Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENGARUH EDUKASI TERKAIT GINGIVITIS MELALUI STUDENTAL CARE BERBASIS WEBSITE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMPN 1 JIKEN THE EFFECT OF EDUCATION RELATED TO GINGIVITIS THROUGH WEBSITE-BASED STUDENTAL CARE ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE STUDENTS OF SMPN 1 JIKEN Rizqika Sufi Aini1. Trixie Salawati2. Nur Khamilatusy Sholekhah3 Prodi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. Jawa Tengah. Indonesia Prodi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. Jawa Tengah. Indonesia E-mail korespondensi: trixieabu@unimus. ABSTRAK Pendahuluan: Gingivitis merupakan inflamasi pada mukosa skuamosa atau gingiva atau jaringan lunak sekitar. Menurut Hasil Riskesdas Jateng Tahun 2018. Kabupaten Blora memiliki prevalensi gingivitis sebesar 13,18%. Salah satu penyebab tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut adalah terkait faktor perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas website Studental Care dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMPN 1 Jiken terkait Metode: Quasy experiment dengan pendekatan rancangan pre-post test design with control Jumlah sampel sebanyak 61 siswa, terbagi menjadi 30 siswa kelompok intervensi dan 31 siswa kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji Wilcoxon, menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi melalui website Studental Care dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan apapun. Simpulan: Website Studental Care terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait gingivitis. Kata kunci : Gingivitis, pengetahuan, website. ABSTRACT Introduction: Gingivitis is inflammation of the squamous mucosa or gingiva or surrounding soft tissue. According to the 2018 Central Java Riskesdas Results. Blora Regency has a gingivitis prevalence of 13. One of the causes of the high prevalence of dental and oral diseases is related to behavioral factors. This research aims to determine the effectiveness of the AuStudental CareAy website in increasing the knowledge of SMPN 1 Jiken students regarding Method: A quasi experiment with a pre-post test design and a control group approach. The total sample was 61 students, divided into 30 in the intervention group and 31 students in the control group. Results: The results of the Wilcoxon test showed that the intervention group experienced a significant increase in knowledge after being given education via the Studental Care website compared to the control group who were not given any treatment. Conclusion: The Studental Care website has proven to be effective in increasing students' knowledge regarding gingivitis. Keywords: Gingivitis, knowledge, website. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 sedangkan pada usia remaja 14 tahun sebesar PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut sering kali diabaikan oleh sebagian orang. Padahal gigi dan Penyebab gingivitis pada masa remaja mulut berperan sebagai pintu gerbang dari diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya kuman dan bakteri yang dapat yaitu faktor hormonal. Pada laki laki memiliki mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya. hormon testosteron dan perempuan memiliki Penyakit gigi dan mulut yang paling umum hormon estrogen dan progesteron. 7 Dengan ditemukan pada masyarakat yaitu karies gigi adanya peningkatan hormon estrogen dan . igi berluban. , gingivitis . adang pada gus. , progesteron sehingga mempengaruhi inflamasi serta infeksi pada jaringan periodontal. margin gingiva pada peradangan gingiva yang Menurut Hasil Riset Kesehatan Dasar biasa disebut puberty gingivitis. 6 Sedangkan (RISKESDAS) Nasional tahun 2018. Indonesia hormon testosteron berhubungan positif dengan menduduki peringkat kedua terkait penyakit Prevotella (P. ) intermedia dan P. Nigrescens gingivitis yaitu sebesar 96,58%. Pada tahun 2013 angka penyakit gingivitis sebesar 25,9%, gingivitis remaja. 7 Remaja perempuan lebih namun pada tahun 2018 telah meningkat menjadi 57,6%. dikarenakan remaja perempuan memulai masa Menurut hasil Riskesdas Provinsi Jawa pubertas 2 tahun lebih awal dibandingkan Tengah Tahun 2018. Kabupaten Blora memiliki remaja laki laki. 8 Keadaan gingivitis yang 13,18%. dibiarkan terus menerus akan semakin parah. Berdasarkan laporan rekapitulasi penjaringan kesehatan peserta didik di wilayah puskesmas penyangga gigi. Kondisi ini perlu diperhatikan Jiken Kabupaten Blora menunjukkan hasil bahwa SMPN 1 Jiken menduduki peringkat kedua terkait masalah untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut gingivitis sebesar 21,6%. harus sudah diajarkan sejak dini, sehingga Gingivitis dapat dialami oleh semua Idealnya kelompok umur, akan tetapi prevalensi dengan mengakibatkan perubahan dalam rongga mulut kelompok usia remaja yaitu sekitar 40-60%. Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan Penyakit gingivitis dapat mencapai puncaknya pada masa pubertas, yang biasa disebut dengan gingivitis pubertas. Masa pubertas merupakan pengetahuan dan sikap. 10 Beberapa penelitian fase perkembangan ketika seseorang berubah mengungkapkan bahwa perilaku memiliki peran yang besar dalam pemeliharaan kesehatan gigi 5 Gingivitis kronis ditemukan pada anak dan mulut. Perilaku yang kurang baik harus anak dibawah usia 12 tahun sebesar 80%, dirubah agar terbentuk perilaku kesehatan yang Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 11 Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik, maka diperlukan cara untuk kesehatan gigi dan mulut. , terutama gingivitis. penyampaian materi dan pesan kesehatan yang Dari hasil observasi tersebut didapatkan bahwa disebut sebagai promosi kesehatan. 7 dari 10 siswa pernah mengalami gingivitis Sebagian besar remaja yang mengalami dan tidak pernah diobati. Mereka beranggapan gingivitis tidak mengetahui bagaimana cara bahwa gingivitis bukanlah masalah yang serius menggosok gigi dengan benar. Oleh karena itu, dilakukan pemberian edukasi terhadap Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian ini siswa SMP mengenai gingivitis mulai dari penyebab hingga pencegahan dan perawatan AuStudental pengetahuan siswa SMPN 1 Jiken mengenai gingivitis pubertas. Edukasi diberikan kepada CareAy Gingivitis. seluruh siswa dan siswi SMPN 1 Jiken. Meskipun remaja perempuan lebih rentan METODE PENELITIAN mengalami gingivitis pubertas, namun remaja Penelitian ini menggunakan pendekatan laki laki juga perlu mendapatkan edukasi terkait Jenis penelitian ini yaitu quasy pencegahan gingivitis, sehingga semua remaja eksperiment, dengan pendekatan rancangan pre- post test design with control grup. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan penyuluhan menggosok gigi yang sesuai standar kesehatan. AuStudental CareAy, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan menyebarluaskan berbagai infromasi terkait Penelitian sebelumnya pada siswa Data hasil kuesioner diberi skor dan SMA di Yogyakarta telah membuktikan bahwa menggunakan uji Univariat dan Bivariat. Uji informasi yang disampaikan melalui media Univariat menunjukkan distribusi frekuensi website dapat meningkatkan skor pengetahuan yang terdiri dari jenis kelamin, usia dan tingkat dibanding pemberian edukasi menggunakan Sedangkan untuk Uji Bivariat 15 Saat ini platform digital seperti website menjadi sarana baru untuk melakukan promosi Wilcoxson dan uji Mann Whitney. Protokol dan komunikasi kesehatan yang dapat diakses penelitian ini dengan nomor 368/KE/12/2023 Kolmogorov-smirnov, telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Hasil studi awal pada siswa SMPN 1 Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang dan mereka tidak mengetahui apa itu penyakit Informed Consent . ormulir persetujua. telah gingivitis dan cara menjaga kebersihan gigi dan dimanapun dan kapanpun. Jiken Para Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Website Studental Care pada siswa yang menjadi kelompok eksperimen dengan menggunakan bahasa pemrograman dan setelah dilakukan pretest. Kemudian siswa termasuk jenis website statis, dimana informasi diberikan kesempatan untuk mengakses website dalam website tersebut menetap dan tidak dapat selama tiga hari. Pada hari keempat siswa diubah ubah. Sebelum dilakukan penelitian, website Studental Care telah dilakukan validasi peningkatan pengetahuan pada siswa. expert sehingga dapat digunakan dalam proses HASIL Website Studental Care dibagikan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Kelompok Kontrol n = 31 Karakteristik Responden Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Umur Kelompok Intervensi n = 30 Sebagian besar responden pada kelompok kontrol dan intervensi yaitu berjenis kelamin laki laki dan mayoritas berusia 13 tahun pada kedua kelompok. Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Terkait Gingivitis Kelompok Tingkat Pengetahuan Total Baik Cukup Kurang Kelompok Pretest Intervensi %) . %) . Posttest %) . %) . Berdasarkan hasil tabel 2 terdapat peningkatan pengetahuan yang baik. Setelah dilakukan Kelompok Kontrol Pretest Posttest intervensi, siswa yang memiliki pengetahuan menggunakan media website Studental Care. baik meningkat menjadi 23 siswa . %) dan Pada saat pretest terdapat 23 siswa . %) hanya sedikit siswa yang masih memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 7 siswa Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 . %). Pada baik pada saat pretest dan posttest yaitu 20 peningkatan siswa yang memiliki pengetahuan siswa . %) menjadi 27% . %). Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Pretest Posttest Kelompok Intervensi Variabel pKeterangan Pretest 0,002 Tidak Kelompok Normal Intervensi Posttest 0,022 Tidak Kelompok Normal Intervensi Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas (<0. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan Kolmogorov-smirnov Dikarenakan pretest kelompok Intervensi adalah 0. penelitian ini tidak terdistribusi secara normal (<0. sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Untuk data posttest menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Ranks. menunjukan bahwa nilai p-value pada hasil menghasilkan nilai p-value sebesar 0. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Perbedaan Pengetahuan Pretest dan Posttest Mengenai Gingivitis pada Kelompok Intervensi Pengetahuan Kelompok Intervensi Pretest-Posttest Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan tabel 4 hasil uji Wilcoxon pada perbedaan yang signifikan pada kelompok kelompok intervensi menunjukkan bahwa Z intervensi sebelum dan sesudah diberikannya hitung sebesar -4. 008 dan sig sebesar 0,000. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Pretest Posttest Kelompok Kontrol Variabel p-value Keterangan PRETEST Kelompok 0,017 Tidak Normal Kontrol POSTTEST 0,000 Tidak Normal Kelompok Kontrol Uji normalitas yang dilakukan pada kelompok pretest adalah 0. 017 (<0. sehingga dapat kontrol menunjukkan bahwa p-value untuk data disimpulkan bahwa data distribusi tidak normal. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Untuk data posttest menghasilkan p-value 0. normal, maka untuk mengetahui ada tidaknya (<0. Dengan demikian data yang peneliti perbedaan rata rata menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks. Tabel 6. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Perbedaan Pengetahuan Pretest dan Posttest Mengenai Gingivitis pada Kelompok Intervensi Pengetahuan Asymp. Kelompok Sig. Kontrol Pretest. Posttest Berdasarkan tabel 6 hasil uji Wilcoxon pada (>0,. , maka dapat disimpulkan bahwa tidak kelompok kontrol menunjukkan bahwa Z terdapat perbedaan hasil yang signifikan pada hitung sebesar -1. 151 dan sig sebesar 0,250 kelompok kontrol antara pretest dan posttest. Tabel 7. Hasil Uji Man-Whitney Perbedaan Efektivitas Edukasi Mengenai Gingivitis Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol MannWhitney U PretestPosttest Kontrol dan Intervensi Uji Man Whitney Asymp. Sig. -taile. bahwa informasi yang disampaikan melalui digunakan untuk membandingkan perbedaan efektivitas edukasi mengenai gingivitis pada Media website memiliki sifat dan kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Berdasarkan tabel 4. 8 diperoleh nilai Z sebesar sehingga website mampu digunakan sebagai -3,715 dan nilai Sig sebesar 0,000 dimana 0,000 media pembelajaran. < 0,05 , maka dapat disimpulkan bahwa Pada kelompok kontrol, hasil uji statistik pretest-posttest pengetahuan menunjukkan bahwa nilai mean kelompok kontrol dengan hasil pretest-posttest pada saat pretest sebesar 85,16 dan pada hasil kelompok intervensi. posttest sebesar 86,77. Hasil ini tidak terlalu signifikan, karena hanya terjadi kenaikan pada PEMBAHASAN diakumulasikan antara pretest dan posttest. pengetahuan pada kelompok intervensi, nilai Perubahan yang tidak signifikan ini terjadi mean pada saat pretest sebesar 77,5, dan karena pada kelompok kontrol tidak diberikan terdapat kenaikan yang signifikan menjadi 87 Berdasarkan pada hasil posttest. Hasil ini telah membuktikan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Berdasarkan Uji Man-Whitney KESIMPULAN DAN SARAN diperoleh nilai Z sebesar -3,715 dan nilai sig Berdasarkan hasil penelitian tentang 000 (< 0. , maka dapat disimpulkan efektivitas pemberian edukasi terkait gingivitis pretest-posttest melalui studental care berbasis website terhadap pretest-posttest tingkat pengetahuan siswa SMPN 1 Jiken kelompok intervensi. Hal ini menunjukkan Kabupaten Blora dapat disimpulkan bahwa bahwa edukasi melalui website memiliki pada kelompok intervensi digolongkan pada efektivitas yang lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai gingivitis. Dari membuktikan bahwa website AuStudental CareAy intervensi sebelum dan setelah dilakukan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pemberian edukasi melalui Studental Care bagi siswa setingkat SMP untuk menyampaikan Website terbukti efektif dalam upaya meningkatkan merupakan sebuah media yang dapat dijadikan pengetahuan siswa. Saran kepada pihak sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas belajar dapat mempertimbangkan inovasi dan metode siswa yang dapat diakses dimanapun dan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Pada Penggunaan bahan ajar yang kreatif penelitian selanjutnya dapat mengembangkan pengetahuan siswa yang menjadi kelompok website, website Studental Care Website AuStudental CareAy yang lebih menarik serta dapat ditambahkan permainan edukatif memanfaatkan internet yang berbentuk web. Edukasi melalui website Studental Care yang dapat menarik minat dan menambah pengetahuan siswa. mampu membantu meningkatkan pemahaman siswa terkait gingivitis karena informasi dalam website disajikan secara kreatif dan inovatif sehingga menarik minat siswa dan menjadi lebih bersemangat dalam menggali sebuah UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kepada siswa SMPN 1 Jiken yang telah bersedia berpartisipasi sebagai responden utama penelitian ini. Kepala puskesmas Jiken yang telah bersedia menjadi informan pendukung dalam penelitian, serta pihak pihak yang tidak dapat disebutkan satu Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 DAFTAR PUSTAKA