Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman https://ejournal. uit-lirboyo. id/index. php/intelektual Volume 16 . , 2026, 69-82 DOI: 10. 33367/ji. Available Online: 2026-04-25 E-ISSN: 2685-4155 Pembiasaan Tilawah Harian sebagai Strategi Peningkatan Kelancaran Membaca Al-QurAoan Siswa Madrasah Tsanawiyah Tsaqifa Qoniatuz Zahro,1* Nasirudin Nasirudin,2 Bakti Fatwa Anbiya,3 Lilif Muallifatul Khorida Filasofa,4 1,2,3,4 UIN Walisongo Semarang. Indonesia tsaqifazahro@gmail. com, 2nasirudin@gmail. com, 3baktifatwaanbiya@gmail. liliffilasofa@gmail. Received: 2025-12-11 *) Corresponding Author Copyright A2026 Authors Revised: 2026-03-13 Approved: 2026-03-30 Abstract The development of religious character in madrasah students still faces challenges, particularly in consistently cultivating the habit of reading and interacting with the Qur'an. This study aims to analyze how implementing a Qur'an recitation habit program contributes to the development of students' religious character. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques involved interviews and observations, while data analysis followed the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the recitation activity was carried out in a structured manner every morning before class: reading the Qur'an together, guided by the teacher, accompanied by tajwid guidance, and with student reading monitored. The implementation of this program contributed to increased fluency in reading the Qur'an, greater discipline in participating in religious activities, and the creation of a religious learning atmosphere. The role of teachers in guiding, directing, and motivating students is an important factor in maintaining the program's Supporting factors for program implementation include teacher commitment, student participation, and the Qur'anic culture that develops in madrasahs, while obstacles include differences in students' Qur'an-reading abilities and the need for ongoing supervision. The findings of this study indicate that the habit of reciting the Qur'an contributes to the development of students' religious habits and to the strengthening of Qur'anic culture, making it one of the strategies for strengthening religious character in Islamic education practices. Keywords: Islamic Education. QurAoanic Literacy. Recitation Habituation. Religious Character. Abstrak Pengembangan karakter religius pada siswa madrasah masih menghadapi tantangan, khususnya dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan berinteraksi dengan AlQur'an secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan program kebiasaan membaca Al-Qur'an berkontribusi pada pengembangan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara dan observasi, sedangkan analisis data mengikuti tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca Al-Qur'an dilakukan secara terstruktur setiap pagi sebelum kelas: membaca Al-Qur'an bersama-sama, dibimbing oleh guru, disertai dengan bimbingan tajwid, dan dengan pemantauan bacaan siswa. Penerapan program ini berkontribusi pada peningkatan kelancaran membaca Al. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Tsaqifa Qoniatuz Zahro, dkk. Qur'an, peningkatan disiplin dalam berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, dan terciptanya suasana belajar keagamaan. Peran guru dalam membimbing, mengarahkan, dan memotivasi siswa merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi komitmen guru, partisipasi siswa, dan budaya Qur'ani yang berkembang di madrasah, sedangkan hambatannya meliputi perbedaan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa dan kebutuhan akan pengawasan berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan membaca Al-Qur'an berkontribusi pada pengembangan kebiasaan keagamaan siswa dan penguatan budaya Qur'ani, menjadikannya salah satu strategi untuk memperkuat karakter keagamaan dalam praktik pendidikan Islam. Kata Kunci: Karakter Religius. Literasi QurAoani. Pembiasaan Tilawah. Pendidikan Islam. Pendahuluan Kemampuan membaca Al-QurAoan secara lancar dan sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa madrasah. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan siswa yang belum mampu membaca Al-QurAoan dengan baik meskipun telah mempelajarinya sejak jenjang pendidikan dasar. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran Al-QurAoan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran di kelas, jumlah siswa yang cukup banyak, serta perbedaan kemampuan membaca antar siswa. 1 Jika kondisi ini tidak diatasi melalui strategi pembelajaran yang lebih sistematis dan berkelanjutan, maka kemampuan membaca Al-QurAoan siswa berpotensi berkembang secara tidak optimal. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Al-QurAoan secara rutin dapat menjadi strategi efektif. Penelitian di MTsN 2 Semarang menunjukkan bahwa kegiatan tilawah rutin setiap pagi berkontribusi terhadap peningkatan kelancaran membaca Al-QurAoan. 2 Temuan serupa menunjukkan program tilawah harian mampu mengurangi jumlah siswa yang masih terbata-bata membaca AlQurAoan. 3 Di Malaysia, program AuTadarus PagiAy secara rutin mampu meningkatkan Husnawati Husnawati et al. AuHubungan Keterampilan Membaca Al-QurAoan Terhadap Maharah QiraAoah Siswa MTsN 4 HSU,Ay Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 17, no. 4237Ae50, https://doi. org/10. 35931/aq. Keiza Panjaitan et al. AuMemahami Pendekatan Dan Organisasi Kurikulum,Ay Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) 4, no. : 149Ae57, https://doi. org/10. 53299/jppi. Radhiyatul Fithri et al. AuImplementasi Metode Tilawah Dan Tahfizh Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa SD IT Bunayya Pekanbaru,Ay Indonesian Research Journal on Education 5, 2 . : 765Ae69, https://doi. org/10. 31004/irje. Dhini Rahmawati. AuPenerapan Metode Tsaqifa Dengan Metode Kooperatif Pada Pengajaran Baca AlQuran Kelompok Pengajian Muslimah Dusun Pokoh Desa Wonoboyo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri,Ay Evaluasi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 3, no. : 232Ae52, https://doi. org/10. 32478/evaluasi. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Pembiasaan Tilawah Harian kemampuan membaca siswa sesuai kaidah tajwid. 4 Sementara itu, penelitian di Mesir, pembiasaan tilawah yang dilakukan secara konsisten setiap hari mampu meningkatkan kecepatan membaca dan mengurangi kesalahan tajwid. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan tilawah memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan, sebagian besar penelitian lebih menekankan pada penggunaan metode pembelajaran membaca AlQurAoan atau efektivitas program tilawah secara umum dan berfokus pada penggunaan metode instruksional seperti metode IqraAo. QiraAoati, metode pembelajaran tajwid,6 dan pembentukan tim literasi Al-QurAoan. 7 Namun demikian, kajian yang menganalisis implementasi pembiasaan tilawah harian sebagai strategi pembentukan kebiasaan membaca Al-QurAoan secara konsisten di madrasah masih relatif terbatas. Padahal, pendekatan pembiasaan memiliki potensi membangun konsistensi, kedisiplinan, serta keterikatan spiritual siswa pada Al-QurAoan melalui praktik berkelanjutan. 8 Oleh karena itu, penelitian mengenai pembiasaan tilawah harian di madrasah menjadi penting untuk memperkaya literatur mengenai strategi pembelajaran Al-QurAoan berbasis habituasi. Pembiasaan tilawah harian menjadi salah satu alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran membaca Al-QurAoan di kelas Melalui kegiatan tilawah yang dilakukan secara rutin sebelum pembelajaran dimulai, siswa memiliki kesempatan untuk berlatih membaca Al-QurAoan secara konsisten sehingga dapat meningkatkan kelancaran bacaan serta memperkuat internalisasi nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. 9 Oleh karena itu, kajian mengenai praktik pembiasaan tilawah di madrasah menjadi penting untuk memahami bagaimana program tersebut dilaksanakan serta faktor-faktor yang mempengaruhi Moh Abdul Kholiq Hasan. AuTren Kajian Al-Qur`An di International Islamic University Malaysia (IIUM). Analisis Terhadap Karya Tesis,Ay Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir 6, no. : 339Ae60, https://doi. org/10. 30868/at. Rahmatsyah Rahmatsyah. AuEfektivitas Metode Tilawah dalam Menghafal Al-QurAoan di Rumah QurAoan Umar bin Khattab Bogor,Ay Fikrah : Journal of Islamic Education 5, no. : 1Ae13, https://doi. org/10. 32507/fikrah. Imam Fauji et al. AuImplementing Child-Friendly Teaching Methods to Improve QurAoan Reading Ability,Ay Jurnal Pendidikan Islam 6, no. : 69Ae78, https://doi. org/10. 15575/jpi. Maimunatun Habibah. AuPengembangan Budaya Literasi Agama Di SMA Negeri 2 Kediri,Ay Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) 2, no. : 2, https://doi. org/10. 33367/ijies. Afiful Ikhwan et al. AuTahsin and Tahfidz Learning System at Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Insan Madani During the Pandemic Covid-19,Ay Al-Hayat: Journal of Islamic Education 5, no. : 1Ae11, https://doi. org/10. 35723/ajie. Mulizar Mulizar. AuPotret Tradisi Tahfiz Al-QurAoan Di SDIT Kota Langsa (Analisis Kondisi Dan Signifikansiya Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoa. ,Ay Fitrah: Journal of Islamic Education 2, no. : 141Ae55, https://doi. org/10. 53802/fitrah. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Tsaqifa Qoniatuz Zahro, dkk. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembiasaan tilawah harian dalam meningkatkan kelancaran membaca Al-QurAoan siswa. Secara khusus penelitian ini berupaya menjawab tiga pertanyaan penelitian, yaitu: . bagaimana implementasi program pembiasaan tilawah harian yang dilaksanakan di madrasah. bagaimana dampak program tersebut terhadap kelancaran membaca Al-QurAoan siswa. apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program pembiasaan tilawah harian. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji secara mendalam pelaksanaan program pembiasaan tilawah harian di MTs Darul Ulum Semarang. Desain studi kasus digunakan untuk memahami fenomena secara kontekstual dalam lingkungan nyata lembaga pendidikan dengan mengikuti tahapan penelitian studi kasus yang dikemukakan oleh Robert K. Yin, yaitu perumusan pertanyaan penelitian, pengumpulan data, analisis data, serta penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa yang terlibat dalam kegiatan tilawah Informan penelitian berjumlah enam orang yang terdiri atas dua guru dan empat siswa dan siswi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam pelaksanaan program tilawah harian di madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik utama, yaitu wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan secara tidak terstruktur untuk memperoleh informasi mendalam mengenai pelaksanaan program tilawah, pengalaman siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut, serta peran guru dalam membimbing siswa. Selain itu, observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati secara langsung kegiatan tilawah harian, termasuk pola pelaksanaan kegiatan, partisipasi siswa, serta interaksi antara guru dan siswa selama proses tilawah Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dan member checking. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh Robert K. Yin. Case Study Research and Applications: Design and Methods. Sixth edition (SAGE. Matthew B. Miles et al. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (SAGE Publications. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Pembiasaan Tilawah Harian dari berbagai sumber dan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara dan observasi. Sementara itu, member checking dilakukan dengan mengonfirmasi kembali hasil wawancara kepada informan guna memastikan kesesuaian antara interpretasi peneliti dengan pengalaman yang disampaikan oleh informan. Hasil dan Pembahasan Hasil Implementasi Program Pembiasaan Tilawah Harian Temuan penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan tilawah harian di MTs Darul Ulum Semarang dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan durasi sekitar 15Ae20 menit. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas madrasah yang bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca Al-QurAoan sekaligus menciptakan suasana belajar yang religius di lingkungan sekolah. Salah satu siswa menyampaikan bahwa kegiatan tilawah pagi memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar mereka. AuSetiap pagi kami membaca Al-QurAoan bersama sebelum pelajaran dimulai. Rasanya hati lebih tenang dan jadi lebih semangat belajar. Ay12 Pelaksanaan kegiatan tilawah dilakukan melalui metode terpimpin, di mana guru memandu bacaan siswa serta memastikan ketepatan tajwid dan makhraj huruf. Guru tidak hanya berperan sebagai pengawas kegiatan, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan arahan ketika terdapat kesalahan dalam bacaan siswa. Pendekatan ini membantu siswa membaca Al-QurAoan dengan lebih percaya diri sekaligus menanamkan adab dalam membaca Al-QurAoan. Selain tilawah terpimpin, madrasah juga menerapkan pola tilawah mandiri yang dilaksanakan setelah salat zuhur. Dalam kegiatan ini setiap siswa memiliki buku monitoring yang digunakan untuk mencatat target bacaan harian. Sistem ini bertujuan menumbuhkan tanggung jawab pribadi serta membangun kebiasaan membaca AlQurAoan secara konsisten di kalangan siswa. AuKami biasanya diberi target membaca satu halaman setiap hari. Setelah selesai membaca, guru akan menandatangani buku monitoring kami. Ay13 Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan tilawah berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif. Siswa membaca Al-QurAoan secara mandiri dengan membawa mushaf masing-masing, sementara guru memantau jalannya kegiatan serta Siswa I. AuWawancara Siswa MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Siswa i. AuWawancara Siswa MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Tsaqifa Qoniatuz Zahro, dkk. memberikan bimbingan apabila terdapat kesalahan bacaan. Pendekatan yang digunakan bersifat persuasif sehingga siswa tetap merasa nyaman dalam mengikuti kegiatan Secara keseluruhan, implementasi program pembiasaan tilawah harian dilaksanakan melalui kombinasi tilawah terpimpin dan tilawah mandiri yang terstruktur. Pola pelaksanaan tersebut berkontribusi dalam membangun budaya QurAoani sekaligus menumbuhkan kebiasaan religius siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dampak Program Pembiasaan Tilawah terhadap Kelancaran Membaca AlQurAoan Temuan penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan tilawah harian memberikan dampak positif terhadap peningkatan kelancaran membaca Al-QurAoan siswa, terutama pada ketepatan pelafalan huruf dan penerapan hukum tajwid. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, kegiatan tilawah yang dilakukan secara rutin setiap pagi membantu siswa membiasakan diri membaca Al-QurAoan secara tartil dan lebih percaya diri. AuKami melihat perubahan pada siswa setelah program tilawah rutin dilakukan. Mereka menjadi lebih teratur dan lebih bersemangat membaca AlQurAoan. Ay14 Peningkatan kemampuan membaca terlihat pada aspek artikulasi huruf hijaiyah serta kesadaran siswa terhadap kesalahan bacaan. Beberapa siswa mengaku mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan tilawah secara konsisten. AuAwalnya saya sering salah membaca beberapa huruf, tapi setelah dibimbing setiap pagi sekarang sudah lebih lancar. Ay15 Kutipan tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan membaca secara rutin membantu siswa memperbaiki kesalahan bacaan secara bertahap melalui proses latihan yang berulang. Selain itu, kegiatan tilawah juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam membaca Al-QurAoan di hadapan teman maupun guru. Siswa menjadi lebih terbiasa membaca dengan suara jelas serta memperhatikan aturan tajwid yang benar. AuSekarang saya lebih percaya diri membaca Al-QurAoan di depan kelas karena sudah terbiasa membaca setiap hari. Ay16 Hasil observasi turut memperkuat data wawancara tersebut. Selama kegiatan tilawah berlangsung, siswa membaca Al-QurAoan secara tertib dengan membawa mushaf masing-masing, sementara guru memberikan bimbingan apabila ditemukan kesalahan Guru PAI. AuWawancara Guru Pendidikan Agama Islam MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Siswa i. AuWawancara Siswa MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Siswa IV. AuWawancara Siswa MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Pembiasaan Tilawah Harian dalam bacaan. Proses ini membantu siswa memperbaiki pelafalan huruf sekaligus memahami penerapan tajwid secara langsung dalam praktik membaca. Secara keseluruhan, pembiasaan tilawah harian tidak hanya meningkatkan kelancaran membaca Al-QurAoan siswa, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca yang lebih disiplin serta membangun rasa percaya diri dalam melafalkan ayat-ayat Al-QurAoan. Faktor Pendukung dan Penghambat Program Pembiasaan Tilawah Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program pembiasaan tilawah di MTs Darul Ulum Semarang dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, terutama komitmen guru, perencanaan program yang terstruktur, serta dukungan lingkungan madrasah yang religius. Guru menegaskan bahwa kegiatan tilawah bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya pembentukan karakter religius siswa. AuSejak awal kami tekankan bahwa program ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian dari pembentukan karakter islami siswa. Ay17 Komitmen tersebut tercermin dalam konsistensi guru membimbing kegiatan tilawah serta memberikan motivasi kepada siswa agar membaca Al-QurAoan secara disiplin. Selain komitmen guru, perencanaan program yang sistematis juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan. Program tilawah disusun melalui pengaturan jadwal, target bacaan, serta evaluasi berkala untuk memantau perkembangan kemampuan siswa. AuKami tidak langsung menjalankan program begitu saja, tetapi menyusun jadwal, target, dan metode agar sesuai dengan kemampuan Ay18 Perencanaan yang terarah membantu kegiatan tilawah berjalan lebih terstruktur sehingga siswa dapat mengikuti program secara bertahap sesuai dengan kemampuan membaca mereka. Dukungan fasilitas dan lingkungan belajar yang kondusif turut memperkuat efektivitas program. Ketersediaan mushaf yang memadai serta suasana madrasah yang religius membuat siswa lebih fokus dalam mengikuti kegiatan tilawah. Interaksi yang positif antara guru dan siswa juga menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman. AuKalau guru sabar membimbing, kami jadi lebih semangat belajar membaca AlQurAoan. Ay19 Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan tilawah dengan tertib dan antusias, sementara guru memberikan bimbingan secara persuasif PAI. AuWawancara Guru Pendidikan Agama Islam MTs Darul Ulum Semarang. Ay Guru II. AuWawancara Guru MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Siswa I. AuWawancara Siswa MTs Darul Ulum Semarang,Ay Agustus 2025. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Tsaqifa Qoniatuz Zahro, dkk. ketika menemukan kesalahan dalam bacaan siswa. Di sisi lain, penelitian ini menemukan faktor penghambat pelaksanaan program. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu karena jadwal pembelajaran yang cukup padat. Selain itu, koordinasi antar guru dalam pelaksanaan program terkadang memerlukan penyesuaian agar standar bimbingan bacaan tetap seragam. Meskipun demikian, berbagai hambatan tersebut dapat diatasi melalui komunikasi dan evaluasi rutin antar guru. Dengan koordinasi yang baik, kegiatan tilawah tetap dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa. Secara keseluruhan, keberhasilan program pembiasaan tilawah dipengaruhi oleh sinergi antara komitmen guru, perencanaan program yang terstruktur, dukungan lingkungan madrasah, serta kemampuan pengelola program dalam mengatasi berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan kegiatan. Pembahasan Implementasi Program Pembiasaan Tilawah Harian Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembiasaan tilawah harian di MTs Darul Ulum Semarang dilaksanakan secara sistematis melalui kegiatan membaca Al-QurAoan sebelum pembelajaran dimulai dengan durasi sekitar 15Ae 20 menit. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembuka kegiatan belajar, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesiapan mental dan spiritual siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran di kelas. Dalam praktiknya, guru berperan aktif dalam mengarahkan kegiatan tilawah melalui pembacaan bersama, pemberian contoh bacaan yang benar, serta koreksi langsung terhadap kesalahan pelafalan dan penerapan hukum tajwid yang dilakukan siswa. Pola pembinaan yang demikian menunjukkan bahwa kegiatan tilawah tidak sekadar menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pedagogis yang bertujuan membangun kebiasaan belajar yang disiplin dan Hasil penelitian ini sejalan dengan pandangan yang menyatakan bahwa pembiasaan religius di lingkungan pendidikan dapat membentuk perilaku spiritual II. AuWawancara Guru MTs Darul Ulum Semarang,. Ay Yusuf Yusian Septianto Saleh and Bilqis Fatimatus Arifiani. AuKonsep dan Teori Belajar dalam Perspektif Pendidikan Islam,Ay Millatuna: Jurnal Studi Islam 1, no. : 37Ae49, https://doi. org/10. 33752/mjsi. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Pembiasaan Tilawah Harian Dari perspektif teori behaviorisme, kegiatan tilawah yang dilakukan secara rutin setiap pagi berperan sebagai stimulus yang diberikan secara berulang sehingga mampu membentuk respons positif berupa kedisiplinan, kesiapan belajar, serta keteraturan dalam membaca Al-QurAoan. 22 Selain itu, interaksi antara guru dan siswa selama kegiatan tilawah juga mencerminkan prinsip pembelajaran sosial yang dijelaskan dalam teori konstruktivisme sosial. Dalam teori ini dijelaskan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi secara individual, tetapi juga melalui interaksi sosial antara peserta didik dan individu yang memiliki pengetahuan lebih tinggi. Guru dalam hal ini berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan, contoh bacaan yang benar, serta umpan balik terhadap kesalahan siswa, sehingga kemampuan membaca Al-QurAoan dapat berkembang secara bertahap. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pembiasaan membaca Al-QurAoan sebagai kegiatan rutin dalam meningkatkan karakter religius siswa,24 temuan penelitian ini menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur melalui kombinasi tilawah terpimpin oleh guru dan tilawah mandiri yang dilakukan oleh siswa. Melalui tilawah terpimpin, guru dapat memastikan bahwa bacaan siswa sesuai dengan kaidah tajwid dan makhraj huruf yang benar. Sementara itu, tilawah mandiri memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaan membaca Al-QurAoan secara lebih personal dan berkelanjutan. Kombinasi antara bimbingan langsung dan pembiasaan mandiri ini memungkinkan siswa tidak hanya mengikuti bacaan secara kolektif, tetapi juga mengembangkan tanggung jawab individu. Pola pembiasaan seperti ini menunjukkan bahwa implementasi program tilawah di madrasah tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan, tetapi juga membangun budaya belajar QurAoani yang menjadi bagian dari identitas kelembagaan madrasah. Zaenal Arifin and Humaedah Humaedah. AuApplication of Theory Operant Conditioning BF SkinnerAos in PAI Learning: Penerapan Teori Operant Conditioning B. F Skinner Dalam Pembelajaran PAI,Ay Journal of Contemporary Islamic Education 1, no. : 101Ae10, https://doi. org/10. 25217/cie. Muhammad Muhlisin and Edi Nurhidin. AuKonstruksi Kedisiplinan Melalui Habituasi Kegiatan Keagamaan:,Ay Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) 3, no. : 2, https://doi. org/10. 33367/ijies. Fatma Zahra et al. AuMetode Keteladanan Dan Metode Pembiasaan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation 1, no. : 773Ae81, https://doi. org/10. 57235/hemat. Sindy Umroh Atus Solekha and Suyatno Suyatno. AuImplementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Membaca Al-QurAoan Siswa Kelas v Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasa. 4, no. : 328Ae40, https://doi. org/10. 12928/fundadikdas. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Tsaqifa Qoniatuz Zahro, dkk. Dampak Program terhadap Kelancaran Membaca Al-QurAoan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan tilawah harian memberikan dampak positif terhadap peningkatan kelancaran membaca Al-QurAoan siswa, terutama pada aspek pelafalan huruf hijaiyah, ketepatan makhraj, serta penerapan hukum tajwid dalam bacaan. Kegiatan membaca yang dilakukan secara rutin setiap hari memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara berulang sehingga kesalahan bacaan dapat diperbaiki secara bertahap melalui bimbingan dan koreksi dari guru. Proses latihan yang berlangsung secara terus-menerus ini memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih intensif dalam membaca Al-QurAoan, sehingga kemampuan membaca mereka berkembang secara signifikan dibandingkan sebelum mengikuti program pembiasaan tilawah. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa latihan membaca Al-QurAoan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kemampuan tajwid serta kelancaran bacaan siswa. 25 Dalam konteks pendidikan Islam, pembiasaan membaca Al-QurAoan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai bagian dari proses internalisasi nilai-nilai religius dalam diri peserta didik. Melalui kegiatan membaca Al-QurAoan yang dilakukan secara rutin, siswa tidak hanya belajar memperbaiki bacaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-QurAoan sebagai pedoman hidup. Selain itu, dari perspektif teori pembiasaan dalam pendidikan Islam, repetisi aktivitas ibadah yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk perilaku religius yang melekat dalam diri individu. 27 Ketika siswa terbiasa membaca Al-QurAoan setiap hari dalam lingkungan madrasah yang religius, maka aktivitas tersebut secara perlahan akan menjadi bagian dari kebiasaan hidup mereka. Hal ini menjelaskan mengapa kegiatan tilawah yang dilakukan secara rutin tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-QurAoan, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, rasa percaya diri. Lukman Hakim et al. AuMeningkatkan Kualitas Membaca Al-QurAoan Dengan Metode Tajwid Di TPQ Darul Ulum Hidayatullah Kota Probolinggo,Ay DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement 1, 2 . : 77Ae85, https://doi. org/10. 46773/djce. Muhammad Fajri et al. AuPelaksanaan Pembinaan Tahsin Al-QurAoan Dengan Metode Mutqin Di Pondok Pesantren Tahfizhul QurAoan Al-Izzah Palembang,Ay Muaddib: Islamic Education Journal (December 83Ae90, https://doi. org/10. 19109/muaddib. Tahrizi Fathul Aliim and Rudi Saprudin Darwis. AuMembangun Karakter untuk Mengatasi Kenakalan Remaja melalui Pendidikan dengan Pendekatan Teori Ekologi Bronfenbrenner,Ay Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 6, no. : 50Ae58, https://doi. org/10. 24198/jkrk. Adet Tamula Anugrah. AuTeori Belajar Behaviorisme dan Kognitivisme Perspektif Pendidikan Islam,Ay Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam . 75Ae97, https://doi. org/10. 54471/tarbiyatuna. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Pembiasaan Tilawah Harian serta kesadaran spiritual siswa dalam membaca ayat-ayat Al-QurAoan di hadapan guru maupun teman sebaya. Faktor Pendukung dan Penghambat Program Keberhasilan program pembiasaan tilawah dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Salah satu faktor utama adalah komitmen guru yang tinggi dalam membimbing kegiatan tilawah serta memberikan motivasi kepada siswa agar membaca Al-QurAoan secara Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang memberikan contoh dalam membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Selain itu, dukungan lingkungan madrasah yang religius turut memperkuat pelaksanaan program pembiasaan tilawah karena siswa terbiasa berada dalam suasana pendidikan yang mendorong mereka untuk membaca Al-QurAoan secara rutin. Temuan ini dapat dijelaskan melalui teori ekologi pendidikan Bronfenbrenner yang menyatakan bahwa perkembangan perilaku individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, seperti keluarga, sekolah, dan komunitas sosial. 