Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Perancangan Desain Kemasan Telur Asin Mang Bo'ok sebagai Strategi Branding dan Peningkatan Daya Saing Produk Nugraheni Djamal1*. Sadam Alamsyah2. Andien Husnul Chotimah3. Luthfiya Maharani4 . Fatimah Aulia Rahmah5. Ikbal Fauzan6 1,3,6Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Serang Km. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten 42162 2Program Studi Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Serang Km. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten 42162 4Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial Politik Dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Serang Km. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten 5Program Studi Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial Politik Dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Serang Km. Drangong. Kec. Taktakan. Kota Serang. Banten 42162 Email : nugraheni. djamal@gmail. ABSTRAK Mang Bo'ok adalah pelaku usaha rumahan yang setia memproduksi telur asin dari Serang. Banten. Produk khas ini sebenarnya memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh daerah, namun kurang menonjol karena tidak memiliki kemasan yang menarik atau informatif. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang kemasan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merepresentasikan identitas lokal secara visual. Proses desain dilakukan menggunakan Canva dengan pendekatan sederhana, sedangkan media kemasan berupa kotak karton dibeli daring seharga Rp1. 500 dan dilengkapi stiker label seharga Rp500 per lembar. Hasil akhirnya adalah kemasan baru dengan visual khas Banten, yang lebih menarik dan memudahkan promosi produk di pasar lokal maupun digital. Kata kunci: Branding, desain kemasan, khas Banten, produk lokal, telur asin ABSTRACT Mang Bo'ok is a home based producer of salted eggs in Serang. Banten. Although the product holds potential as a regional souvenir, its plain and unattractive packaging weakens its market appeal. This project aimed to redesign the productAos packaging with a focus on local identity and functionality. Using Canva, the design was kept simple yet meaningful, supported by online-purchased boxes (IDR 1,. and label stickers (IDR 500 eac. The result is a new package featuring BantenAos cultural touch, making the product more attractive and easier to promote both offline and online. Keywords: Branding, packaging design. Banten identity, local product, salted eggs SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Di era ekonomi kreatif, produk makanan tradisional Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar sebagai warisan budaya yang memiliki nilai jual Salah satu contohnya adalah telur asin, yang merupakan produk kuliner umum dengan masa simpan yang lama dan cita rasa yang khas, menjadikannya produk yang populer di pasar makanan olahan. Seiring dengan bertumbuhnya industri makanan, hal ini menghadapkan pelaku usaha pada lingkungan persaingan yang semakin ketat dalam hal kualitas produk dan strategi pemasaran yang inovatif. Kemasan yang sebelumnya digunakan sebagai pelindung produk kini telah menjadi alat komunikasi visual yang persuasif, yang berperan penting dalam membentuk persepsi konsumen dan (Setiawardhani, 2. Dalam konteks ini. Media pencitraan merek dan alat penting untuk membedakan produk, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) (Ningrat, dkk. , 2. Mang BoAook atau Pak Kamsuri merupakan pelaku usaha rumahan dari Serang. Banten yang secara konsisten memproduksi telur asin dengan cita rasa khas dan kualitas yang terjaga. Produk ini telah memiliki pasar lokal yang stabil namun masih menghadapi kendala dalam mengembangkan dan menjangkau pasar yang lebih luas, karena masih dikemas secara sederhana, hanya menggunakan plastik bening atau hitam tanpa identitas atau label. Jenis kemasan ini biasanya standar