Buletin Profesi Insinyur 6. (Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2. http://dx. org/10. 20527/bpi. Analisis Tarif Ideal Angkutan Sungai dan Penyeberangan dilihat dari Biaya Produksi Kapal di Kabupaten Kotabaru. Kalimantan Selatan Muhammad Fitriansyah1 Irwandy Muzaidi1 Elia Anggarini1 1 Program Studi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin AAfitriansyahm3@gmail. ISSN 2654-5926 Penggunaan feri sebagai Angkutan Sungai dan Penyeberangan sangat lekat dalam kehidupan seharihari masyarakat Kabupaten Kotabaru, ini disebabkan keadaan geografis Kabupaten Kotabaru terdiri dari pulau-pulau yang menjadikan jalur transportasi menggunakan moda transportasi sungai menjadi pilihan utama masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarif ideal angkutan sungai dan penyebrangan yang semestinya berlaku saat ini yang berdasarkan pendekatan biaya pokok produksi agar dapat diketahui apakah tarif saat ini sudah mempertimbangkan dua kepentingan yang berbeda yaitu kepentingan pengelola dan pengguna. Kemudian metode penelitian ini menggunakan analisis masalah berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari pengolahan data yang terdiri dari analisis karakteristik responden dan Biaya Pokok Produksi, untuk mengukur tingkat kemampuan daya beli Kabupaten Kotabaru kemauan untuk membayar dan kemampuan daya beli berdasarkan alokasi pendapatan serta animo masyarakat terhadap jasa ASDP Kabupaten Kotabaru. Hasil dari penelitian ini berdasarkan dari data responden terkait ketersediaan penumpang untuk membayar tarif lebih sebesar Rp. 2000 untuk kelas Ekonomi dewasa dan anak sedangkan untuk jenis kendaraan Golongan II-VI bersedia membayar lebih maksimal 3%-5% dari harga saat ini, harapan responden ketersediaan membayar lebih digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan serta peningkatan fasilitas sarana dan prasarana di lingkungan dermaga. Kata kunci: analisis biaya pokok produksi, angkutan sungai dan penyeberangan, feri, tarif Diajukan: 7 November 2022 Direvisi: 15 November 2022 Diterima: 2 Januari 2023 Dipublikasikan online: 10 Januari 2023 Pendahuluan Penggunaan feri sebagai angkutan sungai dan penyeberangan sangat lekat dalam kehidupan seharihari masyarakat Kabupaten Kotabaru. Keadaan geografis Kabupaten Kotabaru terdiri dari pulau-pulau sehingga untuk menghubungkan jalur darat masyarakat masih banyak menggunakan transportasi sungai dan Walaupun sebagian besar jalan di kabupaten Kotabaru telah berhasil dihubungkan melalui jembatan, namun karena jarak tempuh dan waktu yang lebih lama apabila masyarakat melalui jembatan tersebut, maka sebagian besar masyarakat terutama pengguna kendaraan roda dua lebih memilih menggunakan angkutan sungai dan penyeberangan yaitu feri penyeberangan sebagai sarana transportasi dalam pergerakannya. Dalam buku Eko-Hidraulik Pembangunan Sungai (Maryono, 2. mengatakan sebagai fungsi transportasi, sungai bisa dilihat dari dari berbagai aspek, yaitu aspek ekonomi dan aspek lingkungan. Robert Kodoatie . menyatakan bahwa sungai merupakan lintas sektoral yang mempunyai fungsi ganda yaitu fungsi ekonomi, ekologis dan Sosial. Mempunyai fungsi Sosial, dapat menjadi penghubung antara masyarakat . ebagai transportas. , kegiatan dan interaksi, dan juga Mempunyai fungsi ekonomi, karena dapat menghasilkan nilai ekonomi seperti ruang produksi, wisata dan bahan mentah Untuk menetapkan tarif feri sebagai angkutan sungai dan penyeberangan. Pemerintah Daerah sebagai Regulator harus mempertimbangkan dua kepentingan yang berbeda yaitu kepentingan pengelola . dan pengguna . Bila ditinjau dari kepentingan pengelola yang menginginkan tarif yang dapat memberikan keuntungan yang besar, sedangkan dari sudut kepentingan pengguna sesuai dengan sifat konsumen yang