2297 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 EVALUASI MENTAL. KOGNITIF SERTA STATUS NUTRISI PADA LANSIA Oleh Wahyana Mujari Wahid1. Abdul Rahman2. Arimbi3. Poppy Elisano Arfanda4. Nurliani5 1,2Program Studi Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Makassar 3Jurusan Fisioterapi. Universitas Negeri Makassar 4,5Jurusan Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi. Universitas Negeri Makassar E-mail: 1wahyana. mujari@unm. Article History: Received: 10-04-2024 Revised: 20-04-2024 Accepted: 17-05-2024 Keywords: Lansia. Mental. Kognitif. Status Nutrisi Abstract: Sehat dan produktif serta tetap dapat berkontribusi positif adalah tujuan pembangunan kelanjutusiaan secara umum. Tantangan penuaan penduduk mencakup semua aspek dari kehidupan. Kondisi mental, kognitif serta status nutrisi lansia penting sebagai acuan bagi lansia mencapai kualitas hidup yang baik di hari tua. Gambaran serta informasi kondisi mental, kognitif dan status nutrisi lansia menjadi penting dalam upaya merancang program pembangunan berkelanjutan bagi lansia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan evaluasi dalam memberikan gambaran kepada masyarakat tentang profil atau kondisi mental, kognitif dan status nutrisi pada Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melakukan edukasi dan evaluasi mental, kognitif dan status nutrisi pada lansia. Evaluasi mental dan kognitif dilakukan dengan tes Abbreviated Mental Test (AMT) dan Geriatric Deppresion Scale (GDS) sedangkan penilaian status gizi dilakukan dengan tes Mini Nutritional Assessment (MNA). Peserta pengabdian ini berjumlah 40 lansia yang terdiri dari 21 laki-laki dan 19 perempuan yang bekerja sama dengan LSM Pembinaan Prestasi dan Potensi Kesehatan Olah Raga Indonesia (P3KORIN). Hasil dari pengabdian ini diperoleh . Ratarata nilai Abbreviated Mental Test (AMT) pada laki-laki 6,8 sedangkan pada Perempuan 7,4 yang masuk dalam kategori mengalami gangguan ingatan sedang. Ratarata nilai Geriatric Deppresion Scale (GDS) laki-laki 15,7 sedangkan pada Perempuan diperoleh rata-rata nilai 14,9 yang keduanya termasuk dalam kategori mengalami depresi ringan. Nilai rata-rata Mini Nutritional Assessment (MNA) pada laki-laki 11,3 sedangkan pada perempuan diperoleh nilai 11,1 22 yang keduanya termasuk dalam kategori beresiko malnutrisi. Kesimpulannya, hasil dari pengabdian ini dapat http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 dirasakan sangat bermanfaat dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada mitra (P3KORIN) tentang kondisi dan gambaran mental, kognitif dan status nutrisi lansia di kota makassar. PENDAHULUAN Ageing population atau struktur penduduk tua juga telah memasuki Indonesia, dari 10 penduduk terdapat 1 orang lansia. Fenomena ageing populasi bisa menjadi salah satu bonus demografi ketika jumlah lansia semakin banyak tetapi masih produktif dan dapat memberikan sumbangsih positif (Heryanah, 2. Tantangan penuaan penduduk mencakup hampir dari setiap aspek kehidupan. Dibutuhkan suatu program pembangunan berkelanjutan bagi kelanjutusiaan yang mampu mengayomi kehidupan lansia di Indonesia. Penduduk lanjut usia adalah mereka yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Secara umum setiap individu yang memasuki lanjut usia akan menghadapi penurunan secara sistemik seperti penurunan fungsi ginjal, fungsi jantung, mata, fungsi mental dan kognitif, termasuk kondisi kecukupan nutrisi. Penurunan fungsi kognitif adalah perubahan fungsi kerja otak seperti mudah lupa . yang merupakan bentuk gangguan kognitif yang paling ringan. Sekitar 39% lanjut usia pada rentang usia 50-59 tahun mengalami gangguan kognitif ringan dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 85% pada usia 80 tahun (Wreksoatmodjo, 2. Perubahan fungsi kognitif ini tentunya membawa dampak tersendiri bagi kehidupan lansia. Studi oleh Surprenant & Neath . menunjukkan bahwa perubahan fungsi kognitif pada lansia berasosiasi secara signifikan dengan peningkatan depresi dan memiliki dampak terhadap kualitas hidup seorang lansia. Selain itu, lansia yang mengalami perubahan fungsi kognitif lebih banyak kehilangan hubungan dengan orang lain, bahkan dengan keluarganya sendiri (Surprenant & Neath, 2. Fungsi kognitif juga disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat yang meliputi gangguan suplai oksigen ke otak, degenerasi/penuaan, penyakit alzheimer dan malnutrisi. Dari faktor-faktor tersebut masalah yang sering dihadapi