dan serupa dengan produk pesaing menimbulkan perbedaan besar di benak Dalam persaingan di industri makanan yang semakin kompetitif, kemasan merupakan elemen penting yang tidak dapat diabaikan. Konsumen masa kini tidak hanya membeli berdasarkan rasa, tetapi juga memperhatikan tampilan dan citra produk (Kotler dan Armstrong. Maka dari itu, persoalan kemasan yang dihadapi Mang BoAook bukan sekadar persoalan estetika, melainkan menyangkut daya tarik pasar dan keberlanjutan usaha. Pada suatu produk, pemilihan warna, bentuk, dan informasi pada kemasan dapat secara langsung memengaruhi minat beli konsumen, karena kemasan yang menarik secara visual bukan hanya meningkatkan daya tarik, tetapi juga membangun citra produk di mata konsumen (Darvinna, dkk. Kemasan dengan daya visibilitas tinggi dan daya tarik emosional yang kuat dapat meningkatkan persepsi nilai dan kepercayaan terhadap produk (Fadjri, dkk. Hal ini sejalan dengan tujuan perancangan kemasan telur asin Mang BoAook, yaitu menguatkan kesan lokal, kesegaran produk, serta daya saing di Hal ini sangat relevan karena produk ini merupakan bagian dari kekayaan Banten ditampilkan dengan cara yang lebih menarik dan informatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk menerapkan pendekatan desain kemasan yang sederhana dan strategis guna meningkatkan nilai jual dan daya saing produk kuline khas Banten, yaitu telur asin Mang BoAook. Desain ini dikembangkan dengan memadukan unsur visual, nilai budaya lokal, dan strategi pemasaran modern yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen masa kini. Tujuan utamanya adalah menciptakan kemasan yang tidak hanya estetis, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mendorong pembelian di pasar tradisional maupun digital. Melalui perpaduan diharapkan dapat meningkatkan persepsi profesionalisme, memperluas jangkauan pasar, serta memposisikan Mang BoAook sebagai merek lokal yang kompetitif dan METODE PELAKSANAAN Metode pengabdian ini disusun secara terstruktur agar pelaku usaha, dalam hal ini Pak Kamsuri, dapat dengan mudah mengikuti alur pengembangan desain kemasan yang Tahapan kegiatan difokuskan pada keterlibatan langsung mitra usaha dalam seluruh proses, mulai dari identifikasi masalah hingga penerapan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 solusi desain kemasan. Setiap langkah disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan sumber daya mitra, dengan pendekatan sederhana namun berdampak nyata bagi peningkatan daya saing produk. Berikut adalah diagram alir kegiatan: Gambar 1. Diagram Alir Kegiatan Pengabdian Berikut ini adalah penjelasan dari diagram alir di atas : Identifikasi Masalah Tahap awal kegiatan ini adalah mengidentifikasi kendala utama yang kemasan yang kurang menarik dan Hasil survei menunjukkan bahwa produk telur asin masih dijual dalam kemasan plastik tanpa label atau identifikasi visual. Wawancara dan Observasi Selanjutnya dilakukan wawancara informasi dengan ihak mitra, yaitu Bapak Kamsuri, untuk menggali lebih dalam mengenai harapan, kebiasaan produksi, serta gambaran ideal yang Selain itu, observasi dilakukan untuk memastikan bahwa rancangan kemasan tetap praktis dan dapat digunakan secara efektif dalam kegiatan operasional sehari-hari. Perancangan Konsep Desain Setelah memahami kebutuhan mitra, tim menyusun konsep desain kemasan dengan mempertimbangkan identitas Banten. Referensi dikumpulkan dari motif batik yang khas, warna-warna alam, dan ikon budaya seperti mercusuar masjid agung Pembuatan Desain Kemasan Konsep yang telah disusun kemudian dituangkan dalam bentuk visual menggunakan aplikasi Canva. Desain dipahami dan dapat direplikasi oleh mitra di kemudian hari. Elemen yang dimasukkan antara lain: logo AuTelur Asin Mang BoAookAy, tagline AuKhas BantenAy, dan informasi produk dasar. Produksi Fisik Kemasan Setelah desain disepakati, proses produksi dilakukan menggunakan media kotak karton yang dibeli secara daring seharga Rp1. 