Agro Estate, 7 . Desember 2023 ISSN : 2580-0957 (Ceta. ISSN : 2656-4815 (Onlin. AGRO ESTATE Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet Available online https: //ejurnal. id/index. php/JAE KERAGAAN TANAMAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DIVERSITY OF MATURE OIL PALM PLANTS ON EX-COAL MINING LANDS Niko Napitupulu . Neny Andayani . & Githa Noviana . Program Studi Budidaya Pertanian. Jurusan Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Stiper. Yogyakarta *Coresponding Email: napitupulu. niko29@gmail. Abstrak Studi kasus penelitian ini dilaksanakan pada lahan reklamasi bekas tambang batubara yang terletak di Desa Bukit Mulia. Kecamatan Kintap. Kabupaten Tanah Laut. Provinsi Kalimantan Selatan dan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Desa Pulau Panci. Kecamatan Kelumpang Selatan. Kabupaten Kotabaru. Provinsi Kalimantan Selatan. Peningkatan produksi kelapa sawit di Indonesia diikuti dengan meningkatnya luas areal perkebunan setiap tahunnya. Keterbatasan lahan yang subur serta dilarangnya pembukaan areal baru untuk kelapa sawit memberikan efek kepada perusahaan perkebunan untuk memanfaatkan lahan marginal yang sudah ada untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan keragaan tanaman kelapa sawit menghasilkan (TM-I) yang ditanam di areal lahan bekas tambang batubara dan lahan mineral asli. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dari bulan Maret sampai April 2023 dan dilaksanakan dengan menggunakan metode survei agronomi dengan menentukan blok sampel peneltian dan mengumpulkan data primer serta sekunder. Data primer didapatkan dari pengukuran pada 2 blok eks tambang batubara dan 2 blok mineral. Setiap bloknya ditentukan 30 pokok sampel tanaman. Data primer yang diperoleh, kemudian dianalisis uji t pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkar batang, jumlah pelepah, dan panjang pelepah pada lahan eks tambang berbeda nyata dengan lahan mineral, sedangkan terhadap tinggi batang, jumlah daun, lebar petiole, tebal petiole, dan produksi pada lahan eks tambang menunjukan tidak berbeda nyata dengan lahan mineral. Kata kunci : Lahan marginal. Lahan bekas tambang Kelapa sawit Abstract The research was on ex-coal mining land located in Kintap District. Tanah Laut Regency. South Kalimantan Province, and the oil palm plantation located in Kelumpang Selatan District. Kotabaru Regency. South Kalimantan Province. The increase in palm oil production in Indonesia is followed by increasing in the area of oil palm plantations every year. Arable land is limited, and a ban on opening new land for oil palm plantations affects oil palm companies to utilize existing marginal land for oil palm plantations. The research aims to find out and compare the growth and production of mature oil palm trees planted on ex-coal mining land and original mineral land. The study was conducted from March to April 2023 and used agronomic methods by determining sample blocks and collecting primary and secondary data. That data was obtainable by measuring trees in 2 ex-coal mining blocks and original mineral blocks. Each block consists of 30 sample trees. The data obtained were then analyzed using the t-test at a significance level of 5%. The results showed the stem circumference, number of fronds, and length of fronds on ex-coal mining land were significantly different from the original mineral land, and stem height, number of leaves, petiole width, petiole thickness, and production on ex-coal mining land didnAot show significant differences from the original mineral land. Keywords: Marginal land. Ex-mining land Oil Palm How to cite : Napitupulu. Andayani. N & Noviana. Keragaan Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Pada Lahan Bekas Tambang Batubara . Jurnal Agro Estate Vol. PENDAHULUAN mengalami perbaikan sifat tanah seperti Kelapa sawit sebagai komoditas berat isi tanah yang menjadi lebih rendah berkisar 1,17-1,19 g/cm3, kandungan C- penting dalam meningkatkan kesejahteraan organik yang meningkat sampai 1,9-2%. Produksi peningkatkan pH dan kapasitas tukar Indonesia semakin naik setiap tahunnya berbanding kation (KTK) tanah (Yusuf, 2. lurus dengan peningkatan luas lahan yang Upaya perbaikan sifat tanah pada dijadikan perkebunan kelapa sawit di lahan reklamasi bekas tambang dapat Indonesia. Pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia Pemberian bahan organik dapat membantu memperbaiki sifat fisik dan mengalami peningkatan menjadi 14,85 Juta kimia tanah seperti berat volume, porositas. Ha pada tahun 2020 serta pada akhir tahun pori aerasi, pori air, dan agregasi tanah 2022 diperkirakan luasnya mencapai 16,8 (Juarsah. Juta Ha (BPDPKS, 2. 14,32 Juta Ha. Peningkatan luas lahan kelapa sawit Selain setiap tahunnya tidak didukung dengan mikroorganisme tanah sehingga mampu tanaman di lahan reklamasi bekas tambang disebabkan semakin banyaknya alih fungsi (Amelia dan Suprayogo, 2. Berdasarkan uraian diatas, penelitian dilakukan untuk mengetahui produksi dan perusahaan agribisnis mulai memanfaatkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang lahan marginal yang tersedia seperti lahan diaplikasikan bahan organik pada lahan bekas tambang batubara, namun apabila reklamasi bekas tambang batubara. pemanfaatannya secara langsung memiliki METODE PENELITIAN Keterbatasan banyak kendala karena memiliki pH dan Penelitian reklamasi bekas tambang batubara yang kepadatan tanah yang tinggi (Kumar, terletak di Desa Bukit Mulia. Kecamatan 2. , sehingga harus dilakukan reklamasi Kintapura. Kabupaten Tanah Laut. Provinsi dan revegetasi. Kalimantan Selatan dan perkebunan kelapa Lahan bekas tambang batubara yang sawit yang terletak di Desa Pulau Panci. Kecamatan Kelumpang Selatan. Kabupaten Kotabaru. Provinsi Kalimantan Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan Berdasarkan Maret April menunjukan terdapat perbedan yang nyata menggunakan metode survei agronomi. produksi pada lahan bekas tambang dengan Penelitian dilakukan pada 2 blok di lahan mineral di tahun 2022. Hasil analisis lahan bekas tambang dan lahan mineral data produksi di lokasi penelitian dapat bukan bekas tambang yang memiliki dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Pengaruh penggunaan lahan bekas tambang dan lahan mineral terhadap produksi . on/ha/tahu. bertopografi berbukit serta bergelombang. Setiap blok terdiri dari 30 pokok sampel sehingga terdapat 120 pokok sampel. Penentuan pokok sampel dilakukan pada Tahun baris ke-10 dan pokok ke-5 lalu dilanjutkan setiap 10 pohon di dalam barisan. Apabila baris ke-10 telah selesai maka bergeser 10 Jenis Lahan Eks Tambang Mineral Asli 2,31 b 3,58 a 1,30 a 0,65 a Keterangan : baris selanjutnya dan penentuan pokok sampel tetap dimulai dari pokok ke-5 dari C pinggir blok dan pokok selanjutnya adalah pokok ke-15, 25, 35, dan seterusnya. Tabel 1 menunjukan produksi di Demikian metode penentuan ini dilakukan Rerata yang diikuti huruf yang sama pada baris yang sama menunjukan tidak berbeda nyata berdasarkan uji t pada jenjang nyata 5%. Data produksi dari bulan Januari sampai Maret 2023 kedua jenis lahan pada tahun 2022 berbeda nyata sebesar 21,56% sedangkan produksi tanaman dalam 1 blok. di tahun 2023 tidak terdapat perbedaan Parameter yang diamati seperti tinggi yang nyata diantara kedua jenis lahan. , lingkar batang . , jumlah Pengaplikasian TKKS pada lahan bekas pelepah, panjang pelepah . , lebar tambang memberikan peningkatan aktivitas petiole . , tebal petiole . , jumlah mikroorganisme tanah yang menyebabkan tandan, dan berat tandan . sedangkan terjadinya perbaikan sifat fisik, kimia, dan data sekunder terdiri dari variabilitas iklim, pemupukan, dan produksi. Data penelitian perbaikan sifat tanah secara berkelanjutan dan yang didapatkan selanjutnya dianalisis searah dengan kebutuhan tanaman . lant menggunakan uji t dengan jenjang nyata requiremen. maka akan mampu memperbaiki tanaman kelapa sawit (Subowo, 2. Selain itu, kandungan kalium yang