The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Pembiayaan Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Imam Bonjol Padang. ecisriwahyuniuinib@ac. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 01 No 1 January 2022 Hal : 07-14 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 5 Desember 2021 Accepted: 29 Desember 2021 Published: 31 January 2022 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted Abstract : This study aims to find out how the financing of education at the AlMa'arif Assa'adiyah Islamic boarding school during the covid-19 pandemic until now. Since the pandemic began to affect economic factors, since then the education funding sourced from the parents of students began to decline. On the other hand, school operational financing must run because the teaching and learning process continues both online and offline. This research is qualitative in nature with the key informant being the head of the Islamic boarding school and the supporting informants are the chairman of the foundation, deputy principal, teachers and students of the Payakumbuh Al-Ma'arif Islamic boarding school. In collecting data, observation, interview, and documentation techniques were used. The data analysis technique in this study consisted of three components of data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that several efforts were made by the school principal along with other related elements in helping to finance education during the pandemic, namely: . Opening a small and medium-sized business consisting of a laundry business, rendang telur and . chips business which was marketed locally and also outside the region, business in agriculture by growing chili and breeding vanilla seeds. Building good relations with the community and expanding the network by building good relations with alumni, recruiting permanent and non-permanent donors and carrying out proposals for assistance through friendship Keywords: Cost. Education Financing. Covid-19 Pandemic. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembiayaan BY) pendidikan di pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh . ttps://creativecommons. org/licenses/by selama pandemi covid-19 sampai sekarang. Sejak pandemi mulai -sa/4. berpengaruh terhadap faktor ekonomi, maka sejak itulah pembiayaan pendidikan yang bersumber dari orang tua peserta didik mulai menurun. Disisi lain pembiayaan operasional sekolah harus berjalan karena proses belajar mengajar tetap berlangsung baik online maupun offline. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan key informan adalah kepala pondok pesantren dan informan pendukung adalah ketua yayasan, wakil kepala publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC Vol 01 No 1 January 2022 | 7 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni sekolah, guru dan peserta didik pondok pesantren Al-MaAoarif Payakumbuh. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga komponen analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah bersama unsur terkait lainnya dalam membantu pembiayaan pendidikan selama pandemi yaitu: . Membuka usaha kecil dan menengah yang terdiri dari usaha laundry, usaha rendang telur dan keripik yang dipasarkan secara lokal dan juga luar daerah, usaha dibidang pertanian dengan bercocok tanam cabe dan mengembangbiakkan bibit vanili. Membangun hubungan baik dengan masyarakat dan memperluas network dengan cara membangun hubungan baik dengan alumni, menjaring donatur tetap dan tidak tetap dan menjalankan proposal bantuan melalui hubungan Kata Kunci: Biaya. Pembiayaan Pendidikan. Pandemi Covid-19akademik. Pendahuluan Pada tanggal 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Namun. Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 itu sudah masuk ke Indonesia sejak awal Januari (Pranita. Sejak saat itu sebagian besar rakyat Indonesia dilanda ketakutan luar biasa akan keberadaan virus corona di tanah air. Ketakutan utama adalah kematian karena begitu banyak pemberitaan tentang virus corona yang menyebabkan kematian terhadap sipenderita. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menghambat penyebaran virus corona yang semakin meningkat. Salah satu upaya tersebut yaitu melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejak diberlakukannya PSBB diberbagai wilayah di Indonesia, gerak perekonomian juga mulai menurun. Pasar dan pusat perbelanjaan mulai sepi, pengguna angkutan umum menurun, kuliner terancam, begitu juga dengan perusahaan besar yang mulai jalan ditempat. Selain itu pemerintah juga menerapkan Work From Home (WFH) dan Study From Home (SFH). Sejak diberlakukannya Work From Home dan Study From Home, sebagian besar aktifitas para pekerja dan pelajar beralih ke rumah. Kebijakan social distancing ini pada awalnya terasa menyenangkan bagi sebagian besar keluarga karena bisa berkumpul bersama dan saling menjaga agar keluarga terhindar dari covid 19. Tetapi seiring perjalanan waktu mulai muncul berbagai masalah, baik masalah sosial maupun ekonomi. Orang tua mulai merasa kewalahan dalam mendampingi anak-anak mereka dalam belajar, para pekerja mulai merasakan dampak berkurangnya pendapatan mereka, sekolah mulai memikirkan permasalahan 8 | Vol 01 No 1 January 2022 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni operasional, terutama swasta yang pembiayaannya sangat bergantung kepada peserta Sementara itu, pada masa pandemi ini komunikasi mulai terganggu. Salah satunya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Pembelajaran daring tetap dilakukan, sementara tanggungjawab orang tua terhadap pembiayaan pendidikan khususnya di sekolah swasta mulai terabaikan. Padahal sekolah swasta harus bisa membiayai dirinya sendiri. Sekolah swasta tetap harus membayar gaji guru dan pegawai lainnya tanpa terkecuali. Hal senada juga disampaikan oleh (Hidayat, 2. yang memberitakan bahwa pemasukan masyarakat saat ini terhambat lantaran ekonomi yang sulit selagi pandemi berlangsung, banyak pembayaran uang sekolah menurut Doni . engamat pendidika. Ia memperkirakan di Jakarta saja orang tua yang baru membayar uang sekolah sekitar 60%. Sementara itu pendidikan terus berlanjut dan permasalahan terhadap pembiayaan pendidikan tak kunjung terselesaikan. Padahal pembiayaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana yang diamanatkan dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 pada pasal 46 yang menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Jadi kerjasama antara berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam pembiayaan pendidikan karena sekolah tidak akan berkembang dengan baik jika hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari pemerintah saja. Hal ini sejalan dengan pendapat (Barnawi & M. Arifin, 2. yang mengatakan bahwa jika sekolah hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja, sekolah tidak akan mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan cenderung kekurangan anggaran sehingga mengakibatkan kualitas sekolah menjadi turun. Permasalahn pembiayaan pendidikan harus diutamakan dalam penyelesaian berbagai masalah yang muncul akibat dampak dari pandemi yang tak kunjung selesai karena pembiayaan pendidikan menjadi penggerak segala aktivitas di sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat (Suhelayanti, 2. yang menyatakan bahwa komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar di sekolah bersama komponenkomponen lainnya. Disinilah letak tantangan bagi sekolah-sekolah swasta dalam mengelola pembiayaan operasional sekolah di masa pandemi. Sekolah harus tetap berjalan meskipun secara finansial mengalami berbagai hambatan. Vol 01 No 1 January 2022 | 9 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni Hambatan-hambatan tersebut harus segera dicarikan solusinya agar tidak menjadi penghalang dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sekolah dengan pembiayaan yang kurang memadai tidak akan berjalan dengan baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Mujammil Qomar . yang mengatakan bahwa keuangan adalah segalanya dalam memajukan suatu lembaga pendidikan. Tanpa dukungan finansial yang cukup, manajer lembaga pendidikan tidak bisa berbuat banyak dalam upaya memajukan lembaga pendidikan yang di pimpinnya. Hal tersebutlah yang sangat dirasakan oleh pengelola pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh, terlebih lagi pada saat ini pandemi yang tak kunjung berakhir. Pondok pesantren AlMaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh merupakan salah satu sekolah swasta yang ada di kota Payakumbuh. Pondok pesantren tersebut tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa meskipun mengalami permasalahan-permasalahan finansial. Bahan dan Metode Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan key informan adalah kepala pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh. Informan pendukung adalah ketua yayasan, wakil kepala sekolah, guru dan peserta didik pondok pesantren AlMaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dalam penelitian dengan melihat secara langsung kondisi dan aktivitas di pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi terstruktur. Dokumentasi dalam penelitian ini yaitu pengumpulan informasi melalui data-data yang ada di pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Diskusi/Pembahasan Sejak pandemi mulai berpengaruh terhadap faktor ekonomi, maka sejak itulah pembiayaan pendidikan yang bersumber dari orang tua peserta didik mulai menurun. Pihak sekolah juga tidak bisa memaksa orang tua untuk membayar uang sekolah karena memang giat perekonomian masyarakat ikut terguncang sebagai dampak dari pandemi tersebut. Berbagai keringanan sudah diberikan oleh pihak sekolah seperti 10 | Vol 01 No 1 January 2022 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni menyicil SPP, namun pembayaran SPP tersebut tetap tersendat. Disisi lain pembiayaan operasional sekolah tetap berjalan karena proses belajar mengajar tetap berlangsung baik secara online maupun offline. Gaji guru harus tetap dibayarkan, sarana prasarana sekolah harus dapat menunjang pembelajaran online dan offline dan kebersihan sekolah harus tetap terjaga. Semua kegiatantesebut dapat terlaksana jika ada pembiayaan yang memadai dari pihak sekolah. Oleh sebab itu kepala sekolah bersama unsur terkait lainnya secara bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapinya. Ada beberapa usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah bersama unsur terkait lainnya dalam membantu pembiayaan pendidikan selama pandemi dan tetap berlanjut sampai sekarang yaitu: Membuka usaha kecil dan menengah Karena mendesaknya persoalan pembiayaan pendidikan, membuat kepala pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh memutar otak untuk membuka usaha kecil dan menengah. Ada beberapa usaha kecil dan menengah yang dirintis oleh kepala pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah beserta pihak yang membantu diantaranya: . Laundry yang bertempat di sekolah tersebut selain bisa dimanfaatkan oleh santri juga terbuka untuk umum. Petugas laundry diberdayakan dari santri sendiri yang diberi tanggungjawab secara bergiliran. Usaha rendang telor dan keripik yang merupakan makanan khas dariPayakumbuh. Hal tersebut dimanfaatkan oleh kepala sekolah bersama kolega lainnya untuk membuka usaha yang bergerak dalam bidang makanan. Hasil olahan rendang telor dan keripik selain dipasarkan didalam kota juga telah dipasarkan keluar kota. Usaha di bidang pertanian dengan bercocok tanam diantaranya cabe dan sayuran yang juga dipasarkan didalam kota. Ada juga usaha di bidang pertanian yang dirintis oleh kepala sekolah bersama pihak lainnya yang membantu yaitu bercocok tanam tanaman vanili. Selain memasarkan hasilnya, banyak juga pelanggan yang memesan bibitnya. Oleh sebab itu kepala sekolah bersama timnya melakukan pembibitan tanaman vanili. Keuntungan dari usaha kecil dan menengah juga dari usaha bidang pertanian bisa digunakan untuk menopang pembiayaan operasional sekolah yang tetap berjalan meskipun pandemi melanda dengan segala permasalahannya. Pembiayaan pendidikan dari hasil usaha pihak sekolah sendiri termasuk dalam jenis pembiayaan keempat berdasarkan pendapat (Harsono, 2. yang menyatakan bahwa berdasarkan Vol 01 No 1 January 2022 | 11 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni sumbernya, biaya pendidikan dapat digolongkan menjadi empat jenis dan salah satunya yaitu pembiayaan dari lembaga itu sendiri. Usaha kecil dan menengah dapat berjalan dengan baik di pondok pesantren AlMaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh tidak terlepas dari jiwa enterpreneurship yang dimiliki oleh kepala sekolah. Hal tersebut bisa membantu permasalahan pembiayaan pendidikan di masa pandemi dan juga untuk masa yang akan datang. Jiwa enterpreneurship memang sudah seharusnya dimiliki oleh kepala sekolah. Menurut Hisrich et al dalam (Suharsaputra, 2. menyatakan bahwa entrepreneurship adalah proses, dimana diciptakan sesuatu yang berbeda yang bernilai, dengan jalan mengorbankan waktu dan upaya yang diperlukan, dimana orang menanggung resiko finansial, psikologis, serta sosial, dan orang yang bersangkutan menerima hasil-hasil berupa imbalan moneter, dan kepuasan pribadi sebagai dampak kegiatan itu. Usaha kecil dan menengah yang diusung oleh kepala sekolah selain memberi manfaat secara finansial dalam membantu pembiayaan pendidikan, juga bisa memupuk