Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 DOI : x x Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Dalam Mengontrol Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Novida Nengsih Jurusan Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. nengsih@gmail. ABSTRACT Introduction :Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by increased blood sugar levels or Blood sugar levels that are too high cause damage to blood vessels which impede blood circulation, thus triggering various diseases, such as heart attacks, strokes, blindness and kidney failure which can even cause paralysis and death. Family support and motivation are needed in the success of the diabetes mellitus diet, especially in the process of controlling diabetes mellitus. Purpose : this study was to determine the relationship between family support and motivation in controlling blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients. Methods : This study was an analytic survey with a cross-sectional approach. The population in this study were all type 2 diabetes mellitus patients in the Simpang IV Sipin Public Health Center. Jambi City, totaling 1,564 respondents with a sample of 60 respondents using a purposive sampling technique. Results : The Results showed that there was a significant relationship between family support and motivation to follow a diabetes mellitus diet. in controlling blood sugar in type 2 diabetes mellitus patients with a p value of 0. <0. Conclusions : Family support is needed by people with chronic diseases, especially diabetes mellitus, it is hoped that families who have family members with diabetes mellitus, are more involved in caring for patients with diabetes mellitus, the involvement of family members is not only physically or materially but also psychologically, namely in the form of giving attention and support. Keywords: diabetes mellitus, family support, motivation, blood sugar levels ABSTRAK Latar Belakang :Diabetes Melitus merupakan penyakit yang kronis yang ditandai dengan adanya peningakatan kadar gula darah atau hiperglikemia. Kadar gula darah terlalu tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang menghambat peredaran darah sehingga memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dukungan keluarga dan motivasi sangatlah diperlukan dalam keberhasilan diet diabetes melitus terutama dalam proses kontrol terhadap penyakit diabetes melitus. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk megetahui hubungan dukungan keluarga degan motivasi dalam menontrol kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2. Metode : Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi sebanyak 1. 564 responden dengan sampel sebanyak 60 responden dengan tehnik purposive sampling. Hasil : Penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi menjalankan diet diabetes mellitus dalam mengontrol gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 dengan p value 0. <0,. Kesimpulan : Dukungan keluarga sangat diperlukan oleh para penderita penyakit kronis khususnya diabetes melitus, diharapan keluargayang memiliki anggota keluarga dengan diabetes melitus, lebih terlibat dalam merawat pasien dengan diabetes melitus, keterlibatan dari anggota keluarga tidak hanya secara fisik atau material tetapi juga secara psikologis yaitu berupa pemberian perhatian dan dukungan. Kata kunci : diabetes melitus, dukungan keluarga, motivasi, kadar gula darah Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 PENDAHULUAN Diabetes melitus oleh masyarakat Indonesia dikenal sebagai penyakit kencing manis ditandai dengan adanya peningakatan kadar gula darah atau hiperglikemia yang terus menerus dan bervariasi terutama setelah makan (Masriadi, 2. DM memiliki dua tipe, pada diabetes tipe 1, tingginya kadar gula darah disebabkan oleh pankreas yang tidak dapat memproduksi hormon insulin secara optimal. Sementara itu. DM tipe 2 biasanya terjadi karena sel-sel tubuh yang tak lagi peka terhadap insulin sehingga kesulitan mengubah glukosa menjadi energi. WHO . menjelaskan angka mortalitas karena penyakit DM diseluruh Dunia mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2012 dan pada tahun 2014 prevalensi penderita DM diperkirakan mencapai 9% dari total populasi dunia. International Diabetes Federation (IDF) Atlas . melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat (Kemenkes, 2. Sejalan dengan hal tersebut. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 memperlihatkan peningkatan angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018. Sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain. Prevalensi hipertensi di Kota Jambi pada tahun 2021 sebanyak 905 orang (Dinkes Kota Jambi, 2. Penderita hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin pada tahun 2021 sebanyak 1. 564 orang. Gula darah dikatakan tinggi apabila kadar gula darah saat berpuasa >126 mg/dL dan kadar gula darah sewaktu (GDS) adalah 200 mg/dL (Masriadi, 2. Diketahui bahwa kadar gula darah terlalu tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang menghambat peredaran darah sehingga memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Membiasakan gaya hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, menghindari merokok, tidak meminum alkohol, olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, memanajemen stress, dan kebiasaan lainnya yang dapat meningkatkan produktivitas tubuh (Nasution, 2. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan kadar gula darah seperti obesitas, tingkat stres dan aktifitas fisik (Boku, 2. Untuk mencegah naiknya kadar gula darah maka perlu terapi farmakologis diberikan bersama dengan pengaturan makan dan latihan jasmani . aya hidup seha. Keberhasilan proses kontrol terhadap penyakit diabetes melitus sangatlah ditentukan oleh kepatuhan berobat yang tinggi, agar dapat mencegah segala komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes mellitus (Ningrum, 2. Menurut Fitria dkk. , . faktorAefaktor yang sangat signifikan terhadap kepatuhan pengobatan yaitu pengetahuan, motivasi, dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga. Peran dan fungsi keluarga sangat dibutuhkan oleh anggota keluarga yang sakit. Ketika salah satu anggota keluarga atau lebih mengalami masalah kesehatan maka keluarga berperan penting dalam memberikan dukungan dalam pemecahan masalah. Bentuk pemecahan masalah kesehatan khususnya pada pasien diabetes melitus yaitu dengan cara memotivasi pasien dalam mengontrol kadar gula darah. Sampai saat ini peran dari keluarga masih sangat kurang sehingga pasien sering mengalami penurunan motivasi dalam mengontrol kadar gula darah. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit endokrin yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau Pengontrolan kadar gula darah secara teratur harus dilakukan untuk mencegah komplikasi berupa luka gangren, koma diabetikum dan retinopati diabetikum Simon, dkk . Berdasarkan penelitian yagng dilakukan oleh Tombokan, dkk . tentang AuHubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Dalam Mengontrol Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kecamatan Panakkukang Kota MakassarAy didapatkan hasil uji statistik menggunakan risk didapatkan nilai p-value 0,01 . <0,. Terdapat hubungan yang bermakna dukungan keluarga dengan motivasi dalam Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Menurut penelitian yang dilakuakn oleh Simon, dkk . tentang AuHubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Pasien Diabetes Melitus Dalam Mengontol Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ruteng. ManggaraIAy didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi dalam mengontrol gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas kota Ruteng dengan P value 0,046. METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan Cross Ae sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi sebanyak 1. responden dengan sampel sebanyak 60 responden. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. HASIL Tabel 1. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Dukungan Keluarga Kurang Baik Baik Total Motivasi Total Kurang Baik . Baik . 0,000 Berdasarkan tabel 1. didapatkan hasil sebanyak 24 . ,3%) pasien diabetes melitus tipe 2 yang dukungan keluarga kurang baik memiliki motivasi yang kurang baik dalam mengontrol kadar gula darah sedangkan sebanyak 18 . %) pasien diabetes melitus tipe 2 yang dukungan keluarga baik memiliki motivasi baik dalam mengontrol kadar gula darah. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000, yang artinya p-value<0,05 maka dapat disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi dalam mengontrol kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa dari 60 responden, hampir setengahnya yaitu 24 . ,3%) responden memiliki Dukungan Keluarga kurang dan kurang juga motivasi dalam menjalankan diet Diabetes Melitus. Hal ini sesuai dengan pendapat dari (Cumayunaro, 2. bahwa dukungan adalah factor terpenting seseorang dengan Diabetes Melitus untuk tetap menjalankan dietnya, hal serua juga disampaikan oleh (Bangun et al. , 2. bahwa kepatuhan untuk tetap dalam diet Diabetes Melitus dipengaruhi oleh dua hal, yaitu factor internal yaitu berupa Pendidikan, pengetahuan, keyakinan dan sifat kepribadian, serta factor ekternal yaitu interkasi tenaga kesehatan dengan penderita, factor lingkungan dan t erlebih dukungan dari keluarga. Keluarga merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seseorang , terlebih bagi Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. 1(Juni 2. Jurnal Ilmu-ilmu Kesehatan (JIIKES) ------------------------------- Volume 9 Nomor 1. Juni 2023 p-ISSN 2443-3128 e-ISSN 2828-5859 seseorang dengan penyakit kronis, dimana sering mereka mengalami saat saat sulit meskipun kadang tidak dikatakan dan dirasakan, perubahan dengan memulai mengatur segalanya dari aktifitas dan juga pola makan, disaat sepri itu tentu keha diran keluarga sangat diperlukan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh ( Wardani et al. , 2. yang mengatakan bahwa bahwa dukungan keluarga sangat berpengaruh bagi penderita Diabetes Millitus dalam pengendalian Kadar Gula Darah, dukungan dari keluarga akan dapat mengurangi beban yang dirasakan oleh penderita Diabetes Melitus , tetap semangat menjalani diet DM Diabetes Melitus . hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Derek et al. , 2. dan (Adam & Tomayahu, 2. bahwa stress yang dirasakan oleh penderita Diabetes Melitus akan turut serta mempengaruhi kadar gulanya. Dukungan dari keluarga dapat membuatdapat membuat pe nderita penyakit kronis, khususnya Diabetes Melitus akan bertahan dan tetap bersemangat dalam menjalani setiap fase tidak menyenangkan yang harus dilalui, perasaan diperhatikan merasa dicintai dan dibutuhan akan membuat seseorang bertahan dan memiliki resiliensi terhadap masalah yang dihadapi, mampu menjadi pribadi yang tangguh bahkan dalam situasi sulit (Damayanti, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi menjalankan diet diabetes Mellitus dengan keeratan hubungan yang kuat. Juga ditemukan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluargadan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di RSUD Blambangan. Dukungan keluarga sangat diperlukan oleh para penderita penyakit kronis khususnya DM, sehingga merujuk dari penelitian ini, diharapan keluargayang memiliki anggota keluarga dengan DM, lebih terlibat dalam merawat pasien dengan DM, keterlibatan dari anggota keluarga tidak hanya secara fisik atamaterial tetapi juga secara psikologis yaitu berupa pemberian perhatian dan dukungan. DAFTAR PUSTAKA