Volume 6 No. JURNAL ABADIMAS ADI BUANA http://jurnal. id/index. php/abadimas PELATIHAN PENULISAN ESAI PADA SISWA ANGGOTA JURNALISTIK DAN LITERASI MAN 5 JOMBANG Lailatus SaAoadah1 . Rosi Anjarwati1* Pendidikan Bahasa Inggris. STKIP PGRI Jombang. Jombang. Indonesia *Email: rosi. stkipjb@gmail. Informasi Artikel Abstrak Kata kunci: Menulis Diterima: 15-11-2022 Disetujui: 23-12-2022 Dipubikasikan: 28-01- Menulis esai merupakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan kompleks, sehingga tidak banyak siswa memiliki ketertarikan untuk menulis esai. Meskipun kenyataannya siswa dituntut untuk dapat menulis gagasan agar dapat mengerjakan berbagai tugas menulis di sekolah, namun waktu dan kesempatan mengembangkan ketrampilan menulis esai tidak banyak. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan wawasan dan ketrampilan menulis esai melalui pelatihan dan pendampingan penulisan esai pada siswa seluruh anggota ektrakurikuler jurnalistik dan literasi MAN 5 Jombang. Setelah diberikan pelatihan, siswa akan melakukan praktek secara terbimbing dan dilakukan pendampingan sampai tercapainya tujuan. Kegiatan diikuti oleh 16 siswa dan didampingi oleh guru pembina ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi. Seluruh peserta mampu menyerap materi pengetahuan tentang menulis esai, namun dalam kegiatan praktik menulis esai, masih ditemukan beberapa kendala. Pendampingan dilakukan selama satu bulan dengan memonitor kemajuan melalui pembelajaran jarak jauh serta membantu mencarikan solusi apabila ditemukan kendala. Kendala yang muncul diantaranya adalah tentang bagaimana menulis thesis statement, menetukan posisi secara konsisten apakah berada pada posisi setuju atau tidak. Para peserta juga mengalami kesulitan bagaimana mengembangkan paragrap isi terutama pada penulisan sanggahan atau rebattle. Dengan penjelasan dan bimbingan dalam proses pendampingan, masalah tersebut dapat teratasi dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan penulisan essai, siswa anggota jurnalistik dan literasi MAN 5 Jombang dapat menghasilkan tulisan esai yang lebih baik. Abstract Keywords: Writing literacy extra Essay writing is an activity that requires complex skills, so not many students have an interest in writing essays. Despite the fact that students are required to be able to write ideas in order to be able to do various writing assignments at school, there is not much time and opportunity to develop essay writing skills. The purpose of this Community Service (PKM) is to provide insight and essay writing skills through training and essay writing assistance to students of all members of the journalism and literacy extracurricular MAN 5 Jombang. After being given training, students will carry out guided practice and assistance will be provided until the goal is The activity was attended by 16 students and was accompanied 162 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 by a journalism and literacy extracurricular supervisor teacher. All participants were able to absorb knowledge material about writing essays, but in the practice of writing essays, there were still some obstacles. Assistance is carried out for one month by monitoring progress through distance learning and helping to find solutions if obstacles are found. Obstacles that arise include how to write a thesis statement, determine a position consistently whether to be in a position to agree or not. The participants also experienced difficulties in how to develop content paragraphs, especially in writing rebuttals or rebattles. With explanation and guidance in the mentoring process, these problems can be resolved It can be concluded that with the essay writing training activities, students who are members of journalism and literacy in MAN 5 Jombang can produce better essay writing. PENDAHULUAN Berada di daerah pinggiran kota berjarak sekitar 20 km . menit perjalana. dari pusat kota. MAN 5 Jombang adalah satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri di kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang dengan total jumlah kelas sebanyak 21 kelas, 490 peserta didik, didampingi oleh 30 guru dan 10 tenaga kependidikan. Dilihat dari jumlah siswa, guru dan tenaga kependidikan, potensi yang dimiliki oleh madrasah sangat besar untuk dapat terus berkembang sebagai madrasah yang unggul di Jombang. Dengan fasilitas yang tersedia, berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dan potensi siswa dapat tersalurkan dengan baik. Membekali dengan beberapa ketrampilan tambahan. MAN 5 menyediakan 3 ketrampilan tambahan yaitu ketrampilan tata boga, tata busana dan desain furniture yang dapat dipilih sendiri berdasarkan keinginan siswa. Gambar 1. Kegiatan ekstrakurikuler desain furniture Selain itu, bermacam-macam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh siswa diantaranya adalah ekstrakurikuler pramuka. PMR. Teater. Jurnalistik. Pencak Silat. Paduan suara, dll. Semua kegiatan ekstrakurikuler tersebut difasilitasi madrasah dengan menunjuk guru pendamping atau tenaga ahli luar yang dapat memberikan pengarahan dan bimbingan pada siswa agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala 163 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 terkait kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi terutama tentang penulisan esai sebagai sesuatu yang masih belum dipahami oleh siswa. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa pada saat kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi adalah mengelola majalah dinding, buletin sekolah, kegiatan pojok literasi, dll. Selain itu, siswa juga pernah mengikuti lomba menulis baik online maupun offline. Berdasarkan analisis situasi mitra, dapat diketahui bahwa persoalan utama siswa pada umumnya dan siswa anggota ektrakurikuler jurnalistik dan literasi khususnya adalah kurangnya pengetahuan dan pembimbingan dalam menulis Kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi adalah kegiatan yang sangat bagus dalam memberi kesempatan siswa mengembangkan potensinya pada dunia kepenulisan. Ketrampilan menulis adalah salah satu ketrampilan yang sangat dibutuhkan baik oleh siswa saat ini maupun untuk kelanjutan siswa saat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pada era digital, setiap orang dapat menulis di mana saja dan kapan saja dengan berbagai tujuan. Menurut Dalman . menulis memiliki tujuan yang berbeda, diantaranya adalah tujuan penugasan, tujuan estetis, penerangan, kreatif maupun konsumtif. Bagi siswa, menulis merupakan ketrampilan yang harus dimiliki terutama pada mata pelajaran bahasa karena menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasa. Selain itu, siswa juga dituntut untuk dapat menuangkan gagasan melalui tulisan pada mata pelajaran lain seperti membuat laporan karya ilmiah, laporan kegiatan kelompok dan laporan lainnya. Meskipun demikian, ketrampilan menulis bukan ketrampilan yang mudah, mengingat kompleksitas dalam menulis harus ditunjang oleh banyak ketrampilan lainnya seperti mendengar dan membaca sebagai masukan info dan ide dalam menulis (Khaerotin, 2019. Nugraha et , 2. Esai merupakan salah satu karya tulis ilmiah yang membahas suatu masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai juga berisi pendapat atau pandangan penulis tentang hal yang dibicarakan, sehingga bersifat argumantatif dan subjektif (Wijayanti, 2. Menurut Roslaini . , esai memiliki format . eneric structur. yang berbeda dengan jenis tulisan akademik lainnya. Beberapa esai bersifat formal, sebagian lagi bersifat informal. Esai informal lebih mudah ditulis karena lebih bersifat personal, dengan bentuk yang bergaya, struktur yang tidak formal dan bertutur. Sedangkan esai formal lebih sering digunakan oleh pelajar dan mahasiswa maupun esais . ebutan untuk pengarang esa. untuk mengerjakan tugas-tugasnya dengan tujuan yang lebih serius, logis, berbobot dan biasanya lebih panjang (Ka-kan-dee & Kaur, 2. Umumnya, tujuan penulisan esai adalah membuat pembaca dapat melihat sudut pandang yang