MABNY : Journal of Sharia Management and Business Vol. 3 No. 1 April 2023 Sinergi Pengembangan Objek Wisata dan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Desa Lukmanul Hakim. Ahmad Zaini Lutfi. Institut Agama Islam Negeri Madura. Pamekasan. Indonesia Corresponding author: lukman. zhuhakim@gmail. Abstract: It is a human need to fulfill the desire to have fun and enjoy life. The demand for these needs can be realized by providing tourism places. From the supply side, the provision of these tourist spots can be utilized to develop the economy. One of the tourist attractions on the north coast of Madura Island is the Lon Malang monitor. This tourist spot is the result of cooperation between the local government, private bodies and the community to manage and organize. Managers involve a lot of local communities to develop this tour. Thanks to the development of this tourist spot, the economic impact has begun to be felt by the surrounding community. There are two focuses in this research, namely how to develop tourism and how the impact of Lon Malang tourism in improving the community's economy. This study uses a descriptive qualitative approach, collecting data by conducting interviews, observation and documentation. The results showed that, firstly, the development of Lon Malang beach tourism started with the initiative of the village head and community groups in Bira Tengah village, in the development of Lon Malang beach tourism prioritizing beauty without throwing away local culture . ocal Secondly, the development of Lon Malang tourism can help increase the income of the people of Bira Tengah village, where initially many residents work as farmers and fishermen, with minimal income levels. After the development of this tour, many people are involved so that there are additional business opportunities, can increase income. regions and villages, and can increase the income of the people of Bira Tengah Village. Keywords: Development Synergy. Tourism Development. Economic Development Abstrak: Merupakan suatu kebutuhan manusia untuk memenuhi hasrat untuk bersenang-senang menikmati Permintaan kebutuhan tersebut bisa di wujudkan dengan penyediaan tempat pariwisata. Dari sisi penawaran, penyediaan tempat pariwisaa tersebut bisa di manfaatkan untuk mengembangkan Salah satu tempat wisata yang ada di pantau utara pulau madura dalah pantau Lon Malang. Tempat wisata ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah daerah, badan swasta dan masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pengorganisasian. Pengelola banyak melibatkan masyarakat sekitar untuk mengembangkan wisata ini. Berkat Pengembangan tempat wisata ini, dampak ekonomi sudah mulai dirasa oleh masyarakat sekitar. ada dua fokus dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengembangan wisata dan bagaimana dampak wisata Lon Malang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pembangunan wisata pantai Lon Malang berawal dari inisiatif kepala desa dan kelompok masyarakat desa Bira Tengah, dalam Pengembangan wisata pantai Lon Malang mengutamakan keindahan tanpa membuang kebudayaan setempat . earifan loka. Yang kedua adanya pengembangan wisata Lon malang dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa Bira Tengah yang awalnya penduduk banyak berprofesi sebagai petani dan nelayan, dengan tingkat pendapatan yang minim, setelah adanya pengembangan wisata ini, masyarakat banyak di libatkan sehingga ada penambahan peluang usaha, dapat menambah pendapatan daerah dan desa, dan dapat menambah pendapatan masyarakat Desa Bira Tengah. Kata Kunci: Sinergi Pengembangan. Pengembangan Pariwisata. Pembangunan Ekonomi Lukmanul Hakim. Ahmad Zaini Lutfi PENDAHULUAN Melihat kondisi masyarakat sudah semakin terbuka dengan pertumbuhan industri yang telah memasuki era reformasi yang dapat dikuasai oleh sebagian besar masyarakat. Masyarakat dalam hal ini harus mampu memanfaatkan teknologi untuk dijadikan sebagai lahan pendapatan terutama dalam bidang kepariwisataan. Melihat kondisi sumber daya alam yang masih belum dilestarikan dengan baik mestinya mampu dikelola sebagai tempat-tempat wisata, karena hal ini merupakan suatu peluang ekonomi dalam membangun c,fikkdm ncndbekonomi masyarakat. Pengelolaan yang berupa pembangunan tempat wisata berdasarkan potensi sumber daya alam yang dimilki dan pengembangan yang berkelanjutan guna meningkatkan potensi sumber daya alam tersebut. Pengembangan wisata pada suatu daerah tujuan wisata selalu akan diperhitungkan dengan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat yang ada Pengembangan yang dimaksud berupa pemberdayaan sumber daya alam yang dilakukan oleh masyasarakat atau pemerintah yang nantinya akan menciptakan suatu keadaan, dimana keadaan tersebut dapat memberikan niai ambah bagi masyarakat sekitar dan pada akhirnya akan menunjang pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah proses yang berlangsung terus menerus dalam mengolah sumber daya ekonomi yang ada untuk mencapai tujuan kesejahteraan rakyat. Pengelolaan sumber daya ekonomi dapat dari penglolaan sumber daya manusia seperti kewirausahaan dan ketenaga kerjaan, dan sumber daya selain manusia seperti sumber daya alam dan modal. Dan hasil dari pengelolaan tersebut diharapkan dapat menciptakan keadaan ekonomi masyarakat yang lebih baik. Objek wisata yang penulis teliti ini berlokasikan di Desa Bira Tengah Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang. Berdasarkan letak geografisnya. Desa Bira Tengah berada di pesisir pantai utara kabupaten Sampang dan keadaan ekonomi masyarakat disana padaawalnya hanya mengandalkan dari sekor pertanian dan juga nelayan. Melihat kondisi tersebut perlu adanya upaya pembangunan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya alam yang mempunyai potensi untuk dijadikan objek pariwisata. Desa Bira Tengah memiliki kawasan alam yang sangat indah dan di pesisir utara merupakan kawasan yang sering di jadikan sebagai jalan penghubung ke kabupaten pamekasan dan bangkalan. Pada saat ini, kawasan alam ini telah berhasil dikembangkan dan dimanfaatkan oleh pemerintah, masyarakat dan pihak swasta, dan kemudian dijadikan objek wisata yang banyak menyita perhatian dan banyak di kunjungi wisatawan, yaitu Pantai Lon Malang. Pembangunan dan pengembangan pantai Lon Malang ini banyak memberikan sumbangan besar khususnya disektor ekonomi. Berkat sinergi antar berbagai pihak, kawasan wisata ini banyak membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa yang penduduknya berprofesi sebagai petani dan nelayan, dimana pendapatan yang diperoleh dari hasil kerja, tidak begitu banyak dibandingkan dengan masyarakat yang hidup didaerah perkotaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis Deskiptif. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian ilmu-ilmu social yang mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata . isan maupun tulisa. dan perbuatan-perbuatan manusia serta peneliti tidak berusaha menghitung atau mengkuantifikasikan data kualitatif yang telah diperoleh dan dengan demikian tidak menganalisis angka-angka. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah kata dan perbuatan-perbuatan manusia yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini mendeskripsikan atau memberikan gambaran secara Sinergi Pengembangan Objek Wisata dan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Desa mendalam tentang situasi atau proses yang diteliti. Adapun teknik yang digunakan adalah observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hal ini berarti data yang dikumpulkan berupa narasi cerita, penuturan informasi, dokumen-dokumen pribadi seperti foto, catatan pribadi, mimic dan gerak tubuh. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang berhasil di himpun dari wwawancara terhadap warga, aparat pemerintah di desa, dan pengelola objek wisata menunjukkan bahwa, pertama Awal mula pembangunan wisata pantai Lon Malang berawal dari inisiatif kepala desa dan kelompok masyarakat desa Bira Tengah, dengan dilakukan musyawarah desa, dilakukan pendekatan untuk menggugah keyakinan warga agar menyadari betul keindahan alam disekitar, kemudian menginisisi untuk menjadikannya sebagai daya tarik wisata . unya daya jua. Sinergi ersebut membuahkan kesepakaan bersama untuk bersama membangun objek wisata. Keterlibatan warga sekitar menjadi prioritas dalam setiap tahap pembentukannya, meskipun tetap menggunakan keterwakilan kelompok masyarakat. Sinergitas tersebut mulai dari inisiasi dalam mencetuskan ide betapa keindahan pantai disekitar merupakan hal yang punya dari tarik dan daya jual, kemudian pengorganisasiannya, tahap pelaksanaan pembangunannya dan rembug bersama dalam mengevaluasinya. Berkat keberhasilan dalam membangun sinergitas inilah, terwujud objek wisata pantai lon malang yang masyhur di kalangan masyarakat madura, dari berbagai kabupaten, bahkan berdasarkan data