Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 MANAJEMEN HUMAS DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT DI SMA NEGERI 1 ACEH BARAT DAYA Irwansyah. Thaleb. Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya. Aceh. Indonesia Email: eone_cy@yahoo. Abstrak: Partisipasi masyarakat terhadap lembaga pendidikan sangat dibutuhkan agar sistem pendidikan dapat dilakukan dengan maksimal. Permasalahan yang terjadi adalah partisipasi masyarakat dalam mendukung dan mengawasi sistem pendidikan masih Masyarakat kurang peduli terhapat perkembangan sekolah, kurang dukungan terhadap kegiatan kegiatan di sekolah, bahkan ada sebagian dari masyarakat yang merasa terganggu terhadap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, upaya apa saja yang dilakukan humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, dan faktor pendukung dan penghambat humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, bidang manajemen humas dan masyarakat . omite sekola. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa manajemen humas dalam mendorong partisipasi masyarakat berjalan dengan baik dan seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan menyusun seluruh kegiatan perencanaan, masyarakat juga diikutsertakan dalam seluruh penyusunan program di sekolah, sedangkan usaha yang dilakukan humas dalam mendorong partisipasi masyarakat adalah dengan terus menghubungkan sekolah dengan masyarakat dan juga instansi pendidikan lain. Adapun faktor pendukung adalah sumber daya manusia, perkembangan teknologi dan media elektronik, dan yang paling utama adalah kekompakkan antara seluruh pihak sekolah dan masyarakat, sedangkan faktor penghambat antara lain waktu yang tersedia kurang dan belum maksimalnya komunikasi antara pihak sekolah dan masyarakat. Dengan demikian diharapkan manajemen humas terus dapat ditingkatkan sebagai upaya dalam meningkatkan sistem pendidikan menjadi lebih bermutu. Kata Kunci: Manajemen Humas. Partisipasi Masyarakat Abstract: Community participation in educational institutions is very necessary so that the education system can function optimally. The problem that occurs is that community participation in supporting and supervising the education system is still low. The community does not care about the development of the school, there is a lack of support for school activities, and there are even some people who feel disturbed by the activities carried out at the school. The aim of this research is to find out public relations management in encouraging community participation in SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, what efforts are made by public relations in encouraging community participation in SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, and the supporting and inhibiting factors of public Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 relations in encouraging community participation in SMA Negeri 1 Southwest Aceh. This research uses qualitative research with the research subjects being school principals, public relations and community management . chool committe. Data collection uses observation, interview and documentation techniques which are then analyzed using the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results showed that public relations management in encouraging community participation runs well and all activities can be carried out jointly by compiling all planning activities, the community is also included in all program preparation at schools, while the efforts made by public relations in encouraging community participation are by continue to connect schools with the community and other educational institutions. The supporting factors are human resources, developments in technology and electronic media, and the most important thing is solidarity between all schools and the community, while inhibiting factors include insufficient time available and inadequate communication between the school and the In this way, it is hoped that public relations management can continue to be improved as an effort to improve the education system to a higher quality. Keywords: Public Relations Management. Community Participation PENDAHULUAN Pendidikan sebagai seuatu sistem yang di dalamnya terdapat beberapa komponen yang menjadi satu kesatuan fungsional yang saling berinteraksi, bergantung, dan berguna untuk mencapai