tinggi dalam TKKS pencucian pada musim hujan (Fauzi, mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit selama fase TM ketersediaan air dan nutrisi yang cukup muda (Goh et al. , 2. Produksi kelapa sawit sangat ditentukan jumlah tandan pengaruh terhadap perubahan produksi buah segar (TBS). Adapun hasil analisis kearah yang lebih positif (Sun et al, 2. jumlah TBS dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Keterangan : Adapun variabilitas iklim dapat dilihat pada tabel 3 dan 4. Tabel 3. Variabilitas iklim pada lahan bekas Curah Bulan Bulan Hujan Kering Lembab . Rerata 3. Tahun Rerata yang diikuti huruf yang sama pada baris yang sama menunjukan tidak berbeda nyata berdasarkan uji t pada jenjang nyata 5%. Data jumlah TBS tahun 2023 merupakan pengolahan data jumlah TBS dari bulan Januari sampai Maret 2023 oleh faktor iklim selain faktor genetik. Jenis Lahan Eks Tambang Mineral Asli 745,74 a 1218,08 a 388,80 a 211,290 a Produksi kelapa sawit dipengaruhi Pengaruh penggunaan lahan bekas tambang dan lahan mineral terhadap jumlah TBS (TBS/Ha/Tahu. Tahun Adanya Bulan Basah Sumber : Kantor Besar Kebun Tabel 2 menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata jumlah TBS pada Tabel 4. Variabilitas iklim pada lahan Curah Bulan Bulan Bulan Tahun Hujan Kering Lembab Basah . 784,17 716,07 250,03 Rerata 2. lahan bekas tambang dengan lahan mineral di tahun 2022 sebesar 24,05% sedangkan pada tahun 2023 tidak berbeda nyata jumlah TBS diantara kedua jenis lahan. Pengaplikasian holding capacity selain menambahkan kandungan unsur hara tanah. Pemberian Sumber : Kantor Besar Kebun Berdasarkan TKKS pada lahan bekas tambang dapat Schimdt dan Ferguson didapatkan rerata kapasitas lapang dan memperbaiki agregasi bulan kering dengan rerata bulan basah serta stabilitas agregat tanah sehingga pada lahan bekas tambang dan lahan mineral sebesar 0,075 dan 0,118, sehingga termasuk tipe iklim A atau iklim sangat vegetatif serta generatif. Adapun hasil Iklim menentukan produksi kelapa analisis data karakter agronomi dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Rerata Karakter Agronomi pada lahan bekas tambang dan lahan mineral. Parameter Tinggi Batang . Lingkar Batang . Jumlah Pelepah Panjang Pelepah . Lebar Petiole . Tebal Petiole . Jumlah Daun (Hela. Jumlah Tandan Berat Tandan . Keterangan : Jenis Lahan Eks Tambang 54,58 a 247,61 b 50,30 b 295,17 b 4,70 a 2,84 a 127,80 a 8,4 a 4,15 a Mineral 54,69 a 258,37 a 52,13 a 319,79 a 4,87 a 2,88 a 127,85 a 9,3 a 4,41 a Rerata yang diikuti huruf yang sama pada baris yang sama menunjukan tidak berbeda nyata berdasarkan uji t pada jenjang nyata 5%. Tabel 5 menunjukan bahwa karakter dekomposisi tandan kosong kelapa sawit. agronomi tinggi batang, lebar petiole, tebal petiole, dan jumlah daun pada lahan bekas tambang tidak berbeda nyata dengan lahan vegetatif serta generatif. Adapun hasil mineral sedangkan terhadap lingkar batang, analisis data karakter agronomi dapat dilihat pada tabel 5. jumlah pelepah dan panjang pelepah Proses menunjukan hasil yang berbeda nyata TKKS menghasilkan unsur hara yang lengkap diantara kedua jenis lahan. tetapi terbatas karena proses dekomposisi Pengaplikasian TKKS pada lahan TKKS yang membutuhkan waktu yang Lahan bekas tambang umumnya Perbaikan sifat kimia tanah pada kandungan AI yang tinggi tetapi dengan komplek bagi pertumbuhan tanaman. TKKS meningkatkan pH tanah karena asam-asam organik hasil dekomposisi akan mengikat AI membentuk senyawa khelat sehingga AI tidak terhidrolisis lagi (Atmojo, 2. aktivitas mikroorganisme akan mendukung Dekomposisi TKKS Tinggi batang, tebal petiole, dan lebar makro dan mikro tanah karena proses petiole pada lahan bekas tambang tidak mineralisasi akan akan melepaskan unsur berbeda nyata dengan lahan mineral bukan hara yang lengkap dalam jumlah yang relatif kecil (Atmojo, 2. serta proses pengaplikasian TKKS dan pupuk MOP akan meningkatkan unsur hara K. Kalium perbaikan kesuburan tanah. meningkatkan kadar karbon