PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 2 November 2024 . MENYUSUN LANGKAH PENDIDIKAN UNGGUL: MERESPONS KETERBATASAN AKSES INFORMATION TECHNOLOGY DALAM PENDIDIKAN PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA BENGKULU Jesi Veronika1 dan Moch. Iqbal2 Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Indonesia Corresponding Author: jesiveronika155@gmail. moch_iqbal@gmail. ABSTRAK Pendidikan di zaman digital membutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dengan baik guna mendukung proses pembelajaran yang efisien. Namun, situasi di Kota Bengkulu menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap TI masih menjadi permasalahan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah strategis dalam mengatasi kendala tersebut di konteks pendidikan SMP Kota Bengkulu. Melalui metode kajian kepustakaan, kajian ini melibatkan analisis mendalam terhadap literatur, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan topik keterbatasan akses IT pada tingkat sekolah menengah pertama di kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendati keterbatasan akses TI menjadi hambatan, terdapat beberapa langkah strategis yang bisa ditempuh untuk mengatasinya. Diantaranya adalah pengembangan kurikulum yang mengakomodasi keterbatasan teknologi, pelatihan bagi guru dalam mengoptimalkan sumber daya yang terbatas, kerjasama antar sekolah, dan pemanfaatan alternatif teknologi yang lebih terjangkau. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perhatian yang lebih serius terhadap pengembangan strategi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan lokal, khususnya dalam menghadapi keterbatasan akses TI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Kota Bengkulu, serta dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan konteks serupa. Kata Kunci: Keterbatasan akses TI, pembelajaran adatif, strategi pendidikan ABSTRACT Education in the digital age requires the ability to utilize Information Technology (IT) well to support an efficient learning process. However, the situation in Bengkulu City shows that limited access to IT is still a significant problem in improving the quality of education at the junior high school (SMP) level. This research aims to identify strategic steps in overcoming these obstacles in the context of junior high school education in Bengkulu City. Using the literature review method, this study involves an in-depth analysis of literature, scientific journals and other reliable sources relevant to the topic of limited IT access at the junior high school level in the city of Bengkulu. The research results show that although limited IT access is an obstacle, there are several strategic steps that can be taken to overcome it. Among them are curriculum development that accommodates technological limitations, training for teachers in optimizing limited resources, collaboration between schools, and the use of more affordable technological alternatives. The implication of these findings is the need for more E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. serious attention to the development of educational strategies that are adaptive to local needs, especially in the face of limited IT access. It is hoped that this research can provide a significant contribution to stakeholders in the education sector to improve the quality of learning in Bengkulu City Middle Schools, and can become the basis for further research in a similar context. Keywords: Limited IT access, adative learning, educational strategies PENDAHULUAN Pendidikan yang inklusif dan berkualitas memainkan peran penting dalam pembangunan suatu negara. Di era digital yang terus berkembang, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Akses yang memadai terhadap IT di pendidikan menjadi faktor kunci untuk memberikan pengalaman belajar yang efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun, di banyak wilayah indonesia, termasuk Kota Bengkulu, masih ada keterbatasan IT di tingkat SMP. Data yang berasal dari berbagai sumber, termasuk penelitian sebelumnya dan laporan resmi pemerintah, menunjukan bahwa keterbatasan akses IT di pendidikan di tingkat SMP Kota Bengkulu telah menjadi perhatian serius. SumberAesumber ini mencangkup laporan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, penelitian akademik, serta studi-studi tentang implementasi TIK di sekolah-sekolah Indonesia. Berdasarkan AuPanduan Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Sekolah Menengah PertamaAy yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan . , menyoroti berbagai kendala dalam menerapkan TIK di sekolah-sekolah, termasuk di Kota Bengkulu. Kendala-kendala tersebut meliputi infrastruktur IT yang terbatas, kerangnya perangkat yang memadai, koneksi internet yang tidak stabil, dan kurangnya pelatihan bagi guru dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan ini, langkah Aelangkah responsif diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret dalam menghadapi keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu. Selain itu, penelitian oleh Angraini dan Sutawidjaya . yang mengkaji implementasi TIK di sekolah-sekolah di Indonesia juga menunjukkan adanya keterbatasan akses IT di tingkat SMP. Studi tersebut menyimpulkan bahwa banyak sekolah di Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu, masih menghadapi kendala dalam mengadopsi dan memanfaatkan TIK secara efektif dalam proses pembelajaran. Laporan dari UNESCO . mengenai pedoman penggunaan mobile learning juga menyoroti pentingnya akses IT yang memadai dalam pendidikan. Laporan tersebut menegaskan bahwa akses terhadap perangkat mobile dan internet dapat meningkatkan Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. kesempatan belajar bagi siswa, memperluas akses ke sumber daya pendidikan, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif. Di kota bengkulu, keterbatasan akses IT di pendidikan di tingkat SMP tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada guru dan lembaga pendidikan. Kendala ini dapat menghambat pengembangan keterampilan digital siswa, akses terhadap sumber daya pendidikan yang relevan, dan pengalaman belajar yang interaktif. Selain itu, rendahnya akses IT juga juga dapat menciptakan kesenjangan digital antara siswa di Kota Bengkulu dengan siswa di daerah lain yang memiliki akses IT yang lebih baik. Untuk merespons keterbatasan akses IT pendidikan di tingkat SMP Kota Bengkulu, diperlukan langkah-langkah unggul yang didasarkan pada pada pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi dan solusi yang efektif untuk meningkatkan akses IT di sekolah-sekolah. Upaya ini harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemaku kepentingan terkait lainnya. Penilaian mengenai keterbatasan akses IT dalam pendidikan di tingkat SMP Kota Bengkulu dan kebutuhan akan langkah-langkah unggul untuk meresponsnya didasarkan pada data dan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber terpercaya, termasuk studi penelitian, laporan pemerintah, dan pedoman yang diterbitkan oleh instansi pendidikan seperti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan menyelidiki tantangan yang dihadapi dan menyajikan rekomendasi, kami berharap hasil penelitian ini dapat membimbing pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam merancang langkah-langkah yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan akses IT di SMP Kota Bengkulu. Dengan demikian, jurnal ini berperan penting dalam memberikan pemahaman yang dalam tentang masalah keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu dan memberikan pedoman bagi pemangku kepentingan untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam meningkatkan akses IT di tingkat tersebut. METODE Dalam penyusunan naskah ini, penulis menerapkan metode penelitian kualitatif untuk memahami secara mendalam fenomena keterbatasan akses IT dalam pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu. Metode kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan persepsi dari berbagai pemangku Teknik pengumpulan data yang dilakukan terdiri dari wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua siswa untuk memperoleh pandangan mereka tentang keterbatasan akses IT dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Selanjutnya. Focus Group Discussion (FGD) dengan guru dan siswa untuk mendiskusikan masalah dan solusi yang mungkin terkait dengan keterbatasan akses IT. Terakhir. Observasi langsung di sekolah-sekolah untuk melihat kondisi infrastruktur IT, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan hambatan yang dihadapi. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam. FGD, dan observasi dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama dari data kualitatif yang diperoleh. Analisis ini memungkinkan peneliti untuk menemukan pola dan hubungan antara berbagai aspek keterbatasan akses IT dan dampaknya terhadap pendidikan. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu dan menyusun rekomendasi yang efektif untuk mengatasi masalah Penulis juga menyertakan rekomendasi berdasarkan temuan dan analisis untuk meningkatkan akses IT dalam pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu. HASILDAN PEMBAHASAN Identifikasi Keterbatasan Akses IT pada Sekolah Menengah Pertama di Kota Bengkulu Keterbatasan akses IT di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu dapat timbul dari beragam faktor, termasuk masalah teknis, infrastruktur yang kurang memadai, kekurangan sumber daya, dan minimnya pendidikan terkait penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Berikut adalah beberapa informasi yang dapat menjelaskan keterbatasan tersebut: Masalah Teknis Keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu dapat disebabkan oleh kendala teknis seperti koneksi internet yang lambat atau tidak stabil, perangkat lunak yang tidak terbarui, dan perangkat keras yang tidak mampu menjalankan aplikasi atau software yang diperlukan. Ketidakstabilan jaringan internet dianggap sebagai gangguan signifikan bagi berbagai rencana yang telah disusun oleh guru bidang studi terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Meskipun fasilitas hotspot nirkabel telah tersedia di seluruh area sekolah, namun masalahnya terletak pada ketidakmampuan untuk terhubung ke jaringan internet. Kekurangan Infrastruktur Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu mungkin juga disebabkan oleh kurangnya infrastruktur seperti perangkat lunak dan peralatan yang memadai, ruang lingkup yang cukup, dan pasokan listrik yang stabil. Jika fasilitas dan infrastruktur tidak mencukupi, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat terhambat. Salah satu elemen yang sangat vital dalam mendukung kesuksesan pelaksanaan proses pembelajaran adalah fasilitas dan infrastruktur (Rahayu & Haq, 2. Tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah fasilitas pembelajaran. Febriani dan Sarino . menjelaskan bahwa fasilitas pembelajaran merujuk pada segala sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan fasilitas berbasis teknologi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dapat memberikan dampak positif, karena menyediakan siswa dengan akses teknologi internet yang membantu meningkatkan kompleksitas proses pendidikan. Upaya untuk memperoleh faktor ini selalu dikejar oleh sekolah agar dapat menyediakan fasilitas yang lengkap dan bermanfaat bagi Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang mencakup kriteria mengenai sarana dan prasarana pendidikan, termasuk ruang belajar, fasilitas olahraga, serta tempat Berdasarkan tinjauan literatur dari beberapa jurnal yang telah analisis, ditemukan bahwa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, penting bagi sekolah untuk dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi informasi guna mendukung proses pembelajaran agar siswa lebih mudah mengakses berbagai informasi terkait materi pelajaran. Temuan ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhamad et al. Ayunthara . , dan Budiyono . Mereka menyimpulkan bahwa fasilitas teknologi di sekolah dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Contohnya adalah penggunaan fasilitas seperti akses wifi untuk pencarian informasi di internet, serta penggunaan perangkat komputer, laptop, atau ponsel. Penggunaan fasilitas berbasis teknologi di sekolah terbukti memberikan dampak positif dalam mendukung pembelajaran siswa. Selain itu, adopsi teknologi juga memungkinkan sekolah untuk memperluas jaringan, baik dengan sekolah lain, perusahaan, maupun instansi lainnya, dengan lebih mudah dan menguntungkan. Keuntungan yang diperoleh meliputi distribusi informasi yang lebih cepat dan biaya yang lebih efisien. Kekurangan Sumber Daya Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu dapat berasal dari kekurangan sumber daya seperti kekurangan tenaga pendidik yang mampu mengajar TIK, kurangnya dana untuk perangkat lunak dan peralatan, serta kurangnya waktu untuk pelajaran TIK. Kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan fasilitas TIK yang telah disediakan oleh sekolah seringkali dipengaruhi oleh tingkat kompetensi individu, termasuk aspek usia. Beberapa guru yang lebih senior mungkin menghadapi kesulitan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat, sehingga mereka merasa kesulitan dalam memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendukung materi pembelajaran. Sebagai guru, penting bagi mereka untuk dapat mengintegrasikan TIK dalam kegiatan pembelajaran guna meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Langkah ini merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, baik dari segi tenaga pendidik maupun hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis IT ini, kreativitas guru menjadi aspek penting. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan TIK di sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu adalah beban yang dirasakan oleh para guru dalam mengadopsi media Hal ini disebabkan oleh tuntutan bagi para guru untuk menjadi lebih kreatif dan menyusun persiapan pengajaran dengan lebih matang ketika menggunakan Sebelum pembelajaran, guru perlu melakukan praktik terlebih dahulu agar mereka dapat merasa nyaman dan terampil saat menggunakannya di kelas. Proses persiapan pengajaran dengan media pembelajaran memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak agar dapat berjalan dengan lancar. Guru dituntut untuk menyajikan materi pembelajaran dengan cara yang menarik dan memanfaatkan teknologi yang canggih, seperti melalui pembuatan video pembelajaran. Di SMPN Kota Bengkulu, beberapa guru tidak membuat video pembelajaran sendiri, melainkan mencari video dari sumber luar seperti situs YouTube. Hal ini menyebabkan guru harus memilih video yang relevan dengan materi yang akan diajarkan, yang kadang memakan waktu yang cukup lama. Kreativitas guru diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan metode-metode inovatif dalam mendidik, mengajar, dan membimbing siswa (Oktiani, 2. Namun, masih banyak guru yang belum mampu menunjukkan kreativitas dalam proses pembelajaran, dengan hanya mengandalkan materi yang sudah ada. Menumbuhkan kreativitas guru merupakan tantangan dalam dunia pendidikan (Pentury, 2. Kreativitas guru memiliki peran penting dalam Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. memotivasi siswa dalam belajar, tidak hanya dalam penyampaian materi menyenangkan dan membimbing siswa dengan baik. Kurangnya Pendidikan tentang Penggunaan TIK Keterbatasan akses IT di SMP Kota Bengkulu juga dapat disebabkan oleh kurangnya pendidikan tentang penggunaan TIK, termasuk minimnya program pembelajaran, bahan ajar yang kurang memadai, dan waktu yang terbatas untuk mempelajari TIK. Keterbatasan tenaga operasional dalam memanfaatkan pendidikan TIK memunculkan kebutuhan akan keberadaan personel khusus yang bertanggung jawab dalam mengelola media tersebut. Tidak semua guru memiliki kemampuan untuk mengoperasikan media pendidikan tentang penggunaan TIK yang baik dan benar, sehingga diperlukan tenaga khusus yang dapat menangani penjadwalan, perawatan, dan pengoperasian media tersebut saat guru hendak menggunakannya. Kondisi ini menjadi tantangan baru yang sulit untuk diatasi karena kurangnya tenaga operasional yang tersedia. Pada zaman sekarang, pembelajaran membutuhkan keterampilan dalam menggunakan teknologi untuk pelaksanaannya (Muskania & Zulela MS, 2. Untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap efektif, guru harus memanfaatkan media pembelajaran online. Media pembelajaran online merupakan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi, seperti komputer dengan akses internet, intranet, atau ekstranet, serta multimedia seperti grafis, audio, dan video untuk menyampaikan materi dan memfasilitasi interaksi antara guru dan murid (Putranti, 2. Dalam pembelajaran online ini, guru harus terampil dalam teknologi karena keahlian ini penting untuk menghindari kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran online dan menggunakan media pembelajaran secara efektif. Dampak Keterbatasan Akses IT terhadap Pembelajaran pada Sekolah Menengah Pertama di Kota Bengkulu Sekolah menawarkan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, seperti akses wifi gratis dengan kecepatan internet yang stabil di lingkungan sekolah. Ruang laboratorium komputer juga disediakan sebagai pusat pembelajaran komputer dengan jaringan internet. Dengan adanya akses internet di sekolah, siswa diizinkan membawa gadget pribadi untuk digunakan sebagai referensi tambahan dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran atau sarana prasarana memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ketersediaan dan Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. penggunaan fasilitas yang tepat dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran guru dan prestasi akademik siswa (Ilomo & Mlavi, 2018:. Ini menegaskan pentingnya fasilitas belajar dalam proses pendidikan di sekolah karena manfaat yang diberikannya. Sekolah yang berkualitas akan memprioritaskan fasilitas canggih dan efisien sesuai dengan visi dan misi sekolah. Pemanfaatan teknologi informasi di sekolah membawa banyak Pembelajaran berbasis IT telah diterapkan di banyak sekolah, termasuk pelaksanaan ujian nasional yang beralih dari ujian kertas menjadi ujian online (Ismail et al. , 2018:. Pembelajaran dengan teknologi membuatnya lebih mudah, efisien, menyenangkan, dan bermakna, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak boleh diabaikan. Jika semua sekolah menerapkan fasilitas berbasis teknologi, kualitas pendidikan di Indonesia akan meningkat karena semua elemen pendidikan mendukung pendidikan yang modern. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memperhatikan dan mengembangkan fasilitas berbasis teknologi. Keterbatasan akses teknologi informasi (IT) di sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu bisa berdampak signifikan pada pembelajaran siswa. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi: Keterbatasan Sumber Belajar Siswa yang tidak dapat mengakses internet atau perangkat digital mungkin mengalami kesulitan dalam mencari sumber belajar tambahan, membatasi kemampuan mereka untuk memperluas pengetahuan di luar kurikulum. Ini juga dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam mencari informasi yang relevan dengan materi pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, siswa dapat menggunakan sumber belajar offline seperti buku, panduan, dan materi lainnya. Selain itu, mereka dapat memanfaatkan sumber belajar di sekolah seperti buku-buku di perpustakaan, materi yang disediakan oleh guru, dan konten yang tersedia di situs web sekolah. Hasil studi yang dilakukan oleh Qomariyah . menegaskan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT), khususnya internet, secara signifikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, untuk mencapai hal ini, diperlukan pengembangan sistem yang baik guna meningkatkan efektivitas proses belajar dan memotivasi siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis IT memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Keterlambatan Pembelajaran Tanpa akses teknologi, siswa mungkin tidak dapat mengikuti kelas online atau mengakses materi digital yang disediakan oleh guru, mengakibatkan keterlambatan dalam pembelajaran dan memengaruhi prestasi akademik mereka. Miarso . mengemukakan bahwa dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas, faktor yang memengaruhi atau mendukung proses pembelajaran adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penggunaan TIK dalam konteks pembelajaran sering disebut sebagai teknologi pendidikan. UNESCO secara resmi menggunakan istilah ICT, yang kemudian diadaptasi menjadi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam bahasa Indonesia (Surjono, 2. Keterbatasan Keterlibatan Keterbatasan akses IT dapat mengurangi keterlibatan siswa dalam proses belajar, mengurangi partisipasi mereka dalam aktivitas yang membutuhkan teknologi. Kurangnya Pengembangan Keterampilan Digital Siswa yang tidak memiliki akses ke teknologi mungkin kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan digital yang penting di era digital saat ini, membatasi potensi mereka di pasar kerja. Pemanfaatan internet sebagai platform pembelajaran membuka peluang luas bagi pengembangan kreativitas dan kemandirian peserta didik. Hal ini membantu mengatasi batasan jarak antara guru dan siswa. Dengan menggunakan e-mail, guru dapat berkomunikasi dengan siswa tanpa terikat oleh waktu dan lokasi tertentu, sementara siswa dapat dengan mudah berkonsultasi kapan pun dan dari mana pun mereka berada. (Martinus, 2. Kurangnya Akses ke Teknologi Pendidikan Teknologi pendidikan seperti aplikasi belajar dan platform online menjadi penting dalam pengayaan pembelajaran. Namun, keterbatasan akses IT dapat menghambat kemampuan siswa untuk memanfaatkan sumber daya ini. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tepat dalam sektor pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas sumber daya manusia (Munir, 2. Oleh karena itu, penggunaan dan pengembangan TIK tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Hal ini menjadi kunci dalam usaha mengatasi ketertinggalan dalam dunia pendidikan serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional. Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Untuk mengatasi dampak ini, penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan akses teknologi di sekolah menengah pertama. Ini bisa dilakukan melalui program pemerintah, bantuan finansial, atau kolaborasi dengan sektor swasta untuk menyediakan perangkat dan akses internet bagi siswa. Pendidikan tentang pentingnya teknologi dan keterampilan digital juga harus ditekankan untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan. Langkah-langkah Unggul dalam Mengatasi Keterbatasan Akses IT pada Pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Kota Bengkulu Untuk mengatasi keterbatasan akses IT dalam pendidikan di sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu, ada beberapa langkah unggul yang dapat diambil: Perbaikan Infrastruktur IT Upaya untuk meningkatkan infrastruktur IT di sekolah-sekolah, termasuk penyediaan komputer, jaringan internet yang stabil, dan perangkat keras serta perangkat lunak yang diperlukan. Ini akan memastikan siswa dan guru dapat mengakses sumber daya pendidikan online dengan lancar. (UNESCO, 2. Pelatihan bagi Guru Penyelenggaraan pelatihan yang efektif bagi guru tentang pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Penting bagi guru untuk diberi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan memanfaatkan sumber daya digital dengan optimal. (Ministry of Education and Training, 2. Program Bantuan atau Subsidi Inisiasi program yang memberikan subsidi atau bantuan kepada siswa yang kurang mampu untuk mendapatkan akses ke perangkat IT, seperti laptop, tablet, atau Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan akses IT di antara (World Bank, 2. Kerjasama dengan Pihak Eksternal Penguatan kerjasama dengan pihak eksternal, seperti perusahaan IT lokal atau lembaga nirlaba, untuk mendapatkan dukungan dalam hal penyediaan perangkat IT, pelatihan, atau akses internet yang terjangkau. (UNICEF, 2. Pengembangan Konten Pendidikan Digital Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Pengembangan dan penyediaan konten pendidikan digital yang relevan dan berkualitas tinggi, sesuai dengan kurikulum nasional dan kebutuhan lokal. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran digital. (World Bank, 2. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan keterbatasan akses IT dalam pendidikan sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu dapat diatasi secara bertahap, sehingga siswa dapat memperoleh manfaat maksimal dari pendidikan digital. Menurut liputan yang diposting pada tahun 2019 di liputan6. com, penggunaan teknologi dalam konteks pendidikan di Indonesia telah menjadi hal umum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cambridge International melalui Global Education Census 2018, diketahui bahwa siswa Indonesia telah terbiasa menggunakan teknologi, tidak hanya untuk berinteraksi di media sosial, tetapi juga untuk keperluan pembelajaran di sekolah. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa di Indonesia menduduki peringkat tertinggi secara global sebagai pengguna ruang IT komputer di sekolah . Lebih dari dua pertiga siswa . menggunakan smartphone di dalam kelas, dan 81 persen dari mereka menggunakannya untuk mengerjakan tugas rumah. Data tersebut juga diperkuat oleh informasi dari situs Jendela Kemdikbud. com pada tahun 2019 yang menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan penelitian untuk memetakan kemampuan teknologi informasi di pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. SIMPULAN Dari penelitian tentang keterbatasan akses Teknologi Informasi (TI) dalam pendidikan SMP di Kota Bengkulu, dapat disimpulkan bahwa hal ini merupakan tantangan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kendala tersebut mencakup masalah infrastruktur TI, akses perangkat, serta keterampilan dalam penggunaan TI. Dampaknya terasa dalam pembelajaran, dengan kesenjangan antara sekolah yang memiliki akses IT yang memadai dan yang tidak. Namun, temuan ini juga mengidentifikasi langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah tersebut, seperti pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan teknologi yang tersedia, pelatihan guru, kerjasama antar sekolah, dan penggunaan teknologi alternatif yang lebih terjangkau. Ini menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan yang responsif dan kolaboratif untuk meningkatkan penggunaan TI dalam pembelajaran di SMP Kota Bengkulu. Jesi Veronika dan Moch. Iqbal Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. DAFTAR PUSTAKA