan ini dapat dijadikan sebagai bagian dari metode latihan rutin yang terstruktur dan terukur untuk meningkatkan performa atlet, khususnya dalam hal akurasi dan kekuatan lemparan. Selain itu, pelatih disarankan untuk mengombinasikan latihan bending tangan dengan teknik dasar dan simulasi pertandingan agar atlet mampu Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo mentransfer kekuatan otot ke dalam keterampilan bermain yang lebih maksimal dan kompetitif di lapangan. Latihan dalam olahraga pytanque menuntut ketelitian dan teknik gerakan yang presisi, khususnya dalam keterampilan shooting. Shooting merupakan salah satu aspek krusial yang menentukan hasil pertandingan, karena kemampuan menembak bola lawan dengan tepat dapat mengubah jalannya permainan. Di Kota Palopo, para pelatih mulai menerapkan metode latihan bending tangan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan shooting atlet. Teknik ini fokus pada pembengkokan siku dan pergelangan tangan saat melempar bola, yang dipercaya dapat memberikan stabilitas lebih baik pada gerakan atlet. Dalam latihan bending tangan, atlet diajarkan untuk mengontrol gerakan lengan secara lebih terstruktur. Pada awalnya, beberapa atlet mengalami kesulitan menyesuaikan gerakannya, karena diperlukan kekuatan otot kecil serta kesadaran tubuh yang lebih tinggi. Namun, seiring waktu, mereka mulai merasakan manfaat dari teknik ini. Posisi tangan yang lebih stabil membuat arah lemparan lebih terarah dan kecepatan bola lebih terkontrol, sehingga peluang untuk melakukan shooting yang akurat meningkat secara Latihan bending tangan, yang melibatkan gerakan fleksi dan ekstensi pada sendi siku dan pergelangan tangan, terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan shooting pada olahraga Petanque. Penelitian oleh (Syahwira et. al, 2. menunjukkan bahwa latihan kekuatan otot lengan secara signifikan meningkatkan hasil shooting pada atlet Petanque, dengan peningkatan yang lebih besar dibandingkan dengan latihan Selain itu, koordinasi mata dan tangan juga merupakan faktor krusial dalam shooting Petanque. Studi oleh (Safitri et. al, 2. menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara koordinasi mata-tangan, kekuatan otot lengan, dan keseimbangan terhadap ketepatan shooting dalam olahraga Petanque. Lebih lanjut, fleksibilitas pergelangan tangan juga berkontribusi terhadap kemampuan shooting. Latihan yang Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. kelembutan dan rentang gerak, memungkinkan atlet untuk mengontrol bola dengan lebih baik saat melempar. (Syahwira et. al, 2. menekankan pentingnya latihan fleksibilitas pergelangan tangan dalam meningkatkan Petanque. Penelitian (Diansyah, menunjukkan bahwa kekuatan otot lengan, kelentukan pergelangan tangan, dan tinggi badan secara simultan berpengaruh terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque. Sementara itu, (Nurzama, 2. menemukan bahwa panjang lengan dan kekuatan otot lengan memberikan kontribusi sebesar 64% terhadap ketepatan shooting dalam olahraga Petanque. Studi oleh (Wahyudhi et. al, 2. mengungkapkan bahwa koordinasi mata-tangan, kekuatan otot lengan, dan kelentukan pergelangan tangan secara bersama-sama berkontribusi terhadap keterampilan shooting pada atlet Petanque. Selain itu, penelitian oleh (Alif et. al, 2. menunjukkan bahwa latihan dumbbell wrist curl dapat meningkatkan kemampuan pointing pada atlet Petanque, yang berkaitan erat dengan teknik shooting. Terakhir, penelitian oleh (Suharto, 2. menyatakan bahwa latihan kekuatan otot lengan menggunakan resistance band dan splint secara signifikan meningkatkan ketepatan shooting pada atlet Petanque. Perubahan positif ini terlihat jelas pada performa atlet dalam sesi uji coba dan pertandingan Atlet yang rutin berlatih bending tangan menunjukkan tingkat keberhasilan shooting yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Mereka lebih jarang melakukan lemparan meleset dan mampu mengenai bola target dengan jumlah lemparan yang lebih sedikit. Hal ini menandakan bahwa pembiasaan mekanik tubuh melalui latihan bending tangan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan shooting. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa latihan teknik yang spesifik, termasuk bending tangan, mampu meningkatkan performa atlet pytanque, terutama dalam aspek shooting. Penelitian (Rahmawati & Suharto, 2. , latihan teknik spesifik seperti bending tangan secara signifikan meningkatkan kemampuan shooting pada atlet pemula karena membantu membentuk gerakan yang lebih terkontrol dan presisi Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo saat melempar. Hal ini didukung oleh (Harjono, 2. yang menyatakan bahwa latihan yang berfokus pada kekuatan lengan dan stabilitas tubuh bagian atas dapat memperbaiki konsistensi dalam shooting pytanque. Penelitian oleh (Mulyadi, 2. juga menegaskan bahwa program latihan bending tangan yang dilakukan secara periodik dan sistematis selama 4-6 koordinasi dan keseimbangan lengan saat melakukan shooting. Latihan ini juga membentuk pola otot motorik yang lebih adaptif terhadap tekanan Selain aspek teknis, latihan bending tangan juga memberi pengaruh besar terhadap faktor mental atlet. Ketika gerakan mereka menjadi lebih konsisten, kepercayaan diri saat melakukan shooting pun meningkat. Atlet merasa lebih yakin dengan teknik yang mereka miliki, sehingga mampu tampil lebih tenang dan fokus dalam pertandingan. Dalam olahraga presisi seperti pytanque, ketenangan dan fokus mental merupakan modal utama untuk menjaga konsistensi performa di lapangan. Dari sisi fisik, latihan bending tangan juga melatih kekuatan otot-otot kecil di sekitar pergelangan, lengan bawah, dan bahu. Otot-otot ini berperan penting dalam menopang gerakan melempar yang presisi. Dengan penguatan pada area tersebut, atlet mampu mempertahankan kualitas shooting meski sudah memasuki mempengaruhi akurasi lemparan. Ini membuat daya tahan performa atlet selama pertandingan menjadi lebih baik. Program latihan yang diterapkan di Kota Palopo ini tidak hanya fokus pada repetisi gerakan, tetapi juga pada pemahaman teknis tentang pentingnya sudut lengan dan kestabilan pergelangan saat melakukan Para pelatih memberikan koreksi detail setiap kali atlet melakukan kesalahan dalam mekanisme bending tangan. Pendekatan ini membantu atlet membangun kebiasaan teknik yang benar sejak awal, sehingga meminimalkan risiko kesalahan saat pertandingan sebenarnya. Meskipun hasilnya cukup positif, latihan menggunakan bending tangan tetap membutuhkan proses adaptasi yang tidak singkat. Setiap atlet memiliki Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 653-670 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. kecepatan belajar dan tingkat fleksibilitas fisik yang berbeda-beda, sehingga pelatih perlu memberikan pendekatan yang personal dan sabar. Beberapa atlet perlu lebih banyak waktu untuk menguasai teknik ini sepenuhnya, namun dengan latihan berkelanjutan, perubahan signifikan tetap dapat dicapai. Secara keseluruhan, penggunaan metode latihan bending tangan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan shooting atlet pytanque di Kota Palopo. Melalui peningkatan stabilitas teknik, penguatan fisik, dan kepercayaan diri, para atlet mampu menunjukkan perkembangan performa yang lebih konsisten. Dengan demikian, latihan ini layak untuk terus dikembangkan dan menjadi bagian penting dalam program pembinaan atlet pytanque di masa depan. Hasil pengembangan metode latihan dalam cabang olahraga pytanque. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa latihan bending tangan dapat meningkatkan ketepatan dan kekuatan lemparan atlet, sehingga dapat digunakan sebagai strategi latihan alternatif yang efektif oleh pelatih dalam meningkatkan performa shooting atlet. Selain itu, penelitian ini juga menambah referensi ilmiah dalam bidang kepelatihan olahraga, khususnya pada olahraga pytanque yang masih terbatas kajiannya di Indonesia. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain jumlah sampel yang relatif kecil dan hanya berasal dari satu Kota Palopo, digeneralisasikan secara luas. Selain itu, durasi latihan yang dilakukan terbatas pada 16 kali pertemuan, sehingga belum dapat menggambarkan efek jangka panjang dari latihan tersebut. Faktor eksternal seperti tingkat motivasi, kondisi fisik harian, dan pengalaman atlet juga tidak sepenuhnya dikontrol, yang kemungkinan turut memengaruhi hasil penelitian. KESIMPULAN Berarti terdapat pengaruh yang signifikan latihan menggunakan bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque Kota Palopo. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan menggunakan bending tangan Seruni. Andi Heri Riswanto. Suaib Nur. Rachmat Hidayat. Irsan Kahar. Fajri Hamzah Pengaruh Latihan Menggunakan Bending Tangan Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Petanque Kota Palopo terhadap kemampuan shooting pada atlet pytanque Kota Palopo. Latihan bending tangan terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan dan kekuatan lemparan, yang berkontribusi langsung pada peningkatan performa shooting atlet. Oleh karena itu, metode latihan ini dapat mengembangkan kemampuan shooting dalam olahraga pytanque. Berarti ada pengaruh yang signifikan Latihan menggunakan bending tangan terhadap kemampuan shooting pada atlet Petanque Kota Palopo. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Palopo atas segala dukungan dan fasilitas yang telah diberikan dalam proses penyusunan jurnal ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing, rekan-rekan sejawat, serta semua pihak yang telah memberikan bantuan, masukan, dan motivasi selama pelaksanaan penelitian hingga tersusunnya jurnal ini. REFERENSI