500 per buah, serta stiker label cetak berukuran 17x4 cm seharga Rp500 per lembar. Proses produksi dilakukan bersama mitra agar mitra dapat melakukannya secara mandiri di kemudian hari. Uji Coba dan Evaluasi Produk diperkenalkan ke konsumen sekitar Evaluasi dilakukan melalui Pak Kamsuri kemudahan produksi, serta efektivitas desain terhadap penjualan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tentang desain kemasan telur asin "Mang Bo'ok" bertujuan untuk meningkatkan daya tarik konsumen dan daya saing produk di pasar oleh-oleh Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi pustaka dan studi dokumen yang hasilnya disajikan pada bagian berikut: Analisis Wawancara Proses dengan dua narasumber utama, yaitu Pak Kamsuri selaku pemilik usaha Telur Asin Mang BoAook dan salah satu pelanggan setianya. Bapak Nanda. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menggali lebih dalam mengenai latar belakang usaha, keunggulan produk, serta harapan terhadap tampilan visual kemasan. Pak Kamsuri Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 menjelaskan bahwa kemasan produk saat ini masih tergolong sederhana, hanya menggunakan plastik bening Konsumen lain. Bapak Filham, menyampaikan bahwa dirinya lebih tertarik pada produk dengan kemasan yang menarik secara visual dan memberikan informasi yang jelas, terutama jika produk tersebut akan dijadikan buah tangan. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pelaku industri dan konsumen memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya tampilan Mereka semua percaya bahwa merek yang kuat dan desain meningkatkan daya saing suatu produk dan membedakannya dari kompetitor. Sebagai menggunakan apliasi Canva yang juga dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku UMKM, karena memberikan kemudalah dalam menciptakan desain kemasan yang komunikasatif dan keahlian khusus di bidang desain grafis (Solviana. , dkk. , 2024, dan Arifin, dkk. Creative Brief Berdasarkan hasil wawancara, konsep mencerminkan nilai-nilai tradisional, cita rasa otentik, dan citra lokal Banten. Target pasar terdiri dari wisatawan dan konsumen lokal berusia antara 20 hingga 50 tahun, dan diferensiasi produk didasarkan pada cita rasa guruh dan teknik pengasinan tradisional. Elemen visual utama meliputi motif batik, bebek, dan ikon budaya seperti menara Masjid Agung Banten, serta penggunaan warna-warna cerah dan bersih untuk menarik konsumen. Studi Pustaka Dalam industri makanan olahan, desain kemasan memainkan peran penting dalam membentuk persepsi keputusan pembelian. Elemen visual seperti bentuk, warna, dan bahan tidak hanya melindungi produk, tetapi juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang mewakili nilai dan asal produk. Menurut Mufreni . , keterpaduan antara desain produk, bentuk fisik kemasan, dan jenis bahan yang digunakan. Ketiga unsur ini, jika dirancang secara sinergis, akan membentuk identitas visual yang kuat dan meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Penekanan pada citra produk sebagai satu kesatuan yang menciptakan kemasan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bernilai estetika dan komunikatif. Observasi dan Pengumpulan Data Observasi dilakukan terhadap produk kompetitor, kemasan telur asin di pasar tradisional, toko oleh-oleh, dan UMKM Hasil menunjukkan bahwa banyak produk belum memiliki ciri khas visual dan kesan eksklusif. Berdasarkan hal ini, dibuatlah desain kemasan berbentuk paper box dengan ilustrasi menara Masjid Agung Banten dan juga bebek dengan perpaduan warna dominan merah kecoklatan. Proses Desain Tahap pertama dalam membuat desain Sketsa merupakan gambaran awal yang diperoleh melalui pemikiran kreatif, dan menjadi fondasi awal dari proses desain. Karena berada pada tahap awal, hasil sketsa ini tentu belum sempurna dan masih bersifat kasar. Proses sketsa dilakukan