JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA. KEPEMIMPINAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA PALEMBANG Muhammad Robiansyah1. Ahmad Muhammad Ridho2. Gokmanto Siringoringo3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama1 Akademi Keuangan dan Perbankan Mulia Darma Pratama2,3 robiansyah1428@gmail. com1, ridhoahmad0378@gmail. com2, gokmantosirigoringo@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan kerja, kepemimpinan dan penghargaan secara parsial dan simultan terhadap motivasi kerja karyawan pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang. Sampel dalam penelitiaan ini berjumlah 55 karyawan dengan pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode verifikatif. Hasil penelitian secara parsial variabel lingkungan kerja (X. diperoleh nilai thitung sebesar 12,669 > 1,675 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, artinya lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y), kepemimpinan (X. diperoleh nilai thitung sebesar 13,387 > 1,675 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, artinya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y), penghargaan (X. diperoleh nilai thitung sebesar 16,213 > 1,675 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, artinya penghargaan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y). Hasil penelitian secara simultan . di peroleh Fhitung sebesar 92,275 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel atau . ,275 > 2,. dengan tingkat signifikan 0,000 karena tingkat signifikan < 0,05, maka H0 ditolak atau menerima Ha. Artinya variabel lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. dan penghargaan (X. secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel motivasi kerja (Y). Kesimpulan dari penelitian ini lingkungan kerja, kepemimpinan, dan penghargaan terhadap motivasi kerja karyawan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja. Kepemimpinan. Penghargaan,Motivasi Kerja ABSTRACT The purpose of this study was to determine how the influence of the work environment, leadership and rewards partially and simultaneously on employee motivation at the Palembang City Office of the Ministry of Religion. The sample in this research amounted to 55 employees with sampling using the saturated sampling method. This research method uses quantitative methods. The data analysis method used in this research is the verification The results of the research partially variable work environment (X. obtained a tcount value of 12. 675 and a significant value of 0. 000 <0. 05, meaning that the work environment has a significant effect on work motivation (Y), leadership (X. obtained a tcount value of 13. 387> 1. 675 and a significant value of 0. 05, meaning that leadership has a significant effect on work motivation (Y), appreciation (X. obtained a tcount value of 16. 213 > 1. 675 and a significant value of 0. 000 < 0. 05, meaning that appreciation has a significant effect on work motivation (Y). The results of the study simultaneously . obtained an Fcount of 275, thus it can be concluded that Fcount > Ftable or . 275 > 2. with a significant level of 0. 000 because the significant level is < 0. 05, then H0 is rejected or Ha is accepted. This means that the work environment variables (X. , leadership (X. and rewards (X. together have a positive and significant effect on work motivation variables (Y). Keywords: Work Environment. Leadership. Award. Employee Motivation JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 PENDAHULUAN Motivasi adalah penyemangat atau dorongan dari serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian suatu tujuan yang ditetapkan oleh suatu organisasi atau Motivasi kerja memberikan peran penting bagi setiap karyawan karena dapat meningkatkan kinerja kerjanya (Sutrisno, 2016:. Menurut Sutrisno . faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan adalah: Lingkungan kerja adalah keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada disekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan Lingkungan kerja berperan penting dalam meningkatkan semangat dan motivasi para pekerja, karena adanya lingkungan kerja yang baik, maka para pekerja akan nyaman dan betah di tempat kerja tersebut dan akan lebih semangat lagi dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi jika kondisi lingkungan kerja yang kurang baik dan tidak nyaman, maka para pekerja akan tidak semangat dalam bekerja, karena lingkungan kerja yang baik dapat timbul dari semua pekerja yang bekerja di suatu perusahaan tersebut (Hidayah, 2. Selain itu Kepemimpinan juga mempengaruhi motivasi kerja. Kepemimpinan yang baik dapat menciptakan lingkungan kelompok yang Seorang memahami kebutuhan dan keinginan individu untuk menginspirasi individu agar memotivasi dirinya sendiri (Mendrofa et al. , 2. Selain Penghargaan juga mempengaruh motivasi kerja, penghargaan merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah adanya rasa puas dengan penghargaan yang diberikan baik yang berupa finansial . aji, bonus, insentif dan tunjanga. maupun yang nonfinansial . erbagai fasilitas yang memada. akan menumbuhkan motivasi karyawan dalam bekerja, karena para merasa dihargai dan didukung dalam bekerja (Amin et al. , 2. Berdasarkan dilakukan penulis pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang mengenai lingkungan kerja dari faktor internal yaitu ruangan dan meja tempat karyawan bekerja sangatlah kecil dan sempit dan dari faktor eksternal yaitu kantor kementerian agama ini posisinya berada dipinggir jalan raya sehingga suara yang diluar terdengar sampai kedalam. Lapangan parkir dan lapangan yang digunakan untuk acara atau kegiatan kantor terlalu kecil, bisa dilihat saat kantor kementerian agama ini ada acara yang memakai lapangan maka parkir baik itu motor atau mobil diletakkan dipinggir jalan raya sehingga dapat mengganggu kelancaran Adapun karyawan dengan karyawan lainnya juga kurang karena mereka hanya fokus ke diri sendiri tanpa adanya komunikasi dan tanpa saling membantu antara satu karyawan dengan karyawan lainnya. Bukan hanya lingkungan kerja yang kurang menunjang karyawan dalam Tetapi, kepemimpinan yang ada dikantor kementerian agama dirasa kurang fleksibel kepada karyawan karena proses komunikasi hanya dilakukan satu arah dari atasan ke bawahan tanpa melihat timbal balik dari bawahan. Sehingga mendapatkan motivasi dari pimpinan untuk melakukan pekerjaan. Untuk karyawan yang berprestasi tidak ada penghargaan atau piagam yang diberikan untuk mereka sehingga mereka tidak termotivasi untuk meningkatkan kinerja Hasil penelitian ingsiyah et al . menunjukkan lingkungan kerja memiliki dampak positif terhadap motivasi kerja Penelitian hamidah & riza . memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja karyawan. Penelitian pradnyani et al . terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penghargaan terhadap motivasi kerja karyawan Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Aupengaruh lingkungan kerja, kepemimipinan dan penghargaan terhadap motivasi kerja karyawan pada kantor kementerian agama kota palembang Ay Berdasarka dari penjelasan latar belakang diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh lingkungan kerja, kepemimpinan dan secara parsial terhadap motivasi kerja karyawan pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang? Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh lingkungan kerja, kepemimpinan dan secara simultan terhadap motivasi kerja karyawan pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang? II. METODOLOGI PENELITIAN Lingkungan Kerja Menurut Sutrisno Lingkungan kerja adalah keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada disekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan Menurut Sedarmayanti . membagi jenis lingkungan kerja menjadi dua macam utamanya, yakni lingkungan kerja fisik dan non-fisik yang akan dijelaskan sebagai berikut. Lingkungan kerja fisik merupakan semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun tidak Indikator lingkungan kerja adalah sebagai berikut: Pencahayaan. Warna. Udara. Suara. Lingkungan kerja non-fisik adalah semua keadaan kejadian yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun dengan hubungan sesama rekan kerja. Indikator lain: Pengawasan. Suasana kerja. Perlakuan baik. Hubungan antar pegawai dan Sistem pemberian imbalan. Kepemimpinan Menurut Robbins & Judge . memengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau serangkaian Menurut Afandi . indikator dari kepemimpinan sebagai berikut: kemampuan kemampuan mengendalikan dan kemampuan mengendalikan emosi. Penghargaan Menurut Fahmi . penghargaan merupakan bentuk pemberian balas jasa yang diberikan kepada seorang karyawan atas prestasi pekerjaan yang dilakukan, baik berbentuk finansial maupun non finansial. Menurut Mahmudi . , penghargaan adalah sebagai berikut : gaji, insentif, kesejahteraan, pengembangan karir dan penghargaan psikologis. Locus Penelitian Locus Penelitian Kantor Kementerian Agama Kota Palembang yang beralamat di Jalan Jenderal A Yani . Palembang A . Objek Penelitian Objek pada penelitian ini adalah karyawan Kantor Kemeterian Agama Kota Palembang. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono . Populasi adalah sejumlah anggota yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang yang berjumlah 55 karyawan. Menurut Sugiyono . sampel ialah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dipunyai oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teknik sampling sampling jenuh menurut Sugiyono . yaitu teknik menentukan sampel apabila seluruh anggota populasi akan dijadikan sampel dalam penelitian atau dapat disebut juga dengan sensus dalam lingkup Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Karyawan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang yang berjumlah 55 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penelitian ini adalah dengan cara,yaitu : Wawancara Merupakan pengumpulan data dengan melakukan komunikasi dengan pihak karyawan untuk mendapatkan data secara lebih mendalam. Wawancara JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 dilakukan secara langsung kepada karyawan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang. Kuesioner Merupakan daftar yang berisikan pernyataan-pernyataan yang berhubungan kuesioner diberikan berisikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahaan yang akan diteliti. Jawaban yang masih bersifat kategotis tersebut kemudian diubah dengan cara diberi nilai . Skala yang digunakan adalah skala likert yang digunakan 1 sampai 5. Adapun skala likert yang digunakan untuk mendapatkan data adalah sebagai berikut : Tabel 1 Skala yang Digunakan Skala Keterangan Skor Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Studi Pustaka Merupakan pengumpulan data yang bertujuan untuk memperoleh data perpustakaan untuk mencari literatur yang penelitian,dan informasi yang relevan sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan Random, menggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan unuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Metode Analsisi Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode verifikatif. Metode verifikatif merupakan metode penelitian melalui pembuktian untuk menguji hipotesis hasil penelitian deskriptif dengan perhitungan statistik sehingga didapat hasil pembuktian yang menunjukkan hipotesis ditolak dan diterima (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Uji ini dilakukan untuk mengukur data yang telah didapat setelah penelitian. Validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur melakukan tugasnya mencapai sasarannya. Data yang diperoleh melalui kuisioner dapat Untuk memperoleh hasil yang terarah dengan kriteria sebagai berikut : Jika rhitung > rtabel, maka pernyataan dinyatakan valid. Jika rhitung < rtabel, maka pernyataan dinyatakan tidak valid. Adapun hasil dari uji validitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 2 Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Kerja (X. Variabel X1 Nilai rhitung Nilai rtabel Ket Pernyataan 1 0,622 0,265 Valid JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Pernyataan 2 0,645 0,265 Valid Pernyataan 3 0,839 0,265 Valid Pernyataan 4 0,784 0,265 Valid Pernyataan 5 0,805 0,265 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai rhitung seluruh item pernyataan lebih besar dari rtabel . Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan sebanyak 55 sampel untuk menentukan hasil uji validitas instrument pada penelitian rtabel. Untuk menentukan berapa rtabel yang kita gunakan untuk menguji uji validitas yaitu df = 55-2 = jika kita melihat tabel, pada df atau N 53 dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rtabel sebesar0,265. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel lingkungan kerja dinyatakan Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel Kepemimpinan (X. Variabel X2 Nilai rhitung Nilai rtabel Ket Pernyataan 1 0,836 0,265 Valid Pernyataan 2 0,837 0,265 Valid Pernyataan 3 0,565 0,265 Valid Pernyataan4 0,607 0,265 Valid Pernyataan5 0,779 0,265 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai rhitung seluruh item pernyataan lebih besar dari rtabel . Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan sebanyak 55 sampel untuk menentukan hasil uji validitas instrument pada penelitian rtabel. Untuk menentukan berapa rtabel yang kita gunakan untuk menguji uji validitas yaitu df = 55-2 = jika kita melihat tabel, pada df atau N 53 dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rtabel sebesar 0,265. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel kepemimpinan dinyatakan valid. Tabel 4 Hasil Uji Validitas Variabel Penghargaan (X. Variabel X3 Nilai rhitung Nilai rtabel Ket Pernyataan 1 O,562 0,265 Valid Pernyataan 2 0,580 0,265 Valid Pernyataan 3 0,832 0,265 Valid Pernyataan 4 0,859 0,265 Valid JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Pernyataan 5 0,834 0,265 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa nilai rhitung seluruh item pernyataan lebih besar dari rtabel . Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan sebanyak 55 sampel untuk menentukan hasil uji validitas instrument pada penelitian rtabel. Untuk menentukan berapa rtabel yang kita gunakan untuk menguji uji validitas yaitu df = 55-2 = jika kita melihat tabel, pada df atau N 53 dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rtabel sebesar 0,265. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel lingkungan kerja dinyatakan Tabel 5 Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja Variabel Y Nilai rhitung Nilai rtabel Ket Pernyataan 1 0,786 0,265 Valid Pernyataan 2 0,767 0,265 Valid Pernyataan 3 0,806 0,265 Valid Pernyataan 4 0,669 0,265 Valid Pernyataan 5 0,757 0,265 Valid Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 5 diatas dapat diketahui bahwa nilai rhitung seluruh item pernyataan lebih besar dari rtabel . Penulis menggunakan sebanyak 55 sampel untuk menentukan hasil uji validitas instrument pada penelitian rtabel. Untuk menentukan berapa rtabel yang kita gunakan untuk menguji uji validitas yaitu df = 55-2 = 53. Jika kita melihat tabel, pada df atau N 53 dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rtabel sebesar 0,265. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh item pernyataan pada variabel motivasi kerja dinyatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 6 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Minimal Nilai CronhbachAos Alpha Nilai Cronbach Alpha Ket (X. 0,60 0,785 Reliabel (X. 0,60 0,783 Reliabel (X. 0,60 0,791 Reliabel (Y) 0,60 0,795 Reliabel JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 6 di atas dapat diketahui bahwa seluruh variabel memiliki cronbach alfa > 0,60. Dengan demikian, variabel Lingkungan Kerja (X. Kepemimpinan (X. Penghargaan (X. , dan Motivasi Kerja (Y) dapat dikatakan reliabel yang diajukan dalam penelitian layak dijadikan alat pengumpulan data. Hasil Uji Normalitas Metode yang akan digunakan untuk uji normalitas pada penelitian ini adalah Kolmogorof-Smirnof. Jika angka signifikansi uji One Sample Kolmogorof-Smirnof Sig, > 05 maka menunjukkan data berdistribusi Berikut ini adalah tabel hasil uji One Sample Kolmogorof-Smirnof yang didapatkan. Tabel 7 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 7 dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,84 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variable residual dalam penelitian ini memiliki distribusi normal. Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih. Variabel independent dengan satu variabel dependen. Hasil perhitungan regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS Statistics Ver 22 sebagai berikut: Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 8 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Dependent Variable: Motivasi Kerja Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Dari hasil regresi linear berganda yang pada lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. , dan penghargaan (X. terhadap motivasi kerja (Y) dapat digambarkan sebagai berikut : Berdasarkan perhitungan persamaan regresi linear berganda diatas menunjukkan Koefisien konstanta sebesar 2,309 artinya apabila lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. , dan penghargaan (X. nilainya adalah 0, maka motivasi kerja (Y) nilainya 2,309. Koefisien regresi variabel lingkungan kerja (X. dengan nilai 0,429 artinya jika lingkungan kerja (X. mengalami peningkatan sebesar 1% maka motivasi kerja (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,429 dengan asumsi variabel independent lain nilainya tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara lingkungan kerja (X. dan motivasi kerja (Y). Semakin naik lingkungan kerja (X. maka semakin meningkat motivasi kerja (Y). Koefisien kepemimpinan (X. sebesar 0,139 artinya jika kepemimpinan (X. mengalami kenaikan 1% motivasi kerja (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,139. Dengan asumsi variabel independent lain nilainya tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kepemimpinan (X. dan motivasi kerja (Y). semakin naik kepemimpinan (X. maka semakin meningkat motivasi kerja (Y). Koefisien regresi variabel penghargaan (X. dengan nilai 0,336 artinya jika (X. peningkatan sebesar 1% maka motivasi kerja (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,336. Dengan asumsi variabel independent lain nilainya tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara penghargaan (X. dan motivasi kerja (Y). Semakin naik penghargaan (X. maka semakin meningkat motivasi kerja (Y). Hasil Uji t (Parsia. Uji ini dilakukan untuk menguji apakah ada pengaruh secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut ini adalah tabel hasil uji t yang didapatkan: Tabel 9 JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Hasil Uji t (Parsia. Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Motivasi Kerja Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Kriteria pengambilan keputusan: Ho diterima dan Ha ditolak jika ttabel < thitung Ha diterima dan Ho ditolak jika thitung < ttabel Berdasarkan tabel 9 diatas hasil uji parsial . di atas dapat dijelaskan bahwa: Variabel lingkungan kerja (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 669 dengan nilai signifikasi sebesar 0,00 dan ttabel yang dapat dilihat dari tabel statistik pada signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan df 2 . -k-. atau 55-4-1 = 50, hasil diperoleh untuk ttabel sebesar 1,660, nilai thitung . ,669 ) > ttabel . , dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak, hal ini menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y). Variabel kepemimpinan (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 669 dengan nilai signifikasi sebesar 0,00 dan ttabel yang dapat dilihat dari tabel statistik pada signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan df 2 . -k-. atau 55-4-1 = 50, hasil diperoleh untuk ttabel sebesar 1,660, nilai thitung . ,387 ) > ttabel . , dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak, hal ini kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y). Variabel penghargaan (X. Hasil pengujian diperoleh thitung sebesar 669 dengan nilai signifikasi sebesar 0,00 dan ttabel yang dapat dilihat dari tabel statistik pada signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan df 2 . -k-. atau 55-4-1 = 50, hasil diperoleh untuk ttabel sebesar 1,660, nilai thitung . ,213 ) > ttabel . , dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak, hal ini penghargaan secara parsial signifikan terhadap motivasi kerja (Y). Hasil Uji Simultan (F) Adapun hasil dari uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 10 Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Mean Squares Df Square 485 3 146. Sig. Dependent Variable: Motivasi Kerja Predictors: (Constan. Penghargaan. Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung Ftabel Berdasarkan hasil uji F pada tabel 8 lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. , diperoleh Fhitung sebesar 92. 275 dengan dan penghargaan (X. secara bersama-sama tingkat nilai signifikansi sebesar 0,000 berpengaruh terhadap motivasi kerja (Y). dengan tingkat kesalahan 0,05 dengan df 2 Hasil Analisis Koefisien Determinasi . -k-. atau 55-4-1 = 51. Hasil yang (R ) diperoleh untuk Ftabel sebesar 1,660 ( lihat Nilai koefisien determinasi untuk pada lampiran F tabel statistics ). Jadi dapat digunakan R square sebagai kesimpulannya Fhitung . > Ftabel . dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga hipotesis nol ditolak atau Tabel 11 Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R. Model Summary Model Square Adjusted Std. Error of R Square the Estimate Predictors: (Constan. Penghargaan. Kepemimpinan . Lingkungan Kerja Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS Statistic Ver. Berdasarkan tabel 11 diatas , dari nilai Adjusted R Square diperoleh adalah 0,841 . ,1%) berarti bahwa variabel Lingkungan Kerja (X. Kepemimpinan (X. , dan Penghargaan (X. Menjelaskan bahwa Motivasi kerja (Y) Sebesar 84,1% sedangkan sisanya 15,9% . % - 84,1%) dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai thitung 12,669 > nilai ttabel 1,660 dan signifikasinya 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima, artinya lingkungan kerja (X. mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja kerja (Y) Penelitian ini sejalan dengan Fahrurrozi . pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja yang menunjukkan lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja. Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai thitung 13,387 > nilai ttabel 1,660 dan signifikasinya 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak, artinya kepemimpinan (X. mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja (Y) Penelitian yang pernah dilakukan oleh (Arianto & Kurniawan, 2020. Fahrurrozi, 2016. Wahyuningrum et al. pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja yang menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai thitung 16,213 > nilai ttabel 1,660 dan signifikasinya 0,000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol diterima dan hipotesis alternatif ditolak, artinya variabel penghargaan ( X. tidak mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja (Y). Penelitian yang pernah dilakukan oleh Prabu & Wijayanti . pengaruh penghargaan terhadap motivasi kerja yang menunjukkan penghargaan berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja karyawan (Y). penelitian oleh Arjun et al . pengaruh penghargaan terhadap JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 motivasi kerja yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi kerja karyawan. Selanjutnya penelitian oleh Nugroho . penghargaan terhadap motivasi kerja yang memiliki hasil bahwa variabel penghargaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel motivasi Penelitian oleh Bandiyono . bahwa ligkungan kerja, kepemipinan dan penghargaan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap motivasi kerja secara simultan. Dapat diketahui pada tabel 4. bahwa nilai Fhitung 92,275 > nilai Ftabel 1. dan signifikansinya lebih kecil 0,05 ( 0,00 < 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak , artinya variabel lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. , dan penghargaan (X. , secara bersamaAesama berpengaruh signifikan terhadap motivasi Kerja (Y) Pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fahrurrozi . dengan judul menunjukkan bahwa: lingkungan kerja, kepemimpinan dan penghargaan berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja. IV. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan analisa hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja. Kepemimpinan dan Penghargaan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Perkembangan lingkungan kerja, kepemimpinan, penghargaan dan motivasi SARAN Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang di dapat diberikan sebagai berikut : Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan lebih mendalam dengan menambahkan kerja karyawan pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang. Tanggapan Lingkungan Kerja (X. nilai rata-ratanya sebesar 4,38. Artinya responden bersikap sangat setuju mengenai pernyataan saya mempunyai komunikasi yang baik dengan karyawan lain. Tanggapan kepemimpinan (X. nilai rata-ratanya sebesar 4,30. Artinya responden bersikap Setuju mengenai pernyataan mampu memotivasi bawahan agar tetap beraktivitas pada saat situasi sulit atau tidak menyenangkan. Tanggapan penghargaan (X. nilai rata-ratanya sebesar 4,05. Artinya responden bersikap sangat setuju mengenai pernyataan saya mendapatkan promosi jabatan ketika saya mencapai sasaran Tanggapan motivasi kerja (Y) nilai rata-ratanya sebesar 4,72. Artinya responden bersikap sangat setuju mengenai pernyataan saya selalu pulang bekerja sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Hasil uji parsial (Uji T) menunjukan lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. dan penghargaan (X. mempunyai pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y) pada Kantor Kementerian Agama Kota Palembang. Hasil uji F menunjukan secara simultan lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. dan penghargaan (X. mempunyai pengaruh terhadap motivasi kerja (Y). Koefisien (R. menjelaskan bahwa lingkungan kerja (X. , kepemimpinan (X. , dan penghargaan (X. dan motivasi kerja (Y) sebesar 81,4% dengan sisa 18,6%. variabel independen lainnya misalnya adanya jaminan pekerjaan, kompensasi dan supervisi yang baik serta variabel lainnya yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Bagi peneliti selanjutnya penambahan sampel peneliti dapat menjadikan suatu penelitian lebih baik lagi sehingga hasilnya dapat digenerasikan JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing, dan Akuntans. Vol. No. Desember 2023 : 151-163 DAFTAR PUSTAKA