jiwa enterpreneurship peserta didik karena peserta didik juga dilibatkan dalam menjalankan usaha tersebut. Kegiatan ini sesuai dengan pendapat Mulyasa . yang menjelaskan bahwa jiwa entrepreneurship bisa dimiliki oleh setiap peserta didik manakala lingkungan sekolah mampu membiasakan peserta didik untuk berfikir kreatif dan inovatif sebagai dasar, kiat dan kekuatan untuk memanfaatkan peluang menuju sukses. Membangun hubungan baik dengan masyarakat dan memperluas network Ada beberapa cara yang dilakukan oleh kepala pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh beserta jajarannya dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat dan memperluas network yaitu: . Membangun hubungan baik dengan alumni melalui pertemuan-pertemuan non formal. Sekolah punya laporan kegiatan dan keungan yang bisa disampaikan kepada alumni dan dari laporan tersebut alumni secara bersama- sama membantu beberapa program di sekolah. Menjaring donatur tetap dan tidak tetap dengan cara bersama-sama antara kepala pesantren bersama pihak yayasan menjaring donatur tetap dan tidak tetap melalui kunjungankunjungan ke pihak perorangan maupun institusi lainnya yang memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan seperti tokoh masyarakat, pengusaha, dan lembaga 12 | Vol 01 No 1 January 2022 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni kemasyarakatan lainnya. Menjalankan proposal bantuan melalui hubungan pertemanan dengan menyebarkan proposal program dan kegiatan pesantren kepada pihak perorangan maupun lembaga melalui hubungan pertemanan sehingga memudahkan akses bagi pesantren untuk mendapatkan bantuan. Semua usaha yang dilakukan oleh pihak pesantren dalam menopang pembiayaan pendidikan terlebih lagi pada saat pandemi covid-19 merupakan usaha yang legal dan syah dimata hukum karena tercantum dalam peraturan pemerintah no. 48 tahun 2008 ayat 1 dan 2 yang berbunyi pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi: penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat, peserta didik, orang tua atau wali peserta didik dan pihak lain yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Dapat digarisbawahi bunyi pasal 1 ayat 2 yang menyatakan bahwa masyarakat ikut bertanggungjawab terhadap pembiayaan pendidikan diantaranya pihak lain yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Jadi semua pihak yang mau dan berbesar hati dalam membantu pembiayaan pendidikan diperbolehkan dalam membantu pembiayaan pendidikan di sekolah. Hal senada juga disampaikan oleh Amhar dalam (Wibisono, 2. ) yang berpendapat bahwa terdapat 4 . model pembiayaan pendidikan yang salah satunya adalah semua jenjang pendidikan wajib membiayai diri sendiri. Penggalian sumber dana dapat diperoleh dari upaya kerja sama dengan industri atau memanfaatkan bantuan CSR . orporate social responsiblit. , membentuk komunitas alumni, atau bersumer dari orangtua/wali peserta didik. Dalam hal ini pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh telah menjalankan model pembiayaan pendidikan dengan membiayai diri sendiri salahsatunya dengan membentuk komunitas alumni sesuai dengan pendapat Amhar. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbuh juga sejalan dengan pendapat (QOMAR, 2. yang menjelaskan beberapa cara untuk menggali dan mengumpulkan sumber pembiayaan pendidikan diantaranya: mengajukan proposal bantuan finansial kepada perorangan maupun institusi, mengundang alumni yang sukses untuk dimintai bantuan, mengadakan Vol 01 No 1 January 2022 | 13 Pembiayaan Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-MaAoarif AssaAoadiyah Payakumbu. Eci Sriwahyuni kegiatan-kegiatan yang dapat mendatangkan keuntungan uang, dan memberdayakan solidaritas anggota organisasi keagamaan yang menaungi lembaga pendidikan Islam untuk membantu pencarian dana. Kesimpulan Beberapa usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah bersama unsur terkait lainnya dalam membantu pembiayaan pendidikan selama pandemi dan tetap berlanjut sampai sekarang yaitu: . Membuka usaha kecil dan menengah yang terdiri dari usaha laundry,usaha rendang telor dan keripik yang dipasarkan secara lokal dan juga luar daerah, usaha dibidang pertanian dengan bercocok tanam cabe dan mengembangbiakkan bibit vanili. Membangun hubungan baik dengan masyarakat dan memperluas network dengan cara membangun hubungan baik dengan alumni, menjaring donatur tetap dan tidak tetap dan menjalankan proposal bantuan melalui hubungan pertemanan. Referensi