tujuan. Komponen yang dimaksud yaitu tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, lingkungan pendidikan dan alat pendidikan, proses pendidikan membentuk sumber daya manusia yang berkulitas maka pemerintah terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas melalui pengawasan dan bimbingan masyarakat. Pada dasarnya lembaga pendidikan merupakan organisasi sosial yang memiliki publik internal dan eksternal. Lembaga pendidikan merupakan agen perubahan dan tempat untuk menyalurkan ilmu kepada generasi penerus bangsa. Di era globalisasi masyarakat akan lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih lembaga pendidikan. Akibatnya lembaga pendidikan harus berupaya untuk menciptakan citra sebaik mungkin di hadapan masyarakat. Namun, pada masa sekarang semakin marak kasus yang terjadi pada lembaga pendidikan seperti fenomena geng pelajar di berbagai daerah dan sekolah yang melakukan kekerasan kolektif. Belum lagi kekerasan yang melibatkan guru dan siswa, termasuk kasus pelecehan seksual, rokok, narkoba dan miras yang pasang surut meramaikan peredaran berita di media massa. Banyak yang menganggap peran humas tidak penting bagi instansi pendidikan. Terutama ini banyak di lakukan oleh sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 pemerintah, mulai dari level SD sampai SMA. Kecuali di level universitas, sudah ada staf atau petugas sendiri untuk bagian humas atau public relations. Memang untuk lembaga pendidikan swasta atau di bawah naungan yayasan tertentu sudah mulai digunakan cara-cara ke-humas-an tersebut, tapi biasanya kurang maksimal, walaupun ada job diskripsi untuk itu tidak dapat bekerja dengan baik serta kurang dapat membawakan peran bagaimana semestinya seorang humas itu. Padahal dalam lembaga pendidikan peran humas atau public relations sangatlah penting untuk membangun dan menjaga image yang positif, mengingat lembaga pendidikan yang memiliki publik internal dan eksternal. Astuti . November 2. menyatakan bahwa fungsi utama hubungan masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga organisasi dengan publiknya dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik supaya menciptakan pendapat atau opini yang menguntungkan lembaga atau organisasi. Fungsi hubungan masyarakat adalah upaya yang terencana dan terorganisasi dari sebuah perusahaan atau lembaga untuk menciptakan hubungan-hubungan yang saling bermanfaat dengan berbagai publiknya. Keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan pengawasan pendidikan mengacu kepada pertimbangan penetapan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang peran dan tugas masyarakat dalam mengembangkan sistem pendidikan. Menurut keputusan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tersebut, menyatakan bahwa tugas dan wewenang masyarakat adalah meningkatkan mutu layanan pendidikan, perlu dilakukan revitalisasi tugas komite sekolah berdasarkan prinsip gotong royong. Keputusan tersebut didukung oleh peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelola dan penyelenggara pendidikan di Indonesia. Suryosubroto . menyatakan bahwa humas di lingkungan organisasi kerja atau instansi pemerintahan, termasuk organisasi pendidikan, harus diartikan sebagai serangkaian kegiatan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat atau pihak tertentu di luar organisasi tersebut. Hal itu dilakukan agar pihak-pihak yang melakukan kerja sama memperoleh dukungan serta mencapai efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja secara sadar dan sukarela. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Peran aktif dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan sangat diperlukan, dengan adanya pengalihan kewenangan pengembalian keputusan ke level sekolah. Sehingga sekolah diharapkan lebih mandiri dan mampu menentukan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan tuntunan lingkungan masyarakat itu Dalam masalah ini, sekolah harus mampu mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, artinya sekolah diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat terhadapa proses penyelenggaraan pendidikan yang sedang dijalankan, agar sama-sama dapat mengawasinya. Mahfud . menyatakan bahwa pendidikan hadir di tengah-tengah masyarakat memiliki banyak fungsi yang tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa an sich, tetapi juga berfungsi sebagai pencerdasan