lansia yang mengalami perubahan mental . angguan kogniti. diantaranya gangguan orientasi waktu, ruang, tempat dan tidak mudah menerima hal/ide baru. Depresi adalah bukan sekedar perasaan sedih. Depresi mengenai seluruh diri individu termasuk perasaan, pikiran dan kesehatan fisik (Maramis 2. Faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan munculnya gejala depresi pada lansia meliputi perempuan yang belum menikah atau janda, adanya cacat fisik seperti penyakit fisik, gangguan kognitif atau demensia, masalah tidur kronis, dan kecemasan. Selain itu, faktor-faktor lain termasuk status sosial yang rendah secara ekonomi, kehilangan pasangan atau orang yang penting, stres kronis atau pengalaman stresor yang berkelanjutan, serta kurangnya dukungan psikososial seperti kesepian atau isolasi sosial. Selain itu, kelainan kepribadian, riwayat gangguan psikiatri sebelumnya, dan disfungsi perkawinan juga merupakan faktor risiko untuk mengalami depresi dengan onset yang lebih awal (Blazer, 2003. Gallagher et al. , 2. Gangguan atau penurunan fungsi fisik/biologis termasuk penurunan fungsi mental dan kognitif terlebih dahulu harus di mengerti dan disesuaikan untuk merencanakan suatu program berkelanjutan bagi lanjut usia. Penyajian data tentang lanjut usia dapat dijadikan evaluasi perencanaan kebijakan dan program keberlanjutan bagi lansia untuk menjaga kemandirian dan derajat sehat menuju individu yang tetap produktif di usia lanjut. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 LSM Pengembangan Potensi Prestasi dan Kesehatan Olahraga Indonesia (P3KORIN) merupakan organisasi yang secara umum konsen dalam keolahragaan nasional khususnya di Sulawesi Selatan dan juga sangat konsen dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya melalui aktifitas fisik dan olahraga. Berdasarkan uraian tersebut pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikat informasi serta evaluasi bersama P3KORIN bagaimana kondisi mental, kognitif serta pemenuhan zat gizi lansia yang ada di kota makassar. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan data dan gambaran terkini bagi P3KORIN bagaimana kondisi mental, kognitif serta status gizi lansia yang ada di kota makassar. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di laksanakan selama empat . hari dengan menggunakan metode yang dilakukan adalah ceramah dengan melakukan penyampaian materi-matei tentang angka harapan hidup, populasi lansia serta bagaimana menjadi individu yang tetap sehat, mandiri serta produktif di hari tua oleh dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan. Metode pengabdian masyarakat dengan edukasi dan evaluasi mental, kognitif serta penilaian status gizi. Evaluasi mental dan kognitif dilakukan dengan tes Abbreviated Mental Test (AMT) dan Geriatric Deppresion Scale (GDS) sedangkan penilaian status gizi dilakukan dengan tes Mini Nutritional Assessment (MNA). Jumlah peserta dalam pengabdian kepada masyarakat berjumlah 40 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kondisi mental, kognitif serta status gizi sampai pada usia lanjut agar tetap produktif ditengah proses demografis yang menuju Ageing population dan gambaran terkini berkaitan dengan mental, kognitif serta status gizi lansia yang ada di kota makassar. HASIL Hasil evaluasi kesehatan, kebugaran, dan kemandirian pada lansia disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 1. Analisis Deskriptif Evaluasi Mental. Kognitif, dan Status Nutrisi Pada Lansia. Variabel USIA AMT GDS MNA Jenis Kelamin Laki-Laki Rata-Rata Keterangan Gangguan Ingatan Sedang 21 Depresi Ringan Beresiko Malnutrisi Perempuan Rata-Rata Keterangan Gangguan Ingatan Sedang Depresi Ringan Beresiko Malnutrisi Pada tabel di atas dapat ditarik informasi sebagai berikut: Rata-rata usia peserta laki-laki 67 tahun sedangkan perempuan 64 tahun, secara kategori sudah termasuk dalam kategori usia lanjut. Rata-rata nilai Abbreviated Mental Test (AMT) pada laki-laki 6,8 sedangkan pada Perempuan 7,4 yang masuk dalam kategori mengalami gangguan ingatan sedang. Rata-rata nilai Geriatric Deppresion Scale (GDS) laki-laki 15,7 sedangkan pada Perempuan diperoleh rata-rata nilai 14,9 yang keduanya termasuk dalam kategori kurang mengalami depresi ringan. Nilai rata-rata Mini Nutritional Assessment (MNA) pada laki-laki 11,3 sedangkan pada perempuan diperoleh nilai 11,1 22 yang keduanya termasuk dalam kategori beresiko http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 DISKUSI