P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Pelatihan Keterampilan Menjahit Celana Santai Bagi Masyarakat Kecamatan Muaragembong. Kabupaten Bekasi Suryawati1. Sri Listiani2 Universitas Negeri Jakarta1. Universitas Negeri Jakarta2 suryawatiarif@gmail. com1, srilistiani@unj,ac. ABSTRAK Salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan yaitu kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat. Pengabdian Pada Masyarakat kali ini. Universitas Negeri Jakarta khususnya Fakultas Teknik berperan dalam melaksanakan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PkM) yaitu di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi sebagai wilayah binaan dari Fakultas Teknik UNJ. Salah satu tujuan dari kegiatan PKM adalah pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung solusi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan masyarakat binaan secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM adalah langkah pertama melakukan pendataan khalayak sasaran, survei lokasi, persiapan pelaksanaan lalu pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan PKM diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat desa pantai sederhana Muaragembong dalam menjahit celana santai, yang dapat diaplikasikan dalam berwirausaha di bidang busana untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Kata kunci : keterampilan menjahit, celana santai, menjahit celana santai ABSTRACT One of the Higher Education Tri Dharma activities that must be carried out is Community Service activities. Community Service this time, the State University of Jakarta, especially the Faculty of Engineering, plays a role in carrying out Community Service Activities (PkM), namely in Muaragembong District. Bekasi Regency as a fostered area of the Faculty of Engineering UNJ. One of the goals of PKM activities is learning and community empowerment to support alternative solutions in meeting the needs of the target community independently and sustainably. The implementation method used in the implementation of PKM activities is the first step of collecting data on the target audience, surveying the location, preparing for implementation and then carrying out activities. The results of the PKM activity are expected to increase the knowledge and skills of the residents of the simple coastal village of Muaragembong in sewing casual pants, which can be applied in entrepreneurship in the fashion sector to improve the family economy. Keyword : sewing , casual pants, sewing casual pants Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive PENDAHULUAN Rendahnya pendidikan masyarakat di Wilayah Muaragembong menyebabkan kualitas sumber daya manusia yang ada juga rendah. Masyarakat di Muaragembong sebagian besar merupakan lulusan sekolah dasar pandangan terhadap pendidikan sulit untuk diubah, sehingga sebagian besar masyarakat lebih mengutamakan untuk pergi melaut dibandingkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan yang rendah tersebut juga Karena kreatifitas yang masyarakat tdak dapat mengelola aset dan sarana bantuan yang diberikan oleh Muaragembong. Untuk meningkatkan kualitas sumber Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, masyarakat khususnya ibu-ibu rumah keterampilan yang merupakan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan tentang pengetahuan dan keterampilan menjahit celana santai. Dengan diberikannya pelatihan ini diharapkan Masyarakat di kecamatan Muaragembong memiliki keahlian dalam menjahit Celana Santai dan dapat berwirausaha memproduksi dan menjual masyarakat tidak hanya mengandalkan penghasilan dari tambak perikanan dan penangkapan ikan. Pelatihan menjahit celana santai ini dilakukan oleh tim dosen yang dibantu oleh 3 orang mahasiswa. Materi pelatihan sesuai dengan latar belakang keahlian dari dosen pengusul, kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan upaya guna Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 meningkatkan keterampilan masyarakat agar menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan mandiri serta hasilnya bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Pelatihan ini sebagai wadah untuk pengaplikasian ilmu yang dimiliki oleh dosen dan mahasiswa, selain itu, daerah binaanini bisa menjadi sebuah objek dalam menjalankan fungsi dosen dan mahasiswa sebagai sosial kontrol dan juga aplikasi dari Tri Dharma Perguruan tinggi. PERMASALAHAN Kecamatan Muaragembong, kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang masyarakatnya hanya mengandalkan penghasilan dari tambak perikanan dan penangkapan ikan, maka diperlukannya kegiatan pelatihan keterampilan menjhait celana santai, khususnya pada ibu-ibu rumah tangga dan remaja yang memiliki potensiuntuk diberikan pelatihan. Setelah pelatihan diharapkan ibu-ibu rumah tangga dan remaja memiliki keterampilan menjahit celana santai yang akan diwujudkan menjadi porduk celana santai dan lebih produktif dalam membuat produk celana santai yang dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga. METODOLOGI Kegiatan masyarakat ini dilakukan dua tahap metode, yaitu metode awal sebelum kegiatan dan proses kegiatan. Metode pada awal kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah metode survey dan observasi, yaitu melakukan survey ke lokasi ke kecamatan Muaragembong. Kabupaten Bekasi dan observasi dengan kebutuhan masyarakat. Proses kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa pelatihan menjahit celana santai, yang dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan eksperimen pembuatan celana santai P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan PKM berlangsung pada tanggal 29 Juli 2022, di Desa Pantai Sederhana, kecamatan Muaragembong. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat. Acara kegiatan PKM dihadiri oleh Bapak Sekretaris Desa didampingi dua orang staf kantor Desa, peserta PKM sejumlah 20 orang dan 2 orang dosen Program Studi Tata Busana dibantu oleh 3 orang mahasiswa. Pemaparan materi tentang teknik menjahit dan demontrasi menjahit oleh tim kegitan PkM kemudian dilanjutkan dengan praktik menjahit oleh peserta pelatihan yang didampingi langsung oleh tim dosen dan mahasiswa yang terlibat . Proses pembuatan celana santai dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan yang digunakan antara lain: mesin jahit, gunting kain, meteran, pendedel, jarum pentul. Kain rayon, karet, benang jahit dan kapur jahit. Gambar 2 Mesin jahit yang digunakan pada kegiatan PkM Cara Menjahit Celana Santai Alat dan Bahan Gambar 1 Alat dan bahan pembuatan celana santai Sebelum memulai menjahit langkah pertama yaitu menyiapkan pola dan meletakkannya di atas bahan yang akan digunakan. Setelah pola diletakkan di atas bahan kemudian bahan digunting dimulai dari pola yang berukuran besar lalu dilanjutkan ke pola yang paling kecil. Setelah dipotong, bahan-bahan tersebut diberikan tanda pola menggunakankapur jahit atau kertas karbon dan rader. Setelah diberikan tanda pola, potongan-potongan bahan tersebut siap untukdijahit. Sebelum mulai dijahit celana diobras terlebih dahulu untuk merapikan tiras-tiras bahan sisa potongan. Setelah diobras bahan siap untuk dijahit, jahitan pertama dimulai dari menjahit bagian sisi celana hingga bagian pesak celana. Kemudian menjahit ban pinggang dengan menggunakan karet atau tali. Setelah itu lakukan penyelesaian dengan menjahit bagian bawah celana danbersihkan benang-benang sisa jahitan. Press atau setrika celana Setelah selesai disetrika, celana siap untuk dikemas Jurnal IKRATH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-5721 E-ISSN : 2654-7546 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-ABDIMAS/issue/archive Kegitan PkM Gambar 3 Meletakan dan Memotong Bahan waktu dengan baik agar kegiatan selesai sesuai rencana dengan waktu yang sangat Namun, dengan begitu kegiatan tetap berjalan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah disediakan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat Pelatihan celana santai disampaikan dengan teknik yang mudah sehingga dapat diikuti oleh peserta pelatihan yang dominan adalah pemula dalam menjahit. Peserta pelatihan sangat antusias dan merasa bermanfaat dalam mengikuti pelatihan ini. Kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Pantai Sederhana dapat dilaksanakan berkelanjutan di bidang busana dengan materi produk lain sehingga masyarakat dapat memiliki keterampilan menjahit busana selain celana santai DAFTAR PUSTAKA