diri, sosial, negara bangsa, bahkan dunia. Lebih khusus di Indonesia, fungsi pendidikan sedikit disinggung pada bab II pasal 3 dalam UU Sisdiknas 2003, bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah (Minarti, 2. Dalam hal ini, sekolah sebagai sistem sosial yang merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khusunya kebutuhan pendidikan agar masyarakat dapat memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak dalam proses pendewasaan bangsa di masa yang akan datang. Hasil observasi awal yang penulis laksanakan diperoleh beberapa informasi tentang permasalahan yang sering terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, bahwa partisipasi masyarakat dalam mendukung dan mengawasi sistem pendidikan masih rendah. Masyarakat kurang peduli terhadap perkembangan sekolah, kurang dukung terhadap kegiatan sekolah, bahkan ada sebagian masyarakat yang merasa terganggu terhadapa kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Salah satu penyebab permasalahan tersebut timbul adalah kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah dalam menyampaikan tugas dan fungsi masyarakat dalam mengawasi sistem pendidikan Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 yang dilaksanakan, serta masih kurang menajemen humas yang dibentuk di sekolah Partisipasi masyarakat terhadap lembaga pendidikan sangat diperlukan sebuah manajemen humas yang harus dikelola dengan baik sehingga mempermudah menjalin komunikasi dengan masyarakat dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat Sehingga langsung sekolah memfungsikan manajemennya dengan baik. Dalam hal manajemen yang mengatur hubungan dengan masyarakat, baik masyarakat internal maupun masyarakat eksternal, karena manajemen humas merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi peningkatan kualitas pendidikan ke depan dan senantiasi dikembangkan. Pidarta . menyatakan bahwa sekolah yang tidak punya nama baik di mata masyarakat dan akhirnya mati, adalah sekolah yang tidak mampu membuat hubungan baik dengan masyarakat pendukungnya. Sebaliknya sekolah yang mampu mengadakan kontak hubungan dengan masyarakatnya akan bisa bertahan lama, malah dapat maju Berdasarkan uraian di atas tentang pentingnya peran komite sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: . manajemen humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. usaha apa saja yang dilakukan humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. faktor pendukung dan penghambat humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan menggali keterangan-keterangan dari sumber langsung serta mengumpulkan bukti penjelasan baik berupa dokumentasi maupun informasi wawancara. Sugiyono . menyatakan bahwa penelitian dengan jenis kualitatif adalah penelitian yang tidak mencari perbandingan, tetapi hanya bersifat variabel mandiri, yang bertujuan untuk mengungkapkan fakta-fakta yang ada dalam sebuah penelitian. Pendekatan penelitian kualitatif dilaksanakan kemudian dianalisis menggunakan kata-kata dan informasi dari sumber yang diperoleh dan bukan dengan angka yang dianalisis dengan statistik Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, adapun waktu penelitian mencapai 7 bulan dari bulan Juni sampai dengan Desember 2022. Subjek penelitian adalah orang, individu, kelompok yang dijadikan unit atau satuan yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian adalah benda, keadaan atau orang tempat data melekat dipermasalahkan. Dengan demikian maka subjek penelitian sebagai orang yang diamati sebagai sasaran penelitian (Hadi, 2. Oleh karena itu, subjek yang diteliti akan ditentukan langsung oleh penulis berkaitan dengan masalah dan tujuan peneliti (Arikunto, 2. Dengan demikian, jelas bahwa yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, komite sekolah dan masyarakat di lingkungan SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut: Teknik observasi Teknik observasi aatau pengamatan yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati langusng terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung (Margono, 2. Sebagai metode ilmiah observasi berarti pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang akan diselidiki. Dalam hal ini penulis dapat melakukan pengamatan atau pemantauan secara langsung terhadap penelitian yaitu di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. Teknik wawancara Menurut Tanzeh . definisi dari wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan interview pada seseorang atau beberapa orang yang bersangkutan. Sedangkan menurut M. Nazir . definisi dari wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide . anduan wawancar. Metode wawancara dalam penelitian ini digunakan peneliti untuk mencari serta mengumpulkan data-data tentang sejarah berdirinya sekolah serta informasi-informasi lain yang dipergunakan untuk melengkapi data penelitian yang dibutuhkan. Wawancara yang dilaksanakan berupa dengan menanyakan langsung permasalahan yang sedang . Teknik dokumentasi Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Teknik dokumentasi yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan mencatat datadata dari laporan, arsip, papan data, dan lain-lain yang menyangkut dengan observasi di Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan manajemen sekolah terhadap peningkatan mutu Penelitian deskriptif adalah penelitian yang didasarkan data deskriptif dari status, keadaan, sikap, hubungan atau sistem pemikiran suatu masalah yang menjadi objek penelitian ini, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data yang terkumpul dengan menganalisis data, mendeskripsikan data, serta mengambil kesimpulan. Untuk menganalisis data ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, karena data-data yang diperoleh merupakan kumpulan keterangan-keterangan. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu melalu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, penelitian sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari informan. Apabilan jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum cukup, peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sehingga datanya sudah jenuh. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Humas dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya Peningkatan kerja sama antara pihak sekolah dengan masyarakat sering disebut dengan manajemen humas, pelaksanaan manajemen humas ditujukan untuk mendorong partisipasi masyarakat agar ikut serta mengelola sistem pendidikan menjadi lebih baik. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, penulis memperoleh keterangan tentang hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu: Hubungan sekolah dengan masyarakat sampai saat ini berjalan dengan baik, dukungan masyarakat dan komite sekolah dalam pelaksanaan seluruh kegiatan pendidikan di sekolah sangat besar, masyarakat sangat berharap agar SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya menjadi salah satu sekolah yang dapat melahirkan generasi yang bertanggung jawab dan juga mampu bersaing dalam dunia pendidikan di masa yang akan datang. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Pelaksanaan seluruh manajemen humas harus disusun sedemikian rupia agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, dalam penyusunan seluruh kegiatan manajemen humas, pihak sekolah mengikutsertakan masyarakat untuk mengatur seluruh kegiatan manajemen humas. Pelaksanaan manajemen humas di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya dimulai dengan menyusun seluruh kegiatan perencanaan, masyarakat diikutsertakan dalam seluruh penyusunan program tahun sekolah, biasanya masyarakat yang hadir diwakili oleh komite sekolah, pihak masyarakat juga sering memberikan arahan dan masukkan tentang bagaimana meningkatkan sistem pendidikan untuk menjadi lebih baik. Menjalin hubungan masyarakat agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat diluar sekolah membutuhkan perencanaan agar kegiatan humas menjadi teraarah, tidak bisa dipungkiri bahwa suatu lembaga apapun bentuknya membutuhkan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, perencanaan adalah proses penting dari semua fungsi manajemen, tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain tidak akan dapat berjalan dan juga menjadi modal awal agar kegiatan bisa lebih terarah dan mencapai tujuan yang dikehendaki, maka dalam menjalankan seluruh program di sekolah, pihak sekolah, masyarakat dan komite harus mampu merancang seluruh kegiatan. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu masyarakat . omite sekola. yaitu: Aumerancang program-program kerja baik tahunan, semesteran, bulanan yang direncanakan dan yang telah disusun, dikoordinasikan oleh kepala sekolah ataupun komite sekolah, wakil kepala bidang humas meskipun sebenarnya bukan ranah atau bagiannya wakil kepala khususnya bidang humasAy. Selain itu masyarakat juga menjelaskan bahwa kegiatan perencaan terhadap sistem pendidikan sudah tersusun rapi, itu terlihat dari beberapa hasil rapat dimana sekolah melibatkan seluruh unsur masyarakat untuk mendukung sistem pendidikan. Sistem manajemen humas yang diterapkan oleh sekolah untuk melibatkan seluurh unsur masyarakat sudah baik, artinya sekolah tidak mengambil sendiri seluruh kebijakan, dalam kurun waktu beberapa bulan biasanya pihak sekolah mengadakan pertemuan dengan masyarakat, baik yang diwakili komite maupun wali murid untuk membahas tentang perkembangan siswa, dan juga tentang perkembangan sekolah. SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya mengadakan rapat kerja pada awal kerja tahun Pada rapat kerja yang diikuti oleh semua guru dan juga kepala sekolah. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 untuk mempersiapkan semua kegiatan yang akan digunakan pada awal tahun pembelajaran baru, salah satu dari program yang dipersiapkan pada awal tahun adalah program kegiatan hubungan masyarakat. Program manajemen humas yang direncanakan itu berdasarkan dari hasil analisis masyarakat, baik internal dan eksternal. Dengan menganalisa program tersebut dapat mengetahui kebutuhan dan keinginan yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan yang dikehendaki oleh masyarakat, dan juga masyarakat dapat mengetahui kegiatankegiatan yang ada di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya. Jenis-jenis partisipasi masyarakat yang dibutuhkan terkait dengan tujuan yang ada pada kegiatan partisipasi tenaga dalam berbagai kegiatan, partisipasi ide atau pemikiran, partisipasi dana, partisipasi dalam mendukung seluruh program yang dilaksanakan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan agar tidak bertentangan dengan norma-norma kemasyarakatan. Lembaga pendidikan adalah suatu organisasi produksi yang menghasilkan jasa pendidikan yang dibeli oleh para konsumen. Apabila produsen tidak mampu memasarkan hasil produksinya dalam hal ini jasa pendidikan dikarenakan tidak dapat memuaskan konsumen, maka produksi jasa ditawarkan tidak akan laku. Artinya lembaga pendidikan yang memproses jasa pendidikan tidak mampu memuaskan pengguna jasa pendidikan sesuai dengan kebutuhan pasar, bahkan lembaga pendidikan tidak bisa untuk terus eksis. Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan saran yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Dalam hal ini, sekolah sebagai sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar yaitu masyarakat. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif dan efisien. Selain itu, sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan (Mulyasa, 2. Sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, hubungan serasi, terpadu, serta timbal balik yang menciptakan dan dilaksanakan agar dapat meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan dapat saling menunjang. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam lembaga pendidikan menjadi salah satu masalah dalam peningkatan mutu pendidikan (Gunawan, 1. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Nasution . dalam hal ini sekolah yang berfungsi selaku pelaku aktif bagi kemajuan masyarakat, belajar di sekolah diorientasikan kepada kenyataan kehidupan Sekolah menggunakan masyarakat menjadi laboratorium dan sumber kedua-duanya. Sistem pendidikan humas yang diterapkan oleh sekolah untuk melibatkan seluruh unsur masyarakat sudah baik, artinya sekolah tidak mengambil sendiri seluruh kebijakan, dalam kurun waktu beberapa bulan biasanya pihak sekolah mengadakan pertemuan dengan masyarakat, baik yang diwakili komite maupun wali murid untuk membahas tentang perkembangan siswa, dan juga tentang perkembangan sekolah. Usaha yang dilakukan Humas dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya Hubungan masyarakat adalah bagaimana berhubungan dengan orang dan menciptakan pencitraan yang bagus di masyarakat dan menjalin relasi atau kerjsama dengan masyarakat secara umum dan instansi atau lembaga. Kepala sekolah menjelaskan bahwa Aupengurus humas bertugas memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, humas juga adalah corongnya sekolah yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang keberadaan sekolah kita dan bisa menangkap kemauankemauan