berbeda mengenai suatu permasalahan. Meskipun esai dapat ditulis secara subjective dengan sudut pandang penulisnya, namun tetap harus berdasarkan fakta dan data yang valid sehingga esai dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Menulis esai tentunya berbeda dengan menulis puisi, cerpen, anekdot, dan beberapa tulisan sederhana lainnya yang sudah sering dilakukan oleh siswa pada ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi terutama dalam mengelola majalah dinding di madrasah. Menulis esai membutuhkan pengetahuan dan 164 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 data pendukung yang cukup sehingga esai dapat disusun dengan baik dan benar. Disamping itu, menulis esai membutuhkan waktu yang relative lebih lama karena esai umumnya lebih panjang. Menulis esai harus dilakukan dengan seksama melalui langkah-langkah yang akan membawa esais pada tahapan penulisan karya ilmiah dengan data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah menulis esai, feedback dari reviewer juga akan sangat dibutuhkan agar kualitas esai menjadi lebih baik. Oleh karena itu, siswa memerlukan pengalaman khusus dalam penulisan esai. Hal ini cukup sulit jika dilakukan hanya dengan belajar bersama, melainkan memerlukan pelatihan dan pendampingan khusus agar tulisan esai mereka lebih berkualitas. Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan ketekunan karena tidak dapat dilakukan secara Menulis memerlukan latihan intensif agar kualitas menjadi tulisan baik (Surlani dkk. , 2019. Ekasari dkk. , 2. dan dapat menyampaikan ide-ide baru. Dalam Menulis akademik selalu ditandai dengan argumen berbasis bukti, pilihankata yang tepat, logis, dan structural (Nadelia, dkk, 2. Hal ini disadari betul oleh MAN 5 Jombang sehingga dibentuklah ektrakurikuler yang difokuskan pada kegiatan menulis, yaitu ektrakurikuler jurnalistik dan literasi. Meskipun demikian, kegiatan ekstrakurikuler tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan ketrampilan menulis terutama pada ketrampilan menulis esai. Sedikit berbeda dengan ketrampilan menulis pada mata pelajaran, menulis esai berarti menyampaikan pendapat atau pandangan penulis tentang suatu hal, didukung oleh fakta atau pengalaman, sehingga dapat bersifat argumentasi dan subjektif. Menulis esai dapat membuka pikiran penulis dan menampilkan kreativitas siswa (Maharani, 2. Ketrampilan menulis esai memerlukan perhatian dan pelatihan khusus agar siswa dapat mengembangkan potensi dan minatnya dalam dunia kepenulisan melalui kedua ekstrakurikuler tersebut. Salah satu solusi yang mungkin dilakukan adalah dengan cara mengadakan pelatihan dan pendampingan penulisan esai bagi anggota ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi. METODE Permasalahan pokok yang akan diselesaikan antara tim PKM dengan mitra adalah memberi solusi dari permasalahan yang terdapat pada MAN 5 Jombang dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan esai guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya agar siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang penulisan esai dan bagaimana membuat tulisan esai. Selama ini, penulisan esai belum populer di madrasah tersebut, bahkan belum ada pelatihan khusus tentang penulisan esai untuk anggota ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi. Sasaran yang akan dilatih adalah seluruh siswa anggota ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi yang berada di lingkungan MAN 5 Jombang. Adapun metode yang digunakan adalah presentasi, diskusi dan praktik serta pembimbingan online. Dengan metode tersebut, diharapkan peserta tidak hanya mengetahui saja namun juga mempelajari secara langsung dan memiliki ketrampilan menulis Dalam program ini, terdapat beberapa tahapan diantaranya: Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Tahap Perencanaan Dalam tahap ini, pengabdi melakukan beberapa kegiatan, yaitu observasi, perizinan, dan penyusunan bahan pelatihan. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi permasalahan mitra secara langsung, serta mengetahui kegiatan dan potensi yang dimiliki oleh mitra. Tahapan observasi akan dilakukan oleh tim abdimas bertujuan untuk mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi oleh mitra dengan mengunjungi secara langsung ke madrasah terkait. Berbincang dan mengamati secara langsung kondisi madrasah, siswa anggota ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi serta lingkungan sekitar. Pengabdi melakukan perizinan ke pihak-pihak tekait. Perizinan dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Perizinan dilakukan oleh kedua belah pihak . im abdimas dan madrasa. sesuai dengan aturan yang berlaku pada masing-masing instansi/lembaga. Pengabdi menyusun materi pelatihan dengan menggunakan beberapa referensi sebagain bahan Materi pelatihan berupa file ppt . yang akan ditampilkan dan dijadikan bahan ajar pada saat pelatihan. File ppt juga diberikan pada peserta agar peserta pelatihan memiliki sumber belajar yang mudah dipelajari pada saat melakukan tugas mandiri dan selama pendampingan. Tahap pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama sehari penuh yang bertempat di madrasah mitra. Pengabdi sebagai narasumber utama dengan dibantu oleh mahasiswa sebagai asisten narasumber. Dalam pelaksanaan, pertama narasumber mempresentasikan materi dan melakukan tanya jawab. Kedua, narasumber meminta peserta membuat rancangan tulisan esai dan mengembangkannya. Tahap Evaluasi Dalam tahapan ini, nara sumber memberikan feedback kepada peserta terhadap rancangan esai yang sudah dihasilkan dan dipresentasikan. Narasumber memberikan kritik dan saran untuk Tim abdimas juga menyiapkan penyusunan modul pelatihan sehingga beberapa kendala dapat diminimalkan dengan cara melihat ppt yang berisi langkah-langkah penulisan esai. Tahap Pendampingan Tahapan ini dilakukan secara berkala untuk memantau kemajuan penulisan esai dan pemberian feedback selama 1 bulan. Apabila ditemukan kendala dan kesulitan, maka dilakukan pendampingan untuk menyelesaikan persoalan yang muncul. Secara terjadual, proses pendampingan dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan secara online. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 Maret di MAN 5 Jombang dengan jumlah peserta sebanyak 16 siswa anggota serta seorang guru pendamping ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi. Bertempat di salah satu ruang belajar di MAN 5, pelatihan ini berlangsung dari pagi hingga siang hari. Sebelum memulia kegiatan, seluruh peserta wajib melakukan registrasi Kegiatan dibagi dalam beberapa sesi, yaitu sesi pengenalan serta penjelasan tentang tulisan esai dan praktik menulis esai. Tim pemateri terdiri dari 2 dosen dan seorang mahasiswa. Panitia penyelenggara adalah Pembantu Kepala bidang Kesiswaan Madrasah Aliyah Negeri 5 Jombang, guru Pembina ekstrakurikuler literasi dan jurnalistik serta beberapa siswa anggota ekstrakurikuler literasi dan jurnalistik. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Secara Luring di Kelas Kegiatan berlangsung lancar meskipun sebagian siswa cukup lelah karena baru menyelesaikan kegiatan olahraga, sehingga mereka mengikuti kegiatan pelatihan dengan menggunakan seragam Meski demikian, semangat peserta mengikuti pelatihan tidak surut hingga akhir. Gambar 2. Siswa dengan semangat mengikuti pelatihan Narasumber menyajikan materi di depan kelas dibantu oleh panitia. Sesi pertama pelatihan dimulai dengan penjelasan sekilas tentang tulisan esai, tentang kelebihan dan kekurangan serta pengenalan beberapa jenis esai beserta penjelasan tentang fungsi dari teks esai. Menulis esai berfungsi untuk meyakinkan pembaca agar percaya terhadap pendapat, pendirian, atau penilaian kita tentang sesuatu. Dengan demikian, pendapat yang dituangkan dalam esai hendaknya disertai dengan data-data atau fakta yang menunjang sehingga pembaca percaya dan yakin terhadap pendapat penulis. Mempelajari bagaimana cara menulis esai akan memberi bekal pada peserta tentang menulis esai sekaligus juga menyusun dan mengungkapkan pendapat dengan disertai fakta yang mendukung pendapat serta gagasan peserta. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 3. Narasumber menjelaskan materi Sesi selanjutnya adalah pengenalan tulisan esai pada peserta terkait langkah-langkah . pembuatan tulisan esai dan bagaimana cara mencari sumber pendukung tulisan esai. Narasumber menjelaskan semua materi tersebut menggunakan media PowerPoint. Gambar 4. Materi disajikan narasumber melalui PowerPoint Setelah menyimak materi dari narasumber, peserta berlatih memahami tulisan esai. Sebagai langkah awal adalah memahami struktur esai dengan mengidentifikasi struktur esai dari sebuah teks Masing-masing peserta diberi satu teks esai, kemudian peserta mengidentifikasi struktur esai secara individu. Setelah itu, peserta dapat berdiskusi dengan teman sebangku agar terjadi kolaborasi dan komunikasi dalam proses pemahaman struktur esai. Dengan mengidentifikasi struktur esai, peserta akan memahami bahwa dalam esai terdapat struktur esai yaitu thesis statement dan supporting Thesis statement adalah pernyataan berupa kalimat yang menyatakan gagasan utama atau ide pokok dalam suatu tulisan esai dan membantu mengendalikan gagasan di dalam teks esai. Umumnya thesis statement berada di awal paragraph pada kalimat pertama. Namun tidak menutup kemungkinan thesis statement berada pada kalimat terakhir. Sedangkan supporting sentences adalah kalimat pendukung thesis statement. Kalimat pendukung disusun berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan oleh penulis untuk menyakinkan pendapat yang tertera pada thesis statement. Untuk memastikan bahwa peserta mampu mengidentifikasi struktur esai, narasumber mendiskusikan hasil identifikasi peserta. Agar peserta lebih jauh mendalami struktur teks esai, narasumber juga mengajak peserta menganalisa stuktur teks esai. Berdasarkan diskusi yang 168 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 berlangsung, dapat diketahui bahwa peserta mampu mengidentifikasi dan menganalisis struktur teks esai dengan baik dan benar. Gambar 5. Peserta mengidentifikasi struktur esai Langkah kedua adalah mengenali unsur kebahasaan teks esai, diantaranya adalah beberapa kosa kata yang sering digunakan dalam menulis esai dan bagaimana kosa kata tersebut digunakan untuk menyusun thesis statement maupun supporting sentences. Berbekal pengetahuan dan pemahaman tentang struktur teks esai dan unsur kebahasaan teks esai, diharapkan mampu menyusun kerangka karangan teks esai. Gambar 6. Peserta mengidentifikasi unsur kebahasaan esai Sesi kedua adalah praktik menyusun teks esai yang diawali dengan menentukan topik yang akan Narasumber membimbing peserta dalam menemukan ide-ide yang dapat digunakan sebagai topik untuk menulis esai. Beberapa peserta yang mengalami kesulitan dibantu narasumber dengan mengusulkan beberapa pilihan topik sehingga peserta dapat memilih topik sesuai dengan Dalam pemilihan topik, dapat dilakukan dengan membuat list atau daftar topik yang menarik sehingga pilihan topik lebih banyak dan beragam. Meskipun awalnya membuat daftar topik memberi peluang memiliki banya dan beragam topik, namun langkah selanjutnya adalah mempersempit topik dengan cara mengeliminasi atau menghilangkan topik yang sulit dan tidak dikuasai oleh penulis. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Mempersempit topik dapat dilakukan dengan memilih topik mana yang akan menjadi fokus penulisan peserta. Sejenak, peserta memikirkan kemungkinan bagaimana mengembangkan topik Jika peserta memiliki gambaran untuk mengembangkannya, maka peserta dapat memilih topik tersebut. Namun sebaliknya, jika peserta berfikir bahwa peluang untuk mengembangkan topik tersebut kecil, maka disarankan agar segera ganti topik. Bagian terpenting adalah bahwa topik harus dipilih oleh peserta dengan mempertimbangkan penguasaan dan keleluasaan dalam mengembangkan Gambar 7. Peserta menentukan topik esai Pemilihan topik ini penting karena dari topik akan dibuat thesis statement yang sesuai dan menarik minat penulis untuk dituangkan dalam sebuah esai. Dengan memberi kebebasan pemilihan topik, diharapkan peserta dapat menulis sesuai dengan bakat dan ketertarikannya terhadap suatu hal. Sebaiknya, peserta memilih topik yang baik dan manarik. Topik yang baik harus memiliki ide yang Topik menarik adalah topik dengan tema khusus yang memiliki fokus dan kekhasan tersendiri serta menunjukkan karakter kuat dari penulisnya. Semakin fokus topiknya, semakin baik, sebagaimana semakin kuat karakter penulis terlihat, semakin baik kualitas esai. Gambar 8. Narasumber membimbing peserta menentukan topik esai Jika peserta telah memilih dan menentukan topik esai, selanjutnya adalah membuat thesis statement secara individu. Meskipun dilakukan secara individu, peserta tetap disarankan untuk berdiskusi dengan peserta lain agar mendapat kesempatan untuk sharing information. Pada dasarnya, menulis esai dimulai dengan mengambil sikap dan memberikan bukti kuat untuk meyakinkan pembaca agar melakukan tindakan atau menerima ide kontroversial (Ka-kan-dee & Kaur, 2. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Pengambilan sikap tersebut dinyatakan dengan menulis thesis statement sebagai awal dari penulisan Thesis statement akan menunjukkan posisi penulis apakah berada pada posisi setuju atau tidak pada satu persoalan atau gagasan yang akan ditulis. Kunci utama dari penulisan esai adalah jelasnya keberpihakan penulis pada posisi setuju atau tidak setuju terhadap satu gagasan. Oleh karena itu, menulis thesis statement sebaiknya tidak boleh samar atau menggunakan kalimat ambigu. Chesla . menunjukkan bahwa thesis statement yang baik membuat pernyataan yang kuat dan jelas untuk menyampaikan sikap tentang suatu gagasan. Thesis statement tidak boleh terlalu luas maupun terlalu sempit, cukup seimbang untuk mencakup bahasan yang menutupi dalam batas-batas spasial esai dengan menyertakan bahasan yang dapat didukung oleh bukti. Thesis statement akan memberi tahu pembaca apa yang akan dilakukan dan dikatakan tentang suatu gagasan, bukan sekadar pertanyaan atau daftar pertanyaan, juga bukan merupakan pernyataan fakta. Langkah membuat tulisan esai setelah membuat thesis statement adalah menyusun essay outline atau kerangka karangan esai. Mempersiapkan kerangka karangan esai perlu dilakukan supaya peserta lebih mudah memetakan tulisan apa saja yang akan disertakan dalam esai. Kerangka karangan esai membantu peserta memberikan gambaran umum yang memuat poin-poin khusus dari topik yang ingin Kerangka karangan juga akan memandu peserta saat menulis esai agar tidak melenceng terlalu jauh dari fokus yang ditulis. Berdasarkan kerangka karangan yang sudah disusun sebagai panduan menulis esai, peserta dapat mulai mengumpulkan materi untuk menguraikan poin-poin dalam kerangka karangan. Materi harus relevan, mendukung satu gagasan utama esai, dan dipilih untuk memperkuat karakter esai. Akan lebih baik jika materi tersebut dilengkapi dengan data faktual yang mendukung argumen. Data dapat diperoleh dari jurnal, buku, koran, majalah dan sumber informasi lain yang terpercaya. Dengan menyiapkan data yang faktual dan lengkap, tulisan esai akan lebih baik dan terpercaya. Mengumpulkan materi sebagai data pendukung memerlukan tenaga dan waktu yang tidak singkat sehingga proses pengumpulan materi dan data pendukung ini dilakukan peserta di luar kelas setelah pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan sesi foto bersama narasumber dan sebagian peserta pelatihan karena 3 peserta yang lain mendapatkan tugas dari sekolah sehingga tidak mengikuti sesi foto bersama. Kegiatan pelatihan dicukupkan hingga tahap menyusun kerangka dan dilanjutkan dengan mengumpulkan tugas yang dilakukan secara online. Pelaksanaan Kegiatan Pembimbingan Secara Online di Luar Kelas Sebagai lanjutan dari kegiatan pelatihan adalah proses pembimbingan yang dilaksanakan secara Oleh karena itu, diperlukan Learning Management System yang dapat dimanfaatkan sebagai kelas online yaitu Google