Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil Empatheia : Jurnal Psikologi ISSN :A. DOI :AA. Self-Esteem as Part of Academic Productivity Self Esteem Sebagai Bagian Produktivitas Insan Akademisi Vicky Kurniawan1. Moh. Arvany Zakky Al Kamil2 1Vicky. krn99@gmail. Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban 2marvanizakky@gmail. Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban Abstract Self-esteem is a crucial psychological factor that influences students' productivity in academic life. This study aims to describe how self-esteem contributes to student productivity, both in academic performance and personal development. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving students from the Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban who had completed at least one year of study. The findings reveal that students with high self-esteem tend to have strong learning motivation, better time management, and greater confidence in facing academic challenges. In contrast, students with low self-esteem experience difficulties in active participation, decision-making, and are more prone to anxiety and decreased academic performance. Social support and a positive campus environment were identified as protective factors that help strengthen students' self-esteem. This study highlights the reciprocal relationship between self-esteem and productivity and underscores the importance of institutional efforts to foster self-esteem as a strategy to enhance student well-being and academic Keywords: self-esteem, student productivity, higher education, social support, self-confidence Abstrak Self-esteem atau harga diri merupakan faktor psikologis penting yang memengaruhi produktivitas mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana self-esteem berperan dalam menunjang produktivitas mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan diri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban yang telah menjalani masa studi minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self-esteem tinggi cenderung memiliki motivasi belajar yang kuat, mampu mengelola waktu, dan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik. Sebaliknya, mahasiswa dengan self-esteem rendah mengalami hambatan dalam partisipasi aktif, pengambilan keputusan, serta rentan terhadap kecemasan dan penurunan performa akademik. Dukungan sosial dan lingkungan kampus yang positif terbukti menjadi faktor protektif dalam memperkuat harga diri mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa hubungan antara self-esteem dan produktivitas bersifat timbal balik, serta pentingnya perhatian institusi pendidikan dalam membina self-esteem guna meningkatkan kualitas dan kesejahteraan mahasiswa. Kata kunci : self-esteem, produktivitas mahasiswa, pendidikan tinggi, dukungan sosial, kepercayaan diri Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil PENDAHULUAN kepercayaan diri di pandangan orang lain. Memiliki gelar sebagai mahasiswa Produktivitas mahasiswa juga merupakan adalah suatu kebanggaan sekaligus Suatu kebanggaan karena menentukan keberhasilan proses pendidikan di perguruan tinggi. Produktivitas ini tidak menjadi harapan begitu banyak orang, hanya tercermin dari pencapaian akademik seperti nilai, kelulusan tepat waktu, dan manakala kita harus bertanggung jawab partisipasi dalam kegiatan ilmiah, tetapi juga atas ilmu yang kita miliki. Maka dari dari kemampuan mahasiswa untuk mengelola itu, harapan dan tanggung jawab yang waktu, menyelesaikan tugas, serta terlibat diemban oleh mahasiswa sangat besar. aktif dalam pengembangan diri. Sebagai seorang mahasiswa kita adalah berbagai capaian tersebut, terdapat faktor psikologis yang memainkan peran penting, memberikan solusi untuk masalah yang salah satunya adalah self-esteem atau harga Produktivitas Di balik Sebelum menjadi agen perubahan, sangatlah krusial, karena lewat proses belajar, mahasiswa terlebih dahulu menjalani individu bisa memahami dan beradaptasi proses pembelajaran. Bagi individu, pendidikan adalah hal yang sangat akademik yang baik dapat memberikan kepuasan diri, ketenaran, serta meningkatkan Prestasi harga diri di mata orang lain. Harga diri yang beradaptasi dengan situasinya. Proses tinggi di kalangan mahasiswa mendorong pola pikir yang lebih kreatif dan berenergi, berbagai sumber, baik yang formal sehingga berdampak pada sikap positif akibat perasaan diakui dan dihargai. Agar pembelajaran optimal, kita semua perlu Self-esteem adalah persepsi individu produktif saat belajar. Produktivitas Mahasiswa dengan tingkat self- memungkinkan kita mencapai prestasi esteem yang tinggi umumnya memiliki rasa percaya diri yang kuat, mampu menetapkan tujuan secara jelas, serta memiliki motivasi Sebaliknya. Vol. No. Tahun 2024 2 Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil mahasiswa dengan self-esteem rendah Semua kualitas ini tentu akan berujung pada peningkatan produktivitas. Di sisi lain, saat seseorang merasa merasa cemas dalam menghadapi tugas, produktif maka orang tersebut akan mampu menyelesaikan tugas, mencapai target, dan menjalani aktivitas akademik. Kondisi melihat hasil konkret dari usahanya dan ini pada akhirnya dapat menurunkan memperkuat self-esteem yang dimilikinya. pencapaian potensi optimal mahasiswa. merasa bahwa dirinya berguna, kompeten. Self-esteem atau harga diri yang dan pantas untuk dihargai. Dari sini terlihat self-esteem terhadap dirinya sendiri, apakah ia merasa berharga, mampu, dan layak produktivitas mahasiswa, dan produktivitas membentuk hubungan timbal self-esteem psikologis ini, tersimpan kekuatan besar mahasiswa tersebut. belajar, atau kegiatan sehari-hari, selfesteem memainkan peran penting dalam menentukan seberapa efektif dan efisien seseorang dalam menyelesaikan tugastugasnya sebagai mahasiswa. Seseorang self-esteem Dalam konteks pekerjaan, self-esteem cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemampuannya. tidak mudah merasa minder ketika menghadapi tantangan, dan sebaliknya, berani mengambil inisiatif dan tanggung Sikap ini mendorongnya untuk lebih fokus, lebih tekun, dan lebih tahan banting ketika menghadapi tekanan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana self-esteem memengaruhi produktivitas insan akademisi, khususnya mahasiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Pendekatan pengalaman subjektif, persepsi, dan makna yang diberikan oleh partisipan terhadap konsep harga diri dan produktivitas dalam Subjek penelitian adalah mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel, dengan kriteria Vol. No. Tahun 2024 3 Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil mahasiswa yang telah memiliki masa pondasi yang memengaruhi motivasi dan cara kuliah minimal satu tahun dan bersedia untuk melakukan wawancara. Jumlah menempuh pendidikan tinggi. informan tidak ditentukan secara pasti Menurut Rosenberg, self-esteem adalah sejak awal, melainkan mengikuti prinsip evaluasi global seseorang terhadap dirinya sampai mencapai data jenuh . ata sendiri sebagai pribadi yang berharga dan saturatio. , yaitu ketika tidak ditemukan lagi informasi baru yang signifikan. memungkinkan mahasiswa untuk memiliki Teknik pengumpulan data yang dipakai keyakinan dalam menghadapi berbagai tugas adalah dengan wawancara, observasi dan tanggung jawab akademik. Hal ini sejalan dan studi dokumentasi. HASIL Harga Coopersmith self-esteem berkorelasi dengan perilaku yang adaptif dan Hasil peneltian terhadap subjek kinerja akademik yang baik . yakni merupakan para mahasiswa di Beberapa partisipan menunjukkan bahwa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama memiliki keyakinan terhadap kemampuan Tuban yang aktif dalam perkuliahan yang dinilai dari konsep dirinya. Lokasi keterbatasan, mampu menjaga mereka tetap bersemangat dalam menjalankan tanggung kampus, baik secara daring maupun jawab akademik. Sikap sabar dan ketekunan luring, tergantung pada situasi dan yang tercermin dalam self-esteem yang stabil kondisi lapangan saat pengumpulan data turut mendukung keberlanjutan usaha mereka Penelitian ini memberikan dalam menghadapi tekanan akademik. Hal ini gambara konsep diri mahasiswa. sesuai dengan teori Bandura mengenai self- Berdasarkan dengan mahasiswa, terlihat bahwa self- keyakinan seseorang terhadap kemampuannya esteem atau harga diri memegang memengaruhi motivasi dan performa mereka . produktivitas akademik dan personal Namun, terdapat juga narasi mahasiswa Self-esteem yang terbentuk dari dengan self-esteem rendah, yang berdampak kesadaran individu terhadap nilai diri, pengakuan sosial, serta refleksi atas kelebihan dan kekurangan, menjadi Baumeister Vol. No. Tahun 2024 4 Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil menjelaskan bahwa rendahnya harga Determination Theory oleh Deci dan Ryan, diri dapat memicu perasaan cemas dan yang menyatakan bahwa penghargaan diri dan kompetensi internal memotivasi individu berpotensi menurunkan produktivitas untuk bertahan dan berkembang . Sebaliknya. Rasa gagal atau tidak mahasiswa dengan self-esteem rendah sering berharga yang dirasakan mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengelola waktu dan menjaga motivasi, yang berdampak pada mengurangi fokus dan motivasi belajar, penurunan performa akademik. sehingga berdampak negatif terhadap performa akademik mereka. disimpulkan bahwa self-esteem yang sehat Dukungan sosial dari lingkungan Dari hasil wawancara tersebut, dapat teman-teman menjadi pondasi penting dalam produktivitas mahasiswa, baik secara akademik maupun faktor protektif yang signifikan dalam pengembangan diri secara keseluruhan. Hal self-esteem Harter menegaskan bahwa pengakuan produktivitas mahasiswa. dan penerimaan sosial adalah sumber penting dalam pembentukan harga diri PEMBAHASAN Self-esteem atau harga diri memainkan memengaruhi kesiapan individu untuk peran penting dalam kehidupan sehari-hari seseorang karena memengaruhi cara individu Sebaliknya, kurangnya dukungan sosial memandang diri sendiri serta bagaimana dapat memperburuk persepsi diri dan menurunkan produktivitas mahasiswa. Individu dengan self-esteem yang Dalam aspek pengelolaan waktu tinggi umumnya lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, mampu menerima dengan self-esteem positif cenderung lebih disiplin dan mampu mengatur hubungan sosial yang lebih sehat. Sebagai Mereka contoh, dalam lingkungan kerja, seseorang memandang tanggung jawab akademik dengan harga diri positif lebih mampu sebagai wujud penghargaan terhadap diri sendiri, bukan sekadar kewajiban terpengaruh oleh kegagalan, serta memiliki Hal ini sejalan dengan konsep motivasi untuk terus berkembang. Sebaliknya, motivasi intrinsik dalam teori Self- self-esteem Vol. No. Tahun 2024 5 Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil menyebabkan seseorang merasa tidak Asah Yulianda. Silvia Rizky Azzahra, dan Amalia menarik diri dari interaksi sosial, yang "Dampak Penentu Tri Ambarwati Self-Esteem Sebagai Faktor Mengatasi Prokrastinasi pengembangan potensi diri. Oleh karena Akademik pada Mahasiswa". Penelitian ini itu, menjaga dan membangun self- memiliki self-esteem tinggi lebih cenderung mendukung kesejahteraan mental dan dengan mereka yang memiliki self-esteem kehidupan sehari-hari. Temuan Pentingnya peranan self-esteem ini menunjukkan bahwa tingkat self-esteem yang telah mendorong berbagai penelitian tinggi tidak selalu sejalan dengan perilaku untuk mengkaji hubungan antara harga diri dan berbagai aspek kehidupan Salah oleh Tri Wahyu Setianingsih. Keizya Farra dilakukan oleh Tiara Kusuma Dewi Alevia, dan Lucky Purwantini dengan judul "Hubungan Di samping itu, studi yang dilaksanakan "Korelasi Antara Self-Esteem Dan Antara Self Esteem dengan Prestasi Psychological Well-Being Pada Karyawan" Belajar Mahasiswa", yang menunjukkan menunjukkan bahwa self-esteem memiliki bahwa semakin tinggi tingkat self- esteem yang dimiliki mahasiswa, maka psychological well-being. Semakin tinggi rasa semakin baik pula prestasi belajar percaya diri seorang karyawan, semakin Penelitian serupa oleh Ni meningkat pula kesejahteraan psikologisnya. Kadek Apri Yanditini dan I. Temuan ini menunjukkan bahwa harga diri Wiyasa dalam "Hubungan Self-Esteem memiliki peranan yang krusial tidak hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam Motivasi Berprestasi Kinerja Guru" juga menunjukkan bahwa self-esteem lingkungan kerja. Dari berbagai temuan tersebut, mayoritas penelitian menunjukkan bahwa self-esteem berkorelasi positif dengan perilaku dan capaian individu seperti prestasi belajar. Temuan yang berbeda diperoleh kinerja, dan kesejahteraan psikologis. Namun, dalam penelitian oleh Ichlasul Amal, terdapat juga hasil yang bertolak belakang Vol. No. Tahun 2024 6 Vicky Kurniawan. Moh. Arvany Zakky Al Kamil seperti yang ditunjukkan oleh Amal pengembangan diri mahasiswa. Harga diri , yang menyatakan adanya korelasi yang sehat, yang terbentuk dari kesadaran negatif antara self-esteem tinggi dan nilai diri, pengakuan sosial, serta refleksi atas kelebihan dan kekurangan, berkontribusi Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis akan mengkaji lebih lanjut antara self- esteem dan produktivitas mahasiswa. Mahasiswa dengan self-esteem sebagai salah satu aspek penting dalam konteks kehidupan akademik. terhadap kemampuan diri, lebih disiplin Peningkatan self-esteem melalui dalam mengelola waktu, serta memandang refleksi diri, dukungan sosial, dan tugas akademik sebagai bentuk penghargaan pembentukan lingkungan belajar yang terhadap diri sendiri. Sebaliknya, self-esteem positif dapat membantu mahasiswa eksternal, sehingga mampu mencapai menurunkan motivasi, dan berdampak negatif potensi maksimalnya. Oleh karena itu, terhadap kinerja akademik. Dukungan sosial institusi pendidikan perlu memberikan dari lingkungan kampus dan teman sebaya perhatian khusus pada pengembangan juga terbukti menjadi faktor protektif dalam self-esteem sebagai bagian dari strategi memperkuat self-esteem mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan harga diri perlu kesejahteraan mahasiswa. menjadi perhatian dalam upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan mahasiswa Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta self-esteem Institusi diharapkan dapat menciptakan lingkungan psikologis ini sebagai bagian dari strategi pendidikan yang holistik. menunjang produktivitas akademik dan Daftar Pustaka