28 Dalam konteks madrasah, lingkungan belajar yang religius serta hubungan harmonis antara guru dan siswa menjadi faktor penting yang memperkuat keberhasilan pembiasaan membaca Al-QurAoan. Ketika lingkungan sekolah mampu menyediakan suasana yang mendukung praktik keagamaan, maka proses internalisasi nilai-nilai religius akan berlangsung secara lebih efektif. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan program pembiasaan tilawah, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan serta kebutuhan koordinasi yang konsisten antar guru dalam mengawasi kegiatan tilawah. Perbedaan kemampuan membaca Al-QurAoan antar siswa juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan bacaan. Meskipun demikian, berbagai hambatan tersebut dapat diatasi melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik antar guru, serta penguatan komitmen bersama dalam menjalankan program pembiasaan tilawah. Dengan adanya upaya tersebut, kegiatan tilawah tetap dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa. Yusra Ulya Birrul Walidya. AuPembiasaan Ibadah Harian Dalam Islam Sebagai Strategi PAI Untuk Mengembangkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Berdasarkan Teori Dan Literatur Ilmiah,Ay Indonesian Journal Of Education 2, no. : 80Ae83, https://doi. org/10. 71417/ije. Fajrul Rahman and Shah Khumainy. AuPsikologi Moral Dan Etika Dalam Pendidikan Islam,Ay Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 2, no. : 163Ae72, https://doi. org/10. 58540/isihumor. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Tsaqifa Qoniatuz Zahro, dkk. Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang umumnya hanya menyoroti peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan atau efektivitas metode pembelajaran tahsin, penelitian ini menawarkan beberapa aspek kebaruan dalam implementasi program pembiasaan membaca Al-QurAoan di lingkungan madrasah. Kebaruan tersebut terletak pada model implementasi program yang mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu tilawah terpimpin oleh guru, tilawah mandiri yang dilaksanakan setelah salat zuhur, serta sistem monitoring bacaan melalui buku target siswa. Integrasi ketiga komponen tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program pembiasaan membaca Al-QurAoan tidak hanya bergantung pada kegiatan membaca secara rutin, tetapi juga pada sistem pembinaan yang menggabungkan bimbingan langsung dari guru, latihan mandiri yang dilakukan oleh siswa, serta evaluasi bacaan yang dilakukan secara terstruktur. Model ini memberikan kontribusi baru dalam kajian pendidikan Islam karena menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Al-QurAoan dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis membaca, tetapi juga pada pembentukan budaya QurAoani di lingkungan madrasah. Kesimpulan Program pembiasaan tilawah harian di MTs Darul Ulum dilaksanakan secara terstruktur sebelum pembelajaran. Kegiatan ini meningkatkan kelancaran membaca AlQurAoan siswa. Peningkatan terlihat pada ketepatan tajwid dan makhraj. Guru berperan aktif membimbing bacaan siswa. Lingkungan madrasah mendukung pembiasaan tilawah secara konsisten. Program ini membentuk disiplin dan kebiasaan membaca AlQurAoan. Komitmen guru menjadi faktor pendukung utama. Variasi kemampuan membaca siswa menjadi tantangan pelaksanaan program. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan tilawah memperkuat literasi Al-QurAoan siswa. Program ini juga membentuk budaya religius di lingkungan madrasah. Madrasah perlu mempertahankan program tilawah secara berkelanjutan. Guru perlu meningkatkan pembinaan bacaan secara terarah. Penelitian selanjutnya perlu melibatkan beberapa madrasah berbeda. Penelitian komparatif dapat memperkaya model pembiasaan tilawah. Pendekatan triangulasi data juga perlu diperkuat. Hasil penelitian diharapkan memperkuat pengembangan pendidikan Islam berbasis budaya QurAoani. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. , 2026 DOI: 10. 33367/ji. Pembiasaan Tilawah Harian Referensi