masyarakat apa yang dikehendaki terhadap sekolah kita, humaskan tugasnya itu sehingga kita dapat melayani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, intinya humas sebagai tali komunikasi dengan masyarakatAy. Kegiatan dalam pelaksanaan humas di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya dibagi dalam beberapa bagian seperti yang diungkapkan oleh pengurus humas, yaitu: Audalam kegiatan humas di sekolah dilaksanakan usaha-usaha yaitu menghubungkan sekolah dengan masyarakat khusus . alon siswa dan wali muri. dan masyarakat umum . nstansi lain, lembaga, dan perusahaa. Dalam pelaksanaannya humas sering melakukan kerja sama dengan pihak kampus atau sekolah tinggi dengan tujuan dapat mengenal kepada siswa tentang bagaimana menjadi calon-calon mahasiswa yang memberikan dampak terhadap perkembangan pendidikan, selain itu juga dengan pihak kesehatan dan keamanan untuk menangkal maraknya peredaran dan bahaya narkobaAy. SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya memiliki citra yang bagus di masyarakat terbukti dengan banyaknya siswa yang berminat setiap tahun nya dan juga termasuk salah satu sekolah tertua di Kabupaten Aceh Barat Daya, ini tidak terlepas dari kerja Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 keras sekolah secara umum dan humasnya yang menjadi jembatan penyambung antara sekolah dengan masyarakat yang mampu memperkenalkan dan menciptakan pencitraan dan mampu muncul di hadapan masyarakat. Sekolah juga berkomitmen tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik untuk kepuasan masyarakat, dengan begitu peminat tidak perlu di cari dan akan datang sendiri, terutama melayani siswa dalam proses pembelajaran dengan menyediakan fasilitas yang memadai yang dapat menjadi penompang keahlian siswa masing-masing. Itu lah yang menjadi prinsip yang dijalankan selama ini, dengan begitu kami akan dicari terbukti dengan adanya SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya inilah yang terunggul baik dalam prestasi maupun dalam jumlah peminatnya. Dengan melihat keberhasilan yang dicapai saat ini tidak terlepas dari kerja keras warga sekolah untuk tetap berkomitmen memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Selain itu menajemen yang teraarah yang dapat mendukung kemajuan sekolah dan hubungan warga interennya harus memiliki visi yang sama dengan kata lain terus kompal dalam mendukung program sekolah yang telah direncanakan. Tujuan dari merencanakan program kerja hubungan masyarakat dalam manajemen hubungan masyarakat adalah bagaimana upaya menciptakan hubungan harminis antara lembaga pendidikan dengan masyarakat agar tujuan yang diharapkan dapat terwujud meliputi terciptanya citra positif, kemauan yang baik, saling menghargai, serta toleransi antara kedua belah pihak. Mulyasa . menyatakan bahwa Auhubungan masyarakat memiliki rencana program yang terencana yang akan dilaksanakan dan dievaluasi hasil pelaksanaan Semua kegiatan hubungan masyarakat hendaknya disusun terlebih dahulu melalui rencana program kerja hubungan masyarakat dalam program rutin . angka pende. dan program kerja insedentil . angka panjan. Dalam implementasi program kerja tersebut harus dikerjakan secara terus menerus dan kronologisAy. Faktor Pendukung dan Penghambat Humas dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya Pelaksanaan program hubungan masyarakat merupakan tahap yang paling penting karena ini bagian dari realisasi dari perencanaan yang telah ditentukan. Tahapan inilah yang menjadi tolok ukur berhasil atau tidaknya suatu perencaan yang akan dilihat Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 pada tahap evaluasi, jika tahap ini tidak berjalan, maka perencanaan yang baik pun akan menjadi rumusan belaka. Sebagai puncak keberhasil suatu program, dalam pelaksanaan dibutuhkan orangorang yang ahli dalam berkomunikasi dengan publik karena akan berhubungan baik yang langsung maupun tidak langsung dengan mereka, orang yang mampu medorong partisipasi masyarakat dalam merealisasikan program tersebut sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan sarana yang mempunyai peran penting dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Karena keberhasilan suatu organisasi lembaga pendidikan dalam mencapai misi dan tujuannya salah satunya ditentukan oleh peranan dan kegiatan hubungan masyarakat dalam memelihara hubungan yang harmonis dengan publik baik sasaran internal . arga sendir. maupun eksternal . asyarakat umu. (Baharuddin & Makin. Faktor-faktor yang mendukung manajemen humas adalah sumber daya manusia, semangat bersaing bangkit, perkembangan teknologi dan media elektronik, dan yang paling utama adala kekompakkan antara seluruh pihak sekolah dan masyarakat, tidak saling menyalahkan dan saling mendukung perkembangan pendidikan. Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan manajemen humas antara lain waktu yang tersedia untuk melaksanakan pertemuan dengan masyarakat tidak cukup, kecuali dilaksanakan di luar jam sekolah, selain itu juga tidak dapat dilaksanakan komunikasi rutin dengan masyarakat, karean ada sebagian masyarakat yang tidak memiliki alat untuk komunikasi (HP), oleh karena itu waktu dan komunikasi yang menjadi salah satu penghambat dalam pelaksanaan manajemen humas. Berkaitan dengan hubungan kerjasama dengan masyarakat umum yaitu instansi lain, lembaga dan perusahaan humas SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya terus berkembang dan terus menggali informasi dan meningkatkan relasi kerjasama masyarakat dan instansi perguruan tinggi sebagai jenjang bagi siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan di masa yang akan datang. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, tentang manajemen humas dalam mendorong partisipasi masyarakat, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Manajemen humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya berjalan dengan baik dan seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai bersama-sama meningkatkan sistem pendidikan menjadi lebih baik. Usaha yang dilakukan humas dalam mendorong partisipasi masyarakat di SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya adalah dengan terus menghubungkan sekolah dengan masyarakat khusus . alon siswa dan wali muri. dan masyarakat umu . nstansi, lembaga dan perusahaa. Dalam pelaksanaannya humas juga sering melakukan kerjasama dengan pihak kampus atau sekolah tinggi untuk memperkanalkan kepada siswa tentang bagaimana calon-calon mahasiswa yang dapat memberikan dampak terhadap perkembangan pendidikan, selain itu juga dengan pihak kesehatan dan keamanan untuk menangkal maraknya peredaran dan bahaya narkoba. Faktor-faktor yang mendukung manajemen humas adalah sumber daya manusia, semangat bersaing bangkit, perkembangan teknologi dan media elektronik, dan yang paling utama adala kekompakkan antara seluruh pihak sekolah dan masyarakat, tidak saling menyalahkan dan saling mendukung perkembangan pendidikan, faktorfaktor yang menghambat pelaksanaan manajemen humas antara lain waktu yang tersedia untuk melaksanakan pertemuan dengan masyarakat tidak cukup, kecuali dilaksanakan di luar jam sekolah, selain itu juga tidak dapat dilaksanakan komunikasi rutin dengan masyarakat, karean ada sebagian masyarakat yang tidak memiliki alat untuk komunikasi (HP), oleh karena itu waktu dan komunikasi yang menjadi salah satu penghambat dalam pelaksanaan manajemen humas. Saran Kepala Sekolah Kepala sekolah selaku pemimpin lembaga pendidikan diharapkan mampu memberikan kebijakan-kebijakan dan fasilitas guna menunjang kelancaran kegiatan kehumasan di lembaga guna untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekitar. Pedagogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol. No. Oktober 2023 Irwansyah dan M. Thaleb P-ISSN: 2337-7364 E-ISSN: 2622-9005 Waka. Humas Secara umum, diharapkan penelitian ini dapat memberi gambaran terkait peran humas dalam lembaga pendidikan, sekaligus memberi gambaran terkait dengan manajemen humas dan perannya dalam lembaga pendidikan yang memang perlu dilakukan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat sekitar. Peneliti selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan tambahan referensi sehingga pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih baik, terutama yang berkaitan dengan humas. Hasil penelitian ini masih bisa dikembangkan dan diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan penelitian yang lebih Secara umum, diharapkan penelitian ini dapat memberi gambaran terkait dengan posisi humas dalam lembaga pendidikan, sekaligus memberi gambaran terkait dengan manajemen humas dan perannya dalam lembaga pendidikan yang memang perlu dilakukan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat sekitar. REFERENSI