4381 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA NY. T DENGAN MASALAH HIPERTENSI DI PPSLU DEWANATA CILACAP Oleh Puput Kusdiana1. Madyo Maryoto2 1,2Program Studi Profesi Ners Fakultas Kesehatan. Universitas Harapan Bangsa Email: 1puputkusdiana@gmail. Article History: Received: 08-06-2023 Revised: 26-06-2023 Accepted: 16-07-2023 Keywords: Lansia. Ny. Hipertensi. PPSLU Dewanata Cilacap Abstract: Lansia merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan manusia. Pada lanjut usia terjadi kemunduran fungsi tubuh dimana salah satunya adalah kemunduran fungsi kerja pembuluh darah. analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan data yang didapatkan dari hasil pengkajian, kemudian dilakukan analisis berdasarkan data subjektif dan objektif sehingga dapat ditemukan diagnosis keperawatan. Langkah selanjutnya adalah dengan menyusun rencana keperawatan, melakukan implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan. Sesuai dengan hasil pengkajian Ny. T mengalami hipertensi dengan hasil Tekanan Darah 220/100 mmHg , dengan keluhan nyeri dan cengeng di sekitar leher bagian belakang. Didapatkan diagnosa keperawatan yaitu nyeri kronis berhubungan dengan agen cidera fisiologis dan gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur, kemudian disusunlah rencana keperawatan dengan intervensi manajemen nyeri dan dukungan tidur, lalu implementasi yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan tentang pengendalian tekanan darah tinggi yang menyebabkan nyeri pada leher, serta kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri pada leher bagian belakang. Untuk gangguan pola tidur dianjurkan untuk memodifikasi lingkungan seperti pencahayaan, kebersihan tempat tidur, dan suhu PENDAHULUAN Hipertensi merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah arteri lebih dari normal. Tekanan darah sistolik Ou140 mmHg dan Diastolik Ou85 mmHg merupakan batas normal tekanan darah (Junaidi, 2. Hipertensi adalah kondisi penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan. Kejadian hipertensi pada lansia meningkat diseluruh dunia termasuk Indonesia, seiring dengan bertambahnya usia dan proses degeneratif(Iqbal & Handayani, 2. Kasus hipertensi menurut (World Health Organization )WHO 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, yang berarti setiap 1 dari 3 orang di a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 dunia terdiagnosis menderita hipertensi, hanya 36,8% di antaranya yang minum obat. Jumlah penderita hipertensi di dunia terusmeningkat setiap tahunnya. Diperkirakan pada 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi serta setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi(Suprayitno & Huzaimah, 2. Prevalensi penderita Hipertensi di Indonesia menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BalitBanKe. melalui data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018 saat ini sebanyak 34,1% dimana mengalami kenaikan dari angka sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebanyak 25,8% 4. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 menunjukkan kasus hipertensisebesar 58, 84 % atau sekitar 629. 263 kasus penyakit tidakmenular (PTM). Sedangkan di Sukoharjo DKK mencatat kejadian hipertensi pada tahun 2014 sebanyak 22. ,63%) dari 50. 275 kasus PTM di Sukoharjo. Kebanyakan kasus yang ditemukan adalah lansia(Purwono et al. , 2. Lansia merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan manusia. Pada lanjut usia terjadi kemunduran fungsi tubuh dimana salah satunya adalah kemunduran fungsi kerja pembuluh Penyakit yang sering dijumpai pada golongan lansia yang disebabkan karena kemunduran fungsi kerja pembuluh darah yaitu salah satunya hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang mempunyai tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit akibat meningkatnya tekanan darah arterial