https://doi. org/10. 56552/jisipol. Solidaritas Sosial Antar Pedagang Kaki Lima di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang Ardi Putra, . Awan Setia Darmawan, . Vika Anissa Putri, . Endri Bagus Prastiyo. Alfi Husni Program Studi Sosiologi. Universitas Maritim Raja Ali Haji Program Studi Sosiologi. Universitas Muhamadiyah Malang Program Studi Sosiologi. STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang Email: endribagus@stisipolrajahaji. Abstract Relationships that can strengthen fellow individuals or groups require a sense of togetherness that arises in the soul of each individual so that a moral bond is formed between each individual. Street vendors are traders who mostly sell by using the roadside area. With the number of traders in Taman Batu 10 as many as 30 people, including 22 men and 8 women, the street vendors also have different ethnicities, namely Javanese. Minangkabau. Sundanese and Malay. One manifestation of this form of street vendor solidarity is providing assistance to assist with buying and selling transactions if one of the traders is going to perform prayers or has a momentary need. the Taman Batu 10 PKL community there is a structure, namely chairman, deputy chairman, treasurer and This research method was qualitative by interviewing 10 street vendors. The results of this research show that the solidarity that exists between street vendors in Taman Batu 10 is more dominant in organic solidarity than mechanical. Organic solidarity is a structured division of labor, where the street vendor community in Taman Batu 10 has a management structure which includes a chairman, deputy chairman, secretary and In giving punishment or sanctions it is restitutive, namely providing sanctions in the form of returning the situation to its original state. If there is a problem within the Taman Batu 10 PKL community, it will be resolved through deliberation. The feeling of dependency is high as street vendors need other traders to help them lend small money. Keywords: Solidarity. Street Vendor. Taman Batu 10 Abstrak Hubungan yang dapat mempererat sesama individu atau kelompok perlu adanya rasa kebersamaan yang timbul di dalam jiwa masing-masing individu sehingga terbentuk ikatan moral pada setiap PKL adalah pedagang yang kebanyakan berjualan dengan memanfaatkan area pinggir jalan Dengan jumlah pedagang di Taman Batu 10 sebanyak 30 orang yang diantaranya 22 laki-laki dan 8 perempuan, para PKL juga memiliki suku yang berbeda-beda yaitu Suku Jawa. Minangkabau. Sunda, dan Melayu. Salah satu wujud dari bentuk solidaritas PKL ini seperti memberikan pertolongan membantu transakisi jual belu apabila ada salah satu pedagang yang akan melaksanakan ibadah sholat atau sedang ada keperluan sesaat. Dalam komunitas PKL Taman Batu 10 terdapat struktur didalamnya yaitu ketua, wakil ketua, bendahara, dan seketaris. Metode penelitian ini kualitatif dengan mewawancari 10 orang PKL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solidaritas yang terjalin antar PKL di Taman Batu 10 lebih dominan kepada solidaritas organik daripada mekanik. Solidaritas organik yaitu pembagian kerja terstruktur, dimana komunitas PKL di Taman Batu 10 mempunyai struktur kepengurusan yang di dalamnya memilki, ketua, wakil ketua, seketaris, dan bendahara. Dalam memberikan hukuman atau sanksi bersifat restitutive yaitu memberikan sanksi berupa pengembalian kembali keadaan seperti semula. Jika ada masalah di dalam komunitas PKL Taman Batu 10 maka diselesaikan dengan musyawarah. Rasa ketergantungan tinggi sebagaimana para PKL membutuhkan pedagang lain untuk membantu mereka meminjamkan uang kecil. 138 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Kata Kunci: Solidaritas. Pedagang kaki Lima. Taman Batu 10 PENDAHULUAN Hubungan yang dapat mempererat sesama individu atau kelompok perlu adanya rasa kebersamaan yang harus timbul di dalam jiwa masing-masing individu sehingga mampu terbentuknya ikatan moral pada setiap individu. Maka dibutuhkannya solidaritas yang erat antar sesama, agar suatu tindakan atau tujuan dapat terlaksana dengan baik. Solidaritas merupakan suatu aspek struktur sosial yang harus ada dalam kehidupan bersosial. Bentuk solidaritas bisa berupa kesadaran bersama dalam suatu anggota kelompok atau individu yang saling memiliki hubungan sosial yang sangat erat, yakni dalam melakukan usaha secara bersama maupun individu. Berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutahan hidupnya secara mandiri, bentuk solidaritas sosial juga bisa berupa bentuk antar kelompok individu. Dalam meringankan beban, berbagi sumbangsi pemikiran sehingga solidaritas yang dibentuk semakin kuat dan erat terhadap kelompok-kelompok ataupun individu lainnya. Menurut Durkheim solidaritas merupakan perasaan saling percaya antara para anggota suatu kelompok atau komunitas. Kalau orang saling percaya maka mereka akan menjadi satu persahabatan, saling hormat- menghormati, terdorong untuk bertangungjawab dan memperhatikan kepentingan (Pin. Pin, 2020: . Menurut Soerjono Soekanto menyatakan bahwa solidaritas sosial merupakan kohesi yang ada antara anggota suatu asosiasi, kelompok, kelas sosial, kasta, dan antara berbagai individu dan kelompok, maupun kelas-kelas membentuk masyarakat, dengan bagianbagiannya. Pedagang kaki lima yang berada di Taman Batu 10 berjumlah 30 pedagang. Pedagan kaki lima yang berada di Taman Batu 10 memiliki jumlah cukup banyak. Ada sebagian pedagang yang berjualan di jam yang berbeda, namun hal itu tidak di permasalahkan oleh ketua pedagang kaki lima ataupun kepada anggota lainnya. PKL tersebut banyak menjual makanan ringan dan minuman dengan harga yang terjangkau sehingga banyak masyarakat yang datang untuk membeli makanan tersebut dan dapat meramaikan taman kota yang sudah dibangun oleh pemerintah khususnya Taman Batu 10 sehingga taman itu dapat digunakan, dengan demikian taman kota tidak terbengkalai begitu saja. Hubungan yang terjalin antara pedagang satu dan pedagang lainnya tidak hanya sebagai teman berdagang tetapi sudah seperti saudara. Dapat dibuktikan apabila ada keluarga dari pedagang yang mengalami musibah sakit atau meninggal, para pedagang berbondong-bondong memberikan empati dengan cara menjenguk ataupun melaksanakan takziah. Selain itu juga apabila ada yang mempunyai hajatan 139 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. seperti nikahan ataupun syukuran aqiqah maka pedagang lainnya juga mendapatkan undangan, tidak hanya di kalangan pedagang saja terkadang pemerintah kota Tanjungpinang juga mengundang para pedagang kaki lima yang berada di Taman Batu 10 untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peniliti merasa penting untuk meneliti tentang Solidaritas Sosial Antar Pedagang Kaki di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Solidaritas Sosial Antar Pedagang Kaki di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang. KAJIAN PUSTAKA Solidaritas Sosial Teori solidaritas menurut Emile Durkheim adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh sebuah masyarakat ataupun kelompok sosial karena pada dasarnya setiap masyarakat membutuhkan solidaritas. Kelompok-kelompok sosial sebagai tempat berlangsungnya kehidupan bersama, masyarakat akan tetap ada dan bertahan ketika dalam kelompok sosial tersebut terdapat rasa solidaritas diantara anggotaanggotanya. Sementara Paul Johson mengungkapkan bahwa solidaritas menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu atau kelompok yang didasarkan pada keadaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dengan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. Ikatan ini lebih mendasar daripada hubungan kontraktual yang dibuat atas persetujuan rasional, karena hubungan-hubungan serupa itu mengandalkan sekurang kurangnya satu tingkat/derajat consensus terhadap prinsip-prinsip moral yang menjadi dasar kontrak itu. Pengertian tentang solidaritas ini lebih diperjelas oleh Durkheim, yaitu perasaan saling percaya antara para anggota suatu kelompok atau komunitas. Kalau orang saling percaya maka mereka akan menjadi satu persahabatan, saling hormatmenghormati, terdorong untuk bertangungjawab dan memperhatikan kepentingan. Durkheim melihat bahwa masyarakat berkembang dari masyarakat sederhana menuju masyarakat modern. Salah satu komponen utama masyarakat yang menjadi perhatian Durkheim dalam perkembangan masyarakat adalah untuk solidaritasnya. Masyarakat sederhana memiliki bentuk solidaritas yang berbeda dengan bentuk solidaritas pada masyarakat modern. Paguyuban (Gemeinshcaf. dan Petambayan (Gesselschaf. Menurut Ferdinand Tonnies (Soerjono Soekanto, 2. , kelompok sosial dibagi menjadi dua tipe yaitu paguyuban . dan patembayang . Paguyuban merupakan bentuk kehidupan bersama, anggotanya mempunyai hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah, serta 140 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah di kotdratkan. Paguyuban terbagi dalam tiga tipe yaitu: paguyuban karena ikatan darah . emeinshcaft of bloo. , yaitu paguuyuban yang didasarkan pada ikatan darah atau ikatan keturunan diantara kelompok tersebut, misalnya keluarga, kelompok kekerabatan . Kedua adalah paguyuban karena tempat . emeinschaft of plac. , yaitu paguyuban yang didasarkan pada orang-orang yang mempunyai tempat tinggal yang berdekatan sehingga bisa selalu menghasilkan kerjasama atau gotong royong, misalnya adalah rukun tetangga, rukun warga , dan lain-lain. Jenis paguyuban yang ketiga adalah paguyuban karena perasaan jiwa, pemikiran, dan juga ideologi . emeinshcaft of min. , yaitu paguyuban yang terdirir dari orang- orang yang walapun tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggal yang berdekatan tetapi mempunyai jiwa, pemikiran, idealisme, dan juga ideologi yang sama, misalnya adalah organisasi garis keras, dan lain-lain. Patembayan . adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya berjalan dengan jangka waktu yang relatif pendek, dia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Contoh patembayan atara lain ikatan pedagang, ikatan guru, organisasi buruh pabrik, dan sebagainya. Pengertian Pedagang Kaki Lima Pedagang kaki lima (PKL) adalah para pekerja disektor informal yang banyak ditemui di perkotaan. PKL cenderung menempati lokasi yang tidak permanen dan tersebar hampir di setiap trotoar atau ruang-ruang AuterbukaAy yang bersifat umum. Sederhana dan umumnya masih bercirikan tradisional. Istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Peraturan pemerintah belanda pada waktu itu mentapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk pejalan kaki. Pedagang kaki lima pada umumnya adalah pekerjaan yang paling nyata dan paling penting di kota. Pedagang kaki lima di perkotaan mempunyai karakteristik dan ciri- ciri yang khas dengan sektor informasi sehingga sektor informal perkotaan sering diidentikkan sebagai pedagang kaki lima. Jenis Pedagang Kaki Lima Pedagang menetap, yang mana ini merupakan pedagang yang bersifat menetap pada suatu lokasi tertentu untuk berjualan, dimana para pembeli harus datang ketempat tersebut untuk membeli. 141 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. Pedagang semi menetap yaitu pedagang yang mempunyai sifat menetap sementara, apabila dagangannya tidak ramai maka pedagang keliling ketampat yang lain untuk mencari penghasilan yang lebih banyak. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pola solidaritas antar pedagang kaki lima di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan langsung dilapangan . ield researc. yaitu dengan beberapa pedagang kaki lima yang berada di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang. Dari mulai ruang lingkup pedagang kaki lima yang berada di dekat Taman Batu 10 kota Tanjungpinang . ang termasuk dalam komunita. UMKM. populasi dalam penelitian ini yaitu pedagang kaki di Taman Batu 10 berjumlah 30 pedagang. Sampel dalam penelitian berjumlah 10 orang informan dengan metode penarikan sampel Purposive sampling. Metode analisis data dengan menggunakan metode Miles dan Huberman (Sugiyono, 2013:246-. dengan tahapan pengumpulan data, penyajian data dan Verifikasi data. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini peneliti akan menguraikan serta menerangkan data dan hasil penelitian tentang permasalahan yang telah dirumuskan pada Bab I. Hasil dari penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara mendalam secara langsung kepada informan sebagai bentuk pencarian dan dokumentasi langsung di lapangan. Kemudian peneliti juga memakai teknik observasi sebagai cara untuk melengkapi data yang telah ditemukan. Gambaran identitas merupakan gambaran yang menjelaskan pemahaman terhadap hasil penelitian, sehingga dapat diambil suatu pertimbangan sebagaimana mestinya dengan harapan agar mendapatkan hasil menggambarkan fenomena di Dalam penelitian ini yang dijadikan informan adalah para pedagang kaki lima yang berada di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang. Pengambilan sampel dalam hal ini dilakukan terhadap pedagang kaki lima yang bergabung di lahan parkiran Dinas Perhubungan dan bersebelahan dengan Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang, adapun sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini berjumlah 10 pedagang yang berjenis kelamin 5 . orang laki-laki dan 5 . orang perempuan. Dengan latar belakang 1 . orang dengan jabatan ketua, 1 . orang dengan jabatan wakil ketua, 1 . orang dengan jabatan seketaris, 1 . orang dengan jabatan bendahara, 1 . orang dengan jabatan humas, dan 5 . orang dengan status anggota. 142 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. Solidaritas Mekanik . Kesadaran Kolektif Kuat Kesadaran kolektif merupakan suatu solidaritas sosial yang terkait pada individu-individu yang memiliki sifat-sifat yang sama dan menganut kepercayaan dan pola normatif yang sama pula. Kesadaran kolektif juga merupakan suatu konsensus . esepakatan bersam. masyarakat yang mengatur hubungan sosial di antara anggota masyarakat yang bersangkutan. Pada solidaritas mekanik, kesadaran kolektif menunjukkan pada totalitas kepercayaan dan sentiment bersama yang ratarata pada masyarakat yang sama dan didasarkan pada suatu tingkat homogenitas yang tinggi dalam kepercayaan, sentiment dan sebagainya. Solidaritas mekanik dapat terlihat dari penjelasan Ibu Mardawati . yaitu sebagai berikut: Au. Saya pernah di bantu sama pedagang disini pas saat buka jualan, kadang orang ini mau ngebantu karna belum ada yang beli jadi ya saling ngebantu lah satu sama lain. Kadang orang ini nitipkan jualannya sama saya kalau ada yang beli ya saya jualkan karna saya bisa, memang pedagang disini rata-rata bisa jualin lah (Wawancara 3 Maret 2. Ay. Pada keterangan informan menjelaskan bahwa, para pedagang kaki lima di Taman Batu 10 memiliki rasa kepercayaan satu sama lain. Kepercayaan merupakan salah satu faktor yang terpenting didalam sebuah kelompok, organisasi, atau Dimana bukti dari kelompok sosial yang mampu bertahan lama dan tetap Kepercayaan yang timbul dari para pedagang kaki lima di Taman Batu 10 adalah para pedagang saling memercayai satu sama lain. Para pedagang biasanya meminta bantuan dengan pedagang lain untuk membantu membukakan daganga mereka jika diperlukannya bantuan, kemudian menjaga daganganya sebentar karena pedagang tersebut sedang ada urusan atau pegi ke toilet dan pergi beribadah. Tanpa adanya rasa kepercayaan diantara para pedagang maka hal tersebut tidak mungkin Selain itu para pedagang juga saling meminjamkan uang kepada pedagang lain yang sedang membutuhkan, rasa kepercayaan yang sama adalah salah satu Selanjutnya pemaparan oleh informan Bapak Efendi . sebagai Au. Kami ada kegiatan kayak kemaren pergi ke trikora ngelakuin kegiatan family gathering, sambil piknik juga kami kan. Kegiatan itu kami lakuin ya kalo sama-sama mau si tergantung ni kalau pada setuju yaudah kami pergi sama-sama (Wawancara 5 Maret 2. Ay Dari keteranagn diatas arti gathering atau outing adalah kegiatan kumpul bersama yang ditujukan bagi perusahaan . mployee gatherin. atau keluarga . amily gatherin. namun sekarang dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat yang memiliki 143 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. perkumpulan atau kelompok sosial seperti pedagang kaki lima, mahasiswa, sekolah dan lain sebagainya yang di kemas dalam acara rekreasi, yang di lakukan dalam suasana yang menyenangkan dan disisipkan dengan beberapa bentuk games outbound, paintball, rafting, dan lain-laim, yang di sesuaikan dengan kegiatan program wisata yang bertujuan untuk membangun keakraban, kebersamaan antar individu. Tujuan utama dalam mengadakan gathering adalah untuk membentuk kebersamaan. Jika rasa kebersamaan sudah tertanam di masingAemasing individu maka akan ada rasa tanggung jawab, kepedulian, rasa setia kawan, dan saling membantu. Dengan demikian solidaritas pedagang kaki lima di Taman Batu 10 semakin erat dan tetap . Konsensus Terhadap Pola-Pola Normatif Penting Solidaritas mekanik memiliki konsensus terhadap pola-pola normatif penting, yang dimaksudkan disini adalah masyarakat memegang teguh pada nilai, norma, aturan yang berlaku. Mengacu pada sikap loyalitas dan kesetiaan seseorang terhadap kaidah atau aturan yang berlaku di lingkungan. Selanjutnya pemaparan oleh informan Bapak Arifin sebagai seketaris menjelaskan sebagai berikut. Au. Kami disini juga kerja sama kayak gotong royong membersihkan lahan ini itu dilakukan ya sebulan sekali kalau gak 2 kali, karena disini sudah ada yang membersihkan setiap hari dan tukangnya itu kami bayar pakai uang khas. Jadi gak tiap minggu kami gotong royong, ya gotong royong itu untuk sekalian ngumpul-ngumpul Kalo ga dateng gotong royong ada dendanya, itu Rp. 00,- ribu. Terus kami ada uang kas yang harus bayar tiap hari itu Rp. 5000 (Wawancara 3 Maret 2. Ay Pedagang kaki lima di Taman Batu 10 memiliki kesepakatan untuk membayar uang kas yang dilakukan seminggu sekali. Namun jika dicicil untuk setiap harinya itu juga tidak menjadi masalah bagi kesepekatan para PKL, pedagang harus membayar uang kas tersebut karena untuk kebutuhan para PKL seperti membayar uang kebersihan, uang listrik, air, jika ada yang sakit, tertimpa musibah, kemudian jika ada yang membuat hajatan dan lain sebagainya. Uang kas tersebut sangat dibutuhkan dalam kelompok pedagang, tujuannya juga untuk mensejahterahkan para pedagang kaki lima di Taman Batu 10. Pedagang kaki lima di Taman Bat 10 juga memiliki aturan agar tidak menjual dagangan yang sama, tetapi ada beberapa jenis pedagang yang sama namun hanya sedikit saja. Hal tersebut bertujuan untuk memperkecil persaingan antar PKL serta pendapatan yang bisa mereka dapatkan juga menjadi lebih besar dengan berbedanya dagangan yang mereka jual. 144 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. Solidaritas Organik Solidaritas organik merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks, yaitu masyarakat yang mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh saling ketergantungan antar bagian. Setiap anggota menjalankan peran yang berbeda, dan saling ketergantungan seperti pada hubungan antara organisme biologis. Bisa dikatakan bahwa pada solidaritas organik ini menyebabkan masyarakat yang ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya, karena adanya saling ketergantungan ini maka ketidakhadiran pemegang peran tertentu akan mengakibatkan gangguan pada sistem kerja dan kelangsungan hidup Keadaan masyarakat dengan solidaritas organik ini, ikatan utama yang mempersatukan masyarakat bukan lagi kesadaran kolektif melainkan kesepakatan yang terjalin diantara berbagai kelompok profesi. Hukum Restitutif Dominan Artinya hukuman dilaksanakan terhadap orang yang melanggar sesuatu perbuatan melawan hukum agar masyarakat kembali kepada keadaan semula. Hukum restitutif ini memiliki tujuan mengembalikan permasalahan pada keadaan Informan Bapak Budi (Anggot. Au. Jarang disini ada masalah karna kan sama-sama jualan, tapi kemaren pernah ada lah orang ini yang gak mau ngikuti aturan disini, terus langsung di tanyak baik-baik dan dibicarakan baik-baik alhamdulillah udah selesai lah masalahnya biar gak lama-lama juga itu masalahnya jadi cepet diselesaikan . awancara 6 Maret 2. Ay Informan diatas mengatakan bahwa di dalam komunitas pedagang kaki lima di Taman Batu 10 jarang mengalami konflik, jika ada konflik langsung diselesaikan agar tidak ada permusuhan dan terpecahnya antar anggota PKL. Bersifat Industrial atau Perkotaan Solidaritas organik bersifat industrial atau perkotaan dikarenakan pada sistem ini kurang menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku di masyarakat, apabila ada yang melakukan kesalahan maka melibatkan badan-badan kontrol sosial dengan hukuman restitutif atau mengembalikan permasalahan pada keadaan semula. Bentuk solidaritas organik dapat dilihat dari informan Bapak Beni selaku wakil ketua sebagai Au. Jumlah pedagang disini ada 30 dan ini gak boleh nambah lagi, bukan kami yang gak boleh tapi pemerintah. Kalaupun mau nambah pedagang lagi harus ada yang keluar dulu terus pedagang yang baru itu gak boleh jualan yang sama kayak kami disini dia harus beda . awancara 6 Maret 2. Ay Dari informasi diatas dapat dijelaskan bahwa pedagang di Taman Batu 10 maksimal hanya 30 pedagang tidak diperbolehkan bertambah lagi dikarenakan lahan 145 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. yang digunakan tidak begitu besar hanya cukup untuk 30 pedagang, sehingga pemerintah mengambil kebijakan tersebut. Tidak hanya itu jika ingin menambah pedagang lagi maka harus ada PKL yang keluar terlebih dahulu dan bentuk dagangannya harus berbeda dengan PKL yang sudah berdegang di lahan tersebut. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada bentuk persaingan yang terlihat dan pendapatan para PKL juga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbedanya jenis dagangan yang dijual. Pada komunitas pedagang kaki lima di Taman Batu 10 juga pernah mengalami konflik, yaitu konflik dengan pengurus komunitas pedang kaki lima yang tidak setuju dengan aturan yang disepaki oleh PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dalam bab ini penulis akan menarik kesimpulan dan memberikan saran mengenai Solidaritas Sosial Antar Pedagang Kaki Lima Di Taman Batu 10 Kota Tanjungpinang. Emile Durhkeim membagi solidaritas menjadi dua yaitu solidaritas mekanik dan organik, dalam hasil penelitian solidaritas yang terjadi pada PKL Taman Batu 10 yaitu solidaritas organic. Pembagian kerja terstruktur, dimana UMKM Taman Batu 10 mempunyai struktur kepengurusan yang di dalamnya memilki, ketua, wakil ketua, seketaris, dan bendahara. Dalam memberikan hukuman atau sanksi bersifat restitutif. Yang artinya dalam memberikan sanksi berupa pengembalian kembali keadaan seperti semula. Jika ada masalah di dalam UMKM Taman Batu 10 maka sanksi yang diberikan hanya di musyawarahkan saja dan di tanya secara baik-baik apa yang menjadi penyebab permasalahn itu terjadi. Rasa ketergantungan tinggi sebagaimana para PKL membutuhkan pedagang lain untuk membantu mereka meminjamkan uang kecil atau uang kembalian. UMKM Taman Batu 10 sudah ditentukan oleh pemerintah bahwa tidak ada lagi penambahan anggota. Jika ada penambahan anggota maka harus ada yang keluar terlebih dahulu dan dagangan yang dijual tidak diboleh sama dengan pedagang lain. Saran Berdasarakan hasil peneliitian ini ada terdapat beberapa saran yang dapat direkomendasikan diantaranya adalah : Diharapakan kepada para pedagang kaki lima dikawasan taman batu 10 agar dapt lebih meningkatakan lagi kekompakan dan rasa keleluargaan agar hubungan diantar pedagang dapat semakin harmonis. 146 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 5 | Nomor . Februari 2024 | (Hal. Diharapakan kepada para pedagang untuk tetap terus bisa menjaga hubungan interaksi yang baik diantara sesama pedagang di kawasan taman Diharapkan kepada pemerintah untuk tetap memberikan akses dan bantuan modal bagi para pedagang agar para pedagang kaki lima di kawasan taman batu 10 bisa semakin solid dan mampu mengembangkan usahanya. DAFTAR PUSTAKA