Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X MENINGKATKAN MINAT BELI MELALUI BUDAYA NGOPI SEBAGAI GAYA HIDUP: STUDI FENOMENOLOGI PADA KOPI KENANGAN SIGNATURE MAL SENAYAN CITY Ae JAKARTA Ikbal Rachmat. Handrini Ardiyanti. Kornelius Maranatha Silitonga Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 ardiyanti@esaunggul. Abstract This research explores the strategy of enhancing purchase interest through coffee culture as a lifestyle, focusing on a phenomenological study. The aim is to understand how coffee culture influences consumer behavior and preferences in choosing coffee shops, particularly examining Kopi Kenangan Signature in comparison to Starbucks. Through in-depth interviews and observations, the study delves into how coffee consumption at Kopi Kenangan Signature becomes a routine or habit for consumers, and how this practice adds meaning to their daily lives. Additionally, the influence of religious values on consumer preferences is analyzed, particularly in the context of Indonesia, where religious values play a significant role in consumer decision-making. The findings reveal that Kopi Kenangan Signature successfully differentiates itself from competitors by aligning with local values, traditions, and religiosity, thus attracting consumers who prioritize these aspects in their coffee shop choices. Overall, this study sheds light on the importance of understanding coffee culture as a lifestyle in crafting effective marketing strategies to increase purchase Keywords: marketing strategy, coffee culture, lifestyle, consumer behavior Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan minat beli melalui budaya ngopi sebagai gaya hidup, dengan fokus pada studi fenomenologi. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana budaya ngopi memengaruhi perilaku dan preferensi konsumen dalam memilih kedai kopi, khususnya dalam membandingkan Kopi Kenangan Signature dengan Starbucks. Melalui wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini menyelidiki bagaimana konsumsi kopi di Kopi Kenangan Signature menjadi rutinitas atau kebiasaan bagi konsumen, dan bagaimana praktik ini memberikan makna dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, pengaruh nilai-nilai agama terhadap preferensi konsumen dianalisis, terutama dalam konteks Indonesia di mana nilai-nilai agama memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan konsumen. Temuan menunjukkan bahwa Kopi Kenangan Signature berhasil membedakan dirinya dari pesaing dengan selaras dengan nilai-nilai lokal, tradisi, dan religiusitas, sehingga menarik konsumen yang memprioritaskan aspek-aspek ini dalam memilih kedai kopi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya memahami budaya ngopi sebagai gaya hidup dalam merancang strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan minat konsumen. Kata kunci: strategi pemasaran, budaya ngopi, gaya hidup, perilaku konsumen Pendahuluan Strategi konsumen menjadi salah satu obyek studi yang menarik dalam bidang komunikasi pemasaran. Studi yang dilakukan Setiawan dan Frara . misalnya mengungkapkan bagaimana strategi meningkatkan minat beli kedai kopi dengan cara memunculkan Aubudaya baruAy yang Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 berasal dari budaya luar dengan latar belakang kafe atau kedai kopi kemudian berpengaruh pada gaya hidup Masyarakat. Akibatnya banyak bermunculan kedai kopi sehingga terjadi persaingan antar kedai kopi. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu yang dapat mempengaruhi minat beli konsumen adalah gaya hidup. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Di sisi yang lain, penelitian tentang budaya ngopi sebagai gaya hidup juga telah telah banyak dilakukan diantaranya oleh Solikatun. Drajat Tri Kartono, dan Argyo Demartoto fenomena perilaku konsumsi kopi sebagai budaya masyarakat konsumsi di beberapa kedai kopi yang ada di Kota Semarang Ae Jawa Tengah. Penelitian lain yang dilakukan oleh Yugantara. Susilo Sulismadi . mendeskripsikan tentang gaya hidup ngopi sebagai perilaku konsumsi di masyarakat Kota Malang Ae Jawa Timur. Studi yang dilakukan Fauzi . juga menjelaskan bagaimana ngopi telah berkembang menjadi gaya hidup. Dengan demikian, saat ini, minum kopi bukan lagi sebuah kebutuhan, melainkan sudah menjadi kebiasaan gaya hidup masyarakat. Sebagaimana dijelaskan oleh Rhenald Kasali . 8: . , konsumsi kopi kini telah berubah dan kini menjadi bagian dari gaya hidup, dan bukan sekadar untuk menghindari kantuk. Menurut Solomon . Au. ifestyle can be described in terms of shared values or taste, especially as these are reflected in consumption pattern. Ay. AuArtinya, gaya hidup dapat digambarkan dalam bentuk nilai-nilai dan preferensi bersama, terutama yang tercermin dalam pola konsumsiAy. Lebih lanjut Salomon menjelaskan bahwa gaya hidup merupakan nilai-nilai atau kesukaan seseorang dan terlebih lagi nilai-nilai tersebut juga diungkapkan melalui pola kebiasaan Hal tersebut juga dibuktikan oleh studi yang dilakukan oleh Nurhasanah dan Siagian . yang mengungkapkan bahwa gaya hidup berpengaruh positif atas kepuasan pelanggan. Demikian pula dengan penelitian yang dilakukan Selvi . tentang Pengaruh Gaya Hidup Minum Kopi Terhadap Keputusan Pembelian di Kopi Kenangan Gandaria City. Penelitian itu menghasilkan uji korelasi menunjukkan nilai Hasil tersebut menandakan adanya hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Dengan demikian, dapat responden di Kopi Kenangan Mal Gandaria City berkaitan erat dengan gaya hidup yang konsumtif terhadap kopi. Meskipun penelitian Selvi telah mampu menjelaskan bahwa keputusan responden untuk Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 membeli di Kopi Kenangan Gandaria City berhubungan kuat dengan gaya hidup, akan tetapi penelitian tersebut belum memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana budaya ngopi sebagai gaya hidup tersebut apabila digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan minat beli. Karena itu, studi ini diharapkan dapat mmengetahui bagaimana strategi meningkatkan minat beli melalui budaya ngopi sebagai gaya hidup dari persepsi Menurut Kottler . , persepsi sebagai proses di mana seorang individu memilih, gambaran yang bermakna. Persepsi di sini tidak hanya bergantung pada hal-hal fisik, tetapi juga terkait dengan lingkungan sekitar dan keadaan Sementara dalam proses memperoleh atau menerima informasi juga berasal dari objek Dengan demikian dalam konteks marketing communication, persepsi konsumen terkait hal yang berkaitan dengan produk barang dan jasa yang ditawarkan menjadi objek penelitian yang penting untuk dielaborasi guna mendapatkan strategi pemasaran yang lebih dekat dengan konsumen sehingga mampu memaksimalkan peluang untuk meningkatkan minat beli dan atau memelihara kesetiaan konsumen akan produk barang dan jasa yang ditawarkan (Sudirgo dan Cahyadi, 2. Metode Penelitian Penelitian ini memilih menggunakan metode penelitian fenomenologi. Ponty dalam (Rorong: 2020. Creswell. Creswell. menjelaskan bahwa fenomenologi merupakan sebuah kajian ilmu yang melihat dan kehidupan pribadi dan pengalaman seseorang. Fenomenologi tidak hanya menempatkan bagian ilmu itu sendiri dalam tatanan metode tetapi juga teori dan filosofi. Kajian ini menggunakan paradigma interpretif yaitu pada penelitian ilmu sosial lebih menekankan aksi sosial yang bermakna, sehingga makna yang dibentuk secara sosial dan relativisme nilai (Newman. Dalam interpretif dipandang sebagai suatu cara untuk memahami dunia yang subjektif dan bermakna. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman dan persepsi-persepsi individu. Paradigma ini mencoba untuk memahami dunia melalui sudut pandang subjek, dengan fokus pada pengalaman subjektif yang dialami oleh individu. (Creswell. Creswell. Penggunaan studi fenomenologi terkait dengan AungopiAy sebagai gaya hidup telah dilakukan oleh Suryani & Kristiyani . yang pergeseran gaya hidup dalam aktivitas ngopi di kedai di kalangan anak muda. AuNgopiAy bukan sekedar untuk menghilangkan kantuk melainkan lebih pada menyalurkan gengsi, eksistensi diri, kenyamanan dan membuat konten media sosial melalui gaya hidup baru yang lebih modern dengan memanfaatkan keberadaan kedai kopi. Meskipun penelitian tentang budaya ngopi sebagai gaya hidup berdasarkan analisis menjelaskan bagaimana budaya ngopi sebagai gaya hidup tersebut apabila dijadikan strategi persaingan belum pernah dilakukan. Karena itu, penelitian ini akan menguraikan tentang bagaimana strategi meningkatkan minat beli Kopi Kenangan Signature. Senayan City Ae Jakarta dengan menggunakan budaya ngopi sebagai gaya hidup. Karena mengetahui bagaimana persepsi konsumen tentang budaya ngopi sebagai gaya hidup sebagai strategi pemasaran, maka penelitian ini Paradigma interpretatif menekankan pada pentingnya memahami konteks sosial, budaya, yang membentuk individu budaya ngopi sebagai gaya hidup memahami serta memaknai kehidupan mereka. Mengapa misalnya mereka memilih ngopi di Kenangan Signature sebagai sarana untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan sejawat atau kolega lama dan berbagai alasan Karena budaya tidak hanya pada pengakuan namun lebih kepada praktek yang tanpa disadari dilakukan secara terus menerus. Dengan pendekatan ini, paradigma interpretif memberikan pemahaman yang lebih holistik dan kaya akan pengalaman manusia, dengan subjektif individu terhadap budaya ngopi sebagai gaya hidup. Adapun jumlah konsumen Kenangan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Signature yang akan dijadikan sebagai informan nantinya, berjumlah 6 orang yang terdiri dari 3 Pria dan 3 Wanita. Pemilihan informan akan dipilih dari berbagai latar belakang usia, pekerjaan, hobi, domisili, hingga pengeluaran Tujuannya agar lebih beragam dan tidak hanya terfokus pada salah satu kategori Hasil dan Pembahasan Persepsi Konsumen tentang Budaya Ngopi sebagai Gaya Hidup Penelitian ini melakukan wawancara mendalam terhadap enam . orang konsumen yang ngopi di gerai Kopi Kenangan Signature. Senayan City. Wawancara tersebut diarahkan pada bagaimana konsumen Kopi Kenangan Signature. Senayan City membangun makna dan pemahaman tentang dunia di sekitarnya tentang Budaya Ngopi sebagai Gaya Hidup yang pada akhirnya mengiring pada minat mereka untuk membeli Kopi Kenangan Signature. Senayan City. Profil enam konsumen Kopi Kenangan Signature. Senayan City yang menjadi informan adalah sebagai berikut: Pria (Y), usia 48 tahun. Pimpinan di sebuah TV Swasta Nasional. Wanita (RR), usia 33 tahun. PNS di instansi yang menerapkan sistem kerja WFA. Wanita (TS), usia 18 tahun, mahasiswi PTN. Pria (MT), usia 18 tahun, mahasiswa PTN. Wanita (AP), usia 48 tahun. Ibu Rumah Tangga. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan persepsi konsumen terhadap Kopi Kenangan Signature dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen yang berorientasi pada produk minuman kopi dan lokasi gerai. Meskipun konsumen sudah menikmati minuman kopi atau sejenisnya di rumah, seperti yang tersedia di warung, konsumen tetap memilih untuk membeli di gerai kopi yang representatif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nilawati dan Indriani . , yang menyatakan adanya pengaruh antara atribut produk dan referensi komunitas, baik secara individu maupun secara kolektif, terhadap minat untuk melakukan pembelian ulang di Kopi Kenangan Signature. Artinya, setiap perubahan pada perbaikan atribut produk dan referensi komunitas yang lebih baik Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X akan mendorong minat konsumen untuk melakukan pembelian ulang di Kopi Kenangan Signature. Lokasi gerai Kopi Kenangan Signature yang berada di Mall Senayan City yang representatif menjadi salah satu faktor pendorong informan untuk memilih sebagai tempat bersosialisi. Dengan demikian, ngopi tidak lagi sekedar untuk meminum kopi, melainkan lebih pada kebutuhan untuk bersosialisasi dengan mereka yang dianggap Selain mengonsumsi kopi sebagai kebiasaan, konsumen tetap mempertimbangkan harga dan atribut lain dari gerai kopi saat melakukan pembelian misalnya saja harga kopi di gerai Kopi Kenangan dibandingkan dengan harga kopi di gerai sejenis yang ada di Mall Senayan City seperti Djournal Coffee. Exelso. Guten Morgen. The Coffee Bean serta tiga gerai kedai kopi Starbucks. Berdasarkan observasi dan wawancara mengonsumsi kopi bagi konsumen Kopi Kenangan Signature bukan lagi sekedar sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang, melainkan lebih dari itu. Faktor lain yang memengaruhi memilih Kopi Kenangan Signature, yang tidak hanya sekadar tempat untuk minum kopi. Seiring dengan perkembangan zaman, warung kopi ini terus para penikmat berkunjung ke Kopi Kenangan Signature karena terdapat fasilitas lain yang dapat memberikan manfaat bagi konsumen, seperti adanya ruang fasilitas wifi sehingga konsumen dapat menyelesaikan pekerjaan mereka dengan lebih nyaman, terlebih di era Work from Anywhere (WFA). Bahkan gerai Kopi Kenangan Signature mengembangkan diri karena konsumen dapat melakukan berbagai interaksi sosial misalnya berdiskusi dengan teman-teman yang awalnya hanya satu alumni kemudian berlanjut pada berbagai proyek kerjasama. Atmosfer di Kopi Kenangan Signature juga membuat konsumen merasa nyaman sehingga mereka dapat duduk berjam-jam seperti di rumah. Berbagai kerjakerja yang membutuhkan inspirasi dan adanya jaringan internet yang stabil dan kuat dapat diselesaikan di gerai Kopi Kenangan Signature. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Budaya Ngopi sebagai Gaya Hidup sebagai Strategi Budaya ngopi tidak hanya bersifat deklaratif . , bahwa seseorang menyatakan dia adalah pengemar kopi. Melainkan tetapi lebih kepada praktek yang terus menerus dilakukan oleh individu. Budaya ngopi telah menjadi gaya hidup di Indonesia (Safitri dan Arina, 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa para informan dalam penelitian ini memilih ngopi di Kopi Kenangan Signature sebagai sebuah AukebiasaanAy. Meskipun memiliki diferensiasi harga, namun faktor kenyamanan dan AucitraAy berbeda Ketika ngopi bersama teman di Kopi Kenangan Signature yang berada di Mall yang cukup representative dianggap dapat meningkatkan posisi tawar di lingkungan sosial. Dengan melakukan observasi yang dilakukan bersamaan dengan wawancara mendalam penelitian ini berusaha mempelajari bagaimana ngopi di Kopi Kenangan Signature menjadi rutinitas atau kebiasaan bagi konsumen, serta bagaimana praktik tersebut memberikan makna sehari-hari Keberadaan tempat bekerja informan di seputar Senayan City merupakan salah satu faktor lain yang menjadi psosisi tawar dari keberadaan AukelasAy pekerja yang berbeda bila dibanding dengan kelas pekerja yang ada di lokasi lainnya atau memberikan posisi tawar yang sama dengan kelas pekerja dengan lokasi yang sejenis dengan Senayan City. Memahami sebagaimana pendapat Schiffman dan Kanuk . , maka studi fenomenologi terkait dengan upaya memehami budaya ngopi sebagai gaya memahami perilaku konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan tidak lagi menggunakan produk serta jasa yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dengan memberikan pemahaman apa yang dibutuhkan oleh konsumen Ketika ngopi tidak lagi sekedar menjadi budaya namun telah berubah menjadi gaya hidup. Kehadiran gerai kopi yang intagramable atau menarik untuk diunggah di media sosial hingga fasilitas wifi yang memadai menjadi kebutuhan penting yang wajib dipenuhi oleh penyedia jasa. Yang menarik, ada 3 informan yang menjelaskan Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X alasan mereka memilih Kopi Kenangan Signature Starbucks merupakan innovator budaya ngopi sebagai gaya Alasan tersebut adalah mereka memilih meninggalkan Starbucks karena Starbucks disinyalir mendukung Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Informan AP bahkan mengaku telah meninggalkan Starbucks dan beralih ke gerai lain sejak tahun 2016. Keberhasilan Starbucks dalam menghadapi pandemi Covid-19 (Munifa, 2. , tampaknya harus berhadapan dengan nilai-nilai religiusitas di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia. Studi yang dilakukan Reza 0:1-. Starbucks terhadap LGBT merupakan tindakan yang melanggar etika bisnis dalam lingkup tanggung jawab sosial bagi konsumen. Dampaknya, setidaknya tiga informan yang mengaku awalnya adalah konsumen loyal dari Starbucks pindah ke Kopi Kenangan Signature. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa budaya ngopi tidak dapat dipahami secara terpisah dari konteks sosial dan terbentuknya budaya ngopi sebagai gaya hidup. Karenanya, pendekatan paradigma interpretatif dalam penelitian fenomenologi budaya ngopi di Kopi Kenangan Signature diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana konsumen membangun makna dan pemahaman tentang dunia di sekitar mereka melalui praktik ngopi sebagai gaya hidup. Analisis memfokuskan pada aspek deklaratif, melainkan juga pada praktek yang secara tidak sadar dijalankan oleh individu dalam kehidupan seharihari mereka. Dengan mengetahui praktek yang tidak sadar dijalankan oleh individu dalam melakukan budaya ngopi sebagai gaya hidup. Kopi Kenangan Signature memformulasikan berbagai praktek tersebut dalam bentuk iklan yang dapat diamplikasikan atau digaungkan ke media sosial dan dimasukkan dalam konsep design tata interior gerai cafy Kopi Kenangan Signature sehingga akan lebih memperkokoh persepsi konsumen sehingga akan mampu mendorong kesetiaan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Daftar Pustaka