Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 4, April 2024 ISSN: 27342488 EKSPLORASI ESENSIAL: PENGERTIAN, TUJUAN, JENIS, DAN MANFAAT ORGANISASI PROFESI KEGURUAN I Ketut Mahardika1, Sania Nurhafidah2, Intan Nuraini Tri Agustin3, Putri Nirmala4, Okta Dwi Ramadhani5 Email: ketut.fkip@unej.ac.id1, sanianurh@gmail.com2, intannata4456@gmail.com3, putrunrml@gmail.com4, oktaadwii22@gmail.com5 Universitas Jember ABSTRAK Guru adalah seorang pengajar yang harus digugu dan ditiru oleh siswa dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Guru di Indonesia diharapkan memiliki integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas mulianya (Anggraini dkk., 2022). Organisasi profesi keguruan memiliki peran yang krusial dalam mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki masalah-masalah yang terkait dengan pemahaman, tujuan, jenis, dan manfaat organisasi profesi keguruan. Metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat organisasi profesi keguruan. Selain itu, dapat meningkatkan efektivitas dan dampak positif dari organisasi profesi keguruan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kata Kunci: Organisasi, Profesi Guru, Keguruan. 19 PENDAHULUAN Organisasi dapat didefinisikan sebagai pemberian struktur atau susunan, terutama dalam hal penempatan karyawan dengan garis kekuasaan dan tanggung jawab di dalam organisasi secara keseluruhan. Susunan dan garis kekuasaan dan tanggung jawab ini menentukan bentuk dan sifat organisasi secara keseluruhan. Robbins (1996) mendefinisikan organisasi sebagai kesatuan sosial yang secara teratur bekerja untuk mencapai tujuan tertentu dengan batasan yang dapat diidentifikasi (Utami dkk., 2021). Dalam kebiasaan organisasi, seseorang yang berusaha melanggar atau main-main dengan aturan organisasi akan diberi peringatan atau bahkan dipecat. Organisasi profesi adalah kumpulan orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang tertentu. Organisasi profesi keguruan berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pendidikan secara kolektif (Pratiwi, 2022). Pekerjaan profesi, guru harus memiliki tempat untuk berkolaborasi dan mengawasi keseluruhan pekerjaan. Organisasi profesi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, nilai, dan kegiatan profesional guru serta meningkatkan kesejahteraan guru. Banyak keuntungan bagi seorang guru untuk mengorganisasikan profesi mereka, maka dari itu makalah ini sangat penting untuk dibahas agar kita mengetahui lebih banyak tentang organisasi profesi guru. Organisasi profesi keguruan menjadi fokus karena merupakan wadah bagi para guru untuk berkolaborasi dan menyelesaikan masalah pendidikan secara kolektif. Dalam konteks profesi guru, organisasi profesi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, nilai, dan aktivitas profesional, serta kesejahteraan guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami pengertian, tujuan, fungsi, jenis, dan manfaat organisasi profesi keguruan. ME TODE PE NE LITIA N Metode dalam pembuatan artikel ini yaitu dengan cara menggunakan strategi atau pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif. Metode penelitian ini melibatkan penggunaan berbagai jenis literatur, dengan bahan bacaan yang sesuai dan disertakan ke dalam kerangka teori yang telah ditetapkan. Penulis memutuskan untuk menggunakan metode ini karena dianggap sesuai dalam mengumpulkan fakta-fakta yang dapat dibuktikan melalui literatur. Metode ini digunakan guna mendapatkan pemberitahuan yang sesuai dengan topik penelitian dan untuk memperluas serta mendalami pemahaman penulis. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Organisasi Profesi Keguruan Organisasi berasal dari kata “organon” dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama, dan Chester I. Bernard mengatakan bahwa organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih (Saputra dkk., 2021). Berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu perserikatan manusia antara dua orang atau lebih yang terdiri dari susunan dan aturan serta sistem aktivitas kerja untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi profesi adalah kumpulan orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang tertentu. Organisasi profesi keguruan berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pendidikan secara kolektif. Organisasi ini memiliki sistem yang memastikan keharmonisan. Hal ini akan meluruskan atau menolak komponen sistem yang tidak mengikutinya. Mencoba melanggar aturan praktik organisasi akan diberi peringatan atau mungkin dipecat (Pratiwi, 2022). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa organisasi profesi keguruan adalah kumpulan orang yang memiliki keahlian dan keterampilan mendidik yang diperoleh melalui proses pendidikan dan latihan yang relatif lama dan dilakukan di lembaga tertentu yang dapat dipertanggung jawabkan. 20 Tujuan dan Fungsi Organisasi Profesi Keguruan Meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, memperjuangkan hak dan kepentingan guru, dan memberikan perlindungan terhadap profesi guru adalah tujuan dari organisasi profesi keguruan (Khusnul, 2019:78-79). Beberapa fungsi yang dilakukan oleh lembaga keguruan adalah sebagai berikut: 1. Advokasi dan perjuangan. Berarti organisasi profesi keguruan bertindak sebagai perwakilan hak-hak guru dalam kebijakan pendidikan dan masalah lainnya yang dapat mempengaruhi profesi guru. 2. Pengembangan profesional, yaitu memberi anggotanya pelatihan, pengembangan, dan sumber daya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi pendidikan. 3. Jaringan dan Kolaborasi, yaitu platform yang memungkinkan guru mendapatkan berbagi informasi, pengalaman, dan praktik terbaik, sehingga memungkinkan guru untuk berkolaborasi dengan lembaga pendidikan. 4. Perlindungan Profesi yang berarti melindungi kepentingan dan martabat profesi guru dari tindakan yang tidak adil atau merugikan, serta memberikan dukungan kepada guru ketika menghadapi masalah hukum atau etika. 5. Peningkatan kesejahteraan yaitu dengan memperjuangkan upah yang layak, fasilitas kerja yang memadai, dan kondisi kerja yang baik bagi guru. Jenis-jenis Organisasi Profesi Keguruan Menurut (Munawir dkk., 2023) Di Indonesia, jenis organisasi profesi guru dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) lahir pada tanggal 25 November 1945, satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia diumumkan. Organisasi PGRI pertama kali dinamai Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Pada tahun 1932, ia kemudian berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Tujuan utama pendirian PGRI adalah untuk membela dan mempertahankan Republik Indonesia, membela dan memperjuangkan kesejahteraan guru dan buruh secara keseluruhan, dan berubah menjadi peran yang aktif dalam mencapai tujuan nasional untuk mencerdaskan bangsa dan membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Mereka juga ingin dapat berpartisipasi dan mengembangkan sistem dan pelaksanaan pendidikan nasional. 2. Musyawarah Guru Fakultas (MGMP). Organisasi MGMP adalah kumpulan guru mata pelajaran dari seluruh kabupaten atau kota yang berkumpul untuk berkomunikasi, belajar, bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman. Tujuan organisasi adalah untuk meningkatkan kinerja guru dengan memberikan contoh perilaku perubahan reorientasi di kelas. Pedoman MGMP (Depdiknas) menetapkan pendirian MGMP untuk meningkatkan profesionalisme guru, memperluas wawasan dan pengetahuan guru tentang mata pelajaran untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan mencerdaskan untuk proses pembelajaran. 3. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPIISPI). Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia ini dibentuk pada akhir tahun 60-an. Karena masalah komunikasi yang berbeda antar anggotanya, keadaan organisasi sebelumnya bersifat regional. dan keadaan seperti itu terjadi di Jakarta dari 17 hingga 19 Mei 1984. 4. Kelompok Kerja Guru (KKG). Pada tahap pelaksanaannya, KKG dapat dibagi menjadi kelompok kerja guru yang lebih kecil berdasarkan jenjang kelas dan mata pelajaran. Tujuan pembentukan KKG adalah untuk mengembangkan kegiatan monitoring dari guru senior untuk guru junior, menawarkan bantuan profesional kepada guru kelas dan guru mata pelajaran, meningkatkan kesadaran 21 akan keilmuan dan keterampilan, dan meningkatkan kesadaran akan keilmuan. 5. Organisasi Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Organisasi ini didirikan pada tanggal 17 Desember di Kuta Malang 1975. Organisasi profesi guru yang berbasis keilmuan dan profesional bertujuan untuk memberikan kontribusi dan keterlibatan yang lebih nyata dan positif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai guru pembimbing. Di sini, para petugas bimbingan se-Indonesia berkumpul untuk mengembangkan serta memajukan bimbingan sebagai ilmu dan profesi dalam rangka meningkatkan kualitas layanannya. 6. Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia). PGM Indonesia merupakan organisasi profesi guru madrasah yang didirikan pada tahun 2008 dan memiliki anggota guru-guru madrasah di seluruh Indonesia. Organisasi ini didirikan dengan tujuan menciptakan guru yang mampu. bersaing dengan negara lain melalui seminar pendidikan, pelatihan guru, diskusi ilmiah, dan sebagainya. Manfaat Organisasi Profesi Keguruan Manfaat dari organisasi profesi keguruan yaitu dalam meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru, organisasi profesi keguruan membantu mereka. Selain itu, organisasi profesi guru dapat membantu dan mendukung guru dalam menangani masalah yang timbul dalam pekerjaan mereka. Berdasarkan masalah dan tantangan yang dihadapi guru, organisasi profesi keguruan dapat membantu menjalankan kegiatan di pusat kegiatan guru. Dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, pasal 41 menyatakan bahwa "Guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen dan berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karir, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat." Di Indonesia, ada berbagai jenis organisasi guru, termasuk PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dan asosiasi guru khusus untuk mata pelajaran tertentu, seperti Asosiasi Guru PPKn Indonesia (Indahyati dan Fydia, 2016: 147). KESIMPULAN Organisasi profesi keguruan adalah kumpulan orang yang memiliki keahlian dan keterampilan mendidik yang diperoleh melalui proses pendidikan dan latihan yang relatif lama dan dilakukan di lembaga tertentu yang dapat dipertanggung jawabkan. Organisasi profesi keguruan bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, memperjuangkan hak dan kepentingan guru, serta dapat memberikan perlindungan terhadap profesi guru. Terdapat beberapa fungsi dari organisasi profesi keguruan diantaranya advokasi dan perjuangan, pengembangan profesional, jaringan dan kolaborasi, dan perlindungan profesi. Jenis-jenis organisasi profesi keguruan diantaranya PGRI, MGMP, ISPIISPI, KKG, IPBI, PGM Indonesia. Organisasi profesi keguruan tentunya memiliki manfaat yaitu dapat membantu dan mendukung guru dalam menangani masalah yang timbul dalam pekerjaan. DAFTAR PUSTAKA Anggraini, D. L., Yulianti, M., Nurfaizah, S., & Pandiangan, A. P. B. (2022). Peran guru dalam mengembangan kurikulum merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 1(3), 290-298. Indahyati, I., dan F.A.Pratama.2016.Etika Profesi Keguruan: Lengkap dengan Pembahasan Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah dan Tugas Serta Kewajiban Seorang Guru. Yogyakarta : K-Media. Khusnul, W. 2019.Guru Sebagai Profesi. Yogyakarta : Deepublish. Munawir, M., F.Najib, dan Aini, G. N. 2023. Peningkatan Kemampuan Guru Melalui Organisasi Profesi. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1), 442-446. Pratiwi, R. S. (2022). Profesi, kode etik, organisasi, dan peran guru. Saputra, R. F. A., Pranoto, C. S., & Ali, H. (2021). Faktor Pengembangan Organisasi Profesional: Leadership/Kepemimpinan, Budaya, Dan Iklim Organisasi (Suatu Kajian Studi Literatur Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial). Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 22 629-639. Utami, D. P., Melliani, D., Maolana, F. N., Marliyanti, F., & Hidayat, A. (2021). Iklim Organisasi Kelurahan Dalam Perspektif Ekologi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2735-2742. 23