dalam tanah asam-asam meningkatkan KTK tanah (Nuryani dan fotosintat yang dihasilkan dan ditransfer ke Handayani, 2. Sifat fisik tanah pada lahan bekas menyebabkan pembelahan sel pada bagian tambang terjadi perbaikan yang disebabkan pucuk semakin aktif dan mendorong meningkatnya agregat tanah. Lahan bekas tambang batubara berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tekstur lempung sampai lempung berpasir batang yang meningkat (Lakitan, 2007 (Cooke dan Johnson, 2. Pada tanah dalam Rikwan, 2. lempung berat yang diaplikasikan TKKS Nitrogen pada lahan bekas tambang juga akan mengalami peningkatan yang menjadi lebih halus dan tidak kasar sedangkan pada tanah berpasir dapat Bertambahnya unsur nitrogen tanah akan merubah struktur tanah menjadi bentuk merangsang semakin aktifnya pembelahan gumpal sehingga meningkatkan agregat tanah (Atmojo, 2. memacu pertumbuhan bagian daun seperti TKKS. Perbaikan sifat biologi tanah pada tangkai daun . Hal ini diperkuat lahan bekas tambang yang diaplikasikan dengan hasil penelitian yang dilakukan TKKS oleh Derantika dan Nihayati . yang disebabkan meningkatnya bahan organik menyatakan bahwa semakin tinggi dosis pupuk nitrogen maka akan berpengaruh Meningkatnya bahan organik berpengaruh petiole daun. tanah karena bermanfaat sebagai sumber Peningkatan unsur hara P juga terjadi lapis diantara pokok tanaman belum pada lahan bekas tambang. Peningkatan P- total dan N-total ini berdampak terhadap meningkatkan pertumbuhan lingkar batang, peningkatan jumlah daun karena menurut jumlah pelepah, dan panjang pelepah. Nyakpa et al . proses pembentukan Selain itu pengaplikasian TKKS lebih daun tidak terlepas dari peranan unsur hara efektif sebagai mulsa karena mengandung seperti nitrogen dan fosfor yang terdapat lignin dan rasio C/N tinggi berkisar 22,8% pada medium tanam dan tersedia bagi dan 50-60% yang berpengaruh terhadap TKKS yang belum terdekomposisi dengan Jumlah tandan dan berat tandan tidak Kandungan lignin yang tinggi berbeda nyata diantara kedua jenis lahan pada TKKS menyebabkan TKKS sulit disebabkan karena pengaplikasian TKKS terdekomposisi, selain itu bahan organik mengandung lignin yang tinggi sehingga meningkatkan unsur hara kalium tanah. berdampak terhadap kecepatan mineralisasi Tanaman yang berusia 4 tahun sedang yang terhambat (Atmojo, 2015 dalam berada dalam increasing phase. Fase ini Sismiyanti, 2. tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur Wijanarko Yardha hara kalium dalam jumlah sedang sampai menyatakan bahwa tandan kosong kelapa tinggi supaya dapat membentuk jumlah dan ukuran tandan yang baik, sedangkan unsur memiliki jumlah hara terkandung yang hara fosfor berperan dalam mempercepat membutuhkan waktu yang lebih lama (Firmansyah. Peningkatan pH tanah pada lahan sumber bahan organik belum berpengaruh terhadap sejumlah bekas tambang juga memberikan pengaruh variabel pertumbuhan vegetatif tanaman. terhadap peningkatan jumlah dan berat KESIMPULAN Hubungan antara pH tanah dengan Pemanfaatan lahan bekas tambang jumlah tandan per pokok tanaman kelapa sawit memiliki linear positif yaitu jika pH memberikan produksi tidak berbeda tanah meningkat maka produksi tandan per nyata dengan lahan mineral bukan pokok akan semakin besar (Tambunan, bekas tambang. Pertumbuhan Pengaplikasian tandan kosong kelapa petiole, lebar petiole, jumlah daun, sawit (TKKS) yang hanya dilakukan 1 jumlah tandan, dan berat tandan pada Agricultural Science: Vol. 3 No. lahan bekas tambang tidak berbeda nyata dengan lahan mineral bukan Firmansyah. Rekomendasi Pemupukan Umum Karet. Kelapa Sawit. Kopi, dan Kakao. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Kalimantan Tengah. batang, jumlah pelepah, dan panjang pelepah pada lahan bekas tambang berbeda nyata dengan lahan mineral bukan bekas tambang. Goh. Tan. Lee. Hot Compressed Water Pretreatment of Oil Palm Fronds to Enhance Glucose Recovery for Production of Second Generation Bio-Ethanol. Bioresour. Technol. 165,9-12G. DAFTAR PUSTAKA