sistemik baik sistolik maupun diastolik(Arlita, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan AuAsuhan Keperawatan Pada Ny. T Dengan Hipertensi Di PPSLU Panti Dewanata CilacapAy. Rumusan masalah dalam penulis ini yaitu AuBagaimana melakukan Asuhan Keperawatan Pada Ny T Dengan Hipertensi Di PPSLU Panti Dewanata CilacapAy? Tujuan Penelitian ini adalah Tujuan Umum Untuk mengetahui asuhan keperawatn gerontik dengan masalah Hipertensi Tujuan Khusus Untuk mengetahui hasil pengkajian keperawatan gerontik dengan masalah keperawatan hipertensi Untuk mengetahui diagnosis keperawatan gerontik keperawatan hipertensi Untuk mengetahui intervensi keperawatan gerontik dengan masalah keperawatan hipertensi Untuk mengetahui implementasi keperawatn gerontik dengan masalah keperawatan hipertensi Untuk mengetahui hasil evaluasi keperawatn gerontik dengan masalah keperawatan hipertensi LANDASAN TEORI Lansia dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Menurut UU No. 13/ Tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia disebutkan bahwa lansia adalah seseoran yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun(Parwati. Ni, 2. Batasan Lansia a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Batasan umur lansia menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) lanjut usia meliputi Usia pertengahan . iddle ag. , kelompok usia 45-59 tahun Lanjut usia . , kelompok 60-74 tahun Lanjut usia . , kelompok usia 74-90 tahun Lansia sangat tua . ery ol. , kelompok usia >90 tahun Klasifikasi Lansia Depkes RI . mengklasifikasi lansia dalam kategori berikut : Pralansia . , seseorang yang berada pada usia antara 45-59 tahun Lansia, seseorang yang berusia 60 tahun lebih Lansia yang beresiko tinggi, seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih atau seseorang lansia yang berusia 60 tahun atau lebih yang memiliki masalah Lansia potensial, lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan atau melakukan kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa Lansia tidak potensial, lansia yang tidak berdaya atau tidak bisa mencari nafkah sehingga dalam kehidupannya bergantung pada orang lain Hipertensi Pada Lansia Pada usia lanjut, hipertensi terutama ditemukan hanya berupa kenaikan tekanan Sedangkan mnurut WHO memakai tekanan diastolik tekanan yang lebih tepat dipakai dalam menentukan ada tidaknya hipertensi. Tingginya hipertensi sejalan dengan bertambahnya umur yang disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar sehingga lumen menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah kaku, sebagai peningkatan pembuluh darah sistolik METODE PENELITIAN Desain Penulisan Dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) peneliti menggunakan bentuk studi kasus deskripstif dimana peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi yang mencakup pengkajian, penentuan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek Studi Kasus Subjek studi adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh penulis atau subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti. Subjek pada studi kasus ini adalah klien dengan hipertensi responden yang tinggal di Panti dengan kriteria : Bersedia menjadi responden Lansia yang kooperatif diajak komunikasi Berjenis kelamin perempuan Lansia yang memiliki hipertensi Lokasi dan Waktu Studi Kasus Waktu: Penelitian ini di laksanakan 3 hari Tempat Studi kasus di lakukan pada klien dengan hipertensi di panti PPSLU Dewanata Cilacap Proses Pengumpulan Data Studi kasus dilakukan dengan melakukan pengumpulan data dari hasil observasi, wawancara, pengukuran, hingga melakukan asuhan keperawatan pada kasus yang ada pada a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Proses pengumpulan data menggunakan instrumen format pengkajian serta alat pemeriksaan fisik seperti sphynomanometer, termometer, dan stetoskop. Analisis Data Proses analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan data yang didapatkan dari hasil pengkajian, kemudian dilakukan analisis berdasarkan data subjektif dan objektif sehingga dapat ditemukan diagnosis keperawatan. Langkah selanjutnya adalah dengan menyusun rencana keperawatan, melakukan implementasi, evaluasi dan dokumentasi HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kasus Penulis melakukan proses asuhan keperawatan pada Ny T berusia 70 tahun yang menderita hipertensi. Pasien masuk panti 5 januari 2017, dan penulis melakukan proses pengkajian pada tanggal 23 januari 2023. Pengkajian Pengkajian dilakukan secara langsung pada Ny T dan pada petugas panti. Hasil wawancara di ketahui bahwa Ny T berusia 70 tahun, beragama islam, pendidikan terakhir SD. Pasien masuk panti di bawa oleh orang, karena kondisi menurun dan tidak ada keluarga yang menampung. Pasien sebelum masuk panti tidak bekerja dan untuk memenuhi kebutuhanya hanya mengandalkan dari dinas sosial. Saat dilakukan proses pengkajian, keluhan utama yang dirasakan Ny T adalah dengan keluhan nyeri dan cengeng di sekitar leher bagian belakang. Klien mengonsumsi Amlodipine Basilate 10 mg 1 x 1/hari untuk mengontrol tekanan darahnya. Ketika di ukur tekanan darah mencapai 220/100 mmHg. Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik Umum Integumen Hemapoetik Kepala Mata Telinga Hidung Hasil Pemeriksaan Klien cepat mengalami kelehan apabila melakukan banyak aktivitas Tekstur kulit klien mengendurdan rambut klien beruban Klien tidak mengalamiperdarahan/memar, anemia, pembengkakan kelenjar limfa ataupun riwayat tranfusi darah sebelumnya Klien mengeluh pusing jika tekanan darahnya naik, tidak memilikiriwayat trauma kepala pada masa lalu dan gatal pada kulit Klien melihat, tidak menggunakan kacamata, tidak mengalami nyeri ataupun bengkak pada mata Klien mengalami perubahan pendengaran, infeksi, vertigo. Klien tidak mengalami infeksi, alergi, nyeri pada sinus. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Mulut dan tengorokan Klien tidak mengalami masalah seperti sakit tenggorokan, serak, perubahan suara, kesulitan menelan, riwayat infeksi dan klien 2x sehari menggosok gigi pagi dan sore hari ketika mandi. Klien terkadang merasa nyeri dan kaku pada leher apabila tekanan darah naik. Leher Pernafasan Klien sesak nafas, tidak ada bunyi nafas tambahan. Klien tidak mengalami nyeri dada, sesak nafas, tidak terdengar bunyi murmur, tidak terdapat edema, varises maupun parestesia Klien tidak mengalami nyeri dada, sesak nafas, tidak terdengar bunyi murmur, tidak terdapat edema, varises maupun parestesia Klien tidak mengalami nyeri saat berkemih, batu kemih maupun infeksi Tidak ada luka pada genitalia, tidak terdapat nyeri dan infeksi Klien nyeri persendian, kekakuan, kelemahan, otot,kram, dan masalah cara berjalan. Klien mengikuti senam setiap hari Klien memiliki masalah memori jangka panjang saat ditanya dengan SPMSQ interprestasi hasil klien mengalami kerusakan intelektual ringan dengan skor 5 salah dimana klien tidak bisa menjawab berkaitan dengan masa Pada pemeriksaan endokrin tidak terjadi perubahan pigmentasi kulit, rambut beruban, tidak mengalami polifagi, poliuri, polidipsi Kardiovaskuler Gastrointestinal Perkemihan Genetalia Muskuloskeletal Persyarafan Endokrin Tabel . 