Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 SEJARAH DAKWAH RASYID RIDHA TOKOH PEMBAHARUAN ISLAM (JURNALIS DAN PEJUANG KEHIDUPAN) Lailan Rafiqah STAI Diniyah Lailan@diniyah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meriwayatkan sejarah tentang Rasyid Ridha seorang tokoh intelektual muslim dalam hal pembaharuan . pemahaman Islam di belahan Dunia Islam yang telah mendedikasikan hidupnya pada cita-cita mulia yang humanistic, berdasarkan nilai kebenaran dan keadilan sesuai dengan ajaran Islam. Ia melanjutkan dan mempublikasikan buah pikiran dari Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh melalui Al-Mannar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pustaka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Rasyid Ridha adalah pejuang kehidupan untuk kebangkitan umat muslim, melawan segala bentuk keterbelakangan, penjajahan, dan kemunduran menuju kemajuan peradaban Islam sebagai agama yang berkemajuan (Din al-Hadhara. yang menjaga ukhuwah. Kata kunci: Rasyid Ridha. Al-Mannar dan pejuang kehidupan Abstract This research aims to narrate the history of Rasyid Ridha, an intellectual Muslim figure in terms of renewal . understanding of Islam in parts of Islamic world who has dedicated his life to noble ideals that are humanistic, based on the values of truth and justice in accordance with Islamic teaching. He continued and published the thoughts of Jamaluddin alAfghani and Muhammad Abduh through Al-Mannar. The method used in this research is library research. The result of this research state that Rasyid Ridha is a life fighter for the revival of Muslims, against all forms of backwardness, colonialism, and setbacks towards the advancement of Islamic civilization as a progressive religion (Din al-Hadhara. that maintains ukhuwah. Keywords: Rasyid Ridha. Al-Mannar and the fighter of life Pendahuluan Sayid Muhammad Rasyid Ridha lahir di Kalman Libanon pada bulan Jumadi Ula 1282 H / September 1865 M. Ia merupakan keturunan Ali bin Abi Thalib, dirinya mewarisi kejujuran dan jiwa kepatriotan. Ayahnya seorang ulama Ahli Tarekat Syazillah sehingga tak heran jika semenjak kecil Rasyid Ridha biasa memaikai jubah dan sorban, dan tekun mengaji. Menjelang dewasa ia dikirim ayahnya ke Toroblis dalam rangka rihlah ilmu kepada Syaikh Husein Al-Jisri, seorang ulama yang termashur alim, terutama Sejarah Dakwah Rasyid Ridha Tokoh Pembaharuan Islam (Jurnalis Dan Pejuang Kehidupa. dalam Ilmu Kalam. Saat di sana ia bertemu dengan Muhammad Abduh1 yang ketika itu sedang berkunjung ke Toroblis. Kemudian Rasyid Ridho menyusul Abduh ke Mesir dan berkuliah di Al-Azhar, sejak itu Rasyid Ridho mendampingi gurunya sampai Muhammad Abduh wafat. Dari latar belakang keluarga yang sangat religius dan rihlah ilmunya tersebut, sampai ia mengikuti jejak sang guru, membuat penulis ingin menelusuri dan menyusun artikel tentang sejarah dakwah Rasyid Ridha seorang tokoh yang populer sebagai pembaharu Islam dan kiprahnya berdakwah melalui Al-Mannar dan perjuangannya dalam menegakkan agama berdasarkan ajaran Islam yang murni berdasarkan al-QurAoan dan sunnah maqbullah serta kepiawaiannya dalam menyatukan tali ukhuwah di antara negara-negara Islam yang sempat bertikai. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimana dakwahnya melalui Al-Mannar Bagaimana kiprahnya sebagai pejuang kehidupan Bagaimana memulihkan diplomatik ukhuwah Mesir dan Arab Metode Untuk memperoleh hasil penelitian, penulis menggunakan pendekatan yang relevan dengan penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode penelitian pustaka . ibrary researc. dengan membaca beberapa literatur tentang Rasyid Ridha, melalui beberapa sumber data seperti buku, e-journal, artikel media online dan sumber lainnya, kemudian menelaah, menganalisis literatur dan menulis serta mengolahnya menjadi sebuah artikel. Hasil dan Pembahasan Berdakwah melalui Al-Mannar pada Perang Dunia I Setelah gurunya wafat. Rasyid Ridha berkiprah di dunia jurnalis sebagai pimpinan majalah Al. -Mannar. Ia fokus berdakwah melalui tulisan, dan ketika itu ia mampu membuktikan bahwa pena lebih tajam daripada pedang, membelah dada dan pikiran. Muhammad Abduh adalah pengikut setia Jamaluddin Alfaghani tokoh pembaru . dunia Islam di belahan dunia Islam. Djarnawi Hadikusuma. Aliran Pembaruan Islam: Dari Jamaluddin alAfghani hingga KH. Ahmad Dahlan, (Yogyakarta: SM, 2. Masnur Kasim. Muhammad Rasyid Ridha (Antara Rasionalisme & Tradisionalism. : Jurnal Pemikiran Islam: Vol. No. Juli-Desember http://ejournal. id/index. php/Anida/article/viewFile/321/304 Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 mengisi kesadaran dan kemantapan iman. 3 Ia piawai menganalisa dan mengupas peristiwa negara serta kemelut yang melanda umat Islam dengan negaranegara barat. mampu menarik perhatian dan membangkitkan semangat kemerdekaan para muslim berbasis ajaran Islam yang murni. Tulisan-tulisan Rasyid Ridha mampu menggelorakan perjuangan kaum nasionalis untuk memerdekakan diri dari pengaruh Inggris yang selalu intervensi pada urusan negara-negara Islam. Negara Islam yang kala itu termasuk lemah dan merosot kekuasaannya adalah Turki, padahal sebelumnya puncak kejayaan Turki sampai ke Hongaria dan sebelah utaranya berbatas dengan Polandia, namun serangan dari pintu barat berhasil dikepung oleh negara Barat dan memukul mundur tentara Turki hingga akhirnya Turki kehilangan Hongaria. Slavenia. Rumania dan lain-lain. Kekuatan Turki masih bertahan di dataran Eropa pada akhir abad ke-18. Pada abad ke-19 terutama selama pemerintahan Sultan Hamid, kerjaan itu bertambah lemah. Kelemahan itu dikarenakan para sultan-sultannya yang berkedudukan sebagai khalifah tidak berlaku adil terhadap negara-negara Islam yang bernaung di bawah Kewibawaan mereka labil, sehingga apabila ada sengketa dan persoalan lainnya. Inggris atau Prancis ikut andil mencampuri urusan tersebut. Intervensi negara-negara Barat terhadap Kerajaan Islam ketika itu berhasil merampas satu demi satu daerah kekuasaan Islam, contohnya Muhammad Ali, pendiri Daulat Mesir yang pernah menduduki Syria dan sebagian Jazirah Arab diadu domba kemudian daerahnya dirampas. Al-Jazair yang ditaklukan Turki pada tahun 1519, akhirnya jatuh ke tangan Prancis pada tahun 1830. Tunis direbut Prancis tahun 1882. Tripoli yang takluk pada Turki tahun 1521 akhirnya dirampas oleh Italia pada tahun 1912. Mesir yang takluk pada Sultan Salim direbut oleh Inggris tahun 1517. Pulau Kreta diambil oleh Yunani tahun 1912 menyusul satu tahun kemudian Inggris merebut pulau Siprus. Semua wilayah Kerajaan Islam ini dikeroyok dan direbut dari segala penjuru oleh negara-negara Barat. Kelemahan dan kemerosotan di Turki menimbulkan rasa cemas di kalangan perwira-perwira Turki, merasa ditindas Sultan dan tidak mendapat keadilan akhirnya mereka membuat gerakan kekuatan di kalangan tentara yang bernama Ittihad ve Tuirraki Fauzan Iman. Muhammad Rasyid Ridha Sejarah Dan Pemikirannya: AL Qalam: Vol. No. (Januari-Maret https://media. com/media/publications/282862-muhammad-rasyidridhasejarah-dan-pemiki-794a88e9. Djarnawi, ibid, hlm. Sejarah Dakwah Rasyid Ridha Tokoh Pembaharuan Islam (Jurnalis Dan Pejuang Kehidupa. (Panitia Pencipta Persatuan dan Kemajua. , dikomandoi oleh seorang perwira yang pernah menjabat atase Milter di Berlin yaitu Anwar Bey dan Letnan Kolonel Niyazi yang banyak pengalaman dalam pertempuran, memaksa Sultan menerima Undang-Undang Dasar Negara dan mereka berhasil menduduki Istanbul. Pada tahun 1908 Sultan Abdul Hamid akhirnya Auterpaksa harus menerima sesuatu yang dulu pernah ditolakAy bahkan menghukum Jamaluddin Al Afghani yang mengusulkannya, yaitu membentuk Dewan Perwakilan Rakyat. Apa yang telah diperingatkan Jamaluddin Al-Afghani menjadi kenyataan. Rakyat yang kecewa menggulingkan kekuasaannya karena rakyat tidak mendapat kebebasan, keadilan dan hak Kekalahan beruntun dialami oleh Kerajaan Turki walau perlawanan sudah dipertahankan oleh Anwar Bey dan Mustafa Kamal. Turki akhirnya terpaksa menyerahkan Tripoli dan Benghazi yang berada di wilayah pantai utara Afrika ke tangan Italia. Tahun 1912. Kemudian negara-negara Balkan juga menyerang Turki dan merebut Solanika. Pada tahun 1913 Bulgaria mengepung kota Andrianopel, pemerintah Turki menyusulkan perdamaian, dan bersedia menyerahkan Andrianopel. Namun Anwar Bey pimpinan Ittihad ve Turki menyanggah keputusan tersebut dan mengambil alih pemerintahan serta berhasil merebut kembali Andrianopel dan Athena pada tahun 1913. Ini adalah sejarah keadaan Turki sebagai Kerajaan Islam ketika memasuki gerbang perang Dunia I. Perang yang membuat negara-negara Islam pecah berpuingpuing, diadu dan digempur oleh negara-negara barat yang merasa kawatir pada kekuatan ajaran Islam. Hal inilah yang dicermati oleh Rasyid Ridha dalam tulisannya di majalah AlMannar. Ia juga sering mengangkat buah pikiran Syaikhul Islam Taqiyuddin Ibn Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab yang menentang segala macam bidAoah, khurafat dan tahayul. Tulisan itu berhasil menggugah hati pembacanya untuk mentajdidkan pemahaman kaum muslimin sendiri kepada ajaran Islam. Pejuang kehidupan Taqiyuddin Ibn Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab merupakan tokoh yang menginspirasi Jamaluddin al-Afghani untuk memulai perjuangannya. Debut jurnalistik Al Mannar mengangkat sejarah perjuangan dakwah Jamaluddin dan Muhammad Abduh yang meneruskan dua Imam tersebut, yaitu Taqiyuddin Ibn Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab. Sehingga pembaruan itu mengalir dari Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 generasi ke generasi selanjutnya. Itulah yang menjadi harapan Rasyid Ridha, agar semangat pembaruan terus mengalir sepanjang sejarah, sesuai dengan situasi dan kondisinya berdasarkan ajaran Islam yang murni. Taqiyuddin Ibn Taimiyyah dilahirkan di Harran Syria, 10 Rabiul Awal 661 H. dibesarkan dalam kondisi peperangan, sebab saat itu tentara Hulagu yang menguasai negeri itu terlibat perang melawan tentara Mamluk dari Mesir. Namun demikian, ia masih sempat belajar dengan ulama-ulama di Mesir, dan ia termasuk orang yang cerdas, memiliki ilmu yang luas dan ketajaman berpikir. 