Classroom. Melalui Google Classroom, narasumber menyediakan ruang Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 untuk pengumpulan tugas yaitu pengumpulan outline essay. Setelah mengumpulkan outline essay, peserta boleh melanjutkan dengan membuat draft essay dan juga dikumpulkan melalui Google Classroom. Google Classroom dimanfaatkan untuk kegiatan pendampingan dalam hal pengumpulan tugas dan pemberian feedback. Selain Google Classroom. WhatsApp Group digunakan untuk memudahkan jalinan komunikasi antara narasumber dan peserta. WhatsApp dipilih karena lebih cepat dan mudah digunakan, familier, dan dimiliki oleh semua peserta. Berkomunikasi melalui WhatsApp Group lebih cepat direspon oleh Kendala dalam Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini tak luput dari kendala dalam pelaksanaannya. Kendala pertama adalah kondisi sebagian peserta yang baru selesai mengikuti kegiatan latihan volly ball. Sebagian peserta datang dengankondisi masih mengenakan seragam olah raga. Sebenarnya guru pembina sudah meminta mereka untuk berganti pakaian seragam, namun mengingat hal tersebut pasti membutuhkan waktu dan khawatir kegiatan tidak dapat tepat waktu, akhirnya panitia memperbolehkkan peserta mengikuti pelatihan meski dengan mengenakan seragam olahraga. Selain itu, tim abdimas juga menyediakan minuman dan makanan kecil untuk mengembalikan kondisi siswa agar lebih segar dan siap mengikuti pelatihan ini. Kendala kedua adalah kendala yang muncul ketika peserta mulai mempraktikkan menulis esai. Kesulitan peserta adalah bagaimana menulis thesis statement, para peserta umumnya belum dapat menetukan posisi secara konsisten apakah berada pada posisi setuju atau tidak. Sedangkan thesis statement yang baik dan benar berisi pernyataan yang jelas dari penulis baik setuju maupun tidak Contoh thesis statement yang masih belum baik dari peserta: Setelah lulus SMA, melanjutkan kuliah di perguruan tinggi adalah ide yang baik. Siswa SMA harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan banyak kegiatan ekstrakurikuler yang sangat ketat. Thesis statement pertama lemah karena tidak dapat menunjukkan dengan jelas posisi penulis apakah setuju atau tidak setuju. Dari pernyataan tersebut, posisi penulis masih samar. Selain itu, pernyataan tersebut tidak menunjukkan adanya kontroversi yang layak untuk diperdebatkan. Sedangkan thesis statement kedua menunjukkan dua pernyataan dari dua masalah yang berbeda dan tidak berhubungan. Sebagai feedback, narasumber memberikan formula sederhana bagaimana menyusun thesis statement yang mudah dan baik yaitu: Topik Posisimu Alasan 172 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 9. Formula sederhana penyusunan thesis statement Maka dari thesis statement awal, direvisi menjadi: Melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi setelah lulus SMA sangat penting karena dapat menambah ilmu dan pengalaman. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler memberikan banyak manaat bagi siswa SMA karena memberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Dengan menggunakan formula sederhana tersebut, menyusun thesis statement dirasakan oleh peserta menjadi lebih sederhana dan mudah. Beberapa hal penting terkait penulisan thesis statement juga diingatkan kembali oleh narasumber, yaitu: Thesis statement harus bersifat spesifik, hanya mencakup inti masalah dan harus didukung dengan bukti. Thesis statement yang kuat harus mengambil posisi tertentu. Thesis statement yang kuat mengungkapkan satu gagasan utama Thesis statement yang kuat mengundang adanya diskusi Thesis statement yang kuat harus berdasarkan pada fakta atau dukungan yang dinyatakan dengan jelas. Kendala selanjutnya adalah peserta mengalami kesulitan bagaimana mengembangkan paragrap isi terutama pada penulisan sanggahan atau rebattle. Beberapa bahkan tidak menulis sanggahan karena belum mengerti dengan baik cara menulis sanggahan. Tim abdimas menangani masalah tersebut dengan cara memberikan beberapa tips cara menulis sanggahan, diantaranya yaitu: Menyusun dan memahami topik yang akan digunakan untuk menyusun esai, posisi apakah setuju atau sebaliknya beserta alasannya disertai dengan bukti-bukti yang akan mendukung alasan tersebut. Setelah memahami argumentasi, sangat penting untuk mengidentifikasi sanggahan yang mungkin muncul atas argumen yang sudah disebutkan. Dengan cara ini, akan lebih mudah untuk melakukan sanggahan. Mematahkan sanggahan dengan mencari celah untuk melemahkan argumen sanggahan yang tidak sejalan dengan posisi, pernyataan, atau bukti sanggahan. Berikan alasan mengapa logika sanggahan tidak masuk akal. Jelaskan bahwa argumen yang dimiliki penulis adalah yang terbaik dengan cara mengaitkan kembali argumen dengan topik dan menyajikan bukti untuk mendukung 173 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 argumen tersebut. Tegaskan juga mengapa argumen penulis lebih baik daripada Pembahasan Hasil kegiatan pengabdian ini adalah tulisan esai siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler literasi dan jurnalistik. Meskipun ditemukan beberapa kendala, namun kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh kedua belah pihak, baik pihak tim abdimas maupun mitra abdimas. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan ini, siswa mampu menulis esai dengan baik karena menulis memerlukan latihan intensif agar kualitas menjadi tulisan baik (Surlani et al. , 2019. Ekasari et al. , 2. Hal ini telah dilakukan melalui serangkaian materi dalam kegiatan pelatihan yang diikuti oleh pendampingan dalam menulis dan menyelesaikan tulisan esai. Salah satu indikator tulisan esai dapat dikatakan baik adalah jika esai dimulai dengan mengambil sikap dan memberikan bukti kuat untuk meyakinkan pembaca agar melakukan tindakan atau menerima ide kontroversial (Ka-kan-dee & Kaur, 2. Pengambilan sikap tersebut dinyatakan dengan menulis thesis statement sebagai awal dari penulisan esai. Penulisan thesis statement harus jelas sebagaimana Chesla . menunjukkan bahwa thesis statement yang baik membuat pernyataan yang kuat dan jelas untuk menyampaikan sikap tentang suatu gagasan. Meskipun pada awalnya peserta mengalami kesulitan dalam menuliskan thesis statement, namun kendala tersebut dapat diperbaiki dengan memberikan rumusan sederhana bagaimana cara menulis thesis statement dengan tepat dan baik. Tim abdimas berharap agar kegiatan pengabdian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kualitas literasi siswa sekaligus meningkatkan prestasi madrasah. Selain itu, tim abdimas juga mengharapkan kerjasama dengan guru khususnya guru mapel yang berkaitan dengan pengembangan literasi dan jurnalistik siswa. Dengan sinergi antara tim abdimas dan guru, kualitas literasi dan jurnalistik siswa sangat mungkin akan lebih meningkat lagi. KESIMPULAN Menulis esai adalah salah satu ketrampilan penting yang sebaiknya dimiliki oleh siswa, terutama siswa yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan literasi. Menulis esai tidak mudah, namun tidak akan sulit jika dilatih secara intensif melalui sebuah kegiatan pelatihan dan dibimbing oleh guru atau narasumber sehingga setiap siswa mampu menulis esai dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan sejenis dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan prestasi siswa dan kualitas madrasah. Kegiatan pelatihan penulisan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan prestasi siswa, khususnya siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler literasi dan jurnalistik dan prestasi madrasah secara umum. Kerjasama dengan guru khususnya guru mapel yang berkaitan dengan pengembangan literasi dan jurnalistik siswa merupakan kegiatan 174 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 6 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 lanjutan yang semoga dapat dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Dengan sinergi antara tim abdimas dan guru, kualitas literasi dan jurnalistik siswa sangat mungkin akan lebih meningkat lagi. UCAPAN TERIMAKASIH