INTEGRASI KEARIFAN LOKAL SIDOARJO DALAM MATERI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Fajar Nur Yasin. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo e-mail: fajarnuryasin. pgsd@unusida. Ali Masykuri. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo e-mail: alimasykuri235. piaud@unusida. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) guna menumbuhkan sikap nasionalisme dan keterampilan sosial siswa kelas V sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi guru kelas V dan siswa di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil mengintegrasikan kearifan lokal, seperti tradisi Nyadran. Larung Sesaji. Batik Jetis, dan aktivitas ekonomi tambak bandeng serta udang ke dalam materi IPS. Integrasi ini membuat pembelajaran lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dampaknya, sikap nasionalisme siswa berkembang melalui peningkatan cinta tanah air, penghargaan terhadap budaya bangsa, kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kesadaran bela negara, dan ketaatan pada aturan bersama. Selain itu, keterampilan sosial siswa juga mengalami peningkatan. Hal ini tampak dari kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, toleransi, tanggung jawab, dan pemecahan masalah sosial yang semakin baik melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, serta simulasi berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS tidak hanya memperkuat penguasaan materi akademik, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter Simpulan dari penelitian dinyatakan bahwa pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal Sidoarj o dapat dijadikan strategi inovatif untuk menumbuhkan nasionalisme dan keterampilan sosial sejak dini. Kata Kunci: kearifan lokal, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan karaketer, nasionalisme, keterampilan sosial Abstract This research aims to describe the integration of Sidoarjo local wisdom in social studies learning to foster nationalism and social skills in fifth -grade elementary school students. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and document MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 12. Nomor 3. September 2025. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 309-325 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar The research subjects included fifth-grade teachers and students at an elementary school in Sidoarjo Regency. The results showed that teachers successfully integrated local wisdom, such as the Nyadran tradition. Larung Sesaji. Batik Jetis, and the economic activities of milkfish and shrimp ponds into the IPS material. This integration made learning more contextual, interesting, and relevant to students' daily lives. As a result , students' nationalism developed through increased love for the homeland, appreciation for national culture, pride as part of the Indonesian nation, awareness of national defense, and obedience to shared rules. In addition, students' social skills also improved. This is evident in the increasingly better communication, cooperation, empathy, tolerance, responsibility, and social problem-solving skills through discussions, group work, and simulations based on local wisdom. Thus, the integration of local wisdom into social studies learning not only strengthens academic mastery but also serves as an effective means of character building for students. The study concluded that social studies learning based on local wisdom in Sidoarjo can be used as an innovative strategy to foster nationalism and social skills from an early age. Keywords: local wisdom, social studies, character education, nationalism, social PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan identitas suatu bangsa. Di era globalisasi yang semakin pesat, peran pendidikan tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga berfungsi sebagai benteng pelestarian nilai-nilai luhur dan budaya Pendidikan memiliki fungsi memberdayakan kemampuan individu untuk mewarisi, mengembangkan dan peradaban masa depan (Sumarni et al. Pendidikan seharusnya tidak hanya menitikberatkan pada mencetak insan-insan intelektual, tetapi juga terdidik moral (Kurniawati et al. , 2. Kurikulum yang diimplementasikan di pendidikan dasar, memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan memperkuat jati diri siswa agar tidak tergerus oleh arus budaya asing yang masuk tanpa filter. Tantangan ini menuntut inovasi dalam pendekatan pembelajaran yang mampu menghubungkan materi ajar dengan konteks kehidupan nyata siswa. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD) memiliki posisi strategis dalam konteks IPS dirancang untuk membantu siswa memahami lingkungan sosialnya, termasuk sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi. Namun, sering kali materi yang disajikan terasa abstrak dan jauh dari realitas keseharian siswa, sehingga kurang efektif dalam menumbuhkan pemahaman yang mendalam. Padahal, 310 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri melalui pembelajaran IPS, siswa kesadaran kolektif sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa. Proses ini memerlukan metode yang lebih lingkungan siswa. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah integrasi kearifan lokal ke dalam materi pembelajaran IPS. Kearifan lokal adalah nilai-nilai, norma, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam suatu Contohnya mencakup cerita rakyat, lagu daerah, permainan tradisional, adat istiadat, dan sistem sosial yang berlaku. Integrasi ini pembelajaran lebih bermakna karena siswa belajar dari apa yang sudah mereka kenal dan alami (Irsan et al. Kearifan lokal tidak hanya berisi pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai moral yang dapat membentuk karakter Namun, tantangan dalam berbasis nilai-nilai lokal adalah bagaimana cara yang efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam kurikulum dan pembelajaran seharihari. Banyak sekolah yang masih terfokus pada pencapaian akademik pengembangan karakter siswa. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas berbagai pendekatan dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai lokal, serta strategi yang dapat diterapkan oleh mewujudkannya (Manik, 2. Pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan salah cara awal untuk pembentukan karakteristik peserta didik dan merawat budaya suatu Lembaga pendidikan adalah wadah untuk pengembangan potensi peserta didik (Nurasiah et al. , 2. Kearifan lokal bisa merupakan suatu gagasan ataupun kegiatan yang meliputi cara berinteraksi manusia dengan manusia lain, manusia dengan lingkungan sekitarnya, serta manusia dengan sistem kepercayaannya. Untuk itulah, kearifan lokal berguna untuk stabilitas sosial dan kontrol atas berbagai aktivitas individu yang kehidupan masyarakat sekitar. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan (Laksmi & Arjawa, 2. Pada era globalisasi saat ini akibat dari menanamkan nilai kearifan lokal dapat melonggarkan nilai-nilai sosial, etika serta moral yang ada pada masyarakat yang bersumber dari pengabaian terhadap kearifan lokal. Pembentukan karakter peserta didik perlu dibangun sejak dini (Hariyanto, 2. , mengenai kearifan lokal di lingkungan pendidikan dan tempat tinggal sehingga dapat berguna MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 311 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar sebagai pedoman hidup dalam berbagai Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur pendidikan itu sendiri (Ruyadi, 2. Salah satunya dengan merancang pengembangan kurikulum melalui integrasi proses pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai generasi penerus akan pentingnya Pembelajaran berbasis kearifan lokal pada hakikatnya harus bersumber dari kehidupan masyarakat (Bismark et al. , 2. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS tidak lagi hanya berfokus pada teori-teori universal, tetapi juga menghargai keunikan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional. Ketika siswa mempelajari sejarah dan budaya daerahnya, mereka akan merasa bangga dan memiliki rasa kepemilikan terhadap warisan leluhur. Hal ini menjadi fondasi yang kuat untuk menumbuhkan sikap nasionalisme. Nasionalisme tidak hanya diartikan sebagai rasa cinta pada negara, tetapi juga pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya yang (Asnimawati et al. , 2025. Ibrahimi & Marvida, 2. Selain itu, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS juga menjadi wujud implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual, diferensiasi, dan penguatan profil pelajar Pancasila. Namun, keberhasilan penanaman nilai nasionalisme sangat bergantung pada peran guru kelas sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis budaya pemahaman konsep, motivasi belajar, dan keterikatan siswa terhadap budayanya sendiri (Hazlim et al. , 2024. Azzahra, 2. Pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam nilai-nilai nasionalisme karena IPS memuat materi tentang kehidupan sosial, sejarah perjuangan bangsa, dan kebhinekaan masyarakat Indonesia. Sikap nasionalisme harus ditanamkan pada generasi muda sejak awal untuk membudayakan siswa agar menjadi anggota masyarakat yang produktif, memiliki informasi, kemampuan, dan pertimbangan sosial yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat dan negara. Selain itu, ditunjukkan oleh pendidik selama pendidikan juga mempengaruhi upaya untuk mengajarkan patriotisme pada Dengan nasionalisme dan patriotisme yang tumbuh dan berkembang pada diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang dalam kehidupan baik di masyarakat (Hazimah et al. , 2. 312 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri Nasionalisme bukan hanya soal hafalan tentang lambang negara, lagu nasional, atau sejarah tokoh bangsa. Nasionalisme harus dibangun dari pengenalan dan kebanggaan terhadap budaya lokal tempat siswa tumbuh. Ketika menghargai tradisi, bahasa, cerita rakyat, dan nilai-nilai adat dari lingkungannya, mereka secara alami emosional dengan tanah kelahirannya. Ikatan inilah yang menjadi fondasi awal dari nasionalisme yang lebih luas (Ibrahimi & Marvida, 2. Nilai ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki kesadaran cinta tanah menjunjung persatuan, dan memahami jati diri sebagai warga negara Indonesia. Namun, dalam praktiknya, integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran IPS belum sepenuhnya Guru sering kali terfokus pada pencapaian kurikulum formal tanpa mengaitkan materi dengan konteks kebangsaan yang relevan dengan kehidupan siswa (Umar, 2. Di samping itu, kearifan lokal sering kali mengandung nilai-nilai sosial yang sangat relevan untuk pembentukan keterampilan sosial. Praktik seperti musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati dalam komunitas lokal mengajarkan siswa tentang kolaborasi, komunikasi, verbal, dan empati. Contohnya, melalui membutuhkan kerja tim, siswa secara tidak langsung melatih keterampilan Aspek ini penting karena di era digital, interaksi tatap muka dan kemampuan berinteraksi secara efektif semakin menjadi tantangan (Jordi & Suriani, 2. Selain itu, peserta didik dapat belajar menjadi agen perubahan yang berakar pada identitas budaya Integrasi semacam ini juga mendukung tujuan lebih luas dari pendidikan karakter, yang dalam kurikulum ditekankan sebagai kunci dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab dan memiliki kepekaan social (Farohi et al. , 2. Kearifan lokal di Sidoarjo, seperti tradisi "Nyadran," cerita rakyat setempat, atau nilai-nilai gotong royong dalam komunitas nelayan/petani, mengandung nilai-nilai seperti kerja lingkungan, dan kejujuran (Nabilah et , 2. Pelaksanaan tradisi nyadran tentunya mengandung nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi masyarakatnya (Auliyah et al. , 2. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi nyadran tentunya memiliki makna dan fungsi yang dapat dimasukkan ke dalam Pendidikan karakter. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk ditanamkan sebagai karakter siswa. Penelitian membuktikan bahwa kearifan lokal bukanlah sekadar artefak masa lalu, melainkan sumber daya pendidikan Dengan menggunakannya sebagai jembatan MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 313 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam pembelajaran IPS, maka dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bangga akan identitasnya, memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, berkolaborasi secara efektif dalam Potensi lokal juga bisa memunculkan nilai yang bermanfaat bagi praktik Pendidikan (Bismark et al. Beberapa penelitian sebelumnya yang membahas mengenai penerapan budaya lokal di sekolah dasar. Penelitian Syarif, . , difokuskan pada pendidikan agama Islam di sekolah dasar. Sementara itu penelitian (Istiningsih & Dharma, 2. , terfokus Diponegoro . udaya loka. untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar. Penelitian lainya oleh Fahmi et al. menyatakan bahwa Integrasi nilai budaya dan karakter bangsa sangat penting masuk dalam peserta didik yang memahami budaya dan bangsa. Pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai luhur (Juliani et al. , 2. Kajian sebelumnya memang menegaskan pentingnya budaya lokal dalam pendidikan, tetapi masih sedikit yang secara spesifik membahas integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Selain itu, upaya menumbuhkan sikap nasionalisme sekaligus meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui pembelajaran berbasis budaya lokal masih jarang diteliti. Kebaruan dari penelitian ini ialah fokus penelitian untuk mengkaji bagaimana nilai budaya lokal Sidoarjo diintegrasikan pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa Kelas V Sekolah Dasar. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana bentuk integrasi kearifan Sidoarjo pembelajaran IPS di kelas V Sekolah Dasar?, . bagaimana integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran IPS nasionalisme siswa kelas V Sekolah Dasar?, . bagaimana integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas V Sekolah Dasar?, . apa saja faktor pendukung dan kendala Sidoarjo ke dalam pembelajaran IPS? METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan implementasi integrasi kearifan lokal sidoarjo dalam materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) serta 314 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri nasionalisme dan keterampilan sosial Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menelusuri fenomena kontekstual, alamiah, dan mendalam, terutama dalam konteks budaya lokal dan praktik pembelajaran sehari-hari (Creswell, 2. Penelitian dilaksanakan di SDN Gelam 1 Kecamatan Candi. SDN Balongtani Kecamatan Jabon dan SDN Sidokumpul Kecamatan Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 Ae Januari 2025. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa kelas V yang menjadi pengguna langsung buku Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri . uman Teknik menggunakan . observasi partisipatif, digunakan untuk mengamati langsung proses pembelajaran IPS di kelas V yang memuat integrasi kearifan lokal. dengan guru kelas, siswa, dan kepala sekolah untuk menggali informasi tentang penerapan kearifan lokal serta . studi dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan RPP, dan catatan refleksi guru. Tabel 1. Indikator Instrumen Penelitian Aspek Indikator Integrasi Penggunaan Kearifan Lokal Pembelajaran tradisi local IPS Keterhubungan dengan materi IPS kelas V SD Partisipasi Relevansi budaya materi IPS Sikap Rasa Nasionalisme terhadap budaya Menjaga atau tradisi local Menghargai Cinta tanah air Toleransi Rasa dan kebersamaan Keterampilan Kerja sama dalam Sosial Siswa Kemampuan Menghargai pendapat teman Rasa terhadap sesame Tanggung jawab Sopan Respon Antusiasme Kendala Rasa ingin tahu Keterlibatan dalam diskusi MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 315 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar Keterbatasan Waktu Perbedaan latar belakang siswa Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles & Huberman . yang meliputi tiga tahapan, yaitu: . reduksi data: menyortir, merangkum, dan memilih data yang relevan. penyajian data: menyusun data dalam bentuk narasi . penarikan kesimpulan dan verifikasi: menyimpulkan hasil melalui triangulasi data. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan triangulasi sumber . erbandingan antara data dari guru, siswa, dan kepala sekola. , triangulasi teknik . bservasi, member check dengan mengkonfirmasi hasil sementara kepada subjek HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian bahwa integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran IPS mampu memberikan dampak positif terhadap sikap nasionalisme dan keterampilan sosial siswa kelas V. Guru kelas V di sekolah dasar yang menjadi lokasi penelitian secara konsisten mengaitkan materi IPS dengan budaya, tradisi, serta potensi lokal Sidoarjo, seperti tradisi Nyadran. Larung Sesaji. Batik Jetis, dan kegiatan ekonomi tambak bandeng serta udang. Integrasi ini terlihat dalam dokumen RPP, media pembelajaran, serta aktivitas diskusi kelas. Observasi menunjukkan bahwa siswa lebih antusias saat mempelajari IPS yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, saat guru membahas kegiatan ekonomi, siswa mudah memahami karena dikaitkan dengan aktivitas masyarakat sekitar Hal ini mendukung teori contextual teaching and learning (Johnson, 2. yang menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih bermakna ketika dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa. Guru kelas V menyatakan bahwa Auketika saya mengajarkan materi tentang keragaman budaya, saya selalu mengaitkannya dengan tradisi nyadran yang ada di Sidoarjo. Anak-anak lebih mudah memahami karena itu dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Ay Hal pembelajaran IPS menjadi lebih menghubungkannya dengan budaya Pendidikan berbasis budaya penting dilakukan agar siswa memiliki kedekatan emosional dengan materi yang dipelajari (Azizah et al. , 2. Integrasi tradisi nyadran memberi contoh konkret bagi siswa sehingga konsep abstrak tentang keragaman budaya lebih mudah dipahami. Dampak Nasionalisme 316 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Sikap Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri Dampak nasionalisme terlihat jelas. Siswa menunjukkan rasa bangga terhadap mengenal batik Jetis hingga memahami makna tradisi Nyadran dan Larung Sesaji. Peningkatan tampak pada sikap mereka yang lebih bersemangat mengikuti upacara, serta menunjukkan solidaritas di kelas. Hal ini sejalan dengan Mundzir . yang memperkuat identitas kebangsaan. Dengan mengenal budaya lokal, siswa merasa bagian dari bangsa Indonesia yang kaya keragaman, sehingga menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan cinta tanah air. Nilai-nilai masyarakat Sidoarjo sangat penting untuk diketahui oleh siswa sebagai generasi penerus. Oleh karena itu, segala upaya harus dilakukan untuk Pelestarian kearifan lokal merupakan tanggung jawab kita Untuk itu, perlu memahami dan memaknai nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Sidoarjo sebagai warisan leluhur (Sugiantoro et , 2. Kearifan lokal masyarakat Sidoarjo, yang terdiri dari tradisi nyadran, motif batik jetis, lelang bandeng, dan cerita rakyat Candi Pari. Hasil beberapa siswa menyatakan bahwa Aubangga tinggal di Sidoarjo karena punya batik khas sendiri. Waktu belajar IPS, kami diminta menggambar motif batik Sidoarjo, rasanya senang sekali karena ternyata budaya kita juga penting seperti budaya daerah lain di Indonesia. Ay Pernyataan budaya lokal dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Rasa bangga tersebut merupakan bagian dari sikap nasionalisme yang berakar pada cinta tanah air (Apriani & Ariyani. Dengan mengenal budaya daerah, siswa juga belajar menghargai keberagaman budaya Indonesia secara lebih luas. Indikator cinta tanah air terlihat dari meningkatnya kebanggaan siswa terhadap daerah asal mereka. Saat diperkenalkan dengan Batik Jetis, siswa menunjukkan rasa ingin tahu dan antusias untuk menggambar pola batik khas Sidoarjo. Mereka merasa budaya daerahnya memiliki nilai penting yang Indikator menghargai budaya bangsa juga Melalui diskusi tentang tradisi Nyadran dan Larung Sesaji, siswa belajar bahwa tradisi lokal bukan hanya ritual, tetapi sarat dengan nilai Siswa dengan identitas bangsa Indonesia yang Indikator bangga sebagai bangsa Indonesia tercermin ketika siswa diminta membandingkan budaya lokal dengan budaya daerah lain di Indonesia. Mereka menyadari bahwa MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 317 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar keragaman adalah kekuatan bangsa. Guru melaporkan adanya peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti upacara bendera setelah materi pembelajaran berbasis kearifan lokal Indikator kesadaran bela negara juga tumbuh. Siswa memahami mencintai budaya lokal merupakan salah satu bentuk bela non-militer. Dengan melestarikan batik Jetis dan tradisi daerah, mereka ikut menjaga warisan Temuan ini sejalan dengan (Sanjaya et al. , 2. yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis budaya Dengan demikian, penanaman sikap nasionalisme sangat penting di kalangan generasi saat ini, khususnya di Sekolah Dasar (Rachman et al. , 2. Pengalaman membuat mereka memahami bahwa mencintai tanah air tidak hanya melalui simbol-simbol formal, tetapi juga dengan menghargai budaya dan kehidupan masyarakat sekitar. Dampak terhadap Keterampilan Sosial Selain itu, integrasi kearifan lokal juga memperkuat keterampilan sosial Melalui diskusi kelompok berbasis budaya lokal, siswa berlatih mendengarkan teman, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Perbedaan pendapat yang muncul di kelas mampu diselesaikan melalui perkembangan aspek empati, toleransi, dan pemecahan masalah sosial. Temuan ini sejalan dengan (Azmi & Zainil, 2. yang menekankan bahwa interaksi sosial berperan penting dalam perkembangan kemampuan berpikir dan keterampilan interpersonal anak. Guru lain menuturkan bahwa Aumelalui membahas sejarah lokal Sidoarjo, siswa mendengarkan, dan bekerja sama. Dari situ terlihat keterampilan sosial mereka berkembangAy. Hasil wawancara ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya berpengaruh pada pemahaman kognitif, tetapi juga meningkatkan keterampilan sosial. Interaksi sosial dalam kelompok dapat membangun kemampuan komunikasi, (Wanudyastuti et al. , 2. Dengan pembelajaran, siswa lebih termotivasi untuk aktif berdiskusi. Indikator komunikasi efektif berkembang melalui kegiatan diskusi Siswa dilatih menyampaikan ide tentang cara melestarikan batik Jetis atau menjaga lingkungan tambak. Mereka belajar berbicara dengan jelas, mendengarkan teman, dan memberi Indikator kerja sama tampak ketika siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat peta potensi lokal Sidoarjo. Mereka berbagi tugas, 318 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri misalnya ada yang menggambar peta, ada yang menulis penjelasan, dan ada yang menyiapkan presentasi. Kerja sama ini melatih mereka membangun Indikator empati terlihat ketika siswa membahas masalah pencemaran lingkungan di sekitar tambak. Beberapa siswa mengekspresikan keprihatinan terhadap nelayan yang kehilangan Diskusi ini mengajarkan mereka untuk menempatkan diri pada situasi orang lain. Indikator toleransi perbandingan budaya. Siswa belajar menghargai perbedaan tradisi antar daerah tanpa merendahkan satu sama Mereka semakin memahami semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Indikator tanggung jawab muncul saat guru memberi tugas individu maupun kelompok. Misalnya, siswa diberi tugas mencari informasi tentang sejarah batik Jetis dari orang tua atau tetua desa. Hasilnya dipresentasikan di kelas, dan siswa yang bertanggung jawab akan menyelesaikan tugas tepat Dengan demikian, keterampilan sosial siswa meningkat melalui interaksi intensif dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal. Hal ini sesuai Vygotsky menekankan peran interaksi sosial dalam perkembangan kognitif dan afektif anak (Etnawati, 2. Lebih mengajarkan norma-norma sosial yang diterima di masyarakat. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut, siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial seperti kerjasama, penyelesaian konflik yang baik (Lestari & Utami, 2. Salah satu guru kelas V SD menyatakan bahwa kendala terbesar adalah keterbatasan sumber belajar tentang budaya lokal Sidoarjo. Banyak materi yang harus saya cari sendiri, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyiapkan pembelajaran. Pernyataan menunjukkan adanya tantangan praktis Kurangnya sumber belajar berbasis budaya lokal pembelajaran IPS. Hal ini sejalan dengan temuan (Juliani et al. , 2. bahwa keterbatasan bahan ajar lokal menjadi kendala utama dalam integrasi budaya ke kurikulum. Oleh karena itu, pengembangan buku suplemen atau modul berbasis kearifan lokal Sidoarjo menjadi kebutuhan penting agar pembelajaran lebih efektif. Kendala lain yang ditemui adalah keterbatasan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Guru masih sederhana, atau cerita. Belum tersedia modul atau buku suplemen yang secara khusus mengangkat kearifan lokal Sidoarjo. Hal ini menuntut kreativitas Tantangan lainnya adalah kurangnya mengintegrasikan kearifan lokal ke MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 319 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam kurikulum. Beberapa guru merasa kesulitan mengaitkan materi IPS yang abstrak dengan budaya lokal. Hal ini sesuai dengan temuan (Brinje et , 2. bahwa dukungan sumber pembelajaran berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, siswa menjadi mengenal, memahami, dan memiliki nilai-nilai luhur yang akan ditampilkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari sebagai bentuk transformasi diri siswa yang berkarakter utuh. Oleh karena itu, proses pembentukan karakter siswa perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, agar siswa memiliki karakter yang utuh dan bernilai luhur (Yampap & Haryanto, 2. Faktor terhadap pembentukan karakter dan juga pembiasaan yang dilakukan secara berulang dan konsisten mulai dari lingkungan masyarakat, keluarga, dan sekolah yang dapat membentuk karakter siswa Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal Sidoarjo dalam pembelajaran IPS nasionalisme siswa melalui rasa bangga terhadap budaya lokal, kesadaran kebangsaan, dan kepatuhan terhadap aturan bersama. Di sisi lain, keterampilan sosial siswa juga efektif, kerja sama kelompok, sikap menyelesaikan masalah sosial. Temuan ini memperkuat pendapat (Siregar et , 2. bahwa IPS memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang demokratis, peduli sosial, dan beridentitas nasional. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal Sidoarjo ke dalam pembelajaran IPS di kelas V SD mampu menumbuhkan sikap nasionalisme dan keterampilan sosial Melalui pengenalan budaya lokal seperti tradisi Nyadran. Larung Sesaji. Batik Jetis, serta aktivitas ekonomi tambak, siswa lebih antusias, bangga terhadap budaya daerahnya, dan Hal ini tercermin dalam meningkatnya rasa cinta tanah air, penghargaan terhadap budaya bangsa, serta kesadaran untuk menjaga persatuan dan menaati aturan bersama. Keterampilan berkembang melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan simulasi berbasis kearifan lokal. Indikator komunikasi, kerja sama, empati, toleransi, tanggung jawab, hingga kemampuan pemecahan masalah sosial tampak lebih kuat setelah pendekatan ini diterapkan. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS tidak hanya memperkuat penguasaan materi akademik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana efektif dalam pembentukan karakter siswa sejak dini. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar guru lebih aktif 320 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri Sidoarjo ke dalam pembelajaran IPS melalui media, cerita rakyat, dan keterampilan sosial siswa. menyediakan sumber belajar berbasis budaya lokal, mengadakan pelatihan guru, serta menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat. sedangkan pembuat pengembangan kurikulum dan modul ajar yang mengakomodasi kearifan lokal agar dapat diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan di sekolah DAFTAR RUJUKAN Apriani. -N. , & Ariyani. Implementasi Pendidikan Nilai Nasionalisme Dalam Pembelajaran Living Values. LITERASI: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8. , 60Ae74. https://doi. org/10. 21927/literasi. Asnimawati. Gunawan. Nafisah. Afifah. , & Hasanah. Etnopedagogi sebagai Pendekatan Pengembangan Materi Pembelajaran IPS di Sekolah. Indonesian Research Journal on Education, 5. , 32Ae37. https://doi. org/10. 31004/irje. Auliyah. Putri. Bela. , & Segara. Transformasi Nilai Pedagogis Tradisi Nyadran Sidoarjo Sebagai Model Pembelajaran Generasi Alpha. Jurnal Pendidikan Geosfer, 7. , 1Ae https://doi. org/10. 24815/jpg. Azizah. Dhewantoro. , & Basyari. Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS SMP di Indonesia. Langgong: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2. , 37Ae48. https://doi. org/10. 30872/langgon Azmi. , & Zainil. Dampak Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Identitas Sosial Siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran (JTPP), 02. , 940Ae947. https://jurnal. com/ind php/jtpp/article/view/815 Azzahra, . Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Budaya Terhadap Sikap Toleransi Antarbudaya Siswa Sekolah Menengah Pertama. SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2. , 16Ae25. https://doi. org/10. 62383/sosial. Bismark. Nasaruddin, & Ruslan. Penerapan Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Rasa Nasionalisme Peserta Didik di MIN I Bima. JPK: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 02. , 53Ae58. https://doi. org/10. 56842/jpk. Brinje. Hera. Imut. Alviani. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 321 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar Sastawati, & Kurnia. Menanamkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 4. , 143Ae157. https://doi. org/10. 55606/jurripen Creswell. Research Design: Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar. Etnawati. Teori Vygotsky Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan, 22. , 130Ae138. https://doi. org/10. 52850/jpn. Fahmi. Sundawa. , & Ramdhani. Integrasi Nilai-Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa Dalam Kurikulum Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan PKn, 9. , 218Ae https://doi. org/10. 36706/jbti. Farohi. Supriatna. Ratmaningsih. Integrasi Kearifan Lokal Gusjigang dalam Pembelajaran IPS Menumbuhkan Keterampilan Social Entrepreneurship. Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 5111Ae5130. https://doi. org/10. 58230/274543 Hariyanto. Pengembangan Karakter Pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pengajaran, 1. , 92Ae98. https://doi. org/10. 51878/educati Hazimah. Astuti. Dewi. , & Furnamasari. Peran Guru dalam Meningkatkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Pkn di Era Globalisasi. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 4827Ae4835. https://doi. org/10. 31004/edukatif Hazlim. Aramudin. Risnawati. & Hamdani. Pengaruh Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kesadaran Budaya Siswa Sekolah Dasar. Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI, 10. , 220Ae229. https://doi. org/10. 46963/mpgmi. Ibrahimi. , & Marvida. Integrasi Kearifan Lokal dalam Materi IPS untuk Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air pada Siswa SD Negeri 3 Kuala. Jurnal Kajian Pendidikan Dan Cakrawala Pembelajaran, 1. , 1Ae12. https://doi. org/10. 64690/jakap. Irsan. Nurmaya G. Nurlaila. Syamsurijal, & Agus. Kearifan Lokal Sebagai Pilar Utama dalam Pembentukan Karakter Siswa: Eksplorasi dalam Konteks Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu 322 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri PendidikanJurnal Ilmu Pendidikan, 6. , 1814Ae1825. https://doi. org/10. 31004/edukatif Istiningsih. , & Dharma. Integrasi Nilai Karakter Diponegoro Dalam Pembelajaran Untuk Membentuk Profil Pelajar Pancasila Di Sekolah Dasar. Jurnal Kebudayaan, 16. , 25Ae42. https://doi. org/10. 24832/jk. Johnson. Contextual Teaching and Learning: What is and Why itAos here to Stay. Corwin Press. Inc. Jordi. , & Suriani. Eksplorasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Praktik Pembelajaran Kooperatif di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan. Bahasa Dan Ilmu Sosial, 3. , 117Ae127. https://doi. org/10. 61132/nakula. Juliani. Karmilasari. Agustiani. Mulyanah. , & Windiyan. Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Terhadap Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar. JPD: Jurnal Pendidikan Dasar, 15. , 144Ae170. https://doi. org/10. 21009/jpd. Kurniawati. Amalia. , & Khaleda . Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui Budaya Kelas di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6. , 8304Ae8313. https://doi. org/10. 31004/basiced Laksmi. , & Arjawa. Kearifan Lokal Dalam Mendukung Pengembangan Industri Kreatif Di Provinsi Bali. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 1Ae15. https://doi. org/10. 36312/10. 12/vol4iss1pp1-15 Lestari. , & Utami. Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter yang Terkandung Dalam Mitologi Jawa Tradisi Seret Gedhang di Desa Sumbersari Tumpang Pada Pembelajaran IPS SD. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 12. , 230Ae244. https://doi. org/10. 24269/dpp. Manik. Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Lokal Sebagai Upaya Membangun Karakter Siswa Di Sekolah. Jurnal Kualitas Pendidikan, 2. , 421Ae425. Miles, & Huberman. Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia Press. Nabilah. Sarmini, & Yani. Nilai Karakter Pada Kearifan Lokal Nyadran Sebagai Sumber Pembelajaran IPS. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 10. , 358Ae371. https://doi. org/10. 29408/jhm. Nurasiah. Marini. Nafiah. , & MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 323 Integrasi Kearifan Lokal Sidoarjo dalam Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar Rachmawati. Nilai Kearifan Lokal: Projek Paradigma Baru Program Sekolah Penggerak untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Basicedu, 6. , 3639Ae3648. https://doi. org/10. 31004/basiced Rachman. Handayani. , & Riyanti. Penanaman Sikap Nasionalisme Melalui Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Sekolah Dasar. Dirasatul Ibtidaiyah, 3. , 218Ae228. https://doi. org/10. 24952/ibtidaiy Ruyadi. Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Indonesia Emas Group. Sanjaya. Safitri. , & Sujarwo. Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Pendidikan Karakter Di Era 4. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1. , 3007Ae3013. Siregar. Khairani. Amalia. Khairunnisa. Siregar. , & Yusnaldi, . Peran Pembelajaran IPS Dalam Membentuk Karakter Bangsa. Pema, 5. , 73Ae79. https://doi. org/10. 56832/pema. Sugiantoro. Widodo. Masrukhi. & Priyanto. Integrating the value of local wisdom of the Sidoarjo community into social studies learning in junior high schools in Sidoarjo Regency. East Java. Indonesia. Kasetsart Journal of Social Sciences, 43, 815Ae824. https://doi. org/10. 34044/j. Sumarni. Jewarut. Silvester. Melati. , & Kusnanto. Integrasi Nilai Budaya Lokal Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar. Journal of Education Research, 5. , 2993Ae2998. https://doi. org/10. 37985/jer. Syarif. Integrasi Nilai Kearifan Lokal Terhadap Penanamanan Nasionalisme Bagi Siswa Sekolah Dasar. Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam, 2. , 187Ae195. https://doi. org/10. 36670/alamin. Umar. Peran Guru Kelas Dalam Integrasi Nilai Nasionalisme Pada Pembelajaran IPS Di SD Negeri 4 Weda. Jurnal Dinamis, 2. , 52Ae60. https://doi. org/10. 33387/dinamis Wanudyastuti. Raekhan. Rizqiah. , & Setiyoko. Analisis Pola Interaksi Sosial Terhadap Perilaku Peserta Didik Di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11. , 27Ae35. Yampap. , & Haryanto. The Value of Local Wisdom in the Burning Stone Tradition Through Learning for Character Building of Elementary School Students. 324 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Fajar Nur Yasin. Ali Masykuri International Conference Learning Innovation and Research in Basic Education. KnE Social Sciences, 239Ae254. https://doi. org/10. 18502/kss. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 325