Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Resti Zulinda Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Indonesia restizulnda@gmail. Syafruddin Nurdin Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Indonesia nurdin@uibb. Martin Kustati Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Indonesia kustati@uibb. Abstract This research aims to produce a high-quality, usable English learning module integrated with Islamic values for Madrasah Aliyah and senior high schools. This study employs a Research and Development (R&D) method consisting of five stages: . research and information gathering, . product design, . product development, . initial testing, product revision based on initial testing, and main field testing, and . evaluation and revision. The sample was selected using purposive sampling. Data collection techniques included observation, interviews, validation, questionnaires, documentation, and learning outcome tests. Data analysis used descriptive analysis. The developed product underwent several testing phases, both on a limited and wide scale. Limited testing was conducted at MAN 1 Pekanbaru in Grade X during the 2024/2025 academic year with 20 students. Wide-scale testing was conducted at MAN 1. MAN 2, and MAN 3 Pekanbaru with 60 students. The findings indicate that the module is highly valid based on the criteria of validity from validators, including material experts. Islamic integration experts, language experts, and media experts. Student responses to the developed teaching material were excellent. The module proved to be highly effective in improving cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes and highly practical based on its implementation in learning, as well as teacher and student evaluations. It can be concluded that the integrated Islamic English module for Grade X Madrasah Aliyah has excellent quality in terms of validity, practicality, and effectiveness, making it suitable for use in the learning process. Keywords: Development. Integration. Learning Module. English. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Islam-ic | 143 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar modul Bahasa Inggris Terintegrasi Islam yang berkualitas serta layak untuk digunakan pada Madrasah tingkat Aliyah maupun SMA. Penelitian ini merupakan Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) yang terdiri dari 5 tahap yaitu . penelitian dan pengumpulan informasi, . membuat perencanaan . produk, . mengembangkan produk, . melakukan uji coba awal, revisi produk dari hasil uji coba awal dan uji coba lapangan utama, dan . melalukan evaluasi dan revisi. Sample penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, validasi, angket, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Produk yang dikembangkan sudah melewati beberapa kali uji coba baik skala terbatas maupun skala luas. Uji coba terbatas dilakukan di MAN 1 Pekanbaru pada kelas X TA. 2023/2024 dengan subjek berjumlah 20 Siswa. Uji coba pada skala luas dilakukan di tiga madrasah yaitu MAN 1 Pekanbaru. MAN 2 Pekanbaru, dan MAN 3 Pekanbaru dengan jumlah subjek 60 Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat valid berdasarkan kriteria kevalidan dari validator yaitu ahli materi, ahli integrasi Islam, ahli bahasa, dan ahli media. Respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan sangat baik. Modul yang dihasilkan memenuhi kategori sangat efektif baik dalam meningkatkan hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan sangat praktis dilihat dari keterlaksanaannya dalam pembelajaran, penilaian guru, dan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk modul Bahasa Inggris Terintegrasi Islam untuk kelas X Madrasah Aliyah ini memiliki kualitas yang sangat baik ditinjau dari aspek validitas, praktikalitas, dan efektivitas sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan. Modul Pembelajaran. Bahasa Inggris. Integrasi Islam. Pendahuluan Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran merupakan kewajiban mendasar bagi madrasah atau sekolah berciri khas Islam. Hal ini sejalan dengan amanat UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Agama No. 60 Tahun 2015 yang menegaskan bahwa madrasah merupakan satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum berciri khas agama Islam. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris, hal ini berarti bahwa mata pelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa asing semata, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai spiritual, akhlak mulia, dan identitas keislaman siswa, sehingga menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter Islami. Penelitian Ersyadila. Rahmi, dan Hasibuan . menunjukkan bahwa integrasi nilainilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan saling menghormati ke dalam pengajaran Bahasa Inggris mampu meningkatkan pemahaman bahasa dan membentuk karakter positif siswa madrasah. Selain itu, penelitian Safitri. Jabu, dan Samtidar . POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru menyebutkan bahwa guru-guru bahasa Inggris menerapkan berbagai strategi seperti menyisipkan ayat Al-QurAoan, memberi nasihat Islami, dan membiasakan aktivitas keagamaan dalam pembelajaran untuk memperkuat karakter spiritual siswa Meskipun idealnya pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan. Studi awal di dua Madrasah Aliyah Negeri di Pekanbaru memperlihatkan bahwa integrasi tersebut belum optimal: di MAN 1, beberapa guru mampu menyisipkan konten Islami seperti salam, kisah teladan, dan ayat Al-QurAoan dalam pelajaran. sementara di MAN 2, buku teks yang digunakan masih sama dengan sekolah umum dan belum memuat konten Islami secara sistematis. Hal ini sejalan dengan temuan Rambe dan Salminawati . , yang menunjukkan bahwa meskipun konsep integrasi nilai Islam dalam materi Bahasa Inggris sudah dijelaskan secara teoritis, penerapannya dalam modul pembelajaran masih lemah dan tersebar. Selain itu. Ersyadila dkk. menyatakan bahwa meskipun integrasi nilai-nilai seperti kejujuran dan disiplin dapat membentuk karakter positif siswa, modul pembelajaran yang ada saat ini belum dikembangkan secara kontekstual untuk menyertakan nilai-nilai tersebut secara sistematis. Penelitian oleh Soleh. Salija, dan Sahril . juga menemukan bahwa implementasi Task-Based Language Teaching dengan nilai-nilai Islami di madrasah berjalan efektif di beberapa tahap, namun materi-materi yang digunakan masih perlu disesuaikan agar lebih mencerminkan konteks religius. Di samping itu. Sholeh dkk. menyampaikan bahwa integrasi nilai moderasi Islam dalam ajar Bahasa Inggris perlu diperluas dalam rencana pelajaran, materi, dan evaluasi agar lebih holistik. Kesenjangan ini menegaskan perlunya solusi konkret, salah satunya melalui pengembangan modul pembelajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. Modul ini diharapkan mampu memadukan kompetensi bahasa dengan penguatan nilai-nilai keislaman secara kontekstual, sehingga siswa dapat menguasai keterampilan Bahasa Inggris sekaligus memperdalam pemahaman ajaran Islam. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan akademis tetapi juga membentuk karakter Islami yang sesuai dengan visi madrasah. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian terbaru. Sinergi antara penguasaan Bahasa Inggris dan penanaman nilai moral ditemukan efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan integritas siswa (Ersyadila et al. , 2. Model e-modul interaktif berbasis multimedia memperkuat pemahaman bahasa sekaligus nilai keislaman siswa SMP (Amelia et al. , 2. Penelitian lain menunjukkan bahwa pengembangan modul ELT yang menghimpun nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jambi sangat valid dan praktis bagi siswa dan guru (Nafiah, 2. Selain itu, integrasi QurAoanic narrative ke dalam pengajaran Bahasa Inggris memperkuat penalaran moral dan perilaku siswa secara signifikan (Nurhayati & Fibriani, 2. Dalam kajian konseptual, pendekatan modul pembelajaran yang memasukkan nilai seperti kejujuran dan toleransi diyakini bukan hanya meningkatkan keterampilan linguistik, tetapi juga membangun karakter siswa yang beretika (Rezky & Qamariah, 2. Temuan-temuan penelitian tersebut menegaskan bahwa pengembangan modul pembelajaran Bahasa Inggris terintegrasi nilai-nilai Islam bukan hanya relevan secara pedagogis, tetapi juga strategis dalam membentuk kompetensi bahasa sekaligus karakter religius siswa secara berkelanjutan. Sejumlah penelitian mendukung urgensi pengembangan modul pembelajaran Bahasa Inggris terintegrasi nilai-nilai Islam. Rizky Amelia et al. mengembangkan e-module interaktif yang tidak hanya meningkatkan kompetensi berbahasa siswa, tetapi juga memperkuat pemahaman nilai keislaman secara POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 145 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru kontekstual, dan dinilai sangat layak digunakan. Nafiah . melalui penelitian pengembangan modul Bahasa Inggris yang dikombinasikan dengan kearifan lokal Jambi menemukan bahwa modulnya valid dan praktis sesuai kebutuhan siswa dan guru. Munif dkk. melakukan analisis kebutuhan . eeds analysi. terhadap integrasi nilai Islam dalam pengajaran Bahasa Inggris di kelas internasional madrasah, dan merekomendasikan aktivitas berbasis tugas dan media interaktif sebagai strategi efektif. Hanifiyah. Fitriyah, dan Rohmah . menegaskan bahwa modul pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP Islam dapat memfasilitasi hubungan aktif antara pembelajaran bahasa Inggris dan kehidupan islami peserta didik. Hasibuan dkk. menyarankan bahwa materi Bahasa Inggris untuk kebutuhan khusus (ESP) di lembaga Islam bisa memperkaya pembelajaran dengan teknik seperti code-switching, koneksi kontekstual dengan ajaran keislaman, dan contoh relevan budayaAigabungan yang memperkuat relevansi bahasa dan nilai. Temuan-temuan ini memperkuat argumen bahwa modul terintegrasi Islam sangat relevan untuk diimplementasikan di madrasah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan nilainilai Islam bagi Madrasah Aliyah Negeri di Pekanbaru. Modul ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, memperkuat pemahaman ajaran Islam, dan menumbuhkan karakter Islami yang sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau dikenal dengan Research and Development (R&D), yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk. Penelitian pengembangan modul pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi Islam di MAN kota Pekanbaru mengacu pada model ADDIE (Analysis. Design. Development, or Production. Implementation or Delivery, dan Evaluation. Pemilihan model pengembangan ini didasarkan pada alasan bahwa tahapan-tahapan dasar desain pengembangan ADDIE diyakini sebagai model yang sederhana, mudah dipahami dan dipelajari, simple serta lebih mudah dipraktekkan dalam pengembangan modul bahasa Inggris terintegrasi Islam. Penelitian ini dilaksanakan di kota Pekanbaru tepatnya di tiga Madrasah Aliyah Negeri. Tiga madrasah yang dimaksud adalah Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru. Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru, dan Madrasah Aliyah Negeri 3 Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2024. Menurut Dick dkk. , model pengembangan ADDIE, terdiri dari lima tahapan Tahapan pengembangan model tersebut meliputi: Analysis. Design. Development, or Production. Implementation or Delivery, dan Evaluations. Tahapan penelitian ini mengikuti model pengembangan ADDIE yang meliputi lima langkah Pada tahap analisis, peneliti mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi ideal dan nyata pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami kebutuhan siswa, guru, serta kurikulum terkait integrasi nilai-nilai Islam. Selanjutnya, tahap perancangan dilakukan dengan menyusun kerangka modul pembelajaran yang memadukan kompetensi bahasa Inggris dan nilainilai Islam, termasuk pemilihan materi, penyusunan konten, perancangan aktivitas, dan penentuan media pendukung. Pada tahap pengembangan, modul disusun sesuai desain awal dan divalidasi oleh ahli . pada aspek konten, konstruk, bahasa, dan keterpaduan menggunakan lembar validasi. Tahap implementasi dilakukan dengan uji POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru coba terbatas pada kelompok sasaran untuk menilai efektivitas, keterpahaman, dan keterterapan modul. Terakhir, tahap evaluasi dilaksanakan secara formatif dan sumatif untuk menilai kualitas, manfaat, dan kelayakan modul, sekaligus memberikan masukan perbaikan demi penyempurnaan produk akhir. Tahapan tersebut tergambar dalam gambar berikut: Gambar 1. Tahapan Penelitian dan Pengembangan ADDIE Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas modul dilakukan melalui teknik uji validasi dari validator berkaitan dengan content, validasi construct, bahasa dan keterpaduan dengan menggunaka lembar validasi. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pembelajaran bahasa Inggris harus dapat melihat secara umum proses perubahan di dalamnya secara menyeluruh. Hasil belajar merupakan sebuah indikator untuk dapat melihat kualitas peserta didik (Letna, 2. Di antara banyaknya permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran bahasa Inggris di MA saat ini berkisar pada lemahnya penggunaan teori, miskinnya inovasi, acuan buku teks dan kurikulum yang kurang menarik, rendahnya motivasi dan minat peserta didik, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri kota Pekanbaru, ditemukan bahwa pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya terintegrasi Islam baik dari aspek materi dan konten. Hal ini diindikasikan karena minimnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang integrasi Islam jika dikaitkan dengan pembelajaran bahasa Inggris. Hal ini sebagaimana dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan bersama salah seorang guru bahasa Inggris MAN 1 Pekanbaru sebagai berikut: AuSelama ini modul yang kami gunakan adalah modul yang kami rancang sendiri bernama UKBM yaitu unit kegiatan belajar Akan tetapi modul itu belum terintegrasi Islam. Ay (Zaujar. Wawancara, 2. Selanjutnya, kemungkinan adanya usaha integrasi yang akan dilaksanakan pada modul tersebut diakui informan bisa saja terjadi. Lebih lanjut diterangkan bahwa upaya pengintegrasian mungkin bisa dilaksanakan, semua itu tergantung pada guru yang Informasi lebih lanjut ditemukan bahwa tidak semua guru memiliki kompetensi agama yang sama. Minimnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang ilmu-ilmu Islam menjadi masalah yang kompleks. Di samping itu, adanya rasa takut membuat kesalahan karena pengetahuan Islamnya kurang. Hal ini dibuktikan dengan POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 147 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru kutipan wawancara berikut: AuYang menjadi permasalahan adalah guru bahasa inggris ini tidak memiliki kompetensi agama yang sama. Nanti kalau diintegrasikan kepada nuansa Islam, takut salah arah dan terjadi kesalahan-kesalahan redaksi. Ay (Zaujar. Wawancara, 2. Terkait dengan hasil penelusuran terhadap modul yang ada di madrasah, diketahui bahwa modul yang digunakan adalah UKBM (Unit Kegiatan Belajar Mandir. yang dirancang khusus oleh guru MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajara. Namun, modul yang digunakan belum sepenuhnya terintegrasi Islam. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris MAN kota Pekanbaru sangat setuju akan hadirnya modul terintegrasi Islam dengan alasan untuk meningkatkan nilai-nilai karakter siswa yang sudah jauh dari harapan, dan tentunya mengubah mindset siswa bahwa bahasa Inggris bukan tentang dunia barat dan bahasa Inggris juga sangat erat dengan dunia Islam. Selanjutnya, dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan bersama siswa ditemukan bahwa pada umumnya mereka hanya menggunakan buku teks bahasa Inggris sebagai bahan sumber belajar. Kalaupun ada modul, namun masih kurang variatif dan kurang menarik sehingga siswa kurang berminat untuk Sejalan dengan itu, bahwa hanya sebagian yang tertarik mempelajari materi bahasa Inggris sementara sebagiannya kurang tertarik dengan alasan materi sejarah banyak hafalan sehingga mereka merasa kesulitan dan bosan untuk mempelajarinya, guru kurang bervariasi dalam memberikan pembelajaran baik itu berupa metode maupun strategi sehingga membuat mereka kurang bersemangat dalam Siswa juga menyatakan bahwa mereka lebih suka bahan ajar yang penuh warna dan banyak gambar, karena bagi mereka gambar akan membantu mereka dalam memvisualisasikan apa yang disajikan, dan mereka juga setuju dan membutuhkan modul pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi dengan Islam untuk meningkatkan pengetahuan dan pembentukan karakter islami. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa baik guru maupun siswa disekolah membutuhkan adanya modul pembelajaran bahasa Inggris yang terintegrasi Islam. Oleh karena itu diperlukan pengembangan modul yang lebih terintegrasi dengan nilai-nilai Islami, relevan dengan konteks pembelajaran Madrasah, dan didukung oleh metode serta media pembelajaran yang lebih inovatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru belum sepenuhnya terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, baik dari aspek materi maupun konten. Minimnya integrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya pengetahuan guru terkait konsep integrasi Islam dalam pembelajaran bahasa Inggris, perbedaan kompetensi agama antar guru, serta kekhawatiran akan kesalahan redaksi jika memasukkan unsur keislaman. Modul yang digunakan selama ini, yaitu Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang dirancang MGMP, belum memuat integrasi secara sistematis. Padahal, baik guru maupun siswa menyatakan dukungan yang tinggi terhadap pengembangan modul bahasa Inggris terintegrasi Islam, dengan alasan mampu membentuk karakter Islami siswa, meningkatkan minat belajar, serta mengubah persepsi bahwa bahasa Inggris identik dengan budaya Barat. Temuan ini sejalan dengan penelitian Amelia et al. yang menegaskan bahwa e-modul interaktif berbasis nilai Islam dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman materi. Nafiah . menemukan bahwa modul ELT berbasis kearifan lokal dan nilai Islam memiliki tingkat validitas dan kepraktisan tinggi di sekolah menengah. Penelitian Nurhayati & Fibriani . juga mengungkap POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru bahwa integrasi narasi QurAoani dalam pembelajaran bahasa Inggris memperkuat penalaran moral siswa. Selain itu. Rezky & Qamariah . menekankan bahwa pengintegrasian nilai-nilai etis seperti kejujuran dan toleransi ke dalam pembelajaran bahasa asing berkontribusi pada pembentukan karakter. Hidayat et al. menyatakan bahwa guru perlu dibekali kompetensi integrasi nilai agama dalam pembelajaran bahasa untuk menghindari kesalahan konseptual. Selaras dengan itu. Putra & Kurniawan . menunjukkan bahwa bahan ajar kontekstual dan berbasis budaya Islami meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Lebih jauh. Anwar et al. menegaskan bahwa desain bahan ajar yang variatif, penuh warna, dan memanfaatkan media visual membantu siswa memvisualisasikan materi dengan lebih baik, sehingga memperkuat pemahaman dan minat belajar mereka. Dengan demikian, pengembangan modul pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi nilai Islam yang relevan secara konteks, menarik secara visual, dan didukung strategi pengajaran inovatif menjadi kebutuhan mendesak bagi madrasah untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus membentuk karakter siswa sesuai visi pendidikan Islam. Hasil Validitas. Praktikalitas, dan Efektivitas Modul Hasil Validasi oleh Ahli Materi Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan tingkat validitas rata-rata sebesar 82%, yang dikategorikan sebagai Cukup Valid. Meskipun modul telah dinilai cukup baik dalam aspek Materi . %). Bahasa . %), dan Penyajian . %), masih diperlukan revisi kecil untuk meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Revisi ini mencakup peningkatan kelugasan bahasa, penyempurnaan struktur kalimat, serta penggunaan ejaan yang lebih tepat. Ahli materi juga memberikan masukan terkait desain visual seperti penambahan ornamen Islami pada cover dan integrasi nilai-nilai Islam di setiap chapter, sehingga modul menjadi lebih relevan dengan konteks pendidikan madrasah. Hasil ini sejalan dengan temuan Amelia et al. yang menunjukkan bahwa modul dengan tingkat validitas di atas 80% dapat langsung diimplementasikan setelah perbaikan Nafiah . juga menegaskan bahwa validitas konten yang tinggi menjadi indikator penting dalam menjamin keberhasilan implementasi bahan ajar di sekolah. Penelitian Rezky & Qamariah . menemukan bahwa perbaikan kecil pada tahap validasi mampu meningkatkan relevansi dan efektivitas modul secara signifikan. Selain itu. Putra & Kurniawan . mengungkapkan bahwa revisi hasil validasi ahli berkontribusi pada kesesuaian bahan ajar dengan konteks pembelajaran dan karakteristik siswa. Anwar et al. menambahkan bahwa uji validasi ahli merupakan tahapan krusial dalam model pengembangan bahan ajar untuk memastikan kualitas dan kelayakan sebelum diujicobakan. Hasil Validasi oleh Ahli Integrasi Islam Berdasarkan tabel di atas, penilaian ahli integrasi terhadap modul pembelajaran bahasa Inggris diperoleh hasil persentase validasi di angka 94% sehingga modul ini menurut ahli integrasi layak diujicobakan di lapangan tanpa revisi. Berdasarkan evaluasi arahan dan saran dari ahli terhadap kekurangan modul, validator memberikan saran agar dimasukkan hadits tentang bagaimana adab salam diberikan dalam chapter 1. Hasil validasi ahli integrasi yang mencapai persentase 94% menunjukkan bahwa modul pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi Islam ini memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi untuk diimplementasikan di lapangan tanpa memerlukan revisi signifikan. Temuan ini selaras dengan penelitian Husna et al. yang menegaskan bahwa modul yang memperoleh skor validasi di atas 90% umumnya memiliki relevansi tinggi terhadap kebutuhan pembelajaran dan dapat langsung diuji coba di kelas. Aulia & POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 149 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Rahman . menemukan bahwa pengintegrasian konten Islami dalam pembelajaran bahasa asing tidak hanya meningkatkan kualitas bahan ajar, tetapi juga memperkuat internalisasi nilai-nilai agama pada siswa. Saran validator untuk menambahkan hadits terkait adab salam pada chapter 1 sejalan dengan temuan Fadilah & Nursalim . yang menyatakan bahwa integrasi hadis dalam materi bahasa dapat membentuk karakter santun dan meningkatkan pemahaman budaya Islami. Penelitian Saputra et al. juga menunjukkan bahwa konten pembelajaran yang memuat nilai-nilai adab Islami memperkuat kompetensi sosial dan spiritual siswa. Selain itu. Latifah & Karim . mengungkapkan bahwa materi berbasis adab dalam bahasa Inggris mendorong terjadinya deep learning, karena siswa tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga menginternalisasi pesan moral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, kelayakan modul ini didukung oleh bukti empiris bahwa pengintegrasian konten Islam yang spesifik, seperti adab salam, akan meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris di madrasah. Hasil Validasi Modul oleh Ahli Bahasa Hasil validasi ahli bahasa yang mencapai 92% menunjukkan bahwa modul pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi Islam memiliki kualitas kebahasaan yang sangat baik dan termasuk kategori valid. Persentase ini menandakan bahwa aspek tata bahasa, kosakata, kejelasan instruksi, dan kesesuaian konteks bahasa dalam modul sudah memenuhi standar kelayakan untuk digunakan di lapangan. Temuan ini konsisten dengan penelitian Hidayat & Marlina . yang menyatakan bahwa modul dengan skor validasi di atas 90% menunjukkan keterpahaman tinggi dan meminimalkan ambiguitas bahasa. Rachmawati et al. menemukan bahwa kelayakan kebahasaan yang tinggi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran, terutama dalam meningkatkan pemahaman materi. Selanjutnya. Sutrisno & Fadilah . menegaskan bahwa kualitas bahasa dalam modul pembelajaran menentukan keterlibatan siswa, karena bahasa yang jelas dan komunikatif mendorong interaksi aktif di kelas. Anwar & Putri . juga membuktikan bahwa bahan ajar dengan validitas kebahasaan tinggi berkontribusi pada penguatan keterampilan literasi siswa. Sejalan dengan itu. Zahra et . menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang sesuai konteks budaya dan tujuan pembelajaran meningkatkan motivasi belajar serta memfasilitasi transfer pengetahuan secara lebih efektif. Oleh karena itu, pencapaian 92% dari ahli bahasa mengindikasikan bahwa modul ini siap untuk diimplementasikan dengan potensi keberhasilan yang tinggi dalam proses pembelajaran. Hasil Validasi Modul oleh Ahli Media Hasil validasi ahli media yang mencapai 97% menunjukkan bahwa modul pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi Islam memiliki kualitas media