2 Pengkajian Status Fungsional Bantuan Mandiri Keterangan Kriteria Makan 3xsehari 1 porsi nasi dan lauk Minum 8xsehari air putih dan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur. Mandiri Personal toilet . uci muka, menyisir rambut, gosok gig. Keluar masuk toilet . encuci pakaian, menyeka tubuh. Mandi Jalan dipermukaan Naik turun tangga Mengenakanpakaian Mandiri kontrol bowel (BAB) 1xsehari konsistensi bladder(BAK) 4-5x sehari kuning Olah raga Setiap hari Rekreasi atau Pengajian dan kelas pemantapan waktu Keterangan: Ou 130 : Mandiri65-125 : Ketergantungan Sebagian Oo Ou 60 : Ketergantungan Total Ou 130 : Mandiri 65-125 : Ketergantungan Sebagian Ou 60 : Ketergantungan Total Di bantu Tabel 3. Pengkajian Status Mental Gerontik a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Pengkajian Status Mental Gerontik Identifikasi tingkat kerusakan intelektual dengan menggunakan hort PortableMental Status Quisioner (SPMSQ) Benar Sala Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Nome Oo Oo Oo Pertanyaan Tanggal berapa hari ini ? Hari apa sekarang? Apa nama tempat ini? Dimana alamat anda? Berapa umur anda? Kapan anda lahir?. inimal Siapa presiden Indonesia Siapa presiden sebelumnya? Siapa nama ibu anda? Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua Interpretasi Hasil Salah 0-3 : Fungsi Intelektual Utuh Salah 4-5 : Kerusakan Intelektual Ringan OoSalah 6-8 : Kerusakan Intelektual Sedang Salah 9-10 : KerusakanIntelektual Berat Analisa Data a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Tabel 4. Analisa Data Data Etiologi Problem a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Ds : Agen CideraFisiologis Nyeri kronis Ny. T mengatakan sering pegal-pegal bagian leher dan kepala bagian belakang, seringpusing dan kesemutan. P : nyeri terasa terutama saatsedang bangun tidur dan kelelahan Nyeri NyutNyutan dan hilangtimbul R: Nyeri terasa diarea belakang S : Skala nyeri 6 T: Nyeri dirasakan sewaktu-waktu, dengan durasiyang tidak menentu. Do: Ny. T terlihat tampak menekan leher bagian belakang. Tekanan Darah : 220/100 Nadi 89 x/menit RR 20 x/menit a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Ds : Ny. T mengatakan sulit tidur, selalu tidur larut malam, hanya tidur 3-4 jam saja - Ny. T mengatakan susah tidur dan sering terbangun Do : - Ny. T tampak terlihat lelah dan terdapat kantung mata Kurang Kontrol Tidur Gangguan Pola Tidur a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Keperawatan Nyeri kronis Berhubungan Dengan Cedera Fisiologis Tabel 5. Intervensi Tujuan & Kriteria Hasil Setelah dilakukan tindakan keperawatan dan dilakukan kunjungan selama 2x24 jam maka diharapkan tingkat nyeri berkurangdengan kriteria hasil: Tingkat nyeri L. Keterangan : 1 : Meningkat 2 : Cukup meningkat3 : Sedang 4 : Cukup menurun5 : Menurun Intervensi Manajemen Nyeri(I. Observasi Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, kualitas,intensitas nyeri Identifikasi skala nyeri Identifikasi respon nyeri non verbal dentifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas Monitor yang sudah diberikan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Monitor efek samping penggunaan analgetik Terapeutik Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri . is,hypnosis, akupresur, terapi musik, biofeedback, terapi pijat, aroma terapi, teknik imajinasi terbimbing, hangat/dingin,terapi Control lingkungan yang memperberat rasa nyeri . Suhu ruangan. Fasilitasi istirahat dan Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam strategi meredakan nyeri Edukasi jelaskan penyebab, periode, dan pemicu Jelaskan strategi meredakan nyeri Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gangguan pola tidur Kurang kontrol tidur Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan Gangguan pola tidur teratasi dengan kriteria hasil Pola tidur (L. Dukungan Tidur (I. Observasi Identifikasi pola aktifitas dan tidur Identifikasi faktor pengganggu tidur . isik dan/atau psikologi. Identifikasi makanan dan minuman yang a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Keterangan : 1 : Menurun 2 : Cukup menurun 3 : Sedang 4 : Cukup meningkat 5 : Meningkat mengganggu tidur . opi, teh, alkohol,makan mendekati waktu tidur, minum banyak air sebelum tidu. Identifikasi obat tidur yang dikonsumsi Terapeutik Modifikasi lingkungan . encahayaan, kebisingan,suhu, matras, dan tempat tidu. Batasi waktu tidur siang, jika perlu Fasilitasi menghilangkan stress sebelum tidur Tetapkan jadwal tidur Lakukan prosedur untuk kenyamanan . ijat, pengaturan posisi, terapi Edukasi Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit Anjurkan menepati kebiasaan waktu tidur Anjurkan menghindari makanan dan minuman yang mengganggu tidur Anjurkan penggunaan obat tidur yang tidak mengandung supresor terhadap tidur REM Anjurkan faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pola tidur . sikologis, gaya hidup. sering berubah shift Ajarkan relaksasi otot autogenik atau cara non farmakologi lainya a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Implementasi dan Evaluasi Tgl Keperawata Jam Tabel 6 Implementasi dan Evaluasi Implementasi Evaluasi a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 /23 Nyeri kronis Mengidentifikasi lokasi. S : karakteristik durasi, frekuensi, kualitas,dan Memberikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (Kompres hanga. Mengajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri Ny. T mengatakan nyeri ditengkuk sedikit berkurang - Nyeri terasa terutama saatsetelah bangun tidur dan kelelahan - Nyeri nyut nyutan dan hilang timbul - Nyeri terasa di area tengkuk leher - Skala nyeri 6T : - Nyeri dirasakan sewaktu waktu dengan durasi yangtidak menentu Ny. T tampak lebih rileks Tekanan darah Ny. 190/100 Nadi 89 x/meni RR 20 x/menit Masalah tingkat nyeri teratasi sebagian Sesuai dengan hasil pengkajian Ny. T mengalami hipertensi dengan hasil Tekanan Darah 220/100 mmHg, dengan keluhan nyeri dan cengeng di sekitar leher bagian belakang dengan PQRST P : nyeri terasa terutama saat sedang bangun tidur dan kelelahan Q: Nyeri a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Nyut-Nyutan dan hilang timbul R: Nyeri terasa diarea belakang kepala S : Skala nyeri 6 T: Nyeri dirasakan sewaktu-waktu, dengan durasi yang tidak menentu dan sulit untuk tidur, hanya tidur 3-4 jam dalam 4 bulan terakhir. Sehingga didapatkan diagnosa keperawatan yaitu nyeri kronis berhubungan dengan agen cidera fisiologis dan gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur, kemudian disusunlah rencana keperawatan dengan intervensi manajemen nyeri dan dukungan tidur, lalu implementasi yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan tentang pengendalian tekanan darah tinggi yang menyebabkan nyeri pada leher, serta kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri pada leher bagian belakang. Untuk gangguan pola tidur dianjurkan untuk memodifikasi lingkungan seperti pencahayaan, kebersihan tempat tidur, dan suhu ruangan. KESIMPULAN Sesuai dengan hasil pengkajian Ny. T mengalami hipertensi dengan hasil Tekanan Darah 220/100 mmHg , dengan keluhan nyeri dan cengeng di sekitar leher bagian belakang. Didapatkan diagnosa keperawatan yaitu nyeri kronis berhubungan dengan agen cidera fisiologis dan gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur, kemudian disusunlah rencana keperawatan dengan intervensi manajemen nyeri dan dukungan tidur, lalu implementasi yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan tentang pengendalian tekanan darah tinggi yang menyebabkan nyeri pada leher, serta kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri pada leher bagian belakang. Untuk gangguan pola tidur dianjurkan untuk memodifikasi lingkungan seperti pencahayaan, kebersihan tempat tidur, dan suhu SARAN Bagi penulis Diharapkan memberikan tindakan terapi dalam intervensi keperawatan sehinggan dapat membantu proses penyembuhan pasien Hipertensi. Bagi tempat penelitian Diharapkan dapat di jadikan salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan pada pasien hipertensi Bagi peneliti selanjutnya Hasil studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan landasan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam melakukan studi kasus selanjutnya mengenai asuhan keperawatan pada klien Hipertensi. DAFTAR PUSTAKA