menginginkan tarif yang serendah rendahnya. Sebagai sarana transportasi vital dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kotabaru sehariharinya, alokasi biaya untuk tarif perjalanan menggunakan feri tentunya tidak dapat dihindari bagi Cara mensitasi artikel ini: Fitriansyah. Muzaidi. Anggarini. Analisis Tarif Ideal Angkutan Sungai dan Penyeberangan dilihat dari Biaya Produksi Kapal di Kabupaten Kotabaru. Kalimantan Selatan. Buletin Profesi Insinyur 6. (Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2. BPI, 2023 | 1 Buletin Profesi Insinyur 6. (Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2. http://dx. org/10. 20527/bpi. masyarakat pengguna jasa transportasi ini. Perubahan harga tarif feri walaupun kecil tentunya sangat berpengaruh dalam alokasi biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat. Penentuan penyeberangan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan 44/042/KUM/2016 Tanggal 10 Pebruari 2017 dipandang oleh pengelola belum mampu menutup biaya operasional dan keuntungan yang layak, sehingga pengelola feri di Kabupaten Kotabaru menaikkan tarif 1. Gambar 1 Trayek Batulicin Ae Tanjung Serdang yang terletak di Kab. Kotabaru melebihi tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Perbedaan tarif yang digunakan oleh pengelola dan adanya permasalahan di atas yang menginspirasi untuk melakukan penelitian analisis tarif ideal terhadap animo masyarakat selaku pengguna transportasi feri di Kabupaten Kotabaru ini, dengan menggunakan feri trayek Batulicin Ae Tanjung Serdang sebagai bahan studi kasus yang dapat dilihat pada Gambar 1 sampai dengan Gambar 2. ISSN 2654-5926 Operasional Kendaraan (BOK). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tarif angkutan sungai dan penyeberangan Kabupaten Kotabaru yang semestinya berlaku saat ini berdasarkan pendekatan biaya pokok produksi agar dapat diketahui apakah tarif saat ini telah sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No 44/042/KUM/2016 Tanggal 10 Pebruari 2017. Metode Variabel yang akan digunakan pada penelitian ini Variabel terikat (Dependent Variabe. Variabel Bebas (Independent Variabe. Survei dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang berfungsi untuk mengumpulkan data dari penumpang berupa kemampuan membayar dan keinginan membayar penumpang. Perancangan kuesioner dibagi menjadi lima bagian yaitu karakteristik responden. BPP dan harapan responden. Kuesioner Karakteristik Penumpang Kueisioner Biaya Pokok Produksi Kuesioner Harapan Responden Analisis masalah berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari pengolahan data yang terdiri dari analisis karakteristik responden dan Biaya Pokok Produksi. Pengolahan data Biaya Pokok Produksi akan diolah dengan menggunakan alat bantu Excel dan dengan alat bantu Statistical Package for Social Science (SPSS) untuk perhitungan validitas dan reliabilitas, digunakan SPSS untuk membantu mempercepat proses pengolahan data yang berasal dari kuesioner. Hasil dan Pembahasan Pengumpulan data pada penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu data Primer dan Skunder. Hasil survey yang telah dilaksanakan selama 3 yaitu pada tanggal 27Ae29 April 2018 diketahui jumlah responden dapat dilihat seperti pada Gambar 3. Terlihat dari grafik pada Gambar 3, jumlah penumpang tertinggi terjadi pada hari sabtu sementara pada hari Jumat dan Minggu relatig sama baik yang ke arah Batu Licin-Tanjung Serdang maupun Data Penumpang Gambar 2 Feri Penyeberangan Batu Licin Untuk memberikan solusi dari permasalahan diatas, maka penulis melakukan penelitian mengenai analisis tarif yang ideal pada angkutan sungai dan penyeberangan yang semestinya berlaku saat ini di Kabupaten Kotabaru berdasarkan Analisis Biaya Gambar 3 Jumlah Responden BPI, 2023 | 2 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. (Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2. http://dx. org/10. 