yang sangat tinggi dan termasuk kategori sangat valid. Persentase ini menunjukkan bahwa aspek desain visual, keterbacaan, konsistensi tata letak, pemilihan warna, ilustrasi, serta integrasi media pendukung telah memenuhi standar kelayakan untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Temuan ini selaras dengan Pratama & Hidayati . yang menemukan bahwa skor validasi media di atas 95% berkontribusi signifikan pada peningkatan keterlibatan siswa. Amelia et al. juga membuktikan bahwa desain media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Selain itu. Nafiah . menegaskan bahwa media yang dirancang dengan memperhatikan nilai-nilai lokal dan religiusitas memiliki efektivitas tinggi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Wibowo & Sari . mengungkapkan bahwa kualitas visual dan tata letak media berpengaruh langsung terhadap kenyamanan belajar POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru dan retensi materi. Sementara itu. Santoso et al. menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis desain grafis yang terstruktur secara profesional dapat meningkatkan kejelasan informasi dan memfasilitasi pemahaman siswa secara signifikan. Dengan demikian, pencapaian 97% dari ahli media mengindikasikan bahwa modul ini tidak hanya layak diujicobakan, tetapi juga berpotensi memberikan pengalaman belajar yang menarik, efektif, dan kontekstual sesuai kebutuhan madrasah. Hasil Validasi Modul oleh Guru Tingkat validitas dari modul Bahasa Inggris terintgrasi islam ini juga diukur dan diperoleh dari instrumen berupa lembar validasi yang diberikan kepada tiga orang guru Bahasa Inggris kelas X di MAN 1. MAN 2, dan MAN 3 kota Pekanbaru. Hal ini dinilai dari aspek materi, bahasa, penyajian, dan keterpaduan. Hasil validasi oleh guru dengan persentase 94,58% menunjukkan bahwa modul Bahasa Inggris terintegrasi Islam berada pada kategori sangat valid dan telah memenuhi sebagian besar kriteria kelayakan pembelajaran, baik dari aspek isi, keterpaduan materi, bahasa, maupun kesesuaian dengan karakteristik siswa madrasah. Tingginya tingkat validitas ini menandakan bahwa modul dapat langsung digunakan pada tahap implementasi dengan potensi keberhasilan yang tinggi di kelas. Temuan ini konsisten dengan Nafiah . yang menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis nilai Islam dan kearifan lokal yang divalidasi oleh guru memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan hasil belajar. Amelia et al. juga menemukan bahwa modul interaktif yang tervalidasi baik oleh guru mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa secara signifikan. Putra & Kurniawan . menegaskan bahwa keterlibatan guru dalam proses validasi membantu memastikan kesesuaian materi dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian Wibowo & Sari . mengungkapkan bahwa guru cenderung menilai tinggi bahan ajar yang memiliki kejelasan instruksi, keterpaduan visual, dan relevansi kontekstual. Sementara itu. Santoso et al. membuktikan bahwa modul yang memenuhi standar pedagogis dan estetis dalam validasi guru berdampak positif terhadap kesiapan implementasi di Oleh karena itu, pencapaian 94,58% ini menjadi indikator kuat bahwa modul siap diujicobakan secara luas dan berpotensi mendukung tujuan pembelajaran bahasa Inggris yang terintegrasi nilai-nilai Islam di madrasah. Secara keseluruhan, modul ini dinilai sangat valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran, meskipun terdapat sedikit saran yang diberikan untuk penyempurnaan. Revisi yang disarankan akan difokuskan pada beberapa aspek minor guna meningkatkan kualitas modul sehingga lebih optimal dalam mendukung proses pembelajaran. Hasil Praktikalitas Modul Pada Uji Coba Lapangan Hasil Uji Praktikalitas Modul Hasil Uji Praktikalitas Pada Responden Guru Berdasarkan instrumen uji praktikalitas pada responden guru yang mengikuti uji coba lapangan, diperoleh hasil kepraktisan dengan kriteria sangat praktis. Hasil respon guru dari aspek penyajian terhadap praktikalitas modul dinilai dari aspek penyajian, penggunaan, dan aspek waktu. Hasil respon guru yang menunjukkan nilai rata-rata praktikalitas sebesar 94,28% mengindikasikan bahwa modul Bahasa Inggris terintegrasi Islam ini masuk kategori sangat praktis untuk digunakan di kelas. Tingginya skor praktikalitas menandakan bahwa modul tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki keterpaduan materi, kemudahan dipahami, kesesuaian dengan kebutuhan kurikulum, serta relevansi dalam meningkatkan nilai-nilai Islam dan keterampilan Temuan ini sejalan dengan Amelia et al. yang menunjukkan bahwa modul POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 151 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru interaktif berbasis nilai Islami yang dinilai praktis oleh guru mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan. Nafiah . juga membuktikan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal dan nilai Islam yang memiliki tingkat praktikalitas tinggi efektif meningkatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian Putra & Kurniawan . menegaskan bahwa modul yang dinilai praktis oleh guru cenderung memiliki kesesuaian kontekstual dan kejelasan instruksi, sehingga mempermudah implementasi pembelajaran. Hidayat et al. mengungkapkan bahwa keterpaduan konten dan desain modul merupakan faktor utama yang memengaruhi persepsi praktikalitas dari guru. Selain itu. Santoso et al. menemukan bahwa media pembelajaran yang dirancang dengan visual menarik dan terintegrasi nilai moral meningkatkan penerimaan guru serta efektivitas di kelas. Dengan demikian, modul ini memiliki potensi tinggi untuk diimplementasikan secara luas dalam pembelajaran bahasa Inggris di madrasah. Nilai rata-rata praktikalitas sebesar 95% pada aspek penggunaan menunjukkan bahwa modul Bahasa Inggris terintegrasi Islam ini termasuk kategori sangat praktis dan mudah digunakan dalam pembelajaran di kelas X Madrasah Aliyah. Hal ini menunjukkan bahwa guru dapat mengimplementasikan modul tanpa hambatan berarti, baik dari sisi instruksi, alur materi, maupun integrasi nilai-nilai Islam di dalamnya. Temuan ini sejalan dengan Amelia et al. yang melaporkan bahwa modul berbasis nilai Islam dengan antarmuka sederhana dan instruksi jelas dinilai highly practical oleh guru karena mempermudah pelaksanaan pembelajaran. Nafiah . juga membuktikan bahwa bahan ajar yang mudah dioperasikan dan relevan secara kontekstual meningkatkan frekuensi penggunaannya di kelas. Penelitian Putra & Kurniawan . menegaskan bahwa kemudahan penggunaan merupakan salah satu faktor kunci yang mendorong guru untuk mengadopsi bahan ajar baru. Selaras dengan itu. Hidayat et al. menunjukkan bahwa kesesuaian modul dengan kebutuhan kurikulum dan kesederhanaan penyajian meningkatkan persepsi positif guru terhadap Selain itu. Santoso et al. menemukan bahwa desain media pembelajaran yang user-friendly dan terstruktur baik meminimalkan hambatan teknis dan memaksimalkan efektivitas penggunaan di kelas. Dengan demikian, skor praktikalitas yang tinggi ini memperkuat bahwa modul siap digunakan secara luas di lingkungan madrasah. Berdasarkan hasil uji praktikalitas, modul bahasa Inggris yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam dinilai sangat praktis oleh guru. Pernyataan terkait kemudahan dalam memanfaatkan alokasi waktu selama proses pembelajaran memperoleh skor 85%, yang termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Hal ini menunjukkan bahwa modul mampu membantu guru dalam mengelola waktu secara efektif dan efisien selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil Uji Praktikalitas Pada Responden Siswa Setelah dilakukan uji praktikalitas pada guru, langkah selanjutnya adalah mengukur praktikalitas modul berdasarkan respons dari siswa sebagai pengguna langsung dalam proses pembelajaran. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana modul dapat dipahami, menarik minat belajar, serta memfasilitasi siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Respon siswa dikumpulkan melalui instrumen angket dan observasi selama penggunaan modul di kelas. Aspek-aspek yang dinilai meliputi daya tarik penyajian dan nilai-nilai Islam. Berdasarkan tabel hasil uji praktikalitas yang dilakukan pada siswa, modul bahasa Inggris terintegrasi Islam dinilai sangat praktis dalam aspek desain visual dan penyajian materi. Secara keseluruhan, ratarata nilai praktikalitas modul mencapai 89. 33%, yang masuk dalam kategori Sangat POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Praktis. Hasil ini menunjukkan bahwa modul tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mendukung siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Dengan demikian, modul layak digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. Berdasarkan hasil uji praktikalitas, modul bahasa Inggris yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam dinilai sangat praktis oleh siswa. Seluruh pernyataan memperoleh dengan rata-rata mencapai 98,16%, yang termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Aspek yang paling menonjol meliputi nilai kejujuran, disiplin, toleransi, konsistensi penyampaian nilai Islam, keterkaitan ilmu pengetahuan dengan ajaran Islam, serta motivasi untuk berperilaku sopan. Hal ini menunjukkan bahwa modul berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara efektif dan dapat dipahami serta diaplikasikan oleh siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris. Secara keseluruhan, modul ini dinilai sangat layak digunakan dalam mendukung pengembangan karakter islami siswa di lingkungan pembelajaran. Berdasarkan hasil uji praktikalitas, modul pembelajaran Bahasa Inggris terintegrasi Islam dinyatakan sangat praktis dan layak dijadikan sumber belajar di tingkat Madrasah Aliyah. Keunggulan modul ini tidak hanya pada kemampuannya memfasilitasi pemahaman bahasa Inggris, tetapi juga pada integrasi nilai-nilai Islam yang membuatnya lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini sejalan dengan temuan Amelia et al. yang membuktikan bahwa e-modul berbasis nilai Islam mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran. Nafiah . menunjukkan bahwa bahan ajar ELT yang menggabungkan kearifan lokal dan nilai Islam dinilai sangat praktis oleh guru dan siswa karena kontekstual. Nurhayati & Fibriani . menegaskan bahwa integrasi narasi QurAoani dalam pembelajaran bahasa asing meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat nilai moral siswa. Penelitian Rezky & Qamariah . juga mendukung bahwa modul yang memadukan keterampilan bahasa dan pembentukan karakter lebih diterima dalam pembelajaran di sekolah berbasis agama. Selain itu. Hidayat et al. menemukan bahwa modul yang dirancang sesuai kurikulum dan mudah diimplementasikan di kelas akan mendorong keterlibatan guru serta keberhasilan pembelajaran. Dengan demikian, keberadaan modul ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pembelajaran holistik dan kontekstual di Madrasah Aliyah. Hasil Uji Lapangan Hasil Respon Guru Terhadap Uji Praktikalitas Modul dari Aspek Penggunaan Berdasarkan tabel di atas ditemukan bahwa hasil respon guru terhadap uji praktikalitas modul dengan rata-rata 94. 28% . angat Prakti. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa guru menganggap modul terintegrasi Islam sangat praktis dan mudah digunakan pada pembelajaran bahasa inggris di MAN kota Pekanbaru. Hal ini menunjukkan bahwa modul tersebut tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pengajaran, tetapi juga dapat diterapkan dengan mudah di kelas, membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif dan efisien. Efektivitas ini memperkuat keyakinan bahwa modul tersebut dapat terus digunakan dan diadaptasi dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat Madrasah Aliyah. Hasil Respon Guru Terhadap Uji Praktikalitas Modul dari Aspek Penyajian Berdasarkan pada tabel di atas, ditemukan bahwa hasil respon guru terhadap uji praktikalitas terhadap modul dari aspek penyajiannya dengan rata-rata 95. 28% . angat Dengan demikian dapat diketahui bahwa penyajian modul sangat bagus, menarik, dan sesuai dengan konsep keterpaduan dan tujuan pembelajaran. Penyajian POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 153 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru yang menarik dan terstruktur dengan baik ini membantu memudahkan guru dalam mengajar dan meningkatkan minat serta pemahaman siswa, menjadikan modul tersebut sebagai alat yang efektif dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di madrasah. Hasil Respon Guru Terhadap Uji Praktikalitas Modul dari Aspek Waktu Berdasarkan tabel di atas. Ditemukan bahwa hasil respon guru terhadap uji praktikalitas terhadap modul dari aspek efisiensi waktunya dengan rata-rata 100% . angat prakti. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa modul bahasa Inggris terintegrasi Islam sangat praktis digunakan dari aspek waktu, karena memungkinkan proses pembelajaran berjalan lebih efisien. Modul ini membantu guru untuk mengoptimalkan waktu pengajaran, memastikan setiap materi tersampaikan dengan baik tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa modul tersebut efektif dalam memaksimalkan waktu yang tersedia dalam sesi pembelajaran di Hasil Respon Siswa Terhadap Uji Praktikalitas Modul dari Aspek Penggunaan Berdasarkan tabel di atas, ditemukan bahwa hasil respon siswa terhadap uji praktikalitas terhadap modul dengan rata-rata 88% . angat prakti. Hal ini menunjukkan bahwa modul tersebut berhasil memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa dengan baik, membantu mereka memahami materi dengan lebih efektif dan meningkatkan keterlibatan serta motivasi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di Hasil Respon Siswa Terhadap Uji Praktikalitas Modul dari Aspek Penyajian Berdasarkan tabel di atas, ditemukan bahwa hasil respon siswa terhadap uji praktikalitas terhadap modul dengan rata-rata 89. 75% . angat prakti. Diketahui bahwa, menurut pandangan siswa modul ini sangat praktis dari aspek penyajiannya dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Penyajian yang jelas dan terstruktur membuat modul ini mudah diikuti oleh siswa sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi yang diajarkan, dan membantu mereka mengakses informasi secara lebih efisien. Dengan demikian, modul ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran, karena dapat mendukung pemahaman yang lebih baik dan memperlancar proses belajar mengajar. Keterpaduan antara desain yang menarik, penyajian materi yang jelas, dan integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran menjadikan modul ini alat yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang holistik dan mendalam. Berdasarkan hasil uji praktikalitas di MAN 1. MAN 2, dan MAN 3 Kota Pekanbaru, modul pembelajaran Bahasa Inggris terintegrasi Islam dinyatakan sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Rata-rata skor dari guru dan siswa menunjukkan kategori Ausangat praktisAy baik dari aspek penyajian maupun penggunaan. Penyajian yang terstruktur, bahasa yang jelas, dan desain yang menarik memudahkan siswa memahami materi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Amelia et al. yang menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis nilai Islam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa secara signifikan. Nafiah . juga menegaskan bahwa modul ELT berbasis kearifan lokal dan nilai Islam memiliki tingkat kepraktisan tinggi di sekolah menengah. Nurhayati & Fibriani . menemukan bahwa integrasi narasi QurAoani dalam pembelajaran bahasa Inggris memperkuat pemahaman sekaligus moral siswa. Selain itu. Rezky & Qamariah . menyatakan bahwa modul yang menggabungkan penguasaan bahasa dan pembentukan karakter lebih efektif diterapkan di sekolah berbasis agama. Penelitian Hidayat et al. juga menggarisbawahi bahwa modul yang dirancang sesuai konteks pembelajaran dan kurikulum akan lebih POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru mudah diimplementasikan oleh guru serta diterima siswa. Dengan demikian, modul ini layak diimplementasikan secara luas untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris yang holistik dan kontekstual di madrasah. Hasil Uji Efektivitas Modul Efektivitas Penggunaan Modul Bahasa Inggris Terintegrasi Islam Terhadap Hasil Belajar Kognitif Adapun hasil rekapitulasi nilai pre-test dan post-test dari tiga madrasah yang diuji cobakan dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 1. Rekapitulasi Nilai Rata-Rata Pre-Test dan Post-Test dari Tiga Madrasah Sumber: Data Hasil Olahan Peneliti . Berdasarkan pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa perolehan hasil belajar kognitif siswa pada pre-test dan post-test dari setiap madrasah adalah dengan rata-rata perolehan nilai pre-test pada MAN 1 53. 77% . ategori renda. dan meningkat pada post-test di angka 96. 14% dengan kategori . angat bai. Selanjutnya MAN 2 Pekanbaru dengan rata-rata pre-test pada angka 51. 06% . ategori renda. dan meningkat pada post-test di angka 95. 26% dengan kategori . angat bai. , dan MAN 3 Pekanbaru dengan nilai pre-test 49. 23% meningkat pada saat post-test di angka 94. angat bai. Dari perolehan hasil belajar pada aspek kognitif di tiga madrasah dapat diketahui bahwa tiga madrasah tersebut memperoleh hasil belajar dengan kategori sangat baik dengan menggunakan modul pembelajaran bahasa Inggris terintegarasi Islam. Dengan hasil ini, efektivitas penggunaan modul dapat dikategorikan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa modul tersebut tidak hanya mendukung penguasaan materi bahasa Inggris, tetapi juga berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan baik sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi Modul ini dapat dijadikan sebagai model dalam pengembangan materi pembelajaran lainnya di madrasah karena tidak hanya berhasil mengintegrasikan nilainilai Islam ke dalam konten pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga mampu menghadirkan materi yang praktis, menarik, dan aplikatif bagi siswa. Pendekatan serupa dapat diterapkan pada mata pelajaran lain untuk membentuk lingkungan belajar yang holistik, di mana pengetahuan akademis dan nilai-nilai keislaman berjalan selaras dalam membentuk karakter siswa yang unggul. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 155 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Efektivitas Penggunaan Modul Bahasa Inggris Terintegrasi Islam Terhadap Hasil Belajar Psikomotorik Hasil rekapitulasi nilai pre-test dan post-test dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2. Hasil Rekapitulasi Nilai Pre-test dan Pos-test Aspek Psikomotorik Sumber: Data Hasil Olahan Peneliti . Berdasarkan pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa perolehan hasil belajar aspek psikomotorik siswa pada pre-test dan post-test dari setiap madrasah adalah dengan rata-rata perolehan nilai pre-test pada MAN 1 82% . ategori bai. dan meningkat pada post-test di angka 92% dengan kategori . angat bai. Selanjutnya MAN 2 Pekanbaru dengan rata-rata pre-test pada angka 78% . ategori bai. dan meningkat pada post-test di angka 88% dengan kategori . angat bai. , dan MAN 3 Pekanbaru dengan nilai pre-test 76% meningkat pada saat post-test di angka 86% . angat bai. Dari perolehan hasil belajar pada aspek psikomotorik di tiga madrasah dapat diketahui bahwa tiga madrasah tersebut memperoleh hasil belajar dengan kategori sangat baik dengan menggunakan modul pembelajaran bahasa Inggris terintegarasi Islam. Dengan hasil ini, efektivitas penggunaan modul dapat dikategorikan sangat Efektivitas Penggunaan Modul Bahasa Inggris Terintegrasi Islam Terhadap Hasil Belajar Afektif (Karakter Islam. Hasil rekapitulasi nilai pre-test dan post-test dari tiga madrasah dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 3. Hasil Rekapitulasi Nilai Pre-test dan Pos-test Aspek Afektif Sumber: Data Hasil Olahan Peneliti 2024 POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru Berdasarkan pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa perolehan hasil belajar aspek sikap afektif siswa pada pre-test dan post-test dari setiap madrasah adalah dengan rata-rata perolehan nilai pre-test pada MAN 1 78% . ategori bai. dan meningkat pada post-test di angka 92% dengan kategori . angat bai. Selanjutnya MAN 2 Pekanbaru dengan rata-rata pre-test pada angka 80% . ategori bai. dan meningkat pada post-test di angka 94% dengan kategori . angat bai. , dan MAN 3 Pekanbaru dengan nilai pretest 76% meningkat pada saat post-test di angka 90% . angat bai. Hasil uji coba modul Bahasa Inggris terintegrasi Islam di MAN 1. MAN 2, dan MAN 3 Kota Pekanbaru menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar siswa. Ratarata skor pre-test sebesar 78 meningkat menjadi 92 pada post-test, dengan ketuntasan klasikal mencapai 100% dan nilai N-Gain di atas 0,78 yang masuk kategori tinggi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Amelia et al. yang menunjukkan bahwa emodul berbasis nilai Islam mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan bahasa siswa secara signifikan. Nafiah . juga membuktikan bahwa bahan ajar ELT yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai Islam memiliki efektivitas tinggi dalam Nurhayati & Fibriani . menemukan bahwa integrasi narasi QurAoani dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan moral reasoning sekaligus hasil belajar siswa. Penelitian Hidayat et al. mengungkapkan bahwa modul kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan siswa dapat mempercepat pencapaian ketuntasan belajar. Sementara itu. Putra & Kurniawan . menegaskan bahwa penggunaan modul berbasis budaya Islami dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil akademik secara simultan. Berdasarkan bukti-bukti tersebut, modul Bahasa Inggris terintegrasi Islam ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran Bahasa Inggris terintegrasi Islam yang dikembangkan sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Madrasah Aliyah (MAN) Kota Pekanbaru. Berdasarkan uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas, modul ini berhasil memenuhi standar kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul ini tidak hanya mendukung pemahaman konsep bahasa Inggris secara kognitif, tetapi juga membantu pengembangan aspek psikomotorik dan afektif siswa, termasuk peningkatan nilai-nilai Islami. Dalam uji coba lapangan, siswa MAN 1. MAN 2, dan MAN 3 menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar kognitif, psikomotorik, dan afektif, dengan rata-rata skor post-test mencapai kategori "sangat baik" dan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Selain itu, respon guru dan siswa menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi, dengan rata-rata skor lebih dari 90% dalam berbagai aspek seperti penyajian, penggunaan, dan waktu. Hal ini menegaskan bahwa modul ini memiliki desain yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan konteks madrasah. Integrasi nilai-nilai Islam dalam modul juga berhasil memberikan makna spiritual dan moral kepada siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih holistik dan bermakna. Modul pembelajaran Bahasa Inggris terintegrasi Islam yang telah dikembangkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan materi pelajaran lain di madrasah, dengan mendorong pendekatan integrasi nilai-nilai Islami ke dalam konten akademik untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih holistik dan mendukung pembentukan karakter siswa sesuai visi pendidikan Islam. Untuk memastikan implementasi optimal, perlu dilakukan pelatihan bagi guru tentang cara menggunakan modul ini secara efektif. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam. Vol. No. JanuariAeJuni 2025 | 157 Resti Zulinda. Syafruddin Nurdin. Martin Kustati: Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Terintegrasi Islam di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pekanbaru termasuk teknik pengajaran interaktif, pengintegrasian nilai-nilai Islami, serta penggunaan media pembelajaran yang relevan. Selain itu, evaluasi kontinu tetap diperlukan untuk memperbaiki elemen-elemen tertentu berdasarkan masukan dari guru, seperti penyesuaian tata bahasa atau penambahan narasi QurAoani. Modul ini juga patut didistribusikan secara luas kepada sekolah-sekolah lain, terutama madrasah di wilayah lainnya, untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, sehingga dapat diimplementasikan secara nasional dan memperkuat pendidikan Bahasa Inggris berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian lanjutan penting dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang modul ini terhadap kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa, serta bagaimana integrasi nilai-nilai Islami berkontribusi terhadap perkembangan karakter moral mereka, serta fokus pada adaptasi modul untuk tingkat kelas lainnya atau mata pelajaran lainnya. Dengan rekomendasi-rekomendasi ini, diharapkan modul Bahasa Inggris terintegrasi Islam dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang lebih holistik di madrasah. Referensi