secara bebas atau yang dikenal dengan istilah freehand atau manual di mana ide-ide melalui goresan tangan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 2. Sketsa Kemasan Mang Bo'ok Logo Logo Telur Asin Mang Bo'ok dirancang dengan gaya ilustratif yang menggabungkan unsur lokal dan identitas produk secara kuat. Di bagian Mercusuar Banten Lama, yang menjadi ikon khas wilayah asal produk, yaitu Serang. Banten Lama. Di depannya terdapat ilustrasi bebek sebagai representasi sumber telur asin, yang Warna-warna cerah dan elemen seperti padi, telur, bebek dan juga menara banten lama. Penempatan dua telur asin di latar belakang menegaskan identitas produk yang ditawarkan. Tipografi bergaya sederhana namun tegas digunakan untuk memudahkan keterbacaan dan memberi kesan Logo ini dirancang agar mudah dikenali, mengesankan keaslian produk rumahan, dan memperkuat kesan bahwa produk ini berasal dari tradisi lokal yang khas. Tipografi dan Warna Tipografi yang digunakan pada kemasan Telur Asin Mang Bo'ok menggabungkan dua jenis huruf yang saling melengkapi dalam membentuk identitas visual produk. Untuk nama merek Telur Asin Mang Bo'ok, digunakan font Abril Fatface yang Bentuk memberikan kesan tradisional, akrab, dan mudah diingat oleh konsumen. Warna utama dalam desain kemasan adalah merah marun dan kuning telur. Warna merah marun menciptakan kesan hangat, kuat, dan menggugah selera, sementara warna kelezatan dan kualitas dari produk telur asin itu sendiri. Kombinasi warna ini juga mencerminkan nilai tradisional profesional dan menarik secara visual. Logo Telur Asin Mang Bo'ok didesain secara ilustratif dengan gaya yang khas dan mudah dikenali. Elemen utama dalam logo adalah gambar Mercusuar Banten Lama, sebagai simbol lokalitas dan kebanggaan daerah Serang, serta ilustrasi bebek sebagai ikon dari bahan baku utama produk telur asin. Logo ini dilengkapi dengan ornamen daun, telur asin, dan percikan bintang yang memberi kesan segar, tradisional, dan bersih. Penataan elemen yang simetris serta bentuk lingkaran pada logo memperkuat kesan formal dan kepercayaan terhadap Logo ini secara visual efektif merepresentasikan karakter brand yang ramah, lokal, dan berkualitas. Gambar 4. Warna Logo Gambar 3. Final Logo Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 5. Warna Kemasan Kemasan Kemasan menggunakan bahan kotak karton yang bisa berisi 1o butir telur. Bisa di beli secara daring seharga Rp. Desain bentuk kotak dilengkapi dengan tutup flip top agar produk lebih aman dan menarik. Gambar 6. Kemasan Desain Kemasan Final Desain perpaduan antara unsur lokal dan modern, dengan pesan visual yang kuat dan informatif. Gambar 7. Rancangan Akhir Desain Sticker Kemasan Gambar 8. Rancangan Akhir Kemasan KESIMPULAN Kegiatan pengabdian ini berhasil merancang desain kemasan baru untuk produk Telur Asin Mang Bo'ok yang mampu memperkuat identitas visual sekaligus meningkatkan daya tarik Berdasarkan observasi, dan studi pustaka, terungkap bahwa kemasan lama kurang menarik dan kurang informatif, sehingga belum optimal mendukung nilai jual produk. Desain baru yang dibuat menggunakan Canva mengintegrasikan elemen lokal seperti ikon menara Banten dan ilustrasi bebek, dengan pemilihan warna dan tipografi yang komunikatif Kemasan berbahan paper box ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang kuat dan representatif, menampilkan nilai dan karakter khas Dengan demikian, desain ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta memperluas pasar Telur Asin Mang Bo'ok sebagai oleh-oleh unggulan yang menarik perhatian UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan pada LPPM Universitas Serang Raya atas dukungannya selama kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa 2025. Terimakasih juga kami ucapkan kepada Bapak Kamsuri sebagai pelaku pemilik UMKM AuTelur Asin Mang Bo'okAy yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA