91 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 DOI http://dx. org/10. 36722/sh. Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam Muhamad Afiffudin1*. Sultan Arif Fahriansyah1. Mungkassifurahman1. Maslani1. Opik Taupik Kurahman1 Pendidikan Agama Islam. Program Pascasarjana. Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati. Jl. Cimencrang. Kec. Gedebage. Kota Bandung. Jawa Barat, 40292. Penulis untuk Korespondensi/E-mail: muhammadafiffudin@uinsgd. Abstract Ae This study to analyze the integration of Tafsir and tarbawi hadith in the development of Islamic Education in Islam is not only oriented towards the transfer of knowledge, but also towards the formation of morals, spirituality, and character of insan kamil. Tafsir tarbawi plays a role in interpreting verses of the Qur'an related to educational values, while hadith tarbawi provides practical examples of the Prophet Muhammad's educational methods and ethics. This study uses a descriptive qualitative approach through a literature review of relevant primary and secondary sources. The results show that the integration of Tafsir and hadith tarbawi can produce a holistic concept of Islamic education, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. According to Tafsir and tarbawi hadith, the goal of Islamic education is to shape individuals who are faithful, knowledgeable, and pious, who are beneficial to society. In addition, educational evaluation from the perspective of Tafsir and hadith does not only assess the intellectual aspects, but also the moral and spiritual aspects of students. Thus. Tafsir and tarbawi hadith can be used as a normative and methodological basis in designing an Islamic education system that is contextual, humanistic, and oriented towards character building and devotion to Allah SWT. Abstrak - Penelitian ini menganalisis integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan Islam. Pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas dan karakter insan kamil. Tafsir tarbawi berperan menafsirkan ayatayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan, sedangkan Hadis tarbawi memberikan contoh aplikatif tentang metode dan etika pendidikan Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi mampu melahirkan konsep pendidikan Islam yang holistik, mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan pendidikan Islam menurut tafsir dan hadis tarbawi adalah membentuk pribadi beriman, berilmu, dan beramal saleh yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, evaluasi pendidikan dalam perspektif Tafsir dan Hadis tidak hanya menilai aspek intelektual, tetapi juga moral dan spiritual peserta Dengan demikian. Tafsir dan Hadis tarbawi dapat dijadikan landasan normatif dan metodologis dalam merancang sistem pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta pengabdian kepada Allah SWT. Keywords Ae Educational Hadith. Educational Interpretation. Integration. Islamic Education. PENDAHULUAN alam Islam, pendidikan bukan sekadar transfer membentuk karakter, moralitas dan spiritualitas Al QurAoan sebagai sumber ajaran Islam memberikan panduan lengkap mengenai prinsip dan metode pendidikan yang holistik (Damayanti et al. Tafsir tarbawi atau Tafsir yang berfokus pada pendidikan memudahkan pemahaman mengenai ajaran Al-Qur'an terkait pendidikan moral dan etika. Received: 10 November 2025. Accepted: 30 December 2025. Published: 31 March 2026 Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Dengan memahami konsep ini, masyarakat Muslim diharapkan dapat mengembangkan diri secara optimal di berbagai aspek kehidupan. (Muhajir et al. Tafsir tarbawi memberikan pemahaman tematik tentang ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan Melalui pendekatan ini, para mufassir berusaha menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an (Suyati et al. , 2. maka Tafsir tarbawi tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum, tetapi juga sebagai pedoman untuk mendidik generasi yang berakhlak mulia dan memiliki intelektualitas tinggi (Putra, 2. Dengan begitu Tafsir dan Hadis tarbawi menjadi landasan penting dalam dunia pendidikan yang menjadi sumber pengembangan pendidikan islam. Hadis sebagai sumber kedua setelah Al-Qur'an memiliki peran penting dalam membentuk konsep pendidikan Islam yang komprehensif, mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik (Tamjidnoor, 2. Dalam konteks pendidikan kontemporer nilai-nilai dan metode yang terkandung dalam Hadis tarbawi tetap relevan dan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan praktik Integrasi ajaran Hadis tarbawi dalam pendidikan Islam dapat membentuk individu yang berakhlak mulia, jujur, sabar dan menghormati sesama, serta menekankan pentingnya pendidikan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda (Rizki & Lessy, 2. Fenomena yang dapat diamati di lapangan menunjukkan bahwa banyak lembaga pendidikan Islam masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan nilai-nilai QurAoani dan Hadis ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran. Kondisi nyata ini diperkuat dengan masih dominannya metode pembelajaran yang bersifat kognitif semata, sehingga kurang memberi ruang bagi dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik. Padahal Al-QurAoan dan Hadis sebagai sumber ajaran Islam memberikan landasan menyeluruh yang mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Oleh karena itu. Tafsir dan Hadis tarbawi hadir sebagai alternatif kesenjangan antara teks Al-QurAoan dengan kebutuhan dunia pendidikan modern (Adhimah & Iwanebel, 2. Sejumlah penelitian telah mengkaji tentang integrasi tafsir dan hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan Penelitian yang dilakukan oleh Mirza & Azahra . menunjukkan bahwa Tafsir tarbawi berperan sebagai pendekatan yang efektif dalam internalisasi nilai-nilai moral dan karakter yang selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Melalui pemahaman yang mendalam serta penerapan nilainilai tersebut dalam proses pendidikan, peserta didik tidak hanya mengalami perkembangan pada aspek kognitif, tetapi juga pada dimensi sosial, emosional dan spiritual berbasis nilai QurAoani. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Fatoni . menjelaskan dari berbagai literatur ilmiah yang membahas Hadis tarbawi serta sumber-sumber Hadis utama seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga metode tersebut memiliki keselarasan yang kuat dengan prinsip pendidikan modern seperti active learning, pendidikan karakter dan peran guru sebagai role model. Analisis tematik terhadap Hadis-Hadis tarbawi mengungkapkan bahwa metode Nabi SAW sangat adaptif, komunikatif dan membentuk fondasi pembelajaran berbasis nilai. Secara komprehensif, penelitian yang dilakukan oleh Sunita dkk . mengungkapkan Tafsir tarbawi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Tafsir tarbawi tidak hanya berfungsi sebagai metode penafsiran ayat-ayat Al- QurAoan, tetapi juga sebagai paradigma pendidikan yang menekankan integrasi nilai kognitif, afektif dan psikomotorik secara Melalui pendekatan ini, pendidikan Islam mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya berilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri dan adaptif terhadap perkembangan Peneliti melihat adanya celah terhadap beberapa penelitian terdahulu yaitu hanya membahas tentang tafsir tarbawi atau hadis tarbawi di setiap fokus penelitiannya, padahal tafsir dan hadis tarbawi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan sebagai landasan pendidikan islam, maka peneliti akan menganalisis tentang integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan islam, hal ini dimulai fakta saat ini Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dirasakan begitu pesat sehingga sangat dibutuhkan oleh manusia terutama ilmu pendidikan islam. Di era modern, tantangan dalam ilmu pendidikan islam semakin kompleks terutama dengan hadirnya budaya global yang sering bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dalam konteks ini. Tafsir dan Hadis tarbawi menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk diterapkan dalam pendidikan. Tafsir Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 dan Hadis tarbawi adalah metode penafsiran AlQur'an dan Hadis yang berfokus pada penerapan nilai-nilai pendidikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam perkembangan ilmu pendidikan pendukung (Purwanza et al. , 2. Selain itu menggunakan penelitian teoritis, sumber-sumber serta publikasi ilmiah lainya yang berhubungan dengan budaya, norma-norma, serta nilai nilai yang berkembang (Sugiyono, 2. Al-QurAoan merupakan landasan pertama dan utama dalam menjalankan syariat beragama, sedangkan Hadis berfungsi sebagai bayan . kepada Al-QurAoan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam kitab suci umat Islam. Dalam memahami makna perintah maupun larangan di dalamnya mestilah merujuk kepada praktik Nabi Muhammad SAW baik Perbuatan, perkataan dan persetujuannya menjadi dasar utama dalam mengimplementasikan ajaran-ajaran Islam. Pengumpulan data menggunakan cara mencari sumber dan mengkonstruksi dari berbagai sumber misalnya seperti, buku, jurnal dan riset-riset yang sudah pernah dilakukan (Sarnoto & Sari, 2. Peneliti menggunakan teknik analisis data berupa analisis konten . ontent analysi. Dengan demikian, mustahil untuk mengamalkan ajaran Islam apalagi memahaminya dengan mengesampingkan Hadis. Bahkan al-Imym alAwzaAoi . 157 H) pernah menyatakan bahwa AuJika diperhatikan dengan seksama, maka Al-QurAoan lebih memerlukan Sunnah dibandingkan Sunnah terhadap Al-QurAoanAy (Asy-Syathibi, 1. Keterangan diatas memberikan penjelasan bahwa Al-QurAoan lebih banyak dijelaskan lewat Hadis sehingga seakan-akan Al-QurAoan membutuhkan Sunnah atau Hadis untuk menjelaskan ayat-ayatnya yang bersifat umum. Maka perkembangan ilmu pendidikan islam tersebut tentunya harus berlandaskan Tafsir dan Hadis tarbawi. Dengan menjadikan tafsir dan Hadis tarbawi sebagai panduan dan landasan, maka ilmu pendidikan islam akan berkembang dengan mantap dan menjadi acuan dalam membuat konsep pendidikan. Fokus utama dalam penelitian ini adalah integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi dalam perkembangan ilmu pendidikan islam yang diharapkan nantinya kita bisa mengetahui secara komprehensif tentang integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi dalam perkembangan ilmu pendidikan islam. METODE Peneliti menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif. Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari suatu hal yang diamati (Abdussamad, 2. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka . ibrary researc. yang bertumpu pada berbagai referensi yang mencakup topik utama, seperti buku, artikel dan sumber-sumber lain yang relevan sebagai data HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Ilmu Pendidikan Islam dalam Tafsir dan Hadis Tarbawi Islam adalah agama yang sempurna. Diantara kesempurnaannya adalah perintah Allah SWT untuk mencari ilmu dan mengangkat derajat kaum yang Perintah untuk mencari ilmu dan mengajarkannya dapat dengan mudah ditemukan dalam Al-Qur'an dan Hadits, tidak ada pemisahan antara ilmu dalam Al-Qur'an maupun Hadits. Keduanya tidak membedakan antara ilmu agama Islam dan ilmu umum. Sebab, semua ilmu berasal dari Zat yang Maha mengetahui yaitu Allah SWT. Tafsir tarbawi menempati posisi penting dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam karena mampu menjembatani antara teks Al-QurAoan dengan realitas pendidikan. Tafsir tarbawi bukan hanya menafsirkan ayat dari sisi bahasa dan hukum, melainkan juga menggali pesan-pesan pendidikan . yang terkandung di dalamnya, karena itu menjadi instrumen untuk menginternalisasikan nilai QurAoani ke dalam proses pembelajaran di sekolah maupun pesantren (Arifianto et al. , 2. Hadis tarbawi dapat didefinisikan sebagai HadisHadis Nabi Muhammad SAW yang membahas tentang aspek-aspek pendidikan, baik yang berkaitan dengan tujuan, kurikulum, metode, maupun peran dan tanggung jawab guru dan peserta didik (Zakiyah, 2. Konsep "Tafsir dan Hadis tarbawi" muncul sebagai metode untuk menginterpretasi ayat Al-Qur'an dan Hadis yang relevan dengan pendidikan. Tafsir ini bertujuan untuk menggali pemikiran dan konsep pendidikan yang terkandung dalam sumber utama ajaran Islam, sehingga dapat menjadi landasan pengembangan sistem pendidikan Islam yang holistik (Fadriati. Al-QurAoan