5 Sejak usia 20 tahun ia terbilang alim dan disegani, ilmunya luas dan mendalam, sifatnya tegas dan konsekuen. Kendati ia mengikuti Imam Ahmad bin Hanbal, tetapi ia rasional dan tidak terafiliasi dengan mazhab Imam Ahmad serta tidak terkekang dengan taqlid dan kultus. Ia juga seorang pejuang yang pemberani saat mengusir tentara Mongol dalam suatu peperangan di Syria Damaskus. Suatu ketika ia pernah dipenjara selama lima bulan karena ia pernah mengajar dan memberikan fatwa-fatwa yang dianggap membuat onar dan menyalahi Mazhab Syafii yang resmi dianut oleh pemerintah. Kemudian tahun 1326 ia dipenjara lagi atas dasar fitnahan musuh-musuhnya. Selama dalam penjara pikirannya tetap produktif melahirkan karya keilmuan dan fatwa-fatwa yang tajam, sehingga ia mendapat siksaan jasmani yang amat berat. Tetapi kondisi tersebut tidak membuatnya gentar, walaupun meja dan alat tulisnya di-sweping dari ruang penjaranya. Kesedihan menutupi relung hatinya hingga ajal menjemput pada tanggal 29 September 1329 M. Ia dijuluki Syaikul Islam pertama dan memiliki murid yang terkenal dan ber-mulazamah kepadanya sampai akhir hayatnya, yaitu Imam Ibnu Qayyim AL- Jauziyyah. Karya yang ditinggalkannya berpuluh-puluh kitab, di antaranya merupakan fatwa-fatwa dalam Ilmu Tauhid. Ibadah. Akhlak dan Hukum Islam termasuk tentang siyasah dan kenegaraan berjudul AsSiyasatu As-Syariyyah. Sosok Ibn Taimiyyah telah mewarisi sifatnya kepada tiga ulama besar, yaitu keteguhan dan ketegasan hatinya diwariskan kepada Muhammad bin Abdul Wahab dan Jamaluddin Al Afghani. Keluasan ilmunya diwariskan pada Muhammad Abduh. Ketekunannya dan keahliannya dalam menulis telah diwarisi oleh Rasyid Ridha. Lailan Rafiqah. AuKonsep Ibnu Qayyim AL-Jauziyyah Tentang Perlindunagn Hak Anak Dalam KeluargaAy Disertasi Doktor. Hukum Keluarga. Universitas Islam Negeri Suska Riau, 2020. Djarnawi, ibid, hlm. Sejarah Dakwah Rasyid Ridha Tokoh Pembaharuan Islam (Jurnalis Dan Pejuang Kehidupa. Sebagai seorang ulama dan pejuang. Rasyid Ridha juga berprofesi sebagai pengarang, penulis wartawan, dan politikus yang cermat, tidak jauh beda dengan gurunya. Muhammad Abduh, kitab-kitab karangannya banyak, di antaranya: . Tarikh Ustadz Al-Imam, yaitu riwayat gurunya. Muhammad Abduh, terdiri dari tiga jilid tebal. Dzikra Maulidin Nabi, yaitu riwayat Nabi Muhammad saw, disusun dan dibaca dalam satu peringatan Milad di Mesir. Al-Wihdah Al-Islamiyah, tentang persatuan umat Islam. Syubuhatu An-Nashara wa Hujjatu Al-Islam, menerangkan tentang kelemahankelemahan itikad agam Masehi yang bersumber kepada Injil. Al-Khilafah aw AlImamati Al-Qubra, tentang khalifah umat Islam. Al Nida ila Jinsi Al-Lathif, tentang Tauhid. Al-Wahyu Al-Muhammady, menerangkan secara ilmiah tentang bukti kebenaran wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw dan menolak serangan sarjanasarjana Barat kepada Islam. Tafsir Al-Mannar, yaitu tafsir Muhammad Abduh sebanyak 10 juz kemudian diteruskannya hingga juz 12. Rasyid Ridha dengan majalahnya. Al-Mannar terus mengikuti perkembangan pecahnya Perang Dunia I di Jazirah Arab serta terpecah-pecahnya kerajaan Islam menjadi beberapa kerajaan kecil, seperti tanah Hijaz yang berkedudukan di Mekah, wilayah Nejed yang terbagi menjadi dua yaitu kekuasaan di Hail dan di Riyad, serta upaya untuk memerdekakan Arabia dan Turki, sampai kabar bahwa Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan yang ditanggung Turki. Inggris ingkar janji malah mengadakan perjanjian dengan sekutunya. Prancis dan Inggris membagi-bagikan daerah taklukannya, yaitu: Turki. Iraq. Mesopotamia, dan Palestina untuk Inggris. Syria dan Libanon untuk Prancis. Pasca Perang Dunia I berakhir. Inggris berada di situasi baru di Mesir, dengan munculnya seorang pemimpin baru, yaitu SaAoad Zaghul Pasya, dahulu ia murid dan pengikut Jamaluddin AL-Afghani dan karib Syaikh Muhammad Abduh seorang ahli hukum yang mendapat dukungan penuh dari rakyat sehingga namanya menjadi tenar. Zaghul memulai perjuangannya dengan startegi co-operation dengan Inggris. Ketika itu Inggris berjanji bahwa setelah perang dunia usai, semua negara yang berada di bawah perlindungan Inggris akan dijamin hak azasinya untuk mengatur diri sendiri atas dasar national self-determination. Inilah yang mengobarkan semangat kemerdekaan di Mesir. Namun setelah merasa kuat dengan support system dari masyarakat. Zaghul mulai bertindak keras, hingga akhirnya ia ditangkap dan dibuang bersama kawankawannya ke Malta pada tanggal 8 Maret 1919. Efek dari penangkapan tersebut terjadi huru hara yang Ibid, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 dilancarkan oleh rakyat, terutama dari kalangan mahasiswa hingga semua hubungan ke Kairo terputus. Tetapi tidak lama kemudian Zaghul dibebaskan. Pada tanggal 29 Desember 1921 Zaghul ditangkap dan dibuang lagi ke Sailan. Keadaan tersebut membuat Mesir hangat kembali dan akhirnya terpaksa Inggris memulangkan Zaghul ke Mesir dua tahun kemudian. Pada tanggal 27 Januari 1924 Raja Fuad membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilihan umum. Pada pemilu tersebut Zaghul memperoleh suara terbanyak dan akhirnya menjabat sebagai Perdana Menteri. Rasyid Ridha bersama Zaghul tidak tinggal diam tatkala Mac Mahon . omisaris tinggi Inggri. mengingkari janjinya kepada Syarif Husein . emimpin Hijaz yang berkedudukan di Mekka. Dengan ketajaman penanya ia mencela sikap Inggris di AlMannar. Pada tahun 1912 ia bersama Zaghul yang baru kembali dari Malta dan Amir Syakib Arsalan, mengikuti Konferensi Negara-negara Islam di Geneva untuk memprotes tindakan Inggris dan memperkokoh cita-cita kemerdekan. Ia juga meendedikasikan dirinya untuk membantu perjuangan mencapai kesatuan Negar Arab Merdeka pada tahun 1924 ketika Ibnu SuAoud memasuki Mekkah. Pada tahun itu juga melalui tulisaannya di Al-Mannar ia memblow-up kepalsuan politik Inggris dengan memuat lengkap surat menyurat antara Syarief Husein dan Mac Mohon yang berisi janji Inggris kepada Syarief Husein yang