20527/bpi. Gambar 4 memperlihatkan data responden ditinjau dari umurnya. Dari grafik, jumlah umur responden paling rendah adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun, sedangkan yang paling tinggi 41-15 tahun. Ini telah sesuai dengan harapan bahwa informasi yang didapat cukup mewakili karena tersebar disemua tingkat umur. Jumlah Responden Komponen Jenis Kapal Nama Kapal Trayek Kapal Jumlah Armada Jarak Trayek Frekuensi Kapal (Ja. Frekuensi Kapal (Har. Frekuensi Kapal (Tahu. Jenis bahan bakar yang Jenis Mesin Kapal Data RO-RO KMP. Gutila Batulicin-Tanjung Serdang Trip / Jam Trip / Hari Trip/Tahun Solar Yanmar Ae 8 RY 17 P-GV Liter/har Kapasitas BBM Kapasitas Angkut Kapal Penumpang Sepeda Sepeda Motor Berat Kotor Kapal Penuh Kosong Jumlah Awak Kapal Rata-rata gaji Awak Kapal / Jumlah pegawai di darat Rata-rata gaji pegawai darat / bulan Harga Kapal Umur Ekonomis Biaya Overhead pertahun Orang Buah Buah Ton Ton Orang Rp. Rp. Rp. Tahun Rp. < 20 21-2526-3031-3536-4041-45 > 60 Umur (Tahu. Gambar 4 Umur Responden Gambar 5 memperlihatkan data responden ditinjau dari tingkat pendidikan dimana terlihat bahwa tingkat pendidikan responden paling banyak adalah tingkat SMP dan SLTA. Ini berhubungan langsung dengan jenis pekerjaan responden yang terlihat pada Gambar 6. Jenis pekerjaan responden dominan adalah karyawan swasta dan wiraswasta, sisanya pelajar, pns/polri dan Orang Jumlah Responden Jumlah Responden Tabel 1 Data Teknis KMP Teluk Cendrawasih Pendidikan Terakhir Gambar 5 Pendidikan Terakhir Responden Jenis Pekerjaan Gambar 6 Jenis pekerjaan responden Analisis Perhitungan Tarif Biaya Pokok Produksi Perhitungan analisis tarif biaya pokok produksi untuk KMP Teluk Cendrawasih milik PT. ASDP Batulicin adalah sebagai berikut. Data Teknis KMP Teluk Cendrawasih Data-data teknis KMP Teluk Cendrawasih dapat dilihat pada Tabel 1. Data-data tersebut meliputi jenis kapal. Nama Kapal, trayek kapal, jumlah armada, jumlah trayek, freksuensi kapal, jenis mesin kapal, kapasitas BBM yang digunakan, kapasitas, berat kosong dan berat isi kapal, gaji pegawai, umur ekonomis, dan biaya overhead pertahun. Biaya Operasional KMP Telk Cendrawasih I Data Biaya Langsung per tahun Biaya Tetap Penyusutan Kapal = Rp. 000,Bunga Modal = Rp. 750000,Premi Asuransi = Rp. 000,Biaya Awak Kapal = Rp 612. 000,Total Biaya Tetap = Rp. 000,Biaya Tidak Tetap Biaya BBM = Rp. 000,Bunga Gemuk / Oli = Rp. 857,BiayaRMS(Repair. Maintenance. Servic. = Rp. BPI, 2023 | 3 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 6. (Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2. http://dx. org/10. 20527/bpi. Biaya pelabuhan/pemeliharaan Faktor Muat Tarif Feri Keterangan Ea (%) Rp 6,287. Rp 6,985. Rp 7,859. Rp 8,981. Rp 9,672. Rp10,478. Total Biaya Tidak Tetap Penetapan tarif pada tingkat faktor beban antara 60% sesuai dengan kondisi /kemampuan (Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 58 Tahun 2003 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM. 18 tahun 2012 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 58 Tahun 2003 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan. Jakarta: Kemenhub RI = Rp. 000,=Rp. Data Biaya Tidak Langsung per tahun Biaya Pegawai di darat = Rp. 000,Biaya Kantor per tahun = Rp. 000,Biaya Listrik,telpon, air = Rp. 000,Biaya Management dan Pengelolaan = Rp. 000,Total Biaya Tidak Langsung = Rp. 000,Total BOK (Langsung Tidak langsun. Rata-rata Kapasitas Produksi per hari (SUP) = 305. Rata-rata Load Factor per hari (/Tri. = 0. Total Produksi Pelayanan Per Tahun (SUP/ Tahu. = 357. Rata-rata Kapasitas Produksi per hari x Trip per tahun = Rp. 857,Selain biaya langsung dan biaya tidak langsung, pada feri penyeberangan ini juga terdapat biaya overhead/taktis sesuai kondisi riil lapangan. = Rp. 302,857 SUP 352 Trip = Rp. 388 SUP/Trip Tarif Biaya Pokok Produksi Teluk Cendrawasih I Tarif biaya produksi KMP Teluk Cendrawasih I dapat dilihat dari Tabel 2. Tabel 2 Tarif Biaya Pokok Kapal Penentuan tarif angkutan penyeberangan sesuai biaya produksi kapal dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Tarif Angkutan sesuai Biaya Produksi Kapal Uraian Golongan Nilai SUP Penumpang Tarif BPP Rp10,478 Sepeda Rp16,765 Sepeda Motor Rp29,338 i Rp58,677 IV . Rp226,639 Pickup dll IV (Baran. Rp188,394 Bis sedang V . Rp391,772 Truk Sedang V (Baran. Rp330,581 Bis besar VI . Rp663,048 Truk tangki dll kendaraan alat VII Rp691,862 Vi Rp1,034,703 Sepeda Motor 500 cc Kijang. Sedan. Berdasarkan perhitungan biaya pokok produksi, maka didapatkan tarif penyeberangan Batulicin Ae Tanjung Serdang untuk penumpang sebesar Rp. Sepeda sebesar Rp. Sepeda motor sebesar Rp. Sepeda motor . sebesar Rp. 667, untuk mobil penumpang sebesar Rp. 639, pick up sebesar Rp. Bis sedang sebesar Rp. Truk sedang sebesar Rp. Bis besar sebesar Rp. 048, untuk truk tangki sebesar Rp. 862 dan untuk kendaraan alat berat sebesar Rp. Kesimpulan Data Teknis Biaya Taktis per tahun Biaya Overhead per tahun = Rp. 000,Total Biaya (BOK Overhea. = Rp. 857,Biaya Pokok Produksi Teluk Cendrawasih I Berdasarkan Survei Primer Jumlah Penumpang KMP. Teluk Cendrawasih I yang dilakukan oleh Penulis. Tarif biaya pokok produksi diperoleh dengan persamaan Berdasarkan analisis terhadap data dan hasil pengolahan yang dilakukan dihasilkan beberapa kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian yaitu: Pendapatan rata-rata menggunakan tranportasi penyebrangan BatulicinTanjung Serdang C 4 juta Rupiah = 27,2 % 3 Juta Rupian Ae 5 Juta Rupiah = 36,8 % BPI, 2023 | 4 Buletin Profesi Insinyur 6. (Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2. http://dx. org/10. 20527/bpi. ISSN 2654-5926 2 Juta Rupian Ae 3 Juta Rupiah = 21 % Referensi 1 Juta Rupian Ae 2 Juta Rupiah = 15 % Kementerian Perhubungan. Keputusan Menteri Perhubungan No. 73 Tahun 2004 tentang penyelenggaraan angkutan sungai dan danau. Jakarta: Kemenhub RI. Kementerian Perhubungan. Kamus Istilah Perhubungan. Jakarta: Kemenhub RI. Kodoatie. Robert J. Sugiyanto. Banjir Ae Beberapa Penyebab dan Metode Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan. Cetakan 1. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Maryono A. Eko-Hidraulik Pembangunan Sungai. UGM Yogyakarta. Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru. Peraturan Daerah Kabupaten Kotabaru No. 2 Tahun Tamin. Rahman. Kusumawati. Munandar, . Setiadji. Evaluasi Tarif Angkutan Umum dan Analisis AoAbility To PayAo (ATP) dan AoWillingness To PayAo (WTP) di DKI-Jakarta. Jurnal Transportasi. Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT). No 2. Tahun I. Desember Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 44/042/KUM/2016 Berdasarkan dari data responden terkait ketersediaan penumpang untuk membayar tarif lebih sebesar Rp. 2000 untuk kelas Ekonomi dewasa dan anak sedangkan untuk jenis kendaraan Golongan II-VI bersedia membayar lebih maksimal 3%-5% dari harga saat ini, harapan responden ketersediaan membayar lebih digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan serta peningkatan fasilitas sarana dan prasarana di lingkungan Dilihat dari perhitungan biaya produksi kapal dapat diketahui bahwa besaran tarif penyebrangan sesuai dengan SK Gubernur No. 44/042/KUM/2016 tidak sesuai dengan kondisi biaya kapal dilapangan, sehingga besaran tarif penyebrangan dapat ditinjau kembali merujuk kepada analisis perhitungan biaya produksi kapal. Ucapan Terimakasih