kunjungan yang di dapatkan, ada beberapa wisatawan dari luar pulau madura. Dalam Pengembangan wisata pantai Lon Malang, pengelola mengutamakan keindahan tanpa membuang kebudayaan setempat . earifan loka. , misalnya membatasi jam operasional dan memastikan pada jam tutup operasional tidak ada akifitas di dalamnya . isalnya waktu magrib dan malam har. Dalam melakukan strategi pengembangan usaha wisata lon malang pengelola memperhatikan beberapa hal yaitu peningkatan akses kepada aset produksi, terutama modal . ereka berhasil menggandeng investor sekitar dan mengakses juga dana dess. , peningkatan akses pada pasar . nfrastruktur di perbaiki, misalnya jalan, parkir dan tempat usaha yang sangat kondusi. , kewirahusahaan . engutamakan mutu poduk dan pelayanan, kepuasan konsumen menjadi yang utam. , dan Untuk menarik pengunjung pengelola terlebih dahulu melakukan pengembangan fasilitas, infrastruktur, dan pelayanan lalu melakukan strategi pemasaran melalui promosi di sosial media. Ada beberapa perencanaan pengembangan tempat wisata pantai Lon Malang untuk beberapa tahun kedepan diantaranya peningkatan pelayanan, kebersihan, tiket elektronik, digitalisasi desa wisata, dan membentuk brand wisata halal. Adanya pengembangan wisata Lon malang ini tentu dapat menambah peluang usaha, dapat menambah pendapatan daerah dan desa, dan dapat menambah pendapatan masyarakat Desa Bita tengah. Tabel 1 Pendapatan rata-rata pelaku usaha di wisata pantai lon malang sebelum dan sesudah adanya pengembangan tempat wisata No. Mata pencaharian Pendapatan Sebelum Sesudah Suimmah Ibu rumah Usaha Rp. 000/hari Mistiyah Buruh Usaha Rp. 000/bul RP. Lukmanul Hakim. Ahmad Zaini Lutfi Sitti Ibu rumah Usaha Umar Buruh Usaha toko RP. 000/hari Rp. 000 /hari RP. 000/hari Tabel di atas hanya sebagian contoh yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan dari sebelum dan sesudah dikembangkannya objek wisata Lon Malang. Peningkatan usaha dan bisnis lahir dari meningkatnya permintaan wisatawan yang tercatat kurang lebihnya sekitar 15. 000 pengunjung perpekan, dan jumlahnya dapat berubah berdasarkan adanya peristiwa-peristiwa yang pada bulan-bulan tertentu. Dengan demikian, kedatangan wisatawan yang berkenjung ke wisata Pantai Lon Malang. Dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat desa bira tengah kualitas hidup masyarakat Desa Bira Tengah juga meningkat. Hal ini terbukti misalnya hasil wawancara dengan beberapa masyarakat Desa Bira Tengah diamana sebelum melakukan usaha di tempat wisata Lon Malang pendapatan yang diperoleh belum bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan beberapa orang yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga tidak bisa bekerja karena sakit namun keadaan tersebut bisa teratasi setelah banyak warga melakukan usaha di tempat wisata Lon Malang dan dapat membiayai kesehatan keluarganya. Kemudian hasil wawancara juga yang dalakukan terhadap beberapa ibu-ibu yang bekerja sebagai buruh di gudang ikan dan pendapatannya belum mencukupi kebutuhan keluarganya kemudian, ibu2 tersebut beralih membuka usaha di tempat wisata Lon malang yang dapat meningkatkan pendapatannya, dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dan dapat menunjang biaya pendidikan anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa setelah adanya pengembangan pantai Lon Malang menigkatkan pendapatan masyarakat Desa Bira Tengah diiringi dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. bidang ekonomi, pendidikan, dan KESIMPULAN Dari beberapa pemaparan diatas, kita dapat menyimpulkan: Pertama, pengembangan wisata pantai Lon Malang di Desa Bira Tengah Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang dilakukan dengan keterlibatan berbagai pihak, yaitu pemerinth daerah, masyarakat dan pihak swasta, hal ini mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasinya, dengan tetap mementingkan keindahan tanpa mengesampingkan kearifan lokal, disini pemerintah dan masyarakat Desa Bira Tengah memepunyai peran besar dalam membangun dan mengembangkan usaha Wisata Pantai Lon Malang. Kedua. Dampak wisata pantai Lon Malang pada ekonomi masyarakat dapat terasa setelah adanya pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya alam yang ada, yang dilakukan oleh pemerintahan desa dan masyarakat Desa Bira Tengah yaitu menambah peluang kerja dan usaha, menambah pendapatan desa atau daerah, dan menambah pendapatan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA