Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 | Nomor 2 | April Ae Juni 2022 e-ISSN: 2722-5798 & p-ISSN: 2722-5801 DOI: 10. 33860/pjpm. Website: http://jurnal. id/index. php/PJPM/ Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Metode Komposting Takakura Zrimurti Mappau . Fahrul Islam Prodi D-i Sanitasi. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mamuju. Mamuju. Indonesia Email korespondensi: fahrulhasanuddin@gmail. Article history: ABSTRAK Received: 05-04-2022 Accepted: 23-05-2022 Published: 30-06-2022 Indonesia menghasilkan 37,3% sampah rumah tangga dari total 67,8 juta ton sampah pada tahun 2020. Kabupaten Mamuju rata-rata menghasilkan sampah 1,6 ton per hari yang didominasi oleh jenis sampah limbah rumah Pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ibu-ibu kelompok tani di Desa Bambu. Kecamatan Mamuju sebanyak 20 orang. Metode kegiatan PKM menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Tahapan kegiatan PKM dimulai dengan penyuluhan tentang pengelolaan sampah plastik rumah tangga, penyuluhan tentang pengelolaan sampah dapur rumah tangga, demonstrasi dan praktik tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting. Semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ditandai dengan kehadiran peserta dalam semua tahapan kegiatan pengabmas yang selalu tepat waktu dan juga keaktifan peserta dalam praktik pembuatan kompos. Terdapat peningkatan jumlah peserta dengan pengetahuan baik tentang pengelolaan sampah plastik rumah tangga dari 20% menjadi 85%. Dan juga pengetahuan baik tentang pengelolaan sampah dapur rumah tangga dari 45% menjadi 85%. Di akhir kegiatan terbentuk 2 rumah yang menjadi rumah percontohan pembuatan kompos takakura. Kata kunci Kompos. Takakura. Sampah. Keywords: ABSTRACT Compost. Takakura. Rubbish. Indonesia produced 37. 3% of household waste out of a total of 67. 8 million tons of waste in 2020. Mamuju produces the average waste 1. 6 tons of waste per day which is dominated by household waste. The training activity aimed to empower the community in the management of household waste with takakura composting methods. The target of community service activities were the mothers of farmer groups in Bambu Village. Mamuju District as many as 20 people. The PKM activity method uses lecture and demonstration The stages of community service activities are started with counseling on household plastic waste management, counseling on household kitchen waste management, demonstrations and practices on household waste management with composting methods. All participants are very enthusiastic about participating in activities characterized by the presence of participants in all stages of packaging activities that are always on time and also the activeness of participants in composting practices. There is an increase in the number of participants with good knowledge about household plastic waste management from 20% to 85%. And also good knowledge of household kitchen waste management from 45% to 85%. At the end of the activity formed 2 houses that became a pilot house for making takakura compost. A2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 PENDAHULUAN Indonesia menghasilkan sampah 67,8 juta ton pada tahun 2020 dengan 37,3% berasal dari aktivitas rumah tangga (Databooks, 2. Sampah yang tidak terkelola berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021 sebanyak 5,1 juta ton/ tahun (SIPSN, 2. Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Kebersihan Lingkungan. DLHK Mamuju, rata-rata dalam satu bulan sampah yang diangkut sebanyak 648,11 ton atau 1,6 ton perhari yang didominasi oleh jenis sampah limbah rumah tangga (Ramli, 2. Sampah di Indonesia memiliki kandungan bahan organik yang tinggi sekitar 58% dibanding sampah non organik yaitu 42% (Mutmainah. Sampah rumah tangga dapat membuat banyak masalah diantaranya pengangkut sampah ke TPA mengganggu kebersihan dan kesehatan di sepanjang jalan yang dilewati truk. Selain itu, sering kali lokasi TPA yang tidak jauh dari perkampungan sering mendatangkan protes dari warga sekitar karena gangguan bau, kotor dan kesehatan yang ditimbulkan oleh keberadaan TPA (Mulyati. Renosori, & Chairiawaty, 2. Sampah merupakan material sisa dari suatu proses yang memiliki dampak bahaya untuk lingkungan dan kesehatan. Solusi dari dampak tersebut adalah penanggulangan sampah dengan perancangan dan pembuatan alat, serta pelatihan dan pendampingan yang berhubungan dengan pengolahan sampah (Cundari. Arita. Komariah. Agustina, & Bahrin, 2. Sampah rumah tangga merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar kepada lingkungan. Penanggulangan sampah dapat kita mulai dari skala rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik (Ashlihah. Saputri, & Fauzan, 2. Peran serta masyarakat secara umum hanya sebatas pembuangan sampah dan belum sampai pada tahapan pengelolaan sampah yang dapat bermanfaat kembali bagi masyarakat. Pengelolaan sampah yang paling sederhana dengan memisahkan sampah organik dan anorganik yang memerlukan sosialisasi yang intensif dari pemerintah kepada masyarakat (Dampang. Efelina. Purwanti, & Rahmadewi, 2. UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah mendorong adanya suatu usaha pengelolaan sampah yang dilakukan dengan maksimal. Adapun upaya pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara Reuse. Reduce, dan Recycle . R) adalah kegiatan memperlakukan sampah dengan cara, menggunakan kembali . , mengurangi . dan mendaur ulang . (Mulasari, 2. Pengelolaan sampah merupakan salah satu konsep yang dapat membantu mengatasi dampak timbulan sampah. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengelola sampah adalah dengan meningkatkan aspek kognitifnya yaitu pengetahuan masyarakat tentang mengelola sampah (Buhani, 2. Perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga, terkait salah satu perannya sebagai ibu rumah tangga. Salah satu metode alternatif untuk membuat kompos adalah menggunakan metode Takakura. Metode Takakura merupakan metode pembuatan kompos yang diperkenalkan oleh Mr. Takakura, seorang peneliti dari Jepang, dimana penelitiannya tentang pembuatan kompos secara praktis. Tempat membuat komposnya . sangat praktis yaitu menggunakan keranjang (Muhsinin. Dinata. Andriansyah, & Asnawi, 2. Satu keranjang standar dengan starter 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari (Widikusyanto, 2. Hasil pelatihan dengan menggunakan hasil kompos metode Takakura diakui oleh warga sebagai praktik yang mudah, sederhana, dan bermanfaat untuk penghijauan lingkungan (Linda Noviana & Sukwika, 2. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 Desa Bambu merupakan salah satu desa di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju yang memiliki kelompok wanita tani. Kesadaran pengelolaan sampah di Desa Bambu masih rendah ini terlihat dari pengamatan di lapangan bahwa masih banyak sampah yang dibakar dan dibiarkan begitu saja. Diharapkan dengan adanya pelatihan bagi ibu-ibu kelompok tani tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting yang dikemas dalam paket pengabdian masyarakat oleh Tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Mamuju dan terbentuknya rumah percontohan di akhir kegiatan semoga dapat memberikan contoh kepada ibu-ibu di lingkungan sekitarnya sehingga akan sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan, menyuburkan tanaman di pekarangan/lahan pertanian, dan peningkatan pendapatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura METODE Pengabdian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2021 di Desa Bambu. Kecamatan Mamuju. Adapun khalayak sasaran dalam pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani Suka Maju di Desa Bambu sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan pengabdian ini berupa ceramah dan demonstrasi. Langkah-langkah kegiatan dalam pengabdian ini dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini: Pertemuan dengan Aparat Desa Bambu Penyuluhan Tentang pengelolaan sampah plastik rumah tangga & pembagian poster tentang sampah plastik Demosntrasi dan praktik pembuatan kompos metode takakura & pembagian poster cara pembuatan kompos Penunjukan rumah tangga percontohan pengolahan sampah dapur menjadi Pembagian Poster Tentang Pemilahan Sampah Di Rumah & Penyuluhan pengelolaan sampah dapur rumah tangga Gambar 1. Bagan alir tahapan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Untuk mengukur pengetahuan peserta tentang pengelolaan sampah dapur rumah tangga, digunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan yang berisi tentang pembagian jenis sampah, bagian-bagian komposter Takakura, bioaktivator alami, cara perawatan keranjang Takakura, ciri kompos yang baik dan manfaat pengelolaan sampah dapur. Sedangkan untuk mengukur pengetahuan peserta tentang pengelolaan sampah plastik juga menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan tentang pembagian sampah organik dan anorganik beserta contohnya, ciri-ciri sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah plastik rumah tangga, waktu yang dibutuhkan sampah plastik untuk terurai, dan pengelolaan sampah plastik dengan 4 Skala pengukurannya adalah ordinal. Yaitu pengetahuan baik dan kurang, dikatakan pengetahuan baik jika peserta memperoleh skor Ou70 sedangkan dikatakan pengetahuan kurang jika peserta memperoleh skor <70. Kegiatan pengabdian ini Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 dikatakan berhasil jika Ou80% peserta memiliki pengetahuan yang baik dan terbentuk 1 . rumah percontohan pengelolaan sampah dapur menjadi kompos dengan metode Takakura di akhir kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian dimulai dari pertemuan dengan Kepala Desa Bambu yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan praktik tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting. Adapun rincian kegiatan yang telah dilaksanakan diawali dengan Pertemuan bersama Kepala Desa dan staf Kantor Desa Bambu. Pertemuan dengan Kepala Desa dan Staf Kantor Desa Bambu dilakukan setiap sebelum melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Pertemuan ini membahas tentang rencana pelaksanaan pengabdian masyarakat diantaranya, waktu, tempat, dan peserta kegiatan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui dua tahap penyuluhan dan satu tahap demonstrasi dan praktik. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 05 dan 09 Agustus 2021, sedangkan demonstrasi dan praktik dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2021. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat tersebut adalah sebagai berikut: Kegiatan pertama yaitu pemberian edukasi tentang pengelolaan sampah plastik rumah tangga. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta dari kelompok tani Desa Bambu. Kegiatan diawali dengan pre-test sebelum penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan, dan diberikan post-test setelah penyuluhan, kemudian dilakukan penilaian terhadap hasil post-test dan peserta dengan tiga nilai tertinggi diberikan doorprize, selain itu peserta juga di bagikan poster yang berisi informasi tentang sampah plastik. Gambar 2. Penyuluhan Sampah Plastik Kegiatan kedua yaitu pembagian poster tentang pemilahan sampah di rumah. Selain itu juga dilakukan edukasi tentang pengelolaan sampah dapur rumah tangga, diikuti oleh 20 orang peserta yang sama yaitu dari kelompok tani Desa Bambu. Kegiatan ini juga di awali dengan pre-test sebelum penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan, dan diberikan post-test setelah penyuluhan, kemudian dilakukan penilaian terhadap hasil post-test dan peserta dengan tiga nilai tertinggi diberikan Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 Gambar 3. Penyuluhan Sampah Dapur Kegiatan ketiga yaitu demonstrasi dan praktik pembuatan kompos dari sampah dapur rumah tangga metode Takakura dengan peserta yang sama dengan peserta pada penyuluhan pengelolaan sampah plastik dan pengelolaan sampah dapur rumah Peserta di bagi ke dalam 4 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 5 Dua orang bertugas mempersiapkan keranjang Takakura yaitu bagian dasar keranjang dilapisi sabut kelapa sebagai pengganti bantal sekam kemudian melapisi seluruh dinding keranjang bagian dalam dengan kardus. Sedangkan 3 orang lainnya memotong-motong sampah sisa sayuran dan kulit buah menjadi ukuran yang kecil. Kemudian semua sampah yang sudah di potong menjadi ukuran kecil di masukkan ke dalam keranjang kemudian ditutup dengan penutup yang dialasi kain hitam. Selain demonstrasi dan praktik juga dibagikan poster tentang cara kerja pembuatan kompos dengan metode Takakura. Gambar 4. Demonstrasi Pembuatan Kompos Semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ditandai dengan kehadiran peserta dalam semua tahapan kegiatan pengabmas yang selalu tepat waktu dan juga keaktifan peserta dalam praktik pembuatan kompos. Semua peserta dibagikan keranjang untuk digunakan dalam praktik pembuatan kompos di rumah masingmasing, kemudian dipilih 3 peserta dengan kompos terbaik dan tercepat untuk mendapatkan dorprize dan dari 3 peserta terbaik dipilih 2 orang yang rumahnya dijadikan sebagai rumah percontohan pengolahan sampah rumah tangga menjadi Adapun luaran yang dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 berdasarkan target dari kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan sampah plastik rumah tangga yaitu 80% dari peserta penyuluhan mampu memahami yang ditunjukkan pada kemampuan menjawab pertanyaan yang diberikan dengan skor minimal 70 dapat dilihat pada Gambar 5. di bawah ini: < 70% >=70% pre test plastik post test plastik Gambar 5. Pengetahuan Peserta Sebelum dan Setelah Penyuluhan Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Tangga Pada Gambar 5. terlihat bahwa setelah penyuluhan terjadi peningkatan jumlah peserta dengan pengetahuan baik tentang pengelolaan sampah plastik rumah tangga dari 20% menjadi 85%. Berdasarkan Gambar 5 di atas terlihat bahwa terdapat 85% peserta yang memiliki skor Ou70 yang berarti kegiatan penyuluhan tersebut memenuhi Berdasarkan target dari kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan sampah dapur rumah tangga yaitu 80% dari peserta penyuluhan mampu memahami yang ditunjukkan pada kemampuan menjawab pertanyaan yang diberikan dengan skor minimal 70 dapat dilihat pada Gambar 6. di bawah ini: < 70% pre test organik >=70% post test organnik Gambar 6. Pengetahuan Peserta Sebelum dan Setelah Penyuluhan Pengelolaan Sampah Dapur Rumah Tangga Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 Pada Gambar 6. terlihat bahwa setelah penyuluhan terjadi peningkatan jumlah peserta degan pengetahuan baik tentang pengelolaan sampah dapur rumah tangga dari 45% menjadi 85%. Berdasarkan Gambar 6 di atas terlihat bahwa terdapat 85% peserta yang memiliki skor Ou 70 yang berarti kegiatan penyuluhan tersebut memenuhi Berdasarkan target dari kegiatan demonstrasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura yaitu 80% peserta mampu Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mempraktikkan pembuatan kompos dengan metode Takakura. Gambar 7. Praktik Pembuatan Kompos Oleh Peserta Berdasarkan target dari kegiatan pendampingan rumah percontohan yang menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura adalah terbentuk minimal satu rumah percontohan. Hasil kegiatan ini adalah terbentuk dua rumah percontohan. Gambar 8. Rumah Percontohan Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (Pemerintah Republik Indonesia, 2. Sedangkan menurut para ahli kesehatan masyarakat Amerika, sampah . adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia, dan tidak terjadi dengan sendirinya (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan uraian tersebut, secara umum dapat disimpulkan bahwa sampah adalah sisa dari hasil aktivitas manusia yang tidak digunakan atau dipakai dan dibuang maupun proses alam yang berbentuk padat. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 Sampah atau limbah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari di rumah tangga yang tidak termasuk tinjak dan sampah spesifik. Dampak limbah rumah tangga dapat mempengaruhi pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas udara, maka akan mempengaruhi terhadap tingkat kesehatan bagi orang lain. Beberapa cara pengelolaan sampah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perencanaan yang baik terhadap pengelolaan sampah seperti halnya daur ulang, pembakaran, persiapan, pengomposan, dan pembusukan (Hasibuan, 2. Pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar rumah ataupun ke sungai telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat. Pengelolaan sampah rumah tangga belum dilaksanakan secara optimal. Tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, perilaku terhadap kebersihan lingkungan, pengetahuan tentang perda persampahan, serta kesediaan membayar retribusi sampah berkorelasi positif dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga (Riswan. Sunoko, & Hadiyanto, 2. Sampah rumah tangga sebagian besar adalah sampah organik. Secara umum sampah organik dapat diartikan sebagai sampah/hasil proses yang berupa bahanbahan organik . engandung unsur C. O) (Tamyiz et al. , 2. Salah satu cara untuk mengatasi sampah rumah tangga adalah dengan mengubah bahan organik domestik menjadi kompos. Pengomposan, daur ulang sampah organik seperti vegetasi dan sisa makanan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Sampah organik di rumah tangga dapat diubah menjadi kompos dengan metode Takakura. Takakura merupakan salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan dengan menggunakan AuKeranjang TakakuraAy. AuKeranjang TakakuraAy adalah alat sederhana berbentuk keranjang yang dapat menampung sampah organik rumah tangga seperti sisa nasi, sayuran, dan sampah organik lainnya dan mengubahnya menjadi kompos (Dampang et al. , 2. Dalam pembuatan kompos metode Takakura, inkubator kecil digunakan dan ditempatkan di rumah komunitas. Walaupun dalam skala kecil namun dengan multiplier yang banyak, mampu menghasilkan kompos yang melimpah. Kegiatan produksi kompos dengan metode Takakura mampu mengatasi sampah organik rumah tangga dan mengingatkan kembali minat masyarakat dalam memproduksi kompos (Muhsinin et al. , 2. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini terkait pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos dengan metode Takura diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal dan eksternal individu dengan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga juga berkorelasi signifikan dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga (Nugraha. Sutjahjo, & Amin, 2. Pemberian pemahaman kepada ibu rumah tangga atau masyarakat pada umumnya dalam menangani masalah sampah dengan mengubahnya menjadi kompos yang dapat bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kemandirian ekonomi bagi kelompok masyarakat Sehingga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah untuk memberikan pemahaman dan penanganan sampah secara nasional untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sosial dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi (Hayat & Zayadi. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat http://jurnal. id/index. php/PJPM e-ISSN: 2722-5798 | p-ISSN: 2722-5801 Vol. 3 No. 2: April-Juni 2022 | Hal. 258 - 267 SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian ini berhasil melatih peserta untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Sebanyak 100% peserta mampu mempraktikkan pembuatan kompos dengan metode Takakura. Terbentuk dua rumah percontohan yang menerapkan pengolahan sampah rumah tangga dengan metode Komposting Takakura. Diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pengolahan sampah rumah tangga dengan metode komposting Takakura dan mengajarkan pada keluarga dan tetangganya. Rekomendasi untuk kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya adalah pendampingan pembentukan UMKM di bidang kompos. DAFTAR PUSTAKA