tidak ditepati. Berita itu juga terpublish ke dalam bahasa Jerman dan dibicarakan dalam Oriental Seminar di Berlin. Pemulihan diplomatik ukhuwah Mesir dan Arab Pada suatu ketika sempat terjadi putusnya hubungan diplomatik antara Mesir dan Arab. Padahal dahulu kiswah atau kelambu KaAobah yang terbuat dari sutra hitam biasanya dikirim dari Mesir dengan dana kas Kerajaan Mesir. Kelambu KaAobah dan hadiah-hadiah lainnya yang dibawa di dalam Mahmal9 datang beriringan dengan jamaah haji dari Mesir yang diketua oleh amirul hajj. Hal itu sudah dimulai dari zaman pemerintahan Sultan Sulaiman sampai dengan masa pemerintah Muhammad Ali Pasya sekitar tahun 1920an. Ketika Kerajaan Mesir mengirimkan kiswah KaAobah pada tahun 1926 seperti biasanya, ada sesuatu yang tidak biasa, kala itu mereka membawa pengiring sejumlah tiga ribu tentara dan sempat terjadi lemparan batu dan tembak menembak hingga Ibid, hlm. Mahmal adalah tandu indah yang membawa kiswah atau kelambu KaAobah melalui jalan darat. http://w. id/berita/pvyari313/tradisi-pengiriman-kiswah-dari-mesir, diakses tanggal 31 Mei 2022 Sejarah Dakwah Rasyid Ridha Tokoh Pembaharuan Islam (Jurnalis Dan Pejuang Kehidupa. mengakibatkan tewasnya beberapa puluh orang baik dari penduduk Mekah maupun dari pengawal Mahmal serta jamaah haji. Hal ini karena tentara Mesir membunyikan terompet dan peralatan musik agar lebih semarak saat mereka telah sampai di Mina. Orang Arab dan Nejed tidak senang mendengar bunyi tersebut karena dianggap haram. Namun akhirnya keadaan bisa aman terkendali sebab Pangeran Fasial putra Ibnu SaAoud mendatangkan sejumlah laskar untuk mengamankan keadaan. Tatkala insiden itu terjadi Rasyid Ridha sedang berada di Mekah untuk melaksanakan ibadah haji dan menghadiri Muktamar Amal Islam atas undangan Ibnu SaAoud yang memimpin kota Mekah. Ia merasa sedih menyaksikan insiden yang terjadi sehingga hal itu menyebabkan putusnya hubungan diplomatik antara Mesir dan Hijaz. Akibat dari hal tersebut tradisi Mahmal berhenti selama sepuluh tahun dan hubungan kedua negara itu tidak harmonis. Segala ikhtiar dilakukan Rasyid Ridha untuk menyambung ukhuwah antara kedua negara tersebut, sehingga akhirnya ia mengajak putra mahkota Amir SaAoud untuk singgah ke Mesir setelah kembali dari lawatannya ke Eropa. Anjuran untuk memperbaiki hubungan dengan Mesir diterima oleh putra mahkota tersebut. Rasyid Ridha sangat berharap jalinan itu akan kembali harmonis, ia turut serta mengantar putra mahkota sampai ke Suez. Setelah ikhtiar ini berhasil. Amir SaAoud kembali ke Hijaz dan Rasyid Ridha pulang ke Kairo. Dalam perjalanan pulang itulah Allah Azza wa Jalla memanggilnya untuk menghadap kehadirat-Nya, ia wafat dalam keadaan husnul khotimah, sedang beramal dan berjuang membela Kalimah Allah dalam ketenangan jiwa sambil memegang al-QurAoan di tangan kanannya. Tugas mulia menyambungkan ukhuwah dua negara ini kelar. Ia dikaruniai Allah usia 72 tahun tepat pada tanggal 23 Jumadil Ula 1353 H/ 22 Agustus 1935 M, selama hayatnya ia menjadi seorang ulama yang tekun menuntut ilmu dan berjuang melalui karya tulisnya menyuarakan kebenaran, keadilan dan perikemanusiaan berdasarkan ajaran Islam yang murni. Menjelang wafatnya Rasyid Ridha sedang meneruskan Tafsir Al-Mannar . afsir Muhammad Abdu. , dan baru saja menyelesaikan tafsir Surat Yusuf ayat 101, yang artinya: AuWahai Tuhanku, sungguh Engkau telah karuniakan kepadaku kerajaan dan Engkau telah ajarkan kepadaku tentang rahasia dari banyak peristiwa. Wahai Tuhan yang menaungi segenap langit dan bumi Engkaulah Pelindungku di dunia dan kelak di akhirat, maka wafatkanlah aku di dalam Keislaman serta pertemukanlah aku di Surga kelak dengan orang-orang yang Shalih. Ay Doa yang termaktub dalam al-QurAoan tersebut Djarnawi Hadikusuma. Aliran Pembaharuan Islam, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 6 No. 2 Juni 2022 E-ISSN: 2828-5484 mengiringi akhir hidupnya, doa tersebut telah dikabulkan Allah, dan ditetapkan pada Setahun setelah kewafatannya, wakil Departemen Urusan Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia. Fuad Hamzah kunjungan ke Mesir untuk menandatangi pemulihan diplomatik dan persaudaraan dengan kerajaan Mesir yang disambut oleh Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Mustafa Nahas. Penandatanganan pemulihan diplomatik itu merekatkan kembali ukhuwah, setelah selama sepuluh tahun terjadi pertikaian dan kesalahpahaman di antara dua negara tersebut sehingga menyedihkan seluruh dunia Islam. Setahun setelah itu, kiswah KaAobah mulai dikirim lagi dari Mesir dengan Mahmal dan upacara seperti yang sudah dilakukan sebelumnya dengan diiringi oleh sekitar 10. jamaAoah Haji dari Mesir. Pemulihan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dengan Mesir merupakan salah satu ikhtiar dan jasa dari Rasyid Ridha, murid dari Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani yang tidak bisa dilupakan. Pemulihan diplomatik tersebut telah menyingkirkan awan sendu yang menyelimuti Jazirah Arab menjadi cerah kembali, love shines the world . inta menyinari duni. , ia telah menyelesaikan tugasnya. Meskipun Rasyid Ridha telah wafat, tetapi gagasan dan seruan Jamaluddin beserta Abduh sebagai reformis dunia Islam dengan gerakan tajdid . telah dikumandangkannya ke seluruh dunia, terutama ke dunia Timur. Iran. Afganistan. India. Malaya, dan Indonesia. Ia merupakan tokoh pembaharu . yang sangat berpengaruh di dalam sejarah perdaban Islam. Simpulan Rasyid Ridha adalah mujadid penerus Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh. Sebagai seorang penulis dan jurnalis pada majalah Al-Mannar ia memiliki analisa yang tajam dan kepekaan terhadap bentuk perpecahan dunia Islam. Sebagai seorang ulama ia berjuang membangkitkan semangat kemerdekaan para muslim dengan cahaya ajaran Islam yang murni. Ia adalah pejuang kehidupan, bukan pejuang keduniaan yang memandang dunia sebagai tujuan. Baginya hidup adalah amanat Allah, yang harus dilalui oleh setiap manusia dan harus dipertanggungjawabkan setelahnya. Kiprahnya terhadap kemanusiaan mampu mendamaikan persengketaan yang terjadi antara Mesir dengan Arab, kemudian memulihkan silaturahmi di antara negara-negara Islam dan mendedikasikan dirinya untuk membantu perjuangan mencapai kesatuan Negara Arab Sejarah Dakwah Rasyid Ridha Tokoh Pembaharuan Islam (Jurnalis Dan Pejuang Kehidupa. Merdeka Sejarah dakwah Rasyid Ridha sebagai tokoh pembaharuan Islam kini telah menggema sampai ke Indonesia. Referensi