Cara Mengutip (Gaya APA): Aisyah Septia Ayuningtyas, dan Supianto. Analisis Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global pada Mata Pelajaran IPAS Fase B di Sekolah Dasar Kota Surakarta. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 504-510. : https://doi. org/10. 20961/ddi. Analisis Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global pada Mata Pelajaran IPAS Fase B di Sekolah Dasar seKota Surakarta Aisyah Septia Ayuningtyas1,dan Supianto2 PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: aisyahseptia@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: Pancasila Student Profile. global diversity. science subject. elementary school DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak The purpose of this research is to explain the Pancasila Student Profile with a global diversity dimension in the science subject of phase B The research method used is quantitative descriptive, this method describes based on accurate data obtained to obtain a detailed picture of the research domain. The analysis was carried out at Djama'atul Ichwan elementary school and Al Fattah Islamic elementary school in Surakarta city with a total of 202 students in phase B. The results showed that as many as 56% of students had global diversity values above average, while the remaining 44% of students still needed further guidance in instilling global diversity values in them. The conclusions of this study are mostly embedded in students who have been embedded in the value of global diversit. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Profil Pelajar Pancasila (P. menjadi haluan utama bagi perkembangan pendidikan di Indonesia seperti yang dimaklumatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 tahun 2020 tentang Rencana Strategis Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020-2024. Profil Pelajar Pancasila Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi berkontribusi dalam mengembangkan karakter peserta didik (Kiska et al. , 2. Sejak usia dini anak bangsa harus mengenal dan menerapkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi jati diri bangsanya (Lathifah et al. , 2. Profil Pelajar Pancasila (P. akan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis. Keenam nilai tersebut merupakan dimensi dari Profil Pelajar Pancasila yang mencerminkan identitas pelajar Indonesia berpedoman pada nilai-nilai Pancasila. Dimensi yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi dan arus globalisasi adalah dimensi berkebhinekaan global. Kekayaan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia menjadi anugerah yang harus disyukuri oleh warga negara Indonesia. Dimensi berkebhinekaan global mengedepankan pelestarian identitas budaya, menambahkan menerima perbedaan yang beragam, serta terbuka terhadap budaya lain (Patria & Abduh, 2. Dimensi berkebhinekaan global akan membentuk peserta didik yang mampu untuk menjaga keaslian jati dirinya, budayanya dan open minded terhadap budaya lain sehingga akan menumbuhkan sikap saling menghormati dan mengadaptasi budaya baru dengan tetap memperhatikan nilai-nilai luhur (Agustia et al. , 2024. Setiawan & Wiyarsi, 2. Mata pelajaran IPAS akan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial mereka (Marwa et al. Putranto et al. , 2. Mata pelajaran IPAS menjadi mata pelajaran yang penting karena membantu peserta didik untuk menganalisis serta memecahkan permasalahan yang ada di lingkungannya (Widayanti et al. , 2. Masalah Penelitian Implementasi dimensi berkebhinekaan global agar berjalan secara maksimal tentunya harus mencapai tahap evaluasi. Pendidik yang profesional melakukan tahap pembelajaran sampai pada tahap evaluasi (Anwar, 2. Evaluasi membantu peserta didik mengetahui capaian belajarnya. untuk peserta didik yang memperoleh hasil baik dia akan merasa puas atas prestasinya sehingga meningkatkan motivasi belajarnya, dan untuk peserta didik yang memperoleh hasil kurang baik evaluasi akan dijadikannya sebagai introspeksi diri untuk meningkatkan prestasinya (Suardipa & Primayana, 2. Pelaksanaan evaluasi secara berkala mampu menentukan capaian dari keberhasilan Profil Pelajar Pancasila di sekolah. Tahap ini masih sering disalah artikan oleh para guru (Maharani et al. , 2. Keadaan Terkini Penelitian Peneliti menggunakan self-assessment karena self-assessment melibatkan peserta didik secara langsung dan bertanggung jawab dalam penilaian (Susanto. Penelitian terdahulu menunjukkan belum banyak variasi dalam penggunaan instrumen penilaian profil pelajar pancasila dimensi berkebhinekaan global, terutama penilaian diri (Jadidah et al. , 2024. Uyun et al. , 2023. Hastuti et al. , 2. Hasil dari penilaian diri dapat membuat peserta didik menjadi lebih sadar akan karakter dirinya sendiri setelah terlibat langsung dalam proses penilaian. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penilaian Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS fase B. Penelitian terdahulu menunjukkan belum banyak variasi dalam penggunaan instrumen penilaian profil pelajar pancasila dimensi berkebhinekaan global, terutama penilaian diri. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menggunakan instrumen self-assessment yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam proses penilaian karakter, sehingga hasil penilaian menjadi lebih autentik dan Penelitian ini dilaksanakan di SD Djama'atul Ichwan dan SD Islam Al Fattah di Kota Surakarta dengan total 202 peserta didik fase B sebagai responden. METODE Metode penelitian yang peneliti gunakan yaitu metode penelitian kuantitatif jenis Metode penelitian ini mendeskripsikan berdasarkan data akurat yang diperoleh untuk memperoleh gambaran mengenai ranah penelitian dengan detail (Yusuf, 2016, hlm. Penelitian ini mendeskripsikan Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS fase B. Penilaian dilakukan di SD DjamaAoatul Ichwan dan SD Islam Al Fattah di Kota Surakarta. Sampel tersebut dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dimana pemilihan unit sampling didasarkan pada segmen populasi yang memiliki informasi paling banyak tentang karakteristik yang diminati (Guarte & Barrios, 2006, hlm. Kedua SD tersebut diminati peneliti karena memiliki penanam nilai berkebhinekaan global dan jumlah peserta didik banyak. Data nilai dari penilaian kemudian peneliti olah untuk mendapatkan nilai mentah peserta didik, rata-rata, dan simpangan baku. Pengolahan data tersebut digunakan untuk membuat penilaian acuan normatif. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan tingkatan hasil belajar peserta didik menggunakan kriteria penilaian sangat baik sampai kurang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu self-assessment hasil pengembangan dari elemen dan indikator dimensi berkebhinekaan global di bawah ini. Table 1. Elemen dan Indikator Dimensi Berkebhinekaan Global Elemen Mengenal dan menghargai budaya Komunikasi dan interaksi Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman Berkeadilan sosial HASIL Indikator Membuktikan identitas budaya Mengaitkan pengetahuan budaya dengan Menunjukkan sikap hormat terhadap Bertindak ekspresif untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran Berpartisipasi dalam interaksi sosial antar Menerima perbedaan yang dimiliki teman Memperhatikan ciri khas yang dimiliki Mempertahankan kerukunan dalam Menunjukkan keadilan dalam tindakan Mendiskusikan keputusan bersama Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Peneliti melakukan penilaian Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS fase B di Kota Surakarta dengan 202 responden. Setelah para responden mengerjakan instrumen kemudian skor yang diperoleh peserta didik kelompokkan menggunakan teknik penskoran penilaian acuan Berikut adalah penilaian acuan yang digunakan untuk mengkategorikan Profil Pelajar Pancasila peserta didik: Table 2. Penilaian Acuan Normatif Skor Kriteria X Ou 82 Sangat baik 82 > X Ou 74 Baik 74 > X Ou 62 Cukup X < 62 Kurang Berdasarkan penilaian acuan normatif dapat diketahui tingkatan dari Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS peserta didik fase B di Kota Surakarta untuk mendasari tindak lanjut evaluasi berdasarkan hasil yang didapatkan. Berikut disajikan tabel hasil analisis Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS peserta didik fase B di Kota Surakarta: Table 3. Distribusi Frekuensi dan Presentase Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global pada Mata Pelajaran IPAS Kriteria Frekuensi Persen (%) Sangat Baik Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel 3, peserta didik terbanyak berada di kategori baik dengan jumlah 79 orang . ,1%). Sebanyak 27 peserta didik . ,9%) berada pada kategori sangat baik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menanamkan seluruh elemen nilai berkebhinekaan global dalam dirinya. Peserta didik dengan kategori cukup berjumlah 66 orang . ,6%), hasil tersebut menunjukkan masih terdapat elemen dari nilai berkebhinekaan global yang belum ditanamkan di dalam dirinya. Sementara itu, sebanyak 30 peserta didik . ,4%) berada di kategori kurang sehingga membutuhkan pendampingan lebih lanjut PEMBAHASAN Berdasarkan hasil yang didapat Profil Pelajar Pancasila peserta didik di Kota Surakarta, dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS menunjukkan bahwa sebanyak 56% peserta didik memiliki nilai berkebhinekaan global di atas rata-rata, sedangkan sisanya yaitu 44% peserta didik masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam menanamkan nilai berkebhinekaan global di dalam diri mereka. Hasil ini menunjukkan bahwa dimensi berkebhinekaan global sudah tertanam dengan baik pada sebagian besar peserta didik sekolah dasar di Kota Surakarta. Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Dimensi berkebhinekaan global menjadi penting untuk ditanamkan pada diri setiap peserta didik mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (Susanti et al. 2024, hlm. Kolaborasi yang baik akan memaksimalkan pemahaman tentang berkebhinekaan oleh peserta didik (Permatasari et al. , 2023, hlm. Hasil yang baik pastinya didukung dengan pembiasaan atau penanaman karakter peserta didik di sekolah. Hasil penguatan nilai berkebhinekaan global dengan melibatkan berbagai mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap peserta didik (Jannah et al. , 2024, hlm. Maghfiroh & Umam, 2023, hlm. Rohyani et al. , 2024, hlm. Selain intrakurikuler dan ekstrakurikuler dimensi berkebhinekaan global juga dapat diperkuat melalui kegiatan kokurikuler. Penguatan dimensi berkebhinekaan global melalui kegiatan kokurikuler yaitu dengan pembiasaan melalui budaya sekolah seperti kegiatan 5S, kerja bakti, makan bersama, dan pergantian tempat duduk (Masitoh et al. , 2024, hlm. Mulai diimplementasikannya penanaman nilai berkebhinekaan sejak jenjang sekolah dasar akan lebih berdampak untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dimensi berkebhinekaan global akan membentuk peserta didik yang mampu untuk menjaga keaslian jati dirinya, budayanya dan open minded terhadap budaya lain sehingga akan menumbuhkan sikap saling menghormati dan mengadaptasi budaya baru dengan tetap memperhatikan nilai-nilai luhur (Rusnaini et al. , 2021, Makna dibalik disertakannya dimensi berkebhinekaan global adalah untuk menumbuhkan sikap toleransi karena keberagaman bangsa Indonesia, serta menjaga identitas asli bangsa dengan tetap menerima budaya global yang tidak bisa dihindari keberadaannya diantara budaya kita. Makna tersebut sangat berarti untuk negara Indonesia yang beragam dan plural serta datangnya arus globalisasi secara pesat dan terus menerus. Globalisasi mempengaruhi setiap dimensi di kehidupan berbangsa dan bernegara, penting untuk mempersiapkan para generasi penerus bangsa yang melek akan perubahan tanpa menghapuskan identitas asli dirinya. KESIMPULAN Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global pada mata pelajaran IPAS fase B peserta didik di Kota Surakarta menunjukkan hasil yang baik. Sebanyak 56% peserta didik memiliki nilai berkebhinekaan global di atas rata-rata, sedangkan sisanya yaitu 44% peserta didik masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam menanamkan nilai berkebhinekaan global di dalam diri mereka. Penanaman nilai berkebhinekaan global dilakukan melalui pembiasaan serta mengintegrasikannya dalam kegiatan pembelajaran dan diluar pembelajaran. Nilai berkebhinekaan global penting untuk ditanamkan agar peserta didik mampu untuk menjaga keaslian jati dirinya, budayanya, dan open minded terhadap budaya lain dengan tetap memperhatikan nilai-nilai luhur. Implikasi praktis dari penelitian ini yaitu penilaian yang dilakukan di sekolah tidak hanya berfokus pada penilaian kognitif saja tetapi juga secara eksplisit menanamkan dan mengevaluasi nilai afektif peserta didik. Implikasi teoritis indikator penilaian dapat digunakan untuk mengembangkan bahan evaluasi penilaian Profil Pelajar Pancasila dimensi berkebhinekaan global. Implikasi Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi kebijakan menyarankan perlunya alur penilaian yang jelas sehingga Profil Pelajar Pancasila peserta didik dapat terukur dan dievaluasi secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA