Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI MI NURROHMAN JAJAR DONOROJO Luqman Hadi1. Evlin Oktaviani2 1 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan 2 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: luqmanhadi811@gmail. com1, evlinokta@gmail. Received: 09-04-2023 DOI: Accepted: 15-04-2023 Published: 30-04-2023 Abstrak: Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat bermanfaat bagi unsur manusia, karena kegiatan pendidikan di sekolah selalu dikaitkan dengan upaya pengembangan Bagaimanapun, orang memutuskan apakah pendidikan akan berhasil. Salah satu faktor manusia yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Karakter pendidik adalah pembentukan karakter peserta didik dalam pendidikan. Pendidik harus mampu menjadi panutan bagi peserta didik untuk diikuti sebagai pribadi yang berkepribadian baik di sekolah. Perbaikan yang konsisten dalam manajemen pengajaran adalah upaya yang dilakukan oleh penanggung jawab atau penunjang kegiatan pembelajaran untuk menciptakan kondisi yang optimal agar kegiatan pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Kemampuan seorang guru atau wali kelas untuk membuka kemungkinan kelas dengan memberikan setiap individu kesempatan maksimal untuk terlibat dalam kegiatan yang kreatif dan Kurikulum dan pengembangan siswa. Pendekatan ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini diperoleh dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun tujuan penelitian ini ingin mengungkapkan : . Bagaimana penerapan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di MI Nurrohman Donorojo, . Faktor apa saja yang menghambat manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di MI Nurrohman Donorojo, . Bagaimana solusi untuk mengatasi hambatan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di MI Nurrohman Donorojo. Kata Kunci: Minat Belajar. Manajemen Kelas PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan dengan giatnya melaksanakan pembangunan, baik pembangunan di bidang fisik maupun di bidang mental spritual. Hal ini dapat dilihat dari tujuan pendidikan Nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa: AuTujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April Luqman Hadi1. Evlin Oktavini2 . Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Mi Nurrohman Jajar Donorojo Peningkatan kualitas individu akibat proses pendidikan yang dijalaninya adalah merupakan suatu keniscayaan, sebagaimana yang ditegaskan Allah SWT dalam beberapa ayat Al Quran, di antaranya Al Quran surat Az Zumar ayat 9 berikut ini: Artinya: AuKatakanlah: "Adakah sama orangorang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaranAy (Q. Az-Zumar: . Ayat di atas menunjukkan ketinggian kualitas manusia yang terdidik yang tentunya merupakan output dari suatu proses pendidikan. Oleh sebab itu pendidikan sangat memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Sedangkan tujuan pembelajaran Al-Quran Hadits menurut Abdurrahman Saleh sebagaimana dikutip Syahidin, berpendapat bahwa Aukarekteristik tujuan umum pendidikan Islam adalah diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan persiapanpersiapan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ay Pendidikan sangat penting bagi negara manapun, baik yang sudah maju maupun yang sedang berkembang. Karena kemajuan negara tidak terlepas dari keberadaan orang-orang yang terdidik dan terampil. Demikian pula Indonesia yang merupakan negara berkembang dan sedang aktif berkembang, sangat penting bagi pembangunan pendidikan, baik itu pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik, terutama pada masa seperti sekarang ini, pembangunan di bidang pendidikan sangatlah diperhatikan. AuSekolah adalah suatu lembaga di mana seorang peserta didik menuntut ilmu secara formal dan meruapakan wadah bagi para peserta didik dalam menentukan arah atau langkah yang ingin ditempuh serta untuk menentukan cita-cita yang ingin mereka capai untuk masa depanya. Sekolah menjadi tempat yang kedua setelah di rumah anak didik menuntut ilmu. Disekolah anak didik akan menukar pikiran dengan rekan-rekan dan mendapat suatu perhatian yang baik dari para pendidik . Ay Berdasarkan kutipan ini maka dapat dijelaskan bahwa sekolah adalah lembaga pendidikan resmi bagi siswa. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat bergantung pada komponen manusia, karena kegiatan pendidikan di sekolah selalu dikaitkan dengan upaya pengembangan manusia. Bagaimanapun, orang memutuskan apakah pendidikan akan berhasil. Salah satu faktor manusia yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Kepribadian pendidik merupakan ukuran perkembangan kepribadian peserta didik dalam pendidikan. Pendidik harus mampu menjadi panutan bagi peserta didik untuk diikuti sebagai pribadi yang berkepribadian baik di Guru harus melalui tahap-tahap pembelajaran dalam melaksanakan startegi belajar pembelajaran. proses pembelajaran harus melalui tiga tahap, yaitu: AyTahap pra intruksional yaitu persiapan sebelum mengajar dimulai. Tahap intruksional, yaitu saat mengajar dan manajemen kelas dan tahap evaluasi yaitu penilaian hasil belajar. Ay Seoang pakar ilmu jiwa dale Carnegie, mengatakan bahwa Ausituasi anak Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Luqman Hadi1. Evlin Oktavini2 . Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Mi Nurrohman Jajar Donorojo didik mengantuk , menguap, dan tidur di kelas dipengaruhi oleh factor kejiwaanAy. Berdasarkan pendapat tersebut, dalam proses pembelajaran kejiwaan seseorang siswa sangat membatu dalam proses mebelajaran, sebab dengan memberikan rasa tidak nyaman kepada siswa dalam proses pembelajran maka akan berdampak kurang baik terhadap konsentrasinya. Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh guru yang kurang enyenangkan dalam menyampaikan materi pembelajaran, guru yang terlalu serius, dan pengaturan tempat duduk yang buruk antara satu siswa dengan siswa lainnya. Ini akan menjadi tantangan serius bagi guru untuk memperhatikan dan mencari solusi untuk membuat proses belajar siswa lebih menarik. Pengelolaan kelas yang baik, seperti meja kursi, papan tulis, lemari, rak buku, dan teman siswa, memungkinkan siswa menjadi terbiasa dengan proses pembelajaran, sehingga guru perlu memperhatikan pengelolaan kelas dan tata ruang kelas. Berdasarkan beberapa observasi di dalam kelas atau ruangan, 70% keseriusan proses pembelajaran ini dipengaruhi oleh pengelolaan kelas yang baik dan benar. Selain kepemimpinan, proses pembelajaran melibatkan beberapa faktor, seperti guru menyajikan materi kurang enyenangkan dan siswa yang tidak menyukai mata pelajaran atau tidak mereka minati. Hal-hal tersebutlah yang dapat membuat siswa bosan saat mengikuti proses pembelajaran AuMinat siswa yaitu secara sederhana, minat . berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap Minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Umpamanya, seorang seorang siswa yang menaruh minat bear tehadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian yang intensif terhaap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. Guru dalam kaitan ini seyogyanya membangkitkan minat siswa untuk menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang lebih kurang sama dengan kiat membangun sikap positif seperti terurai dimuka. Ay Minat belajar adalah suatu dorongan atau keinginan dalam diri manusia untuk beraktifitas belajar, baik dalam sekolah maupun diluar sekolah. Minat belajar merupakan hal yang natural di alami oleh seorang siswa, dengan adanya minat tersebut maka siswa akan menjadi lebih nyaman dan bergairah dalam mengikuti proses belajar. Dalam hal ini guru harus mempunyai langkahlangkah untuk memingat minat siswa dalam mengikuti proses pebelajaran, sebab tanpa ada langkah-langkah yang di lakukan oleh seorang guru maka siswa akan cepat bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh seoang guru untuk memikat bakat siswa supaya tidak bosan dalam mengikuti proses pembelajaran, diantaranya yaitu: Guru membantu siswa menyadarkan . komitmen awal atau motivasi siswa bersekolah. Maksudnya seoang guru dituntut untuk bagaimana bisa memberikan motivasi kepada siswa tentang pendidikan pendidikan, dengan memberikan motivasi seperti ini maka minat belajar siswa akan tetap dan menjadi lebih meningkat. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Luqman Hadi1. Evlin Oktavini2 . Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Mi Nurrohman Jajar Donorojo Guru menggunakan metode mengajar yang variatif dan inovatif. Tujuannya agar siswa dapat terlibat dengan kegiatan yang mereka alami sehingga tidak membuatnya bosan atau jenuh. Guru melakukan pendekatan personal kepada anak didiknya. Hal ini dilakukan dengan cara mengajak anak didiknya untuk berbicara. Dengan demikian, guru dapat mengenal lebih dekat dengan anak didiknya, dapat memahaminya, dan siswa pun merasa diperhatikan. Guru perlu memahami gaya belajar masing-masing anak didiknya dan diharapkan guru dapat menyesuaikan dengan gaya belajar mereka. Guru hendaknya memberikan "kebebasan" yang terkontrol bagi para peserta didiknya untuk melakukan eksperimen agar memahami tujuan dari setiap mata pelajaran. Hal ini dapat merangsang rasa ingin tahu siswa akan ilmu yang mereka pelajari. Madrasah Ibtidaiyah Nurrohman Donorojo adalah lembaga pendidikan agama yang dituntut untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran secara Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di lapangan menemukan permasalahan dalam meningkatkan manajemen kelas yang kondusif. Setiap saat pembelajaran berlangsung dimana terlihat ada sebagian siswa laki-laki dan perempuan yang tidak begitu bersemangat dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penulis menemukan pemilihan metode yang digunakan guru hanya ceramah, dan sedikit tanya jawab, lalu kurang menyesuaikan kondisi pembelajaran dengan kebutuhan siswa dalam belajar. Akibatnya minat siswa dalam menerima pelajaran rendah terbukti dengan fokus siswa menyimak rendah, saat di tanya mengenai materi yang disampaikan siswa nampak bingung menjawabnya, banyak siswa ribut di kelas, dan ada juga siswa yang nampak lesu dalam belajar. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian tentang Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di MI Nurohman Donorojo. METODE PENELITIAN Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivism, digunakan umtuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan tringulasi . , analisis data bersifat indukatif / kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan kan makna dari pada generalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu sosial termasuk juga ilmu pendidikan. sejumlah alasan juga dikemukakan yang intinya bahwa penelitian kualitatif memperkaya hasil penelitian Penelitian kualitatif dilaksanakan untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan. Ada beberapa pertimbangan peneliti sehingga memilih mengguanakan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Luqman Hadi1. Evlin Oktavini2 . Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Mi Nurrohman Jajar Donorojo metode kualitatif dalam penelitian ini, yaitu mengacu pada pendapat yang dikemukakan Moleong sebagai berikut: Menyesuaikan penelitian kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan anatara peneliti dan responden. Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Proses penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data berulang-ualng ke lokasi penelitian melalui kegiatan membuat catatan data dan informasi yang di kumpulkan, dikelompokkan dan dianalisis kemudian ditemukan makna Implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan kan makna dari pada generalisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan penelitian yang diperoleh dilapangan dapat disimpulkan sebagai berikut: Untuk mengetahui penerapan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Didalam penerapan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah Manajemen kelas ini diawali pada awal pembelajaran sekitar bulan Februari dan dengan adanya peningkatan manajemen kelas diharapkan minat belajar siswa akan meningkat, yang pertama pengadaan bangku siswa yang cukup, meja siswa yang baik, meja guru, bangku guru dan seluruh alat peserta pendidikan seperi lemari. Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didika adalah ada juga faktor yang mempengaruhi Salah satu penghambatnya adalah kekurangannya biaya untuk melengkapi alat-alat perserta didik, kerusakan- kerusakan tidak dapat di topang oleh dana BOS berguna untuk melengkapi dari pada alatalat manajemen kelas tersebut sangat terbatas. Untuk mengetahui solusi untuk mengatasi hambatan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik Implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik mempunyai hambatan solusi untuk mengatasi hambatan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah bekerja sama anatara guru dan siswa agar bisa menanggulangi pengadaan-pengadaan seperti meja siswa, kursi siswa, begitu juga dengan meja guru, kursi guru dan papan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Luqman Hadi1. Evlin Oktavini2 . Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Mi Nurrohman Jajar Donorojo Implementasi manajemen kelas sangat diperlukan Dikarekan manajemen kelas adalah suatu hal yang paling penting untuk meningkatkan minat belajar karena dengan adanya manajemen kelas semua nya bisa teratur, seperti meja siswa , kursi siswa, ruang kelas pun bisa menjadi bersih dan nyaman dan ada juga pengadaan peta administrasi-administrasi pembelajaran di MI Nurrohman Donorojo. Adapun kelebihan dan kelemahan dalam melakukan pengelolaan kelas Kalau kelebihannya jika guru sudah mendapatkan kelengkapan manajemen kelas maka mereka tidak lagi merasa bingung untuk mendapatkan informasi dan dukungan pertama sekali buku-buku yang bekenaan dengan pendidikan, kalau kelemahannya adalah kurikulum kadang-kadang sering berubah hampir terkadang hampir maksimal 2 tahun berubah kurikulum atau disempurnakan kurikulum yang ada menjadi yang sempurna, semua kelengkapan itu tidak semua kelas mendapatkan kelengkapan karena kekurangan dana Bos tersebut. Di dalam manajemen kelas ada hal-hal yang harus di perhatikan Sebelum masuk pengajaran baru kami para dewan guru dan para kepala sekolah, para komite harus mempersiapkan kelengkapan untuk menyambut siswa yang datang atau siswa yang ada kemudian hal yang sering di perhatikan terhadap kerusakan kursi ada juga yang kurang lengkap yang pertama sekali pendukung-pendukung pembelajaran pada saat itu sekitar pada bulan Juni-Juli mau tidak mau harus melengkapi segala permasalahan yang kurang setiap lokal. Didalam manajemen kelas harus ada yang namanya pendekatan antara guru dan siswa, pendekatan yang dilakukan itu adalah bertemu langsung kepada siswa tersebut, lalu siswa tersebut kita bawa untuk berkomunikasi, kemudian kita tanyak kepada siswa tersebut apa permasalahan yang ada pada siswa tersebut, baru lah kita kasi solusi kepada siswanya apa yang bisa diterapkannya di kelas. Dengan adanya pendekatan tersebut kita tau apa permasalahan yang ada pada siswa tersebut, dan kita pun bisa memahami siswa itu. Metode yang sering di gunakaan oleh guru-guru MI Nurrohman Donorojo ini adalah metode Tanya jawab dan ilustrasi itu yang sering mereka gunakan di kelas untuk proses belajar mengajar. Adapun usaha guru tersebut untuk menciptakan minat belajar peserta didik tersebut menjadi menyenangkan yang pertama kali mereka lakukan adalah belajar dengan santai tidak terlalu kaku dalam belajar. Implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah yang pertama kali mereka lakukan adalah menciptakan susana kelas menjadi nyaman, ruangan kelas teratur, ruangan kelas bersih, jadi minat belajar peserta didik menjadi Di dalam manajemen kelas minat belajar peserta didik bisa dikatakan menurun itu di karenakan adanya Medsos. Hp. Tv dengan adanya itu semua minat belajar siswa menurun karena mereka lupa dengan belajar karena terlalu fokus pada Medsos. Hp, dan Tv. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Luqman Hadi1. Evlin Oktavini2 . Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Mi Nurrohman Jajar Donorojo KESIMPULAN Untuk mengetahui penerapan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah Manajemen kelas ini diawali pada awal pembelajaran sekitar bulan Februari dan dengan adanya peningkatan manajemen kelas diharapkan minat belajar siswa akan meningkat, yang pertama pengadaan bangku siswa yang cukup, meja siswa yang baik, meja guru, bangku guru dan seluruh alat peserta pendidikan seperi lemari. Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah faktor yang mempengaruhi Salah satu penghambatnya yaitu kekurangannya biaya untuk melengkapi alat-alat perserta didik, kerusakan-kerusakan tidak dapat di topang oleh dana Bos berguna untuk melengkapi dari pada alat-alat manajemen kelas tersebut sangat terbatas. Itulah factor penghambat dalam manajemen kelas di MI Nurrohman Donorojo. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara dengan kepala sekolah MI Nurrohman Donorojo dan hasil observasi yang menyatakan bahwa kurangnya dana pemerintah atau dana Bos, serta sarana dan prasarana yang mereka miliki itu sangat terbatas. Untuk mengetahui solusi untuk mengatasi hambatan manajemen kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik adalah solusinya itu bekerja sama anatara guru dan siswa agar bisa menanggulangi pengadaanpengadaan seperti meja siswa, kursi siswa, begitu juga dengan meja guru, kursi guru dan papan tulis. DAFTAR PUSTAKA