surat ali Imran ayat 79 dijelaskan tentang Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 pengertian tarbiyah. AaI Ea aI aEaa aI OacaOaN NE acE E aE a aOEE aI aOEIac acOa acI OaCO aE aEEIac a EOIO a aU aE OA AaII O aIA o aANEE aOE aEI EOIO aac aIO aI a aI EII a aEIO aI E aE a aO a aI EII aOIA AuTidak sepatutnya seseorang diberi Alkitab, hukum dan kenabian oleh Allah, kemudian dia berkata kepada manusia. AuJadilah kamu para penyembahku, bukan . Allah,Ay tetapi . endaknya dia berkat. AuJadilah kamu para pengabdi Allah karena mempelajarinya!Ay Kata rabbaniy berarti orang yang sempurna ilmu dan Selain itu, kata rabbaniy berkaitan erat dengan kegiatan pendidikan. Makna kata rabbaniy dalam ayat tersebut adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang mendalam dan menyampaikan ilmunya kepada orang lain (Nata. Penunjukkan kata al-tarbiyyah pada pengertian pendidikan ini bisa dilihat pada Hadis. acaIa CaaOeaa e aI a aO aacaIa OaeCaO a OaeIaO e aI ae a E ac e aI aI EeCa a acO a eI a aNOeE a eIA ac aC a aU aa eI aA a aO aN a eI aaO N aaO ae a acI a aO aE acE acaEA a aEacO acE acaE aEa eO aN aO aEac aI Ca aE aE OaA a AaI eI aEe aO a' au acaE a aaNa acE acaE aOa aIO aI aN AaO aO aN aE aI O aO aa aE eI AaE acONa eO aCEOA acO a aEO aI aI e aE eE a a aE a eO a e a aIA AO aac a aIO a aIOaca e aI a e a aI aacaIa Oa aOa Oae aIO e aI a aOe aacaIa a eO a e aI E aC a aI aacaIaO aNA Aa e aIa e aI ae aI aI eE eaOaO a acaIa a aEa e aI aI e aE aacaIaO aEaOe aI aI Oa e aIO e aI a aE aEA Aa aN aAO a aC aNA a aA E acO a' a AaOA a AaE aE aaN aI a eI a aNOeE a aNa aeE eIa a aAO aaO a a eO aI eI eE aE eA Aa aN aAO aI eO a a aN aO a aca aIO aN aaO E ac aN a a ea aIa a ea acE acaEA a AaO aAO aaO a aEaOe aI aI Aa aOA AIA a AA AA aE aI aOA a Ae aI aO eN a e a a aIO aN a e aI a e aI a eO a e aI eE aI aI aOA AO a eI a aNOeE ) AOA a AN aa eO a a a eI EIac a 'Oa aA acEO acE acaE a aE eO aN aO a acE aI aI aeO aaO aO e aCA . AIEIA AuTelah diriwayatkan kepada kami Qutaibah bin Said, diriwayatkankepada kami Ya'qub yakni Ibnu Abdurrahman al- Qariy dari suhail dari ayahnya dari abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: tidaklah salah seorang bersedekah dengan kurma dari usahanya yang baik melainkan Allah mengambilnya dengan tangan kanannya, lalu mendidiknya sebagaimana ia mendidik hingga menjadi seperti gunung atau yang lebih besar lagi. Dan diriwayatkan kepadaku Umayyah Ibnu Bistham, telah diriwayatkan kepada kami Yazid yakni Ibnu Zuraiy, telah diriwayatkan kepada kami Rauh Ibnu al-Qasim dan Ahmad Ibnu Utsman alAudiy meriwayatkan kepadaku. Khalid Ibnu Makhlad meriwayatkan kepada kami, telah diriwayatkan kepadaku Sulaiman yakni Ibnu Bilal keduanya dari Suhail, dengan sanad ini pada riwayat Rauh dari usahanya yang baik, lalu meletakkannya pada haknya dan berdasarkan riwayat Sulaiman, lalu ia meletakkan pada tempatnya. (HR Muslim:1. Ay Makna dari Hadis di atas menunjukkan bahwa setiap amal baik yang dilakukan, termasuk sedekah, memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Ketika seseorang memberikan sedekah Allah tidak hanya menerima tindakan tersebut, tetapi juga mengolah dan mengembangkan pahala dari sedekah Proses ini diibaratkan seperti mendidik anak. Allah SWT akan memastikan bahwa setiap amal baik akan mendapatkan balasan yang setimpal dan bahkan dilipatgandakan. Kaitannya antara sedekah dan konsep tarbiyah dalam pendidikan Islam sangatlah erat. Sedekah sebagai salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai tindakan kemanusiaan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan yang membentuk karakter dan moral Tarbiyah mencakup pengasuhan dan pembinaan nilai-nilai yang baik, termasuk sikap dermawan dan kepedulian terhadap sesama. Melalui sedekah, seseorang tidak hanya memberikan bantuan kepada orang lain, tetapi juga mendidik dirinya sendiri untuk menjadi individu yang lebih Tujuan ilmu pendidikan islam dalam Tafsir dan Hadis Tarbawi Tujuan merupakan kondisi ideal yang ingin dicapai. Secara umum, pendidikan dapat diartikan sebagai suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap agar seseorang dapat menjadi lebih baik. Menurut Zakiyah Daradjat . tujuan pendidikan Islam secara menyeluruh adalah membentuk pribadi insan kamil yang berarti manusia utuh baik rohani maupun jasmani, agar dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal dengan tawakal kepada Allah SWT. Maka tujuan pendidikan merupakan aspek penting dalam pendidikan, karena menentukan arah yang ingin Dalam ajaran Islam, semua aktivitas manusia bertujuan meraih insan yang beriman dan bertaqwa. Pendidikan Islam tidak hanya mencakup tujuan jangka panjang untuk akhirat, tetapi juga memperhatikan tujuan jangka pendek di dunia ini (Sundari et al. , 2. Tujuan pendidikan Islam mencakup bagaimana manusia dapat menjalani kehidupannya dengan baik, mendapatkan pekerjaan dan mencapai tujuan jangka panjang di akhirat Sehingga manusia dapat meraih kebahagiaan di dunia dan bekal kehidupan yang abadi. Al-QurAoan surat Az-Zariyat disebutkan tentang tujuan Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 pendidikan untuk beribadah kepada Allah. AaO aI aEa eC a eE a acI aO aeE eIa a a acaE aE aO ea eaO aIA AuTidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-KuAy Tujuan Pendidikan yang terdapat pada QS. AzZariyat ayat 56 yaitu untuk beribadah kepada Allah, sangat jelas mengabarkan kepada kita bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia tidak lain hanyalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Dalam gerak langkah dan hidup manusia haruslah senantiasa diniatkan untuk mengabdi kepada Allah. Tujuan pendidikan yang utama dalam Islam menurut AlQurAoan adalah agar terbentuk insan-insan yang sadar akan tugas utamanya di dunia ini sesuai dengan asal mula penciptaannya yaitu sebagai abid (Zain, 2. Dalam Tafsir ibnu katsir . Mengenai firman Dalam Hadis yang di riwayatkan oleh bukhori dan muslim juga dijelaskan terkait tujuan pendidikan dalam jiwa seseorang terhadap siapa yang kepadanya ia mengabdi. Ibadah juga merupakan dampak keyakinan bahwa pengabdian itu tertuju kepada yang memiliki kekuasaan yang tidak terjangkau dan tidak terbatas. Sehingga dalam melaksanakan proses pendidikan, baik dari sisi pendidik atau peserta didik, harus didasari sebagai pengabdian kepada Allah SWT Maka pendidikan adalah sangat penting dan pendidikan juga merupakan jalan untuk beribadah kepada Allah, melalui pendidikan yang benar dan terarah manusia dapat memahami dan menyadari segala potensi yang ada dalam dirinya. Sehingga dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia. Selain itu juga sebagai jalan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Rabb-nya. Dalam Hadis yang di riwayatkan oleh bukhori dan muslim juga dijelaskan terkait tujuan pendidikan A au acI aIaE aI aIO acE acE a aN I aI eE aNaOA:A aC aE a a OE acE acE A:Aa eI O IOO Ca aEA a A C a aE a eE aI a A a eI a a eEAUUAA a e AEaI ea a aU aOaA AEEA a aAOE eE aI aE aIa aE aOe A A Aa aIAa a acE acE a aN E acI aOAUA aOEa aI aI eI aN a a aa aI aE a EI aAUAOE a e a eE aE a aOA A uaIac aI aN aO CaO UI aE a eI a aE aIAUA a a aA U aI eI aN a e aOA a a a aA OA. AaI eI aN O a aC eO aOa a aOA A a aE aIAUA aOIaN aI a aIO E acE a aNAUcaO aE a eI aa EaE a aE aE aIa aE aI eI AaCNa aAO aO aI EEA (A aOI aE aI eI Ea eI Oa eAa e a aE aE a e aO aE eI Oa eCa eE NaaO acE aacE EacaO a e a eE a a aN )IA UC aEaO aNAUAO aEac aIA ca A ua acI aIaE aI aIOA:AacEE A ca AOEA acEE a aN IIA a A Ca aE aA:aA eI O IOO CaEA e AOEA e AeE aNaOA a Ua a a e AA a e AEaIA a AE aI aE aI a aEA a aA CaEAUAOaA a a AOe A e a A eA UA EI aA a Aa aI aEA a AeE aI a A a eIaA a A aO aEIa aI eI aN a aAUAOA a AOEa eA a aA eE aEA ca aIa aA A aU aI eI aNA a AA AOA AOA a AOA AOA ACA AOA ANA AIA AIA AaOA a AA a AA AIA AEA AacEE a aNA a a a a a e a a ca U AO aCA AOI E a eI aEa aI aOE a eI aa EaE aEaEa aI a aE aI eI AaCa aNA ANA AIA AIA AuA UAOA a a a a A e aA aA aOI aE aI eI Ea eI Oa eA eAUAEac aIA ca A aOIaN aI aIaOAUAacEEA ca aO aOIA a A Aa aE aI OAUAacEE a aNA ca AaEaEa ae aOEa eI Oa eCa eE aNaOA )AEaO aNA AacEEa EacaO a e a eEa a aNA a A(IACA AuDari abu musa ra. Dari Nabi saw beliau bersabda: perumpamaan apa yang diutuskan oleh Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah, dari tanah itu ada yang gembur dapat menerima air lalu tumbuhlah padang rumput dan rumput yang banyak, daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan Allah TaAoala "A"oac aEaEa eOaa e aOIA a melainkan supaya mereka Allah kepadaberibadah kepada-Ku. Ay Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu AoAbbas: artinya beribadah dan mengabdi kepada-Ku, baik secara suka rela maupun terpaksa. Sedangkan Ibnu Juraij menyebutkan: AuYakni, supaya mereka mengenalKu. Ay Mengenai ayat tersebut. Ar-rabiAoi bin Anas mengatakan: AuMaksudnya tidak lain kecuali untuk Ay AuDari abu musa ra. Dari Nabi saw beliau bersabda: perumpamaan apa yang diutuskan oleh Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah, dari tanah itu ada yang gembur dapat menerima air lalu tumbuhlah padang rumput dan rumput yang banyak, daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram dan bertani, dan air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu orang yang pandai agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya, ia pandai dan mengajar dan perumpamaan orang yang tidak menoleh kepadanya dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang mana saya diutus dengannya. Ay . uttafaqun alai. M Qurais Shihab . di dalam Tafsir al misbah mengatakan bahwa Ibadah bukan sekedar ketaatan dan ketundukan, tetapi ia adalah satu bentuk ketundukan, ketaatan, serta pengabdian yang mencapai puncaknya akibat adanya rasa keagungan Tujuan pendidikan menurut Hadis Abu Musa adalah membentuk pribadi muslim yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain sehingga diumpamakan ilmu yang didapatnya itu seperti air hujan yang dapat menumbuhkan padang rumput dapat diminum dan Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 dijadikan air untuk menyiram tanaman dalam Dalam perspektif tarbawi, ilmu yang sejati adalah ilmu yang bermanfaat (Aoilm nafiA. yakni ilmu yang diamalkan dan disebarkan kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW memuji golongan yang Aufahima fi dinillah, faAoalima wa AoallamaAy . emahami agama, lalu mengajarkan kepada orang lai. Artinya, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya pengetahuan kognitif, tetapi dari sejauh mana ilmu itu mengubah perilaku dan memberi manfaat bagi masyarakat. Inti pendidikan Islam adalah transformasi moral dan sosial yang berakar pada nilai wahyu, bukan sekadar transfer informasi. Karenanya pendidik Islam harus menjadi teladan yang memancarkan ilmu dan akhlak seperti hujan yang memberi kehidupan di sekitarnya (Budiyanto. Selain itu. Hadis ini mengandung pesan bahwa ilmu tanpa pengamalan tidak memberi manfaat. Dalam pendidikan Islam proses pembelajaran harus diarahkan untuk membentuk manusia yang berilmu dan beramal. Tafsir dan Hadis tarbawi mendorong peserta didik untuk menjadikan ilmu sebagai sarana perubahan diri dan masyarakat. Guru berperan sebagai Auhujan rahmatAy yang menyuburkan akal dan jiwa peserta didik melalui keteladanan, kasih sayang dan pendekatan spiritual. Pendidikan demikian tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan keimanan dan akhlak mulia (Fathurrohman & Suharyat, 2. Hadis Abu Musa dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam bertujuan menumbuhkan manusia yang berilmu, beramal dan bermanfaat bagi sesama. Wahyu menjadi sumber nilai pendidikan, guru menjadi teladan yang menuntun dan peserta didik dipandang sebagai tanah yang harus disiapkan agar subur menerima ilmu. Sehingga pendidikan Islam bukan hanya proses pengajaran, tetapi juga penyiraman ruhani yang menumbuhkan kehidupan iman dan amal. Seperti hujan yang menghidupkan bumi, ilmu yang benar akan menghidupkan hati dan membangun peradaban Evaluasi Ilmu Pendidikan Islam dalam Tafsir dan Hadis Tarbawi Evaluasi adalah proses dan tindakan yang direncanakan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan . eserta didi. menuju tujuan . sehingga penilaian dapat dilakukan sebagai dasar rumusan target (Rahayu, 2. Dengan bantuan evaluasi kita memperoleh informasi dan kesimpulan tentang keberhasilan suatu kegiatan, dan kita dapat menentukan alternatif dan solusi untuk tindakan selanjutnya. Dengan demikian, evaluasi ilmu pendidikan Islam adalah suatu kegiatan untuk menilai perilaku peserta didik dari semua aspek mental-psikologis dan spiritual-religius dalam pendidikan Islam, dalam hal ini tentu saja Al-Qur'an dan Hadis menjadi pedoman. Dengan diperkenalkannya penilaian ini, tidak hanya guru, tetapi seluruh aspek/elemen pendidikan Islam (Bangun & Ratnasari, 2. Evaluasi pendidikan memiliki kedudukan yang amat strategis, karena hasil dari kegiatan evaluasi dapat digunakan sebagai input untuk melakukan perbaikan kegiatan pendidikan. Ajaran Islam juga menaruh perhatian yang besar terhadap evaluasi tersebut. Allah SWT, dalam berbagai firman-Nya dalam kitab suci Al-QurAoan dan Rasulullah SAW dalam beberapa HadisNya memberitahukan kepada manusia, bahwa pekerjaan evaluasi terhadap ilmu pendidikan islam merupakan suatu tugas penting dalam rangkaian proses pendidikan yang telah dilaksanakan oleh pendidik (Suharna, 2. AlQurAoan menjelaskan terkait evaluasi pendidikan Islam di surat al Baqarah ayat 155: AA aO eE a eO a aO aI eCA ao'I aI eE eaI aO aE aO eE eaIAa aA a AaO aEIa e aE aOIac aE eI a a eO ao'I aI eE a eOA AaOEac a aI a aO a ao' a cEA a a eO aIA AuKami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah . ahai Nabi Muhamma. kabar gembira kepada orang-orang Ay Tafsir Ibnu Katsir . mengatakan bahwa Allah SWT pasti menimpakan cobaan kepada hamba-Nya, mendidik dan menguji mereka yang dimaksud adalah kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan berarti kehilangan sebagian harta, kematian temanteman, kaum kerabat dan kekasih, serta kebun dan lahan pertanian yang tanamannya tidak menghasilkan buah sebagaimana biasanya yang mengakibatkan penurunan produksi. Hal ini adalah cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hambaNya. Mereka yang sabar akan diberi pahala, tetapi mereka yang tidak sabar akan diazab. Dalam Tafsir kontemporer Indonesia. Quraish Shihab . membaca ayat ini sebagai panggilan untuk memahami ujian secara kontekstual dan Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Ujian dapat menjadi sarana penguatan spiritual dan pemuliaan moral ketika direspon dengan sabar dan tawakal. Pendapat Shihab menegaskan bahwa evaluasi pendidikan perlu menumbuhkan ketangguhan . dan ketenangan batin, bukan sekadar mengejar standar Dalam perspektif Tafsir tarbawi, ayat ini tidak hanya dipahami sebagai wahyu yang mengandung peringatan dan janji, melainkan juga sebagai pedoman metodologis untuk merancang proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, khususnya kesabaran dan ketangguhan. Pemahaman ini membuka ruang bagi interpretasi evaluasi pendidikan bukan semata-mata alat ukur melainkan instrumen pembinaan menyeluruh . (Mirza & Fauzi, 2. Dalam sebuah Hadis juga dijelaskan tentang evaluasi pendidikan islam. AAEacO acE acaE aEa eO aN aO a acE aI a a aE eE aI aea aA a a aEA a Aa eI aaO N aaO aea a acI aaO aE acE aacEA ca ca ca AA ao'EA a a Aa a UE Aa aAEacO Aa aEac aI aEaO EIac a 'OA a AAEO E acE aE eO aN aO aE aI Aa aac aOCa aE e a e a AAEacO acE acaE aEa eO aN aO a acE aIA a a au acI aE Ea eI A a a ao'E aA a a a aO aA aE'O aE aI aA acEO a acI a a aA a acE aI a aEO E acI a 'OA ca AA ao'E E Aa aC aE aOEaO aa aE aE a ' aC aI e a aI aOe aNa a aE eIIaOA a AA ao'E Aaua acI aE E eI A a aCa aE e a e a AAEa aa Aa aE a' e a acIA ca aCa aE aua Ca eI a auEaO EA A eC ae aI a aO aac aI a aE aI eI eECa e aI a acI e aE e aacO ea aI a acI a aE a acI eAa e aacOA Aa e a aE CaaI a acI e ae aacO ea aIa acI a a a acI eAa e aacO ea aIa acI a aE aO eA a eE aEaEa aAOA a aE aa aE aE aE'NaA AuDari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW masuk masjid, maka masuklah seorang laki-laki dan melakukan shalat, lalu ia memberi salam kepada Nabi SAW dan beliau pun menjawab salamnya seraya bersabda AuKembali dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat. Ay Kemudian ia datang memberi salam kepada Nabi SAW dan beliau bersabda AuKembali dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalatAy . iga kal. Laki-Iaki itu berkata AoDemi Zat yang mengutusmu dengan benar, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik darinya. maka ajarilah akuAo. Beliau SAW bersabda AuApabila engkau berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-QurAoan, lalu rukuklah hingga engkau tumaAoninah . dalam rukuk. Kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri lurus. Kemudian sujudlah hingga engkau tumaAoninah dalam sujud, lalu bangkitlah hingga engkau tumaAoninah dalam Lakukan yang demikian itu pada seluruh Ay Hadis ini menunjukkan evaluasi langsung terhadap pelaksanaan ibadah yang merupakan aspek psikomotorik, dengan koreksi dan pengajaran tata cara yang benar untuk mencapai kesempurnaan. Peristiwa dalam Hadis di atas itu menggambarkan langkah pendidikan praktis: pengamatan atas praktik . , peneguran singkat yang memberi kesempatan perbaikan . mpan balik formati. dan akhirnya pengajaran terstruktur ketika peserta didik meminta bimbingan. Pola ini paralel dengan prinsip evaluasi pendidikan modern yang menekankan diagnosis awal, feedback, remedial dan asesmen berulang sampai kompetensi tercapai. Oleh karenanya Hadis ini layak dibaca tidak hanya sebagai panduan ibadah tetapi juga sebagai model metode pembelajaran berorientasi perform (NiAoam et , 2. Selain aspek teknis. Hadis ini juga merekam dimensi etis dalam pendidikan. Nabi memberi peringatan dengan kelembutan dan kesabaran sehingga peserta didik merasa didorong bukan dipermalukan, peserta didik pun menunjukkan keterbukaan . enerima bahwa ia belum sempurna dan meminta diajarka. Nilai-nilai murabbi . endidik yang lembu. ini sering ditonjolkan dalam literatur pendidikan Islam Indonesia sebagai karakteristik penting guru agama yang efektif. Pendekatan humanis semacam ini memperkuat motivasi intrinsik peserta didik untuk memperbaiki ibadahnya (Fitriani et al. , 2. KESIMPULAN Hasil Penelitian Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan islam menegaskan hubungan yang integral antara wahyu, proses pendidikan dan pembentukan kepribadian manusia. Analisis terhadap ayat-ayat Al-QurAoan dan hadis yang relevan memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aspek kognitif, tetapi mencakup pembinaan moral, spiritual dan karakter secara holistik. Penelitian menemukan bahwa konsep tarbiyah dalam Al-QurAoan, seperti yang tergambar dalam QS. Ali Imran ayat 79 dan QS. Az-Zariyat ayat 56, pembentukan insan yang rabbani, beriman, bertakwa dan memiliki pengabdian penuh kepada Allah. Hadis-hadis tarbawi semakin menguatkan pandangan tersebut dengan memberikan ilustrasi konkret tentang bagaimana pendidikan harus membentuk manusia yang berilmu, beramal, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol. No. March 2026 Temuan penelitian juga menegaskan bahwa evaluasi pendidikan dalam perspektif tarbawi tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan peserta didik, tetapi sebagai sarana pembinaan karakter, ketangguhan dan kedewasaan spiritual. Penafsiran terhadap QS. Al-Baqarah ayat 155 serta hadis-hadis yang menampilkan supervisi langsung Nabi menunjukkan bahwa proses evaluasi dalam pendidikan Islam berorientasi pada perbaikan berkelanjutan melalui bimbingan, keteladanan dan pemberian umpan balik yang mendidik. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup analisis yang masih terfokus pada ayat dan hadis tertentu serta belum mengintegrasikan secara luas perspektif para ulama kontemporer dengan studi empiris di lembaga pendidikan modern. Penelitian selanjutnya dapat implementasi konsep tarbawi di berbagai konteks lembaga pendidikan, melakukan perbandingan lintas mazhab atau negara, serta menghubungkan prinsip tarbawi dengan teori pendidikan modern dalam kerangka interdisipliner. Pendekatan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif mengenai peran sumber ajaran Islam dalam pengembangan pendidikan di era global. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Opik Taupik Kurahman selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam. Bapak Maslani selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu dan Hadits Tarbawi. Bapak Hafid Muslih, dan Bapak Dadan Rusmana. Ag selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu dan Tafsir Tarbawi yang telah memberikan arahan, masukan dan bimbingan selama proses penulisan. REFERENSI